Home Blog Page 259

Wisuda: Momentum Istimewa bagi Sarjana Angkatan 33 UNIDA Gontor

0

Gontor-Kamis (18/7) merupakan hari yang sangat istimewa dan bersejarah bagi para wisudawan/i sarjana dan pascasarjana Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Hari itu, tepatnya di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor diselenggarakan Rapat Senat Terbuka Sarjana Angkatan XXXIII. Alhamdulillah, sebuah kesyukuran yang sangat besar, kali ini wisudawan/i yang telah menyelesaikan studi pada jenjang pendidikan strata 1 (S-1) dan strata 2 (S-2) mencapai 423 wisudawan. Dalam sejarah wisuda yang diadakan oleh kampus Unida, ini adalah jumlah yang terbesar, karena mencapai angka 400 wisudawan.

Dengan rincian sebagai berikut: Ekonomi Islam 72 Wisudawan, Prodi Pendidikan Agama Islam 59 Wisudawan, Prodi Pendidikan bahasa Arab 35 Wisudawan, Prodi Studi Agama Agama 46 Wisudawan, Prodi Aqidah Filsafat Islam 13 Wisudawan, Prodi Perbandingan Mazhab 20 orang, Prodi Hukum Ekonomi Syariah 41 Wisudawan, Prodi Manajemen 21 Wisudawan, Prodi Ilmu Komunikasi 9 Wisudawan, Prodi Teknik informatika 7 Wisudawan, Prodi Kesehatan Keselamatan Kerja 1 Wisudawan, dan Prodi Farmasi 26 Wisudawati dan Prodi Ilmu Gizi sejumlah 25 Wisudawati. Kemudian untuk Wisudawan dari Pascasarjana, yaitu; Prodi Aqidah Filsafat Islam 12 Wisudawan, dan Pendidikan Bahasa Arab 11 Wisudawan.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Anggota Badan Wakaf PMDG, Rektor Unida, beserta jajaran Dosen, wali wisudawan/i dan seluruh Guru KMI. Selain itu, hal yang menjadikan wisuda ini terasa lebih istimewa adalah hadirinya Rektor Universitas lain yang telah menjalin MOU (memorandum of understanding) dengan Unida, yaitu Rektor Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Professor Madya Dr. Asmaddy Haris, Rektor Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Dr. Haji Hambali bin Haji Jaili, dan Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd.

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd. yang berkesempatan hadir, memberikan orasi ilmiah kepada seluruh hadirin. Beliau menyampaikan banyak hal tentang SDM (Sumber Daya Manusia) para pemuda Indonesia yang berpotensi untuk memajukan bangsa ini di masa yang akan datang. Kreativitas, inovasi, kecerdasan, dan semangat perjuangan yang ada pada para pemuda Indonesia harus diaplikasikan, sehingga bisa mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik. rukh

Gladi Resik Perdana Penampilan PKA: Transformasi Nilai Gontor Melalui Kegiatan & Budaya

0

Gontor – Sebagaimana biasa hari jum’at di Pondok menjadi hari paling sibuk diantara hari yang lain. Itupun terlihat pada pagi hari ini (19/07/2019) setelah shalat subuh mereka harus sudah bersiap-siap melakukan rutinitas mingguan berbahasa (Muhadatsah) akan tetapi pagi ini agak sedikit berbeda karena latihan berbahasa agak diperaingkat karena mereka haru sudah berada di lapangan hijau untuk melakukan kegiatan gladi seluruh rangkaian acara di Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) meliputi seluruh barisan guru, konsulat dan juga penampilan budaya yang 2 hari sebelumnya sudah di evaluasi.

Baca: Gladi Penampilan Budaya: Gontor Tetap Menjunjung Tinggi Bhineka Tunggal Ika

Beragamnya asal santri yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) beragam pula budaya yang di bawa ke Gontor mulai penjuru pulau di Indonesia mulai dari Sabang hingga merauke. Akan tetapi keberagaman para santri tetap dapat bersatu dibawah naungan filosofi Gontor yang selalu mengedepankan prinsip, “Gontor Menjadi Perekat Ummat”, segala bentuk perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak tidak bersatu maupun bercerai berai.

Penampilan Bhineka Tunggal Ika yang akan ditampilkan pada saat acara (PKA) kali ini dibuka dengan sentuhan lagu Mars Darussalam yang di aransemen ulang sangat apik dengan tempo yang agak sedikit lambat, vokal khas santri serta nada cukup panjang dan sangat terkesan hikmat, tersisip makna perjuangan yg ikhlas.

“Darussalam pondokku
Kampung damai…2x
Kau teruskan jihadmu
Demi illahi…

Dari masa ke masa
Kau berjuang…2x

Kau teruskan idemu
Perdamaian…

Islam nyawamu…
Islam tubuhmu…
Islam jalan hidupmu…”

Penggalan lirik lagu Mars Darussalam tersebut terasa menyentuh relung hati pendengarnya, tak jarang pula membuat mata alumni Gontor berkaca-kaca atau bahkan sampai menitikkan air mata jika mendengar atau pada saat membawakan lagu tersebut.

Dalam kesempatan ini KH. Hasan Abdullah Sahal terlihat menikmati sekali penampilan para santri sembari duduk santai di kursi shofa memperhatikan seluruh penampilan sejak awal hingga akhir sesekali beliau mengarahkan pandangannya ke sebuah notebook dan tampak jari-jari beliau mengetik untuk sebuah naskah. Selain itu ketua panitia PPKA ustad Agus Mulyana, Ustadz Mahbub Al-Aziz juga Ustadz Sunan Autad terlihat hadir dideretan kursi paling depan sisi barat, terlihat sesekali memberikan kode instruksi tanda beberapa hal masih kurang tepat.

Koordinasi Perdana Panitia Qurban 2019

0

Gontor – “Al-Ma’hadu La Yanamu Abadan (Pondok Tidak Pernah Tidur)”, begitulah ungkapan yang sangat familiar di telinga para santri dan Guru di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ungkapan ini memang patut diamini karena kegiatan Pondok di minggu-minggu ini sangat padat, dimulai pagi hari jam 7.30 WIB di PMDG berlangsung acara Wisuda Sarjana 1 angkatan 33 dan Pascasarjana angkatan 13 yang selesai pada pukul 13.00 WIB. Berbarengan dengan acara Wisuda para santripun mengadakan latihan peserta Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Lapangan hijau dipandu langsung oleh pengasuhan santri dan juga ketua panitia Khutbatul ‘Arsy ustadz Agus Mulyana.

Selain itu pada malam harinya masih ada juga rapat koordinasi Panitia Ujian Masuk dan juga acara Gladi bersih perdana panggung gembira di depan laboratorium Biologi. Diantara kegiatan-kegiatan santri dan guru diatas malam ini juga diselenggarakan rapat koordinasi perdana Panitia Qurban (‘Idul Adha) yang sempat tertunda beberapa kali karena beberapa kesibukan guru-guru senior yang lain yang juga padat dengan beberapa kegiatan lainnya.

Panitia Qurban (‘Idul Adha) tahun ini digawangi oleh 3 orang guru senior yaitu Ustadz Hanif Hafid, Ustadz Nurhadi, dan Ustadz Hasan Muttaqin, yang ketiganya sudah sangat berpengalaman dalam kepanitiaan ini. Acara koordinasi malam ini juga dihadiri oleh beberapa pembimbing seperti ustadz Imam Shobari, Ustadz Noor Syahid, Ustadz Abdullah Rofi’i, Ustadz Imam Muhtar juga Ustadz Sutrisno Ahmad yang memberi masukan-masukan berarti tentang kepanitiaan. Evaluasi difokuskan pada kepanitiaan tahun lalu (2018) yang menjadi patokan pertama untuk melangkah agar beberapa hal dapat di minimalisir kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

Upaya perbaikan pastinya akan terus dilakukan oleh panitia karena memang semua itu untuk kesuksesan bersama panitia Qurban (‘Idul Adha) tahun ini. Sebagai mana masukan dari ustadz Noor Syahid, “Setiap kepanitiaan harus ada inovasi yang baru dan agar dapat memuluskan langkah kepanitiaan Qurban tahun ini”, ungkap beliau. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa, “kajian tentang fiqh qurban juga harus dijadikan pendekatan, agar sesuai dengan syari’at Islam”.

Gladi Penampilan Budaya: Gontor Tetap Menjunjung Tinggi Bhineka Tunggal Ika

0

Gontor – Acara gladi penampilan budaya malam ini (17/07/2019) di awali dengan penampilan Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND), turun dengan skuat utuh mereka tampil sangat trengginas dan performa yang sangat prima dengan mempersembahkan lagu andalan mereka tahun ini yaitu 90 Tahun Langkah yang diaransemen ulang oleh tim MBGND. Lagu yang awalnya popoler pada saat peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam yang dikarang oleh salah satu ustadzah di Gontor putri Kampus 3 ini menjadi jingle ke 2 yang di persembahkan pada saat acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy nantinya.

Setelah penampilan MBGND yang memukau, tampilan berikutnya di isi dengan pembukaan seluruh ragam budaya Indonesia, mulai dari penampilan tari khas Yasaman Dari Palembang dan juga Tari Zapin khas daerah Padang, disusul berikutnya tari Tor-tor asal Medan, serta penampilan khas budaya Ponorogo yaitu Reog, lalu dilanjutkan budaya Dayak Khas Kalimantan, tari Topeng Cirebon, Tari topeng ireng khas Magelang, disusul tari kecak asal pulau Nusa Dua Bali, Jaranan Khas Kediri dan Barongan khas Semarang, kemudian pada bagian Indonesia Timurpun tak ingin ketinggalam dengan menampilkan budaya khas mereka, dilanjutkan penampilan khas budaya Surakarta & Yogyakarta yaitu campur sari, dan penampilan terakhir ditutup dengan budaya khas Jawa Barat yaitu Singa Deprok.

Dengan ragam budaya yang ada di Gontor menunjukkan bahwa santri Gontor memang berasal dari semua penjuru pulau di Indonesia mulai dari Sabang hingga merauke. Para santri dapat bersatu dibawah naungan Gontor yang selalu mengedepankan prinsip, “Gontor Menjadi Perekat Ummat”, segala bentuk perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak tidak bersatu maupun bercerai berai.

Gladi malam terasa lengkap juga karena djhadiri salah satu anggota badan wakaf & Juga Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Masyhudi Subari selain guru-guru muda, semi senior dan Senir yang turut hadir juga dalam acara gladi malam ini. Para santri yang ikut memeriahkan acara ini terlihat sangat antusias dan memperlihatkan daya juang tinggi agar sukses mengenalkan bidaya daerahnya masing-masing.

“Alhamdulillah acara gladi budaya ini tidak memakan waktu yang lama, 2 Jam 35 menit waktu yang dibutuhkan untuk penampilan semua acara”, sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Agus Mulyana di sela-sela evaluasi malam ini.

Gladi Bersih Ke 4 LKBB Antar Konsulat Di Lapangan Hijau

0

Gontor – Setelah melalui latihan panjang yang melelahkan saat ini para santri yang tergabung dengan masing-masing konsulat (daerah asal santri) melakukan acara Gladi Bersih yang ke 4 Lomba Komando Baris Berbaris (LKBB). Acara tersebut tepat diadakan pada pukul 14.00 Wib (17/07/2019) berlokasi di lapangan hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di tengah terik matahari yang cukup panas akan tetapi seluruh peserta tetap terlihat antusias melakukannya.

Acara ini dipersiapkan oleh panitia sejak pagi hari, terlihat beberapa santri kelas 6 mempersiapkan batas-batas jalur yang akan dilewati oleh barisan tiap konsulat dengan menggunakan tali rafia yang sudah dipersiapkan oleh mereka. Selain itu pula sebagian mereka mempersiapkan penataan sound system di lapangan dan juga stand microphone yang digunakan oleh para ketua barisan untuk mengkomando anggota barisan.

“Ini adalah gladi sebelum terakhir, kalau kali ini para santri terus semangat maka insya Allah gladi suci nanti akan lebih baik lagi, semua harus konsentrasi agar semua berjalan lancar”, ungkap Ustadz Agus Mulyana, salah satu ketua panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy PMDG saat diwawancarai.

Sebagaimana biasaannya gladi ini dihadiri langsung oleh para guru penanggungjawab acara, tim juri LKBB yang dibentuk oleh para guru Mabikori, Mabikori, staf pengasuhan, serta para guru-guru senior ikut terjun langsung mengontrol jalannya LKBB antar konsulat tersebut.

“Durasi waktu yang dibutuhkan dalam rangkaian baris berbaris seluruh konsulat 38 menit, memungkikan waktu akan lebih panjang jika ditambah beberapa barisan para guru baru hingga 45 menit”, ungkap Ustadz Mahbub Al-Aziz salah satu ketua PKA.

Sementara setelah tim juri menghitung nilai keseluruhan yang didapat oleh masing-masung barisan konsulat, sesaat berikutnya dibacakanlah nilai hasil evaluasi LKBB siang ini oleh perwakilan tim juri dan didapatkan kategori barisan yang terbaik dan terburuk, untuk barisan yang paling terburuk & disorot karena ketidak rapiannya dalam baris-berbaris siang ini:

1. Bekasi 4

2. Bogor 4

3. Bogor 3

Sementara kategori barisan terbaik hasil gladi siang ini adalah:

1. Lampung 1

2. Ponorogo 1

3. Sumatera Utara

#Fardan

Gugus Depan Baru menjadi Patokan Kesemangatan dalam bidang Kepramukaan

0

Senin, 15 Juli 2019 Menjadi Tanggal yang bersejarah bagi Para Adhika Gontor Putri Dua, Terutama bagi Para Pembina Gugus Depan Baru. Karena tepat pada hari itu juga, telah lahir Dua Gugus Depan baru sekaligus, Yaitu Gugus Depan 09-150 dengan Pembina Gugus Depan  Arika Dwi 6B dan Gugus Depan 09-152 dengan Pembina Gugus Depan Salma Aulia Sekar Langit 6D.

Kedua Pembina Gugus Depan tersebut dilantik langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz Umar Said Wijaya M.Pd. Setelah pelantikan Pembina Gugus Depan, dilanjutkan dengan Pelantikan Anggota Koordinator Baru, Yaitu Hidayah Trisiwi 6F yang dilantik sebagai Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka dan Shobbiya Hasna 6F yang dilantik sebagai Andalan Koordinator Urusan Pelengkapan.

Bertambahnya Dua Gugus Depan baru ini bukanlah Suatu hal yang baru bagi Gontor Putri Kampus 2, Karena Dua tahun yang lalu pun terjadi hal yang sama, Penambahan Dua Gugus Depan Baru juga, yaitu Gugus Depan 09-146 dan Juga 09-148 dan Jumlah Gugus Depan yang terdapat di Gontor Putri 2 saat ini adalah 8 Gugus Depan. Hal ini dikarenakan Jumlah siswi yang semakin banyak dan menjadi evaluasi ditahun sebelumnya, karena kurangnya pengalaman adhika Gontor Putri Kampus 2 dalam hal kepramukaan. Maka dibentuklah Dua Gugus Depan Baru dengan harapan Agar Para Adhika Pramuka lebih semangat dan lebih memiliki pengalaman banyak dalam bidang Kepramukaan.Suciya

Pelatihan Intensif Hymne Oh Pondokku pada Santriwati Baru Mendekati Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy

0

Oh Pondokku.. I..bu..ku.. merupakan bait terakhir hymne Oh Pondokku yang selalu di nyanyikan di Pondok Modern Darussalam Gontor di setiap even penting. Lagu yang telah berusia puluhan tahun ini di ciptakan lima tahun setelah berdirinya KMI, tepatnya pada tahun 1940-an. Dengan dua orang yang telah berjasa besar dalam penciptaannya yaitu, R. Moein dan Husnul Haq.

          Mendekati Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy, Gontor Putri Kampus 2 adakan pelatihan intensif Hymne Oh Pondokku khususnya untuk santriwati baru kelas 1 dan 1 Intensif. Pelatihan yang di adakan setiap jam pelajaran ke-6 di kelas masing-masing ini mengerahkan 15 orang guru Kulliyatu-l-Mu’allimat Al Islamiyah (KMI). Pelatihan ini telah berlangsung selama tiga hari di mulai pada Ahad, 14 Juli 2019 sampai dengan Selasa, 16 Juli 2019.

            Sebelum melatih para santriwati baru, 15 orang pelatih tersebut mengikuti pengarahan oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya, M.Pd pada Kamis (11/7) lalu.hasnab

Galeri Foto: Poetry Reading & Song Festival 2019

0

Gontor-Acara Poetry Reading & Song Festival 2019 berjalan dengan lancar, kegiatan ini merupakan salah satu rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy, acara ini sukses digelar pada Senin (15/7) lalu, di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Sidqie, perwakilan dari rayon Indonesia 4,
judul puisi: “Negeri penuh teka teki penuh misteri”
Naufal Zarfan F, siswa kelas 3 int B, perwakilan dari rayon Saudi 1.3
Subhan Hadi Al Habsi tengah menyanyikan lagu berjudul “Hampa” ciptaan Ari Lasso
Sudais satu-satunya perwakilan dari santri baru dalam acara puisi, ia membawakan puisi berjudul “Ayah”
Razqa Ghaitsan Dafiq tengah membawakan sebuah lagu yang berjudul “Dibawah langit yang sama” ciptaan D’ Masiv
Penampilan pendukung dari Rayon Aligarh 1.2
K.H. Hasan Abdullah Sahal tengah menabuh drum, membuka secara simbolis, acara Poetry Reading & Song Festival 2019

Rakafadel

Gontor Gelar Vocal Group Among Hostels

0

GONTOR- Dalam rangkaian acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy, Gontor kembali menggelar lomba Vocal Group antarrayon se-Darussalam. Acara ini diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada Jumat (12/7).

“Acara ini bukan hanya mendidik santri tetapi acara ini juga mendidik para guru, juri dan penonton yang menyaksikan acara tersebut.” ucap Al-Ustadz Hasan Muttaqien, dalam sambutannya untuk membuka acara ini.

Salah satu ketua panitia, Naufal dari kelas 3 Intensive F mengatakan, bahwa perlombaan ini sangat menarik dan berbeda dari perlombaan lainnya. Setiap rayon menampilkan sekitar 35 orang santri bahkan lebih untuk memadukan suara mereka secara bersamaan ditambah beberapa orang untuk bermain musik dan belasan orang menari.

“Acara ini untuk mengasah kreativitas santri dan menampilkan segala bakat yang terdapat setiap santri bahkan menguatkan ikatan kekeluargaan yang baru yang diciptakan setiap santri,” tambah Naufal.

Dari hasil penilaian dewan juri, terpilih beberapa rayon terbaik yang menjadi pemenang dalam acara vocal group ini, adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

Kategori Rayon Shigar:

Juara 1            : Gedung Baru Shigor (GBS)

Juara 2            : Wisma Hadi (WH)

Juara 3            : Indonesia 2 Lantai 2

Kategori Rayon Kibar:

Juara 1            : Gedung Baru Kibar (GBK)

Juara 2            : Solihin 1

Juara 3             : Palestina

Antusiasme para santri dalam mengikuti acara ini sangatlah tinggi. Hal itu tampak dari kesungguhan mereka dalam menunjukkan penampilan yang terbaik, demi meraih kejuaraan di perlombaan ini.

Namun, hakikat dari acara ini bukanlah mengejar juara, namun nilai pendidikan yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah nilai kebersamaan dan gotong royong antar santri dan juga pembimbing mereka. Maka dari itu, tak hanya santri yang dididik disini namun juga pembimbing mereka seperti mudabir dan guru.

Dengan adanya acara ini, diharapkan santri benar-benar mempelajari setiap pendidikan apapun di pesantren. Sebab, sebuah pendidikan bermutu pasti bu­tuh proses yang senantiasa dilakukan se­tiap saat untuk mengasah kreativitas dan kecerdasan santri. Diazmuhamad

“Red D Rose” Raih Juara Harapan II

0

RIMBO PANJANG – “Red D Rose” Kontingen PM Gontor Putri Kampus 7 Riau, berhasil meraih juara harapan II dari 8 kontingen di acara Lomba Kepramukaan yang diselenggarakan PM Gontor Putri Kampus I Mantingan selama 7 hari, Ahad (7/7). Red D Rose, dilepas dan doakan langsung oleh Wakil Pengasuh Kampus Putri 7 al-Ustadz Muhammad Ma’ruf Chumaidi di hadapan seluruh santri serta dewan guru guna memberikan energi semangat untuk berlomba.  

Dalam rangka mendidik santri putri berkompetisi di bidang kepramukaan, PM Gontor Putri Kampus 7 Riau, mengirimkan utusan sebanyak 20 anak yang terdiri dari 12 anak kelas 4, 3 anak kelas 2, 3 anak kelas 3, beserta 2 pembina dari kakak kelas 5 dan 6. Para kontingen juga disampingi oleh tiga Ustadzah dan satu Ustadz untuk membimbing berjalannya perlombaan tersebut.

Adapun prestasi lomba yang diraih Red D Rose meliputi, juara 1 lomba Best Song Ever (Tilawah al-Qur’an), juara 3 Scout Art, juara 2 debat Internasional, dan juara 3 Type Shark. Dengan demikian, para kontingen berhasil unggul dari 3 kampus lainnya walaupun mereka belum diberi kesempatan untuk meraih juara.

Dengan seluruh usaha dan doa dikerahkan, hasilpun tidak mengkhianati proses, Red D Rose berhasil meraih peringkat ke-5 atau Harapan II dari delapan kontingan yang diutus – diantaranya, juara 1 PM Gontor Putri Kampus 3, juara 2 PM Gontor Putri Kampus 1, juara 3 PM Gontor Putri Kampus 2, juara harapan 1 PM Gontor Putri Kampus 5, juara harapan 2 PM Gontor Putri Kampus 7, juara harapan 3 PM Gontor Putri Kampus 6, peringkat ke-7 PM Gontor Putri Kampus 1 Luar Negeri, dan peringkat ke-8 PM Gontor Putri Kampus 4. Elmaliki

RED D ROSE Berpose bersama pembimbing dan asatidz setelah mereka tiba di bumi Darussalam Kampus 7.