Home Blog Page 116

KMD : Membentuk Generasi yang Militansi

0

Darul Ma’rifat – (26/07/22) Kursus Mahir Tingkat Dasar atau yang biasa disebut dengan KMD di Pondok Modern Darussalam Gontor  Kampus 3 merupakan pelatihan kepramukaan yang diikuti oleh seluruh santri kelas 5 dengan jumlah 367 santri sebagai peserta yang sudah dipersiapkan untuk menjadi pembina ketika acara pramuka sedang berlangsung. Acara ini dimulai pada hari Kamis yang lalu yang ditandai dengan pengadaan Pre-Test yang diikuti oleh seluruh santri kelas 5 untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan mereka tentang kepramukaan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi-sesi pelatihan kepramukaan lainnya sebagai pembekalan  dan kelayakan mereka untuk menjadi pembina nanti.

acara yang diadakan selama 7 hari ini mengharuskan mereka untuk bertempat tinggal di bumi perkemahan yang terletak di selatan Sport Hall Gontor Kampus 3 dari pagi hingga malam selama pelatihan ini berlangsung. Timing kegiatan mereka yang menjadi rutinitas  sejak pagi hingga malam hari adalah senam Bersama di pagi hari kemudian dilanjutkan dengan materi sesi 1 hingga menjelang waktu dhuhur,sholat dhuhur berjamaah, materi sesi 2 hingga menjelang sholat ashar, sholat ashar berjamaah, resuming materi yang sudah dilaksanakan dan persiapan sholat maghrib , makan malam, sholat isya, menyelesaikan penulisan resume, dan istirahat.

Selain untuk membekali para santri kelas 5 untuk menjadi pembina, mereka juga dilatih untuk memiliki ukhuwwah islamiyyah antara satu dengan lainnya, juga kemandirian agar tidak menggantungkan diri dengan yang lainnya. Setelah semua season selesai mereka diharapkan mampu untuk menyerap seluruh materi yang sudah disampaikan dan diadakan Post-Test untuk memantau sejauh mana perkembangan mereka dalam kepramukaan selama Pelatihan KMD ini dilaksanakan. Di penghujung latihan ini ditutup dengan acara unggun gembira untuk melepas rasa penat dan juga sebagai hiburan atas seluruh pelatihan yang sudah mereka rasakan. Inilah wujud sebarapa jauh Gontor menyiapkan  para santrinya untuk menjadi kader yang tidak hanya memimpin tapi juga mendidik untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa, seperti salah satu falsafah kehidupan Pondok Gontor yang disampaikan Oleh K. H. Abdullah Syukri Zarkasyi ‘Pendidik itu pasti bisa Memimpin, tetapi Pemimpin belum tentu bisa Mendidik’(Aria Kamal)

Penyembelihan Hewan Qurban 1443 H

0

(09/07/22)Darul Ma’rifat, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi Al Hamdu…….. suara takbir masih terdengar di salah satu sudut Pondok Gontor 3, dimana diadakannya penyembelihan hewan-hewan qurban.

Setelah usai melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah, panitia Qurban tahun ini yang terdiri dari para guru, siswa kelas 6 dan juga kelas 5 bersiap siap untuk mengadakan penyembelihan hewan-hewan qurban pada hari raya Idul Adha ini. Adapun pembagian dari bagian-bagian kepanitiaan ini qurban kali ini, sebagai berikut : bagian penyembelihan, bagian pengasahan pisau, bagian perawatan hewan qurban, bagian logistic, dsb.

Pada tahun ini Pondok mendapatkan  15 ekor sapi, dan 46 ekor kambing yang siap dikurbankan, ujar Ketua Panitia Qurban, Al Ustadz Roni Pratama, pola pembagian hewan qurban akan dilaksanakan seperti yang diarahkan oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi bahwa hewan qurban akan dibagikan kepada masyarakat dengan system zonasi, dan hewan yang dibagikan masih hidup sehingga pola pembagiannya akan lebih merata, dikarenakan mereka lebih mengetahui tentang keadaan dan kebutuhan masyarakat di sana, dan jika mereka tidak memiliki orang yang dipercaya dalam penyembelihannya maka dari pihak Pondok siap mengutus salah satu guru untuk menyembelihkan hewan qurban tersebut. (aria kamal)

Lomba Vocal Group Antar Kelas 1443 : Eratkan Hubungan Wali Kelas dengan Anak Didiknya

0

Darul Ma’rifat – (10/07/22) disaat gema takbir menggelegar, para panitia qurban sedang disibukkan dengan segala persiapan yang harus mereka siapkan untuk penyembelihan qurban, di sisi lainnya para wali kelas juga sedang sibuk dengan persiapan lomba Vocal Group dan nasyid antar Kelas yang dilaksanakan setelah sholat iedul adha selesai. Para wali kelas dan juga anggota setiap Angkatan sudah menyiapkan diri mereka masing-masing setengah bulan lamanya, dimana para santri kelas 5 dan 6 sedang sibuk menyiapkan pergelaran seni akbar mereka.

Acara yang dipanitiai oleh santri kelas 5 ini dimulai pada pukul 08.45 pagi setelah para santri menunaikan sholat Idul Adha, kemudian acara ini dibuka secara resmi Al Ustadz Witoto, S. Pd. I, dengan menyampaikan beberapa nasehat, bahwa pelaksanaan  acara ini bukanlah sekedar pelaksanaan, karena di dalamnya terdapat pengorbanan-pengorbanan berupa tenaga, pikiran, dan juga harta yang sudah dilakukan para wali kelas dan anggota kelasnya.

Rentetan acara pada perlombaan kali ini dimulai dengan penampilan kelas 3, kelas 1, kelas 4, kelas 2, dan diakhiri dengan kelas 3 int. setelah semua penampilan usai, para juri mengumumkan bahwa juara 1 vocal group diperoleh kelas 4, dan juara 1 nasyid juga diperoleh oleh kelas 3. Setelah perlombaan usai diadakan perfotoan untuk tiap-tiap Angkatan di depan aula BPPM Gontor 3.(Aria Kamal)

REFORMASI : GONTOR MENUJU KEORGANISASIAN YANG LEBIH BAIK

0

Gontor mendidik santriwati dengan penuh kedisiplinan. Dan dengan disiplin kita maju. Dengan ini berdirilah Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka (KGP) sebagai tangan kanan bapak wakil pengasuh. Sebagai pengurus yang mendirikan kedisiplinan tentulah diri sendiri juga harus berdisiplin. Dengan adanya berdisiplin inilah hubungan antara organisasi dapat berjalan dengan baik, seirama, sesuai dengan peran, fungsi dna tugasnya.

Bila ada kendala yang mengganggu kinerja ini tentulah harus diambil tindakan khusus. Oleh karena itu bapak wakil pengasuh Pondok Modern Gontor Putri 2 lalu mengadakan reformasi pada tanggal 20 Juli 2022 kemarin. Beberapa pengurus ada yang yang diaktifkan, nonaktifkan, atau yang dipindah posisikan untuk mencapai akhir yang lebih baik.

Bersamaan dengan reformasi, dilantik jugalah beberapa kader-kader dari kelas 5 di beberapa bagian khusus seperti koperasi toko pelajar, kopersi warung pelajar, koperasi dapur dan bagian penerangan. Dengan adanya kaderisasi ini juga diharapkan dapat meneruskan ilmu-ilmu yang ada sehingga tidak pernah mati walaupun pengurus organisasi terus beraganti setiap tahunnya.  RNM

Gelaran Apel Tahunan; Khidmat, Anggun, Menawan

0

KARANGBANYU – Mengusung tema “Gontor Mencetak Generasi Amanah, Menuju Khoiru Ummah”, gelaran Apel Tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 terlaksana meriah dengan unsur pendidikan yang mendominasi.

Ahad (19/6), rentetan acara Apel Tahunan diawali dengan upacara resmi, dilanjutkan dengan pertunjukan kreasi-kreasi santriwati, lalu diakhiri dengan pawai barisan. Tepat pukul 7 pagi acara dimulai. Seketika suasana hiruk-pikuk di lapangan menjadi hening, saat pembawa acara membacakan himbauan.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Al-Ustadz H. M. Badrun Syahir, M.A., wakil pengasuh PMDG Putri Kampus 3. Di antara amanat Pimpinan PMDG yang dibacakan beliau adalah ajakan untuk bersyukur atas pencapaian pondok Gontor saat ini. Perkembangan PMDG hingga saat ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, merupakan anugerah dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Usai upacara, di hadapan para hadirin, beberapa santriwati menyuguhkan kreasi-kreasinya. Seni tari, seni tarik suara, keterampilan berpramuka, dan seni musik perkusi (hadrah), semuanya tersaji indah, harmonis, anggun, nan menawan.

Saat pawai barisan, Siswi Akhir KMI 2023 memboyong maskot berupa bunga anggrek. Keindahannya yang abadi berisi harapan agar pesona Generasi Amanat (nama angkatan siswa/i akhir 2023) pun lestari. Farouq

Reformasi Pengurus Perkuat Struktur baru OPPM dan KGGP

0

MantinganPondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan Reformasi Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP) yang berlangsung di Auditorium Gontor Putri 1 pada Rabu (21/7/2022) lalu.

Reformasi dilakukan dengan melihat hasil usaha pada masa Panitia Bulan Ramadhan (PBR) dan Bulan Syawwal (PBS). Para pengurus PBR maupun PBS yang dianggap memiliki etos kerja yang baik, dipanggil untuk menduduki bagian yang telah ditentukan. Hal ini untuk pemerataan tugas bagi kelas 6 serta sebagai penguat struktur kepengurusan.

Turut hadir pada acara ini Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. M.Ag, Bapak Wakil Direktur Al-Ustadz Arif Irfanudin, Lc., seluruh asatidz dan ustadzah serta seluruh santriwati kelas 6 dan kelas 5.

Sambutan oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al-Ustadz Mujib Abdurrhman, Lc., M.Ag

Dalam sambutannya, Bapak Wakil Pengasuh mengingatkan kembali bahwa semua yang ada di Pondok adalah pendidikan, maka di manapun kita berada, dan siapapun kita, harus bersungguh-sungguh dan berikhtiar kepada Allah. “Tugas kita adalah berpikir keras, bekerja keras dan berdo’a keras. Untuk hasilnya kita serahkan kepada Allah,” tegasnya.

Selepas penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan oleh Bapak Wakil Pengasuh sekaligus pelantikan dan pembacaan sumpah oleh pengurus OPPM dan KGGP yang baru direformasi. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Bapak Wakil Direktur KMI.

Pembacaan sumpah oleh pengurus OPPM dan KGGP yang baru direformasi

Adapun jumlah pengurus yang diangkat dari Rayon ke OPPM sebanyak 22 orang pengurus dari kelas 6 dan lima orang kader dari kelas 5, sedangkan pengurus yang diangkat dari Rayon ke KGGP sejumlah empat orang. Sehingga dengan adanya reformasi ini, pengurus OPPM yang diketuai oleh Ikhfina Rizkia Siswanto (Kediri/6C) dan Nasywa Dhyiaul Haq (Cirebon/6B) memiliki anggota sebanyak 226 pengurus pada 22 bagian, sedangkan KGGP yang dipimpin oleh Siti Wafiq Azizah (Malang/6B) dan Salma (Medan/6C) beranggotakan 52 pengurus yang menduduki 8 bagian.

Di samping itu, acara reformasi berjalan dengan sangat khidmat dan tertib. Ke depannya, setelah adanya reformasi ini, diharapkan kepengurusan OPPM dan KGGP dapat lebih optimal dari sebelumnya dalam menjalankan tugas. ama

Panitia Bulan Syawal Purnatugas

0

KARANGBANYU – Bulan Syawal usai, purna pula bakti Panitia Bulan Syawal (PBS). Sebelum mereka mengembalikan mandat ke Pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern), Pengasuhan Santriwati menggelar acara Laporan Pertanggungjawaban PBS. Hal itu dimaksudkan tidak lain adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri para santriwati.
Senin – Selasa (30/5 – 1/6), tiap bagian di PBS melaporkan kinerjanya. Seluruh warga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 hadir pada acara yang diselenggarakan di auditorium.
“Uniknya, peraturan di Gontor ini tidak semuanya serta merta datang dari atas; dari Kiai langsung, tapi nyatanya peraturan-peraturan itu merupakan usulan-usulan dari yang bawah, yang kemudian disetujui di dalam forum-forum seperti musyawarah kerja” Ujar Al-Ustadz M. Badrun Syahir, M.A., Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 3, saat memberikan pengarahan tentang peran dan teknis berorganisasi di Gontor.
Kepanitiaan Bulan Syawwal resmi berakhir dengan prosesi serah terima amanat dari ketua PBS, Syifa Syauqiya (6E), Nabilla Fitri Deinika (6H) kepada Ketua OPPM, Nafisah Kurnia Putri (6B) dan Shafa Vania Putri (6E). Farouq

Tiga Unsur Pendidikan dalam Art, Handicraft and Sport Show

0

Hari Jum’at (22/7) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Art, Handicraft and Sport Show. Kegiatan ini bertempat di dalam Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sebelah timur BPPM, dan juga di lapangan gedung Aligarh.

Sesuai dengan namanya, Art, Handicraft and Sport Show merupakan ajang pameran kegiatan ekstrakurikuler di PMDG dalam bidang olahraga dan kesenian yang diadakan dua kali dalam setahun. Adapun kali ini pameran tersebut resmi dibuka secara seremonial pada pukul 08.00 WIB oleh Al-Ustadz H. Anwar Boyaman, dengan disaksikan oleh santri PMDG. Dalam sambutannya beliau berpesan tentang 3 unsur penting yang harus selalu disertakan dalam kehidupan, yaitu: ilmu, keterampilan, dan jiwa seni. Dengan adanya ketiga unsur tersebut dalam kehidupan seorang santri, maka ia pasti akan menjadi orang yang berguna.

Ketiga unsur tersebutlah yang kemudian dikembangkan oleh PMDG menjadi kegiatan Art, Handicraft and Sport Show yang diadakan setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak santri terjun ke dunia seni dan juga olahraga, sehingga para santri tidak hanya ahli di bidang akademis saja, namun tetap memiliki keterampilan dan juga jiwa seni yang tinggi.

Adapun jumlah stand yang berpartisipasi meramaikan pameran Art, Handicraft and Sport Show tahun ini adalah 27 stand; yang terdiri dari 19 stand klub olahraga dan 8 stand kursus kesenian. Klub olahraga tersebut mencakup cabang olahraga sepak bola, basket, voli, takraw, bulu tangkis, futsal dan tenis meja. Adapun kursus kesenian yang ada bergiat di bidang yang beraneka ragam; mulai dari seni musik, kaligrafi, lukis, teater, bela diri, serta seni keterampilan. Dengan banyaknya jumlah stand yang tersedia pada pameran ini, maka para santri dapat dengan bebas memilih kegiatan ekstrakurikuler apa yang ingin ia ikuti dan juga tekuni.

(Berita: Mahadi, Foto: Muadz, Editor: Husain, Nezzard, Reviewer: Riza Ashari)

Related Articles:

Mahadasa Show 2022 dan Pesan Unik bagi Mahasiswa Guru

Darussalam Art Day, Munculkan Bakat Seni Santri

Art, Sport, and Handicraft Show Sarana Mengembangkan Bakat Santri

Vocal Group Antar Kelas, Ceria Santri di Hari Raya Idul Adha

0

DARUSSALAM – Hari Raya Idul Adha merupakan momen yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan. Di samping memperingati hari bersejarah tersebut dengan beribadah, para santri turut mengekspresikan keceriaan itu dengan memupuk kesemangatan dan bernyanyi bersama di lomba Vocal Group Antar Kelas.

Acara tersebut diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Sabtu (9/7) pagi. Dimulai pada pukul 08.30 WIB, sambutan pembuka disampaikan oleh Al-Ustadz Jumhurul Umami, M.Cs. mewakili Bapak Pimpinan PMDG. Beliau menjelaskan bahwa seni merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan ekspresi, pesan, bahkan menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

“Di Gontor, musik juga sering digunakan sebagai sarana untuk berdakwah; baik itu melalui aransemennya, maupun pesan-pesan yang terkandung di dalam liriknya,” ungkap beliau.

Peserta lomba merupakan siswa KMI kelas 1 sampai kelas 4, yang masing-masing menampilkan performa tarik vokal mereka dalam vocal group dan nasyid. Adapun kriteria yang dinilai oleh juri secara umum terdiri dari 4 kriteria utama; yaitu dari segi vokal, musik, penjiwaan, dan penampilan, serta beberapa kriteria tambahan seperti kostum, properti, koreografi, dan kekompakan.

Tidak mau kalah dengan adik kelasnya, siswa kelas 5 dan 6 pun turut menunjukkan kebolehannya di panggung vocal group. Meskipun tidak menjadi peserta, namun penampilan yang mereka suguhkan sangatlah meriah dan mengundang riuh tepuk tangan dari para penonton.

Adapun perolehan nilai oleh masing-masing peserta serta pemenang lomba dari hasil penilaian dewan juri adalah sebagai berikut:

Perolehan Nilai Peserta Vocal Group Antar Kelas 1443/2022

PesertaVocal GroupNasyid
Kelas 1350315
Kelas 1 Intensif360240
Kelas 2450320
Kelas 3415270
Kelas 3 Intensif420270
Kelas 4480310

Juara Vocal Group Antar Kelas 1443/2022

KategoriJuara
Juara 1 Vocal GroupKelas 4
Juara 2 Vocal GroupKelas 2
Juara 3 Vocal GroupKelas 3 Intensif
Juara 1 NasyidKelas 2
Juara 2 NasyidKelas 1
Juara 3 NasyidKelas 4
Aransemen TerbaikKelas 3
Vokalis TerbaikFerdy Ardiyansyah (3 Intensif I)
Juara FavoritKelas 1 Intensif
Juara UmumKelas 4

(Berita: Husain, Foto: Rayza, Editor: Nezzard, Reviewer: Riza Ashari)

Related Articles:

Pelatihan Fiqh Qurban, Edukasi bagi para Santri dan Masyarakat Jelang Hari Raya Idul Adha

Lomba Vocal Group Tampil Beda

Penghujung Acara Liburan, Vocal Group Antar Rayon Meriahkan Darussalam

Ceramah Ustadz Abdul Somad di Masjid Jami’ PMDG: Dahulukan Adab sebelum Ilmu

0

Pada hari Jum’at (8/7), keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) beramai-ramai hadir di Masjid Jami’ PMDG guna mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Al-Ustadz H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. Beliau menyampaikan ceramahnya seusai menunaikan shalat Shubuh berjamaah. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan tentang pentingnya bagi seorang muslim untuk memiliki adab. Adab harus didahulukan dari berbagal hal dalam kehidupan kita. Dan untuk menjelaskan hal tersebut, beliau mengisahkan beberapa contoh perbuatan dengan adab mulia yang dapat dijadikan pelajaran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah memuji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena ibadahnya, shalatnya, ataupun hal serupa. Tapi Allah memuji Rasul-Nya karena kemuliaan adabnya. Allah befirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ (القلم: ٤)

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti luhur,” (Q.S. Al-Qalam: 4)

Kemudian, suatu ketika Rasulullah pernah melakukan shalat sepanjang malam hingga mengakibatkan kakinya bengkak. Lantas ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, “Kenapa engkau melakukan semua ini, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lampau maupun yang akan datang?” lalu Rasulullah menjawab, “Itulah yang aku kerjakan, agar menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Sedemikian rupa akhlak mulia yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah. Maka, tidak heran jika para ulama mengisyaratkan tentang pentingnya adab. “Adab di atas ilmu”, atau “Adab sebelum ilmu”.

Kemudian dalam hal lain, Allah tidak pernah memanggil Rasulullah dengan sebutan nama beliau sebagaimana Allah memanggil Nabi Adam, Musa, Yahya, dan Isa ‘alaihimussalaam dengan nama mereka langsung. Tapi Allah memanggil dengan sebutan ‘Rasulullah’ ataupun ‘Nabi’. Demikianlah Allah mengajarkan kita cara beradab kepada Rasulullah Shallallau ‘Alaihi wa Sallam.

Dalam kisah lain, suatu hari Rasulullah pulang ke rumah salah satu istrinya kemudian memakan madu namun madu tersebut tidak sedap baunya. Ketika Rasulullah pulang ke rumah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Aisyah lantas bertanya kepada Rasulullah, “Aku telah mencium bau yang tidak sedap,” dan Rasulullah pun menjawab bahwa ia tidak memakan sesuatu seperti itu hari ini. Lalu turunlah firman Allah yang berbunyi:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِى مَرْضَاتَ أَزْوَٰجِكَ (التحريم: ١)

Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu?” (At-Tahrim: 1)

Demikian cara Rasulullah memuliakan dan menyenangkan istrinya. Sementara kebanyakan orang mengaitkan wanita dengan kekurangan ataupun aibnya, namun Rasulullah senantiasa menghormati kaum wanita dan tidak mengumbar kekurangannya.

Selain Rasulullah, para ulama juga memiliki adab yang mulia. Contohnya Imam Syafi’i; ia melakukan perjalanan yang dimulai dari Mekkah setelah selesai menuntut ilmu dari Imam Sufyan bin ‘Uyaynah. Kemudian ia melanjutkan menuntut ilmu ke Madinah dengan Imam Malik bin Anas, kemudian melanjutkan lagi ke Yaman, lalu ke Baghdad, hingga sampai ke Kufah. Kufah merupakan kota tempat tinggalnya Imam Abu Hanifah, sehingga masyarakatnya bermazhab Hanafi. Ketika Imam Syafi’i menjadi imam shalat Shubuh, ia tidak membaca qunut sebagaimana biasanya ia lakukan. Orang-orang pun bertanya, “Mengapa engkau tidak membaca qunut?” Imam Syafi’i menjawab, “Untuk menghormati Imam Abu Hanifah,” begitulah adab Imam Syafi’i menghormati Imam Abu Hanifah, padahal ketika itu Imam Abu Hanifah telah wafat. Ia ingin mengajarkan kepada orang-orang, bahwa ia tidak ingin menunjukkan mazhabnya di daerah yang telah berlaku mazhab lain di sana.

Adapun kisah lainnya datang dari salah satu ulama asal Indonesia, yaitu K.H. Idham Chalid. Suatu hari ia mengunjungi makam Imam Baidhawi yang ada di Mesir, kemudian ia berjalan menuju makam dengan melepas sandalnya. Lantas orang-orang bertanya mengapa ia berbuat seperti itu, sedangkan ia adalah salah satu orang besar dan terpandang. Ia pun menjawab, “Bagaimana mungkin orang biasa seperti aku berjalan di atas tanah dengan alas kaki sementara aku berada di hadapan seorang wali Allah?”

Demikianlah Ustadz Abdul Somad menceritakan beberapa kisah yang mengisyaratkan tentang betapa utamanya adab yang mulia. Semoga dengan kisah-kisah tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi para santri dan para pembaca, untuk senantiasa memperbaiki adab dan pribadi sebagai seorang muslim. (Berita: Husain Zahrul, Foto: Irfan, Editor: Nezzard, Reviewer: Riza Ashari)

Related Articles:

UAS: Bukan Guru di Tengah Murid, Namun Hanya Murid yang Diberi Sedikit Kemuliaan

Silaturahim ke Gontor, UAS Isi Tabligh Akbar dengan Tema “Santri Sebagai Generasi Khairu Ummah”

Kiai Hasan Bertemu UAS