GONTOR–Pelaksanaan Diskusi Umum Kelas 5 Kulliyyatul Mu‘alimin Al-Islamiyyah (KMI) pada Ahad (9/8) malam di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) berjalan lancar. Diskusi kali ini mengangkat tema “Panca Jiwa Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Pengurus Rayon” dengan meninjau kondisi anggota dan pengurus rayon saat ini. Acara yang dipanitiai oleh siswa kelas 5 ini memiliki sistem yang sama dengan diskusi pada umumnya, namun peran pembanding disini digantikan dengan pemakalah, sehingga terdapat 2 pemakalah dalam acara tersebut.
Acara dimulai pukul 20.00 melalui pembawa acara, Ulil Abshor, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Naufal Zharfan lalu acara Diskusi Umum dipimpin oleh Nurul Faizin sebagai moderator pada diskusi kali ini. Adapun pemakalah 1, Muhammad Faiz Mahdy dan pemakalah 2, Haikal Afriadi.
Adapun judul pemakalah 1 pada Diskusi Umum Kelas 5 ini adalah “Panca Jiwa Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Pengurus Rayon” sedangkan judul pemakalah 2 “Kendala-Kendala Dalam Penerapan Nilai Panca Jiwa Di Kalangan Pengurus Rayon”. Masing-masing pemakalah menyampaikan makalahnya selama 15 menit, lalu acara dilanjutkan dengan termin pertanyaan.
Jalannya Diskusi Umum diakhiri dengan sesi evaluasi oleh Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi M.Ag sebagai Pembimbing Diskusi Umum Siswa Kelas 5 kali ini. Di penghujung acara “Hari ini adalah hari yang bersejarah, acara dilaksanakan oleh petugas-petugas tanpa grogi, padahal dihadapan 700 siswa kelas 5, adik-adik kelas dan para asatidz pembimbing. Melebihi target saya yang hanya 1 sampai 2 halaman, ternyata melebihi. Karena fasilitas nya ada dan pembimbingnya juga ada. Terima kasih, makalahnya luar biasa.” Ujar Al-Ustadz Rif’at Husnul di sesi evaluasi, (9/8) Malam.
Adanya diskusi ini diharapkan dapat menjadi pendidikan bagi santri dalam pengaturan waktu, pencarian bahan dan rujukan secara mandiri, tanpa mengambil dari internet. Juga melatih santri untuk belajar mengetik, membuat makalah baik dan benar serta berusaha untuk melakukan sesuatu sendiri.
Diskusi Umum diadakan selama 1 tahun sekali, kegiatan ini bertujuan agar seluruh siswa kelas 5 KMI mengetahui alur pelaksanaan diskusi yang baik dan benar. “Fungsi dari Diskusi Umum ini ialah sebagai wajah atau contoh dari Diskusi Mingguan. Ini lebih diprioritaskan agar pemakalah dapat tampil maksimal. Hingga diadakan karantina bagi pemakalah selama pembuatan makalah.” Papar Faqih, staf Forum Pengembangan Potensi Dan Wawasan Santri (FP2WS). Syarif/red-Rakafadel


Pendidik sejati, akan terus mengajarkan ilmu yang ia dapat tanpa henti. Walaupun ia tidak memiliki murid sekalipun, ia tetap akan mengajarkannya walaupun hanya dari tulisan yang ia rangkai, karena sudah merupakan tanggung jawab dari seorang yang berilmu untuk menyampaikan apa yang telah ia ketahui. Dari tulisan ini pun nantinya akan lahir tokoh-tokoh pembesar masyarakat yang kaya akan ilmu. Ilmu dalam bentuk tulisan ini akan tetap kekal dan abadi selama ia dibaca, walaupun sang penulis telah tiada. Pun begitu juga dengan ilmu yang ia diamalkan, akan terus ada sampai kapanpun selama yang mempelajari ilmu tersebut masih menerapkannya.



“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia qurban atas terselenggarakannya rentetan kegiatan qurban kali ini. Pada tahun ini terjadi banyak peningkatan, baik itu dari hewan qurban ataupun dari peningkatan inovasi yang memang sejak dulunya sudah direncanakan, tentang bagaimana supaya pelaksanaan penyembelihan hewan qurban ini bisa berjalan efektif.” ujar beliau dalam sambutannya.
Kepanitiaan penyembelihan hewan qurban terdiri dari 117 guru dan 273 santri Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang terdiri dari siswa kelas 5 dan kelas 6. Kepanitian ini sengaja disertakan dari beberapa santri yang bertujuan sebagai kaderisasi dan wadah pendidikan bagi mereka. Pembagian daging qurban ini diberikan kepada santri, dewan guru, lembaga pondok, sekolah dan masyarakat yang berada di sekitar pondok.Dinulcahya

