MALANG–Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan yang mendukung proses belajar mahasiswa semester 7, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) di Fakultas Syariah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya mendapat teori dari apa yang disampaikan dosen di bangku perkuliahan, namun mampu mengaplikasikan ilmunya dalam praktik di lapangan secara langsung, khususnya dari praktisi ekonomi syariah yang tentunya berkaitan dengan program studi HES.
Kegiatan magang ini berlangsung 2 minggu, dari tanggal 19 November 2019-2 Desember 2019, bertempat di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang. Pada umumnya, sebelum mahasiswa melakukan praktik, mereka diberikan dasar teori dari mata kuliah yang sudah diajarkan oleh masing-masing dosen pengampu.
Selain mendapat teori belajar dari dosen, buku, dan lain sebagainya, mahasiswa juga mendapat tugas-tugas untuk mempraktikkan masing-masing teori dari beberapa mata kuliah yang ditempuh, hal ini juga dapat membantu mahasiswa dalam mendapatkan referensi untuk menyelesaikan tugas akhir semester, yang ditulis dalam bentuk laporan skripsi.
Melalui kegiatan magang ini diharapkan adanya kerja sama dan silaturrahim dengan pihak BAZNAS Kota Malang bersama UNIDA Gontor, sehingga ke depannya mahasiswa lulusan UNIDA Gontor dapat melanjutkan ke jenjang praktisi Ekonomi Syariah. Muis



Selanjutnya Kiai Hasan menyampaikan pesan dan nasehat sekaligus meresmikan bangunan baru milik Yayasan ini. Beliau menyampaikan bahwa Gontor memiliki beberapa unit usaha bukan semata-mata untuk mencari keuntungan materi, tetapi untuk pendidikan bagi para santri dan ustadznya. Maka di Gontor tidak ada sistem gaji. Yang ada adalah berkah kebersamaan.
Kiai Syukri menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Mesir berupa “Al-Wusam Al-Jumhuriyyah” atau sebuah penghargaan d kepada orang yang berjasa dalam berbagai bidang seperti ilmu, seni, dan olahraga yang diberikan langsung oleh Presiden Mesir pada tahun 2006. Disela-sela ramah tamah, Syaikh Amir memimpin doa untuk kesehatan dan kesembuhan Kiai Syukri,