Disampaikan oleh Guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Imam Shobari di Masjid Jami’, Kamis, 2 Ramadhan 1447 H
- Bersyukur, karena kita dapat melaksanakan shalat shubuh berjama’ah di masjid pada pagi ini.
- Allah SWT akan melipat-gandakan pahala di bulan Ramadhan.
- Kuliah shubuh ini sangat penting bagi kita, KH. Hasan Abdullah Sahal membuka kuliah shubuh ini kemarin.
- Inspirator dalam pendidikan umat modern. Beliau, KH. Ahmad Sahal mondok di pondok salaf, beliau mementingkan tauhid.
- Kiai Sahal selalu mengingatkan dan mengajarkan perkara Tauhid, karena Tauhid merupakan pondasi agama.
- Dulu tempat-tempat gelap, oleh karena itu angker. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi karena setannya sudah berkeliaran.
- Puasa, mementingkan lingkungan berpuasa. Karena, orang yang berpuasa menjaga pondok dengan membuat bi’ah (lingkungan) puasa.
- Yang melihat KH. Ahmad Sahal berkhutbah disini tinggal sedikit. Dulu, beliau berkhutbah di Masjid Pusaka. Hanya beberapa orang saja yang tinggal di pondok.
- Sekarang adalah bulan puasa, maka harus berbuat baik sebaik-baiknya.
- Pondok berpuasa sesuai dengan akidah.
- Doa, ketika kamu menginginkan berkah, allahumma ahillahu bi-l-yumni, wa-l-imani, wa-s-salamati, wa-l-islami.
- Hidup itu kalau tidak berkah maka tidak baik. Puasa kita supaya baik harus meminta berkah. Kalau kita meminta berkah, maka Allah akan menunjukkan perbuatan yang baik-baik saja, dengan munculnya hilal, maka kita meminta berkah dengan berpuasa.
- Oleh karena itu, kita tetap meminta perlindungan dan kebaikan kepada Allah dengan cara meningkatkan iman dan berpuasa.
- Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan beriman, maka Allah akan menghapus dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.
- Kita mengamalkan puasa 30 hari penuh supaya mendapatkan berkah dari Allah SWT.
- Islam juga sama meminta berkah kepada Allah, agar Islamnya berkah.
- Kita berpuasa bukan karena minta dipuji oleh orang lain, bukan untuk kuat-kuat-an, namun karena perintah dari Allah dan karena Iman dan salah satu dari rukun Islam.
- KH. Ahmad Sahal, dan KH. Hasan Abdullah Sahal, ketika kuliah shubuh juga menjaminkan tentang kemurnian Tauhid. Akidah adalah ruh.
- Yang sampai datang setiap hari dan duduk di paling depan banyak yang datang dan tidak mengantuk. Meskipun lama, namun tidak ada yang bergeser dari tempat duduknya sampai selesai, karena KH. Ahmad Sahal kalau berpidato menyenangkan. Dengan nada dan semangat yang luar biasa dan menjiwai dengan betul.
- Kalau dulu di desa Gontor ini banyak tempat angker, mulai hilang karena sudah didatangi oleh KH. Ahmad Sahal dan hasilnya tidak menemukan apa-apa. Tidak ada sesuatu yang sakti Karena yang maha kuasa adalah Allah SWT.
- Bukan hanya sampai situ saja, namun dengan apapun yang ragu dalam melakukan akidah. Allah Maha Kuasa, Maha Suci, Maha Benar.
- Ada orang tidak menuhankan Allah, namun ada yang menuhankan harta. Yang kaya bukanlah manusia, namun yang kaya adalah Allah Swt.
- Ketika kamu ragu dalam beribadah dan malah menyembah harta, maka tanamkan kata “لَا ”, itulah yang harus diperjuangkan agar kita kalau berjuang kita tidak ragu-ragu.
- Kalau jihad tidak usah berpaling dan harus fokus dalam perjuangan kita menuju ridha Allah Swt. Niscaya Allah akan menunjukkan jalan-jalan-Nya, bermacam-macam jalan menuju kesuksesan. Maka, orang yang mau sukses harus jihad dan sungguh-sungguh. Sama saja kalau belajar harus sungguh-sungguh, begitupun dalam berlomba dalam permainan harus bersungguh-sungguh.
- KH. Imam Zarkasyi juga sangat bagus sekali, dengan membaca tashbih, tahmid, dan ishtigfar 33x.
- Kalau kamu ragu-ragu segera mengatakan subhanallah, karena tidak ada orang yang tidak was-was dan ragu-ragu, dan menyerahkan segalanya kepada Allah Swt. Dengan begitu mulai lega hatinya, tidak takut lagi, tidak pesimis dan minder.
- Ketika kamu menyebut Subhanallah dan Alhamdulillah tidak hanya setelah shalat, namun kapan saja, sewaktu-waktu tidak hanya 33x.
- Kalau takut difitnah sebutkan saja subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaha wallahuakbar. Bukan tawaakul tapi tawakkul, kita bersandar kepada Allah. Allah yang menentukan dan oleh memilih yang terbaik.
- Subhanallah wabihamdihi, subhanallahi-l-adzim. Siti Juwair yang wirit sampai siang dan lama. Dia berkata kalau dia diajari seperti itu. Kalau seperti itu maka pahala yang ditimbang akan lebih dari apa yang dikatakan. Tidak berat untuk mengatakan ini, cukup 3 kali sudah cukup dan tak perlu sampai lama-lama.
- Subahnallah wabihamdihi, ‘adada khalqihi, wazinata arsyihi, wamidadakalimatih.
- Semuanya harus mengerjakan kebaikan karena pada bulan Ramadhan ini kita panen pahala, pol-polan. Karena kita sebelumnya sudah menanam dengan berpuasa sebelum bulan Ramadhan, terbiasa dengan shadaqah maka sekaranglah puasa Ramdhan.
- Harus dikerjakan dengan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaaan yang baik dengan memanen. seperti orang yang menebarkan benih, kemudian harus dirawat terlebih dahulu baru bisa dipanen. Memelihara tanamn kita artinya menjaga ibadah kita.
- Mulai dari bulan Sya’ban kita sudah menjaga ibadah kita. Kalau dijaga dengan baik, maka bulan Ramadhan ini saat-saat panen.
- Pada masa ramadhan ini, masa panen ini jangan melakukan hal yang tidak positif.
- Semoga dalam bulan puasa ini Allah memberikan panen-nan yang melimpah. Itu semua harus dimulai dengan berniat. Itu proses untuk menuju hashoh (hasil panen). Oleh karena itu harus melakukan hal-hal yang baik begitupun di bulan-bulan yang akan datang.
Notulen: Hilmi
Related Articles:















