Home Blog Page 222

Kiai Hasan isi kajian rutin di Masjid Al-Ikhlas, Waru, Sidoarjo.

0

SIDOARJO—K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengisi kajian rutin hari Ahad, setelah shubuh di Masjid Al-Ikhlas, Waru, Sidoarjo (22/12). Sekitar satu setengah jam, Kiai Hasan menyampaikan tausiyahnya yang bertema berjama’ah menuju Qaryah Thayyibah.

Dalam tausiyahnya, Kiai Hasan menyampaikan bahwa qaryah yang baik berawal dari keluarga yang baik, keluarga yang baik berawal dari individu yang baik. Maka, sebagai seorang muslim, jangan sampai kita meninggalkan keislaman kita, jati diri kita.

Para jama’ah terlihat sangat antusias dalam mendengarkan tausiyah Kiai Hasan. Pasalnya, semakin lama, jamaa’ah bukan semakin berkurang, akan tetapi justru bertambah ramai. Kajian ini juga banyak dihadiri oleh para alumni PMDG yang sangat rindu untuk berjumpa dengan Kiai mereka.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah di rumah makan milik salah seorang alumni PMDG. Setelah acara selesai, Kiai Hasan dan rombongan langsung menuju Bandara Juanda untuk berangkat menghadiri walimah salah satu alumni PMDG yang diadakan di Kota Cirebon. Faruq

Galeri Perfotoan OPPM LIV 2019/2020 “Prominent Generation”

0

Keterangan per-bagian OPPM berdasarkan urutan slide foto:

1. Bagian Ta’mir Masjid
2. Bagian Penerangan
3. Bagian Kesenian
4. Bagian Koperasi Pelajar
5. Bagian Pengajaran
6. Bagian Kesehatan
7. Bagian Fotokopi
8. Bagian Koperasi Warung Pelajar
9. Bagian Bersih Lingkungan
10. Bagian Penatu

11. Bagian Keamanan
12. Bagian Penerimaan Tamu
13. Bagian Perpustakaan
14. Bagian Koperasi Dapur
15. Bagian Ketrampilan
16. Asisten OPPM
17. Bagian Olahraga
18. Bagian Bersih Lingkungan
19. Bagian Kesehatan dan Penatu

Galeri Perfotoan OPPM LIV 2019/2020 “Prominent Generation”

0

GONTOR – Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) merupakan organisasi santri terbesar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang menaungi dinamika kegiatan harian seluruh santri sejak bangun tidur hingga tidur kembali.

Amanat OPPM yang kini diemban oleh siswa akhir kelas 6 KMI @prominentgeneration akan mengakhiri masa baktinya, dan akan mengestafetkan tugas-tugasnya ke siswa kelas 5 KMI. Untuk mendokumentasikan jajaran pengurus OPPM pada tahun ini, maka diadakanlah perfotoan seluruh pengurus beserta staf pengasuhan santri dan Bapak Pimpinan PMDG.

Sebuah kesyukuran atas nikmat dan prestasi yang luar biasa, kelas 6 sudah banyak ditempa dan digembleng dengan berkecimpung di organisasi ini, kini saatnya mereka mempersiapkan diri dengan lebih serius dan fokus untuk menghadapi ujian siswa akhir KMI.

 

*telah disunting oleh: biibmufassir

Panggilan Sayang Itu adalah Bunda

0

Bunda, begitu para adika-adika gugus depan (gudep) memanggil ketua Pembina Gugus Depan (Bindep). Sosoknya, merupakan implementasi dari seorang ibu. Bunda-lah yang mencurahkan lebih banyak fikiran dan tenaga untuk perkembangan gudepnya. Di pundaknya tanggung jawab besar atas kemajuan gudep dan para adika-adikanya.

Bunda yang mengatur rapinya administrasi yang berjalan di gudepnya. Mulai dari keuangan, surat menyurat, sampai dengan barang-barang inventaris gudep. Bunda juga yang gigih membina dan mengawal kader-kader di gudepnya, agar lahir bunda hebat yang akan meneruskan perjuangannya dalam memajukan dan menyejahterkan para adika-adika di gudepnya.

Bunda layaknya single parent. Ia dituntut untuk bisa bertindak tegas namun penyayang, gigih, cekatan, kreatif, dan lihai mengayomi para adika dan rekan pembina lainnya. Jika terjadi pertikaian di antara adikanya atau di antara rekan pembina, bunda harus mahir melerai dan menengahi serta mengambil keputusan bijak untuk mengurai konflik. Karena itulah, anggota gudep memanggilnya bunda. Nee

Para Bunda Terpilih

0

RIMBO PANJANG – Masa bakti siswi akhir KMI di OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) dan KGP (Koordinator Gerakan Pramuka) akan segera berakhir. Estafet tanggung jawab sudah mulai diamanatkan kepada adik-adik kelas mereka. Salah satunya adalah tugas menjadi ketua bindep (Pembina Gugus Depan).

Kamis (26/12), selepas makan siang, seluruh anggota pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 berkumpul sesuai Gudep (Gugus Depan) masing-masing. Gudep 1 berkumpul di depan Gedung Yordania, gudep 2 di depan gedung Palestina, gudep 3 di lapangan basket, gudep 4 di depan Gedung Baru 1, gudep 5 di depan Gedung Baru 3, dan gudep 6 di depan Gedung Baru 5.

Siang itu mereka berkumpul guna memilih calon bunda. Bunda adalah julukan bindep. Tiap gudep mencalonkan 5 orang yang akan dipilih oleh anggotanya. Nama-nama yang terpilih nantinya akan diajukan kepada Bapak Wakil Pengasuh untuk diseleksi dan dinilai lebih ketat.
Mereka yang terpilih dari masing-masing gudep adalah Syakira Salsabila (5C-Gudep 1), Della Septiana (5F-Gudep 2), Piona Safni (5C-Gudep 3), Azizah La Safitri (5D-Gudep 4), Adilla Wildayani (5C-Gudep 5), dan Laila Nova (5B-Gudep 6). Farouq

Dialog 5 Besar Calon Ketua OPPM Gontor Putri Kampus 2

0

Waktu bergulir dengan cepatnya, tanpa terasa satu tahun sudah Organisasi Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengemban amanat sucinya, menjalankan program demi programnya. Dan sudah saatnya kini kepemimpinan di PMDG Putri Kampus 2 untuk bermetamorfosis, agar estafet perjuangan OPPM tetap berjalan. Senin (23/12), Aula Mini Hall penuh dengan generasi pemuda penerus yang akan melanjutkan roda kepemimpinan. “Dialog 5 Besar Calon Ketua OPPM”

Acara tersebut merupakan rentetan dari acara pergantian pengurus OPPM dan Koordinator diawali dengan pemilihan utusan konsulat, penyaringan, panggilan istimewa, kemudian 119 calon pengurus OPPM tersebut dipilih 10 orang perwakilan dari setiap konsulat besar, yang kemudian disaring kembali menjadi 5 Besar Kandidat Ketua OPPM :

  1. Afifah Nurul Hikmah (5B)
  2. Resti Wulandari (5B)
  3. Zumeilin Asti (5B)
  4. Azza Mufida (5B)
  5. Veronica Az-Zahra (5B)
Pengarahan-oleh-Bapak-Wakil-Pengasuh-Al-Ustadz-K.H-Umar-Said-Wijaya-M.Pd_

Diadakannya dialog ini tidak lain agar calon yang dipilih benar-benar mampu mengemban amanah sebagai ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) serta bertanggungjawab atas program dan kegiatan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 selama masa bakti 1441-1442 H.hasnab

Everyday is Thursday

0

MANTINGAN – Pada Kamis siang 5 Desember 2019 yang bertepatan dengan 7 Rabiul Tsani 1441. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 kembali mengadakan acara Perkemahan Kamis-Jum’at yang terdiri dari 4 gelombang, dan hari ini adalah gelombang terakhir dalam Perkemahan Kamis-Jum’at dan diadakan disekitar Auditorium Gontor Putri Kampus 1.

Dalam acara Perkemahan Kamis-Jum’at gelombang 4, gugus depan yang ikut andil dalam acara ini terdiri dari 17-20, 17-22, dan 17-32. Acara yang dibuka pada siang hari ini akan dilanjutkan dengan sesi perlombaan yang diadakan antar gugus depan masing-masing, dan akan di akhiri dengan pembagian hadiah sesuai perlombaan yang di tentukan disetiap gugus depan masing-masing.

Bapak pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 selalu berpesan: “Dalam menentukan seseorang itu berhasil di masyarakat bukan hanya intelektualitas kecerdasan, melainkan pendidikan mentalitas dan kepribadian para santriwati”. Diadakannya pramuka ini dimaksudkan untuk menggembleng para santriwati agar memiliki mental yang tangguh dan pendidikan yang baik dari berbagai segi yaitu pendidikan segi yaitu pendidikan dan pembentukan hati, pendidikan otak dan pengetahuan, serta pendidikan kreatifitas dan ketrampilan. Sehingga dalam kehidupan mendatang terbentuklah generasi muda yang intelektual spiritual serta memiliki mentalitas kepribadian yang tangguh.

-Tiarala

Dari Sampah Jadi Berkah – Seminar Kebersihan

0

MANTINGAN – Padatnya kegiatan santriwati tentu harus didukung oleh keadaan lingkungan yang bersih. Kebersihan sangat mempengaruhi kesehatan santriwati. Kebersihan juga sangat berperan penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang nyaman tentu sangat mempengaruhi aktifitas santriwati.

Seminar Kebersihan digelar di Auditorium Gontor  Putri Kampus 1 dan dihadiri oleh sekitar 200 sanrtiwati kelas 1-5, juga sejumlah ustadzah. Seminar ini digelar pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 Desember 2019 dan terbagi menjadi 2 sesi, yaitu pada penjelasan materi pada malam hari dan praktek membuat ecobrick pada siang hari. Seminar ini bertujuan untuk meningkatan kesadaran santriwati akan pentingnya kebersihan lingkungan serta memberikan solusi ramah lingkungan dalam penaggulangan sampah.

Dalam seminar bertemakan ‘Dari Sampah Jadi Berkah’ ini, Al-Ustadzah Siti Fatimah selaku pembicara, mengenalkan kepada peserta tentang pengelompokan sampah menjadi sampah organik, anorganik dan residu, juga beberapa cara mengelola sampah yang ramah lingkungan, yaitu dengan membuat ecobrick (botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological) untuk sampah anorganik, melakukan budidaya maggot (larva black soldier fly (BSF) atau lalat tantara hitam) untuk sampah organik, juga dengan menggunakan teknologi mesin sintawaka (mesin dekomposisi sampah yang menggunakan Teknologi Ionisasi Udara secara magnetik) untuk sampah residu.

Beliau juga mengajak peserta untuk turut menerapkan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang sampah) menjadi barang baru yang bermanfaat. Baginya, mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita.

“Kesuksesan bukan hanya soal materi, tapi bagaimana kehadiran kita dapat bermanfaat bagi orang lain.”

Demikian ungkapnya.

Diakhir sesi materi, Al-Ustadzah Siti Fatimah mengajak peserta bersama untuk turut menjalankan program Kang Pisman atau Kurangi-Pisahkan-Manfaatkan sampah, yaitu gerakan koloborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam membangun peradaban baru pengelolaan sampah yang lebih maju. ShabriyaB

Ajarkan Aqidah, Pengasuhan Selenggarakan Shalat Kusuf

0

RIMBO PANJANG – Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang cukup mengesankan. Bulan yang ukurannya 400 kali lebih kecil dari matahari mampu menutup cahayanya yang menyinari bumi, karena jarak bulan ke bumi 400 kali lebih dekat daripada matahari. Hal itu terjadi, tidak lain karena kekuasaan Allah Yang Maha Berkehendak.

Fenomena alam yang terjadi pada hari Kamis siang (26/12), dijadikan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 sebagai momentum menanamkan ubudiyah dan aqidah yang kuat kepada santriwati. Selepas kumpul penutupan acara Fathul Kutub, segenap santriwati dan guru berkumpul di mushala guna melaksanakan shalat gerhana matahari dan mendengarkan khutbah. Shalat gerhana matahari dilaksanakan setelah pelaksanaan shalat Dhuhur.

Al-Ustadz Abdul Amim, S.Pd.I. mendapatkan amanat untuk bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, beliau mengajak para jamaah untuk mentadabburi kejadian alam yang fenomenal ini. Dengan demikian, akan bertambah ketakwaan dan keimanan. Matahari dan bulan yang sedemikian besarnya, begitu tunduk dan patuh saat Allah SWT menghendaki terjadinya gerhana matahari. Sebagai manusia yang jauh lebih kecil dari kedua makhluk tersebut, sudah selayaknya untuk patuh dan tunduk terhadap perintah Allah SWT. Farouq

Tampak fenomena gerhana matahari di langit Rimbo Panjang

Rombongan Fungsionaris Darul Muttaqien, Bogor, Kunjungi Gontor Putri Kampus 7

0

RIMBO PANJANG – Sebanyak 22 orang guru fungsionaris Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Bogor, berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7. Terdiri dari 16 orang guru laki-laki dan 8 orang perempuan mengadakan kunjungan pada Rabu (25/12) siang.
Selama empat hari kunjungan mereka ke Riau, PMDG Putri 7 menjadi destinasi awal setelah landing di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Kemudian ke PMDG Kampus 14, Siak, lalu ke Dumai mengunjungi Pesantren Darunnajah 12, dan PP. Al-Amin.

Siang hari, setelah shalat Dzuhur, rombongan tiba di komplek PMDG Putri Kampus 7. Bapak Wakil Pengasuh langsung menyilakan rombongan beramah tamah dan menyantap menu makan siang. Lalu dilanjutkan dengan pertemuan formal bertempat di Aula Yordania. Kemudian, oleh Bapak Wakil Pengasuh, para tamu diajak untuk mengunjungi Art Gallery, melihat beberapa karya seni hasil tangan santriwati.

Selain untuk menyambung silaturahim, kunjungan mereka ke Riau, khususnya ke PMDG Putri 7 adalah untuk belajar mengelola dan memberdayakan tenaga pengajar yang berasal dari berbagai daerah. Sehingga mampu membantu perkembangan pondok dan ikut aktif membina dan mendidik santriwati. Farouq