Home Blog Page 20

Menolak Lupa Sejarah: Napak Tilas Perjuangan Trimurti PMDG di Tanah Minangkabau

0

PADANG Keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Napak Tilas Perjuangan Trimurti di Bumi Minang pada Senin(17/11). Kegiatan sehari penuh itu menjadi penanda komitmen untuk menjaga ingatan kolektif tentang jejak intelektual dan perjuangan para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Rombongan yang terdiri dari para alumni, peserta Konferensi Wakaf Internasional, serta pimpinan pondok dalam Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) memulai perjalanan dari Istana Gubernur Sumatera Barat. Apel pelepasan dipimpin oleh Ketua IKPM Sumatera Barat Buya Marfendi, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A., dan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M.

Dalam sambutannya, Kiai Hamid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan sejarah, tetapi sarana menguatkan sanad keilmuan PMDG. “Napak tilas ini untuk mengenang sanad keilmuan PMDG,” ujar beliau.

Tujuan pertama rombongan adalah Perguruan Thawalib Padang Panjang. Gerimis dan kabut yang menyelimuti kawasan itu tidak mengurangi kekhidmatan agenda. Para peserta disambut dengan tari Minang, lalu diajak menelusuri Museum dan Galeri Tokoh Thawalib.

Dalam pertemuan di auditorium, Prof. Dr. Abrar, M.Ag., Ketua Yayasan Thawalib Padang Panjang, memaparkan keunikan sistem pendidikan Thawalib di era awal abad ke-20. “Pondok Thawalib ini memiliki keunikan, para santri yang belajar juga menjadi guru, saat itu sekitar tahun 90-an,” tutur beliau.

Kiai Hamid kemudian menyampaikan kembali sepotong sejarah perjuangan Trimurti dalam mencari ilmu. “Gontor merupakan lembaga pendidikan holistik yang mencakup Ilmu, iman, dan amal,” kata beliau. Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor tersebut juga menekankan pentingnya peran alumni pesantren dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa.

Dijelaskan pula bahwa Tanah Minang menjadi salah satu pusat gerakan pembaharuan Islam pada awal abad ke-19, bersamaan dengan munculnya modernisme Islam di Mesir. Karena belum mendapat kesempatan belajar di Kairo, Kiai Imam Zarkasyi memilih Sumatera Barat sebagai tempat mendalami ilmu dan sistem pendidikan modern. Langkah itu dinilai berani, mengingat masyarakat Jawa saat itu lebih lazim menuntut ilmu ke Tebuireng atau Tremas.

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Gadang almarhumah Ibu Rabiah; istri K.H. Zainuddin Fananie di Payakumbuh yang kini telah direnovasi. Di sana, Buya Marfendi menyinggung sosok Zaenuddin dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka, yang terinspirasi dari nama salah satu Trimurti Gontor.

Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie turut membagikan kisah perjuangan Kiai Zainuddin Fananie dan Ibu Rabiah di tanah Minang. “Kita mempersiapkan manusia-manusia yang siap dipakai ketika Indonesia merdeka,” ucap beliau.

Rombongan kemudian berziarah ke Mandam Perkuburan, makam Ibu Hj. Rabiah. Kiai Husnan, yang merupakan cucu Kiai Zainuddin, memimpin doa dalam suasana haru dan penuh penghormatan.

Melalui rangkaian tapak tilas ini,diharapakan generasi muda tidak melupakan sejarah perjalanan Trimurti dalam menuntut ilmu dan membangun PMDG. Semangat belajar lintas pulau, dari Jawa hingga Sumatera, menjadi teladan bagi santri dan alumni agar terus memperjuangkan pendidikan dan kontribusi bagi Indonesia.

(Kontributor: Staf Sekretaris Pimpinan PMDG, Editor: Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Articles:

Konferensi Wakaf Internasional Tunjukkan Sinergi Gontor dan Sumatera Barat

Menjelang Puncak Peringatan 100 Tahun PMDG, Badan Wakaf PMDG Selenggarakan Sidang Ke-96 di Tanah Minang

Syukuri 90 Tahun Eksistensi Pondok, 100 Kader Gontor Menapaktilasi Perjuangan Trimurti pada Masa Pemberontakan PKI 1948

Porpig FC Persembahkan Gelar Juara di Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025

0

PONOROGO – Porpig FC, tim sepak bola santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), menutup gelaran Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025 dengan prestasi gemilang. Mereka berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan MA Darul Huda di Stadion Batoro Katong. 

Ajang yang mempertemukan tim-tim terbaik dari SMP/MTs dan SMA/MA sederajat di seluruh Ponorogo ini resmi dibuka oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan diselenggarakan oleh Komite Pemuda Nasional Indonesia (KPNI) Ponorogo.

Dalam laga-laga yang berlangsung meriah, atmosfer stadion selalu dipenuhi penonton yang antusias. “Alhamdulillah, suasana pertandingan ramai, kondusif, dan sangat baik,” ujar Al-Ustadz Rofiq Al Farizi, salah satu ofisial tim Porpig FC. Ia menyebut liga ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga Ponorogo, sekaligus ruang pembinaan bagi talenta-talenta muda.

Persiapan Porpig FC jauh dari kata instan. Latihan intens sudah mereka gelar sejak usainya Olimpiade 100 Tahun Gontor, berlanjut hingga menjelang liga. “Persiapan kami dimulai sejak jauh hari. Intensitas latihan meningkat sejak masa-masa liga semakin dekat,” ujarnya.

Menurutnya, event ini memiliki nilai strategis sebagai sebuah kompetisi tahunan. Selain mempererat hubungan antarsekolah, ajang ini juga menjadi wadah pencarian bibit pesepak bola lokal. “Dari sini kita bisa lihat bakat-bakat baru sepak bola Ponorogo,” tambahnya.

Penyerahan piala juara kepada Porpig FC dilakukan oleh perwakilan Ketua KPNI Ponorogo. Gelar ini menjadi catatan penting dalam perjalanan PMDG di kancah olahraga daerah. Ke depan, ia berharap kompetisi ini terus berkembang. 

“Semoga bakat-bakat baru bermunculan, fasilitas stadion semakin maju, kualitas wasit meningkat, dan seluruh aspek sepak bola Ponorogo ikut terangkat,” tuturnya.

Prestasi Porpig FC menegaskan bahwa pembinaan olahraga di PMDG berjalan efektif. Kemenangan ini merupakan bukti kerja keras, dedikasi, dan semangat sportivitas yang terus hidup di lingkungan pesantren.

(Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

Kalahkan IKPM Riau, IKPM Jakarta Raih Juara 3 Cabang Olahraga Sepak Bola

Tak Diberi Celah: IKPM Sudan Kebobolan di Detik ke-7!

PP. Dar El-Qolam Juara Sepak Bola Olimpiade 100 Tahun Gontor

English Intensive Training Resmi Dibuka, 60 Santri Jalani Karantina Bahasa Selama 5 Hari

0

GONTOR — Program English Intensive Training (EIT) resmi dibuka pada Sabtu (15/11) di Aula Bahasa Gedung Al-Azhar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan yang dirancang sebagai karantina pembinaan bahasa selama lima hari ini diikuti oleh 60 santri dari kelas 3 Intensif, 4, dan 5 KMI. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Gontor dalam memperkuat tradisi berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris di lingkungan pesantren.

Seremoni pembukaan dipimpin oleh Al-Ustadz Emerald Athalla, S.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keseriusan dan kedisiplinan para peserta selama menjalani masa karantina. Menurut beliau, kemampuan bahasa tidak hanya terbentuk dari teori, tetapi juga dari pembiasaan intensif yang terstruktur.

Selama lima hari ke depan, peserta akan menjalani jadwal padat. Seluruh kegiatan berlangsung dengan sistem karantina, yang memungkinkan santri berlatih bahasa secara penuh tanpa distraksi dari aktivitas lain. Model pembinaan seperti ini sudah lama menjadi ciri khas Pondok Modern Darussalam Gontor, yang selalu menekankan keseimbangan antara disiplin, kemandirian, dan penguasaan ilmu.

Aula Bahasa yang baru dibangun di Gedung Al-Azhar menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ruang yang lebih luas dan tertata membuat suasana belajar lebih kondusif dan interaktif. Para pembimbing bahasa juga telah menyiapkan berbagai metode pelatihan kreatif untuk memastikan seluruh peserta mencapai target kompetensi yang ditentukan.

Dengan dimulainya English Intensive Training ini, Gontor kembali menunjukkan kesungguhannya dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan global, sejalan dengan tradisi panjang pesantren dalam mengutamakan kualitas sumber daya manusia. 

Program ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat santri untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

(Kontributor : Ghazi, Dejuan, Editor : Winka, Alif)

Related Articles :

Gontor Language Institute for Development and Excellence Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Santri

Festival Bahasa Arab dan Inggris, Lahirkan Generasi Berwawasan Global

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi

Optimalisasi Peran dan Tanggung Jawab Pengurus Baru Melalui Training Organization

0

KARANGBANYU — Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 mengadakan Training Organization bagi pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka sebagai upaya memantapkan kesiapan serta memperkuat kompetensi pengurus baru dalam menjalankan amanah kepengurusan. Kegiatan ini resmi dibuka pada Rabu siang, 12 November 2025, oleh Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Yudi Afifuddin, M.E., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental, profesionalitas kerja, serta pemahaman tugas bagi seluruh pengurus baru.

Pada malam harinya, peserta mendapatkan pembekalan kesekretariatan bersama Al-Ustadzah Nuriyah Azizah, S.Ag. Sesi ini menyoroti peran penting sekretaris dalam menjaga keteraturan dan ketertiban dokumen organisasi. Beliau menjelaskan bahwa tugas seorang sekretaris bukan hanya mencatat, tetapi memastikan seluruh dokumen tersusun dengan rapi, sistematis, serta mudah ditelusuri sesuai kaidah yang berlaku di pondok. Materi yang disampaikan meliputi penulisan surat resmi, penyusunan notulen, pengaturan agenda kegiatan, penyusunan laporan, hingga sistem folderisasi dan pengkodean berkas.

Pelatihan kemudian dilanjutkan pada Jumat malam, 14 November 2025, melalui sesi pengelolaan anggaran dan tata kerja bagian bersama Al-Ustadzah Haniatu Anharil Jannah, S.Ag. dari Staf Administrasi. Beliau menyampaikan materi mengenai penyusunan anggaran, teknik pelaporan keuangan, serta pentingnya ketertiban dalam setiap proses pengelolaan bagian. Dalam penjelasannya, ditegaskan pula pepatah Pondok Modern bahwa “administrasi yang rapi wajib mutlak untuk menjaga kepercayaan,” sebagai landasan moral bagi seluruh pengurus dalam mengemban amanah organisasi.

Setelah seluruh rangkaian materi selesai, Training Organization bagi OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka resmi ditutup oleh Staf Pengasuhan Santriwati yang turut menyampaikan nasihat dan pesan penting mengenai amanah, tanggung jawab, serta etika kepemimpinan. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh pengurus baru mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan menjalankan tugas kepengurusan dengan lebih tertib, terarah, dan penuh tanggung jawab.

(Foto: Multimedia | Berita: Siska Cholydia)

Related Articles :

Bekali Pengurus Organisasi dengan Penataran Manajemen Keorganisasian

Musyawarah Kerja OPPM dan KGP Membangun Kepemimpinan dan Keselarasan Organisasi

Regenerasi Pengurus OPPM & KGP, Wadah Untuk Belajar Organisasi

Konferensi Wakaf Internasional Tunjukkan Sinergi Gontor dan Sumatera Barat

0

PADANG — Dalam rangka memperingati 100 tahun usia Pondok Modern Darussalam Gontor dan Milad ke-80 Provinsi Sumatera Barat, Konferensi Wakaf Internasional atau International Waqf Conference (IWC) digelar di Ballroom Hotel Truntum Padang, Sabtu (15/11). Acara ini menjadi momentum sinergi antara Gontor dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam mendorong penguatan wakaf produktif.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional hadir sebagai keynote speaker, di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin; Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Ad-Duwaini; Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.; serta Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani. Kehadiran mereka menegaskan posisi konferensi ini sebagai forum strategis lintas negara.

Pembukaan acara dimeriahkan oleh Tari Pasambahan yang diiringi musik khas Minangkabau. Para peserta tampak antusias menyaksikan pertunjukan tersebut sebagai simbol penghormatan terhadap tamu undangan.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam memajukan wakaf. “Melalui forum ini, sinergi antara ranah dan rantau, ulama dan akademisi, bukan hanya menjadi simbolik tetapi harus menjadi motor penggerak umat,” ujar beliau. Bapak Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan panitia atas terselenggaranya konferensi ini.

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, mengingatkan agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada seremonial. “Buah pertemuan kita ini jangan hanya berhenti di sini, tetapi harus berkelanjutan,” kata beliau.

Sementara itu, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin dalam pemaparannya menegaskan perlunya memperluas peran wakaf dalam pemberdayaan umat. “Wakaf tidak hanya harus dipahami sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang menyejahterakan,” tutur beliau. Mantan Wakil Presiden RI tersebut memaparkan perkembangan praktik wakaf internasional dan tantangan yang menyertainya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata oleh Gubernur Sumbar bersama Pimpinan PMDG, dilanjutkan sesi foto bersama.

(Kontributor: Staf Sekretaris Pimpinan PMDG, Editor: Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Articles :

Menjelang Puncak Peringatan 100 Tahun PMDG, Badan Wakaf PMDG Selenggarakan Sidang Ke-96 di Tanah Minang

Sidang Badan Wakaf ke-95: Sekecil Apapun Program Harus Direncanakan dan Dilaporkan

Gubernur Sumatera Barat Silaturahim ke PMDG dan Bahas Wakaf

Menjelang Puncak Peringatan 100 Tahun PMDG, Badan Wakaf PMDG Selenggarakan Sidang Ke-96 di Tanah Minang

0

PADANG – Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Sidang yang ke-96 di hotel Truntum Kota Padang, Sumatera Barat. Sidang ini diselenggarakan selama satu hari, yaitu pada hari Jum’at, 14 November 2025.

Dalam sidang tersebut, Ketua Badan Wakaf, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A., menegaskan bahwa sidang kali ini juga menjadi sidang Badan Wakaf PMDG yang pertama kali diselenggarakan di luar pulau Jawa.

Sidang kali ini diselenggarakan di Padang karena bertepatan dengan rentetan Peringatan 100 Tahun Gontor dan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-80, yaitu Konferensi Wakaf Internasional pada hari Sabtu-Ahad, 15-16 November 2025. Selain konferensi, Badan Wakaf PMDG juga melakukan napak tilas perjuangan Trimurti pendiri PMDG di Sumatera Barat, yaitu K.H. Imam Zarkasyi saat menempuh pendidikan di Perguruan Thawalib Padang Panjang, Sumatera Barat. 

Kedatangan seluruh Anggota Badan Wakaf di Tanah Minang ini disambut hangat oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah.

“Dengan hadirnya dan bertemunya Badan Wakaf Gontor di Padang saat ini menjadi bagian dari acara konferensi yang kami selenggarakan, karena wakaf akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada saat ini,” ujar beliau.

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga menjelaskan bahwa umat Islam harus selalu bergerak maju ke depan. “Jangan sampai kita hanya lelah mendengar, tetapi bagaimana juga kita harus melakukan hal-hal baik dan kemajuan merupakan bagian dari amanat, karena amanat bukan hanya menjalankan pekerjaan” tegas beliau.

Sidang Badan Wakaf merupakan agenda yang sangat penting guna membahas berbagai program PMDG, terkhusus dalam menghadapi abad ke-2 Gontor. Dalam sidang, Pimpinan PMDG melaporkan aktivitas yang telah diupayakan selama satu semester, termasuk di antaranya proses pembangunan New BPPM yang dalam waktu dekat ini sudah siap digunakan untuk berbagai kegiatan dan pendidikan santri dan guru. 

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phill. selaku Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor juga menyampaikan laporan berbagai kegiatan dan program yang sudah terlaksana di UNIDA dan rentetan acara Peringatan 100 Tahun Gontor, seperti terlaksananya kegiatan jambore muslim pertama di dunia yaitu World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) di Bumi Perkemahan Cibubur.   

Pada sesi akhir sidang, ketua Badan Wakaf, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A., menegaskan bahwa Trimurti merupakan tokoh besar yang meninggalkan warisan luar biasa dalam dunia pesantren, dan pendidikan Islam di Indonesia. Maka untuk mengabadikan dedikasi, keikhlasan, dan kontribusi beliau, perlu diadakan buku Pondok Modern Gontor yang menerangkan perjuangan Trimurti dalam mendirikan dan membangun sistem pendidikan Gontor.

Semoga dengan sidang ini dapat meningkatkan kualitas dan membawa PMDG menuju kemajuan di masa yang akan datang dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah ditanamkan Trimurti pendirinya.

(Kontributor : Staf Sekretaris Pimpinan PMDG, Editor : Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Articles :

Sidang Badan Wakaf ke-95: Sekecil Apapun Program Harus Direncanakan dan Dilaporkan

Sidang Istimewa Badan Wakaf Gontor Bahas Optimalisasi Peringatan 100 Tahun dan Program Abad Kedua

Badan Wakaf PMDG Menggelar Sidang ke-93

Gontor Language Institute for Development and Excellence Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Santri

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menegaskan salah satu prinsip pendidikannya; al-muhaafazhatu ala-l-qiyam wa at-taghyiir ila-l-kamal (menjaga nilai-nilai yang baik, dan bergerak menuju kesempurnaan), dalam peresmian Gontor Language Institute for Development and Excellence pada Jumat (7/11).

Pusat pembelajaran dan pengembangan bahasa Arab-Inggris baru yang bertempat di Gedung Al-Azhar ini dilengkapi dengan aula pembelajaran bahasa, perpustakaan bilingual, dan laboratorium komputer. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi santri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing mereka secara aktif dan komunikatif.

Dalam sambutannya, Pimpinan PMDG, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed., menegaskan pentingnya pembelajaran bahasa melalui interaksi langsung. “Sangat efektif belajar bahasa asing dengan bergaul bersama pemilik bahasa tersebut,” ujar beliau, seraya menambahkan bahwa pondok senantiasa mencari cara agar santri dapat belajar bahasa asing dengan cara paling efektif dan efisien.

Kiai Akrim juga berpesan agar para santri memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal. “Gunakan fasilitas ini untuk meningkatkan bahasa Arab dan Inggrismu. Kalian sangat beruntung memiliki fasilitas semacam ini. Kamu bisa berkembang, belajar, dan berlatih di institut ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya keberanian dalam proses belajar. “Meskipun ini bahasa asing, kamu tetap harus belajar. Bukan dosa jika kamu salah dalam berbicara. Hal yang paling penting dalam belajar bahasa adalah jangan takut membuat kesalahan.” 

(Kontributor : Ghazi, Dejuan, Editor : Winka, Alif)

Related Articles :

Santri PMDG dan Mahasiswa UNIDA Gontor Raih Prestasi Nasional di Kompetisi Bahasa Arab Kedutaan Besar UEA

Festival Bahasa Arab dan Inggris, Lahirkan Generasi Berwawasan Global

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi

Meneguhkan Aqidah dan Meningkatkan  Ibadah di jejak 100 Tahun Gontor Bersama Al-Ustadz Salim A. Fillah

KARANGBANYU (4/11/25) – Tabligh Akbar menjadi momen bersejarah dalam rangkaian acara peringatan 100 tahun berdirinya Gontor di Gontor Putri Kampus 3. Dengan dihadiri oleh Bapak Pimpinan, Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Asif Trisnani, Lc.M.Ag. selaku ketua panitia peringatan 100 tahun Gontor Divisi Gontor Putri, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Bapak Totok Sudaryanto, S.H., M.H. selaku perwakilan dari bupati Ngawi.

Antusiasme dan Partisipasi dalam Peringatan 100 Tahun Gontor

Acara yang dinantikan ini menghadirkan seorang penulis buku dan pendakwah asal Yogyakarta, Al-Ustadz Salim A. Fillah yang akan menyampaikan dakwah dengan tema “Teguhkan Aqidah, Tingkatkan Ibadah, Sejahterakan Umat”, menjadikan acara ini sangat ditunggu-tunggu tidak hanya dari kalangan santriwati, tetapi juga seluruh masyarakat Ngawi, khususnya di daerah Widodaren dan Mantingan.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan sholawat dari grup hadrah Senhada dari Gontor Kampus Pusat yang meneduhkan suasana. Acara dibuka pada pukul 20.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penampilan oleh para pemenang lomba gempita Tabligh Akbar dalam rangka peringatan 100 tahun Gontor, yaitu dari grup hadrah Assyitaria dan Aqila Fatima asal Sidoarjo dari kategori lomba pidato cilik.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Asif Trisnani selaku ketua panitia peringatan 100 tahun Gontor Divisi Gontor Putri menegaskan bahwa dibalik kemegahan acara Tabligh Akbar peringatan 100 tahun Gontor ini terdapat kerja keras dan dedikasi para  santriwati. Sementara itu, perwakilan dari bupati Ngawi, Bapak Totok Sudaryanto, S.H., M.H., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi mengungkapkan rasa bangganya terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor, khususnya Gontor Putri Kampus 1, 2 dan 3 yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan dan pembinaan karakter keagamaan masyarakat Ngawi.

Dalam pesan dan nasehatnya, Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal menekankan bahwa kurikulum di Gontor merupakan kurikulum pendidikan, beliau berpesan, “Pendidikan di Gontor adalah kehidupan itu sendiri; setiap tempat, bahkan pasar sekalipun, menjadi ruang pembentukan perilaku.”

Setelah itu, dilakukan penyerahan cinderamata dari Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal kepada Al-Ustadz Salim A. Fillah, sebelum acara berlanjut ke puncak utama, yakni mau‘idzah hasanah dari beliau. Dalam ceramahnya, Al-Ustadz Salim A. Fillah menyampaikan bahwa berdirinya Bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan seorang santri, beliau menegaskan bahwa pendidikan pesantren telah melahirkan satu perjuangan yang tidak pernah putus, yaitu menegakkan jihad fii sabilillah di Nusantara tercinta. Beliau juga mengingatkan “Derajat seorang pemuda diukur oleh seberapa kokoh keyakinannya; semakin kokoh keyakinannya, dia akan diangkat derajatnya oleh Allah. Dan barangsiapa yang tidak punya keyakinan yang kokoh dalam hatinya, dia tidak akan pernah dapat mengambil manfaat dari kehidupan dunia yang fana ini, baik untuk dunianya maupun akhiratnya.”

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Gempita Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor. Kategori yang diumumkan meliputi pidato cilik, gema adzan, hadrah, mewarnai kaligrafi, serta 10 karya terbaik mewarnai kaligrafi. Hadiah diserahkan langsung oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Asif Trisnani, Lc., M.Ag., Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., dan Al-Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd.

Sebagai penutup acara, panitia membagikan doorprize kepada para hadirin, dengan hadiah berupa sepeda, kipas angin, perlengkapan masak, hingga paket sembako. Sepuluh orang terpilih berhasil memperoleh hadiah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang hadir.

Dengan terselenggaranya Tabligh Akbar yang terbuka untuk masyarakat umum, diharapkan kegiatan ini dapat membawa manfaat serta menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

(Berita : Nadia Salsabila | Foto : Nur Istiqomah, Siska Cholydia, Qorina Munisa)

Penerima Beasiswa Al-Azhar Jalur Gontor Siap Berangkat, Pimpinan PMDG: “Ke Mesir Apa yang Kau Cari?”

0

GONTOR — Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Robitoh, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Rabu (5/11) pagi. Sebanyak 136 guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) penerima beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir, gelombang VII dan VIII resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Negeri Piramida itu.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PMDG, K.H. Akrim Mariyat, M.A., menyampaikan pesan mendalam kepada para penerima yang akan berangkat. “Setelah menunggu lama, dengan harap-harap cemas, saya pun dulu pernah merasakannya. Betul-betul kita terima apa yang Allah berikan kepada kita,” ujar beliau di hadapan para hadirin.

Kiai Akrim menekankan pentingnya kesabaran, militansi, dan keberanian dalam menghadapi kehidupan di negeri orang. “Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja,” tutur beliau. 

Kiai Akrim juga berpesan agar para penerima beasiswa tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga memperkaya diri dengan pengalaman. “Hidup ini adalah pendidikan. Life is education, education is life,” tambah beliau.

Selain menegaskan pentingnya niat dan keikhlasan, beliau mengingatkan santri untuk mampu beradaptasi dengan budaya Mesir. “Jangan hanya bergaul dengan orang Indonesia atau sesama alumni Gontor. Itu tidak internasional berpikirnya.” 

Menurut Kiai Akrim, setiap pengalaman di Mesir akan menjadi pelajaran berharga bagi santri. “Kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Pegang kuat-kuat. Kamu membawa nama pondok, jagalah itu baik-baik,” pesan beliau menutup amanatnya.

Pelepasan ini menjadi bagian dari tradisi panjang Gontor dalam mengirim kader-kader terbaiknya ke Universitas Al-Azhar. Hingga kini, ribuan alumni Gontor telah menimba ilmu di Mesir dan berperan aktif dalam dakwah serta pendidikan di berbagai penjuru dunia.

(Kontributor: Ghazi, Fathur, Dejuan, Editor : Winka, Alif)

Related Articles :

Penerima Beasiswa Al-Azhar Kairo Jalur PMDG Gelombang ke 8

Seleksi Beasiswa Al Azhar Mesir Gelombang Ke 7 Dibuka

Hasil Seleksi Camaba Universitas Al-Azhar Jalur Pondok Modern Darussalam Gontor Non – Beasiswa Tahun Akademik 2022/2023

Tegaskan Kualitas Hafalan Quran Santri, Gontor Adakan Haflatul Khotmil Qur’an

0

GONTOR — Alunan ayat suci menggema indah di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor. Suasana khidmat dan haru menyelimuti seluruh hadirin ketika para santri menampakkan hasil perjuangan panjang mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Malam itu menjadi momen penuh makna bagi para penjaga kalamullah dalam acara Haflatul Khotmil Qur’an (HHQ) 2025.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Jam’iyyatul Huffazh ini menjadi ajang wisuda bagi para hafizh Al-Qur’an dari berbagai kategori; 5 juz, 15 juz, dan 30 juz. Para peserta yang diwisuda sebelumnya telah melewati serangkaian ujian majlisan tahfizh, dan pada malam HHQ kembali diuji dalam ujian terbuka sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam:

“Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Sabda inilah yang menjadi pedoman Gontor dalam menanamkan semangat cinta Al-Qur’an di hati para santri. Melalui kegiatan seperti HHQ, diharapkan tumbuh semangat tasābuq fil khairāt (berlomba-lomba dalam kebaikan) serta dorongan bagi seluruh santri untuk terus mendalami, menghafal, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Acara HHQ 2025 turut dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, serta Al-Ustadz H. Saidil Yusron, S.Th.I., Lc., M.A., yang juga bertindak sebagai penguji bersama para pembimbing dari Jam’iyyatul Huffazh. Setelah ujian terbuka selesai, prosesi dilanjutkan dengan penyematan syahādah kepada para wisudawan sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Penyematan dilakukan langsung oleh Kiai Hasan dan Ustadz Saidil Yusron, diiringi lantunan takbir dan tepuk tangan hangat dari para hadirin yang dipenuhi rasa bangga.

Dalam sambutannya, Ustadz Saidil Yusron berpesan agar para santri senantiasa menjaga keistiqamahan dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurut beliau, hafalan bukan sekadar prestasi, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan keikhlasan dan tanggung jawab.

Tahun ini, sebanyak 18 santri resmi diwisuda, dengan perincian 12 orang kategori 5 juz, 5 orang kategori 15 juz, dan 1 orang kategori 30 juz.

Melalui Haflatul Khotmil Qur’an, Gontor terus berkomitmen mencetak generasi Qur’ani, generasi yang tidak hanya hafal ayat-ayat suci, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Dari sinilah, Gontor melangkah mantap menyiapkan kader umat yang menjadi Al-Qur’an berjalan di tengah masyarakat.

(Kontributor : Panitia Haflatul Khotmil Qur’an, Editor : Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Haflah Tilawatil Qur’an ke-24: Menghidupkan Semangat Qur’ani Melalui Kompetisi

Cahaya Qur’an Sinari Darussalam : HTQ & HHQ Nasional 100 Tahun PMDG di Gontor Putri Kampus 3

HTQ Tumbuhkan Rasa Cinta Al-Qur’an Dalam Diri Santri