Home Blog Page 13

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

0

Disampaikan oleh Guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Imam Shobari di Masjid Jami’, Kamis, 2 Ramadhan 1447 H

  • Bersyukur, karena kita dapat melaksanakan shalat shubuh berjama’ah di masjid pada pagi ini.
  • Allah SWT akan melipat-gandakan pahala di bulan Ramadhan.
  • Kuliah shubuh ini sangat penting bagi kita, KH. Hasan Abdullah Sahal membuka kuliah shubuh ini kemarin.
  • Inspirator dalam pendidikan umat modern. Beliau, KH. Ahmad Sahal mondok di pondok salaf, beliau mementingkan tauhid.
  • Kiai Sahal selalu mengingatkan dan mengajarkan perkara Tauhid, karena Tauhid merupakan pondasi agama.
  • Dulu tempat-tempat gelap, oleh karena itu angker. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi karena setannya sudah berkeliaran.
  • Puasa, mementingkan lingkungan berpuasa. Karena, orang yang berpuasa menjaga pondok dengan membuat bi’ah (lingkungan) puasa.
  • Yang melihat KH. Ahmad Sahal berkhutbah disini tinggal sedikit. Dulu, beliau berkhutbah di Masjid Pusaka. Hanya beberapa orang saja yang tinggal di pondok.
  • Sekarang adalah bulan puasa, maka harus berbuat baik sebaik-baiknya.
  • Pondok berpuasa sesuai dengan akidah.
  • Doa, ketika kamu menginginkan berkah, allahumma ahillahu bi-l-yumni, wa-l-imani, wa-s-salamati, wa-l-islami.
  • Hidup itu kalau tidak berkah maka tidak baik. Puasa kita supaya baik harus meminta berkah. Kalau kita meminta berkah, maka Allah akan menunjukkan perbuatan yang baik-baik saja, dengan munculnya hilal, maka kita meminta berkah dengan berpuasa.
  • Oleh karena itu, kita tetap meminta perlindungan dan kebaikan kepada Allah dengan cara meningkatkan iman dan berpuasa.
  • Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan beriman, maka Allah akan menghapus dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.
  • Kita mengamalkan puasa 30 hari penuh supaya mendapatkan berkah dari Allah SWT.
  • Islam juga sama meminta berkah kepada Allah, agar Islamnya berkah.
  • Kita berpuasa bukan karena minta dipuji oleh orang lain, bukan untuk kuat-kuat-an, namun karena perintah dari Allah dan karena Iman dan salah satu dari rukun Islam.
  • KH. Ahmad Sahal, dan KH. Hasan Abdullah Sahal, ketika kuliah shubuh juga menjaminkan tentang kemurnian Tauhid. Akidah adalah ruh.
  • Yang sampai datang setiap hari dan duduk di paling depan banyak yang datang dan tidak mengantuk. Meskipun lama, namun tidak ada yang bergeser dari tempat duduknya sampai selesai, karena KH. Ahmad Sahal kalau berpidato menyenangkan. Dengan nada dan semangat yang luar biasa dan menjiwai dengan betul.
  • Kalau dulu di desa Gontor ini banyak tempat angker, mulai hilang karena sudah didatangi oleh KH. Ahmad Sahal dan hasilnya tidak menemukan apa-apa. Tidak ada sesuatu yang sakti Karena yang maha kuasa adalah Allah SWT.
  • Bukan hanya sampai situ saja, namun dengan apapun yang ragu dalam melakukan akidah. Allah Maha Kuasa, Maha Suci, Maha Benar.
  • Ada orang tidak menuhankan Allah, namun ada yang menuhankan harta. Yang kaya bukanlah manusia, namun yang kaya adalah Allah Swt.
  • Ketika kamu ragu dalam beribadah dan malah menyembah harta, maka tanamkan kata “لَا ”, itulah yang harus diperjuangkan agar kita kalau berjuang kita tidak ragu-ragu.
  • Kalau jihad tidak usah berpaling dan harus fokus dalam perjuangan kita menuju ridha Allah Swt. Niscaya Allah akan menunjukkan jalan-jalan-Nya, bermacam-macam jalan menuju kesuksesan. Maka, orang yang mau sukses harus jihad dan sungguh-sungguh. Sama saja kalau belajar harus sungguh-sungguh, begitupun dalam berlomba dalam permainan harus bersungguh-sungguh.
  • KH. Imam Zarkasyi juga sangat bagus sekali, dengan membaca tashbih, tahmid, dan ishtigfar 33x.
  • Kalau kamu ragu-ragu segera mengatakan subhanallah, karena tidak ada orang yang tidak was-was dan ragu-ragu, dan menyerahkan segalanya kepada Allah Swt. Dengan begitu mulai lega hatinya, tidak takut lagi, tidak pesimis dan minder.
  • Ketika kamu menyebut Subhanallah dan Alhamdulillah tidak hanya setelah shalat, namun kapan saja, sewaktu-waktu tidak hanya 33x.
  • Kalau takut difitnah sebutkan saja subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaha wallahuakbar. Bukan tawaakul tapi tawakkul, kita bersandar kepada Allah. Allah yang menentukan dan oleh memilih yang terbaik.
  • Subhanallah wabihamdihi, subhanallahi-l-adzim. Siti Juwair yang wirit sampai siang dan lama. Dia berkata kalau dia diajari seperti itu. Kalau seperti itu maka pahala yang ditimbang akan lebih dari apa yang dikatakan. Tidak berat untuk mengatakan ini, cukup 3 kali sudah cukup dan tak perlu sampai lama-lama.
  • Subahnallah wabihamdihi, ‘adada khalqihi, wazinata arsyihi, wamidadakalimatih.
  • Semuanya harus mengerjakan kebaikan karena pada bulan Ramadhan ini kita panen pahala, pol-polan. Karena kita sebelumnya sudah menanam dengan berpuasa sebelum bulan Ramadhan, terbiasa dengan shadaqah maka sekaranglah puasa Ramdhan.
  • Harus dikerjakan dengan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaaan yang baik dengan memanen. seperti orang yang menebarkan benih, kemudian harus dirawat terlebih dahulu baru bisa dipanen. Memelihara tanamn kita artinya menjaga ibadah kita.
  • Mulai dari bulan Sya’ban kita sudah menjaga ibadah kita. Kalau dijaga dengan baik, maka bulan Ramadhan ini saat-saat panen.
  • Pada masa ramadhan ini, masa panen ini jangan melakukan hal yang tidak positif.
  • Semoga dalam bulan puasa ini Allah memberikan panen-nan yang melimpah. Itu semua harus dimulai dengan berniat. Itu proses untuk menuju hashoh (hasil panen). Oleh karena itu harus melakukan hal-hal yang baik begitupun di bulan-bulan yang akan datang.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

Berdayakan Aset Wakaf, Gontor Dirikan Lapangan Mini Soccer

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) membangun fasilitas mini soccer dengan nama La Tansa Mini Soccer di atas lahan wakaf miliknya di pusat kota Ponorogo. Proyek ini diluncurkan pada pertengahan Februari 2026.

Lapangan tersebut menggunakan rumput sintetis kualitas premium dan dilengkapi sistem pencahayaan untuk pertandingan malam hari. Fasilitas pendukungnya meliputi kamar mandi, musala, kafe, serta area parkir. Kehadiran La Tansa Mini Soccer ini disebut sebagai yang pertama di Ponorogo dengan standar modern serupa.

Wakil Ketua YPPWPM, Al Ustadz Hanif Hafidz, mengatakan pembangunan ini berawal dari arahan Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, agar lahan wakaf yang belum termanfaatkan dapat dioptimalkan. “Lahan di tengah kota ini sebelumnya belum produktif. Arahan pimpinan agar wakaf dihidupkan menjadi dasar pembangunan fasilitas ini,” ujar beliau.

Menurut Ustadz Hanif, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Lapangan akan diprioritaskan untuk kegiatan santri dan guru. Namun, fasilitas ini juga dibuka untuk masyarakat umum melalui sistem sewa. Hasil pengelolaan akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan pondok.

Gontor sebelumnya telah memiliki dua lapangan sepak bola, satu stadion, serta fasilitas basket. Pembangunan Mini Soccer dinilai sebagai penyesuaian terhadap kebutuhan olahraga yang lebih fleksibel dan diminati kalangan muda.

Kiai Hasan menyambut positif penyelesaian proyek ini. Ia menegaskan, fasilitas modern tersebut tetap harus sejalan dengan nilai kepesantrenan. “Yang utama tetap santri dan guru. Fasilitas ini untuk menunjang aktivitas mereka,” kata Hanif menirukan pesan pimpinan.

Dengan proyek ini, Gontor memanfaatkan aset wakaf secara produktif sekaligus menyediakan ruang olahraga yang representatif di pusat kota.

Kontributor: Ghazi, Arya, Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Porpig FC Persembahkan Gelar Juara di Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025

Wujud Pengaplikasian Kemandirian Ekonomi, Gontor Resmikan La Tansa Resto

Siswa Akhir KMI 2026 Wakafkan Lapangan Voli, Bentuk Kecintaan Santri Kepada Pondok

Sesi Ketiga Pembekalan Intensif 2026 Angkat Tema Kristologi dan Kristenisasi

0

Selasa (17/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation melanjutkan sesi pembekalan intensif. Sesi ketiga ini bertema “Kristologi dan Kristenisasi”. Menghadirkan K.H. Syamsul Arifin Nababan sebagai pemateri, dengan tujuan membekali calon alumni KMI 2026 agar siap menghadapi kehidupan bermasyarakat dengan segala dinamikanya.

Pembekalan ini merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan sejak berdirinya KMI. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 santri yang berasal dari berbagai latar belakang suku, karakter, dan daerah, mulai dari Gontor Kampus Pusat hingga Gontor Kampus 6 Riyadhotul Mujahidin. Keberagaman ini tidak menjadi penghalang untuk bersatu, justru mempererat ukhuwah serta menumbuhkan sikap saling memahami perbedaan.

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz K.H. Syamsul Arifin Nababan menceritakan perjalanan hidupnya. Beliau menyampaikan bahwa dirinya bukanlah seorang Muslim sejak lahir, melainkan berasal dari keluarga Nasrani dengan ayah seorang pendeta. Melalui hidayah Allah SWT, beliau mempelajari Islam secara mendalam hingga akhirnya memeluk agama Islam pada tahun 1991.

K.H. Syamsul Arifin Nababan dikenal sebagai pendakwah sekaligus pembina mualaf di Indonesia. Pengalaman mualaf-nya menjadi landasan kuat dalam aktivitas dakwah yang beliau jalani. Setelah mendalami ilmu-ilmu keislaman, beliau aktif mengisi ceramah, tabligh akbar, serta kajian akidah dan sirah Nabawiyah. Selain itu, beliau juga mendirikan dan memimpin Pesantren An-Naba Center di Tangerang Selatan yang fokus pada pembinaan mualaf melalui penguatan akidah, ibadah, serta pendampingan sosial dan spiritual.

Materi yang disampaikan meliputi kajian pandangan dalam kitab-kitab Nasrani serta penjelasan yang menguatkan aqidah Islamiyah. Penyampaian materi dilakukan secara dialogis dan argumentatif, sehingga mendorong santri untuk tetap berpikir kritis. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan para santri, yang kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif antara pemateri dan Siswa Kelas Akhir KMI 2026.

Kontributor: Faza, Kholis, Afghan Editor: Winka, AlifGhazi

Menapaki Jejak Perjuangan Trimurti dalam Pembekalan Intensif

0

Bertepatan pada hari Senin (16/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation menyelenggarakan pembekalan intensif guna mempersiapkan santri menghadapi kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakana sejak berdirinya KMI acara ini diikuti lebih dari 2.000 santri. Berasal dari berbagai macam suku, sifat dan daerah dari PMDG kampus pusat hingga kampus 6 Riyadhotul Mujahidin.

Rentetan pembekalan dibuka oleh direktur KMI, Al-Ustadz K.H Masyhudi Subari M.A, yang menjelaskan tentang ke-KMI-an sekaligus membuka rentetan kegiatan ini. Beliau menerangkan tentang Dasar-dasar di bentuknya kurikulum KMI, sejarah terbentuknya, visi misi hingga alasan mengapa Gontor membentuk KMI.

Beliau sangat menegaskan tentang wujud perjuangan Trimurti untuk membangun dan membuat lembaga pendidikan yang bermutu dan bermutu dan berarti. ”Bondho bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan” itulah ungkapan yang beliau lontarkan. Maka tidak akan ada orang yang berani mengorbankan harta hinnga dirinya jika bukan karena tekad yang kuat.

Perjuangan yang dikeluarkan trimurti bukanlah omong kosong belaka, itu semua bisa kita rasakan dengan sistem yang paten. Sistem yang paten bukanlah hal mudah tanpa keimanan yang kokoh maka dari itu KMI telah didirikan dengan iman yang kuat.

KMI diikrarkan pada 19 September 1936 sebagai sekolah guru Islam tingkat menengah pertama dan menengah atas. Persemaian guru-guru ialah KMI yang mendidik dan mencetak para santri-nya untuk menjadi seorang guru di masa mendatang. Bertepatan pada tanggal itu pula Gontor secara resmi diberi nama Darussalam.

Berbagai wejangan yang beliau berikan dengan harapan para santri dapat memahami dan mengamalkan ilmu-ilmu dari para guru. Dalam pidatonya beliau sering menyampaikan akan pentingnya seorang guru. ”Cara belajar itu lebih penting dari pada materi yang di ajarkan dan guru lebih penting dari pada cara belajar dan roh seorang guru itu lebih penting dari pada gurunnya itu sendiri” ujarnya.

Kontributor: Faza,Kholis, Afghan
Editor: Winka, Alif, Ghazi

Pembekalan Intensif Siswa Akhir KMI 2026 Beri Calon Alumni Wawasan Thibbunnabawi dan Ruqyah

0

GONTOR – Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation mengikuti pembekalan intensif bertemakan “Thibunnabawi dan ruqyah syar’iyyah ”. Sesi tersebut diisi oleh Al-Ustadz Az-Zimam Aulia A-Rahman, LC., M.Pd pada Senin (17/2). Panitia turut menghadirkan komunitas ARSYADA (Anak-anak Ruqyah Darussalam) yang beranggotakan lulusan Gontor dalam kesempatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Ustadz Zimam menegaskan bahwa Islam adalah haqqul yaqin, agama yang solutif dan penuh kepastian. “Apa pun masalahnya, pasti Allah akan memberikan kepada hambanya solusi. Jika sakit, mintalah kesembuhan kepada Allah SWT,” ujar beliau. Ustadz Zimam menekankan bahwa keyakinan akan kesembuhan dari Allah adalah hal yang paling penting dalam pengobatan.

Ruqyah merupakan pengobatan tertua di muka bumi dengan basis doa. Namun, praktiknya harus sesuai syariat. Beliau menjelaskan dua jenis ruqyah: ruqyah syar’iyyah dan ruqyah bathilah. Tiga syarat ruqyah syar’iyyah ialah menggunakan kalamullah atau doa ma’tsur, bahasa yang dipahami kedua pihak, serta keyakinan bahwa kesembuhan datang semata-mata karena izin Allah.

“Ruqyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya karena ruqyah hanyalah perantara untuk mengobati seseorang karena kesembuhan sesungguhnya hanya milik Allah SWT,” ujar beliau.

Beliau juga menjelaskan beberapa lima cabang keilmuan sihir yang dilarang, yakni adzaaim (ilmu jampi), tanjim, harfi, bast’u wa taksir, dan awfaq. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 102, ditegaskan bahwa penyihir tidak dapat memperngaruhi seseorang tanpa izin Allah. Pembicara turut menyinggung empat jenis penyakit: jasadiyah, psikis, spiritual, dan metafisik seperti jin, sihir, serta ‘ain.

Kepada Siswa Akhir KMI 2026, beliau berpesan agar mampu mengendalikan emosi negatif dan selalu menjaga nilai-nilai Gontori yang telah tertanam. “Banyak orang di luar sana yang sebelumnya santri malah berbelok dengan kesantrianya” ujar Ustadz Zimam.

Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel Editor: Winka, Alif, Ghazi

Implementasi Panca Jiwa Pondok, Santri PMDG Kampus 12 Awali Pembangunan Lapangan Voli

0

SIAK — Kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lapangan Voli Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 dilaksanakan pada Selasa (17/2), bertempat di area Proyek Pembangunan Lapangan Voli PMDG Kampus 12. Kegiatan ini merupakan bagian dari program wakaf santri Kelas 5 KMI Tahun Ajaran 2025–2026 sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata terhadap kemajuan fasilitas pendidikan di lingkungan pondok.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., beserta para asatidz dan seluruh santri Kelas 5 KMI PMDG Kampus 12. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan, menandai dimulainya pembangunan sarana olahraga yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh civitas pondok.

Program wakaf pembangunan lapangan voli ini tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, namun juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri. Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Panca Jiwa Pondok, khususnya nilai keikhlasan dan kemandirian (berdikari), yang diwujudkan melalui semangat berkhidmat dan berkorban (at-tadhiyah). Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, kepedulian, serta sense of belonging terhadap lembaga tempat mereka menimba ilmu.

Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., menegaskan bahwa pembangunan lapangan voli bukan semata menghadirkan fasilitas olahraga, melainkan menjadi wasilah pendidikan mental dan spiritual bagi para santri. Menurut beliau, nilai utama dari wakaf bukan terletak pada besar kecilnya nominal harta, melainkan pada keluasan hati dan keikhlasan dalam memberi.

Beliau juga menyampaikan bahwa tidak sedikit orang yang berkecukupan namun enggan berbagi, sementara banyak pula yang dalam keterbatasan justru tetap istiqamah bersedekah demi meraih rida Ilahi. Oleh karena itu, program wakaf ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengorbanan tenaga, waktu, dan harta demi kemaslahatan bersama.

Pembangunan lapangan voli ini sekaligus menjadi media pembelajaran organisasi dan kerja sama sebelum para santri mengemban amanah yang lebih besar di tahun akhir pendidikan mereka. Selain itu, keberadaan fasilitas olahraga diharapkan dapat menunjang pembinaan disiplin, kesehatan jasmani, serta keseimbangan antara olah raga, olah rasa, dan peningkatan kualitas ibadah serta thalabul ‘ilmi para santri.

Kontributor: Aryyo, Alwi, Editor: Winka, Alif

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

0

Disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal di Masjid Jami’, Rabu, 1 Ramadhan 1447.

  • Kuliah Shubuh merupakan acara yang sudah dilaksanakan selama 100 tahun.
  • Waktu 1917, merupakan peristiwa besar ada seorang yang namanya Balfour yang menjanjikan orang-orang Israel dan Yahudi tanah di Palestina.
  • Bapak trimurti meniggalkan 7 anak, yang tertua adalah Ahmad Sahal (1901) dan adiknya Zainuddin Fannanie (1905) dan adiknya lagi Imam Zarkasyi.
  • Jiwa inspirator, yang menginspirasi 3 orang ini yang berumur 16 tahun menjadi kiai. Waktu itu, KH. Ahmad Sahal menjadi tokoh pemuda, menghadapi orang-orang Belanda, orang-orang munafik, dan orang-orang kafir.
  • Untuk itu perlu belajar dan perlu memiliki besar, Ahmad Sahal itu mempunyai partai yaitu PSSI (Partai Serikat Islam).
  • Inspirasi, karena kita punya pondok maka hidupkan, maka tahun 1926 kita bangun Gontor. Apa yang harus diperbuat oleh anak 16 tahun adalah mondok dan belajar.
  • Trimurti merantau untuk mencari bekal, tidak cukup cuman di satu tempat, nggak cumin MTSN; makan, tidur, shalat, ngliwet.
  • Berdirilah pondok tapi bukan pondok yang MTSN tapi pondok yang modern.
  • Diluar ada orang yang mudah menyebut sesuatu itu kafir, orang-orang mengira bahwa main sepak bola harus memakai sarung tapi di Gontor memakai celana.
  • Nama Modern itu julukan yang ada dari luar bukan dari dalam.
  • Pelajaran sedikit demi sedikit dinamakan Tarbiyatul Athfal dan ditingkatkan sedikit demi sedikit lagi, Ahmad Sahal masuk Muhammadiyah kemudian keluar dan kembali ke Pondok, itulah yang dinamakan inspirator. Itulah yang dianamakan pendidikan pesantren modern.
  • Kerja bakti itu bukan hal yang baru, sejak pondok berdiri sudah ada untuk mendirikan madrasah-madrasah.
  • Inspirator, berinspirasi untuk memajukan pondok.
  • Cara modern mengajari Tauhid dengan mengencingi keris, atau membeli tanah-tanah angker, caranya dengan cara modern. Kalau kiai takut sama hantu apalagi santrinya.
  • Inspirator dan inovator bukan imitasi dan imitator.
  • Sebulan Kiai Sahal mengimami shalat shubuh di masjid dan dilanjutkan kuliah shubuh kemudian dikasih pelajaran-pelajaran.
  • Putra dan putri, pada tahun 1937 putri dibubarkan.
  • Diwakafkan supaya dikerumuni dan dibantu termasuk dari inspirasi. Inspirasi itu termasuk Modern.
  • Banyak pondok alumni yang mendirikan pondok alumni yang lain faktor dari inspirator.
  • Dulu pondok memiliki koperasi dan organisasi lalu diolok-olok, tapi sekarang hampir semua pondok memiliki koperasi dan organisasi.
  • Setiap kuliah shubuh dimulai dengan Al-Fatihah. Al-Quran itu ibarat kapal induknya tempat landasan terbang pesawat-pesawat. Iman kita dua; anta’budallaha kaannaka taraahu fa in lam takun taraahu fa innahu yaraaka.
  • Al Islam an tasyhada la ilaha illallah wa Muhammad rasulullah.
  • Islam, Iman, dan Ihsan adalah tiga pilar kehidupan.
  • Belum mengerti sudah ngeyel, ngeyelisme.
  • Hidup mengahadapi apa dan siapa saja.
  • Islamic Islam University (IIU).
  • Anak-anak kita ini dinamis.
  • Penggerak bukan diam dinamakan dinamis.

Maklumat 1 Ramadhan 1447 Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan maklumat terkait penetapan awal bulan Ramadhan di PMDG, bahwasanya 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Demikian maklumat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Gontor, 30 Sya’ban 1447/17 Februari 2026

Tangis Kesyukuran Pengumuman Hasil Ujian Program Persiapan Calon Pelajar

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 Madusari kembali diselimuti suasana haru dan bahagia. Rabu (4/2), pengumuman hasil Ujian Program Persiapan Calon Pelajar menjadi momen yang dinanti para peserta. Tangis syukur calon pelajar dan wali pecah setelah melalui perjuangan panjang dalam menuntut ilmu.

Acara diawali dengan sambutan dan nasihat dari Bapak Pimpinan, dilanjutkan dengan pengarahan serta penyampaian data calon pelajar oleh Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya dengan pembacaan hasil ujian Program Persiapan Calon Pelajar.

Dalam sambutannya, KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa PMDG mendidik para santri untuk memahami makna menuntut ilmu serta memiliki identitas dan jati diri yang kuat. Beliau juga berpesan kepada para wali calon pelajar bahwa perjuangan pendidikan ini menuntut sikap T-I-T-I-P, yakni Tega, Ikhlas, Tawakal, Ikhtiar dan Percaya.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Alhamdulillah, sebanyak 980 calon pelajar dinyatakan lulus dalam program tahun ini. Selanjutnya, mereka akan disebar ke seluruh kampus PMDG. Raut wajah haru dan bahagia tampak jelas menghiasi seluruh hadirin usai mendengarkan pengumuman tersebut. Insyaallah, mereka akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke kampus masing-masing pada bulan Syawwal mendatang.

Pada penutup acara, KH. Masyhudi Subari, M.A., selaku Direktur KMI, menyampaikan nasihat agar hasil yang diperoleh disyukuri dan diterima dengan penuh keikhlasan. Beliau menegaskan bahwa setiap ketetapan merupakan pilihan terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan demikian, perjalanan mereka akan berlanjut pada fase berikutnya dengan lingkungan dan suasana yang baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kemudahan, dan petunjuk dalam setiap langkah yang ditempuh. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Fotografer: Fatih Ghana, Faiq Fadhil, Faruk Al-Fajri, Andre Rachmat
Drone: Dliya’ Elhaq, Ilham Satya
Berita: Halimul Umam
Penyunting: Rifky Yulian Syah Bagus Baskoro, S.Th.I., M.Ag.

Related Article:
Maklumat Pembukaan Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar 1446-1447/2025-2026

Kajian Subuh Ustadz Bachtiar Nasir Bekali Calon Pelajar Gontor dengan Tadabbur Al-Qur’an

Pengumuman Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar Jalur Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Gelombang ke-10 tahun 2026

0

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Panitia Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dengan ini mengumumkan bahwa pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar Gelombang ke-10 Tahun 2026 akan dibuka dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Sasaran Peserta

Pendaftaran seleksi Beasiswa Al-Azhar diperuntukkan bagi guru alumni PMDG tahun 2025 (Committed Generation) dan 2026 (The Brilliant Generation) yang sedang menjalani serta melanjutkan pengabdian di seluruh kampus PMDG, baik kampus putra maupun putri.

B. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilaksanakan pada tanggal 15–25 Ramadhan 1447 H. Pendaftaran dibuka dan ditutup sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

C. Persyaratan Peserta

Persyaratan peserta Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG adalah sebagai berikut:

  1. Alumni PMDG tahun 2025 dan 2026.
  2. Sedang menjalani pengabdian di kampus-kampus PMDG, baik putra maupun putri.
  3. Melanjutkan pengabdian pada tahun berjalan.

D. Berkas yang Diperlukan

Peserta wajib menyiapkan dan mengunggah berkas-berkas berikut:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Paspor 48 lembar.
  3. Kartu Keluarga.
  4. Akta Kelahiran.
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  6. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Tipe A atau Tipe B.

E. Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peserta melakukan pendaftaran melalui tautan Google Form yang telah disediakan oleh panitia.
  2. Peserta mengisi formulir pendaftaran dengan data yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Peserta mengunggah seluruh berkas persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  4. Pendaftaran dinyatakan sah apabila seluruh data dan berkas telah diisi dan diunggah dengan lengkap.

F. Alur dan Jadwal Seleksi Beasiswa Al-Azhar

Tanggal (Hijriah)Kegiatan
15–25 Ramadhan 1447 HMasa Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar
26 Ramadhan 1447 HSosialisasi teknis ujian (Online)
6 Syawwal 1447 HBatas akhir kedatangan pendaftar beasiswa calon
penerima
7 Syawwal 1447 H Ujian Tulis dan Lisan Seleksi Beasiswa Al-Azhar
9 Syawwal 1447 HPengumuman nama-nama penerima Beasiswa Al-Azhar
Gelombang ke-10
10 Syawwal 1447 H Pengarahan umum pemberkasan Beasiswa Al-Azhar

G. Pelaksanaan Ujian

Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Ujian seleksi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu ujian tulis dan ujian lisan.
  2. Seluruh ujian menggunakan Bahasa Arab.
  3. Materi ujian meliputi mata pelajaran Nahwu, Sharaf, dan Balaghah, serta empat maharah bahasa Arab, yaitu Qira’ah, Kitabah, Qawa’id, dan Istima’.
  4. Durasi ujian tulis adalah 120 (seratus dua puluh) menit, dengan 30 (tiga puluh) menit terakhir digunakan untuk ujian Istima’.
  5. Audio Istima’ diputar sebanyak 3 (tiga) kali, dengan jeda 3 (tiga) menit padasetiap pemutaran.
  6. Tempat pelaksanaan ujian adalah sebagai berikut:
    a. Peserta putra melaksanakan ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat, Ponorogo.
    b. Peserta putri melaksanakan ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri 1.
  7. Seluruh rangkaian ujian seleksi dilaksanakan secara luring (offline).

H. Ketetapan Hasil Seleksi

  1. Penetapan peserta yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai penerima Beasiswa Al-Azhar sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi.
  2. Seluruh keputusan hasil seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

I. Ketentuan Teknis Tambahan

  1. Waktu Pelaksanaan Ujian
    Pelaksanaan Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Peserta wajib hadir paling lambat 30 (tiga puluh) menit sebelum ujian dimulai untuk keperluan registrasi dan pengarahan.
  2. Ketentuan Kehadiran dan Keterlambatan
    Peserta yang datang terlambat lebih dari 15 (lima belas) menit setelah ujian dimulai tidak diperkenankan mengikuti ujian dan dinyatakan gugur.
  3. Perlengkapan Peserta
    Peserta wajib membawa:
    o Alat tulis pribadi;
    o Identitas diri yang sah.
  4. Ketentuan Ujian Lisan
    Ujian lisan meliputi penilaian kemampuan peserta dalam membaca, memahami, serta menjelaskan materi berbahasa Arab sesuai dengan ketentuan panitia seleksi.
  5. Informasi dan Kontak Panitia
    Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan pelaksanaan ujian seleksi dapat diperoleh melalui panitia seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG sesuai jalur komunikasi resmi yang telah ditetapkan.
    Kontak: 0823-3229-1901
  6. Ketentuan Perubahan Jadwal
    Apabila terjadi hal-hal di luar kendali panitia (force majeure), jadwal dan ketentuan pelaksanaan dapat mengalami perubahan dan akan diumumkan secara resmi oleh panitia.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Diharapkan seluruh calon peserta memperhatikan dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Panitia Seleksi Beasiswa Al-Azhar Jalur PMDG