Home Blog Page 432

Pimpinan Pondok Tunjuk Ketua Panitia Peringatan 90 Tahun

0

GONTOR – Semenjak ditetapkan oleh Pimpinan Pondok, Panitia Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor telah menyusun serta merancang program jangka pendek dan panjang menjelang acara akbar tersebut. Penunjukkan Ketua Panitia sendiri telah dilakukan oleh Pimpinan semenjak bulan April lalu.

Kepanitiaan besar ini diketuai oleh Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo (Ketua PP IKPM), Ustadz Sutrisno Ahmad (Wakil Direktur KMI), dan Ustadz Dr. Setiawan Lahore (Wakil Rektor II Unida Gontor). Setelah penetapan oleh Pimpinan, Ketua Panitia Peringatan 90 Tahun segera menyusun formasi kepanitiaan yang terdiri lebih dari 100 orang panitia. Seluruh panitia berasal dari guru-guru senior, guru-guru junior, guru-guru di Gontor Cabang, serta guru-guru perwakilan Gontor yang berada di Jakarta.

Hingga kini, panitia telah merancang rentetan kegiatan Peringatan 90 Tahun yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 19 September 2016 mendatang. Secara garis besar, kegiatan yang akan dilaksanakan terbagi dalam 4 divisi: divisi santri, divisi mahasiswa, divisi masyarakat, dan divisi alumni.binhadjid

Perkajum: Bentuk Santri Aktif, Kreatif, dan Inovatif

0

GONTOR-Perkemahan Kamis Jumat atau yang sering disebut dengan Perkajum untuk tahun ini diadakan pada Kamis (19/10). Acara yang didakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor ini dipanitiai oleh siswa kelas 5 KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimiin Al-Islamiyah) di Desa Campursari. Acara tahunan ini bertujuan untuk melatih para adika-adika akan hidup mandiri, kreatif, aktif, dan inovatif.

Adapun peserta yang mengikuti acara Perkajum ini berjumlah 410 orang. Dimana setiap Gudep (Gugus Depan) mengirimkan 41 orang untuk berpartisipasi dalam perkajum ini. Acara ini dibuka oleh Al-Ustadz Hifni Nasif,S.Th.I di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Berbagai perlombaan yang berkaitan dengan kepramukaan; Morse, Semaphore, Baris-berbaris, dan Pionering, turut diadakan untuk memeriahkan kegiatan ini. Dalam perkajum perdana ini, beberapa santri dari Persada (Persatuan Senam Darussalam dan Perbeda (Persatuan Bela Diri Darussalam) juga tampil menghibur para penonton. Sahir8

FEM Unida Gontor: Gelar Studi Akademik di Negeri Jiran

0

GONTOR–Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor (Unida) Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Program Studi Ekonomi Islam Semester 5 Kampus Rabitoh mengadakan Studi Akademik (SA). Acara yang dilangsungkan di Negeri Jiran, Malaysia ini berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 20 hingga 30 Oktober 2015.

Rombongan diberangkatkan secara resmi oleh Ustadz Khoirul Umam M.Sc, salah seorang dosen tetap Unida Gontor, dengan jumlah peserta 24 orang mahasiswa dan dua orang dosen.

Dalam SA kali ini, USIM (Universiti Sains Islam Malaysia) menjadi lokasi tujuan. Adapun acara yang dilakukan di sana adalah ikut serta dalam seminar, mengikuti proses belajar mengajar, mengunjungi beberapa museum, menunjungi pabrik Roti Maria, dan juga berkunjung ke perusahaan Yakult.

Studi Akademik ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa, khususnya dalam hal ekonomi Islam. Dan juga sebagai modal dasar mahasiswa untuk ikut berkecimpung dalam hal perekonomian Tanah Air. Sahir8

Khutbatu-l-‘Arsy Perdana di sebuah “Negeri di atas Awan”

0

SOLOK–Sejak berdiri pada tahun 2009 silam, inilah kali pertama Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 11 Sulit Air mengadakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA), Senin (1/11). Di sebuah desa yang dikenal dengan sebutan ‘Negeri di atas Awan’ tersebut, sebanyak 54 orang santri dan 24 orang guru berbaris tertib di depan Gedung Santiniketan. Dihiasi dengan ‘background’ ukuran 8×4 m di belakangnya, kelompok yang terdiri dari barisan konsulat, pasukan pengibar bendera, dan penampilan tersebut tampak rapi dan teratur.

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut. Dengan didampingi oleh Ibu Hasan Abdullah Sahal, Ustadz H. Noor Syahid sekalian, staf Sekretaris Pimpinan, dan staf Administrasi, rombongan tersebut tiba di lokasi pada Ahad malam (31/10). Pagar betis oleh para santri dan gurupun senantiasa diadakan guna menambah hangatnya penyambutan pada malam itu.

Usai pelaksanaan Upacara Apel Tahunan pagi itu, seluruh warga pondok mengikuti sesi Kuliah Umum Babak I oleh Kiai Hasan di Aula Al-Azhar. Dalam pidatonya, beliau menekankan tentang niat dan tujuan santri bahkan wali santri dalam menuntut ilmu di pondok.

“Sekolah di pondok tidak perlu dijenguk, kecuali terpaksa. Jangan dibalik, sekolah di pondok harus terus dijenguk, kecuali terpaksa.” Ucapnya sambil diiringi dengan canda khas seorang kiai.

Suasana Kuliah Umum di PMDG Kampus 11, Sulit Air.
Suasana Kuliah Umum di PMDG Kampus 11, Sulit Air.

Sore harinya, beliau mengadakan pertemuan bersama seluruh guru guna menyampaikan pesan dan nasihat terkait pengabdian di Gontor. Hal terpenting yang beliau sampaikan adalah pembentukan upaya revitalisasi gairah santri dalam menuntut ilmu di Gontor.

Acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak II pada malam harinya. Sebagaimana Babak I, beliau berpidato tentang kepondokmodernan di hadapan seluruh santri dan guru. Sesekali beliau mempersilahkan Ustadz H. Noor Syahid untuk membacakan materi yang ada di buku diktat Pekan Perkenalan Gontor. Pada pertengahan acara, beliau sempat memainkan piano dengan lagu ‘Kampuang nan Jauh di Mato’ yang diiringi tepuk tangan dari para hadirin.

Pak Kiai meninggalkan kampus pada keesokan harinya bersama ibu dan staf sekretarisnya. Adapun Ustadz Noor Syahid, diamanatkan untuk melanjutkan penyampaian materi kepondokmodernan pada Kuliah Umum Babak III dan IV. B. Dasasta

HES 5 Unida Gontor Sambangi Negeri Jiran

0
DSC_5978
Ustadz Eko memberikan cendera mata kepada pihak INCEIF

GOMBAK- Sebagai tindak lanjut MoU antara UNIDA dan IIUM, Program Studi HES (Hukum Ekonomi Syari’ah) dari fakultas Syari’ah sambangi Malaysia. Tepatnya mereka berkunjung ke IIUM (International Islamic University of Malaysia). Ini adalah kali kedua Prodi HES mengadakan kunjungan ke IIUM dalam program untuk semester 5 yaitu Studi Pengayaan Lapangan (SPL). Untuk membekali wawasan mahasiswa/i dalam dunia hukum dan ekonomi islam, yang nantinya berguna pada Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) di semester 6.

Rombongan mahasiswa Unida berangkat dari kampus Siman pada hari Selasa (27/10) tepat 08.00 WIB. Diawali dengan pelepasan oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Al-Ustadz Imam Kamaluddin, M.A. beliau, dalam nasehatnya berpesan untuk selalu menjaga ketaqwaan dimanapun, karena taqwa adalah bekal terbaik bagi ummat islam.  “تزودوا فإن خير الزاد التقوى” jelas beliau.

Rombongan ini berjumlah 37 orang, terdiri dari 19 mahasiswa dan 18 mahasiswi. 2 dosen pembimbing, mereka adalah Kepala Prodi HES, Al-Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A. dan dosen HES, Al-Ustadz Ahmad Fannani, M.A., untuk menuju ke Malaysia rombongan berangkat dari Bandara Yogyakarta, Adisutjipto, penerbangan pukul 17.15 WIB. Sampai di Malaysia pukul 09.30 waktu setempat.

Malaysia adalah salah satu negara yang berkomitmen untuk menjadi imam dalam Ekonomi Islam. Dan sekarang negara ini sudah menjadi nomor 1 di dunia untuk Ekonomi Islam. Salah satu faktor besar dalam tercapainya prestasi negara ini adalah berdirinya IIUM. Universitas yang biasa disebut UIA (Univesiti Islam Malaysia) ini berdiri tahun 1983 atas ide dari konferensi Makkah tahun 1977. Dan tahun ini genap berusia 32 tahun.

Agenda ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Mulai dari pembuatan proposal acara, pembuatan paspor, sampai tahap terakhir yaitu mengajukan izin ke Pimpinan PMDG. Semua proses itu membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.

Dalam SPL selama 6 hari ini rombongan mengunjungi banyak tempat yang menarik. Mulai dari KEMNS (Kulliyah Economy and Management Sience), CELPAD (Centre for Languages and Pre-University Academic Development), INHART (International Institute for Halal Research and Training), IIBF (Institute of Islamic Banking and Finance), Al-Hikmah IIUM Library, INCEIF (International Centre for Education in Islamic  Finance), Bank Negara Malaysia, dan juga ISTAC (kampus Ustadz Hamid dulu) yang sekarang sudah menjadi CRESCENT (Centre for Strategic Continuing Education and Training).

Seperti INCEIF, satu-satunya institusi yang fokus pada Ekonomi Islam dan cabang ilmunya. Baru berdiri 10 tahun namun sudah menelurkan 1.078 sarjana. Ia juga menyumbang 11% makalah tentang ekonomi Islam di dunia. “dari 10 paper ekonomi Islam yang terbit di dunia, 1 diantaranya ditulis di sini.” Terang dosen yang menyambut kami.

Hari Jum’at (30/10), rombongan Gontor mengunjungi INHART, institut yang expert dalam membina praktisi penjaga nilai halal dalam makanan, produk, dan pelayanan. Khususnya dalam dunia industri. Walaupun mereka hanya bergerak dalam pendidikan, namun memberikan kontribusi besar. JAKIM sebagai badan negara yang memiliki tugas melegalkan label halal banyak merekrut alumni instansi ini. “I’m amuzed by this Campus,” terang salah satu mahasiswi peserta SPL ini. Bagaimana tidak, negara yang tidak sepenuhnya muslim ini dapat memberikan perhatian besar terhadap produk halal. Bahkan non muslim pun ikut andil mensuksekannya. Luar biasa.

Sehari sebelum pulang ke Indonesia, Ahad (1/11), rombongan Unida Gontor diundang untuk menghadiri Family Day of IKPM, pertemuan tahunan IKPM, semua alumni Gontor bertemu di sana, tepatnya di lapangan layang-layang. Senin (2/11), rombongan bersiap kembali ke Indonesia. penerbangan pukul 15.15 waktu setempat dari KLIC menuju Yogyakarta, Adi Sutjipto. Penerbangan ini menghabiskan 2 setengah jam, lalu mereka melanjutkan perjalan ke Ponorogo, dan sampai Gontor sekitar jam 11 malam. Aa Rum

Menuju 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Usia Pondok Modern Darussalam Gontor, kini sudah menginjak angka 89. Angka yang tak lagi terbilang minim bagi usia seorang manusia. Berbicara tentang Gontor, kita akan memasuki sebuah dunia proses yang begitu panjang dan melelahkan. Gontor dapat berdiri tegak dan maju hingga kini, tentunya melalui sebuah perjuangan, pengorbanan, dan kebersamaan para pendiri, guru-guru, hingga santri.

Sejak berdiri tahun 1926, Gontor tak langsung begitu saja diminati dan tenar di kalangan masyarakat. Di awal berdirinya, Gontor memulainya dengan fase Tarbiyatul Athfal. Sepuluh tahun berjalan, Gontor mulai mampu untuk mendirikan tingkatan sekolah yang sederajat dengan sekolah menengah. Padahal masa itu, orang pribumi mampu lulus sekolah rakyat saja sudah hebat. Nama lembaga itu adalah Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah.

Perjuangan dan keikhlasan para pendiri Gontor, mencapai puncaknya saat penyerahan piagam wakaf kepada umat Islam. Ini merupakan bentuk keikhlasan yang memuncak dan tak terbantahkan. Padahal, pada tahun 1958, tahun di mana Gontor diwakafkan, pondok ini sudah memiliki ratusan santri, aset bergerak dan tak bergerak yang tidaklah sedikit. Inilah yang menjadi titik balik Gontor, dari yang sebelumnya merupakan lembaga milik keluarga pendiri, menjadi milik umat Islam seluruh dunia.

Lambat laun, Gontor mulai dikenal. Para alumninya mulai dipandang. Sistem, kurikulum, disiplin, hingga tata cara berpakaian para santrinya pun diikuti. Gontor mulai diperhitungkan. Terutama sejak lembaga-lembaga pendidikan formal yang digalakkan pemerintah, menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Mereka mulai melirik kepada sistem pendidikan pesantren, terutama Gontor. Apalagi, saat para alumni Gontor dapat mendirikan pondok-pondok pesantren lain, yang kemudian dengan cepat dikenal dan diterima baik oleh masyarakat.

Kini, Gontor menatap usianya yang ke-90 tahun. Di usianya yang tak lagi muda, Gontor terus maju dengan tetap menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak didirikan. Jujur, memegang teguh nilai, visi, dan misi yang sama, selama 90 tahun itu tidak mudah. Perbedaan zaman, keadaan, situasi politik, hingga kondisi perekonomian, memaksa sebuah institusi untuk mengubah cara pandangnya agar dapat diterima oleh zaman. Namun hal tersebut tak berlaku bagi Gontor, ia tetap teguh pada prinsipnya, berdiri di atas kakinya sendiri, di atas hanya Allah, di bawah hanya tanah. binhadjid

 

 

Fathul Kutub Kelas 6 Tambah Wawasan Siswa Akhir

0

Gontor 2– “Berwawasan luas” merupakan salah salah satu motto Pondok Modern Darussalam Gontor. Oleh karena, itu diadakanlah beragam kegiatan yang dapat menunjang santrinya untuk selalu menambah pengetahuan. Salah satunya adalah kegiatan “Usbuu’u Ad-Dirasah Fii Kutubi At-Turaast Al-Islaamiyyi”.

Salah seorang pembimbing memberikan penjelasan
Salah seorang pembimbing memberikan penjelasan

Kegiatan yang dulunya disebut “Fathul Kutub” tersebut berlangsung selama satu pekan. Para siswa kelas 6 Gontor kampus 2 mengikuti pembukaan dan pengarahan materi di Gontor, mulai hari Jum’at (30/10)malam hingga Sabtu (31/10) pagi. Selanjutnya, sejumlah 169 santri dibagi menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok kemudian dibagi lagi menjadi 4 sub kelompok. Secara bergiliran mereka diberi tema masalah yang harus dibahas dari 4 materi yang ada, yaitu Tauhid, Tafsir, Fiqh, dan Hadist. Bukan hanya mencari pembahasan dari buku-buku yang ada, namun mereka juga mendiskusikan masalah-masalah tersebut di setiap kelompok, dengan dikawal oleh para guru pembimbing.

Selain menambah wawasan pengetahuan santri, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berbahasa arab. Mulai dari pembahasan masalah, hingga diskusi yang diadakan perkelompok yang keseluruhannya menggunakan bahasa Arab.

Diskusi pembahasan masalah
Diskusi pembahasan masalah

Seminar Bahasa: Tingkatkan Kualitas Siswa Kelas 5 KMI

0
H. Farid Sulistyo menyampaikan materi Bahasa Arab
H. Farid Sulistyo, Lc sedang menyampaikan materi bahasa arab

Darussalam-Bahasa adalah Mahkota Pondok, istilah ini tidak asing lagi ditelinga para santri, karena hampir semua kegiatan tidak terlepas dari unsur pendidikan linguistik (bahasa), mulai dari lingkup yang sempit seperti dalam kamar hingga tempat-tempat umum. Demi meningkatkan kualitas santri khususnya siswa kelas 5 KMI, yang mayoritasnya adalah pengurus secara umum, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan Seminar Bahasa atau Multaqa’ Tsaqafi fi-Al-Lughah Al-Arabiyyah Wal-Injliziyyah pada Jum’at(16/10) yang lalu.

Acara ini dibuka langsung oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara yang berlangsung di BPPM ini  diadakan dalam 2 sesi dengan 2 materi yaitu “Tsarwatul Lughah (Keistimewaan Bahasa)” yang disampaikan secara langsung oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo dalam Bahasa Arab dan “English is International Language” oleh Al-Ustadz M. Taufiq Affandi, M.Sc dalam Bahasa Inggris.

“Menjaga bahasa itu hukumnya fardlu sebagaimana fardlunya Shalat”, salah satu poin yang disampaikan oleh Al-Ustadz Farid Sulistyo, Lc. Diharapkan dari acara ini kualitas bahasa siswa kelas 5 KMI dapat menjadi contoh bagi seluruh anggota di Darussalam.Sand88

Fathul Kutub Siswa Akhir KMI, Mantapkan Identitas Sebagai Seorang ‘Mujtahid’

0

GONTOR – Guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Pondok Modern Darussalam Gontor, melalui KMI, menggelar kegiatan Fathul Kutub bagi Siswa Akhir KMI. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Jumat (30/10) hingga Rabu (4/11) di Aula Balai Pendidikan Pondok Modern. Acara diawali dengan Pengarahan dari Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal pada Jumat malam, dilanjutkan keesokan harinya dengan Taujih dalam materi Tauhid dengan mentor Ustadz Rif’at Husnul Ma’afi, Hadits oleh Ustadz Aris Hilmi Hulaimy, Tafsir oleh Ustadz Badrun Syahir, dan Fiqh oleh Ustadz Imam Iskarom.

Kegiatan yang diikuti oleh 794 orang Siswa Akhir KMI ini berlangsung dalam 6 pembahasan. Untuk mempermudah pelaksanaan, seluruh peserta dibagi dalam 2 unit. Apabila unit 1 melaksanakan pembahasan dan penulisan masalah, maka unit 2 melaksanakan diskusi di luar aula.

Dengan kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuannya, terutama dalam Kutub at-Turats. Sehingga saat menghadapi problematika furu’iyah dalam kehidupan sehari-hari nantinya tidak fanatik terhadap satu madzhab aliran, namun mampu menjadi seorang mujtahid yang meneliti keabsahan madzhab sesuai dengan petunjuk dalam Qur’an dan Hadits.binhadjid