Dengan kesyukuran tiada batas atas selesainya ujian tulis, maka pada tanggal 15 Juni 2014 Gontor Putri 2 mengadakan Haflatu Tasyakur yang bertempat di masjid. Dimana acara ini diikiuti seluruh guru KMI dan seluruh santriwati Gontor Putri 2. Yang mana pembahasan dalam acara tersebut mengenai evaluasi-evaluasi selama ujian berlangsung. Dan bertujuan untuk mengingatkan santriwati akan pentingnya mensyukuri hasil usaha yang mereka tempuh.
Wamen ESDM, Ir. Susilo Siswoutomo Kunjungi PMDG

GONTOR –Ir. Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sabtu (14/6/2014) lalu, mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Kunjungan kerja ini dalam rangka mempererat tali silaturahim antara kedua belah pihak, serta tindak lanjut kerja sama recruitment calon-calon tenaga profesional yang akan dilatih di Blok Migas Cepu dalam kurun waktu 3-4 bulan dari para alumni PMDG.
Wamen ESDM beserta rombongan datang ke Kampus PMDG pada pukul 11.00 WIB, disambut oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan beserta para eselon satu dan ketua-ketua lembaga PMDG. Usai silaturahim, kunjungan dilanjutkan dengan keliling kampus, shalat dzuhur berjamaah di Masjid Jami’ bersama para santri dan ramah tamah. Adapun pertemuan dengan guru-guru dan Siswa Akhir KMI, dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB di Aula Rabithah.
Dalam orasi ilmiahnya, Ir. Susilo Siswoutomo memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan Siswa Akhir KMI tentang pemanfaatan energi di negeri yang sangat kaya ini. “Negeri kita ini sangat kaya, yang belum ada hanyalah kebersamaan dan persamaan persepsi untuk memanfaatkan kekayaan itu. Hari ini, saya lantik kalian menjadi duta-duta ESDM,” ujar beliau di sela-sela pidato. binhadjid
K.H. Hasan Abdullah Sahal Sapa KMII Jepang
DARUSSALAM – Memasuki bulan suci Ramadhan, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendapat undangan untuk mengisi acara kegiatan Ramadhan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang. Undangan tersebut merupakan kali kedua, sejak Ramadhan tahun lalu yang dihadiri oleh Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Rektor Institur Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal bersedia untuk memenuhi undangan tersebut. Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa keimanan dan persaudaraan di antara masyarakat Muslim di Tokyo dan sekitarnya.
K.H. Hasan Abdullah Sahal bertolak meninggalkan Kampus PMDG pada Jum’at (27/6) menuju Bandara Internasional Djuanda, Surabaya, lalu terbang menuju Bandara Internasional Haneda, Tokyo, pada Sabtu dini hari setelah transit di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Selama di Jepang, beliau ditemani oleh istri dan putra sulungnya, Ustad Haekal Yanuarshah Ibadillah, dan akan kembali ke Indonesia pada Jum’at (4/7) depan. irba
Inspeksi Pimpinan PMDG Eratkan Tali Silaturahim

GONTOR–Guna mempererat tali silaturahim dengan santri-santrinya yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan kunjungan ke salah satu cabangnya, PM Gontor 5 Banyuwangi, dan beberapa Pondok Pesantren Alumni Gontor di Jember dan Banyuwangi. Kegiatan ini bertepatan dengan pelaksanaan salah satu program Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) oleh pengurus pusat terkait masalah konsolidasi dan pengenalan pengurus pusat yang baru pascapelantikan pada bulan April silam.
Tepat pada hari Sabtu (7/6), rombongan yang terdiri dari 12 orang ini berangkat dan langsung menuju ke Hotel Grand Mulia di Jember. Acara dilanjutkan dengan pertemuan bersama seluruh anggota IKPM Cabang Jember pada keesokan harinya (8/6) di Aula Pondok Pesantren Darul Arqom. Inspeksi Pondok Pesantrenpun turut dilaksanakan oleh Pimpinan PMDG, PP Darul Istiqomah Bondowoso, PP Baitul Arqom Jember, dan Baitul Hikmah Jember.
Pada hari Senin (9/6), rombongan yang terdiri dari K.H. Hasan Abdullah Sahal sekalian, Ustad H. Badrun Syahir, Ustad Hasib Amrullah, Ustad Suraji Badi’, dan 7 orang dari staf (Sek-Pim, IKPM, dan Driver) menuju PM Gontor 5 Banyuwangi. Sebagaimana di Jember, di Banyuwangipun turut diadakan pertemuan bersama anggota IKPM Cabang Banyuwangi di salah satu Pondok Cabang Gontor itu.
Usai menjalankan semua program internal, K.H. Hasan Abdullah Sahal mampir untuk ta’ziyah ke keluarga Kyai PP Lirboyo Kediri, K.H. Idris Marzuki (10/6).sazza
Bina Masyarakat, ISID Selenggarakan KKN di Kauman

DARUSSALAM-Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Guna memenuhi persyaratan di atas, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) menggelar KKN di Kecamatan Sumoroto. Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh ini (19 Juni 2014– 19 Juli2014) dimaksudkan untuk membina masyarakat sekitar sekaligus mempererat tali silaturahim antarsesama.
Pelepasan peserta diselenggarakan di ISID (Kamis, 19/6) yang dilanjutkan dengan pemberangkatan ke area masing-masing kelompok. Pidato sambutan mengenai keadaan desa yang disampaikan oleh Pak Camat Sumoroto menghangatkan suasana dan mampu membakar semangat para peserta KKN.
Pada tahun ini, lokasi KKN dibagi kedalam 6 desa; Desa Plosojenar, Desa Semanding, Desa Tegalombo, Desa Tosanan, Desa Nongkodhono, dan Desa Ngrandu, yang dibagi lagi menjadi 4 hingga 6 dusun di setiap desanya. sazza
K.H. Syamsul Hadi Abdan Kunjungi Gontor Putri 7 di Riau

RIAU–Gontor Putri 7 yang kini hendak memasuki tahun kedua mengundang Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor untuk turut menghadiri acara pengumuman hasil ujian masuk bagi calon pelajar. Al-Ustadz K.H. Syamsul Hadi Abdan selaku Pimpinan Pondok berkesempatan untuk ikut hadir dalam acara tersebut dengan menyampaikan pesan serta nasehat kepada para calon pelajar dan walinya.
Acara yang diadakan pada hari Selasa (10/6) pagi tersebut dilaksanakan di halaman depan rumah wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 7, yaitu Al-Ustadz H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi. Pada tahun ini, jumlah calon santriwati yang mendaftarkan diri adalah sebanyak 339 orang. Sedangkan para calon pelajar yang dinyatakan lulus dalam ujian masuk yang terdiri dari ujian lisan dan tulis adalah sebanyak 274 orang yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera dan Malaysia.
Adapun para calon pelajar yang telah dinyatakan lulus diharuskan kembali ke kampus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 7 pada awal bulan Ramadhan untuk mengikuti berbagai kegiatan hingga tanggal 27 Ramadhan, dan akan memulai aktivitas secara normal dan rutin pada tanggal 11 Syawwal nanti.

Pada rentetan acara tersebut, wakil bupati Siak turut hadir bersilaturrahim ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 7 pada hari Kamis (12/6) pagi yang disambut oleh Bapak Pimpinan Pondok beserta keluarga besar Gontor Putri 7. Fei
Pemeriksaan Buku sebagai Media Pendidikan

DARUSSALAM – Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ilmu bagaikan hewan buruan, dengan buku sebagai tali pengikatnya.
Dalam menjalankan kewajibannya, seorang pelajar harus memiliki sikap rajin dan selalu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Pelajar bukan hanya mereka yang bersekolah saja, melainkan semua orang, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa. Selain itu, sikap menghormati dan menjunjung tinggi akan ilmu juga harus tertanam pada jiwa setiap manusia, karena inilah etika sebagai seorang pelajar.
Guna mewujudkan itu semua, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan pemeriksaan semua buku-buku yang dimiliki oleh siswa akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), mulai dari pertama kali mereka menjadi santri PMDG hingga sekarang.
Adapun buku-buku yang diperiksa meliputi buku pelajaran, buku catatan, buku khusus, buku anjuran, kamus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta beberapa bacaan yang bermanfaat, termasuk tabloid, majalah, dan buletin.
Dengan kegiatan ini, diharapkan para siswa kelas 1-5 KMI agar selalu menyiapkan dan menjaga bukunya dengan baik walau sudah dipelajari pada waktu yang lalu, karena itulah salah satu wujud penghormatan kita terhadap ilmu.sazza
Tingkatkan Belajar Santri PMDG, KMI Adakan Ujian Tulis Akhir Tahun

DARUSSALAM– Guna untuk mengevaluasi dan meningkatkan belajar santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) adakan Ujian Tulis Akhir Tahun. Ujian kali ini diselenggarakan selama tiga belas hari, terhitung mulai dari hari Rabu–Senin (4–16/6) dengan satu hari musammahah pada hari Selasa (10/6) dan dua kali hari libur yaitu hari Jum’at.
“Semua kegiatan yang dilakukan di pondok ini adalah rapor pondok.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG ketika membuka resmi ujian tulis pada hari Rabu (4/6) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).
Ujian tulis akhir tahun ini diikuti oleh seluruh santri PMDG dari kelas 1–5 yang berjumlah 3.288 orang dan melibatkan 442 orang guru serta 738 orang Siswa Akhir KMI. ikami86
Lanjutkan Rencana Kerjasama, Kepala Badan Diklat ESDM Kunjungi PMDG

GONTOR – Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama, Dr. Ir. Jajang Sukarna, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Energi dan Sumber Daya Mineral (Diklat ESDM) beserta rombongan berjumlah 10 orang mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor, Rabu (28/5/2014) lalu.
Kunjungan rombongan Diklat ESDM tersebut disambut oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern, K.H. Imam Shobari, Ketua PP Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. di kantor pimpinan PMDG pukul 16.00 WIB.
Kerjasama antara Diklat ESDM dan PMDG ini berupa recruitment 25 orang dari santri, guru ataupun alumni PMDG yang nantinya akan dilatih secara intensif selama 4-5 bulan di Blok Migas Cepu. Para peserta pelatihan tersebut, nantinya diharapkan dapat menjadi tenaga profesional di Bidang Migas, yang siap untuk diterjukan ke lapangan, baik di dalam, maupun di luar negeri. binhadjid
K.H. Hasan Abdullah Sahal: Rapor Seseorang Ada Pada Niatnya.
DARUSSALAM – Sejalan dengan definisi pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang diantaranya adalah pengarahan dan penugasan, pada Selasa (3/6) pagi, seluruh siswa akhir dan guru-guru Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) memadati Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) guna mengikuti acara Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Tulis Akhir Tahun. Pimpinan Pondok PMDG, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan K.H. Syamsul Hadi Abdan hadir dalam pertemuan ini.
Setelah dibuka oleh Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A., Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan arahannya kepada seluruh siswa akhir dan guru-guru. “Jangan sampai mengkorupsi sifat-sifat ahad Allah, sifat-sifat wahdahu laa syariika lahu!” ungkap beliau di awal arahannya, “ingin berkuasa, ingin dipuji, ingin mengatur, ingin merasa kaya, syirik! itu korupsi! Itu mencopet sifat Allah. Merasa pintar, merasa tahu, merasa paling tahu, syirik! minta dipuja, minta dipuji, minta diberi ini, minta diberi itu, minta dan minta, laa haula wa laa quwwata illa billah,” tegas beliau, “syahadat ini jangan dirusak. Sekali kamu minta dipuji, berarti al-Fatihahmu lemah, karena al-hamdu lillah, segala puji hanya bagi Allah. Ingin dipuja, kamu syirik! karena al-hamdu lillah, al-Fatihahmu lemah. Tetapi kalau kamu tiba-tiba dipuji, itu berarti ajrun muqaddam, kamu tidak berdosa.” Jelas beliau. Seluruh siswa akhir dan guru-guru menyimak arahan beliau dengan seksama. Suasana khidmat.
Kemudian beliau menceritakan ceramahnya ketika diminta berbicara di depan forum kyai-kyai dan gus-gus, “Ulama yang minta dipuji, ulama yang minta dipuja, itu ulama murahan. Sekarang banyak ulama minta ta’zim, ada ulama yang tamak pujian, tamak puja-puji, ini kelas murahan,” cerita beliau, “Saya ajari al-Fatihah, al-Mahmud huwa Allah, al-Hamdu lillah. Hal yastawi-l-ladziina ya’lamuuna wa-l-ladziina la ya’lamuuna, ini bukan ikramu-l-ulama, tetapi ini adalah amaanatu-l-ulama, ay anna-l-ladziina ya’lamuuna hadza mahkamatuhu thawiilah. Pengadilan pada ulama lebih panjang dari pada pengadilan pada juhalaa, pengadilan pada orang kaya lebih panjang dari pada orang miskin, pengadilan pada penguasa lebih panjang dari pada bukan penguasa, pengadilan pada orang yang punya modal lebih panjang dari pada orang yang tidak punya modal, pengadilan pada alladziina ya’lamuuna katsiir, thawiil, mina-l-ladziina la ya’lamuuna, bukan malah berarti tafdhiil atau ifdhaal, itu murahan! Hati-hati! Sekali minta dipuji, sekali minta dipuja, hati yang menentukan,” jelas beliau, “ kamu mengatakan ikramu-l-ulama adalah wajib, itu mengajari atau minta, hati yang menetukan. Kamu mengatakan birru-l-waalidaini adalah wajib kepada anakmu, itu kamu mengajari ilmu agama atau minta dihormati, hatilah yang menentukan,” tegas beliau, “disini yang letaknya kita semua diuji. Ini rapor kita semua. Ujian kita semua, yang pintar diuji, yang bodoh diuji, yang mu’min diuji, yang fasik diuji, akhirnya apa kata kafir, yaa laytanii kuntu turobaa, alangkah enaknya menjadi pasir, tidak ada yang dipertanggungjawabkan.” Ungkap beliau. irba