Home Blog Page 430

SAR: Santri Sangat Antusias

0
Peserta SAR berlatih penyelamatan air

Gontor- Santri peserta SAR (Search and Rescue) tahun ini sangat antusias. Acara yang diadakan setiap liburan awal tahun ini selalu diminati oleh banyak santri Gontor. Dilihat dari peserta yang mendaftar sejumlah 103 orang. Peserta terbanyak berasal dari Kampus Gontor Ponorogo dengan 61 santrinya. Acara ini berlangsung mulai dari hari Sabtu (26/12) sampai Rabu (30/12). dilepas oleh Al-Ustadz Badrun Syahir, M.A pukul 08.00 WIB di depan Laboratorium KMI Gontor. Dengan khitmad peserta menjalani pelepasan ini, dalam pesannya, beliau, Ustadz Badrun, menghimbau agar peserta SAR tetap pada rel kenapa diadakannya acara ini. Jagan sampai salah arah atau salah tujuan.

Karena santri sangat antusias, panitia pun ikut bersemangat mengajari santri-santri dalam sesi-sesi pemahaman materi maupun pelatihan. Sambutan dari pelatih SAR sangat hangat, sambutan ini langsung dihadiri oleh Danyon (Komandan Batalion), yang biasanya diwakilkan karena kesibukannya, menyempatkan diri hadir pada penyambutan santri Gontor. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para santri, seperti P3K, Penyelamatan darat, penyelamatan air, repling, mountaineering dsb.

Kepengurusan ijazah atau sertifikat SAR tahun ini terbilang sangat cepat. Danyon menghimbau agar ijazah SAR selesai tepat setelah selesainya acara SAR. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya diurus seminggu setelah selesainya acara. “acara SAR tahun ini memiliki banyak nilai plus,” ujar salah satu staf MABIKORI, Al-Ustadz Fahmi Aulia Rahman, “dari disiplin acara, keaktifan peserta, juga antusias mereka membuat acara ini semakin bernilai.” lanjutnya. Aa_Rum

RAMUAN KEHARMONISAN GURU DAN SANTRI

0

Gontor-Sejak berdirinya, pondok ini dalam mendidik santrinya telah membuat ramuan atau bumbu sehingga hasilnya bisa dilihat dari alumni-alumninya. Salah satu ramuan yang dibuat pondok adalah keliling malam yaitu mengawasi para santri dalam belajar malam.

Untuk membuat keharmonisan antara santri dan para guru dalam kehidupan yang berasrama ini, maka sejak dahulu Trimurti mengadakan keliling malam. Terutama pada zaman dulu, yaitu sebelum didirikannya ISID tahun 1963, kegiatan para guru hanya terfokus kepada para santri dalam mendidik dan membinanya. Tetapi setelah tahun itu, mulailah tenaga dan tugas para guru terbagi, yaitu untuk kuliah dan untuk mengajar dan mendidik para santri. Namun demikian, tetap bahwasannya keliling malam tersebut berjalan dengan lancar seperti biasanya. Bahkan keliling malam itu bukan hanya pada saat mau datang ujian saja, melainkan sejak awal tahun yang mana sejak dimulainya belajar di dalam kelas. Kalaulah para guru tidak sempat datang mengawasi mereka maka mereka akan merasa kangen dengan para santri.

Guru Pondok ini bukan guru kelas melainkan guru materi, sehingga untuk menambah keharmonisan antara santri dan para guru harus ditambah dengan kegiatan yang lain seperti memanggil santri, keliling malam dan lain sebagainya. Dan perlu diketahui bahwasannya itulah yang menjadi faktor kuatnya hubungan antara kyai dan para murid zaman dulu.

Para Trimurtipun tetap mengontrol keliling malam walaupun diusianya yang sudah tua, bahkan beliau pernah memberikan kopi kepada santri yang ngantuk ketika belajar malam. Kalaulah beliau berhalangan hadir dikelas, paling tidak ia meletakan pecinya dan kemudian datang lagi.

Harga guru yang hanya lewat depan kelas saja sudah berbeda dengan guru yang tidak hadir sama sekali. Karena keberadaan guru dihadapan para santri sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi belajar mereka.

Maka janganlah sunnah ini yang telah berjalan lama ditinggalkan.  K.H. Imam Zarkasyi mengatakan “Pondok ini dengan melaksanakan apa yang ditinggalkan dulu sudah cukup meskipun dengan tidak menambah apa yang belum ada pada zaman dulu “.

Hendaknya apa yang telah dilaksanakan Trimurti kita lanjutkan sebagai ramuan yang akan menambah kematangan dalam menggodok para santri.brahma84

Bapak Pengasuh: “Kita Semua Dirapoti”

0

KAMPUS 2 – Dengan dibukanya semester 2 tahun ajaran 1437 H, maka dimulai juga seluruh kegiatan akademik dan non akademik dipondok ini seperti biasanya.

Salah satunya dalam bidang akademis, diadakan pembagian rapot seluruh santri. Sebelum pembagian, seluruh santri dan guru berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dari Bapak pengasuh yang diadakan pada hari selasa (5/01/2016) bertempat di Masjid Jami’ PMDG kampus 2.

Perkumpulan ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh santri dan guru tentang hakikat rapot dan untuk mengevaluasi hasil belajar pada pertengahan tahun pertama, serta memprogramkan peningkatan pembelajaran pada semester 2. “ rapot itu sebenarnya adalah nilai dari apa yang telah kita kerjakan. Jadi, apa yang telah kita kerjakan ini ada rapotnya. Ubudiyah ada rapotnya, disiplin ada rapotnya, dan belajar ada rapotnya juga. Semua manusia mempunyai rapot, rapot didunia dan diakhirat. Tapi rapot final adalah rapot kita diakhirat nanti kita kepada Allah SWT ” pesan Bapak Pengasuh.

Penerima Penghargaan Siswa Berprestasi
Penerima Penghargaan Siswa Berprestasi

Banyak program-program akademis yang dicanangkan untuk peningkatan nilai disemester 2 ini. Memulai melaksanakan belajar tambahan untuk kelas 1, merupakan salah satunya.

Diakhir perkumpulan Bapak wakil Direktur KMI PMDG kampus 2 mengumumkan nama-nama peraih penghargaan santri berprestasi. Mereka adalah santri yang mendapatkan nilai ujian pertengan tahun tertinggi dan baik pula dalam mentalitas sehari-hari.

Para peraih penghargaan:

  1. Raihan Muahammad Iqbal       Bima                 Kelas 1C
  2. Rayhan Ramadhan Abidin        Pekanbaru       Kelas 1 intensif B
  3. Tegar Fathullah                           Banyumas        Kelas 2B
  4. Ahmad Faisal                               Bandung           Kelas 3B
  5. Ilham Riyan R                              Magelang         Kelas 3 intensif B
  6. Nurkholis Madjid                        Cirebon             Kelas 4B
  7. Bimo Dwi                                      Trenggalek       Kelas 5B
Pemberian Penghargaan oleh Bapak Wakil Direktur
Pemberian Penghargaan oleh Bapak Wakil Direktur

Stadion Gontor: Lanjut ke Tahap Pengecoran Tribune

0

Pembangunan Stadion Gontor seluas 1,8 ha telah berlangsung selama lima bulan. Memasuki tahun 2016 ini, proses pembangunan tengah melangkah ke tahap pengecoran tribune. Tribune satu sisi seluas 50 m x 25 m tersebut ditargetkan mampu menampung penonton sebanyak dua ribu orang.

Sebelumnya, terhitung sejak Bulan Agustus 2015 kemarin, tim penanggung jawab pembangunan telah menyelesaikan beberapa pokok penting untuk sebuah stadion. Termasuk pembukaan lahan, pengurugan, pembuatan drainase sebanyak 22 buah, dan penanaman rumput matrela asal Malang. Disusul dengan pembangunan pagar keliling setinggi empat meter, serta tempat parkir di sebelah utara stadion.

Pembangunan stadion ini melibatkan lima kontraktor yang berbeda, dengan karyawan sebanyak 115 orang. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan. Mengingat target waktu yang ada, bahwa proyek akan selesai di Bulan Maret ini. Alasan lainnya, karena Gontor juga akan menyelenggarakan Kompetisi dan Eksibisi Sepak Bola dalam rangka Peringatan 90 Tahun Gontor pada Bulan Agustus mendatang.

Stadion yang diarsiteki oleh Pak Saifuddin ini memang dibuat sebaik mungkin. Bisa jadi, stadion Gontor ini merupakan stadion terbaik se-Karesidenan Madiun. Bahkan, biaya yang terkuras juga tidak sedikit, dengan perkiraan mencapai 6 Miliar. Bukan untuk pemborosan atau bermewah-mewahan, melainkan pengembangan fasilitas santri. Karena memang segala hal yang menyentuh kepentingan dan kebutuhan santri, akan selalu diprioritaskan.

“Memang biaya yang dibutuhkan sangat besar, tapi itu tidak jadi masalah, karena pembangunan stadion termasuk kepentingan dan kebutuhan santri”, papar Ustadz Dedi Mulyanto, penanggung jawab pembangunan stadion, saat diwawancarai oleh tim website. Dan itu pulalah salah satu nilai kepondokmodernan yang terus ditanamkan oleh Bapak Pimpinan kepada seluruh warga pondok. B. Dasasta

Upacara Pembukaan Semester 2, Perbarui Niat Santri

0

KAMPUS 2 – “ Tanpa disiplin manusia akan hancur “ kutipan pidato Bapak Pengasuh PMDG Kampus 2 pada pembukaan tahun ajaran 1437 semester 2. Acara tersebut diselenggarakan di lapangan Sintesa PMDG Kampus 2 yang dimulai pada pukul 06.45 WIB diikuti oleh seluruh santri dan guru. Dan stelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pengabsenan disiplin santri dan guru.

Selain mendengarkan pidato yang disampaikan oleh Bapak Pengasuh, kegiatan pada sabtu (2/01/2016) itu juga bertujuan untuk mendisiplinkan santri dalam kedatangannya ke kampus Pondok Modern Gontor setelah liburan.

Pidato Bapak Pengasuh Al Ustadz Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag
Pidato Bapak Pengasuh Al Ustadz H. M. Hudaya, Lc. M.Ag

Beliau menyampaikan tentang pentingnya masing-masing santri untuk selalu memiliki pegangan hidup, yaitu Al Qur’an dan Al Hadist. Jalan hidup yaitu, hukum-hukum islam, pola dan gaya hidup yang islami. Gontor menjabarkan itu semua melalui nilai-nilai pesantren, diantaranya Panca Jiwa. Sementara, banyak orang yang keblinger mencampur adukkan aqidah islamiyyah dengan lainnya karena tidak paham akan pegangan hidup dan jauh dari syariah islamiyyah

Dalam kesempatan kali ini, bapak pengasuh juga menghimbau kepada seluruh santri agar lebih giat dalam melaksanakan program akademis ataupun non akademis, dikarenakan pada semester dua ini waktunya sangat sempit. Terlebih lagi, bagi kelas 1 intensif dan 3 intensif yang akan menghadapi pelajaran-pelajaran baru pada semester ini.

Pada acara yang berlangsung khidmad ini, diakhiri dengan pemukulan lonceng sebagai tanda dimulainya tahun ajaran 1437 H semester 2 dan gerakan one day one thousand yang diikuti oleh seluruh santri, guru dan wali murid.

Pemukulan Lonceng oleh Bapak Pengasuh
Pemukulan Lonceng oleh Bapak Pengasuh

 

Suasana Khidmad saat Berdoa
Suasana Khidmad saat Berdoa

 

Bapak Pengasuh memulai gerakan one day one thousand
Bapak Pengasuh memulai gerakan one day one thousand

Gontor Peroleh Delapan Unit Mobil dari Bank Mu’amalat

0

GONTOR–Berkat menabung, Gontor memperoleh delapan unit mobil dari Bank Mu’amalat. Hadiah diberikan karena dana deposito yang disimpan oleh pihak Gontor di bank islami itu. Delapan mobil tersebut adalah dua unit mobil Toyota Nav 1 sebagai kendaraan dinas, dua unit mobil avanza veloz untuk kerja kepanitiaan, serta empat unit mobil pick up untuk angkat letak barang.

Penentuan hadiah berupa mobil tersebut berdasarkan musyawarah para pejabat Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dengan senantiasa mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan santri. Walau kadang harus menelan jutaan bahkan milyaran rupiah. Walau kadang harus mengganggu kepentingan pribadi para Kiainya. Dalam hal ini, pengadaan mobil adalah sebagai bentuk penambahan fasilitas untuk santri.

Penyerahan hadiah dilaksanakan secara simbolis, dengan miniatur kunci gabus, pada hari Senin (21/12) pukul 10.00 WIB di Kantor Pimpinan. Hadir dalam kesempatan itu, tiga Bapak Pimpinan Gontor, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan K.H. Syamsul Hadi Abdan. Disertai dengan Bapak Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari; Bapak Ketua Yayasan, H. Imam Shobari; dan Bapak Ketua IKPM, H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo. B. Dasasta

Tahun ini, Gontor Liburkan Santrinya selama Sebelas Hari

0

GONTOR–Selasa (22/12), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) meliburkan 3453 orang santrinya. Hari itu, tepat pukul 00.00, sesuai Surat Keputusan yang dibacakan oleh Bapak Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, liburan semester pertama mulai berlangsung hingga sebelas hari ke depan. Segenap santri yang terbagi menjadi 63 konsulat daerah, sedikit demi sedikit meninggalkan pondok dengan puluhan armada bus yang telah dipersiapkan.

Begitu juga dengan para guru, mereka turut berlibur sebelum nantinya memasuki masa belajar semester kedua. Tak terkecuali dengan guru senior, merekapun memanfaatkan momen liburan untuk berwisata bersama, yang pada tahun ini berlokasi di DI Yogyakarta.

Liburan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, masa liburan semester pertama hanya sepuluh hari, namun sekarang ditambah satu hari. Terhitung mulai Hari Selasa (22/12/15) sampai dengan Hari Jum’at (1/1/16). Penambahan tersebut bertujuan untuk menghindari kesulitan transportasi pada malam Tahun Baru 2016.

Pada prinpsipnya, pelaksanaan liburan di Gontor adalah sebagai bentuk istirahat. Istirahat dalam artian perpindahan atau pergantian dari satu kegiatan ke yang lain. Bukan untuk bersenang-senang, berfoya-foya, dan bersantai ria, lantas menghabiskan waktu layaknya yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan luar.

Hal ini selaras dengan nasihat Bapak Pimpinan, K.H. Syamsul Hadi Abdan, yang disampaikan pada malam menjelang liburan. Dalam pidatonya, beliau berpesan, agar seluruh santri mampu memanfaatkan masa liburan dengan baik, jangan malah bersenang-senang dan berfoya-foya.

Begitu juga dengan identitas Pondok Modern (PM) yang ada dalam diri setiap santri. Semua harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai tertular dengan budaya buruk yang ada di luar pondok. Dalam hal ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal secara tegas dan berulang-ulang menyampaikan kepada seluruh hadirin saat berpidato setelah Kiai Syamsul.

Pelepasan salah satu konsulat daerah oleh Bapak Pimpinan di halaman Balai Pertemuan.
Pelepasan salah satu konsulat daerah oleh Bapak Pimpinan di halaman Balai Pertemuan.

“Ingat, di jidat kalian ada tulisan ‘PM’, kapan dan di manapun kalian berada, identitas itu harus tetap kalian jaga!” ujar Pak Kiai sebelum akhirnya membacakan laporan transportasi masing-masing konsulat.

Di Gontor, disiplin tetaplah disiplin. Seluruh santri wajib datang kembali ke Gontor pada waktu yang telah ditetapkan. Adapun santri yang telat datang, akan menerima sanksi. Baik sanksi penggundulan kepala, atau bahkan pencoretan nama dari daftar absen santri di Gontor. B. Dasasta

Kiai Hasan Beri Sambutan pada ‘Grand Opening’ SeIPTI di Unida Gontor

0

GONTOR–K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, pada Sabtu (12/12), menyampaikan sambutan pada Grand Opening Seminar Serantau Institut Pengajian Tinggi Islam (SeIPTI) 2015 di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. Acara yang digelar di hall Gedung Terpadu  Lantai 4 ini, diikuti oleh perwakilan dari USIM Malaysia, Unissa Brunei Darussalam, dan Pattani University of Thailand.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh professor-profesor alumni dan non-alumni Gontor dari beberapa universitas ternama.

Mengawali acara tersebut, Rektor mengawali pidatonya sebagai ucapan selamat datang untuk para peserta seminar baik yang datang dari dalam dan luar negeri. Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Amtsal Bahtiar dan sekaligus Launching Program S3 Ilmu Aqidah Unida Gontor.

Prof. Amtsal Bahtiar menyampaikan, karena Gontor memiliki potensi untuk mencetak professor, maka pendidikan tinggi di Unida Gontor harus tetap ditumbuhkan. Beliau juga berpesan, bahwa mengenai jalur pendidikan memiliki 2 model, yaitu Profesi; sarjana yang sesuai dengan skill dan profesi, yang kedua Akademik; bertujuan menjadi pemimpin dalam keilmuan yang dibidangi.

Usai pembukaan, acara tersebut dilanjutkan dengan speech dari tiap universitas, kemudian seminar di kelas-kelas pada sabtu siang, gala dinner pada malam harinya, serta kelanjutan seminar di kelas-kelas pada ahad pagi, dan ditutup pada Ahad siang.binhadjid

Gontor Memasuki Fase Kedua Ujian

0
Wakil DIrektur, Ustadz Sutrisno, menguji pemahaman beberapa pengawas dari kelas 6
Wakil DIrektur, Ustadz Sutrisno, menguji pemahaman beberapa pengawas dari kelas 6

Darussalam- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sudah memasuki fase kedua ujian, yaitu ujian tulis. Setelah sebelumnya telah berjalan ujian lisan selama 10 hari. Panitia menjadwalkan pengarahan dan pembagian tugas ujian tulis ini pada hari Sabtu (5/12). Bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Seluruh guru KMI di Gontor maupun di Kampus 2 diwajibkan hadir pada acara ini.

Hadir pada acara ini Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, DR. (HC) K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. beliau menyampaikan pengarahan dan nasihat untuk seluruh bapak guru KMI. Dalam nasehatnya, beliau menegaskan tentang kemajuan dan kemunduran pesantren bergantung pada orang dalam, internal, susah bersama, senang bersama, berjuang bersama. Beliau juga menjelaskan tentang kiprah santri dahulu dan sekarang, penjajahan bathiniyah dan lahiriyah, kemerdekaan, dan sistem pesantren.

Ujian pertengahan tahun kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ujian tulis ditempuh selama 11 hari. karena banyak pertimbangan, melihat kalender kegiatan tahun ini yang terbentur dengan akhir tahun masehi. Liburan awal tahun pun tahun ini 11 hari, agar santri tidak terjebak macet saat kembali ke Pondok nanti. Aa Rum

Ujian Tingkatkan Miliu Belajar Santriwati

0

MANTINGAN-Usai menjalani ujian lisan, santriwati kelas 1-5 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) kembali menghadapi ujian tulis awal tahun ajaran 1436-1437 H.  Ujian ini resmi dimulai dengan diadakannya upacara pembukaan ujian tulis awal tahun yang diikuti seluruh santriwati pada Ahad (6/12/15) lalu di lapangan merah Gedung Kuwait. Upacara ini  berlangsung pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Dalam upacara ini, Bapak Direktur KMI Gontor Putri 1, Al-Ustadz K.H. Fairuz Subakir Ahmad, M.A berpesan, “Perbaharui niatmu, karena ujian ini semata-mata untuk ibadah”.

IMG_8534Peserta ujian tulis kali ini sebanyak 2898 santriwati yang diawasi oleh 350 guru dan 148 pengawas dari siswi kelas 6. Bertempat di 12 gedung dengan total 73 ruang kelas di Gontor Putri kampus 1. Masa ujian tulis berlangsung selama 14 hari dengan 11 hari ujian dan 3 hari jeda disela harinya. Pelajaran yang diujikan sebanyak 21 pelajaran bagi kelas 1, 17 pelajaran bagi kelas 1 Intensif, 25 pelajaran bagi kelas 2, 29 pelajaran bagi kelas 3&4, 27 pelajaran bagi kelas 3 Intensif, dan 30 pelajaran bagi kelas 5. Bagi santriwati yang berasal dari luar negeri terdapat 15 pelajaran untuk kelas 1 Khusus dan 16 pelajaran bagi santriwati kelas 1 Intensif Khusus. Adapun peserta yang sakit akan mengikuti ujian di Balai Kesehatan Santriwati dan Masyarakat (BKSM) dengan tetap diawasi oleh guru dan pengawas kelas 6.

Angkatan kelas 6 selaku panitia ujian dipagi hari, mereka juga menghadapi try out untuk persiapan ujian awal tahun kelas 6. Try out kelas 6 berlangsung setiap malam selama 5 hari mulai Ahad (6/12/15) hingga Kamis (10/12/15). Dengan suasana belajar yang kondusif, panitia ujian inti yang terdiri dari beberapa dewan guru tidak lupa untuk terus mengimbangi miliu belajar dengan menggaungkan berbagai motivasi dalam menghadapi ujian dan pengawasan belajar setiap malam.IMG_8667

Pada masa ujian, santriwati diharapkan dapat memaksimalkan potensi pembelajaran dan pemahaman mereka terhadap apa saja yang telah dipelajari di kelas maupun di luar kelas.  “Al’aalimu hayyun wa in kaana mayyitan, wal jaahilu mayyitun wa in kaana hayyan” jelas Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 1, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I pada saat upacara pembukaan ujian tulis. Bahwa Allah mewajibkan kita untuk belajar, karena orang yang berilmu akan terus hidup dengan ilmunya yang dimanfaatkan oleh masyarakat, meskipun ia sudah meninggal dunia. Tapi orang bodoh layaknya orang mati yang meski hidup tidak dapat memberi manfaat.  Maka hal ini sesuai dengan pendidikan Gontor yang berprinsip bahwa ujian untuk belajar dan menjadi “aalim” dan bukan hanya belajar untuk ujian. –Kholifah