Home Blog Page 571

Reformasi OPPM dan KGP Tingkatkan Kinerja Organisasi

0

DARUSSALAM — Untuk meningkatkan kinerja Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 Pondok Modern Darussalam Gontor periode 1431-1432, Pengasuhan Santri mengadakan reformasi pengurus, Senin (8/11) lalu. Hal ini dilakukan dengan melihat hasil usaha Panitia Bulan Syawwal (PBS) yang kepengurusannya kembali diambil alih OPPM dua minggu yang lalu, Senin (1/11). Para pengurus PBS yang dinilai memiliki etos kerja yang tinggi kembali dipanggil untuk menduduki bagian yang telah ditentukan di OPPM maupun KGP.

Pelantikan berlangsung di Aula Aligarh dengan dihadiri Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal. Dalam kesempatan ini, beliau berpesan bahwa santri itu suci dan organisasi itu sakral. Sebagai pengurus, jangan sampai mempermainkan amanat dan tanggung jawab. Baik OPPM maupun KGP berhubungan langsung dengan santri dan menerapkan berbagai kebijakan untuk membina dan mengembangkan mereka dalam segala segi pendidikan yang sesuai dengan sunah dan disiplin Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dengan adanya reformasi ini, OPPM yang diketuai Rofiazka Fahmi Huda (6-B) dan Ulfa Aqhrobin (6-E) memiliki pengurus sebanyak 345 orang yang menduduki 21 bagian. Sedangkan KGP yang dipimpin Arif Nur Wijaya (6-B) dan Ahmad Faisal (6-G) memiliki pengurus 90 orang dengan menempati delapan bagian. Dengan demikian, diharapkan kepengurusan OPPM dan KGP Gugus Depan 15089 Pondok Modern Darussalam Gontor mampu mengemban amanat dari Pimpinan Pondok dengan baik dan penuh tanggung jawab.  

   








Wali Kelas dan Pengajar Alquran Ikuti Tahsinul Qiro’ah

0

GONTOR — Seluruh wali kelas dan pengajar Alquran dari kelas 1-3 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) mengikuti program Tahsinul Qiro’ah yang diselenggarakan KMI. Program yang bertujuan memperbaiki dan meningkatkan bacaan Alquran para santri ini berlangsung selama delapan hari berturut-turut sejak Selasa (9/11) hingga tiba Hari Raya Idul Adha seminggu kemudian, Selasa (16/11). Menurut penuturan Ustadz Denny Ramli Fauzi selaku panitia, selama ini masih banyak terdapat kesalahan santri dalam membaca Alquran. Oleh karena itu, program yang bertempat di aula Afghanistan ini dinilai sangat perlu diadakan.

Guna menyukseskan program ini, KMI mengundang Ustadz Muhammad Fikri untuk menjadi tutor. Laki-laki yang akrab dipanggil Ustadz Fikri ini, ungkap Ustadz Denny, sebenarnya sudah bertemu dengan Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal sewaktu beliau berkunjung ke Mesir karena yang bersangkutan merupakan mahasiswa di sana. Selain itu, sebelum berangkat ke Mesir, Ustadz Fikri telah menimba ilmu di Gontor dan menjadi alumni pada tahun 2002 silam. Bahkan, ustadz yang berasal dari Jakarta ini sempat mengabdikan dirinya sebagai staf pengajar di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 dan Pondok Modern Gontor 3 “Darul Ma’rifat”.

Menurut Ustadz Denny, waktu itu dia berharap kepada Pimpinan Pondok agar bisa membantu para guru dan santri Pondok Modern Darussalam Gontor dalam memperbaiki bacaan Alquran mereka. Harapannya terlaksana dengan adanya program yang waktunya bertepatan dengan liburan semester ini. “Ustadz Fikri sudah mengadakan tajaddud bacaan Alquran kepada tiga orang syaikh di Mesir dan sudah mendapatkan rekomendasi untuk mengajarkan bacaan Alquran,” tutur Ustadz Denny kepada Gontor Online, Ahad (14/11) pagi. Ustadz Fikri datang ke Gontor ditemani Ustadz Syauqu, alumni Gontor tahun 2004, yang bertindak selaku asistennya.

Dalam pelaksanaannya, Ustadz Denny menjelaskan, program Tahsinul Qiro’ah ini membahas masalah makharijul huruf dan sifatul huruf. Sebabnya, kebanyakan santri kurang memperhatikan pengucapan huruf hijaiyyah yang benar dalam membaca Alquran. Sebagian besar dari mereka hanya sekedar bisa membaca saja. “Pada tahun-tahun sebelumnya, program semacam ini hanya memperhatikan bacaan tartil dan mujawwad saja, sedangkan tahun ini, kami lebih menekankan makharijul huruf dan sifatul huruf,” tambahnya.

Ustadz Denny menyayangkan, program ini hanya bisa dilaksanakan dalam jangka waktu yang terlalu singkat. “Padahal, sebenarnya program ini membutuhkan waktu yang lumayan lama, tidak cukup hanya beberapa hari saja,” tutur ustadz yang merupakan pembimbing Jam’iyyatul Qurro’ (JMQ) ini. Pengajaran sifatul huruf lebih sulit dibandingkan dengan makharijul huruf, lanjutnya, sehingga benar-benar membutuhkan waktu yang maksimal untuk mencapai hasil yang diharapkan. Tom’s


PT Greenlinecare Mulai Pemasangan Lampu

0

GONTOR— PT Greenlinecare telah melakukan pemasangan sebagian lampu hemat energi untuk kebutuhan penerangan di Pondok Modern Darussalam Gontor mulai hari Selasa (9/11) malam. Pemasangan tahap pertama dilaksanakan di Masjid Jami’ dan Masjid Pusaka  Pondok Modern Darussalam Gontor. Pemasangan berjalan dengan lancar tanpa menemui hambatan apapun. Untuk tahap awal ini, pihak PT Greenlinecare telah memasang sebanyak sembilan buah lampu berjenis PJU dengan daya 56 watt ditambah lampu sorot berdaya 56 watt sebanyak 14 buah. Pemasangan tahap awal ini selesai Jum’at (12/11) sore.

Menurut rencana, pemasangan tahap selanjutnya akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Adha. Sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak, baik dari Pondok Modern Darusalam Gontor maupun PT Greenlinecare, pemasangan selanjutnya akan terus dilakukan secara menyeluruh mencakup kampus Gontor 1 dan 2. Sehingga, uji coba lampu hemat energi yang direkomendasikan PT PLN tersebut benar-benar menunjukkan kualitasnya untuk menghemat energi listrik.

Seyogyanya, proyek ini merupakan langkah PLN untuk mengatasi pemborosan energi listrik di Indonesia. Maka, dalam kesempatan acara Buka Bersama di Pondok Modern Darussalam Gontor bulan Ramadhan lalu, Dirut PLN Dahlan Iskan, menghibahkan dana untuk penerangan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan menggunakan lampu hemat energi dari PT Greenlinecare. Dengan ini, diharapkan Pondok Modern Darussalam Gontor dapat menghemat sekian banyak energi listrik untuk kebutuhan aktivitas yang akan datang.


Pelajaran Sore Kembangkan Kemampuan Santri

0

GONTOR — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. berkenan memberikan pengarahan kepada seluruh pengajar pelajaran sore di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Selasa (9/11) malam. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan, materi pelajaran sore melengkapi materi pelajaran yang diajarkan di Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) pada pagi hari. Sehingga, pada hakikatnya tidak ada perbedaan antara keduanya. Hanya saja, materi yang diajarkan pada pelajaran sore lebih menekankan pengembangan kemampuan bahasa santri.

 

Di samping itu, kata beliau, siswa kelas 6 KMI yang mendapatkan kesempatan menjadi pengajar pelajaran sore mendapatkan manfaat yang sangat besar. Di samping membuatnya lebih memahami pelajaran yang diajarkannya, ia akan dapat mengasah kemampuannya dalam mengajar. Dengan demikian, pada saat menghadapi ujian praktek mengajar kelak dia tidak akan canggung lagi di hadapan para siswa.

Setelah diadakan pengarahan dari Pimpinan Pondok dan Direktur KMI, pelajaran sore mulai aktif keesokan harinya, Rabu (10/11) di kelas-kelas yang telah ditentukan. Adapun materi yang diajarkan pada hari Sabtu-Rabu tersebut meliputi Muthala’ah, Imla, Alquran, Khot dan Reading untuk kelas 1, 1 Intensif dan kelas 2. Sedangkan materi untuk siswa kelas 3, 3 Intensif dan 4 meliputi Muthala’ah, Nahwu, Sharf dan Alquran. Adapun untuk siswa kelas 5 dan 6 hanya mempelajari dua materi, yaitu Bahasa Arab dan Alquran. 

Gontor Mendidik Santri dengan Totalitas Kegiatan

0

GONTOR — Dinamika kegiatan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor bagaikan siang dan malam, berlangsung terus-menerus, silih berganti tiada hentinya. Demikianlah, Gontor tidak akan terlelap tanpa aktivitas sehingga seringkali dikatakan al-ma’hadu laa yanaamu abadan. Keramaian di bulan Syawwal hingga akhir Dzulqo’dah yang dipenuhi dengan rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) ditutup dengan sukses besar Pagelaran Seni Panggung Gembira (PG) yang dihelat Sabtu (6/11) lalu dengan mendapatkan apresiasi luar biasa dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau menilai, prestasi PG tahun ini melebihi kesuksesan PG pada tahun-tahun sebelumnya. Nyatanya, seluruh penonton terkesima menyaksikan gebyar acara yang benar-benar inspiratif, kreatif dan inovatif.

Demikian halnya, pondok-pondok cabang juga tidak ketinggalan dengan sejumlah rangkaian acara PKA. Setelah pelaksanaan Apel Tahunan PKA di Gontor, Ahad (24/10) lalu, berturut-turut seluruh pondok cabang menggelar acara serupa. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 yang berlokasi di Sambirejo, Mantingan, Ngawi, juga menggelar Apel Tahunan PKA bersamaan dengan Pondok Modern Gontor 5 “Darul Muttaqien” di Banyuwangi, Ahad (31/10). Sedangkan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 di Karangbanyu, Mantingan, Ngawi, bersama Pondok Modern Gontor 3 “Darul Ma’rifat” yang terletak di Kediri menggelar acara serupa beberapa hari kemudian, Rabu (3/11) lalu.

Terakhir, Pondok Modern Gontor Putri 5, Kandangan, Kediri, akan melaksanakan Apel Tahunan PKA pada Rabu (10/11) ini. Rencananya, sesuai jadwal yang ada, Pondok Modern Gontor 6 “Darul Qiyam” Magelang juga akan melaksanakan Apel Tahunan bersamaan dengan Gontor Putri 5. Akan tetapi, bencana Merapi yang menimpa daerah Yogyakarta dan sekitarnya menyebabkan seluruh santri dan asatidz Pondok Modern Gontor 6 dievakuasi ke Pondok Modern Darussalam Gontor 2 di Madusari, Siman, Ponorogo, Jum’at (5/11) lalu. Hingga berita ini diturunkan, mereka masih bermukim di Gontor 2. Sehingga, pelaksanaan Apel Tahunan PKA Gontor 6 ditunda untuk sementara waktu dengan melihat situasi dan kondisi yang sedang berlangsung saat ini.

Sementara itu, mulai tahun ini seluruh pondok cabang dengan kompak menggelar Drama Arena (DA) dan PG secara terpisah sebagaimana yang diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebelumnya, di setiap pondok cabang tidak terdapat istilah acara DA atau PG. Seluruh santri dari kelas 1-6 berkolaborasi menggelar acara pentas seni setaraf PG dengan nama Arena Gembira (AG). Kini, pondok cabang mencoba sebuah kemampuan puncak untuk menggelar dua acara besar untuk menggali potensi seluruh santri se-Darussalam.




Sidang Badan Wakaf ke-64 Tempati Wisma Baru

0

SIMAN — Sidang Badan Wakaf ke-64 dilaksanakan di Wisma Baru ISID Siman, Jum'at-Sabtu, 22-23 Oktober 2010 lalu. Sidang kali ini tanpa dihadiri KH. Muhammad Sholihin karena kondisi kesehatan beliau yang tidak memungkinkan, Dr. KH. Hidayat Nur Wahid juga berhalangan hadir disebabkan adanya kepentingan yang mendesak tidak bisa ditinggalkan, Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, MA juga tidak bisa hadir karena saat itu masih berada di Bosnia dalam suatu agenda.

Dalam sidang kali ini, berbagai program untuk kemajuan pondok dicanangkan. Program yang akan dilaksanakan Pimpinan Pondok tersebut meliputi Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor seperti bidang pendidikan dan pengajaran, pergedungan dan sebagainya. Seluruh anggota Badan Wakaf berharap hasil sidang kali ini dapat direalisasikan dengan sebaik mungkin.

Adapun atas pelaksanaan keputusan-keputusan sidang sebelumnya, seluruh anggota Badan Wakaf menerima dengan baik laporan Pimpinan Pondok dan memberikan apresiasi serta penghargaan atas kemajuan yang berlangsung di Pondok Modern Darussalam Gontor dan cabang-cabangnya. Namun demikian, diharapkan agar keputusan-keputusan yang belum dilaksanakan ataupun pelaksanaannya belum maksimal dapat segera ditindaklanjuti dan dilaporkan pada sidang Badan Wakaf yang akan datang.

PKA Semarak dengan Berbagai Aktivitas

0

GONTOR—Pondok Modern Darussalam Gontor memasuki masa-masa Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) sejak pembukaan Tahun Ajaran Baru, sebulan yang lalu. Kesibukan seakan tidak pernah berhenti menjelang Apel Tahunan yang akan diselenggarakan Ahad (24/10) mendatang di lapangan hijau Pondok Modern Darussalam Gontor. Puncaknya, PKA akan disemarakkan dengan pagelaran seni buah karya siswa kelas 5 dan 6 KMI berupa Drama Arena (DA) dan Panggung Gembira (PG) yang rencananya digelar seminggu kemudian setelah acara Apel Tahunan.

Sementara itu, saat ini kegiatan di Gontor disemarakkan dengan berbagai acara rentetan PKA. Di antaranya, Festival Lagu dan Pembacaan Puisi atau Song Festival and Poetry Reading, Kamis (14/10) lalu di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kemudian dilanjutkan dengan Lomba Vocal Group antar Rayon se-Darussalam keesokan harinya, Jum’at (15/10). Tidak berhenti sampai di situ, siswa kelas 3 Intensif dan kelas 4 KMI kembali menggelar acara bertajuk Demonstrasi Bahasa yang memperkenalkan bahasa daerah se-Nusantara dari Sabang sampai Merauke, Ahad (17/10) kemarin.

Demikianlah, kegiatan dalam rangka menyemarakkan PKA akan terus berlanjut hingga malam puncak pagelaran seni Panggung Gembira.

Yudisium Siswa Akhir Tembus Target

0

Sebuah prestasi besar untuk tahun ini, alumni angkatan tahun 2010 mencapai tingkat tertinggi selama lima tahun terakhir. Total persen angka kategori mumtaz berhenti pada level 13,64 % dengan jumlah santri sebanyak 136 orang. Angka ini merupakan angka yang belum pernahtercipta sebelumnya dan melampaui target 110 santri mumtaz yang pernah di rencanakan sebelumnya. Ini merupakan angka mumtaz tertinggi yang pernah ada.

Untuk tahun ini, jumlah Siswa akhir KMI adalah sebanyak 997 santri dan juga merupakan angka tertinggi sejak setengah dasawarsa terakhir. Banyaknya santri yang ada adalah dikerenakan banyaknya pondok-pondok cabang yang telah siap menampung santri dan tentunya juga dengan fasilitas yang semakin ditingkatkan. Mengenai fakor yang mempengaruhi angka mumtaz unutk tahun ini adalah ruhul mudarris yang dimiliki oleh setiap pembimbing. Acara Yudisium yang diadakan tepat pukul 07.00 WIB di buka lansung oleh Direktur KMI, KH. Masyhudi Sobari, Sabtu (21/8).

            Acara yudisium yang dihadiri oleh wali santri, wali kelas enam, pimpinan pondok dan juga guru-guru senior tersebut diadakan setelah acara khataman Siswa Akhir KMI. Hasbie Felayabi dan Wiprasworo Jihwamuni, merupakan dua santri panggilan pertama nomor urut satu dan dua yang disusul dengan 134 nama lain yang termasuk dalam kategori mumtaz. Adapun untuk kategori jayyid jiddan, jayyid, maqbul, danrasib berurut  adalah 76 orang, 396 orang, 357 orang dan 32 orang. Santri yang termasuk dalam kategori rasib yang akan mengikuti program takmili adalah sebanyak 32 orang santri.

Bagi santri yang mengikuti program takmili, nantinya akan mengikuti bimbingan belajar di Gontor dua selama 3 bulan yang akan dimulai ketika Bulan Syawal mendatang. Mengenai jumlah santri yang mengabdi di tiap-tiap  tempat adalah untuk Darussalam Gontor 1 sebanyak 90 orang, Gontor 2 sebanyak 48 orang, Gontor 3 sebanyak 45 orang, Gontor 5 sebanyak 80 orang, Gontor 6 sebanyak 52 orang, Gontor 7 sebanyak 41 orang, Gontor 8 sebanyak 15 orang, Gontor  10 sebanyak 17 orang, Gontor 11 sebanyak 5 orang, Gontor Poso sebanyak 17 orang, dan sisal lainnya di ISID, PLMPM, Pondok Alumni, Bebas pengabdian, dan juga untuk program takmili.

 

 

 

Perbandingan Kelulusan dalam Lima Tahun Terakhir

           

At-Taqdir

1427

1428

1429

1430

1431

Mumtaz

90

94

89

91

136

9,30%

10,69%

10,11%

10,10%

13,64%

Jayyid Jiddan

75

69

45

77

76

7,75%

7,85%

5,11%

8,47%

7,62%

Jayyid

407

321

331

422

396

42,05%

36,52%

37,66%

46,42%

39,72%

Maqbul

376

367

396

308

357

38,84%

41,75%

45,00%

33,88%

35,81%

Rasib

20

28

19

11

32

2,38%

3,19%

2,15%

1,21%

3,21%

Jumlah

968

879

880

909

997

Muaskar Sarjana ISID

0

Pemantapan dan juga pemahaman kepondokmodernan bagi seluruh alumni yang selesai dalam menyelesaikan program Strata Satu (S1) tahun ini diadakan kembali. Acara yang disebut juga dengan Muaskar atau juga Daurah Tadribiyah tersebut, merupakan program tahunan yang diadakan oleh lembaga pendidikan Pondok Modern Darussalalam Gontor guna memfasilitasi para alumni dalam bergerak sebagai alumni yang matang.

Acara ini berlangsung selama 10 hari dan mengambil lokasi di Wisma Darussalam (Wisda) terhitung mulai tanggal 9-19 Agustus, dengan diikuti oleh 52 orang dan dimulai dengan materi Kepondokmodernan yang disampaikan oleh Bapak Pimpinan KH. Hasan Abdullah Sahal.

Acara ini, langsung dikordinir oleh panitia Muaskar Al Ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH yang juga selaku Direktur KMI, Al Ustadz H. Imam Awaluddin, MA serta Al Ustadz Drs. H. Haryanto Abdul Jalal. Acara yang di mulai sejak pagi hari ini, berisikan berbagai kegiatan yang sangat padat untuk setiap harinya. Kegiatan itu antara lain, penjelasan dan preaktek membaca Ma’tsurat oleh Dr Kholid Muslih, penulisan resume, bimbingan Akidah, bimbingan membaca Alquran, diskusi, manajeman KMI dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menghadirkan pemateri handal di bidangnya.

Kegiatan harian dimulai sejak Pukul 02.00 dimulai dengan Qiyamullail/tahajud bersama yang dilanjutkan  dengan sahur serta olahraga. “Seluruh peserta  merupakan alumni yang telah menyelesaikan S1 di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) dan juga alumni dari pondok cabang” kata Al Ustadz M. Hatta Fahamsyah, salah satu Sekertaris Pimpinan, Jumat (28/08) lalu.

Ia juga menambahkan Daurah Tarbiyah ini diikuti oleh Guru Putra angkatan IX  2010 dan akan diadakan setiap tahunnya dalam rangka pembekalan keterampilan hidup para Asatidz s1, membangun Ukhuwah Islamiyah, Memperluas wawasan, Tajdidun Niah, memahami tentang kepondokmodernan dan juga diharapakan peserta termotivasi untuk bisa mengabdi di PMDG serta juga mampu dalam bekerjasama dalam sebuah tim.

Seluruh peserta dalam kegiatan ini, juga diberikan tata tertib sesuai dengan alam pendidikan pondok modern seperti masalah disiplin jama’ah, disiplin sesi kuliah, olahraga, asrama atau tempat tinggal, perizinan dan juga sanksi. Dalam hal ini juga, setiap peserta dituntut untuk menciptakan suasan kamaryang relegius seiring dengan semangat Bulan Ramadhan. Kegitan ini juga, selalu diisi dengan berbagai materi yang berbeda untuk setiap harinya dengan melibatkan Guru-guru senior Pondok Modern Darussalam Gontor dan juga para pakar ahli yang didatangkan dari luar seperti tim KPI Surabaya dan juga pakar-pakar lainnya sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan dibahas dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, penutupan acara ini, dengan mengikuti Acara Khataman Siswa Akhir dan Yudisium Kelulusan Siswa Akhir KMI 2010.

Gontor Adakan Buka Puasa Bersama Masyarakat Sekitar

0

Sebagai salah satu perealisasian orientasi kemasyarakatan, dan untuk menyambung ukhuwah islamiyah di Bulan Ramadhan, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan buka puasa bersama dengan sejumlah masyarakat sekitar Gontor dan juga wali santri Siswa Akhir  KMI 2010. Acara yang merupakan kegiatan tahunan pondok ini diadakan pada, Rabu (20/8) lalu, yang bertepatan dengan 10 Ramadhan 1432 H. Kepanitian yang dimotori oleh  Al Ustadz Drs H Sutrisno Ahmad dan para asatidz  senior lainnya tersebut, juga di hadiri oleh  tokoh masyarakat dan juga beberapa instansi yang berlokasi  di Kota Ponorogo.

Dalam  kesempatan itu,, seluruh tamu dan juga wali santri yang diundang memadati kawasan kampus Pondok Modern sehari sebelum acara dimulai. Acara yang merupakan acara pertama sebelum Yudisium Siswa Akhir KMI 2010 ini, mendatangkan  Dirut utama Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bapak Dahlan Iskandar, dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa suatu negara dikatakan akan makmur jika sistem listriknya maju dan berkembang. Pihak PLN juga memperkenalkan jenis lampu hemat energi kepada Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sekaligus penyerahan bantuan secara simbolik kepada Bapak Pimpinan KH. Abdullah Syukri Zarkasyi.

Acara yang terselengara atas kerjasama wali santri, bupati, instansi kota Ponorgo, Kapolres, dan juga Telkom berhasil mengumpulkan dana buka puasa bersama senilai Rp 310 juta. dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk seluruh persiapan acara buka puasa dan juga ta’jil, serta nasi kotak  bagi seluruh tamu yang hadir dengan total pengeluaran Rp 296 juta. “Total dana untuk setiap orangnya adalah senilai Rp 17 ribu,” tegas Al Ustadz Ahmad Baihaki, salah satu staf Sekertaris Pimpinan, Jum’at (28/8) lalu.

Adapun tamu yang status Very Important Person (VIP) berjumlah sebanyak 500 orang, yang terdiri dari utusan instansi pemerintah di Ponorogo serta beberapa tokoh masyarakat. Adapun untuk masyarakat sekitar, Panitia Buka Bersama membagikan satu kupon untuk satu kepala keluarga. “Kupon-kupon itu nantinya, digunakan pada saatu pengambilan ta’jil dan juga nasi yang telah di siapkan oleh panitia di zone-zone pintu masuk. Sedangkan tamu-tamu VIP tersebut mendapatkan tempat khusus di sebelah selatan Balai Pertemauan Pondok Modern (BPPM) tepatnya di depan Gedung Alighar. Acara yang di buka langsung oleh Bapak Pimpinan Al Ustadz Abdullah Syukri Zarkasyi tersebut berlangsung sesuai dengan lancar walaupun adanya sedikit hujan yang turun sesaat sebelum pelaksanaan acara dimulai.