Dr. H. Wahyudi Bakri, L.L.M. M.A. menerima cindera mata dari salah seorang mahasiswa
DARUSSALAM – Selama 2 hari, sebanyak 7 orang mahasiswa Strata-2 Program Master Pendidikan Islam Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) mengadakan lawatan penelitian untuk mempelajari pola pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada hari Sabtu (19/4) rombongan mengunjungi Kampus PMDG Putri 1 yang berlokasi di Desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Rombongan disambut oleh Dr. H. Wahyudi Bakri, L.L.M. M.A., salah seorang guru senior yang mewakili Bapak Pengasuh PMDG Putri 1, di Guest House Kampus PMDG Putri 1. Beliau mengatakan, untuk meningkatkan kecakapan bahasa arab peserta didik, seorang pendidik harus bisa menciptakan lingkungan yang kondusif. Selain itu, setiap peserta didik juga harus diberi motivasi agar memiliki keberanian untuk berbicara menggunakan bahasa arab, meskipun belum benar.
Dr. H. Wahyudi Bakri, L.L.M. M.A. menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswi
Kemudian, pada hari Ahad (20/4) rombongan berkunjung ke Kampus PMDG Pusat yang terletak di Desa Gontor, Mlarak, Ponorogo. Kunjungan ini disambut oleh Ustad Hasib Amrullah, M.A. di Kantor Sekretaris Pimpinan yang bertempat di Gedung Madrasah PMDG Pusat. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan banyak hal mengenai pola dan metode pendidikan dan pengajaran di PMDG. Beliau mengatakan bahwa pendidikan di PMDG adalah “Long Life Education”, artinya segala hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh peserta didik merupakan pendidikan. Pendidikan tidak hanya selama berada di sekolah, tidak hanya ketika berada di bangku akademik, akan tetapi terus berlangsung hingga akhir hayat. irba
Dewan Pendekar Persatuan Beladiri Darussalam (Perbeda), K.H. Musthofa Adnan melantik salah satu anggota Perbeda
GONTOR–Setelah mengadakan ujian tingkatan selama satu minggu, Persatuan Beladiri Darussalam (Perbeda) menghelat pelantikan kenaikan tingkatan anggota Perbeda pada Jum’at (19/4) pagi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara tahunan yang biasanya dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), kali ini, acara dilaksanakan di padepokan Perbeda yang bertempat di belakang Gedung Satelit, dikarenakan banyaknya acara pondok pada hari tersebut.
Acara ini diikuti oleh seluruh anggota Perbeda yang berjumlah 350 siswa juga para Dewan Pelatih Perbeda. Acara dibuka langsung oleh Dewan Pendekar Perbeda, K.H. Musthofa Adnan, dalam pembukaan tersebut beliau berpesan,”Pelantikan kenaikan tingkatan bukanlah alat ukur kemampuan santri, tetapi agar lebih memotivasi anggota untuk berlatih lebih giat lagi”. Acara pun ditutup dengan perpotoan bersama seluruh anggota beserta Dewan Pelatih Persatuan Beladiri Darussalam (Perbeda). Brahma84
Rombongan Prof. Dr. Faris Kaya berpose bersama Pimpinan PMDG usai bersilaturahim.
DARUSSALAM-Untuk yang kedua kalinya, Prof. Dr. Faris Kaya, Ketua Dewan Eksekutif The Istanbul Foundation for Science and Culture (IFSC) Turki mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) setelah kunjungan perdananya pada 5 tahun yang lalu di PM Gontor Putri, Mantingan. Pada hari Rabu (16/4) dengan didampingi oleh enam orang anggotanya; Hamdi Yuce, Abdul Karim Baybara, Hakan Gulerce, Dr. Ihsan Colak, Ihsan Qasim Shaleh, dan satu orang fotografer, Profesor yang telah berusia diatas 50 tahun itu disambut akrab oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan dan beberapa stafnya bagaikan keluarga sendiri.
“Kunjungan ini begitu mengesankan bagi saya, karena berbagai kegiatan santri yang telah diatur dengan rapi, dan aqidah Gontor yang tidak hanya mengarah ke satu madzhab,” ujar Ketua Dewan yang merupakan mantan Sekretaris Umum IFSC itu.
Penyambutan tamu dilangsungkan di Kantor Pimpinan PMDG, yang dilanjutkan dengan inspeksi kegiatan dan bangunan di kampus Gontor Pusat, Gontor 2, dan Institut Studi Islam Darussalam (ISID), kemudian diakhiri dengan makan siang bersama di kampus ISID.sazza
GONTOR–Dengan berakhirnya Sidang Paripurna Musyawarah Besar (Mubes) X Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) pada Sabtu (19/4) malam, Pengurus Pusat (PP) IKPM resmi berganti nakhoda. Tongkat estafet telah beralih ke generasi berikutnya dengan dilantiknya pengurus baru PP-IKPM periode 2014-2019 oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Sebelumnya, pada Sidang Komisi Mubes X IKPM, Sabtu (19/4) sore, diadakan pemilihan formatur PP-IKPM untuk lima tahun ke depan, dengan empat orang kandidatnya: H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., H. Muhammad Badrun, M.A., Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag., dan H. Heru Wahyudi, S.Ag. Setelah melalui proses pemilihan oleh segenap peserta sidang yang hadir, terpilihlah H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. menggantikan K.H. Drs. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. sebagai Ketua Umum PP-IKPM periode 2014-2019.
Berikut formasi pengurus baru PP-IKPM periode 2014-2019 yang dilantik Pimpinan PMDG pada Sabtu (19/4) malam:
Ketua Umum
H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. Ketua I
H. Muhammad Badrun, M.A. Ketua II
Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag. Sekretaris I
H. Heru Wahyudi, S.Ag. Sekretaris II
H. M. Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil. Bendahara I
Suraji Badi’, S.Ag. Bendahara II
H. Imam Iskarom, Lc. Bidang Dakwah dan Pendidikan
1. Sunanto WR, M.A.
2. Aris Hilmi Khulaimi, S.Th.I. Bidang Usaha Ekonomi
1. H. Mujiono Suparno, B.A.
2. M. Afif Chamidi, S.Th.I. Bidang Publikasi dan Penerbitan
1. Hasib Amrullah, M.A.
2. Ahmad Saifullah, M.Pd.I. Bidang Keputrian
1. Alfiah Rahmawati Hidana, M.A.
2. Hj. Afifah Bidayah Syukri, M.A.
3. Hj. Khusnul Fahimah
Pada Mubes X IKPM yang dibuka di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Jum‘at (18/4) lalu, peserta yang hadir sebanyak 116 orang dari 56 cabang IKPM. Dari keseluruhan yang hadir, terdapat perwakilan dari tiga cabang IKPM di luar negeri, yaitu IKPM Cabang Turki, IKPM Cabang Pakistan, dan IKPM Cabang Thailand.
Pengurus Baru PP-IKPM Periode 2014-2019
Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian acara Mubes X IKPM yang juga dihadiri Ketua Badan Wakaf PMDG, K.H. Drs. Kafrawi Ridwan, M.A. Acara Mubes IKPM kali ini juga dilengkapi dengan dua macam seminar. Salah satunya adalah seminar bertajuk “Peran dan Fungsi Alumni Gontor di Lembaga Pendidikan non-Pesantren”, bertempat di Aula Rabithah, Jum‘at (18/4) siang. Seminar ini diisi oleh Prof. Dr. Roem Rowi, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, dan Dr. Fattah Santoso. Seminar yang kedua membahas tentang “Prospek Perbankan Syariah: Profesionalisme Manajemen, BMT, dan Asuransi Syariah” pada hari yang sama, dengan dua orang pembicara ahli, yaitu Abdul Majid dan Afrid Wibisono.
Sementara pelaksanaan Mubes X IKPM sendiri bertempat di Wisma Darussalam, dari sidang pleno hingga sidang paripurna. Pada pelantikan pengurus baru PP-IKPM periode 2014-2019 ini, Ketua Badan Wakaf dan Pimpinan PMDG memberikan wejangan dan nasihat untuk kemajuan IKPM secara khusus, dan juga kemajuan pondok secara keseluruhan. shah wa
GONTOR – Pembukaan Musyawarah Besar X Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor tepat dibuka pada pukul 08.30 WIB, Jum’at, 18 April 2014, oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam acara tersebut, semua peserta Mubes IKPM X dengan bersama menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku sekaligus mengenang kembali masa-masa santri terdahulu mengingat banyak dari peserta Mubes tersebut adalah alumni-alumni tahun 1970-an keatas.
Setelah itu H. M. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed juga memberikan sambutan pertama selaku ketua Umum PP-IKPM Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau menyampaikan bahwa saat pembukaan tersebut telah ada 35 cabang IKPM diseluruh Indonesia yang telah hadir dan sejumlah 80 utusan IKPM cabang yang menghadiri acara pembukaan Mubes IKPM termasuk 2 cabang IKPM dari Luar Negeri dari Pakistan dan Pakistan.
Sementara sambutan berikutnya disampaikan oleh KH. Kafrawi Ridwan, M.A, selaku ketua badan wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, diantara pesan beliau adalah bahwasannya “Gontor telah diwariskan ke Ummat, oleh karena itu di Gontor tidak pernah mengenal kata “Gus” sebagaimana biasa ditemukan di pondok-pondok yang lain”. Beliau juga berharap, alumni-alumni Gontor menjadi orang yang Rahmatan Li Al-Alamin (Menjadi Rahmat pada keseluruhan alam ini) oleh karen aitu alumni-alumni Gontor juga berkewajiban menjaga kesatuan Bangsa Indonesia.
Dan pada sambutan yang disampaikan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal mengawali pidatonya dengan membaca penggalan surat Al-Muddatsir “Ya Ayyuhal Muddatsir, Qum Fa andzir, Warabbaka Fa Kabbir”, Beliau berharap bahwa alumni-alumni Gontor agar tetap menjadi Mundzirul Qaum dimanapun mereka berada, meskipun mungkin ada diantara para alumni-alumni Gontor ada yang gagal mendaftarkan sebagai Calon Legislatif, agar mereka tetap berjiwa besar dan tetap menjadi menanamkan jiwa Mundzirul Qaum dalam dirinya.
Selain itu, estafet Gontor akan terus berlanjut, umur semakin bertambah maka generasi akan datang yang akan melanjutkan tonggak kepemimpinan mampu melanjutkan perjuangan Gontor. Beliau juga menyitir pesan TRIMURTI untuk mewujutkan suatu lembaga pendidikan Universitas Darussalam oleh karena itu pada momen mubes IKPM ini beliau juga menuntut semua alumni agar dapat mendukung penuh berdirinya Universitas yang telah dicita-citakan sejak lama ini. Beliau juga bahwasannya pergerakan alumni Gontor sangat dinamis karena didalam pergerakan mereka ada barakah didalamnya.
Sebanyak 81 santriwati kelas 5 yang di berikan tugas untuk menjadi pengurus OPPM dan Koordinator tentunya harus pindah dan meninggalkan rayon yang mereka tempati bersama santriwati kelas 1 s/d 4. Dari rayon inilah mereka belajar bersosialisasi, membimbing, mengatur dan membentuk mental, sehingga mereka siap dimanapun akan ditempatkan. Dari sejumlah kelas 5 tidak seluruhnya menjadi pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka, sehingga rayon terbengkalai. Jadi sebanyak 14 santriwati kelas 5 tetap ditempatkan dan disebar ke 7 rayon, jadi tiap rayonnya ada 2 orang santriwati kelas 5 yang dilantik sebagai ketua rayon.
Dengan melihat jumlah kelas 5 yang ada dirayon yang tak sebanding dengan jumlah anggota rayon, maka seluruh kelas 3 Intensif dan kelas 4 yang berjumlah 131 orang diberi kesempatan untuk belajar menjadi pengurus rayon mendampingi 14 orang kelas 5. Sabtu (8/3) di depan gedung Damaskus mereka dilantik langsung oleh bapak wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Al-Ustadz Suwarno, TM, S.Ag. yang disaksikan seluruh guru. Walaupun belum waktunya menjadi pengurus, dengan dampingan kelas 5 serta bimbingan dari pembimbing rayon, diharapkan mereka dapat menjalankan tugas dan kewajiban selayaknya pengurus rayon.
Sebagai sarana pendidikan kepemimpinan, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Darussalam Gontor terus menjadi penggerak dan pengelola berbagai kegiatan dan aktivitas santri. Dengan motto “siap memimpin dan mau memimpin”, melalui OPPM diharapkan dapat menjadi sarana pencetak kader pemimpin ummat yang mampu mengatur dan mengelola organisasi dengan benar.
Agar tidak terjadi kesalahan dan kesalahpahaman antar pengurus, staf Pengasuhan Santriwati dan Mabikori sebagai koordinator penyelenggaraan orientasi OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka yang didampingi oleh pembimbing-pembimbing bagian OPPM dan Koordinator, bersama-sama memberikan pengarahan kepada tiap-tiap pengurus, dengan harapan tidak terjadi kesalahpahaman dan salah pengertian atas amanah yang diterima, sehingga tertanamlah rasa tanggungjawab pada diri pengurus sebagaimana mestinya.
Orientasi OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka diselenggakan di 25 ruang, 18 ruang untuk OPPM dan 7 ruang lainnya untuk orientasi pengurus Koordinator Gerakan Pramuka yang di buka pada Ahad (9/3), dan ditutup pada Rabu (12/3). Pengenalan, pengarahan, pembimbingan dan evaluasi merupakan sarana yang menjadi kegiatan wajib saat berjalannya kepengurusan organisasi, sehingga diperlukannya orientasi ini.
Gontor – Pada hari Kamis tanggal 17 April 2014 check in peserta Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Pondok Modern Darussalam Gontor dimulai dan pada check in pertama pada siang hari telah mendaftar 4 IKPM cabang yaitu IKPM cabang Surabaya, Sulawesi Tenggara, Banten dan Buton Raya dan 1 Cabang IKPM Luar Negeri yang telah datang adalah Turky sementara 2 cabang IKPM yang dalam perjalanan adalah Kendari dan Bogor.
Yang membuat beda pada acara Mubes X ini adalah kehadiran 2 cabang IKPM luar Negeri yaitu pengurus IKPM cabang Turky dan Pakistan yang bersedia hadir dalam acara ini.
Salah satu peserta Amsus ketika mempresentasikan karyanya di hadapan adika-adika pramuka
DARUSSALAM–Para pengurus Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 yang kini kepengurusannya telah beralih ke siswa kelas 5 kembali menunjukkan bahwasanya kepramukaan merupakan kegiatan yang tidak membosankan. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya acara Praktik Pengayaan Lapangan (PPL) oleh para Ambalan Khusus (Amsus) dari siswa kelas 3 Intensif dan 4 di sela-sela padatnya acara kepramukaan lainnya seperti Perkajum dan Lomba Tingkat (LT).
Kegiatan ini dibagi menjadi 3 gelombang: gelombang pertama (Kamis, 3/4) diadakan bagi dua orang presenter perdana yang merupakan utusan dari masing-masing gugus depan, sementara dua gelombang lainnya (Kamis, 10/4 dan 17/4) untuk para Amsus yang lain secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah dibagikan.
Setiap regu yang terdiri dari 10 orang adika pramuka akan mendengarkan presentasi dari 2 orang Amsus yang mendemonstrasikan karya dan kreasi mereka. Setiap individu diharuskan membuat sebuah karya dari judul yang ditentukan dengan menggunakan bahan-bahan sederhana namun dihias sedemikian rupa agar menarik dan akan dinilai oleh para Pembina Pramuka dari siswa kelas 5. Mereka menggunakan bahan-bahan yang familiar dan mudah ditemukan di area kampus seperti gabus, triplek, stik es, dan lain sebagainya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para peserta PPL ini dapat meningkatkan kreativitas serta keterampilan dalam menyampaikan materi dengan jelas dan menarik. Acara ini juga merupakan rentetan dari kegiatan yang harus dilalui oleh para Amsus sebelum kegiatan terakhir yang ditutup dengan acara Amsus Gembira. fei
Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan taushiyah kepada seluruh santriwati PP. Al-Mizan Putri
BANTEN– Ahad (13/4) pagi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, menghadiri peresmian PP. Al-Mizan Putri, Cikole, Banten. Acara yang dihadiri oleh seluruh santriwati beserta para ustadzah ini dilaksanakan di Aula Pertemuan PP. Al-Mizan Putri.
Dalam acara ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan taushiyah kepada seluruh santriwati dan ustadzah yang hadir. Selain Pimpinan PMDG, turut hadir dalam acara ini pun Ketua Umum IKPM Pusat, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dan H. Mulyono Jamal, M.A.
pondok khusus putri ini sudah berjalan selama dua tahun, setelah 21 tahun berdirinya PP. Al-Mizan. Sebelum didirikannya pondok putri, para santriwati masih tinggal satu kawasan bersama para santri putra Al-Mizan. Dengan adanya pemisahan kawasan belajar ini, diharapkan para santri putra dan putri bisa lebih fokus terhadap pelajaran dan kegiatan yang ada.
Malam (12/4) sebelum acara, K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan taushiyah kepada seluruh santri putra PP. Al-Mizan di uula pertemuan. Dalam taushiyahnya, beliau berpesan, “Kalau sebelumnya para santri putra semangat dengan adanya santri putri, maka sekarang seluruhnya digairahkan dan dijodohkan dengan kegiatan-kegiatan membangun minat dan bakat santri di bawah bimbingan dan arahan dari para asatidz seluruhnya.” brahma84