Home Blog Page 437

K.H. Hasan Abdullah Sahal “Apel Tahunan Khutbatu-l’Arsy PMDG Kampus 14 Mengesankan.”

0
14 3
Pimpinan PMDG beserta Rombongan menghadiri Kuliah Umum Babak I


LUBUK JERING, SIAK–
Rabu, (16/9) lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 14 adakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l’Arsy untuk pertama kalinya. Acara ini dihadiri oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal, H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., Drs. Sutrsino Ahmad Dipl.A.Ed., beberapa orang guru senior PMDG Putri Kampus 7, beberapa orang dari Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Pekanbaru dan Siak, para wali santri serta salah seorang utusan dari Bupati setempat.

“Setelah menjalani aktifitas dan rutinitas sesingkat ini, kurang lebih 2 bulan, 88 orang santri baru PMDG Kampus 14 dengan dibimbing 34 orang guru tampil sangat mengesankan dan mampu menghibur seluruh hadirin, tidak kalah saing dengan pendidikan sekolah lainnya dan dari sinilah terlihat jelas Identitas Gontor dalam mewariskan nilai Islam.” ungkap K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG.

Acara berlangsung dengan khidmat walaupun suasana langit saat ini diselimuti oleh kabut asap, tidak ada seorang dari santri yang mengenakan satu kostum, hampir seluruh dari mereka mengenakan tiga macam atribut kostum berbeda. Nuasa inilah yang tidak akan didapatkan di manapun.

Setelah Upacara Apel Tahunan, acarapun dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak Pertama dan Pembacaan Pemenang Lomba Baris-berbaris Antarkonsulat. Konsulat Kampar keluar sebagai pemenang peringkat pertama dalam perlombaan ini kemudian disusul Konsulat Dayun dan Mandau sebagai pemenang kedua dan ketiga. ibnushadik

Kabut Asap Selimuti Apel Tahunan Gontor Putri Kampus 7

0
2
Inspeksi Barisan oleh Pimpinan PMDG beserta Rombongan

RIMBO PANJANG–Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy PMDG Putri Kampus 7 diselenggarakan pada hari Selasa (15/) lalu. Dengan motto “Meneguhkan Sibghah, Mewariskan Nilai-nilai Trimurti, Mewujudkan Mar’ah Sholihah lillah” acara ini berjalan dengan meriah dan khidmat walaupun keadaan alam saat itu diselimuti oleh kabut asap akibat pembakaran hutan.

Apel Tahunan yang ketiga ini, dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal dan ibu, Wakil Direktur KMI Gontor Al-Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad dan ibu, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 14 Al-Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., serta Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 1 Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. dan ibu.

“Alhamdulillah, walaupun udara saat ini penuh dengan kabut, tapi santri-santri PMDG Putri Kampus 7 tidak ada yang sakit, semoga Allah senantiasa memberikan kita kesabaran, ketabahan, dan kesehatan dalam menghadapi ini semua.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal saat menyampaikan pidatonya.

Setelah Apel Tahunan selesai, acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak Pertama dan Pembacaan Pemenang Lomba Baris-berbaris Antarkonsulat.  Konsulat Luar Provinsi keluar sebagai pemenang dalam perlombaan ini dan kemudian disusul oleh Konsulat Indragiri serta Pekanbaru sebagai pemenang kedua dan ketiga. ikami86

Aneka Ria Nusantara Aplikasi dari Bhineka Tunggal Ika

0
DSC_0823
Suasana Pembukaan Acara Aneka Ria Nusantara

DARUSSALAM–Ahad (6/9) lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar Aneka Ria Nusantara. Acara ini merupakan rentetan dari Pekan Perkenalan Khutbatu-l ‘Arsy yang bertujuan untuk mengenalkan kepada seluruh santri akan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia bahkan dunia.

Indonesia adalah Negara yang kaya, kaya budaya, seni dan bahasa, maka kita harus bersyukur akan hal tersebut. Nah, diadakannya acara ini adalah wujud dari pengaplikasian Bhineka Tunggal Ika ‘Walaupun berbeda namun tetap satu.’ ujar Drs. H. Rif’at Husul Ma’afi, M.Ag., yang mewakili Pimpinan Pondok saat membuka resmi acara tersebut.

Panitia acara ini adalah santri kelas 3 Intensif dan 4 yang jumlahnya mencapai 120 orang. Adapun konsulat-konsulat yang diberikan kesempatan untuk tampil pada kesempatan ini adalah konsulat-konsulat yang berhasil melalui babak penyisihan dari semua konsulat yang ada di PMDG. Adapun konsulat-konsulat tersebut adalah sebagai berikut; Konsulat Bogor, Jakarta, Bengkulu, Banyumas, Ponorogo, Bojonegoro, Banustra dan Pasuran. ikami86

Pergantian Ketua Dema Putri Kampus 1

0

MANTINGAN–Masa kepengurusan Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Darussalam (Unida) Gontor kampus Mantingan segera berganti. Tepat pada hari Senin (14/9) diadakanlah orasi kandidat ketua Dema Unida Gontor Kampus Mantingan oleh setiap utusan prodi dari mahasiswi semester 7. Mereka adalah Halida Umami (PAI), Wadhifatul Mushoffa (PBA), Ika Mahmudah (PA), Dhita Ayomi (Ilmu Aqidah), Ridani Faulika (Tafsir), Undainti (PMH), Tri Yuliani (HES) dan Azizah Esti (EI).

Acara yang diadakan di Aula Kulliyatul Banat ini diharapkan dapat menilai para kandidat dari segi visi misi yang mereka bawa. Disamping beberapa pertanyaan mengenai masalah kemahasiswaan serta solusi yang akan dilakukan. Wakil direktur KMI Putri 1, Ustadz Dr. H. Fairuz Subakir menyatakan bahwa Dema tahun ini akan menjadi Dema seperempat abad Gontor Putri yang harus diisi dengan berbagai macam kegiatan spektakuler untuk meningkatkan intelektual, spiritual serta ghirah mahasiswi di samping akademik.

Pemungutan suara oleh seluruh mahasiswi diadakan usai orasi tersebut. Tanpa menunggu lama pengurus baru dilantik dua hari setelahnya, pada Rabu (16/9). Ketua terpilih adalah perwakilan dari PAI dan PMH, Halida Umami dan Undainti, dengan susunan pengurus dari mahasiswi angkatan 26 dan beberapa kader. dee

Sitti-l-Kull-nya 606 Siswa Akhir di Panggung Gembira

0

MANTINGAN–Sebanyak 606 orang santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri kampus 1 menunjukkan kebolehannya dalam bidang kreativitas dan seni melalui Panggung Gembira (PG) pada Jum’at (11/9) lalu. Acara yang bertajuk “Islamic Golden Age” ini dimulai selepas Isya’ hingga pukul 00.00 malam di Auditorium Kampus Putri 1. Meski bersamaan dengan acara pondok yang lainnya, PG kali ini dapat berlangsung baik sesuai seperti apa yang diharapkan.

Menurut Bapak Wakil Pengasuh, Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd.I, PG tahun ini lebih menonjolkan sisi kepondokmodernan dan jati diri wanita. Terbukti dalam acara drama yang mengangkat cerita Roehana Kudus, seorang pahlawan nasional asal Padang dan perintis pers nasional yang memiliki komitmen kuat pada pendidikan terutama kaum perempuan. Pada zamannya, perempuan masih terbelenggu sebatas urusan rumah tangga tanpa adanya sebuah pergerakan untuk melawan segala keterbatasan tersebut. Maka Roehanna beserta suaminya melawan segala kejumudan tersebut melalui tulisan dan pemberdayaan perempuan melalui keterampilan yang berujung pada kesadaran akan pendidikan. Cerita ini dipusatkan pada perjuangan Roehana untuk mengangkat derajat perempuan tanpa melupakan kodrat dan fitrah. Hal ini tepat sekali dengan pemberian judul “The Real Sitti-l-Kull”

“Perputaran zaman memang tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Namun harus mendapatkan pendidikan dan perlakuan baik,” tegas Roehana Kudus. Bukan seperti feminisme yang merupakan salah satu isu kontemporer saat ini dan merusak aqidah. Bila faham ini ingin menyamaratakan hak serta kewajiban antara perempuan dan laki-laki hingga melupakan kodratnya, baik dalam bentuk sikap, etika dan tanggung jawab yang sebenarnya sudah diatur dalam Islam dengan baik, maka perjuangan Roehana ini ingin membangunkan kesadaran para perempuan akan potensi besar yang mereka miliki. Sebagai perempuan harus serba bisa (sitti-l-kull) karena akan menjadi pendidik bagi anak-anaknya. Al-ummu madrasatun idza a’dadtaha a’dadta syabban thayyibal a’raq.

Kelebihan PG adalah seratus persen menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Baik MC, wayang bahkan drama pun harus berdialog dengan dua bahasa tersebut. Selain itu, dekorasi full hampir di setiap sudut pondok. Dan juga acara wayang dan fashion show yang mengandung unsur kesenian sehingga menjadi ciri utama. Adanya fashion show di Gontor Putri sendiri bukanlah untuk menunjukkan kecantikan diri dari segi fisik dan mengajarkan untuk menjadi model, namun sebagai contoh baju muslimah syar’i yang dapat diaplikasikan dan bentuk kreativitas. Maka unsur pendidikan di setiap acara, disamping sebagai hiburan, adalah mutlak dan menjadi ciri khas pagelaran seni di Gontor.

PG yang diketuai oleh Mega Kartika, Widya Mujahidah dan Eka Tri Putri ini menjadi salah satu saksi pengorbanan bahwa kelas enam pernah berjuang bersama di ladang penempaan untuk menjadi pribadi yang sitti-l-kull, tangguh dan siap menghadapi masa depan dengan identitas Gontori yang dimiliki. dee

“DRAMA ARENA 52016” PAGELARAN SENI BERNUANSA GONTORI (GO ON TO REVOLUTION)

0


IMG_7116MANTINGAN-
Dalam dua puluh lima tahun usianya, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 terus bereksistensi dalam merealisasikan visi dan misinya yaitu memperjuangkan peradaban gontori. Drama Arena merupakan salah satu pagelaran yang diadakan dalam rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Dengan melibatkan partisipasi kelas lima yang berjumlah 643, acara ini mendidik dan melatih kelas 5 agar mampu menuangkan ide, inovasi dan kreativitasnya terangkum dalam sebuah pagelaran seni dan drama. Diselenggarakan pada Rabu (9/9) mulai pukul 19.45-24.00 bertempat di lapangan auditorium Gontor Putri kampus 1 dan dibuka secara langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, H. Ahmad Suharto, M.Pd.I.

Guna mempererat ukhuwah islamiyah, saling mengenal satu sama lain serta menyebarkan nilai-nilai islami yang telah tertanam sejak dini acara ini didesain dengan drama sebagai suguhuhan utama berpadu acara menghibur lainnya. Diketuai oleh tiga perwakilan kelas lima yaitu, Asa Ismia Bunga, Hana Raghida Bahjati dan Abdatur Rofi’ah dengan mengusung motto”Dengan kebersaman, harmoni, dan prestasi merealisasikan mimpi mujahidah namudzajiah untuk menciptakan pribadi sittil-kull sejati yang bernafaskan islami”. IMG_7377

Dengan tema GONTOR (Go On To Revolution) Pagelaran Seni Drama Arena menyuguhkan berbagai acara yang dinilai menarik namun tetap bernuansakan islami. Diawali dengan Nasyid sebagai acara pembuka dilanjutkan dengan mc resmi, tilawah alQur’an, Grand Opening, Koor, Puisi, Tari Daerah, Grup Vokal, Pantomim, Pencak Silat, Light Collaboration, Pinguin Dance, Fashion Show, Tari India, Modern Dance, Shadow dan Pop Siger sebagai acara pelengkap hingga acara inti yaitu Drama.
Drama inti dengan tema perjuangan ini bertujuan untuk mendidik santriwati agar menjadi serba bisa (sitti-l-kull) dalam kehidupan yang sederhana, tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Hingga dapat memberi kesimpulan bahwa menjadi mar’ah sholihah adalah tujuan dasar yang harus dimiliki sebagai bekal menghadapi masa depan.Lee

Latihan Pidato dan Pelajaran Sore di PMDG Aktif Kembali

0
16. Latihan Pidato dan Pelajaran Sore di PMDG Aktif Kembali
Pesan dan Nasihat K.H. Hasan Abdullah Sahal saat Pembagian Tugas Pengawas dan Pengajar Pelajaran Sore

GONTOR—Setelah berakhirnya rentetan kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul-‘Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), kini kegiatan Latihan Pidato dan Pelajaran Sore diaktifkan kembali. Sebelum diaktifkan kegiatan ini, terlebih dahulu diadakan pembagian tugas pengawas latihan pidato dan pengajar pelajaran sore oleh staf Pembimbing latihan pidato dan Pelajaran Sore. Acara ini diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Sabtu, (5/9) lalu dan diikuti oleh beberapa orang guru KMI dan seluruh Siswa Akhir KMI yang jumlahnya mencapai 795 orang serta turut hadir pula K.H. Hasan Abdullah Sahal dan beberapa orang guru senior PMDG.

“Latihan pidato dan pelajaran sore adalah kegiatan penunjang bagi santri Pondok Modern Darussalam Gontor, maka kegiatan ini harus diikuti dengan serius oleh seluruh santri PMDG dari kelas 1–6 bahkan para guru.” ujar al-Ustadz Hendra, S.Pd.I., salah seorang staf Pembimbing kegiatan ini. ikami86

Sidasa Band dan Pembagian Hadiah

0

DARUSSALAM–Selesai sudah pelaksanaan berbagai macam lomba dalam rangka Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (bidang olahraga, seni, akademis, dan kepanduan) pada tahun ini. Kini tibalah acara puncak dari perlombaan tersebut,“Sidasa Band dan Pembagian Hadiah”. Dengan dipanitiai oleh Siswa Kelas 3 Intensif dan Kelas 4 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) periode 2015-16, kegiatan pada hari Senin malam (7/9) itu berlangsung meriah. Ditambah dengan performa tebaik oleh para santri yang dikemas secara apik nan rapi; Modern Dance, Paduan Suara, Pantomim, Puisi, Nasyid, Musik, dsb.

Dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang utusan tiap rayon. Sebanyak 52 piala dari 15 perlombaan dengan dua kategori (kibar dan shighor), telah disiapkan oleh panitia. Untuk kesekian kalinya, Rayon Wisma Hadi kembali unggul dibanding rayon lain.

Tahun ini, walau tidak keluar sebagai peraih gelar juara umum, Rayon Saudi 3 lt. 3 mampu menjadi peraih nominasi tinggi. Mereka mampu mematahkan opini banyak orang tentang anak lama yang tak pernah serius dalam setiap perlombaan. Tapi ternyata para pengurus rayon ini mampu mengeksploitasi potensi terpendam dalam jiwa setiap anggotanya, sehingga tiap individu mampu bergerak dan berprestasi sesuai dengan bakat masing-masing.

Kendati demikian, hasil bukanlah tujuan utama untuk para santri PMDG. Melainkan sikap kebersamaan antarpersonil-lah yang menjadi tujuan prioritas dalam pelaksanaan acara ini. Mengingat bahwa di pondok ini pendidikan lebih penting dari pada pengajaran. biibmufassir

Ibnu Rusyd, Sosok Teladan Apel Tahunan 2015

0

Peace Country- Menginjak tahun ketiga berstatus KMI reguler, Gontor kampus 2 semakin berpegang teguh pada nilai-nilai dan jiwa Gontor guna terciptanya Sibghah Gontoriyah. Hal tersebut tercermin dari berbagai macam pergerakan yang dilaksanakan, baik secara akademis ataupun non-akademis.

Pengibaran bendera merah putih
Pengibaran bendera merah putih

Apel Tahunan, sebagai ajang pengenalan pondok bagi para santri baru sekaligus perpeloncoan bagi para santri lama dan dewan guru guna tajdidun niat, memperbarui niat keberadaan di Gontor. Berbagai macam rentetan acara telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), Haflatu Tilawati-l-Qur’an (HTQ), Vocal Group Antar Rayon, hingga ditutup dengan Gontor 2 All Star Show (GASS). Apel tahunan yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (09/09/2015) pagi. Dihadiri oleh pimpinan Gontor Ust. Dr. H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A dan Ust. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag bertindak selaku inspektur upacara.

Puisi yang bertajuk “Impian Santri Gontor”, menceritakan janji setia seorang santri pada pondoknnya di manapun berada, sekaligus doa untuk para pimpinan supaya senantiasa sehat menjadi pembuka rentetan penampilan pasca apel, dan dilanjutkan dengan Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND).

Penampilan MBGND meramaikan suasana
Penampilan MBGND meramaikan suasana

Penampilan-penampilan yang disajikan oleh para santri Gontor 2 mengusung tokoh Ibnu Rusyd, sosok ulama Islam yang multi-talenta sekaligus memiliki pola pikir moderat nan dinamis. Hal tersebut sinergi dengan pergerakan Gontor yang dinamis dan idealis. Selanjutnya, para hadirin disajikan penampilan tari nusantara dan lintas dunia. Dan akhirnya, ditutup dengan nyanyian lagu “Indah Duniaku”.

Diharapkan dari agenda tersebut, para santri semakin paham dan mengerti tentang kepondokmodernan. Sehingga mampu melaksanakan kegiatan yang ada di pondok dengan penuh kesadaran dan pemahaman. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kuliah umum tentang kepondokmodernann selama 2 hari.

Perfotoan Dewan Guru KMI
Perfotoan Dewan Guru KMI
Perfotoan siswa akhir KMI 2015
Perfotoan siswa akhir KMI 2015

Gontor 2 All Star Show 2015 Raih Nilai 9,75

0

Madusari- Rabu (02/09/2015) malam, suasana di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 nampak berbeda. Lapangan Sintesa diisi dengan panggung megah Gontor 2 All Star Show (GASS), Kursi-kursi pun telah berjejer rapi di depan panggung. Acara tersebut merupakan acara puncak dari rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy yang menampilkan kolaborasi seni dari para santri dan guru Gontor 2.

Penampilan MC GASS Dari Kelas 5 dan 6
Penampilan MC GASS Dari Kelas 5 dan 6

Ust. H. Masyhudi Subari, M.A mewakili pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor membuka acara tersebut. Dalam Sambutannya, beliau menyampaikan bahwa semua kegiatan di Gontor diarahkan untuk mendidik, begitu juga acara Gontor 2 All Star Show.

Penampilan hadrah dari grup Sahara menjadi pembuka acara. Beragam penampilan disajikan dengan sangat baik dan terarah. Ada puisi, drama Shalahuddin Al-Ayyubi, tari-tarian daerah, band, dan lain segalanya. Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag juga ikut andil meramaikan suasana dengan menyanyikan lagu dangdut.

Gema shalawat dari grup SAHARA mengawali acara
Gema shalawat dari grup SAHARA mengawali acara

Megahnya panggung, lighting yang apik, serta penampilan yang luar biasa menjadi alasan kuat bagi bapak wakil pengasuh untuk memberikan nilai 9,75 untuk GASS tahun ini. Semoga bisa menjadi awal yang baik di kemudian hari.