Home Blog Page 584

PG Gontor Putri 3 Bangun Integritas dan Loyalitas

0
KARANGBANYU-“Bersama kita satukan kekuatan, dengan kerja keras, idealisme tinggi, loyalitas, prospektifitas, gapai maksimalitas, menuju mardhotillah.” Syiar ini menggaung di seantero Gontor Putri 3 menjelang malam Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira (PG) Siswi Akhir KMI Gontor Putri 3, Rabu (11/11) lalu. Agenda besar tersebut merupakan wujud kongkrit untuk menggalang dan mengapresiasikan bakat dan seni seluruh santriwati Gontor Putri 3. Seluruh siswi kelas enam yang berjumlah 210 orang berpartisipasi secara aktif dalam rangka pembentukan mental dan kepribadian wanita sholehah yang intelek, bukan intelek yang tahu agama.


Pagelaran seni ini diupayakan untuk meningkatkan 5 wawasan yang meliputi wawasan keislaman, wawasan ke-Indonesiaan, wawasan kecendekiawanan, wawasan berbahasa dan kesenian islami. Tahun ini adalah tahun integritas dan peningkatan kepondokmodernan, maka apa yang dilihat, dirasakan, dan dikerjakan para santriwati adalah pendidikan. Acara yang tahunan Pondok Modern Gontor Putri 3 ini berjalan dengan lancar dan sukses.

Drama Arena 584
Dua hari sebelum PG, siswi kelas 5 KMI juga menampilkan kreasi mereka yang tidak kalah menakjubkan. Dengan motto “Nahnu-l-aana lasna bil amsi” mereka memberikan kesan yang begitu mendalam kepada seluruh penghuni Darussalam karena dapat membuktikan bahwasanya kelas 5 yang dulunya berasal dari kelas 3 Intensif dan kelas 4 bisa bersatu dan bekerjasama dalam mewujudkan Pagelaran Seni Drama Arena 584, Senin (9/11) silam.

Dengan jumlah 223 santriwati yang dibimbing oleh beberapa musyrifah, seluruh siswi kelas 5 mampu membuktikan bahwasanya mereka tidak hanya bisa mengaji, tetapi seorang santriwati juga dapat berprestasi dan berkolaborasi dalam seni. Acara yang dinilai mumtaz ini menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih berprestasi dalam bidang apapun guna meningkatkan integritas dan loyalitas dengan menciptakan peradaban Gontor. Mereka juga berharap dapat berbuat lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Gontor Putri 3 Berkreasi dengan Segudang Aktivitas

0
Karangbanyu – ”Tahun ini adalah Tahun Integritas, Produktifitas dan Kreatifitas”, begitulah program yang dicanangkan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 menyambut Tahun Ajaran Baru 1430-1431. Dengan dibukanya Tahun Ajaran Baru di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3, dimulai pulalah rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA). Sebagai tolak ukur dan ajang apresiasi santriwati di bidang seni khususnya musik dan tarik suara, Panitia PKA mengadakan Festival Organ Darussalam, Selasa (13/10) silam,  acara ini dimeriahkan dengan lomba seni tarik suara.

Melalui acara yang bertempat di depan Gedung Al-Azhar ini, bermunculanlah pianis-pianis muslimah baru dan berbakat. Dalam festival ini, Khansa, siswi kelas 1 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI), tampil memukau dengan memenangkan lomba tersebut.

Rentetan acara PKA dilanjutkan dengan Lomba Cerdas Cermat Fiqih Wanita dan Kepondokmodernan sehari setelah Festival Organ Darussalam, Rabu (14/10). Acara ini selaras dengan motto Pondok Modern Darussalam Gontor ”Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama”. Adapun peserta lomba ini berasal dari utusan tiap-tiap rayon se-Darussalam. Melalui kompetisi yang ketat, utusan dari Rayon Gaza berhasil menyingkirkan pesaingnya dan berhasil merebut gelar juara.

Lomba Masak antar Konsulat
Selama PKA, Gontor Putri 3 tidak berhenti dari berbagai aktivitas. Dua hari setelah perlombaan cerdas cermat, panitia kembali mengadakan Lomba Masak antar Konsulat, Jum’at (16/10). Acara yang diikuti utusan setiap konsulat ini bertujuan menjalin dan mempererat ukhuwah islamiyah setiap konsulat. Selain itu, para santriwati juga terdidik untuk berkreasi menyajikan kelebihan daerah mereka masing-masing. Acara yang berlangsung meriah ini dimenangkan konsulat Jawa Tengah.

Di samping itu, para santriwati tidak hanya pandai memasak, mereka juga mahir dalam baris-berbaris. Hal ini terlihat dalam Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) antar Rayon yang diadakan panitia. Kesigapan, kekompakan dan kedisiplinan tersirat dari setiap gerakan santriwati Gontor Putri 3. Dalam lomba yang satu ini, setiap peserta akan terdidik menjadi muslimah sholihah yang memiliki militansi dan berdisiplin tinggi.

Selain itu, dari sekian banyak rentetan acara PKA, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 juga menggelar acara Demonstrasi Bahasa. Utusan setiap konsulat tampil dengan bahasa daerah mereka masing-masing. Dengan adanya acara ini, jelaslah bahwa Gontor berusaha menjaga kelestarian bahasa daerah yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Dalam bidang kepramukaan, Gontor Putri 3 juga mengadakan Lompa Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Putri sebagai perwujudan dari integritas, produktifitas dan kreatifitas Gontor Putri 3. Dengan adanya LP3, santriwati mempunyai semangat patriotisme, memupuk ketangkasan dan kedisiplinan.

    

 

Brilliant Competition Bina Potensi dan Intelektualitas Santri

0
NINXIA—Perpustakaan Pondok Modern Darussalam (PPMD) berinisiatif menghelat sebuah kompetisi persahabatan antar instansi se-Darussalam, Jum’at (4/12) lalu. Acara yang disebut dengan “Brilliant Competition” ini bertujuan membina potensi dan intelektualitas santri di samping mengamalkan salah satu butir dari Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yakni ukhuwah islamiyah. “Brilliant Competition” merupakan perlombaan yang secara khusus diikuti sembilan instansi yang eksis di PMDG. Acaranya meliputi lomba cerdas-cermat dan lomba membuat majalah dinding.


“Dengan diadakannya acara ini, kami berharap setiap peserta yang berpartisipasi di dalamnya mampu menghayati dan mengambil manfaat dari perlombaan ini,” kata Ustadz Fajar Hari Suseno, S.H.I., pembimbing PPMD, kepada Gontor Online, Jum’at (4/12) sore.

Fahman Mumtazi, salah satu staf PPMD, menambahkan, “Kami ingin PPMD menjadi inisiator bagi seluruh instansi yang ada di Darussalam ini dalam berkreasi dan berprestasi.”

Adapun kesembilan instansi peserta acara tersebut adalah PPMD sendiri sebagai tuan rumah, Gigabyte, Ganespo, Ankstak, ITQAN, FP2WS, Exact Club, Darussalam Pos dan LCD. Setiap instansi mempunyai kelebihan masing-masing dengan kemampuan intelektualitas yang terlatih. Santri-santri yang aktif di dalamnya adalah anak-anak yang terampil dan kreatif. PPMD dan Ganespo bergerak di bidang kepustakaan, Ankstak di bidang kepramukaan, ITQAN dan Darussalam Pos mengkhususkan diri di dunia tulis-menulis dan jurnalistik, FP2WS terlatih untuk berdiskusi atau berdebat, Gigabyte menggeluti dunia komputer, sedangkan Exact Club terkenal dengan kemampuan mereka di bidang ilmu pengetahuan eksak.

Dalam “Brilliant Competition”, setiap instansi mengutus sembilan orang peserta mencakup tiga orang mengikuti lomba cerdas-cermat dan sisanya yang berjumlah enam orang mengikuti lomba pembuatan majalah dinding (mading). Lomba cerdas-cermat bertempat di aula PPMD sendiri yang terletak di Gedung Ninxia lantai 3, sedangkan untuk lomba pembuatan mading dilakukan di tempat masing-masing namun hasilnya dipajang di samping Masjid Pusaka.

Lomba cerdas-cermat dibagi menjadi dua babak, babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan dilaksanakan pagi hari, sedangkan finalnya berlangsung setelah shalat Jum’at. Adapun yang bertugas sebagai juri di babak penyisihan adalah para asatidz pembimbing PPMD, yaitu Ustadz Fajar Hari Suseno, S.H.I., Ustadz Ahmad Muqorrobin, Ustadz Afif Hamidi, Ustadz Ma’adul Yaqin Makkarateng dan Ustadz Alif Hudanto. Mereka juga bertindak sebagai juri untuk mading. Sedangkan di babak final, Ustadz Syamsul Hadi, S.Th.I., Ustadz Muttaqin dan Ustadz Abdul Wahid dipercaya sebagai juri bagi ketiga finalis yang berhasil melewati babak penyisihan.

Setelah melewati persaingan yang ketat, akhirnya Darussalam Pos, FP2WS dan PPMD bertemu di babak final. Terjadi saling kejar-mengejar skor antara Darussalam Pos dan FP2WS sejak babak pertama, namun Darussalam Pos melaju di babak rebutan menyisihkan kedua pesaingnya dengan skor akhir 2.250 angka disusul FP2WS yang memperoleh skor 1.700 angka. Sedangkan PPMD hanya berhasil meraih skor 1.400 angka di bawah FP2WS. Dengan demikian, juara pertama diraih Darussalam Pos, juara kedua dan ketiga berturut-turut diraih FP2WS dan PPMD. Sedangkan lomba membuat mading dimenangkan Ganespo sebagai juara I dan Exact Club sebagai juara II.

 

Pameran Seni Wadahi Minat dan Bakat Santri

0
DARUSSALAM—Bagian Kesenian Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) menggelar pameran seni dan keterampilan yang disebut dengan Art and Handycraft Show, Jum’at (4/12),  di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara ini diadakan dua kali setahun dengan melibatkan siswa kelas 3 Intensif, kelas 4 dan kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dari setiap kursus kesenian dan keterampilan di bawah koordinasi Bagian Kesenian OPPM.


Menurut penuturan Arif Purnama, staf Bagian Kesenian, acara yang diketuai Faqihuddin (6-B) dan Ridwan Nur (6-G), Sabtu (5/12), ini merupakan kombinasi tujuh kursus kesenian dan keterampilan yang terdapat di Gontor. Ketujuh kursus yang terlibat dalam acara ini adalah Darussalam Musicians (DAMS) Family, Seni Hadrah Darussalam (Senhada), Asosiasi Kaligrafer Darussalam (Aklam), Lintas Imajinasi Santri (Limit), Art Gallery, Persatuan Bela Diri Darussalam (Perbeda) dan Association of Reanimation Moslem Artist Darussalam (ARMADA).

Acara yang dibuka secara resmi oleh Ustadz H. Noor Syahid, S.Ag. tersebut diadakan dengan tujuan menggali potensi seni dan keterampilan para santri. Hal ini diungkapkan Arif kepada Gontor Online saat ditanya tujuan utama dilaksanakannya acara ini. ”Maka, setiap kursus yang ada akan membuka pendaftaran bagi para santri yang berminat untuk mengikuti salah satu dari ketujuh kursus ini. Bagi yang merasa mempunyai bakat dan tertarik pada salah satu bidang seni atau keterampilan tersebut, tentunya akan segera mendaftarkan diri,” katanya.

Untuk meramaikan acara sekaligus memperlihatkan kelebihan setiap kursus, baik Armada maupun kursus-kursus lainnya memberikan suguhan penampilan-penampilan yang menarik untuk ditonton. Misalnya, Armada mempersembahkan sebuah pertunjukan yang mereka sebut ”Jabwokis”, yakni tarian pantomim. Perbeda tak mau kalah, kursus bela diri yang satu ini menampilkan pertunjukan jurus-jurus dan penampilan capoera. Berbeda dengan yang lainnya, Aklam bersama Limit mengadakan lomba kaligrafi, melukis kartun, membuat letter dan menggambar perspektif.

PKU Gali Wawasan Keislaman Generasi Masa Depan

0
SIMAN—Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan kedua telah selesai Rabu (25/11) silam. PKU merupakan sebuah program kajian keislaman yang memberikan wawasan intelektual bagi para muslim untuk menghadapi tantangan Islam saat ini. Program yang diselenggarakan Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini dimulai sejak tahun 2008 lalu atas usul yang diajukan Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. PKU angkatan ketiga telah dibuka Selasa (1/12) lalu. PKU sendiri berada di bawah bimbingan Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil.

 
“PKU bertujuan mencetak kader ulama yang mampu membaca gerakan-gerakan berbagai macam aliran sesat, gerakan yang merusak nilai-nilai Islam sesungguhnya,” tutur Ustadz Ervin Saputra, staf Akademi PKU dan S2.

Para peserta program ini berasal dari utusan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Daerah, Pondok Pesantren Alumni dan beberapa lembaga pendidikan lainnya di luar. Kemampuan berbahasa Arab dan Inggris menjadi syarat bagi setiap peserta PKU. Hal ini disyaratkan karena sekitar 90% materi yang disampaikan para dosen menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Selain harus menguasai kedua bahasa tersebut, para peserta tercatat telah menyelesaikan pendidikan S1 dan terdaftar sebagai utusan dari suatu instansi.

Materi pokok yang dipelajari adalah Hadist, Tafsir, Tarikh Islam, Sejarah Barat dan Pemikiran Islam. Di samping itu, setiap peserta juga dilatih untuk menulis layaknya pendidikan di bidang jurnalistik. Adapun dosen PKU yang berkompeten di bidangnya masing-masing antara lain Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil. yang mengajarkan Hadits, Dr. Adian Husaini untuk bidang Tafsir, Dr. Lutfi Fathullah juga di bidang Hadits, Mukhlis Hanafi juga di bidang Tafsir, Dr. Taufiq Khulaimi dan Dr. Adnin Armas menyampaikan materi Pluralisme.

Ketika disinggung masalah biaya, Ustadz Ervin mengungkapkan, para peserta tidak dipungut biaya sedikit pun. “Untuk masalah biaya, program ini mendapatkan dana dari MUI dan pondok sendiri. Oleh karena itu, mereka tidak dipungut biaya sedikit pun. Jika mereka mengeluarkan uang dari saku, itu hanyalah untuk kepentingan pribadi masing-masing,” katanya kepada Gontor Online, Jum’at (11/12) lalu.

Kegiatan PKU yang berlangsung selama enam bulan ini mewajibkan para peserta untuk menulis makalah dalam bentuk tesis setelah selesainya program yang mereka ikuti. Tesis tersebut nantinya akan dipresentasikan dalam bentuk workshop di beberapa tempat yang akan dikunjungi saat tur.

Hot Spot Area Fasilitasi Mahasiswa ISID

0
KAMPUS HIJAU—Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Kampus Baru Siman kini telah memiliki Hot Spot sendiri. Fasilitas internet ini diberikan kepada mahasiswa ISID untuk menunjang proses belajar mereka di Kampus Baru Siman. Hal ini disampaikan Ustadz Elvan Syaputra selaku penanggung jawab jaringan internet di Kampus Baru Siman, Jum’at (11/12). Menurutnya, dengan fasilitas intenet ini, mahasiswa ISID memiliki media penunjang guna mempermudah para mahasiswa dalam mengakses pengetahuan-pengetahuan dan pendidikan ataupun informasi lainnya baik dari blog, situs pribadi maupun situs pendidikan secara up to date.



Ide pengadaan Hot Spot, menurut Ustadz Elvan, telah muncul sejak tahun 2006 silam. Namun, keinginan ini belum dapat direalisasikan karena sebab-sebab tertentu terkait peraturan kepemilikan laptop dan komputer. Hal ini dapat diwujudkan setelah adanya legalisasi laptop dan komputer bagi mahasiswa dari Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil., pembantu rektor (purek) III ISID dua tahun kemudian.

Setelah adanya jaringan Hot Spot ini, para mahasiswa beramai-ramai membawa laptop yang hingga saat ini terhitung mencapai lebih dari 68 laptop. Dampaknya, jumlah pengguna laboratorium komputer pun semakin menurun. Meskipun begitu, hal ini dapat diimbangi dengan dampak positif yang ada. Yaitu, mempermudah mahasiswa dalam mengakses internet untuk kelancaran kuliah mereka.

Menurut penuturan Ustadz Elvan, sebelum terdapat fasilitas Hot Spot ini, 50% dari jumlah mahasiswa yang ada pergi ke warnet untuk mencari informasi yang diinginkan. Di samping itu, nilai positif yang lainnya dari adanya fasilitas ini adalah mempermudah mahasiswa berhubungan dengan para dosen, baik untuk mengirimkan tugas lewat e-mail ataupun chatting dengan dosen yang berada di luar kampus. selain itu, wawasan mahasiswa semakin bertambah dengan adanya program ini. Tanggapan dari dosen sendiri amat apresiatif. Memang, kebanyakan dosen sangat mengharapkan kehadiran program ini sejak dulu.

Darul Qiyam Sukses Gelar Panggung Gembira

0
MAGELANG—Sabtu malam (21/11), benar-benar menjadi malam yang luar biasa di lereng Gunung Merbabu, Magelang. Malam itu, 700 santri Pondok Modern Gontor 6 Darul Qiyam beserta para asatidz mereka telah menggelar suatu pertunjukan besar, Pagelaran Seni Panggung Gembira (PG). Ratusan pasang mata penonton seakan tak mampu berkedip menyaksikan sebuah pertunjukan spektakuler yang dihadirkan para santri.


Dimulai pada pukul 21.15 WIB dengan acara Hadroh dan berakhir pada pukul 00.30 WIB setelah Drama Kabaret usai, PG Gontor 6 telah mampu menampilkan pertunjukan yang menghibur, tentunya tanpa mengurangi unsur pendidikan di dalamnya. Terlihat jelas rasa puas dari raut wajah para wali santri, alumni serta warga sekitar pondok setelah menyaksikan acara ini.

Keputusan panitia untuk menampilkan tiga tokoh utama pada acara penutup, Drama Kabaret, sungguh merupakan keputusan yang tepat. Ketiga tokoh tersebut nyatanya mampu mengintegrasikan seluruh acara yang berjumlah 29 macam itu, hingga antara satu acara dengan acara lainnya menjadi suatu harmoni yang indah. Penonton pun tertarik untuk mengikuti alur cerita hingga akhir acara. Dengan kata lain, PG Gontor 6 berakhir dengan menggembirakan, happy ending.

Tak seorang pun menyangka, persiapan yang dilakukan untuk acara PG ini hanya memakan waktu 5 hari. Memang, santri-santri telah mengadakan latihan untuk acara ini sejak bulan Syawwal lalu. Namun, latihan yang mereka lakukan saat itu sama sekali belum maksimal. Perhatian pondok saat itu masih berkisar pada persiapan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PKA). Baru setelah berakhirnya Khutbatul Arsy, atau lima hari sebelum acara, para santri dan asatidz mulai berjuang keras untuk persiapan PG tahun ini. Panitia yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6, dengan bimbingan para asatidz, bekerjasama menyusun konsep acara dalam waktu yang terbatas.

Akhirnya, kerja keras para santri tidaklah sia-sia. PG telah mampu tampil dengan mempertunjukkan hiburan yang menarik dan edukatif. Di samping itu, PG kali ini tentunya mampu mempresentasikan mottonya yang berbunyi ”Membangun Persaudaraan dengan Dasar Islam.”

Mahasiswa Syari’ah Ikuti Orientasi Fakultas

0
AFGHANISTAN—Mahasiswa Fakultas Syari’ah dari semester I hingga semester terakhir secara serempak mengikuti acara Orientasi Fakultas Syari’ah yang digelar di Afghanistan Hall, Ahad (29/11) malam. Orientasi ini bertujuan memotivasi para mahasiswa, baik bagi mereka yang menggeluti Program Studi (Prodi) Mu’amalat maupun Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH), untuk berlomba-lomba meraih prestasi di Institut Studi Islam Darussalam (ISID).


Menurut penuturan Ichsan Kamil, salah satu mahasiswa Syari’ah dengan Prodi PMH, para dosen Syari’ah sangat mendukung setiap mahasiswa yang terus berupaya untuk meningkatkan prestasinya di ISID. “Seluruh dosen Syari’ah memacu semangat kami untuk segera menyelesaikan jenjang S1 dengan kualitas keilmuan yang dapat dipertanggunjawabkan. Dengan kata lain, kami diharapkan benar-benar menjadi mahasiswa yang unggul dan berkualitas,” ungkap mahasiswa asal Tangerang ini kepada Gontor Online, Senin (30/11) kemarin.

Acara yang menggantikan perkuliahan Ahad malam bagi seluruh mahasiswa Syari’ah ini diisi Pembantu Dekan (Pudek) I Fakultas Syari’ah, H. Imam Kamaluddin, Lc. M.Hum. Beliaulah yang tidak henti-hentinya mengharapkan kesuksesan para mahasiswa Syari’ah yang hadi pada acara malam itu. Selain beliau, ketua Prodi PMH, H. Imam Awaluddin, M.A., juga hadir pada acara tersebut sebagai pembicara. Dua pembicara lainnya adalah H. Khoirul Umam, M.Ec. dan Imam Hariyadi, S.H.I. Keduanya merupakan dosen Fakultas Syari’ah di ISID.

Rencananya, ungkap Ichsan, orientasi akan kembali diadakan setelah Ujian Tengah Semester (UTS). UTS sendiri akan dimulai pada hari Sabtu (5/12) mendatang di Gedung Rabithoh. Dalam orientasi dipaparkan kiprah seorang mahasiswa Syari’ah di segala lini kehidupan, di mana mereka akan menjadi rujukan bagi masyarakat di kemudian hari kelak.

English Debate Training Asah Kemampuan Berbahasa

0
AFGHANISTAN—Language Advisory Council (LAC) Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar English Debate Training bagi para santri dan guru-guru di Afghanistan Hall, Ahad (29/11) siang. Ustadz Ikhwan Agustono selaku staf LAC berpendapat, kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris perlu diasah dengan melatih kombinasi antara otak dan lisan dalam berpikir dan menyampaikan pendapat menggunakan bahasa Inggris.


Hal senada juga disampaikan Ustadz Ichsan Kamil, Senin (30/11) bahasa itu haruslah menyatu dengan pikiran kita. “Saat saya berkunjung ke The Jakarta Post, salah satu koran terkemuka di Indonesia dengan bahasa pengantar menggunakan bahasa Inggris, Pimpinan Redaksi koran tersebut mengatakan bahwa jika seseorang ingin memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif, ia haruslah mampu membuat dirinya berpikir dengan menggunakan bahasa tersebut.”
LAC kemudian berinisiatif untuk mengundang beberapa ahli debat dalam bahasa Inggris ke Gontor dengan tujuan utama meningkatkan skill berbahasa Inggris para santri dan guru. Debat sendiri secara secara tidak langsung akan membuat setiap orang belajar mengolah kata untuk menyampaikan pendapat yang telah dipikirkannya sebelum berbicara. Bisa dibayangkan, seseorang yang telah mampu berdebat dengan bahasa Inggris tentunya ia telah menjadi active speaker of English.
Trainer yang didatangkan LAC untuk mengisi acara English Debate Training ini sudah berpengalaman dalam beberapa kompetisi debat berbahasa Inggris. Salah satunya adalah Mahreta Adi Kuncoro, juara kedua dalam kompetisi English Debate Contest among Universities. Dia merupakan alumni Gontor yang telah menamatkan studinya pada tahun 2006 silam. Di Gontor, ia sempat menjadi staf Penggerak Bahasa Pusat atau lebih dikenal dengan The Center for Language Improvement (CLI).
LAC mendatangkan tiga orang trainer. Selain Kuncoro, masih ada dua lagi yang mengisi acara pelatihan debat berbahasa Inggris tersebut. Salah satunya juga alumni Gontor seangkatan dengan Kuncoro. Dia adalah Maman, seorang profesional di bidang pelatihan debat berbahasa Inggris untuk para siswa sekolah menengah atau English Debate Trainer for High School. Satunya lagi adalah Ihsan, juara kedua dalam kompetisi Asia Pacific English Debate Championship. 

 

Guru PMDG Lulus Sertifikasi Pengajar Matematika

0
KAMPUNG DAMAI—Setelah lebih dari sepekan mengikuti ujian sertifikasi mata pelajaran umum, dari hari Senin hingga Selasa, 28 September-6 Oktober 2009 lalu, akhirnya Ustadz M. Tasdiq Masyhud, S.Ag., salah satu utusan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dinyatakan lulus sebagai guru Matematika, Rabu (18/11) lalu. Sebenarnya, Gontor mengutus empat orang termasuk Ustadz Tasdiq untuk mengikuti ujian sertifikasi yang diadakan Departemen Agama (Depag) dan Departemen Pendidikan (Depdik) ini. Namun, ketiga peserta lainnya belum dinyatakan lulus pada ujian pertama. Mereka adalah Ustadz Taufiqurrahman, S.Ag., Ustadz Kholid Karomi, S.Fil. dan Ustadz Sunarto, S.Ag.

Bagi guru Madrasah Aliyah (MA) yang belum mendapatkan kesempatan untuk lulus pada ujian pertama, telah diadakan Ujian Ulang Tahap 1 (UL 1), Sabtu (21/11) lalu, akan tetapi hasilnya belum diumumkan panitia. UL 1 bagi guru-guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) diadakan dua hari setelahnya, Senin (23/11). Sedangkan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dijadwalkan mengikuti UL 1 sehari kemudian, Selasa (24/11). Kesempatan mengikuti ujian ulang hanya sekali, jika tidak mengikuti tanpa alasan yang jelas dinyatakan gugur (diskualifikasi-red). Ujian bertempat di Gedung Serba Guna (GEMA) Kampus Pusat Unesa, Ketintang Surabaya.

Peserta sertifikasi meliputi seluruh guru Matematika se-Jawa Timur. Menurut Ustadz Tasdiq, program ini sebetulnya diwajibkan karena ini merupakan program pemerintah, tetapi tetap saja ada yang tidak mengirimkan utusannya. Adapun jumlah peserta sertifikasi kali ini mencapai 400 orang lebih. Pelaksanaannya dikoordinir Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai Panitia Sertifikasi Guru Rayon 14. Para penguji terdiri dari dosen Matematika Unesa dengan berbagai macam bentuk ujian mencakup ujian tulis, praktek mengajar dan cara bersosialisasi pada saat-saat diklat. Untuk sertifikasi guru mata pelajaran umum, materi yang diujikan  meliputi Matematika, Sejarah dan Fisika disesuaikan dengan bidangnya masing-masing.

Dalam hal ini, semua mata pelajaran ada sertifikasinya. Gontor sendiri sudah beberapa kali mengikuti sertifikasi sejak program ini dicanangkan. Akan tetapi, selama ini Gontor hanya mengikuti sertifikasi untuk bidang mata pelajaran Dirosah Islamiyah saja. Barulah pada tahun ini Gontor mengikuti sertifikasi untuk mata pelajaran umum. Ustadz Tasdiq mengakui, persyaratan sertifikasi sendiri tidaklah terlalu sulit, pastinya materi yang diujikan sesuai dengan bidang yang diajarkan guru di sekolahnya. ”Tidak semua guru yang diutus bisa ikut, ada seleksinya. Tapi, khusus Gontor sendiri langsung mengikuti ujian tanpa diseleksi terlebih dahulu,” ungkap perintis Suara Gontor (Suargo) FM ini kepada Gontor Online di kediamannya, Selasa (24/11).

Lebih daripada itu, tambah ayah tiga anak ini, sertifikasi memberikan keuntungan tersendiri bagi guru yang bersangkutan. Dengan adanya pernyataan dari Depag atau Depdik bahwa guru tersebut telah lulus sertifikasi, maka secara tidak langsung akan mendapatkan jaminan untuk mengajar dimana saja diinginkan dengan status yang lebih tinggi tentunya. Dalam hal ini, pihak sekolah yang mengutus guru-gurunya untuk mengikuti program sertifikasi juga diuntungkan walaupun tidak sebesar keuntungan personal yang diperoleh setiap guru. Tentunya, dengan ditopang guru-guru yang telah lulus sertifikasi, pamor sekolah akan meningkat sekaligus dapat meningkatkan kualitas anak didiknya (insya Allah-red).

”Dengan berbagai keuntungan inilah, para guru dari berbagai jurusan mata pelajaran berbondong-bondong mengikuti program sertifikasi ini,” tutur Ustadz Tasdiq sambil tersenyum hangat.