Home Blog Page 533

Pak Zar: Jangan Tutup Mata

0

Kenalilah pondokmu dengan sebaik-baiknya. Kenalilah Pondok Modern Darussalam Gontor dengan membaca buku-buku ini:

  • Pekan Perkenalan I
  • Pekan Perkenalan II
  • Brosur Penjelasan Singkat tentang Pondok Modern
  • Buku Sejarah Perumahan dan Pergedungan di Pondok Modern Gontor
  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan Wakaf
  • Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern
  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IKPM
  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OPPM

Janganlah menjadi orang yang tidak tahu-menahu keadaan di kiri dan kananmu. Di Pondok Modern Gontor kamu harus tahu segala-galanya. Kamu haruslah memahami sebaik mungkin isi buku-buku tersebut, agar dapat menjawab segala pertanyaan dari luar dan mampu menjelaskan segala hal terkait pondokmu.

Barangkali, di kampungmu sendiri terdapat beberapa organisasi. Kamu harus mengetahui dengan pasti organisasi apa saja yang ada di tempatmu itu, hingga mengenal orang-orang yang menjadi para pengurusnya. Jangan bersikap tidak tahu-menahu. Janganlah bertingkah seperti sekelompok manusia yang tidak mau menoleh sedikit pun, tidak mau tahu, seperti yang digambarkan Al-Qur’an dalam Surat Al A‘raf ayat 179, “Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami. Dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat. Dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi daripada itu. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Memang, di pondok ini, kita tidak berpolitik, tapi kita tidak sampai menutup mata. Kita harus mengetahui segala hal, jangan main tutup mata dalam hal apapun juga. Kalaulah kamu terlibat aktif sebagai anggota atau pengurus suatu organisasi, maka jangan menutup mata terhadap organisasi lain.

Orang yang berpolitik tutup mata akan mudah disesatkan. Akhirnya, orang itu benar-benar tersesat. Nyatanya, memang sudah banyak yang kehilangan arah dan penunjuk jalan. Jangan sampai seorang muslim berubah halauan menjadi komunis. Atau, seorang anak kiai menjadi pastur akibat tidak mau tahu, akibat politik tutup mata. Na‘udzu billah min dzalik!

Sekali lagi, Gontor tidak berpolitik model tutup mata, tetapi kita berwawasan luas, mencermati segala hal di sekeliling kita, tidak sampai tutup mata, agar tidak sesat dan menyesatkan. Sikap kita inilah yang dibenarkan setiap tamu yang berkunjung ke pondok ini. Para tamu dari berbagai negeri, termasuk tamu-tamu dari Belanda, Jerman, Australia, dan lain-lain, mengatakan, “Itu yang benar.”

Diwasiatkan oleh K.H. Imam Zarkasyi dalam sebuah manuskrip.

Rewritten by Shah Wa on Saturday, November 9, 2013, at Madrasah Office.

Pemimpin, Bukan Sekedar Manager

0

Pemimpin, Bukan sekedar managerPak Syukri (panggilan akrab) sering menasihatkan: Pemimpin di Gontor, adalah pendidik, yang setiap saat mengarahkan, memberikan tugas , melatih, mengawal, memberikan tauladan dan mendo’akan.”sampai detik ini, walaupun beliau masih sakit, jiwa pendidik, pengawal, dan suri tauladan nampak jelas tersirat dari tatapan mata beliau. Beliau selalu menyempatkan diri untuk mengikuti perkumpulan guru-guru KMI (Kemisan) di aula gedung Rabithah. Dalam buku ”Bekal untuk Pemimpin” beliau telah banyak menjelaskan terkait hal di atas. Maka, tidaklah salah bila dikatakan, bahwa pemimpin juga merupakan manager atau administrator, yaitu yang menata seluruh totalitas kehidupan pondok, akan tetapi secara khusus, pola kemimpinan di Gontor bukanlah kepemim-pinan managerial atau administratif saja  yang hanya mengatur, menyelenggarakan dan membagi tugas rutin kemudian menunggu laporan dan berakhir memberkan keputusan-keputusan yang bisa dilakukan beberapa jam saja. Dalam kamus Gontor, model kepemimpinan seperti ini sama dengan manager. Ditinjau dari fungsinya, leader atau pemimpin memiliki fungsi yang berbeda. Dalam ilmu manajemen. Manager berfungsi mengatasi kerumitan rutinitas pragmatis, dan hanya melaksanakan unsur-unsur organisasi yaitu POACE (planning, organizing, Actuating, Controlling and Evaluating). Sementara leader atau pemimpin berfungsi mengatasi perubahan dan memahami betul atas perubahan-perubahan tersebut di masa depan (future). Di samping bahwa pemimpin juga berfungsi sebagai motivator, supervisor, evaluator, bahkan terjun langsung dan ikut campur dalam seluruh tata kehidupan di pondok.

Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian seorang kandidat doctor tentang budaya organisasi di pesantren. Hasilnya menunjukkan, bahwa kepemimpinan yang ideal dikarenakan banyak data menunjukkan adanya keseimbangan antara fungsi   manager yang kuat dengan kuatnya fungsi leader, buktinya di Gontor terlihat rapi dalam rutinitas aktivitas sehari-hari, tapi juga kuat dalam komitmen melaksanakan nilai-nilai yang disertai dengan uswatun hasanah.

Dalam pengalaman memimpin Gontor selama 25 tahun lebih ini, tugas yang paling banyak menyita waktu adalah mengkader para santri dan guru. Memanggil, mengarahkan, memberikan tugas dan mengawalnya setiap saat. Dengan demikian, pemimpin harus memiliki integritas tinggi, totalitas jiwa dan raga untuk terus mengembangkan pesantrennya. Setiap saat, yang dipikirkan dan dikerjakan adalah untuk kemajuan pondok ini. Seperti inilah karakter pemimpin Gontor yang selalu dinamis dan aktif.

Selain itu, bahwa seluruh apa yang ada di Gontor ini terjadi proses pimpin memimpin, tidak ada yang bisa bebas semaunya sendiri, semuanya ada tatanannya dan aturannya. Dan untuk itu semuanya, siapapun yang hidup di Gontor harus mengalami proses kepemimpinan. Siap memimpin dan siap dipimpin dengan segala keikhlasannya.

Di samping itu, proses kaderisasi yang sangat efektif adalah masa-masa umur  seperti di KMI, yaitu belasan tahun. Karena masa tersebut adalah masa pembentukan mental dan karakter, bila masa ini berjalan dengan baik, maka masa selanjutnya akan mudah menjadi yang lebih baik. Demikian juga di KMI, guru tidak saja menjadi pengajar, tetapi dia  menjadi pendidik, dan juga pembantu pondok untuk proses pelatihan diri menjadi pejuang, dan sekaligus menjadi mahasiswa, sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas wawasan mereka.

Itulah mengapa seluruh santri dan guru harus memahami atau mengerti kepondokmodernan, karena ini dasar atau kunci untuk menjalankan kehidupan di pondok. Pemahaman yang benar, pengertian yang tepat terhadap Pondok akan melahirkan pola fikir yang benar, sikap hidup yang positif, tingkah laku yang baik, bahkan gaya hidup yang produktif.

Pengertian dan pemahaman yang benar dan  tepat, juga akan melahirkan etos kerja yang tinggi, sedangkan etos kerja akan menumbuhkan militansi. Dengan demikian, apapun yang dikerjakan dan ditugaskan akan terasa ringan, asyik dan menyenangkan. Mengerti apa itu pondok, mau dibawa kemana, bagaimana caranya menata kehidupan, mengembangkan dan memberikan pengaruh kepada masyarakat itu bagaimana. Semuanya harus dimengertikan berkali-kali bahkan seribu kali. Sekretaris Pimpinan

Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.: 5 Daya Kepemimpinan

0

5 Daya KepemimpinanMenjadi pemimpin bukanlah impian setiap orang. Akan tetapi setiap orang haruslah memiliki bekal dan persiapan untuk memimpin. karena yang dihadapi, tidak saja hal-hal yang bersifat materiil, yang bisa diatur dengan kemampuan mekanik, tetapi yang lebih rumit adalah yang bersifat non materiil, yaitu pola fikir, sikap dan prilaku manusia yang dipimpin. Di Gontor selalu diajarkan ”Siap memimpin dan siap dipimpin”, falsafah itu, selalu dikumandangkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. hampir di setiap pertemuan dan kesempatan. Di setiap saat manusia bisa berubah dan berkembang, Untuk itu amat diperlukan kekuatan yang prima, yaitu daya dorong, daya tahan, daya juang, daya suai dan daya kreatif.

1.     Daya Dorong

Kekuatan ini sangat diperlukan bagi para pemimpin, karena daya dorong merupakan satu upaya keras untuk mengembangkan diri dengan cara terus belajar sepanjang hayat. Pemimpin yang sukses, adalah pemimpin yang memiliki kemauan keras untuk terus menerus meningkatkan dan mengeluarkan potensi puncaknya. Namun demikian, kekuatan ini tidak saja untuk dirinya, tetapi yang lebih penting adalah kemampuan untuk mendorong atau mensupport orang lain agar mau berbuat sesuai dengan yang kita rencanakan. Inti kepemimpinan adalah motivasi atau support. Mengapa? Kekuatan mendorong yang dipimpin untuk meraih prestasi sangat diperlukan, karena semakin kuat dalam memotivasi atau mensupport, maka semakin besar prestasi yang akan dicapai.

2.     Daya Tahan

Kekuatan kedua adalah kekuatan daya tahan. Seorang pemimpin, tidak saja membutuhkan daya dorong atau daya mensupport dirinya dan orang lain, tetapi yang lebih penting lagi adalah memiliki daya tahan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan. Sementara, bertahan yang baik adalah dengan menyerang. Maksudnya, bahwa problema atau tantangan mestinya tetap  dihadapi dan dicarikan solusi. Cobaan adalah merupakan tantangan yang harus dihadapi.  Pak Sahal, salah satu pendiri Gontor bila sedang menghadapi berbagai cobaan, beliau akan selalu  berkata:  ”Eee..koyo ngono to,  Ayo, jajal awak, tak hadepane, mendaho mati, rawe-rawe rantas, malang-malang putung…” (Eee.. begitu to. Ayo, mencoba diri, saya akan hadapi, saya tidak akan mati…)

Jadi yang diserang adalah bukan orang yang menyerang kita, tetapi pekerjaan atau tugas-tugas kita yang harus diserang. Karena untuk memberikan kepercayaan atau keyakinan  orang lain kepada kita adalah hasil kerja yang  nyata dan sukses.

Maka, sebagai pemimpin, tidak layak untuk menyerah, apalagi mengeluh atau cengeng dalam mengahadapi kesulitan atau tantangan. Keluhan dan kecengengan adalah tanda kekalahan. “cengeng berarti kalah. Yaitu watak pemimpin  yang cengeng, atau suka meraju’, menyalahkan orang lain atau ngambekan. Dia tidak saja membahayakan dirinya, tetapi juga membahayakan orang yang dipimpin. Pemimpin model ini akan menurunkan etos kerja dan militansi, bahkan bisa menghancurkan proses pendidikan kaderisasi.

Maka untuk menguatkan daya tahan kita, hendaknya selalu memohon petunjuk kepada Allah,. “Ya Allah, berikan saya berbagai cobaan, tetapi berikan juga kekuatan untuk menghadapinya”. Ya Allah, janganlah engkau berikan beban yang kami tidak mampu memikulnya”

3. Daya Juang

Kekuatan ini, merupakan solusi menghadapi berbagai cobaan, yaitu kekuatan untuk berjuang dan memperjuangkan. Perjuangan merupakan tanda kehidupan, apalagi seorang pemimpin, bila tidak memiliki jiwa ini, maka tidaklah layak untuk menyandang sebagai pejuang. Banyak yang harus diperjuangkan dalam hidup ini. Berjuang untuk meraih cita-cita, menegakkan agama Allah di muka bumi ini melalui pondoknya.

Tidaklah ringan apa yang akan dihadapi oleh seorang pemimpin, apalagi menegakkan kalimah Allah. Tantangan yang dihadapi jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Maka kekuatan jiwa dengan selalu menyandarkan diri kepada Allah sangatlah dibutuhkan. Sandaran ini akan mengokohkan langkah dan perjuangannya. Hal ini seperti yang disampaikan Allah dalam firmanNya, bahwa orang-orang yang melepaskan diri dari ikatan Allah, dan menjadikan selain Allah sebagai sandarannya, ibarat laba-laba menjadikan sarangnya sebagai rumahnya, karena sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui. Maka, sandaran dalam perjuangan ini haruslah dikokohkan dan dikuatkan, karena sesungguhnya, tiada kekauatan selain kekuatan Allah SWT.

4.     Daya Suai

Selain daya dorong, daya tahan dan daya juang, sebagai bekal pemimpin, ada daya yang tidak kalah pentingnya agar proses kepemimpinannya bisa diterima oleh orang lain, yaitu daya suai. Maksudnya adalah, satu kemampuan seorang pemimpin untuk bersikap luwes, tidak frontal dalam menghadapi berbagai macam manusia, tetapi menggunakan pendekatan “Soft power”, kekuatan lunak.

Daya suai ini, tidaklah mungkin bisa dimiliki oleh seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki wawasan yang luas, menguasai permasalahan dan mampu memberikan solusinya.  Memiliki ketrampilan pendekatan yang baik, seperti yang diterangkan pada pendakatan manusiawi, tugas dan idealisme.  Maka disinilah perlunya seorang pemimpin untuk terus belajar dan menambah wawasan ilmu pengetahuan, pemikiran, pengalaman dan pergaulan. Sehingga memiliki ketrampilan dalam menghadapi berbagai bentuk manusia, baik yang disukai maupun yang tidak disukai.

5.     Daya Kreatif

Dalam kehidupan yang begitu kompleks seperti saat ini, pemimpin hendaknya memiliki daya kreatif yang tinggi.  Kreatifitas yang dimaksud di sini adalah memiliki seni memimpin. Inilah daya tarik yang akan memudahkan pemimpin untuk mengajak, mengisi dan mengarahkan kepada yang direncanakan. Kepemimpinan yang pasif, statis, tidak kreatif akan mendatangkan kebosanan dan kejenuhan. Satu misal, dalam berbicara, pemimpin hendaknya memiliki kreatifitas yang tinggi, tidak monoton, tegang selalu, bernada tinggi menggebu-nggebu, tetapi hendak diberi variasi humor, untuk memancing perhatian mereka. Contoh lain, seperti seni  dalam melakukan pendekatan, sesekali perlu dimarahi orang yang kita pimpin, tetapi juga perlu disupport, dimotivasi bahkan dihargai.

Di dalam seluruh aspek kehidupan, sebenarnya kreatifitas ini sangatlah diperlukan. Sudah banyak bentuk dan model, gaya dan pola yang dimiliki orang lain dalam berbagai lini kehidupan. Maka siapa yang paling kreatif, dialah yang akan menang dan mampu bertahan. Demikian juga pemimpin. elfah

Buku Bekal Pemimpin hal. 122-127

Pelajar Universitas Malaya Kagumi Pendidikan Gontor

0
Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Malaya berpose di depan Masjid Jami', Ahad (3/11/2013).
Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Malaya berpose di depan Masjid Jami’, Ahad (3/11/2013).

GONTOR – Sebanyak 25 orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Malaya, Malaysia mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (31/10) hingga  Selasa (5/11) lalu. Kunjungan yang bertajuk ‘Inspira’ (Inspirational Trip Towards Producing an Elite Generation) ini diikuti oleh 25 orang, terdiri dari 16 mahasiswi dan 9 mahasiswa yang menekuni bidang Syariah, Ushuluddin, Al-Qur’an dan Al-Hadits. Para mahasiswa dan mahasiswi dibimbing oleh Ustadz Khadher Ahmad (beserta istri), dosen pembimbing program kunjungan ke PMDG tersebut.

Kunjungan singkat ini diawali dengan lawatan ke Gontor Putri selama 4 hari, sejak Kamis (31/10) hingga Ahad (3/11). Usai bersilaturahim, di Gontor Putri, para mahasiswi dari Universitas Malaya ini juga menyempatkan diri untuk melihat kegiatan santriwati, dari latihan pidato, olahraga, hingga kegiatan-kegiatan sehari-hari. Selain itu, mereka juga bertemu dengan para santriwati Gontor Putri 1 yang berasal dari Malaysia. Kegiatan di Gontor Putri tersebut, sama juga dengan yang mereka lakukan di Gontor Pusat, Ponorogo.

Selain lawatan ke PMDG, baik putra maupun putri, para pelajar tersebut juga mengunjungi Gontor 2, ISID Siman, Toko Buku La Tansa, hingga PP. Al-Muqoddasah. binhadjid

Alumni 2003 Gelar Reuni di PMDG

0
Alumni 2003 Gelar Reuni di PMDG
Bapak Pimpinan Pondok memberikan pesan dan nasihat kepada Alumni 2003 di Masjid Pusaka

DARUSSALAM –Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tahun 2003, menyelenggarakan Reuni guna mengenang kembali sejarah, cerita dan kenangan masa lalu serta menyegarkan kembali ilmu dan jiwa-jiwa kepondokmodernan. Dalam bahasa lain, men-charge kembali Kepondokmodernan dengan mendengarkan kembali wejangan dan nasihat Bapak Pimpinan Pondok.

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu–Ahad  (2-3/11) ini diikuti oleh kurang lebih 55 orang alumni tahun 2003 yang sejatinya berjumlah 660 orang. Kegiatan diawali dengan silaturrahim ke Bapak Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan pada Sabtu (2/11) pagi, di Masjid Pusaka. dilanjutkan dengan mengadakan pertandingan sepakbola pada Sabtu Sore dan pertandingan futsal pada Ahad pagi. Selain itu, para alumni 2003 ini juga menyempatkan diri mengunjungi dan menjenguk kediaman Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. (Bapak Pimpinan Pondok yang sedang sakit). elfah

Guru Angkatan Tahun ke-5 Raih Juara Umum Muharram Cup 1435

0
Guru Angkatan tahun ke 5 Raih Juara Umum Muharram Cup
Para perwakilan Juara Muharram Cup berpose bersama usai penyerahan piala

GONTOR—Dewan Mahasiswa (DEMA) Wilayah Pusat bekerja sama dengan Pengasuhan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Muharram Cup. dengan mempertandingkan 3 cabang olahraga, yakni Sepakbola, Futsal, Bola, dan Basket. Perhelatan akbar ini hanya diselenggarakan dalam kurun waktu dua hari. Tepatnya Senin–Selasa, 30 Dzulhijjah 1434–1 Muharram 1435/4–5 November 2013. Muharram Cup dikhususkan untuk para guru-guru KMI. Dan tidak melibatkan santri-santri. Tujuannya, membangun jiwa kebersamaan, ukhuwah Islamiyyah, mempererat silaturrahim antarguru dari masing-masing angkatan. Pada tahun-tahun sebelumnya, perlombaan antarguru lebih akrab disebut dengan DEMA Cup. Ada yang istimewa dari Muharram Cup tahun ini. Yakni, digelarnya Lomba Ketangkasan Bahasa Arab dalam qira’ah (membaca) koran harian Bahasa Arab dengan ta’birnya (penjelasan) pada malam Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435.

Usai perhelatan, Guru Angkatan Tahun ke-5 keluar sebagai juara Umum. Adapun perinciannya sebagai berikut: divisi Sepakbola, Juara I (Guru Angkatan Tahun ke-5), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-1), divisi Futsal, Juara I (Guru Angkatan Tahun ke-3), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-5), divisi Basket, juara I (Guru Angkatan Tahun ke-2), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-4), divisi Lomba Bahasa Arab, juara I (Guru Angkatan Tahun ke-5), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-3). Ujian berat kepada guru Angkatan Tahun ke-5, karena mereka harus menghadapi dua Babak Final, yakni Sepakbola dan Futsal. Pembagian hadiah untuk masing-masing pemenang diberikan langsung al-Ustadz Abu Hasan sebagai Ketua Dema Wilayah Pusat, tepatnya usai partai final sepakbola pada sore hari jum’at menjelang maghrib di lapangan hijau PMDG. elfah

Expo Darussalam Meriahkan Tahun Baru Hijriah 1435

0
Dr. H. Kholid Muslih, M.A. menanyakan kesiapan di stand CLI
Dr. H. Kholid Muslih, M.A. menanyakan kesiapan di stand CLI

GONTOR–Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1435, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gerakan Pramuka, serta bagian-bagian non-OPPM dan non-Koordinator yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan acara Expo Darussalam pada hari Selasa (5/11) ini. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Ustadz Dr. H. Kholid Muslih, M.A. mewakili Pimpinan Pondok.

Dalam penyelenggaraan acara tahunan yang dipusatkan di sekitar BPPM ini, para pengurus OPPM serta Koordinator Gerakan Pramuka mempertunjukkan serba-serbi yang terdapat di bagian mereka masing-masing. Selain itu, sebagian dari mereka juga ada yang mengadakan bazar. Ada bagian yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya. Melihat kemeriahan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal pun turut serta hadir dalam acara tersebut.

Berbagai macam perlombaan juga diadakan bagi para santri. Mereka menyambut acara ini dengan penuh antusias. Hal ini terlihat dari jumlah santri yang memadati seluruh tempat. Acara ini berlangsung meriah, dimulai dari pagi hingga menjelang sore. Melalui acara ini, diharapkan santri lebih mengetahui secara mendalam tentang keorganisasian dan bagian-bagian yang berada di pondok ini.

Selain dimeriahkan dengan acara kegiatan Expo Darussalam, Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 juga dimeriahkan dengan Lomba Drama Bahasa Arab, yang diikuti rayon-rayon se-Darussalam, dan Muharram Cup yang diramaikan guru-guru KMI dari setiap angkatan. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas para penghuni Darussalam yang berbalut keceriaan dan ikatan ukhuwah di antara mereka. Cuplikan videonya bisa dilihat di sinifei

K.H. Hasan Abdullah Sahal turut serta mengunjungi stand Laboratorium
K.H. Hasan Abdullah Sahal turut serta mengunjungi stand Laboratorium

Lomba Drama Bahasa Arab: Darul Hijrah Berjaya Raih Juara Umum

2
Penampilan Rayon Darul Hijrah pada Lomba Drama Bahasa Arab
Penampilan Rayon Darul Hijrah pada Lomba Drama Bahasa Arab

GONTOR–Kemeriahan Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ditandai dengan Lomba Drama Bahasa Arab Antarrayon se-Darussalam. Acara yang berlangsung dari Selasa (5/11) pagi hingga sore tersebut diikuti 21 rayon (asrama), terbagi menjadi dua kategori: kategori rayon sighar dan kategori rayon kibar.

Pada perlombaan yang berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ini, rayon Darul Hijrah berhasil menjadi Juara Umum. Prestasi ini diraih setelah sang juara mampu memetik poin tertinggi dan menjadi juara untuk kategori rayon sighar. Tidak hanya itu, rayon yang dihuni santri-santri baru seusia siswa Kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ini juga memenangkan skenario terbaik dari drama berjudul “Khutbatu Thariq Bin Ziyad”. Selain itu, aktor utama mereka, Sutan Adam, siswa Kelas 1B Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI), terpilih sebagai aktor terbaik.

Selain Darul Hijrah, rayon lainnya yang mampu tampil maksimal dari kategori sighar adalah rayon Indonesia 4 dan rayon Aligarh ½ alias Gedung Baru Sighar (GBS). Kedua rayon ini berhasil merebut gelar juara kedua dan ketiga dengan menyisihkan pesaing-pesaing mereka di kategori yang sama. Rayon Indonesia 4 tampil dengan drama berjudul “Ar-Ra‘i wa adz-Dzi’bu”. Sedangkan rayon GBS membawakan drama berjudul “Al-Amir wa as-Sujana’u”.

Untuk kategori rayon kibar, gelar juara pertama dimenangkan oleh rayon Yaman. Melalui drama berjudul “Al-I‘tiraf bi al-Jamil”, rayon yang ditempati santri-santri seusia siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ini juga berhasil meraih predikat bahasa terbaik. Sementara juara kedua dan ketiga dari kategori ini direbut rayon Saudi ½ dan rayon Saudi 3/2. Masing-masing mempersembahkan drama berjudul “Christopher Columbus” dan “Wafa’u as-Samuel”.

Di samping merayakan Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435, Lomba Drama Bahasa Arab ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab santri-santri Gontor. Melalui kontes drama, para santri diharapkan mampu menerapkan bahasa Arab yang mereka pelajari di kelas dalam bahasa percakapan tanpa merasa canggung dan ragu-ragu. Dengan demikian, bahasa Arab mereka akan terus berkembang secara praktis. Cuplikan videonya bisa disaksikan di sinishah wa

K.H. Hasan Abdullah Sahal: Hijriah Adalah Identitas dan Simbol Keislaman

0
Suasana Pertemuan Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Balai Pertemuan Pondok Modern Darusslam Gontor
Suasana Pertemuan Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Balai Pertemuan Pondok Modern Darusslam Gontor

DARUSSALAM–Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1435 yang bertepatan dengan 5 November 2013, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berkumpul di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk menyimak khutbah Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1435 sekaligus mendengarkan pesan dan nasihat dari Pimpinan Pondok, Senin (4/10) malam. Khutbah tentang peristiwa bersejarah hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah disampaikan oleh salah satu guru senior PMDG, H. Imam Kamaluddin, M.Hum.

Dalam kesempatan yang sangat berharga ini, beliau menyelipkan kisah tentang hijrah pertama kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah yang terjadi pada bulan Muharram. Peristiwa di bulan ini kemudian ditetapkan sebagai awal Tahun Hijriah. Secara lebih luas, hijrah kemudian diartikan berpindah dari kukungan kawasan kufur ke tempat yang disinari cahaya keimanan, sebagai pemisah antara kebenaran dan kebatilan. Relevansinya di kehidupan sekarang dalam konteks hijrah adalah hijrahnya seorang muslim dari kehidupan sistem sekuler menuju sistem Islam. “Jika tidak, maka yang terjadi hanyalah perpindahan tahun saja tanpa diikuti dengan perpindahan kehidupan,” papar dosen Fakultas Syariah Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini menjelaskan.

Pada Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 ini, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, juga berpesan, “Hijriah adalah identitas, kita menggunakan kalender Hijriah sebagai simbol keislaman kita.”

“Hidup adalah kegiatan. Pondok mendidik dengan kegiatan. Selama 24 jam setiap hari kamu dididik. Bahkan ketika kamu tidur, kamu dididik. Yang menentukan siapa kamu adalah kegiatanmu,” jelas beliau. Besok (1 Muharram 1435-red) bukanlah hari libur, besok adalah pendidikan, pendidikan yang kamu dapat dari berbagai kegiatan, bukan dari berpangku tangan,” tambah beliau di akhir nasihatnya. irba

Kader Gontor Bersanding dengan Putri dari Kediri

1
Pernikahan Ali Huddin, S.Th.I. dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I.
Pernikahan Ali Huddin, S.Th.I. dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I.

GURAH–Salah satu kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ali Huddin, S.Th.I., melangsungkan akad nikah dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I. di Mushalla Al-Hidayah, yang berlokasi di komplek perumahan mempelai wanita, Desa Besuk, Gurah, Kediri, Ahad (3/11) pagi. Bersama sejumlah guru senior PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan menghadiri pelaksanaan akad nikah yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kesyukuran.

Setelah ijab qabul terlaksana dan dinyatakan sah oleh para saksi, K.H. Hasan Abdullah Sahal mengajak segenap keluarga dan para tamu undangan untuk memberikan doa bagi kedua mempelai, agar diberikan kemudahan dalam menjalani lembaran baru kehidupan mereka sebagai sepasang suami istri. Dengan demikian, terciptalah keluarga yang dipenuhi kasih sayang dan senantiasa berada di bawah rahmat Allah, keluarga sakinah yang akan melahirkan generasi teladan di masa mendatang.

Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi walimatu-l-‘urs di kediaman mempelai putri. Pada kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal berpesan bahwa pernikahan itu sakral dan harus disikapi sebagai sebuah peristiwa suci yang terjalin antara dua insan. Nasihat yang disampaikan Pimpinan Pondok ini merupakan bekal yang sangat berharga bagi kedua mempelai untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang diberkahi Allah SWT. irba