Home Blog Page 198

Dialog 5 Besar Kandidat Ketua DEMA Gontor Putri Kampus 2

0

Patah tumbuh hilang berganti merupakan salah satu falsafah andalan Pondok Modern Darussalam Gontor yang masih terpatri hingga saat ini. Satu tahun sudah Dewan Mahasiswi UNIDA Kampus Mantingan Gontor Putri 2 mengemban amanahnya. Kini waktunya tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan.

Jum’at (24/7)-Dialog 5 besar dan pemilihan ketua DEMA periode 2020/2021 dilaksanakan.  Dengan 5 kandidat yang berasal dari Mahasiswi UNIDA Semester 7 setiap fakultasnya, yaitu Al-Ustadzah Silvi Anggraeni Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadzah Choirotunnisa’ Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadzah Hibah Nur Aisyah Fakultas Syariah, Al-Ustadzah Mulya Fantika Fakultas Ekonomi Islam, dan Al- Ustadzah Fitriyani Fakultas Ushuluddin.

Bukan hanya sekedar dialog dan orasi biasa, setiap kandidat mengemukakan visi misinya untuk menjadi ketua DEMA yang kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh panitia tentang ide dan program kerja yang akan dilakukan nantinya. Usai dialog acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua DEMA dengan cara mencoblos dua foto kandidat ketua DEMA, seluruh asatidz dan mahasiswi UNIDA semester 1-7 hingga wisudawatipun ikut berpartisipasi dalam acara ini.

DEMA merupakan organisasi yang bertanggungjawab atas seluruh kegiatan kemahasiswaan yang ada, baik secara akademis maupun non akademis. Oleh karena itu diperlukannya regenerasi agar DEMA menjadi lebih baik setiap tahunnya.hasnanabila

Khutbatu-l-Arsy, Masa Orientasi yang Edukatif dan Menghibur

0

Khutbatu-l-Arsy atau yang dikenal dengan pekan perkenalan adalah cara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memperkenalkan diri kepada santri-santri baru, kegiatan tahunan ini serupa dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) di lembaga pendidikan lain, namun Khutbatu-l-Arsy tidak berupa tindakan semena-mena senior sekolah kepada siswa baru sebagaimana yang terlintas di benak kita selama ini. Pekan perkenalan di PMDG berisi rentetan acara-acara yang mendidik dan tentunya memberi wawasan kepada santri-santri baru khususnya dan umumnya kepada seluruh santri dan guru PMDG tentang apa itu Pondok Modern Darussalam Gontor.

Khutbatu-l-Arsy untuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya ditengah pandemi yang melandah dunia, gontor tetap eksis menjalan semua kegiatannya dengan lancar berdasarkan prokotol kesehatan, mulai dari Porseni, Floksong, Poetry Reading, Aneka Ria Nusantara dan Sidasa Band.

Khutbatu-l-Arsy secara bahasa berarti Pidato diatas singgahsana, dinamakan demikian karena pada masa orientasi tersebut bapak pimpinan PMDG memberikan wejangan-wejangan berupa kuliah umum yang diadakan sebanyak 4 babak selama 2 hari ditambah satu hari pembacaan diktat pekan perkenalan oleh bapak guru Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) dan Wali Kelas. Wejangan-wejangan tersebut menggambarkan apa saja yang akan dihadapi para santri setahun kedepan, adapun pokok isinya ada tiga,yaitu: Perkenalan,perpeloncoan,dan Jangka-jangka atau program-program pondok.

Selain pidato, khutbatu-l-Arsy sebagaimana yang telah saya singgung sebelumnya juga berisi rentetan acara yang edukatif dan menghibur.Para santri mengadakan sendiri acara-acara tersebut, mulai dari perencanaan, latihan, properti, dan lain sebagainya.

Rentetan acara dalam Khutbatu-l-Arsy antara lain ada Pesta Olahraga dan Seni (POSRSENI), Anekaria Kesenian Nusantara, Demonstrasi Bahasa Daerah, Perlombaan Vokal Grup Antar Asrama, Pagelaran Seni Drama Arena, dan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Dengan memegang prinsip al-ma’hadu la yanaamu abadan atau yang berarti pondok tidak pernah tidur, dalam satu bulan, seluruh santri dari kelas satu (setara kelas satu Madrasah Tsanawiyah) sampai kelas enam (kelas tiga Madrasah ‘Aliyah) larut dalam rentetan acara yang bersambung dari satu acara ke acara lain.

Siswa kelas satu yang notabene nya baru saja merasakan hidup di pondok pun ikut dilibatkan dalam acara-acara tersebut, hanya seminggu setelah resmi menjadi santri mereka langsung mengikuti kompetisi olahraga melawan kakak kelasnya. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kompetisi di beberapa cabang olahraga tertentu, tak kalah dengan senior-seniornya. Mereka juga mengikuti perlombaan vokal grup antar asrama, dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya justru asrama santri baru lah yang keluar menjadi pemenang dalam lomba yang memupuk kekompakan anggota asrama tersebut.

Selain memperkenalkan tentang isi pondok, di masa khutbatu-l-Arsy santri-santri juga diperkenalkan kesenian dari berbagai daerah di nusantara, santri PMDG yang berasal dari berbagai macam kebudayaan berbeda seperti batak, betawi, jawa, minang, dayak, dan lain sebagainya diberi kesempatan memperkenalkan kesenian daerahnya masing-masing dalam acara Anekaria Kesenian Nusantara dan Demonstrasi Bahasa Daerah. Bahkan santri yang berasal dari luar negeri pun ikut ambil bagian menunjukkan kesenian daerahnya.

Rentetan agenda Khutbatu-l-Arsy ditutup dengan pagelaran seni Drama Arena dan Panggung Gembira. Di kedua acara ini para santri menunjukkan kreativitasnya dalam berbagai bidang, baik tari-tarian tradisional, tari-tarian modern, olah vokal, drama, puisi, dan masih bayak lagi. Drama Arena diikuti hanya oleh santri kelas 5 (Kelas 2 Madrasah Aliyah) adapun Panggung Gembira diikuti oleh santri mulai dari kelas satu hingga enam kecuali kelas lima.

Masa Orientasi memang penting adanya tak hanya kepada siswa baru, namun siswa lama bahkan guru pun harus mengikutinya agar tak buruk sangka terhadap pondok, maka Khutbatu-l-Arsy ini menjadi solusi terbaik karena selain edukatif, pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy ini juga menghibur santri agar tidak rindu kampung halaman selepas liburan.

Khutbatu-l-Arsy atau yang dikenal dengan pekan perkenalan adalah cara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memperkenalkan diri kepada santri-santri baru, kegiatan tahunan ini serupa dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) di lembaga pendidikan lain, namun Khutbatu-l-Arsy tidak berupa tindakan semena-mena senior sekolah kepada siswa baru sebagaimana yang terlintas di benak kita selama ini. Pekan perkenalan di PMDG berisi rentetan acara-acara yang mendidik dan tentunya memberi wawasan kepada santri-santri baru khususnya dan umumnya kepada seluruh santri dan guru PMDG tentang apa itu Pondok Modern Darussalam Gontor.

Khutbatu-l-Arsy untuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya ditengah pandemi yang melandah dunia, gontor tetap eksis menjalan semua kegiatannya dengan lancar berdasarkan prokotol kesehatan, mulai dari Porseni, Floksong, Poetry Reading, Aneka Ria Nusantara dan Sidasa Band.

Khutbatu-l-Arsy secara bahasa berarti Pidato diatas singgahsana, dinamakan demikian karena pada masa orientasi tersebut bapak pimpinan PMDG memberikan wejangan-wejangan berupa kuliah umum yang diadakan sebanyak 4 babak selama 2 hari ditambah satu hari pembacaan diktat pekan perkenalan oleh bapak guru Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) dan Wali Kelas. Wejangan-wejangan tersebut menggambarkan apa saja yang akan dihadapi para santri setahun kedepan, adapun pokok isinya ada tiga,yaitu: Perkenalan,perpeloncoan,dan Jangka-jangka atau program-program pondok.

Selain pidato, khutbatu-l-Arsy sebagaimana yang telah saya singgung sebelumnya juga berisi rentetan acara yang edukatif dan menghibur.Para santri mengadakan sendiri acara-acara tersebut, mulai dari perencanaan, latihan, properti, dan lain sebagainya.

Rentetan acara dalam Khutbatu-l-Arsy antara lain ada Pesta Olahraga dan Seni (POSRSENI), Anekaria Kesenian Nusantara, Demonstrasi Bahasa Daerah, Perlombaan Vokal Grup Antar Asrama, Pagelaran Seni Drama Arena, dan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Dengan memegang prinsip al-ma’hadu la yanaamu abadan atau yang berarti pondok tidak pernah tidur, dalam satu bulan, seluruh santri dari kelas satu (setara kelas satu Madrasah Tsanawiyah) sampai kelas enam (kelas tiga Madrasah ‘Aliyah) larut dalam rentetan acara yang bersambung dari satu acara ke acara lain.

Siswa kelas satu yang notabene nya baru saja merasakan hidup di pondok pun ikut dilibatkan dalam acara-acara tersebut, hanya seminggu setelah resmi menjadi santri mereka langsung mengikuti kompetisi olahraga melawan kakak kelasnya. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kompetisi di beberapa cabang olahraga tertentu, tak kalah dengan senior-seniornya. Mereka juga mengikuti perlombaan vokal grup antar asrama, dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya justru asrama santri baru lah yang keluar menjadi pemenang dalam lomba yang memupuk kekompakan anggota asrama tersebut.

Selain memperkenalkan tentang isi pondok, di masa khutbatu-l-Arsy santri-santri juga diperkenalkan kesenian dari berbagai daerah di nusantara, santri PMDG yang berasal dari berbagai macam kebudayaan berbeda seperti batak, betawi, jawa, minang, dayak, dan lain sebagainya diberi kesempatan memperkenalkan kesenian daerahnya masing-masing dalam acara Anekaria Kesenian Nusantara dan Demonstrasi Bahasa Daerah. Bahkan santri yang berasal dari luar negeri pun ikut ambil bagian menunjukkan kesenian daerahnya.

Rentetan agenda Khutbatu-l-Arsy ditutup dengan pagelaran seni Drama Arena dan Panggung Gembira. Di kedua acara ini para santri menunjukkan kreativitasnya dalam berbagai bidang, baik tari-tarian tradisional, tari-tarian modern, olah vokal, drama, puisi, dan masih bayak lagi. Drama Arena diikuti hanya oleh santri kelas 5 (Kelas 2 Madrasah Aliyah) adapun Panggung Gembira diikuti oleh santri mulai dari kelas satu hingga enam kecuali kelas lima.

Masa Orientasi memang penting adanya tak hanya kepada siswa baru, namun siswa lama bahkan guru pun harus mengikutinya agar tak buruk sangka terhadap pondok, maka Khutbatu-l-Arsy ini menjadi solusi terbaik karena selain edukatif, pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy ini juga menghibur santri agar tidak rindu kampung halaman selepas liburan.

Mengasah Kreatifitas Andika Darussalam dengan Miss Ambassador dan Carnaval of Universe

0

Karangbanyu – Selasa malam (21/07) berlangsungnya acara Miss Ambassador dan Carnaval of Universe  yang bertempatan di Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, acara tersebut  salah satu rentetan kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3) antar gugus depan. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari setiap gugus depan. Pada lomba tersebut peserta akan diberi pertanyaan mengenai permasalah-permasalahan yang marak terjadi di zaman sekarang ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan oleh para juri dengan menggunakan bahasa resmi Pondok Modern Darussalam Gontor (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) yang akan meningkatkan andika dalam berbahasa dan  mengasah kemampuan mereka  dalam memberikan opini, juga dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi zaman sekarang ini.

Tidak lepas dari point Dasa Dharma Pramuka yang ke-6, yaitu Rajin, Terampil dan Gembira, maka keterampilan andikapun dilatih pada acara Carnaval of Universe tersebut, yang mana  para gugus depan diwajibkan untuk membuat kostum karnaval dengan menggunakan barang bekas.

 Dan acarapun diakhiri dengan diumumkannya juara umum pada lomba Miss Ambassador dan Carnaval of Universe, yaitu dengan juara umum Miss Ambassador yang dimenangkan  oleh Adzkiya Mizan Adla dari gugus depan 08-136, dan juara umum Carnaval of Universe yang dimenangkan oleh Anida Mghfirah dari gugus depan 08-136. Sopiana07

Aktif Menjadi Utusan Kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3) antar Gugus Depan

0

Gontor Putri Kampus 3 – Senin (20/07) tepat pukul 06.15 pagi di depan Gedung Al-Azhar dilaksanakannya pelepasan peserta Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3). Pelepasan tersebut dihadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz Suwarno TM., S.Ag dengan memberikan nasehat juga pengarahan atas berjalannya acara LP3 tersebut. Kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan dengan mengutus beberapa andika dari setiap gugus depan yang bertujuan untuk menumbuhkan sifat keaktifan andika disetiap kegiatan kepramukaannya juga dalam mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dengan mengikuti acara demi acara, perlombaan demi perlombaan antara gugus depan yang berlangsung selama 5 hari di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3. 

Pendidikan di Gontor tidak hanya didapatkan didalam kelas saja, melainkan diluar kelas sekalipun. Jadi, meskipun para santriwati yang mengikuti kegiatan LP3 tersebut tidak mengikuti kegiatan belajar dikelas, tapi mereka akan mendapatkan pendidikan yang tidak akan bisa didapatkan didalam kelas.

Lomba Perkemahan Penggalang Penegak antar Gugus Depan hanya bagi andika rakit hingga bantara sedangkan andika ramu belum diperkenankan untuk mengikuti perlombaan perkemahan  penggalang penegak antar gugus depan melainkan para andika diharapkan untuk melihat dan mengenal terlebih dahulu apa itu perkemahan penggalang penegak dan semua yang berhubungan dengan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu dengan diadakannya anjangsana untuk andika ramu dan amsus atau kelas 1 dan 1 INT bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan kepramukaan di Gontor Putri Kampus 3 khusunya dalam Lomba Perkemahan Penggalang Penegak ini . Pia

Pengarahan Sebelum Menjadi Pengajar dan Pengawas Penting Dilakukan untuk Pendidikan yang Terbaik

0

MANTINGAN-(3/7/20)‘Dimanapun kalian berada, jangan lupa mengajar’ adalah salah satu nasehat yang sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para guru di Gontor, karena sejatinya :

ليس العلم ما علم، بل العلم ما نفع

            Karena ilmu yang bermanfaat akan menjadi bekal bagi setiap manusia ketika ia telah tiada nanti, salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus sampai kapanpun setelah do’a anak yang sholeh dan shodaqoh jariyah.

            Selain guru, acara ini juga dihadiri oleh santriwati kelas 6 yang nanti juga akan menjadi pengajar jam ke-7 dan pengawas pidato. Mereka dididik untuk menjadi pengajar sekaligus agar berlatih dalam mempersiapkan ujian tarbiyah amaliyah di akhir tahun nanti. ‘Meskipun hanya jam ke-7, pelajaran ini  juz’un laa yatajaza’ dengan pelajaran pagi karena pelajaran pada jam ke-7 juga akan diuji pada ujian akhir semester nanti itulah pesan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, M.A dalam pidatonya malam itu.

            Sebenarnya, bisa saja pembagian tugas ini hanya dilakukan dengan cara menempelkan nama beserta tugasnya di tempat tertentu, tetapi Gontor mempunyai cara mengajar, mendidik yang baik yaitu diadakannya pengarahan sebelum melakukan hal apapun.Aliefia

Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal

0

أعهد بحسن النية على تأدية الأمانة لله عزّ وجلّ

Kalimat yang diikrarkan saat pengangkatan panitia bulan Syawwal ini membuat seluruh hati dan jiwa ikut bergetar seakan amanah ini begitu mulia dan sangat harus dipertanggungjawabkan. Syawwal telah berlalu dan kepanitian bulan Syawwal pun akan berakhir. Namun mengakhiri masa jabatan tersebut tidaklah semudah memutar balikkan telapak tangan. Kepanitiaan ini membutuhkan perjuangan keras dan jiwa yang teguh dalam menjalankan dan menyukseskan tiap-tiap bagian di panitia tersebut.

Karena janji harus ditepati dan ikrar harus dilaksanakan, maka diadakanlah laporan pertanggungjawaban panitia bulan Syawwal yang akan menolak ukur seberapa besar rasa tanggungjawab sang pengurus terhadap bagiannya yang telah diamanahkan. Panitia yang berasal dari siswi akhir KMI ini menyampaikan laporan pertanggungjawabannya di hadapan seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dan juga seluruh asatidz dan ustadzaat.

Dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 21-22 Juli 2020 yang bertepatan dengan 29 Dzulqo’dah-1 Dzulhijjah 1441. Acara ini dapat melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab santriwati atas amanah yang telah diberikan. Sann

Art, Sport, and Handicraft Show Sarana Mengembangkan Bakat Santri

0

GONTOR–Setiap individu pasti memiliki kemampuan dan keahlian. Namun, kemampuan yang ada harus selalu diasah dan dikembangkan guna meningkatkan skill dalam bidangnya. Art, Sport, and Handicraft Show merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk memenuhi serta memfasilitasi santri dalam berbagai macam bidang ekstrakurikuler yang diminati, dengan harapan mampu berkembang, baik dalam segi akademis maupun non akademis.

Jum’at pagi (24/7) pukul 08.00 WIB, pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Dan dibuka oleh Al-Ustadz Alwi Yusron, M.A. Dengan diiringi pukulan gong sebanyak 3 kali sebagai pertanda bahwa kegiatan ini resmi dibuka. Beliau menyampaikan, “Apapun yang kita lakukan itu merupakan jihad di jalan Allah. Karena dengan berolahraga, badan kita akan menjadi sehat. Dan dengan seni kita menjadi cakap.” tutur Beliau.

Untuk kegiatan  Ekstrakurikuler yang disediakan dan ditampilkan, diantaranya: Art yang meliputi Kegiatan seni, seperti Persatuan Bela Diri Darussalam (Perbeda). Sport, yang meliputi semua jenis cabang olahraga. Serta Handicraft yang menjadi wadah pengembangan skill dalam bidang kreativitas santri. Semua yang diadakan ini untuk santri, dengan harapan agar mampu mengikutinya serta mengambil ilmu sesuai dengan kebutuhan, kemauan, dan kemampuannya.

Tujuan dari penyelenggaraan acara ini bukan hanya untuk bersenang-senang saja. Namun, acara ini memiliki banyak sekali tujuan. Salah satunya adalah pendidikan, serta merupakan ajang untuk mengembangkan diri dan kemampuan dalam berbagai bidang, agar nanti mereka mampu menjadi pemimpin yang kreatif serta inovatif.

Meskipun di tengah pandemi seperti ini,  dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, pembukaan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Dengan harapan, kepada santri yang hadir, dapat mengambil nilai-nilai yang ditanamkan pondok di setiap acaranya. Karena program kaderisasi nilai inilah yang akan terus kita bina, agar cita-cita kita untuk menjadi ulama yang intelek itu benar terwujud dengan persiapan yang matang. Mika

Sidasa Band dan Malam Pembagian Hadiah

0

GONTOR—Usai melaksanakan berbagai macam rentetan kepanitian dalam rangka Pekan Perkanalan Khutbatu-l-‘Arsy, malam ini, (23/07) tiba saatnya bagi santri kelas 3 intensif dan kelas 4 untuk menutup rangkaian acara tersebut dengan acara Sidasa Band, sekaligus pembagian hadiah untuk para pemenang di berbagai lomba dalam rentetan acara Pekan Perkenalan ini.

Acara ini resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok yang diwakilkan oleh Al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd. Dalam sambutannya, Ustadz Zulfahmi menyampaikan, “acara ini bukan hanya ajang hiburan dan pembagian hadiah saja, akan tetapi banyak unsur pendidikan yang ada di dalamnya, mulai dari kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama.”

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ini dimulai pada pukul 20.00 dan selesai pukul 21.10 WIB. Maka untuk efektifitas waktu, pada tahun ini pembagian hadiah dilaksanakan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama setelah penampilan dari para pemenang Song Festival, dan gelombang kedua dibagikan sebelum acara berakhir.

Piala penghargaan untuk para pemenag lomba dibagikan oleh Al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd. Daftar peserta yang mendapat piala penghargaan tersebut adalah:

PEMBAGIAN HADIAH GELOMBANG 1

Daftar Pemenang Perlombaan
Pekan Olahraga dan Seni 1441/2020
Cabang Olahraga

No Nama Lomba Pemenang
Kibar Sighor
1 Futsal Saudi 1 lt. 2 Indonesia 2
2 Sepak Bola Saudi 1 lt. 3 Syiria lt. 3
3 Tenis Meja Syanggit Syiria lt. 4
4 Voli Indonesia 3 Saudi 3 lt. 1
5 Badminton Aligarh lt. 1 Saudi 3 lt. 1
6 Basket Yaman Syiria lt. 3
Daftar Pemenang Perlombaan
Pekan Olahraga dan Seni 1441/2020
Cabang Non Olahraga

No Nama Lomba Pemenang
Kibar Sighor
1 Panco Saudi 1 lt. 2 Saudi 3 lt. 1
2 Tarik Tambang Palestina Saudi 3 lt. 1
3 Sarung Fighter Syanggit Saudi 3 lt. 1
4 Balap Sarung Saudi 3 lt. 2 Syiria lt. 4
5 Tari Estafet Palestina Saudi 3 lt. 1
6 Tic Tac Toe Saudi 1 lt. 3 Saudi 3 lt. 1
7 Tebak Kata Saudi 1 lt. 2 Indonesia 2
Daftar Pemenang Perlombaan
Pekan Olahraga dan Seni 1441/2020
Cabang Kesenian

No Nama Lomba Pemenang
1 Lukis Anekdot Saudi 1 lt. 3
2 Lukis Perspektif Saudi 1 lt. 3
3 Lukis Wajah Syiria lt. 3
Juara Umum
Pekan Olahraga dan Seni 1441/2020

No Nama Rayon Keterangan
1 Saudi 3 lt. 1 Juara Umum
PEMBAGIAN HADIAH GELOMBANG 2
Juara Lomba LKBB Resmi
1441/2020

Rayon Kibar
No Nama Rayon Nilai
1 Yaman 56
Rayon Sighor
No Nama Rayon Nilai
1 Syiria lt. 3 48
Juara Lomba LKBB Isyarat
1441/2020
Rayon Kibar

No Nama Rayon Nilai
1 Yaman 56
Rayon Sighor
No Nama Rayon Nilai
1 Syiria lt. 2 52
Juara Lomba Senam
1441/2020
Rayon Sighor

Juara Nama Rayon Poin
1 Indonesia 4 240
2 Syiria lt. 3 240
3 Indonesia 2 220
Rayon Kibar
Juara Nama Rayon Poin
1 Saudi 1 lt. 2 280
2 Saudi 3 lt. 3 220
3 Syanggit 220
Juara Poetry Reading
1441/2020
No Nama Rayon Judul
1 Zulfa Arsyadi Syanggit Kobaran Semangat
2 Naufal Kholis Solihin 2 Amarah Rakyat
3 Jajang Nurjaman Saudi 3 lt. 3 Taubat
Juara Song Festival
1441/2020
No Nama Rayon
1 Muhammad Aflah Hammam Indonesia 4
2 Ramandika Saudi 1 lt. 3
3 Lucky Syanggit
Juara Cerdas Cermat
1441/2020
No Rayon
1 Saudi 3 lt. 2
2 Indonesia 2
3 Wisma Hadi

Dengan adanya acara ini, para santri diharapkan bisa mengembangkan bakat mereka dengan maksimal dan mempunyai rasa ingin berlomba-lomba dalam kebaikan. Faruq

 

Mengenal Budaya Lewat Aneka Ria Nusantara

0

Aneka Ria Nusantara merupakan salah satu rentetan acara Khutbatu-l-‘Arsy yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Dalam acara ini para santri menampilkan sejumlah kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis (23/7) lalu.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya daerah khususnya dalam kesenian kepada santri, serta sangat bermanfaat bagi santri, selain memperluas wawasan tentang budaya yang ada di Indonesia, santri dapat belajar keragaman dalam berbangsa dan bisa lebih menjiwai semboyan “Bhineka tunggal ika”. Adapun acara-acara yang ditampilkan oleh beberapa Konsulat di Aneka Ria Nusantara tahun ini antara lain:

  1. Tari Zapin (Konsulat Riau)

Pada tahun ini Konsulat Riau menampilkan tari zapin yang mana kata “zapin” berasal dari Bahasa Arab berarti pergerakan kaki cepat mengikuti rentak pukulan. Tarian tradisioanl ini bersifat edukatif juga menghibur, sebelumnya tari zapin hanya dilakukan oleh laki-laki, namun kini sudah bisa dilakukan oleh perempuan, atau campuran.

 

  1. Tari Dayak (Konsulat Kalimantan)

Tari tradisional yang ditampilkan oleh Konsulat Kalimantan ini berasal dari suku dayak yang menampilkan tentang kebudayaan hutan, flora dan fauna serta berkisah tentang perang untuk mempertahankan suku dayak.

 

  1. Tari Tor-Tor (Konsulat Sumatra Utara)

Tor-tor adalah tarian yang seremonial disajikan dengan musik gondang. Secara fisik Tor-tor merupakan tarian, namun makna yang lebih dari gerakan-gerakannya yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara.

 

  1. Tari Topeng (Konsulat Cirebon)

Tarian ini dipentaskan oleh satu orang penari atau lebih dengan menggunakan topeng yang berbeda karakter, dan penari tersebut  dikenal dengan Dalang.

Tarian yang sudah ada sejak abad ke-10 masehi ini mengandung simbol-simbol dan makna tertentu, seperti cinta, nilai-nilai, dan kebijaksanaan.

 

  1. Tari Wayang (Konsulat Bogor)

Merupakan tarian yang mengungkapkan latar belakang peristiwa dalam cerita perwayangan. Apabila dikaitkan dengan fungsinya tari wayang termasuk dalam seni pertunjukan yang bersifat tontonan, sehingga akan terjadi komunikasi antara pelaku dan penonton, Tari Wayang juga memerlukan garapan yang serius dalam segala aspek seperti manusia, materi sajian utama, serta aspek penunjang lainnya.

 

  1. Reog Ponorogo (Konsulat Ponorogo)

Reog Ponorogo merupakan salah satu seni budaya asli dari Jawa Timur tepatnya di Kota  Ponorogo, Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai “Singa Barong”, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan di atasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya dan salah satu yang tampil dengan Reog adalah Warok dan Gemblak, Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya.

 

  1. Arabic Dance/Marawis (Konsulat Jakarta)

Arabic Dance/Marawis adalah kelompok seni musik dari Jakarta yang telah turun temurun dibawa oleh bangsa Arab pada zaman dahulu yang biasanya dipakai untuk palang pintu, mengarak orang sunat, nikahan, atau penyambutan tamu dan sebagai seni musik yang sering dijadikan festival.

 

  1. Tari Sekapur Sirih (Konsulat Jambi)

Merupakan tarian selamat datang atau penyambutan kepada tamu-tamu besar, awalnya tarian ini bernama Tarian Penyambutan, kemudian mengalami beberapa perubahan hingga menjadi Tari Sekapur Sirih, bedanya Tarian Sekapur Sirih adalah tari kreasi baru yang diatur sedekat mungkin dengan Tari Kejei. Jumlah penari dalam Tari Sekapur Sirih menyesuaikan dengan tempat yang dipakai, bisa dilakukan oleh putra, putri, atau berpasangan.

 

Aneka Ria Nusantara Perkaya Gontor Akan Budaya dan Tradisi

0

PEACE COUNTRY – Acara Aneka Ria Nusantara merupakan salah satu rentetan kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy (PPKA) yang memiliki banyak kekayaan dari budaya dan tradisi akan nilai-nilai Indonesia. Acara ini juga merupakan orientasi untuk mengenalkan pondok kepada santri baru dan menanamkan pemahaman kepada santri-santri lama. Pada hari senin (21/07) malam, acara Aneka Ria Nusanta dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Acara ini dimulai tepat pada pukul 20.00 WIB dengan pembukaan dari pembawa acara, setelah itu pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan pembawaan sambutan dari ketua panitia acara. Dalam sambutannya, ketua acara mewakili seluruh panitia yang ada untuk mengahaturkan ungkapan rasa syukur dan terima kasih mereka kepada Pimpinan Pondok serta dewan guru, karena telah mendapatkan banyak pendidikan dan pembelajaran khususnya melalui acara ini.

Kemudian acara dilanjtukan dengan Sambutan dari Al-Ustadz Firdaus Ilham Satria, S.Th.I selaku yang mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Beliau menyampaikan kepada seluruh santri yang hadir di BPPM agar para santri tahu akan kekayaan budaya dan tradisi negara Indonesia yang harus dilestarikan dalam bentuk Islami, bukan semata mata untuk meniru bangsa lain yang belum tentu sesuai dengan bangsa Indonesia. Beliau juga menyuruh kepada para santri agar selalu menjaga nilai-nilai dari Pancasila dan nasionalisme Indonesia agar para santri selalu bergerak, karena dalam pergerakan terdapat keberkahan.

“Disini kita akan dikenalkan berbagai macam budaya dan bangsa yang mengambarkan betapa kita akan berteman dengan ribuan orang dari berbagai daerah Indonesia. Pancasila mungkin bukan sesuatu yang kita hafalkan tetapi nilai-nilai pancasila sudah jauh kita terapkan sebelum Pancasila itu ditemukan, demikianlah kita diajarkan untuk menghargai budaya tanpa harus menghalangi kepercayaan kita kepada Islam sebagai agama kita.” ujar beliau dalam sambutannya

Lalu acara dilanjutkan ke inti acara yaitu penampilan tari-tarian yang meliputi seluruh wilayah Indonesia; yaitu konsulat Riau, konsulat Kalimantan, konsulat Sumatra Utara, konsulat Cirebon, konsulat Bogor, konsulat Ponorogo, konsulat Sumatra Selatan dan konsulat Jambi sebagai penutup dari tari-tarian daerah.

Selanjutnya acara ditutup oleh pembawa acara pada pukul 21.00 WIB, agar bisa memberikan para santri waktu istirahat yang cukup untuk melanjutkan kegiatan pada esok hari.Dinulcahya