Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I., di Masjid Jami’ pada Ahad, 5 Ramadhan 1447 H/22 Februari 2026 M
- Allah SWT memerintahkan dalam Al-Qur’an untuk berpuasa. “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183)
- Dalam ayat tersebut, sudah jelas adanya perintah untuk berpuasa sejak masa orang-orang terdahulu, sedangkan orang yang tidak mau berpuasa maka merekalah orang-orang yang kafir. Karena, orang-orang yang berpuasa adalah orang -orang yang mukmin.
- Diciptakannya Nabi Adam dengan puasa 3 hari, hari pertama beliau diciptakan belum sempurna, hari kedua diciptakan hampir sempurna, hingga hari ketiga menjadi manusia sepenuhnya. Kemudian diturunkan ke bumi pada hari Jum’at.
- Puasa adalah sarana untuk meningkatkan diri dan mendekat kepada Allah. Bulan Ramadhan itu wajib diisi dengan hal-hal positif.
- Ketika Ramadhan, jangan hanya tidur, bangun, kemudian tidur. Berpuasa tidak hanya menahan lapar, melainkan sarana untuk bertakwa.
- Bagaimana bertakwa itu? Salah satunya adalah mengisi bulan Ramadhan dengan hal yang baik.
- Kalau puasa tanpa niat, maka kita hanya akan merasakan lelah.
- Berpuasa agar kita menjauhi apa yang dilarang Allah SWT.
- Mumpung masih muda gunakan masa mudamu dengan baik.
- Makan terlalu berlebihan bisa membuat kita sakit, maka jangan sampai mbruwah saat berbuka puasa.
- Memilih makanan bukan menjadi tolak ukur kita berpuasa. Ketika puasa, bukan hanya kesehatan yang terjaga, tetapi juga ketakwaan kita yang meningkat.
- Rumah itu kalau sering dihiasi dengan bacaan Al-Qur’an akan terasa dingin dan sejuk layaknya dinginnya AC.
- Al-Qur’an tidak hanya sebagai obat tetapi juga pentunjuk untuk orang-orang yang bertakwa, huda lil muttaqiin.
- Barang siapa yang ingin menghargai dirinya, maka bacalah Al-Qur’an.
- Tanpa orang tua kita, tidak bisa sampai seperti ini.
- Perjuangan orang tua itu sangatlah berjasa, maka kita harus menghormati jasa mereka dengan cara berdoa.
- Berdoa itu untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain.
- Kalau kita berdoa maka ilmu kita akan melekat dan bermanfaat.
- Sering-seringlah berkumpul bersama dengan keluarga, jangan sampai terlena dengan bermain-main diluar hingga musibah yang mengingatkan kita.
- Tidak ada masa depan yang suram, tetapi adanya masa depan yang yang cerah.
- Berbagilah dengan orang yang kurang beruntung, jika kita mempunyai rezeki atau sesuatu yang lebih maka dianjurkan untuk berbagi dengan sesama kita. Orang yang bisa memberi sesuatu kepada orang lain itu nikmatnya luar biasa.
- Jika seseorang memiliki dan mensyukuri nikmat, maka dia akan bisa memberikan lebih.
- Harus meluangkan waktu untuk menghadiri ceramah-ceramah yang ada. Itu semua agar mengisi waktu libur bulan Ramadhan dengan hal yang positif.
- Tujuannya untuk meningkatkan ketakwaan dan spiritualitas kita.
- Meningkatkan muamalah kita kepada Allah, al-mu’amallah ma’allah.
- Semua pekerjaan akan selesai jika sabar, ash-shabru yu’iinu ‘ala kulli ‘amalin.
- Kalau kita menerima segala sesuatu harus kita terima dengan bersyukur, Alhamdulillah. Bersyukur harus diikuti dengan amalan-amalan yang baik.
- Bersyukur itu mudah. Tetapi, yang susah adalah implementasi hal tersebut.
- Dengan berpuasa, kita akan mendapatkan pahala dan pengampunan dosa. Sepertiga bulan puasa adalah pengampunan. Manfaatnya adalah meningkatkan kualitas hidup dan ketakwaan.
- Hidup kita akan menjadi lebih baik jika kita melakukan hal yang positif, perbuatan baik sekecil apapun pasti ada manfaat dan akibatnya.
- Laksanakan puasamu sebaik mungkin.
- Dari kita mengisi dan mengetahui manfaat positif bulan puasa, akan dapat mampu membentuk karakter positif kita. dan membentuk kepribadian kita.
- Karakter positif yang ada adalah karakter takwa, karakter kemanusiaan, karakter kejujuran.
- Kejujuran adalah modal utama, kalau kamu jujur maka kamu akan berhasil.
- Yang terakhir adalah karakter yang membuat kita untuk disiplin.
- Barang siapa yang melaksanakan puasa dengan tulus dan Ikhlas maka akan mendapatkan berkah.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari
Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.
Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.

















