Home Blog Page 535

Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.: 5 Daya Kepemimpinan

0

5 Daya KepemimpinanMenjadi pemimpin bukanlah impian setiap orang. Akan tetapi setiap orang haruslah memiliki bekal dan persiapan untuk memimpin. karena yang dihadapi, tidak saja hal-hal yang bersifat materiil, yang bisa diatur dengan kemampuan mekanik, tetapi yang lebih rumit adalah yang bersifat non materiil, yaitu pola fikir, sikap dan prilaku manusia yang dipimpin. Di Gontor selalu diajarkan ”Siap memimpin dan siap dipimpin”, falsafah itu, selalu dikumandangkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. hampir di setiap pertemuan dan kesempatan. Di setiap saat manusia bisa berubah dan berkembang, Untuk itu amat diperlukan kekuatan yang prima, yaitu daya dorong, daya tahan, daya juang, daya suai dan daya kreatif.

1.     Daya Dorong

Kekuatan ini sangat diperlukan bagi para pemimpin, karena daya dorong merupakan satu upaya keras untuk mengembangkan diri dengan cara terus belajar sepanjang hayat. Pemimpin yang sukses, adalah pemimpin yang memiliki kemauan keras untuk terus menerus meningkatkan dan mengeluarkan potensi puncaknya. Namun demikian, kekuatan ini tidak saja untuk dirinya, tetapi yang lebih penting adalah kemampuan untuk mendorong atau mensupport orang lain agar mau berbuat sesuai dengan yang kita rencanakan. Inti kepemimpinan adalah motivasi atau support. Mengapa? Kekuatan mendorong yang dipimpin untuk meraih prestasi sangat diperlukan, karena semakin kuat dalam memotivasi atau mensupport, maka semakin besar prestasi yang akan dicapai.

2.     Daya Tahan

Kekuatan kedua adalah kekuatan daya tahan. Seorang pemimpin, tidak saja membutuhkan daya dorong atau daya mensupport dirinya dan orang lain, tetapi yang lebih penting lagi adalah memiliki daya tahan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan. Sementara, bertahan yang baik adalah dengan menyerang. Maksudnya, bahwa problema atau tantangan mestinya tetap  dihadapi dan dicarikan solusi. Cobaan adalah merupakan tantangan yang harus dihadapi.  Pak Sahal, salah satu pendiri Gontor bila sedang menghadapi berbagai cobaan, beliau akan selalu  berkata:  ”Eee..koyo ngono to,  Ayo, jajal awak, tak hadepane, mendaho mati, rawe-rawe rantas, malang-malang putung…” (Eee.. begitu to. Ayo, mencoba diri, saya akan hadapi, saya tidak akan mati…)

Jadi yang diserang adalah bukan orang yang menyerang kita, tetapi pekerjaan atau tugas-tugas kita yang harus diserang. Karena untuk memberikan kepercayaan atau keyakinan  orang lain kepada kita adalah hasil kerja yang  nyata dan sukses.

Maka, sebagai pemimpin, tidak layak untuk menyerah, apalagi mengeluh atau cengeng dalam mengahadapi kesulitan atau tantangan. Keluhan dan kecengengan adalah tanda kekalahan. “cengeng berarti kalah. Yaitu watak pemimpin  yang cengeng, atau suka meraju’, menyalahkan orang lain atau ngambekan. Dia tidak saja membahayakan dirinya, tetapi juga membahayakan orang yang dipimpin. Pemimpin model ini akan menurunkan etos kerja dan militansi, bahkan bisa menghancurkan proses pendidikan kaderisasi.

Maka untuk menguatkan daya tahan kita, hendaknya selalu memohon petunjuk kepada Allah,. “Ya Allah, berikan saya berbagai cobaan, tetapi berikan juga kekuatan untuk menghadapinya”. Ya Allah, janganlah engkau berikan beban yang kami tidak mampu memikulnya”

3. Daya Juang

Kekuatan ini, merupakan solusi menghadapi berbagai cobaan, yaitu kekuatan untuk berjuang dan memperjuangkan. Perjuangan merupakan tanda kehidupan, apalagi seorang pemimpin, bila tidak memiliki jiwa ini, maka tidaklah layak untuk menyandang sebagai pejuang. Banyak yang harus diperjuangkan dalam hidup ini. Berjuang untuk meraih cita-cita, menegakkan agama Allah di muka bumi ini melalui pondoknya.

Tidaklah ringan apa yang akan dihadapi oleh seorang pemimpin, apalagi menegakkan kalimah Allah. Tantangan yang dihadapi jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Maka kekuatan jiwa dengan selalu menyandarkan diri kepada Allah sangatlah dibutuhkan. Sandaran ini akan mengokohkan langkah dan perjuangannya. Hal ini seperti yang disampaikan Allah dalam firmanNya, bahwa orang-orang yang melepaskan diri dari ikatan Allah, dan menjadikan selain Allah sebagai sandarannya, ibarat laba-laba menjadikan sarangnya sebagai rumahnya, karena sesungguhnya selemah-lemah rumah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui. Maka, sandaran dalam perjuangan ini haruslah dikokohkan dan dikuatkan, karena sesungguhnya, tiada kekauatan selain kekuatan Allah SWT.

4.     Daya Suai

Selain daya dorong, daya tahan dan daya juang, sebagai bekal pemimpin, ada daya yang tidak kalah pentingnya agar proses kepemimpinannya bisa diterima oleh orang lain, yaitu daya suai. Maksudnya adalah, satu kemampuan seorang pemimpin untuk bersikap luwes, tidak frontal dalam menghadapi berbagai macam manusia, tetapi menggunakan pendekatan “Soft power”, kekuatan lunak.

Daya suai ini, tidaklah mungkin bisa dimiliki oleh seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki wawasan yang luas, menguasai permasalahan dan mampu memberikan solusinya.  Memiliki ketrampilan pendekatan yang baik, seperti yang diterangkan pada pendakatan manusiawi, tugas dan idealisme.  Maka disinilah perlunya seorang pemimpin untuk terus belajar dan menambah wawasan ilmu pengetahuan, pemikiran, pengalaman dan pergaulan. Sehingga memiliki ketrampilan dalam menghadapi berbagai bentuk manusia, baik yang disukai maupun yang tidak disukai.

5.     Daya Kreatif

Dalam kehidupan yang begitu kompleks seperti saat ini, pemimpin hendaknya memiliki daya kreatif yang tinggi.  Kreatifitas yang dimaksud di sini adalah memiliki seni memimpin. Inilah daya tarik yang akan memudahkan pemimpin untuk mengajak, mengisi dan mengarahkan kepada yang direncanakan. Kepemimpinan yang pasif, statis, tidak kreatif akan mendatangkan kebosanan dan kejenuhan. Satu misal, dalam berbicara, pemimpin hendaknya memiliki kreatifitas yang tinggi, tidak monoton, tegang selalu, bernada tinggi menggebu-nggebu, tetapi hendak diberi variasi humor, untuk memancing perhatian mereka. Contoh lain, seperti seni  dalam melakukan pendekatan, sesekali perlu dimarahi orang yang kita pimpin, tetapi juga perlu disupport, dimotivasi bahkan dihargai.

Di dalam seluruh aspek kehidupan, sebenarnya kreatifitas ini sangatlah diperlukan. Sudah banyak bentuk dan model, gaya dan pola yang dimiliki orang lain dalam berbagai lini kehidupan. Maka siapa yang paling kreatif, dialah yang akan menang dan mampu bertahan. Demikian juga pemimpin. elfah

Buku Bekal Pemimpin hal. 122-127

Pelajar Universitas Malaya Kagumi Pendidikan Gontor

0
Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Malaya berpose di depan Masjid Jami', Ahad (3/11/2013).
Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Malaya berpose di depan Masjid Jami’, Ahad (3/11/2013).

GONTOR – Sebanyak 25 orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Malaya, Malaysia mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (31/10) hingga  Selasa (5/11) lalu. Kunjungan yang bertajuk ‘Inspira’ (Inspirational Trip Towards Producing an Elite Generation) ini diikuti oleh 25 orang, terdiri dari 16 mahasiswi dan 9 mahasiswa yang menekuni bidang Syariah, Ushuluddin, Al-Qur’an dan Al-Hadits. Para mahasiswa dan mahasiswi dibimbing oleh Ustadz Khadher Ahmad (beserta istri), dosen pembimbing program kunjungan ke PMDG tersebut.

Kunjungan singkat ini diawali dengan lawatan ke Gontor Putri selama 4 hari, sejak Kamis (31/10) hingga Ahad (3/11). Usai bersilaturahim, di Gontor Putri, para mahasiswi dari Universitas Malaya ini juga menyempatkan diri untuk melihat kegiatan santriwati, dari latihan pidato, olahraga, hingga kegiatan-kegiatan sehari-hari. Selain itu, mereka juga bertemu dengan para santriwati Gontor Putri 1 yang berasal dari Malaysia. Kegiatan di Gontor Putri tersebut, sama juga dengan yang mereka lakukan di Gontor Pusat, Ponorogo.

Selain lawatan ke PMDG, baik putra maupun putri, para pelajar tersebut juga mengunjungi Gontor 2, ISID Siman, Toko Buku La Tansa, hingga PP. Al-Muqoddasah. binhadjid

Alumni 2003 Gelar Reuni di PMDG

0
Alumni 2003 Gelar Reuni di PMDG
Bapak Pimpinan Pondok memberikan pesan dan nasihat kepada Alumni 2003 di Masjid Pusaka

DARUSSALAM –Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tahun 2003, menyelenggarakan Reuni guna mengenang kembali sejarah, cerita dan kenangan masa lalu serta menyegarkan kembali ilmu dan jiwa-jiwa kepondokmodernan. Dalam bahasa lain, men-charge kembali Kepondokmodernan dengan mendengarkan kembali wejangan dan nasihat Bapak Pimpinan Pondok.

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu–Ahad  (2-3/11) ini diikuti oleh kurang lebih 55 orang alumni tahun 2003 yang sejatinya berjumlah 660 orang. Kegiatan diawali dengan silaturrahim ke Bapak Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan pada Sabtu (2/11) pagi, di Masjid Pusaka. dilanjutkan dengan mengadakan pertandingan sepakbola pada Sabtu Sore dan pertandingan futsal pada Ahad pagi. Selain itu, para alumni 2003 ini juga menyempatkan diri mengunjungi dan menjenguk kediaman Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. (Bapak Pimpinan Pondok yang sedang sakit). elfah

Guru Angkatan Tahun ke-5 Raih Juara Umum Muharram Cup 1435

0
Guru Angkatan tahun ke 5 Raih Juara Umum Muharram Cup
Para perwakilan Juara Muharram Cup berpose bersama usai penyerahan piala

GONTOR—Dewan Mahasiswa (DEMA) Wilayah Pusat bekerja sama dengan Pengasuhan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Muharram Cup. dengan mempertandingkan 3 cabang olahraga, yakni Sepakbola, Futsal, Bola, dan Basket. Perhelatan akbar ini hanya diselenggarakan dalam kurun waktu dua hari. Tepatnya Senin–Selasa, 30 Dzulhijjah 1434–1 Muharram 1435/4–5 November 2013. Muharram Cup dikhususkan untuk para guru-guru KMI. Dan tidak melibatkan santri-santri. Tujuannya, membangun jiwa kebersamaan, ukhuwah Islamiyyah, mempererat silaturrahim antarguru dari masing-masing angkatan. Pada tahun-tahun sebelumnya, perlombaan antarguru lebih akrab disebut dengan DEMA Cup. Ada yang istimewa dari Muharram Cup tahun ini. Yakni, digelarnya Lomba Ketangkasan Bahasa Arab dalam qira’ah (membaca) koran harian Bahasa Arab dengan ta’birnya (penjelasan) pada malam Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1435.

Usai perhelatan, Guru Angkatan Tahun ke-5 keluar sebagai juara Umum. Adapun perinciannya sebagai berikut: divisi Sepakbola, Juara I (Guru Angkatan Tahun ke-5), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-1), divisi Futsal, Juara I (Guru Angkatan Tahun ke-3), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-5), divisi Basket, juara I (Guru Angkatan Tahun ke-2), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-4), divisi Lomba Bahasa Arab, juara I (Guru Angkatan Tahun ke-5), dan juara II (Guru Angkatan Tahun ke-3). Ujian berat kepada guru Angkatan Tahun ke-5, karena mereka harus menghadapi dua Babak Final, yakni Sepakbola dan Futsal. Pembagian hadiah untuk masing-masing pemenang diberikan langsung al-Ustadz Abu Hasan sebagai Ketua Dema Wilayah Pusat, tepatnya usai partai final sepakbola pada sore hari jum’at menjelang maghrib di lapangan hijau PMDG. elfah

Expo Darussalam Meriahkan Tahun Baru Hijriah 1435

0
Dr. H. Kholid Muslih, M.A. menanyakan kesiapan di stand CLI
Dr. H. Kholid Muslih, M.A. menanyakan kesiapan di stand CLI

GONTOR–Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1435, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gerakan Pramuka, serta bagian-bagian non-OPPM dan non-Koordinator yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan acara Expo Darussalam pada hari Selasa (5/11) ini. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Ustadz Dr. H. Kholid Muslih, M.A. mewakili Pimpinan Pondok.

Dalam penyelenggaraan acara tahunan yang dipusatkan di sekitar BPPM ini, para pengurus OPPM serta Koordinator Gerakan Pramuka mempertunjukkan serba-serbi yang terdapat di bagian mereka masing-masing. Selain itu, sebagian dari mereka juga ada yang mengadakan bazar. Ada bagian yang menjual makanan, pakaian, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya. Melihat kemeriahan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal pun turut serta hadir dalam acara tersebut.

Berbagai macam perlombaan juga diadakan bagi para santri. Mereka menyambut acara ini dengan penuh antusias. Hal ini terlihat dari jumlah santri yang memadati seluruh tempat. Acara ini berlangsung meriah, dimulai dari pagi hingga menjelang sore. Melalui acara ini, diharapkan santri lebih mengetahui secara mendalam tentang keorganisasian dan bagian-bagian yang berada di pondok ini.

Selain dimeriahkan dengan acara kegiatan Expo Darussalam, Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 juga dimeriahkan dengan Lomba Drama Bahasa Arab, yang diikuti rayon-rayon se-Darussalam, dan Muharram Cup yang diramaikan guru-guru KMI dari setiap angkatan. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas para penghuni Darussalam yang berbalut keceriaan dan ikatan ukhuwah di antara mereka. Cuplikan videonya bisa dilihat di sinifei

K.H. Hasan Abdullah Sahal turut serta mengunjungi stand Laboratorium
K.H. Hasan Abdullah Sahal turut serta mengunjungi stand Laboratorium

Lomba Drama Bahasa Arab: Darul Hijrah Berjaya Raih Juara Umum

2
Penampilan Rayon Darul Hijrah pada Lomba Drama Bahasa Arab
Penampilan Rayon Darul Hijrah pada Lomba Drama Bahasa Arab

GONTOR–Kemeriahan Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ditandai dengan Lomba Drama Bahasa Arab Antarrayon se-Darussalam. Acara yang berlangsung dari Selasa (5/11) pagi hingga sore tersebut diikuti 21 rayon (asrama), terbagi menjadi dua kategori: kategori rayon sighar dan kategori rayon kibar.

Pada perlombaan yang berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ini, rayon Darul Hijrah berhasil menjadi Juara Umum. Prestasi ini diraih setelah sang juara mampu memetik poin tertinggi dan menjadi juara untuk kategori rayon sighar. Tidak hanya itu, rayon yang dihuni santri-santri baru seusia siswa Kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ini juga memenangkan skenario terbaik dari drama berjudul “Khutbatu Thariq Bin Ziyad”. Selain itu, aktor utama mereka, Sutan Adam, siswa Kelas 1B Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI), terpilih sebagai aktor terbaik.

Selain Darul Hijrah, rayon lainnya yang mampu tampil maksimal dari kategori sighar adalah rayon Indonesia 4 dan rayon Aligarh ½ alias Gedung Baru Sighar (GBS). Kedua rayon ini berhasil merebut gelar juara kedua dan ketiga dengan menyisihkan pesaing-pesaing mereka di kategori yang sama. Rayon Indonesia 4 tampil dengan drama berjudul “Ar-Ra‘i wa adz-Dzi’bu”. Sedangkan rayon GBS membawakan drama berjudul “Al-Amir wa as-Sujana’u”.

Untuk kategori rayon kibar, gelar juara pertama dimenangkan oleh rayon Yaman. Melalui drama berjudul “Al-I‘tiraf bi al-Jamil”, rayon yang ditempati santri-santri seusia siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ini juga berhasil meraih predikat bahasa terbaik. Sementara juara kedua dan ketiga dari kategori ini direbut rayon Saudi ½ dan rayon Saudi 3/2. Masing-masing mempersembahkan drama berjudul “Christopher Columbus” dan “Wafa’u as-Samuel”.

Di samping merayakan Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435, Lomba Drama Bahasa Arab ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab santri-santri Gontor. Melalui kontes drama, para santri diharapkan mampu menerapkan bahasa Arab yang mereka pelajari di kelas dalam bahasa percakapan tanpa merasa canggung dan ragu-ragu. Dengan demikian, bahasa Arab mereka akan terus berkembang secara praktis. Cuplikan videonya bisa disaksikan di sinishah wa

K.H. Hasan Abdullah Sahal: Hijriah Adalah Identitas dan Simbol Keislaman

0
Suasana Pertemuan Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Balai Pertemuan Pondok Modern Darusslam Gontor
Suasana Pertemuan Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 di Balai Pertemuan Pondok Modern Darusslam Gontor

DARUSSALAM–Dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1435 yang bertepatan dengan 5 November 2013, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berkumpul di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk menyimak khutbah Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1435 sekaligus mendengarkan pesan dan nasihat dari Pimpinan Pondok, Senin (4/10) malam. Khutbah tentang peristiwa bersejarah hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah disampaikan oleh salah satu guru senior PMDG, H. Imam Kamaluddin, M.Hum.

Dalam kesempatan yang sangat berharga ini, beliau menyelipkan kisah tentang hijrah pertama kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah yang terjadi pada bulan Muharram. Peristiwa di bulan ini kemudian ditetapkan sebagai awal Tahun Hijriah. Secara lebih luas, hijrah kemudian diartikan berpindah dari kukungan kawasan kufur ke tempat yang disinari cahaya keimanan, sebagai pemisah antara kebenaran dan kebatilan. Relevansinya di kehidupan sekarang dalam konteks hijrah adalah hijrahnya seorang muslim dari kehidupan sistem sekuler menuju sistem Islam. “Jika tidak, maka yang terjadi hanyalah perpindahan tahun saja tanpa diikuti dengan perpindahan kehidupan,” papar dosen Fakultas Syariah Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini menjelaskan.

Pada Malam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 ini, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, juga berpesan, “Hijriah adalah identitas, kita menggunakan kalender Hijriah sebagai simbol keislaman kita.”

“Hidup adalah kegiatan. Pondok mendidik dengan kegiatan. Selama 24 jam setiap hari kamu dididik. Bahkan ketika kamu tidur, kamu dididik. Yang menentukan siapa kamu adalah kegiatanmu,” jelas beliau. Besok (1 Muharram 1435-red) bukanlah hari libur, besok adalah pendidikan, pendidikan yang kamu dapat dari berbagai kegiatan, bukan dari berpangku tangan,” tambah beliau di akhir nasihatnya. irba

Kader Gontor Bersanding dengan Putri dari Kediri

1
Pernikahan Ali Huddin, S.Th.I. dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I.
Pernikahan Ali Huddin, S.Th.I. dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I.

GURAH–Salah satu kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ali Huddin, S.Th.I., melangsungkan akad nikah dengan Yuni Nur Laili, S.Pd.I. di Mushalla Al-Hidayah, yang berlokasi di komplek perumahan mempelai wanita, Desa Besuk, Gurah, Kediri, Ahad (3/11) pagi. Bersama sejumlah guru senior PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan menghadiri pelaksanaan akad nikah yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kesyukuran.

Setelah ijab qabul terlaksana dan dinyatakan sah oleh para saksi, K.H. Hasan Abdullah Sahal mengajak segenap keluarga dan para tamu undangan untuk memberikan doa bagi kedua mempelai, agar diberikan kemudahan dalam menjalani lembaran baru kehidupan mereka sebagai sepasang suami istri. Dengan demikian, terciptalah keluarga yang dipenuhi kasih sayang dan senantiasa berada di bawah rahmat Allah, keluarga sakinah yang akan melahirkan generasi teladan di masa mendatang.

Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi walimatu-l-‘urs di kediaman mempelai putri. Pada kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal berpesan bahwa pernikahan itu sakral dan harus disikapi sebagai sebuah peristiwa suci yang terjalin antara dua insan. Nasihat yang disampaikan Pimpinan Pondok ini merupakan bekal yang sangat berharga bagi kedua mempelai untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang diberkahi Allah SWT. irba

Wujudkan Universitas Darussalam, Gontor Pererat Jalinan Kerjasama dengan Universitas Qatar

0
Workshop dan MoU antara ISID dengan Universitas Qatar
Workshop dan MoU antara ISID dengan Universitas Qatar

DOHA–Sebanyak 14 orang dosen Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam Gontor mengikuti workshop yang diadakan oleh Markaz Al-Qardhawi li Al-Wasathiyyah Al-Islamiyah wa Al-Tajdid, Qatar. Mereka adalah Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Dr. H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil., Dr. H. Dihyatun Masqon, H. Mulyono Jamal, M.A., Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., K.H. Masyhudi Subari, M.A., H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.L.S., Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A., H. Yoyok Suyoto Arief, M.S.I., H. Abu Darda’, M.Ag., H. Setiawan bin Lahuri, M.A., Hj. Rosyda Diana, Lc., M.Ag., dan Hj. Alfiah Rahmawati, Lc., M.A. Workshop ini membahas tentang Islam Moderat dan Pembaharuan (Al-Wasathiyyah wa Al-Tajdid), diadakan selama lima hari, dimulai pada hari Ahad (3/11) dan berakhir pada Kamis (7/11) ini.

Pada hari Ahad (3/11), sesi pertama, yang digelar sesaat setelah acara dibuka, membahas tentang Hiwar Al-Adyan. Pembahasan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Mohamed Khalifa Hassan. Dilanjutkan dengan sesi kedua, tentang Makaanatu Al-Wasathiyyah fii Al-Fikrii Al-Islamiy, yang dibawakan oleh Prof. Dr. ‘Ali Al-Qara Daaghiy. Kemudian K.H. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. melanjutkan sesi ketiga dengan membawa materi pembahasan tentang Nahwu Nidhomi Ta’liimy Mutakaamil Tajribatu Jaami’atu Daar As-Salam Gontor. Workshop pada hari pertama ditutup dengan kunjungan ke KBRI Qatar dan bersilaturahim dengan Duta Besar RI di Doha, Bapak H.E. Mr. Deddy Saiful Hadi.

Sesi keempat, tentang Maqaashid As-Syarii’ah fii Dhau’i Al-Wasathiyyah oleh Dr. Jasser Auda, digelar pada Senin (4/11) pagi. Dilanjutkan sesi kelima oleh Prof. ‘Abdul Salam Basynuniy tentang Min Qadhaayaa Al-Da’wah Al-Islamiyah. Dr. H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil. melanjutkan sesi keenam dengan Dirasah Al-Hadharah Al-Gharbiyyah fii Indonesia sebagai materi pembahasannya. Sebagai penutup kegiatan workshop hari kedua, rombongan ISID Gontor mengunjungi Markaz Dauhah Al-Dauly li Ihwar Al-Adyan.

Kegiatan pada hari ketiga, Selasa (5/11), tidak kalah padatnya dengan hari pertama dan kedua. Dimulai dengan mengikuti sesi ketujuh oleh Prof. Dr. Monzer Kahf dengan materi pembahasan Ba’dhu Qadhaayaa At-Tamwiil Al-Islaamiy. Sesi kedelapan tentang Min Qadhaayaa Al-Iqtishaad Al-Islaamiy dibawakan oleh Prof. Dr. Abdul Rahman Yasree Ahmad. Kemudian, pada sesi kesembilan, Prof. Dr. Yusuf Qardhawi menyampaikan materi tentang Fiqh Al-Wasathiyyah wa At-Tajdiid. Padatnya kegiatan pada hari ketiga diakhiri dengan pembahasan tentang Dirasaat Al-Lughah Al-‘Arabiyah fii Indonesia oleh Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A.

Hari keempat, Rabu (6/11), menjadi inti kegiatan ini, yaitu penandatangan MoU antara ISID dan Universitas Qatar. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Seni Islam di Qatar dan TV Al-Jazeera. Sesi kesebelas, tentang At-Ta’liim Al-Islaamiy li Al-Banaat fii Indonesia, digelar sebagai penutup kegiatan pada hari keempat.

Rombongan ISID Gontor berkunjung ke Kantor Al-Syabakah Al-Islamiyah pada hari Kamis (7/11). Lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Al-Wasathiyyah fii Fikri Al-Syaikh Al-Qardhawi oleh Prof. Fikriy Makky. Sesi terakhir dari rentetan kegiatan workshop ini dibawakan oleh Prof. Hassan Al-Diin Khaliil tentang Al-Fatwa: Ahammiyatuhaa wa Dhawaabithuhaa wa Tathbiiquhaa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk mewujudkan ISID menjadi Universitas Darussalam. Universitas berbasis pesantren yang diharapkan mampu menjaga nilai–nilai Islam dan meninggikan agama Allah. Universitas dambaan umat yang para mahasiswanya selalu berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist, Amin. farouq

Gontor Tanamkan Jiwa Fotografi Melalui Kursus dan Seminar Sehari

0

IMG_0504GONTOR–Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) mulai menanamkan jiwa–jiwa fotografi melewati kursus yang mereka adakan selama satu pekan. Acara yang melibatkan kurang lebih 150 orang peserta ini diawali dengan seminar sehari yang diadakan pada hari Jum’at (24/10). Dalam seminar tersebut, para peserta mulai dikenalkan dari sejarah awal fotografi sampai jenis–jenis kamera yang digunakan dalam dunia fotografi. “Seminar sehari ini sebagai pemanasan sebelum mereka mempelajari dunia fotografi lebih dalam lagi. Mereka akan dikenalkan dengan beberapa hal secara ringkas,” tutur Asep Sofyan selaku pembicara seminar sehari tersebut.

Selama kursus berlangsung, para peserta difasilitasi notebook, snack, dan id card. Di samping itu mereka mendapatkan pengajaran materi selama tiga hari dan praktik empat hari. Materi yang diajarkan mulai dari pengenalan kamera, jenis-jenisnya, dan bagian-bagiannya, kemudian cara pengambilan gambar, seperti komposisi dan kreasi. “Untuk para pemateri, kami mengandalkan para pembimbing Bagian Fotografi sendiri,” tutur Ulya, selaku staf Bagian Fotografi. Setelah melalui masa pengenalan, para peserta mulai terjun untuk praktik langsung menggunakan kamera dengan pengawasan staf Bagian Fotografi.

Kursus yang sudah berjalan selama seminggu ini ditutup pada hari Jum’at (1/11) di Aula Robithoh. “Alhamdulillah selama kursus berlangsung, tidak terlalu ada kendala yang kita alami, karena kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,” tutur siswa kelahiran Sulawesi itu. Kriteria peserta kursus terbaik dibacakan ketika penutupan. Hal itu dilihat dari kesungguhan dan keaktifan yang ditunjukkan selama pelatihan berlangsung. Adalah Miftahul Falah yang mendapat predikat peserta kursus terbaik tahun ini.  toms