Home Blog Page 12

Kuliah Shubuh 5 Ramadhan 1447 H, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I., di Masjid Jami’ pada Ahad, 5 Ramadhan 1447 H/22 Februari 2026 M

  • Allah SWT memerintahkan dalam Al-Qur’an untuk berpuasa. “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183)
  • Dalam ayat tersebut, sudah jelas adanya perintah untuk berpuasa sejak masa orang-orang terdahulu, sedangkan orang yang tidak mau berpuasa maka merekalah orang-orang yang kafir. Karena, orang-orang yang berpuasa adalah orang -orang yang mukmin.
  • Diciptakannya Nabi Adam dengan puasa 3 hari, hari pertama beliau diciptakan belum sempurna, hari kedua diciptakan hampir sempurna, hingga hari ketiga menjadi manusia sepenuhnya. Kemudian diturunkan ke bumi pada hari Jum’at.
  • Puasa adalah sarana untuk meningkatkan diri dan mendekat kepada Allah. Bulan Ramadhan itu wajib diisi dengan hal-hal positif.
  • Ketika Ramadhan, jangan hanya tidur, bangun, kemudian tidur. Berpuasa tidak hanya menahan lapar, melainkan sarana untuk bertakwa.
  • Bagaimana bertakwa itu? Salah satunya adalah mengisi bulan Ramadhan dengan hal yang baik.
  • Kalau puasa tanpa niat, maka kita hanya akan merasakan lelah.
  • Berpuasa agar kita menjauhi apa yang dilarang Allah SWT.
  • Mumpung masih muda gunakan masa mudamu dengan baik.
  • Makan terlalu berlebihan bisa membuat kita sakit, maka jangan sampai mbruwah saat berbuka puasa.
  • Memilih makanan bukan menjadi tolak ukur kita berpuasa. Ketika puasa, bukan hanya kesehatan yang terjaga, tetapi juga ketakwaan kita yang meningkat.
  • Rumah itu kalau sering dihiasi dengan bacaan Al-Qur’an akan terasa dingin dan sejuk layaknya dinginnya AC.
  • Al-Qur’an tidak hanya sebagai obat tetapi juga pentunjuk untuk orang-orang yang bertakwa, huda lil muttaqiin.
  • Barang siapa yang ingin menghargai dirinya, maka bacalah Al-Qur’an.
  • Tanpa orang tua kita, tidak bisa sampai seperti ini.
  • Perjuangan orang tua itu sangatlah berjasa, maka kita harus menghormati jasa mereka dengan cara berdoa.
  • Berdoa itu untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain.
  • Kalau kita berdoa maka ilmu kita akan melekat dan bermanfaat.
  • Sering-seringlah berkumpul bersama dengan keluarga, jangan sampai terlena dengan bermain-main diluar hingga musibah yang mengingatkan kita.
  • Tidak ada masa depan yang suram, tetapi adanya masa depan yang yang cerah.
  • Berbagilah dengan orang yang kurang beruntung, jika kita mempunyai rezeki atau sesuatu yang lebih maka dianjurkan untuk berbagi dengan sesama kita. Orang yang bisa memberi sesuatu kepada orang lain itu nikmatnya luar biasa.
  • Jika seseorang memiliki dan mensyukuri nikmat, maka dia akan bisa memberikan lebih.
  • Harus meluangkan waktu untuk menghadiri ceramah-ceramah yang ada. Itu semua agar mengisi waktu libur bulan Ramadhan dengan hal yang positif.
  • Tujuannya untuk meningkatkan ketakwaan dan spiritualitas kita.
  • Meningkatkan muamalah kita kepada Allah, al-mu’amallah ma’allah.
  • Semua pekerjaan akan selesai jika sabar, ash-shabru yu’iinu ‘ala kulli ‘amalin.
  • Kalau kita menerima segala sesuatu harus kita terima dengan bersyukur, Alhamdulillah. Bersyukur harus diikuti dengan amalan-amalan yang baik.
  • Bersyukur itu mudah. Tetapi, yang susah adalah implementasi hal tersebut.
  • Dengan berpuasa, kita akan mendapatkan pahala dan pengampunan dosa. Sepertiga bulan puasa adalah pengampunan. Manfaatnya adalah meningkatkan kualitas hidup dan ketakwaan.
  • Hidup kita akan menjadi lebih baik jika kita melakukan hal yang positif, perbuatan baik sekecil apapun pasti ada manfaat dan akibatnya.
  • Laksanakan puasamu sebaik mungkin.
  • Dari kita mengisi dan mengetahui manfaat positif bulan puasa, akan dapat mampu membentuk karakter positif kita. dan membentuk kepribadian kita.
  • Karakter positif yang ada adalah karakter takwa, karakter kemanusiaan, karakter kejujuran.
  • Kejujuran adalah modal utama, kalau kamu jujur maka kamu akan berhasil.
  • Yang terakhir adalah karakter yang membuat kita untuk disiplin.
  • Barang siapa yang melaksanakan puasa dengan tulus dan Ikhlas maka akan mendapatkan berkah.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.

Kisah Inspiratif dr. Iqbal Musyaffa, Dari Santri Jadi Dokter

0

Bertepatan pada Jum’at (20/2) sesi ke-10 Pembekalan intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI) dilanjutkan. Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sesi ini menghadirkan dr. Iqbal Musyaffa, MARS sebagai narasumber yang kompeten dalam bidang kedokteran.

Pada kesempatan yang berharga beliau menyampaikan kisah perjalanan hidupnya. Kisahnya sangat inspiratif bagi generasi muda yang ingin memadukan pendidikan, kesehatan, dan spiritualitas. Pendidikan awal beliau ditempuh di SDIT Darul Muttaqin, Parung, Bogor. Lalu melanjutkan studinya ke PMDG. Selama menempuh pendidikan di PMDG, beliau sempat mengalami sedikit hambatan. Pengalaman yang menurutnya pahit baginya tidak menjadi alasan untuk putus asa. Hingga lulus dari PMDG pada 2014.

Selepas menempun pendidikan di PMDG beliau melanjutkan studinya di Universitas (Yayasan Rumah Sakit Islam) YARSI Jakarta, jurusan kedokteran. Dedikasinya membuahkan hasil manis,beliau kini berprofesi sebagai dokter dan menjalani pengabdian di sejumlah puskesmas. Tidak berhenti di situ saja,beliau juga menempuh studi Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Respati Jakarta.

Pada sesinya beliau menekankan pentingnya menjaga tubuh di era modern dengan kebiasaan sederhana namun konsisten. Beberapa tips yang beliau bagikan untuk kita yang hidup di era modern ini. Dengan rutin bergerak setiap jam untuk menjaga sirkulasi darah. Selalu mengendalikan pola makan dan kalori. Memperhatikan dan menjaga fungsi organ vital seperti ginjal dengan cukup minum. Untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.

Menurutnya juga, kesehatan fisik dan mental saling terkait. Beliau percaya bahwa pola hidup sehat yang diterapkan secara konsisten akan lebih berdampak. Al-ustadz Iqbal merupakan Dokter yang menggabungkan antara agama dan kesehatan. Dengan pengalaman beliau menjadi seorang sanrti.

Perjalanan hidup Al-ustadz Dr. Iqbal Musyaffa, MARS,  menunjukkan bahwa keterbatasan awal bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dari santri yang menghadapi kesulitan akademik hingga menjadi dokter sekaligus motivator kesehatan.

Kontributor: Faza, Edsel, Fayadh, Omar Editor: Winka, AlifGhazi

PMDG Bekali Generasi Muda Berwawasan Luas melalui Materi Literasi

0

Sesi ke-9 pembekalan intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 yang mengangkat tema “Urgensi Literasi Bagi Diri Sendiri dan Kemajuan Bangsa”. Kegiatan ini menghadirkan Al-Ustadz Ahmad Rifai Rif’an, S.T., M.Pd., sebagai pembicara yang menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi berpikir kritis, serta memperluas wawasan. Sehingga harapannya para santri mampu menjadikan budaya membaca dan menulis sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman.

Beliau dikenal luas sebagai penulis best seller Indonesia yang karyanya banyak menjadi rujukan bagi generasi muda. Riwayat pendidikan beliau terbilang unik. Lulusan Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Beliau kemudian menempuh jenjang Strata 2 di bidang Bahasa dan Sastra. Kombinasi latar belakang teknik ini memberikan warna tersendiri dalam cara beliau menyampaikan materi. Sekaligus menghadirkan inspirasi bagi para siswa.

Dalam pemaparanya beliau menjelaskan urgensi literasi bagi diri sendiri dan kemajuan bangsa. Kualitas suatu bangsa dapat kita tentukan dengan populitas peminat literasi. Di era globalisasi ini literasi tidak hanya dimaknai membaca dan menulis akan tetapi lebih dari pada itu. Literasi adalah memahami, menganalisi juga bijak dalam menelaah informasi.

Pada sesi tersebut, beliau juga menekankan literasi sebagai sarana pembentukan karakter. Siswa yang terbiasa membaca, menganalisis, dan menulis, akan memiliki wawasan luas sekaligus sikap yang beretika dalam menyikapi permasalahan sehari-hari. Hal ini menjadi modal penting bagi kemajuan bangsa, karena generasi yang literat secara intelektual dan moral akan mampu memimpin perubahan positif di masa depan.

Acara yang berlangsung interaktif ini juga memberi kesempatan bagi para siswa untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengannya. Gaya komunikatif dan bahasa yang ringan namun kaya makna, materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Faza, Kholis, Afgan, Abhiraj
Editor: Winka, Alif, Ghazi

Ketekunan Membuka Jalan: Pesan Inspiratif untuk Siswa Kelas Akhir KMI 2026

0

Sesi ke-11 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 berlangsung pada Sabtu (21/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A.,. Selaku anggota Badan Wakaf PMDG, cendekiawan Muslim, akademisi, diplomat, dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi para santri untuk menyerap pengalaman akademik, spiritual, dan profesional yang luas.

Berbeda dengan lainya, pada awal kedatangan Siswa Kelas Akhir KMI 2026 dikejutkan dengan alat musik yang tersedia di atas panggung. Pemaparan yang begitu memberi motivasi besar untuk menghadapi kehidupan di luar sana. Mulai bagaimana sejarah berdirinya PMDG hingga kisah perjalanan yang sangat inspiratif.

Perjalanan akademik beliau diawali pada tahun ketiga masa pengabdian di PMDG. Dedikasi dan ketekunan membuka kesempatan bagi beliau untuk menempuh studi Strata 1 di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan. Tidak berhenti di sana, beliau melanjutkan studi di Universiteit Leiden, Belanda. Hingga meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Seluruh proses pendidikan ini ditempuh dengan komitmen tinggi dan sikap pantang menyerah terhadap segala rintangan.

Dalam sesi pembekalan, beliau menekankan bahwa prinsip konsistensi dan ketekunan adalah kunci untuk meraih keberhasilan. Semua rintangan akademik maupun tantangan hidup dapat diatasi dengan ketekunan, kesabaran, dan fokus pada tujuan. Pesan ini menjadi uswah yang layak diteladani oleh seluruh Siswa Kelas Akhir KMI 2026. Agar mampu menghadapi masa depan dengan keyakinan dan semangat yang tinggi.

Kehadirannya menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa pendidikan, spiritualitas, dan ketekunan adalah fondasi penting dalam meraih prestasi. Dari pengalaman beliau, santri belajar bahwa kesulitan awal bukan penghalang untuk sukses. Sikap pantang menyerah akan selalu membuka jalan bagi pencapaian yang lebih besar.

Kontributor: Faza,Edsel,Fayadh,Omar
Editor: Winka, Alif, Ghazi

Penguatan Fikih Praktis Melalui Materi Pengurusan Jenazah, Khitan, dan Nikah

0

Rabu (18/2) menjadi momentum berharga bagi Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) 2026, The Brilliant Generation. Pada sesi ke-6 pembekalan intensif, mereka kembali menambah khazanah keilmuan melalui tema yang sangat aplikatif dalam kehidupan umat, yaitu “Pengurusan Jenazah, Khitan, dan Nikah.”

Kegiatan ini menghadirkan Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, sebagai narasumber utama. Diikuti oleh seluruh santri kelas akhir dari berbagai kampus, sesi ini bertujuan memperkokoh pemahaman syariah, khususnya dalam aspek fikih kehidupan yang kelak akan mereka hadapi saat terjun di tengah masyarakat.

Dalam Presentasinya Al‑Ustadz Mulyono Jamal memaparkan bahwa pengurusan jenazah merupakan salah satu bentuk fardhu kifayah. Secara umum, tata cara tersebut meliputi memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkannya. Proses memandikan jenazah dianjurkan dilakukan oleh orang Muslim yang berakal dan baligh. Berbagai ilmu yang beliau merupakan pengalaman yang beliau dapatkan selama masa studi yang cukup lama.

Selanjutnya, beliau membahas khitan bagi anak laki-laki, khitan merupakan sunnah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW. Khitan telah menjadi tradisi penting umat Islam sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Menurut sejarah, Nabi Ibrahim AS melaksanakan khitan atas perintah Allah sebagai simbol kesucian dan ketaatan. Tradisi ini kemudian diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW sejak kecil sebagai sunnah fitrah bagi umat Islam. Pelaksanaan khitan dianggap sebagai tanda kepatuhan dan menjaga kebersihan diri sesuai syariat. Hingga kini, khitan tetap menjadi praktik umum bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pelaksanaanya harus memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan dilakukan tenaga kompeten.

Beliau menjelaskan bahwasanya hakikat hukum nikah dalam Islam yang merupakan ikatan ibadah. Pernikahan harus dilaksanakan dengan memenuhi rukun dan syarat sahnya yakni adanya ijab dan qabul di hadapan saksi. Dicacat resmi dalam lembaga kenegaraan. Walau berbagai campuran adat yang ada di Indonesia tidak menghalangi esensitas nikah menurut syariat Islam.

Kontributor: Faza, Kholis, Afgan Editor: Winka, AlifGhazi

Tantangan Pemikiran Barat Jadi Fokus pada Sesi Ketujuh Pembekalan KMI 2026

0

Pembekalan intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 sesi ke-7 menghadirkan tema “Liberisasi dan tantangan pemikiran barat terhadap Islam”. Berlangsung pada Kamis (19/2), di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Materi disampaikan oleh Al-Ustadz Prof. Dr. K.H Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. selaku Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan tentang pengaruh liberalisasi juga pemahaman barat yang memerangi pandangan Islam. Selain itu Pluralisme, Sekularisme, Feminisme dan berbagai pemahaman yang melenceng turut menjadi pembahasan dalam materi tersebut.

Pada awal pembicaraan beliau langsung menyinggung  peristiwa 9/11. Beliau turut menjelaskan teori konspirasi yang menyatakan runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) akibat pengeboman terkontrol, bukan benturan pesawat. Narasi tersebut, ujarnya, digunakan untuk menuduh Islam sebagai agama teroris dan membuka penorobosan terhadap negara-negara Islam dengan dalih perang melawan terorisme.

Beliau juga menyinggung bagaimana dunia melawan terorisme. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pendekatan non-fisik berupa regulasi dan perubahan pola pikir. Dalam pemaparannya, liberalisme dijelaskan sebagai paham kebebasan yang mendorong penyingkiran agama dari politik dan kehidupan publik. Beliau merinci sejumlah cabang pemikiran liberal, seperti pluralisme agama, sekularisme, feminisme dan kesetaraan gender, humanisme, serta demokratisasi.

Pluralisme agama, menurutnya, berbahaya karena menempatkan semua agama sama benarnya sehingga dapat menggoyahkan keyakinan seorang Muslim. Sementara sekularisme dinilai membuang agama dari ranah ilmu dan politik. Adapun feminisme radikal disebutnya berpotensi merombak struktur keluarga dan mendukung gerakan LGBT. Beliau juga mengingatkan agar para santri berhati-hati dalam berdakwah, karena tantangan pemikiran sering kali muncul.

Menutup sesi, beliau menegaskan bahwa kebebasan dalam Panca Jiwa Gontor bukanlah kebebasan beragama, melainkan kebebasan sosial dan kebebasan menentukan masa depan dengan tetap berlandaskan budi pekerti luhur dan pengetahuan luas.

Kontributor: Faza, Kholis, Afghan, Abhiraj

Editor: Winka, AlifGhazi

Materi Madzahib Haddamah, Bekali Calon Alumni Dasar Akidah dan Syariah

0

Bertepatan pada Kamis (19/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026, The Brilliant Generation melanjutkan pembekalan intensif. Pada sesi ke-8 menghadirkan Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr Muhammad Kholid Muslih, M.A,. Kegiatan ini diikuti lebih dari 2.000 santri.

Pada kesempatan tersebut, beliau membawakan tema “Madzaahib Haddamah” yang mengupas berbagai aliran pemikiran yang dinilai berpotensi merusak bangunan pemikiran dan peradaban Islam. 

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa tantangan umat Islam dari sisi pemikiran dan ideologi. Berbagai aliran yang berkembang, menurutnya, perlu dikaji secara kritis agar tidak melemahkan prinsip-prinsip dasar akidah dan syariah.

Beliau menekankan pentingnya memahami sejarah kemunculan berbagai mazhab dan ideologi, sekaligus membekali diri dengan kerangka berpikir Islami yang kokoh. Dengan demikian, para santri diharapkan mampu memilah pemikiran yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan menghindari paham yang bertentangan.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta mengikuti sesi dengan khidmat dan aktif mengajukan pertanyaan terkait dinamika pemikiran kontemporer. Interaksi tersebut mencerminkan semangat intelektual santri dalam merespons isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat global.

Pembekalan ini menjadi bekal penting bagi siswa kelas akhir sebelum terjun ke tengah masyarakat. Dengan wawasan yang luas dan pemahaman yang mendalam, diharapkan lulusan KMI 2026 mampu menjadi generasi yang tangguh secara intelektual, matang secara spiritual, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kontributor: Faza, Afghan, Kholis, Abhiraj

Editor: Winka, AlifGhazi

Related Articles:
Menyiapkan Alumni 2026 melalui Penguatan Wakaf dan IKPM

Menapaki Jejak Perjuangan Trimurti dalam Pembekalan Intensif

Menyiapkan Alumni 2026 melalui Penguatan Wakaf dan IKPM

0

Bertepatan pada Rabu (18/2) The Brilliant Generation melanjutkan pembekalan intensif, sesi kali ini bertemakan “Pengembangan dan Pemeliharaan Wakaf” serta “Orientasi IKPM”. Pada kala itu sesi dihadiri oleh 2 pembicara yang sangat berkompeten dalam bidangnya.

Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo. S.Ag, selaku ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM). Juga H. Rifat Husni Ma’afi. M.Pd selaku perwakilan Ketua Ikatan Alumni Pondok Modern (IKPM).

Dalam pemamaparanya, Al-Ustadz Ismail memaparkan urgensi pengelolaan wakaf secara profesional dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa wakaf bukan sekadar hal yang dibiarkan begitu saja. Akan tetapi itu merupakan hal yang harus dijaga dan dilestarikan untuk menopang kemandirian lembaga dan kesejahteraan umat. Menurutnya, pengembangan wakaf membutuhkan tata kelola yang jelas, serta berorientasi jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Sementara itu, materi tentang orientasi kealumnian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Rifat menggarisbawahi pentingnya peran alumni dalam menjaga nilai, tradisi, dan visi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Alumni, bukan hanya jejaring sosial, melainkan juga motor penggerak kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pembekalan ini menjadi perantara untuk para calon alumni memahami tentang wakaf dan kekeluargaan PMDG. Calon Alumni KMI 2026 pada sesi kala itu diajak memahami bahwa keberlanjutan institusi tidak dapat dilepaskan dari kekuatan dan dukungan alumni yang solid.

Para peserta sangat mengapresiasi penyampaian materi yang lengkap dan aplikatif. Khususnya terkait silaturahmi PMDG yang tidak pernah terputus walau tak bersama lagi. Juga pemeliharaan wakaf yang baik dan pengembanganya yang begitu pesat. 

Melalui kegiatan ini, The Brilliant Generation berharap tercipta kesadaran tentang pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional dan penguatan peran alumni sebagai mitra strategis dalam pembangunan umat.

Kontributor: Faza, Kholis, Afgan, Abhiraj

 Editor: Winka, AlifGhazi

Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., di Masjid Jami’ PMDG pada Sabtu, 4 Ramadhan 1447 H/21 Februari 2026 M.

  • Jiwa pondok harus disampaikan berulang-ulang, ping sewu.
  • Kamu telah dididik untuk berpegang pada Panca Jiwa. Sekarang, tanyakan pada dirimu, apakah Panca Jiwa sudah tertanam?
  • Keikhlasan adalah Panca Jiwa yang pertama. Dari keikhlasan, segala kegiatan kita akan dihitung sebagai ibadah.
  • Ketika keikhlasan sudah tertanam di dalam hati, maka kita akan tergerak sendiri untuk melaksanakan hal-hal yang baik.
  • Di Pondok dibiasakan bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, ketika sudah tidak di pondok, kebiasaan itu harus terjaga
  • Pahala shalat qabliyyah Shubuh lebih besar dari dunia dan seisinya.
  • Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariyat, “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku.” Hal tersebut menjelaskan identitas manusia sebagai seorang ‘abdullah (hamba Allah).
  • Kita diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dengan do’a kita, dengan hati kita.
  • Sumber Panca Jiwa yang pertama adalah rukun islam yang pertama, yaitu syahadat.
  • Syahadat yang pertama merupakan inti keikhlasan. Kita bersaksi bahwa ktia mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
  • Ibadah yang diperintahkan oleh Allah bukan hanya shalat, zakat, dan haji. Tetapi, semua yang kita lakukan seharusnya merupakan ibadah.
  • Kita belajar ilmu yang banyak sekali karena perintah dari Allah Swt.
  • Belajar, mondok, dan bersekolah di manapun karena Allah, itulah wujud ikhlas.
  • Niat yang ikhlas adalah unsur pokok dalam menyembah Allah.
  • Al Ikhlaashu ruuhul ‘amal (keikhlasan adalah jiwa setiap pekerjaan).
  • Kita melaksanakan segala sesuatu karena Allah. Berbakti kepada orang tua karena perintah dari Allah. Menjadi pejabat dan berlaku adil karena Allah.
  • Kita meninggalkan segala sesuatu yang buruk karena Allah.
  • Syahadatu-t-tauhid wa syahadatu-r-risalah. Syahadatu-t-tauhid artinya mengakui keesaan Allah, sedangkan syahadatu-r-risalah mengakui Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.
  • Di akhirat, tidak ada tempat lagi kecuali surga dan neraka. Kalau mau masuk surga, silahkan tinggalkan fahsya’ dan munkar.
  • Kita diperintahkan untuk beribadah agar bertakwa, dan orang yang bertakwa akan menjadi muflihun (orang-orang yang beruntung/bahagia). Al-Falah artinya keberuntungan atau kebahagiaan.
  • Dengan adzan dan iqamah, kita diingatkan berkali-kali untuk menuju kemenangan.
  • Orang yang akan mendapat al-falah adalah orang beriman, berakhlak sholeh, dan yang membersihkan jiwanya dari dosa-dosa. Sebaliknya, orang yang mengotori jiwanya sendiri adalah orang yang sesat
  • Kita menjaga jiwa kita supaya tenang, menjadi an-nafs al-muthma’innah (jiwa yang tenang). Ketika kita menjadi an-nafs al-muthma’innah, maka kita akan disambut di surga.
  • Shalat menjadikan kita selalu ingat kepada Allah. Dengan mengingat Allah, jiwa kita menjadi tenang.
  • Allah akan menyambut mereka yang beribadah dengan tenang di surga kelak.
  • Nyalakan GPS kehidupanmu, tanyakan sudah sampai mana diri kita.
  • Sebaik-baik manusia adalah yang selalu ingat kepada Allah Swt.
  • Sayangnya, ada orang yang sudah tua tapi tidak tau diri, belum menjadi hamba Allah yang benar. “Wes tuek kok malah petakilan,” kata orang-orang.
  • Saling mengingatkan diri sendiri, kenapa kita dilahirkan di dunia ini, sejak kita lahir, hingga kemudian menjadi hamba Allah yang bahagia.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. di Masjid Jami’ pada Jumat, 20 Februari 2026

  • Dahulu, Buddha adalah agama yang sangat besar di Indonesia. Sebelum akhirnya Islam datang dan berjaya di bumi Nusantara.
  • Menyebarnya agama Islam di Indonesia membuat seluruh dunia takjub. Salah satu faktornya adalah banyaknya majelis ilmu seperti yang sekarang kita lakukan.
  • Tidak hanya itu, doa-doa para kiai dan pendahulu yang terzalimi juga menjadi salah satu faktor banyak yang masuk islam.
  • Rasulullah juga menyampaikan bahwasannya takdir pun akan berubah jika kita berdoa, maka berdoalah di manapun dan kapanpun kalian berada.
  • Contohnya adalah Gontor kita ini. Ini semua karena doa orang-orang terdahulu. Gontor bisa besar sampai saat ini karena ini dulu bermula dari nol.
  • UNIDA bisa sampai tingkatan unggul dan juga hampir internasional, maka jika tidak bisa di luar negeri cukup di UNIDA.
  • Yang diriwayatkan kepada saya dari bapak saya seperti ini, dulu pohon kelapa itu sangat banyak sekali berderet dan KH. Ahmad Sahal lompat dari pohon satu ke pohon lainnya, kemudian diceritakan dongeng-dongeng dan ilmu-ilmu. Lalu diceritakan ke ibu-ibu mereka dan jika mendengar suara dentuman, orangtua mereka menyuruh anak mereka keluar dan menghampiri KH. Ahmad Sahal karena ilmu dan cerita beliau yang sangat bermanfaat. Dan pada akhirnya bisa sampai didirikan TA (Tarbiyatul Athfal).
  • Itu tidak lepas dari doa beliau kepada orang-orang yang menghampirinya agar bisa menjadi orang bermanfaat dan pandai bahasa Inggris dan Arab.
  • Itulah contoh dari desa yang kecil tapi sangat bermanfaat karena berkat doa-doa kiai.
  • Ada orang yang selalu datang shalat Jum’at di Masjid Pusaka sana dan dia berdoa, “semoga salah satu dari mereka adalah anak saya”, 20 tahun kemudian ada anak yang sangat pintar dan mendapatkan juara-juara di berbagai negara, dan ternyata merupakan anak dari orang tersebut.
  • Itulah akibat dari dahsyatnya do’a.
  • Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.
  • Sekarang ini adalah bulan puasa, maka banyak-banyaklah berdoa kerena sekarang ini bulan-bulan berkah dan mudah untuk diijabah.
  • Malam Lailatul Qodar setara dengan seribu bulan, jika dihitung maka kita sudah setara berdo’a sebanyak 30.000 kali doa, dan berdzikir sebanyak 35 juta dzikir.
  • Rasulullah bersabda bahwasannya setiap huruf yang kita baca di dalam Al-Quran itu mempunyai kebaikan 10 kali lipat.
  • Dengan membaca Al-Qur’an banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapatkan lebih dari 20 juta kebaikan.
  • Dan dari kebaikan itulah yang menjadi syafa’at kita nanti di hari kiamat.
  • Amalan-amalan baik itu banyak, setiap rakaat yang kita dapatkan itu menjadi amalan baik.
  • Al-Fatihah dan Al-Baqarah adalah surat yang tidak diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya.
  • Berdoalah yang sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini.
  • Barang siapa yang berdoa sebanyak-banyaknya maka Allah akan mengampuninya.
  • Tidak terhitung ampunan yang diberikan kepada kita.
  • Ketika berdoa, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.
  • Pengabulan doa itu disesuaikan dengan kemampuan kita, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita agar kita tidak melebihi batas yang ada.
  • Perasaan kita yang menjadi perantara dari doa tersebut.
  • Dzikir itu mempunyai pengaruh yang dahsyat bagi kehidupan kita. Kalau seandainya Nabi Yunus tidak bertasbih, maka tidak akan diselamatkan oleh Allah. Tetapi, karena dengan subhanallah itu maka ia diselamatkan dari perut ikan paus.
  • Agar kita selamat dalam perjalanan menuju akhir hayat, shalatlah dengan benar dan khusyu’.
  • Ketika melakukan sesuatu yang disukai Allah, maka itu adalah ibadah.
  • Manusia hidup adalah mereka yang berpikir, sedangkan mereka yang tidak berpikir adalah mayat.
  • Kita sekarang ini di bulan Ramadhan, maka banyak-banyaklah berpikir dan berinisiatif, jangan sampai tidak berpikir dan tidak berinisiatif.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal