GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar yudisium kenaikan bagi siswa kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada Sabtu (7/2) pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 14.00 WIB itu digelar di New Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dari semua kampus PMDG.
Para siswa dipanggil satu per satu menuju aula utama New BPPM. Pemanggilan dilakukan dalam tiga gelombang; siswa yang dinyatakan naik ke kelas akhir di PMDG Kampus Pusat, siswa yang belum dinyatakan naik kelas, dan mereka yang akan melanjutkan studi sebagai siswa kelas akhir di kampus-kampus cabang PMDG.

Di dalam aula, para siswa menerima pengarahan dari Pimpinan PMDG dan Direktur KMI. Momen ini menjadi ajang peneguhan niat mereka sebagai seorang calon siswa kelas akhir.
Direktur KMI, KH. Masyhudi Subari, M.A., menegaskan bahwa kesempatan duduk di kelas paling senior adalah amanah yang diberikan oleh Pimpinan PMDG.
“Bapak Kiai memberikan kesempatan kepada kalian untuk duduk di kelas 6 (kelas akhir). Kalian semua dinyatakan naik ke kelas 6,” ujar beliau. Ustadz Masyhudi mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak menumbuhkan kesombongan. Menurutnya, semangat santri harus tetap sama seperti saat pertama kali datang ke pondok.

“Sebagaimana kalian memulai menjadi santri, seperti itulah kalian menyelesaikannya,” kata beliau.
Dalam arahannya, Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menekankan pentingnya jati diri seorang santri. Beliau mengingatkan bahwa kelas akhir merupakan momentum penting yang menuntuk kedewasaan dalam bersikap. “Kita punya jati diri, harga diri, maka kita akan tahu diri,” ujarnya.
Kiai Hasan juga mengingatkan agar santri tidak terjebak dalam sikap pamer atau mencari muka. Menurut beliau, perjuangan santri adalah menegakkan kebenaran, bukan sekadar memenangkan persaingan. “Kita menegakkan kebenaran, bukan memaksakan kemenangan.”

Setelah pengarahan, para santri bersama-sama melakukan tradisi cukur jundi (menyisakan sebagian kecil rambut di depan kepala) sebagai simbol rasa syukur atas kenaikan mereka ke kelas akhir. Rentetan kegiatan tersebut akhirnya ditutup dengan sujud syukur di Masjid Jami’ PMDG yang menandai dimulainya perjalanan mereka; menjadi pasukan inti dalam dinamika kehidupan pondok.

Kontributor: Dejuan, Ghazi, Editor: Winka, Alif, Johansyah
Related Articles:
Peringatan Nuzulul Quran: Momentum Tadabbur Hikmah Al-Qur’an
Muntada Lughah Resmi Ditutup, Santri Kelas 5 Perkuat Komitmen Berbahasa