Home Blog Page 276

K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi: Kiat Membuat Santri Dinamis dan Energik

0
  1. Memperbanyak Kegiatan

Untuk mengetahui, seberapa dinamis dan energiknya santri, bisa dilihat dari seberapa besar dan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh pesantren tersebut. Dengan kegiatan yang baik, akan mempengaruhi tingkat kecepatan pola pikir, sikap dan perilaku santri. Satu misal, ketika terlibat dengan berbagai kegiatan, maka santri akan berfikir keras untuk membagi waktu dan tenaga sehingga memiliki kekuatan dan kecepatan. Kuatnya berfikir akan melahirkan kuatnya bersikap. Inilah problema yang dihadapi generasi saat ini, mereka tidak dibiasakan berfikir yang banyak, dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan. Hasilnya, menjadi generasi yang lamban, mudah putus asa dan mencari enaknya saja.

 

Sikap santri yang dinamis, akan menumbuhkan perilaku yang dinamis pula. Hal ini bisa disaksikan, bahwa santri yang terbiasa dengan tugas dan kegiatan yang banyak, maka gerak dan langkahnya pun terlihat cepat. Sampaipun makanya bisa cepat, bangun tidurnya juga cepat, bahkan mandipun bisa cepat.

 

Dengan kecepatan dinamika kegiatan ini, akan memperjelas kegiatan ini, akan memperjelas siapa yang kuat dan siapa yang tidak, siapa yang baik dan siapa yang tidak. Ibarat nginteri beras di nampan, maka, semakin keras proses penginterannya, akan terlihat batu atau kerikil yang merusak kualitas beras tersebut. Bahkan, lebih dari itu, dengan kegiatan yang banyak akan terlihat siapa yang memiliki loyalitas, dedikasi dan prestasi seseorang.

 

  1. MENINGKATKAN PEMAHAMAN

Kegiatan saja tidak cukup, perlu adannya pemahaman santri terhadap pentingnya kegiatan-kegiatan yang harus diikuti. Pemahaman yang baik dan benar, apalagi pemahaman yang tinggi, akan menumbuhkan keterpanggilan santri untuk mengikuti berbagai kegiatan dengan semaksimal mungkin. Dari pemahaman ini, tidak saja akan menumbuhkan kesemangatan santri, akan tetapi lebih dari itu, santri akan ikut membantu, membela dan memperjuangkan kepentingan Pondoknya.

 

Gontor, tidak perlu diragukan visi dan misinya. Yang diperlukan adalah sejauh mana mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari. Bila santri memahami bahwa belajar adalah sebuah kemuliaan, membantu pondok adalah sebuah kepercayaan dan penghargaan, maka tidak mungkin dia akan menjauhi apalagi memusuhi.

 

Itulah, maka dinamika santri akan terlihat dengan jelas dari gerak, sikap dan perilakunya. Dari cara berbicara sampai cara memotivasi santrinya. Bagaikan orang yang sholat, bila dia memahami makna dan tujuan dari sholat, maka mendengar adzan adalah kesempatan dan anugerah Allah yang harus diraih dengan segala jerih payahnya.

 

  1. MENGAMBIL BANYAK INISIATIF

Kemauan untuk selalu mengambil inisiatif, bisa membuat santri dinamis dan energik. Mengapa?marilah kita lihat, bahwa sesungguhya di dunia ini akan dikuasai oleh orang-orang yang memiliki inisiatif yang banyak untuk menyelesaikan sekian banyak permasalahan. Betapa tidak. Inisiatif berarti upaya untuk selalu berfikir dan berfikir agar memiliki banyak kegiatan. Hal ini seharusnya muncul dari dalam diri kita, sehingga orang lain hanya memberikan motivasi untuk hidup lebih baik.

 

Mengambil inisiatif yang banyak, berarti akan menumbuhkan-kembangkan kemauan untuk sukses yang lebih besar. Dan keterampilan ini bisa dikembangan dan ditingkatkan melalui tugas-tugas yang diberikan.

 

  1. DISIPLIN TINGGI

Dengan disiplin yang tinggi, akan membuat santri yang dinamis dan energik. Bagaimana tidak, santri yang akan berhitung dengan waktu, tenaga dan kesempatan. Satu missal, disiplin masuk kelas. Dengan disiplin yang tinggi, santri akan berupaya keras untuk berfikir, bergerak dengan cepat dan tepat agar terhindar menghindari hukuman atau resiko-resiko yang lainnya.

 

Di Gontor, dalam berbagai munasabah, terlihat betapa gerak dan langkah mereka begitu cepat. Apapun alasannya, yang jelas ini merupakan proses pembiasaan bagi mereka. Tidak saja nampak dari gerak dan tingkah laku mereka, wajah merekapun terlihat semangat yang tinggi.

 

Sebagai lembaga kederisasi pemimpin, disiplin merupakan faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan pendidikan. Maka Gontor menempatkan posisi disiplin tempat yang utama, bahkan ini menjadi ciri khas bagi Gontor. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh disiplin yang diberlakukan dalam pendidikan tersebut.*aff

 

Diambil dari buku bekal pemimpin hal. 134-137

Kiai Syamsul: Bentuk Ujian Nihaiy di Gontor Sudah Baku

0

Darussalam-K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG, dalam Pengarahan Pengawas Ujian Tulis hari Sabtu (2/3) menyampaikan bahwa bentuk ujian Nihaiy (Akhir) untuk Kelas 6 sudah baku. Gontor telah punya dasar-dasar ujian yang sudah dibukukan sejak Trimurti masih hidup. Beliau menegaskan, semua yang menjadi prinsip tidak boleh berubah. Diantaranya: semua ujian di Gontor berbentuk esai tidak boleh berbentuk pilihan ganda, semua materi diujikan mulai dari kelas 1, setiap ujian wajib diawasi dengan ketat dsb.

“Kiai Imam Zarkasyi memimpin Pondok dan menjadi Direktur KMI sejak awal berdirinya (1936) sampai tahun 1985, itu bukanlah waktu yang sedikit untuk mengonsep Ujian Nihaiy ini,” jelas beliau. “inilah salah satu rahasia KMI, itulah mengapa lulusan KMI sudah bisa mengajar sekolah tingkatan Mts”. Dulu, pernah ada yang mengusulkan perubahan dalam konsep ujian ini, tapi tenyata tidak efektif dan tidak berhasil. Maka yang seperti sekarang inilah bentuk baku dari ujian Nihaiy Kelas 6.

Dalam Acara pengarahan yang diadakan di Aula Rabithah ini Kiai Syamsul juga menyampaikan agar seluruh pengawas menjalankan tugas pengawasan ini dengan maksimal. Dengannya, kualitas ujian ini akan terjaga. Setelah Pimpinan, dilanjutkan oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc., Wakil Direktur KMI, berkata “Pengawas Ujian Nihaiy ini diambil dari tahun keenam ke atas, asatidz yang sudah sangat berpengalaman dalam mengawasi ujian”.

Besok, sejumlah 1.768 Siswa dan 1.689 Siswi akan berjuang menghadapi 30 Materi (dan 2 materi tambahan untuk Siswi). Upacara pembukaan akan dilaksanakan di depan BPPM tepat pukul 06.00 WIB. Semoga semua siswa/i akhir Gontor seluruhnya mampu dan dapat menjalankan ujian ini dengan khidmat dan baik. AaRum

Kunjungan Pelajar Dan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern Nurussalam Karawang Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2

0

Kampus2_ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 kembali kedatangan tamu rombongan pelajar dari Pondok Modern Nurussalam Karawang pada hari Jumat (01/03) yang berjumlah 66 orang dengan perincian 56 santri dan santriwati dari kelas 5 KMI sebagai pengurus Organisasi Pelajar Pondok Nurussalam (OPPN)  dan 10 orang guru pembimbing yang dibimbing langsung oleh Al-Ustadz Dede Haris selaku Pimpinan PM. Nurussalam Karawang. Maksud dan tujuan kedatangan rombongan tersebut adalah dalam rangka studi organisasi.

Penyerahan Kenang-Kenangan
Penyerahan Kenang-Kenangan

Kedatangan rombongan pada jam 16.00 WIB disambut hangat oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Nurul Salis Alamin, M.Pd yang mewakili Bapak Pengasuh dalam pertemuan silaturahmi di Aula Riyadh. Di dalam pertemuan ini bapak wakil direktur memperkenalkan PMDG Kampus 2 dan kemudian dilanjutkan dengan wejangan tentang keorganisasian.

Studi Organisasi Bersama Pengurus OPPM
Studi Organisasi Bersama Pengurus OPPM dan KGP

_MG_0737Acara dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di masjid jami’ dan makan malam bersama dilanjut dengan studi lapangan keorganisasian diadakan setelah sholat isya’ dengan melibatkan seluruh peserta. Studi organisasi ini berlangsung selama 1 setengah jam dimulai dari pukul 20.30 sampai pukul 22.00 yang bertempat di gedung palestina. Acara ini diisi dengan penyampaian program kerja dan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) setiap bagian dan sharing session, Karena salah satu tujuan rihlah adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai keorganisasian yang ada di Gontor . usai acara studi organisasi, segenap rombongan beranjak dari Gontor 2 untuk melanjutkan perjalanan kembali ke pondok mereka. Moch

 

 

Kiai Hasan Hadiri Peringatan 1 Dasawarsa Daru Tartila, Bekasi

0

KRANJI– K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara Peringatan Dasawarsa dan Wisuda Tahfidz 30 Juz Pondok Pesantren Daru Tartila, Bekasi (23/2). Acara yang bertempat di Jl. Bintara Raya, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi tersebut dihadiri oleh seluruh guru, santri, dan wali santri PP. Daru Tartila. Kiai Hasan hadir sebagai tamu istimewa.

Kiai Hasan berangkat menuju Pondok Daru Tartila setelah bermalam di rumah transit Gontor, Tebet. Setibanya di sana, Kiai Hasan beserta rombongan disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Daru Tartila dan pagar betis para santri.

Daru TartilaAcara diawali dengan penampilan marawis dari santri dan santriwati,  dilanjutkan dengan sambutan oleh Kiai Hasan, “Apa yang kamu miliki adalah apa yang kau berikan, bukan apa yang kau simpan dan kau tumpuk,” ujar Kiai Hasan dalam sambutan.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenagan dari Pondok Daru Tartila kepada Kiai Hasan dan pemberian hadiah berupa umrah ke tanah suci kepada 2 orang hafidz Al-Qur’an. Acara dilanjutkan dengan Reuni Alumni PP. Al-Muqoddasah yang bertempat di Aula Pertemuan pondok tersebut. Muis

UNIDA Gontor Adakan Olimpiade Syariah

0

SIMAN–Fakultas Syariah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, mengadakan Olimpiade Syariah yang bertempat di Kampus UNIDA Siman. Kegiatan tersebut berlangsung dari hari Jum‘at–Sabtu, 22-23 Februari 2018. Bertemakan “Menggagas Peranan Mahasiswa Syariah dalam Pembangunan Hukum Nasional” olimpiade ini bertujuan mempererat Ukhuwwah Islamiyah dan memperluas wawasan mahasiwa Syari‘ah khususnya dalam Ilmu Hukum.

Acara ini dibuka pada Jum’at pagi, (22/02) bertempat di depan Gedung Utama, adapun peserta lomba terdiri dari mahasiswa UNIDA kampus Siman, Rabithah, Magelang, dan Mantingan.

IMG-20190228-WA0003Adapun perlombaan yang diselenggarakan adalah:  Cerdas Cermat, Khutbah Jum’at Mawaris, Debat Hukum & Ekonomi, dan Futsal. Acara dilanjutkan dengan Family Gethering sekaligus pembagian hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan di Aula Gedung Utama, acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syariah, Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., “Pelajari dan lakukan apa saja di UNIDA, untuk kepentingan dan kegunaan di dalam Masyarakat.” Ujar beliau dalam sambutannya.

Acara Olimpiade Syariah ditutup dengan Seminar Nasional yang diadakan pada hari Sabtu, (23/02) di Aula Rabithah kampus Gontor. Adapun tema dalam seminar ini adalah “Peran Seorang Muslim dan Kontribusi Hukum Islam dalam Pembaharuan Hukum Islam”, yang diisi oleh Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M., dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung 2000-2018. Juga dihadiri oleh Al-Ustadz Dr. Mulyono Jamal, M.A., dan Al-Ustadz Imam Kamluddin, Lc., M.Hum., Dekan Fakultas Syariah UNIDA Gontor.

Acara ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah, adapun jumlah mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah di seluruh kampus Gontor adalah 489 orang: 168 orang dari Prodi Perbandingan Madzhab, dan 321 orang dari Prodi Hukum Ekomomi Syariah. Muis

MANASIK HAJI; salah satu cara Gontor tuk kenalkan ibadah haji pada santriwati baru.

0

Mantingan- ‘wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā’ yang berarti, ‘Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.’ (Q.S. Ali ‘Imran: 97). Ayat berikut, adalah salah satu perintah Allah terhadap umatnya untuk menyeru dalam menunaikan ibadah haji. Seperti yang telah dinyatakan pula dalam rukun Islam, yakni untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Dengan adanya hal ini, Pondok modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri menyadari bahwa pentingnya sebuah bekal pendidikan yang bersifat praktek, adalah salah satu hal yang penting bagi para santriwati. Semua itu bertujuan, agar para santriwati dapat mengenali bagaimana cara melaksanakan ibadah haji dengan urutan-urutannya yang benar.

Santriwati dikenalkan cara melempar Jumrah saat berhaji.
Santriwati dikenalkan cara melempar Jumrah saat berhaji.

Kegiatan manasik haji, berupaya untuk mengenalkan santriwati dengan berbagai tahap seperti halnya Ihram dan niat, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, Mabit di Mina, thawaf dan sa’i serta mengajarkan beberapa do’a yang harus diucapkan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, karena Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri menyadari akan pentingnya sebuah ilmu yang mengajarkan bagaimana tahap-tahap berhaji, dengan demikian, kegiatan manasik haji menjadi sebuah kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1 dan kelas 1 Intensive (Santriwati baru).

Pembimbing mengenalkan Maqam  Nabi Ibrahim pada santriwati baru.
Pembimbing mengenalkan Maqam Nabi Ibrahim pada santriwati baru.

Adapun kegiatan ini, berlangsung tepat pada hari Sabtu (23/02) silam. Yang diikuti oleh santriwati kelas 1 dn 1 Intensive dengan berkala. Dengan jumlah santriwati yang mencapai 480 orang, mereka pun dibagi menjadi 5 route. Yaitu, dibagi dengan jumlah 3 kelas di setiap harinya. Kegiatan ini, berlangsung dengan penuh antusias dan cukup mengesankan bagi para santriwati, semua itu terbukti dengan semangat mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi pengalaman baru bagi para santriwati, mereka juga dapat memahami bagaimana cara berhaji yang baik dan benar. Para santriwati dibimbing oleh sejumlah ustadzah yang berjumlah 19 orang, yang juga sudah menguasai materi atas ibadah haji yang didasari oleh pengalaman mereka. Kegiatan ini telah berakhir pada hari Rabu yang bertepatan pada tanggal (27/02). Diharapkan, dengan adanya kegitan tersebut, santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri dapat memahami cara-cara berhaji dengan sejumlah do’a yang harus mereka hafal. Inilah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri, yang tak kenal henti dalam segala kegiatan-kegiatan yang ada. Khususnya, dibidang ngajar-mengajar, sebagaimana yang telah diterapkan Gontor, yaitu ‘Al ma’hadu Laa Yanaamu Abadan’. selmeddy.

Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah

Ujian Staf: Gontor Memberikan Pengalaman Berorganisasi

0

Gontor Putri 1- “Dalam Proses Kaderisasi, Gontor dengan pengalamannya telah memiliki metode tersendiri untuk mencetak para kadernya dengan berbagai macam trik dan tips.” 23-27 Februari 2019, Bagian Koordinator dan beberapa bagian OPPM mengadakan ujian staf. Kegiatan yang terdiri dari kelas 1 Intensife dan kelas 3 ini bertujuan untuk mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, agar nantinya mereka memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Diantara nama staf dengan bagiannya:

  1. Staf Bagian Koordinator: Dewan Kerja Koordinator (DKK), Gemar Membaca, Filateli, Tim Solid (TS)
  2. Staf Bagian Pengajaran: Jumiatu-al-Khotibat (JMK)
  3. Staf Bagian Koperasi Pelajar
  4. Staf Bagian Koperasi Warung Pelajar
  5. Staf Bagian Fotografi
  6. Staf Bagian Kesehatan
  7. Staf Bagian Diskusi Ilmiah: Majalah Lintas Darussalam (MALDA)
  8. Staf Bagian Perpustakaan: Gudang Ilmu Darussalam (GILDA)
  9. Staf Bagian Keputrian
  10. Staf Bagian Kesenian: KORSADA
  11. Staf Bagian Penerimaan Tamu
  12. Staf Bagian Pertamanan

Setiap bagian memiliki tahap yang berbeda dalam menguji calon stafnya. Terdapat bagian yang hanya melalui tahap ujian tulis, beberapa bagian yang lain dengan mengadakan wawancara/ ujian lisan bahkan sampai tahap praktek. Ujian diadakan pada sore dan malam hari. Santriwati kelas 1 Intensife dan kelas 3 sangat antusias dalam ujian staf tahun ini. Pasalnya, menjadi staf bagian adalah pengalaman yang mereka nanti-nantikan. Hasil ujian baru akan diumumkan pada awal tahun ajaran baru nanti, saat mereka di kelas 3 Intensife dan kelas 4. Salsabila

Mengawal Kader Ulama di Masa Mendatang Dengan Praktik Amaliyah Tadris

0

Amaliyah tadris, Dalam rangka persiapan mencetak kaderisasi ulama di masa mendatang, santriwati gontor yang telah menduduki bangku KMI kelas 6, calon kader umat yang akan mengabdi di masyarakat harus melewati beberapa proses penyemaian. Demi tercapainya kader umat yang intelek berakhlak qur’ani selalu menjunjung tinggi martabat Islam dan muslimin.

taujihat amaliyahTepat pada hari Sabtu (2/2/19) praktik Tarbiyah Al-Amaliyah perdana bagi santriwati kelas 6 KMI resmi dimulai, dan digelar di beberapa titik. Diantaranya adalah di Aula Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah, Auditorium Gontor Putri 1, Burj Fath lt. 3 dan Aula Kopda lt. 3. Sebelum menempuh proses praktik mengajar ini, setiap santri diwajibkan untuk mengikuti pengarahan dari Bapak Pengasuh, Bapak Direktur KMI dan para Asatidz. Dilanjutkan dengan ujian pelajaran tarbiyah, demi mengasah pengetahuan mereka dalam hal belajar mengajar

Setelah beberapa proses ini terlampaui barulah mereka dapat memulai praktik mengajar. Dari keseluruhan santri kelas 6 yang berjumlah 712 orang, mereka tersebar menjadi 4 bagian yang bertugas sebagai muntaqidah (pengevaluasi praktik mengajar) dengan dibimbing oleh segenap Asatidz dan Ustadzat, sedang dari keseluruhan santri kelas 6 mereka yang terpilih untuk menerapkan praktik mengajar perdana ini adalah Amanda Najla Krisnandya Armansyah/6C/Tangerang, Indana Roihatul Jannah/6B/Ponorogo, Tiffani Rizki Rahayu Putri/6B/Tegal, dan Pawestri Kusumo Arum/6D/Purwokerto. Adapun materi yang mereka bawakan dalam praktik ini adalah pelajaran Muthala’ah dengan judul At-Tarikhu-l-Kursiy.

Setelah praktek mengajar usai, maka dilanjutkan dengan darsu naqd atau evaluasi dari praktik mengajar yang telah dilaksanakan, sebagai langkah penilaian atas praktik yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini disampaikan oleh masing-masing muntaqid/at yang mengikuti proses praktik mengajar tersebut.

Tidak hanya mereka yang terpilih saja yang mempraktikkan proses mengajar dihadapan teman-teman mereka, tetapi setiap orang dari mereka pun akan mendapat giliran untuk praktik mengajardi setiap harinya. Dan materi yang diajarkan bermacam-macam dengan kelas yang berbeda-beda. Tentunya sesuai dengan pilihan yang mereka jatuhkan dan kemampuan diri dari setiap santri. Fase ini berlangsung selama 12 hari yakni hingga hari Kamis (14/2/19).amaliyah tadris 2019 (1)

Hal yang perlu dipersiapkan oleh masing-masing santri tidak hanya datang dari persiapan jasmani dan rohani, tetapi juga harus mampu menjadi qudwah atau contoh teladan yang baik, baik bagi sesama calon guru maupun bagi santri lain sebagai adik kelas mereka. Pun mereka dituntut untuk memiliki kafa’ah lughawiyah (keterampilan berbahasa yang baik dan benar) sehingga dapat memberikan kesan yang baik bagi adik kelas mereka yang kelak akan menjadi kader umat setelah mereka.

Semoga dengan adanya tarbiyah amaliyah ini, dapat menjadi sarana peningkatan kualitas guru dan memberikan dampak baik serta bermanfaat bagi kemajuan prestasi anak bangsa di tanah air. Aamiin.

Tingkatkan Kemampuan Sastra dan Bahasa Santri Melalui Fathul Kutub

0

Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah memiliki banyak program disetiap tahunnya, satu diantaranya yang terkenal dan eksis di kalangan santri adalah Fathul Kutub. Setiap santriwati akan menjalaninya dikala menduduki bangku kelas 5 dan kelas 6 karena telah menjadi Sunnah pondok, untuk mengikuti acara tersebut. Kali ini merupakan Fathul Kutub bagi santriwati kelas 5, melihat Fathul Kutub bagi santri kelas 6 telah dilaksanakan pada semester ganjil lalu. Acara ini dilaksanakan selama 5 hari terhitung mulai tanggal (22/12) Ahad pagi  yang dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur sampai dengan penutupan pada tanggal (26/12) Rabu siang yang dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1.

Program ini sangatlah penting dan diperlukan bagi para santri kelas 5 sebagai persiapan dan pengenalan terhadap kitab-kitab klasik, karena tahun depan akan berjumpa kembali dengan acara ini sehingga mereka telah terlatih dan memahami tatacara pembahasan dan penyelesaian masalah pada program fathul kutub. Dan program ini menjadi kurikulum bagi pondok-pondok pesantren salaf di Indonesia.

Tidak hanya pada pondok-pondok salaf, Gontor pun mengajarkan fathul kutub turoots tetapi Gontor memiliki manhaj dan thoriqoh yang berbeda, pembahasan yang bersifat umum tetapi lebih kepada pembahasan kepada permasalahan khusus. Pada kesempatan ini, para santri diperkenalkan dan didekatkan pada kitab-kitab kuning atau buku klasik yang membahas tentang ilmu aqidah dan akhlah, ilmu hadits dan ilmu fiqh. Walaupun memiliki bentuk yang simpel tetapi ilmu yang dikandungnya bagaikan lumbung emas yang sangat berharga.

“قال بعض العلماء: “الدين ضياءُ القلوب وأما العلوم والمعارف نور للعقول

“Agama adalah pancaran hati sedangkan ilmu dan pengetahuan bagai cahaya yang menerangi akal pikiran”

Mengapa bisa demikian? Karena agama tanpa ilmu dan pengetahuan tidak akan bermanfaat, sedangkan ilmu tanpa agama bagaikan orang buta. Tidak hanya satu atau dua ilmu yang dapat kita petik dari kitab-kitab tersebut tetapi bermacam-macam ilmu, hingga ilmu ekonomi Islam pun dibahas di berbagai buku tersebut. Lebih dari delapan belas jilid buku menjelaskan tentang ekonomi Islam dan mustholahat nya. Kesungguhan dalam program ini sangat agung kehormatannya, sulit dilaksanakan tetapi mendapatkan barokah yang melimpah serta diberikan derajat yang tinggi InsyaAllah karena kita termasuk golongan orang-orang yang mencari ilmu (thoolibatu-l-‘ilmi).

Tidak hanya sampai disana, “sasaran dari acara ini adalah agar santri berkesempatan untuk mempraktekkan dan meningkatkan kemampuan sastra dan berbahasa para santri. Sehingga diharapkan dapat menjadi perantara demi mencapai tingkat berbahasa yang lebih baik. Karena kita sebagai santri Gontor, sebagaimana yang diajarkan ilmunya harus malakah”. Berikut yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh.

Bapak Pimpinan Pondok GKesan pesan fathul kutub 5ontor pernah berkata “target yang ingin dicapai saat penguasaan ilmu di KMI bukan sekedar pernah mendengar, bukan sekedar pernah faham, bukan sekedar dia faham dan bisa menjawab ujian, tetapi setidaknya DIA FAHAM DAN MAMPU MEMAHAMKANNYA KEPADA ORANG LAIN.” Begitulah target yang harus dicapai setiap santri KMI pada masa pembelajarannya, jika belum dapat mencapainya berarti belum berhasil memahami pelajaran yang ia hadapi.

Sebagai muslim kita memiliki khazain ‘ilmiyyah (khizanah keilmuan Islam), walaupun buku tersebut sudah berabad-abad yang lalu tetapi masih tetap eksis, bernilai dan bermanfaat bagi kita semua hingga saat ini. Jangan sampai tertipu dengan cashing atau penampilannya, sepertinya sederhana dan murah tetapi ilmu yang dikandungnya sangatlah berharga dan bermanfaat.

Sebelum memulai acara inti diadakan pembekalan yang disampaikan oleh para Asatidz yang ahli pada bidang tersebut,  diantaranya Ilmu Fiqh oleh Al-Ustadz Wahyudi Bakri, LLM. MA., Ilmu Aqidah oleh Al-Ustadz DR. KH. Fairuz Subakir Ahmad, MA., Ilmu Hadits oleh Al-Ustadz Asif Trisnani, Lc. Dan tatacara penulisan disampaikan oleh Al-Ustadz Muhib Huda Muhammady, MA.

Acara berlanjut dengan pembahasan dari masing-masing kelompok, yang mana dari keseluruhan santriwati kelas 5 KMI Gontor Putri Kampus 1 berjumlah 581 santriwati dibagi menjadi 39 kelompok dan setiap kelompok yang berjumlahkan 15 sampai 16 santri dibagi kembali menjadi tiga regu, hingga masing-masing regu terdiri dari 5 sampai 6 santri.

Saat pembahasan berlangsung, masing-masing regu yang telah terbagi akan diberikan materi yang berbeda-beda sesuai dengan 3 materi yang telah disampaikan pada saat pembekalan hari lalu. Setelah masing-masing regu menemukan kitab yang menjadi maroji’ dari pembahasan, setiap regu berkewajiban untuk memahami pembahasan sehingga dapat merangkumnya dan menjelaskan di depan para anggota satu kelompok secara bergantian, dibawah bimbingan para musyrifin dan musurifat. Sesi ini berlangsung selama tiga hari dilanjutkan dengan kesan pesan, munaqosyah ‘ammah dan penutupan.

Sebelum acara resmi ditutup pada sesi penulisan kesan dan pesan, Bapak Wakil Pengasuh berpesan bahwa ini merupakan pelajaran yang sangat berharga, pengalaman yang sangat mahal dari penulisan intiba’at dapat dinilai standar kesuksesan suatu acara, pencapaian misi dan target darinya. Mulai dari awal pengarahan hingga akhir acara semoga dapat menjadi kesan dan menjadi pesan bagi para santri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan mutiara-mutiara yang berharga dan dapat suskes di kemudian kelak. Aamiin.