Home Blog Page 287

Tingkatkan Bahasa Guru dan Santri, LAC Adakan Seminar Bahasa Arab

0

DARUSSALAM-Sebagai upaya peningkatan penguasaan dan pengembangan Bahasa Arab, Language Advisory Council (LAC) Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo menggelar seminar pengembangan Bahasa Arab di Aula gedung Robitoh PMDG pusat, pada hari Kamis dan Jum’at (20-21/12).

 

Seminar ini dihadiri oleh para wali kelas 1-6, bagian penerangan dan penggerak bahasa dari kelas 6, serta para ketua penggerak bahasa setiap rayon dari kelas 5. Hadir sebagai pembicara Al-Ustadz Rahmad Hidayat Lubis selaku Ketua Umum Yayasan Al-Hijaz, Al-Ustadz Aya Yahya Maulana, Lc., M.H. serta Al-Ustadz Imam Matin.

 

Tujuan seminar ini untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab bagi para peserta seminar dengan cara pengenalan berbagai kosakata baru, sesi tanya jawab, cerdas cermat, latihan mendengarkan, dan imla. Acara ini dibuka oleh Al-Ustadz Dr.H. Abdul Hafid Zaid, M.A. yang pada sambutannya beliau mengungkapkan apresiasinya terhadap acara ini.

 

Di akhir Seminar ini, Panitia mengadakan latihan dari materi yang disampaikan oleh para pembicara. Terlihat para peserta antusias mengikuti seminar ini. Sehingga mendapat tanggapan positif dan harapan bagi para peserta agar seminar ini dapat dilanjutkan di lain waktu. Reyzin

Menciptakan Kader Muslimah yang Tangguh dengan PRAMUKA

0
pembukaan kegiatan malam api unggun oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc
pembukaan kegiatan malam api unggun oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc

Lapangan Hijau- senandung peluit mulai bersaut menggelombang diantara tenda biru yang berdiri. Telah dimulai. Terik tak menjadi alasan, peluh bukan teman, tas ransel dibawa lari kemanapun oleh pemiliknya menuju suara peluit mengisyaratkan, berkumpul. Semangat pramuka tertanam, mereka belajar dengan alam. Perkemahan Kamis-Jumat atau biasa disebut PERKAJUM (06/12) diramaikan dengan anjangsana yang berlanjut ke perlombaan part 1. Menjelang sore para pramuka Darussalam bersiap menata kayu tinggi yang adalah akan digunakan acara api unggun.

Langit sore menggelap hitam, tak menurunkan semangat. Perkajum gelombang pertama dimeriahkan oleh 3 gugusdepan yaitu 19.140, 19.142, 19.146. Perkajum adalah kegiatan  tahunan yang diadakan demi mempersiapkan mental baja seorang pramuka, agar setiap andhika mampu bertahan dengan kondisi alam. Hujan malam menghambat proses acara api unggun, tetapi bukan masalah. Api unggun tetap dilaksanakan di ruangan tertutup dengan kekreatifitasan panitia yang mengubah api untuk unggun dengan menggunakan kertas krep merah yang akan ditiup oleh kipas angin di bawahnya

 

Cross country pramuka yang menjelajahi persawahan
Cross country pramuka yang menjelajahi persawahan

Cross Country, pramuka selalu semangat “Kita ini pramuka, tapi pramuka yang muslimah. Gontor mendidik kita dengan berbagai pelajaran, salahsatu kelasnya adalah kelas alam yaitu pramuka. Ketika cross country kita harus tetap menjaga adab kita sebagai pramuka gontor, belajar dari alam dan jangan disakiti” begitu nasehat Al-Ustadz Kalimi, S.Ag ketika pelepasan cross. Keseruan cross country tersebar, terlihat bahagia ketika mereka harus menyebrang sungai yang sedikit deras setelah hujan dan bermain lumpur yang tak mengenal lelah.

WE ARE SCOUT, BUT WE ARE MOSLEM. Menjadi pramuka yang bemental baja, berbadan sehat, berjiwa kompeten adalah pelajaran besar yang selalu di berikan gontor. Harapannya agar setiap pramuka gontor mampu mejadi percontohan umat sebagai kader muslim yang tangguh yang mampu mempersatukan dengan keadaanya. Semoga menjadi berkah adanya. hieb

Pembukaan Fathul Kutub Gontor Putri Kampus 2- Memperluas Wawasan Keilmuwan Agama Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 2- Sudah menjadi keharusan bagi santriwati untuk mengetahui buku-buku Islam yang di karang oleh para ulama terdahulu, bukan hanya tahu pengarangnya tetapi memahami isi yang terkandung didalamnya. Kegiatan membaca kitab (kitab kuning) diterapkan dengan cara yang berbeda di Gontor. Yaitu dengan pemberian masalah atau bahasan seputar fikih yang dimana seorang santriwati harus mencari penyelesainnya dalam kitab kuning yang disediakan dan mendiskusikan dengan kelompoknya di bawah bimbingan dua guru KMI.

Pengarahan Oleh Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc  Kamis pagi (20/12) Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd resmi membuka acara fathul kutub yang diselenggarakan di balai pertemuan Gontor Putri Kampus 2. Acara  yang di selenggarakan selama 5 hari mulai Kamis (20/12) hingga Selasa (25/12) ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5.

Dengan kegiatan fathul kutub ini di harapkan dapat meningkatkan wawasan keilmuan santriwati dalam memahami isi Kutub At-Turats, sehingga ketika menghadapi problematika di masyarakat dapat menjawabnya. Selain itu, dengan Fathul Kutub santriwati tidak fanatik terhadap satu madzhab tapi mampu menjadi seorang mujtahid yang meneliti berbagai madzhab sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. hasnab

Renovasi dan Pembangunan Asrama Indonesia 1 Berlantai 2

0

IMG_3967Mantingan- Dalam pengembangannya, Gontor mengembangkan program “Panca Jangka” untuk mendukung terciptanya miliu dan lingkungan pesantren secara utuh dan dinamis. Salah satu dari Panca Jangka tersebut adalah Pergedungan. Dari tahun ke tahun jumlah santri Gontor selalu bertambah. Tahun ini, jumlah santriwati Gontor Putri Kampus 1 mencapai 3600. Konsekuensi dari bertambahnya santri tersebut adalah bertambahnya sarana pergedungan untuk tempat tinggal dan belajar santri.

Gontor Putri 1 sedang melaksanakan proyek besar dengan membangun asrama santriwati berlantai 2. Saat ini tengah dilaksanakan pembongkaran dan pembangunan kembali asrama Indonesia 1 menjadi 2 lantai, untuk itu santriwati yang berasrama di gedung tersebut sementara berpindah di gedung Ninxia. Proyek selanjutnya adalah Indonesia 2 dan Ninxia yang juga akan dibongkar dan dibangun kembali menjadi 2 lantai.

Renovasi Indonesia 1 sudah dimulai sejak 3 september 2018 oleh 110 pekerja yang dikontrol langsung oleh Al-Ustadz Surnyoto selakuIMG_3970 penanggungjawab Pembangunan Pondok dan Pak Edi sebagai mandornya. “Saat ini pembangunan asrama Indonesia 1 telah mencapai 75%. Sekarang ini sampai tahap pemasangan keramik dan kerangka atap serta penghalusan dan pengecetan dinding”,  jelas Pak Edi. Hingga saat ini biaya yang telah dikeluarkan sebesar 1.283.000.000. Adapun masa proyek ini diperkirakan akan selesai pada bulan Januari akhir mendatang.Salsabila

Pembukaan Pramuka : Ciptakan Muslimah Sejati

0

Kamis (6/12) —Tepatnya pada hari ini, gerakan pramuka dimulai. Setelah usainya liburan awal tahun kemarin. Kepramukaan adalah salah satu rutinitas wajib di hari Kamis bagi seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 2. Dari kegiatan ini, para andika di didik untuk menjadi muslimah tangguh nan sejati. Dengan berbagai macam kegiatan dan penggemblengan. Pramuka harus terus di pupuk, sebagai wadah bagi pembentukan nasionalisme dan patriotisme kita. Ikhlas bhakti bina bangsa dan berbudi bawa laksana. Dengan mengaplikasikan dasa dharma dan tri satya di kehidupan kita — “Satyaku kudarmakan, Dharmaku kubaktikan”.

DSC_4866

Kita harus dan mampu dalam mengislamkan pramuka, bukan pramuka yang mengislamkan kita. “Kami pramuka tapi kami muslimah” adalah salah satu kutipan bagi kepramukaan di Gontor Putri. Bersatu dalam pramuka bersaing dalam prestasi. Karena gerakan pramuka sebagai wahana kaum muda, sebagai kader pembangunan, sebagai perekat bangsa. Dan bersatu padu untuk menyongsong masa depan yang gemilang.

 

Pramuka tak hanya mengajarkan semaphore, swiss, pioneering indah, tali-temali, dan berbagai macam sandi-sandi. Namun, mengajarkan kita juga cara agar dapat bertahan hidup, di kehidupan luar sana. Dan dari pramuka juga lah para andika di didik untuk menjadi pemimpin yang baik — “Scout now, Leader tomorrow”.

 

Dan yang harus kita ingat bahwa, kepramukaan bukanlah ilmu yang sulit. Karena alih-alih itu adalah permainan riang “scout is joly game”, jika kita dapat mengartikannya bahwa itu adalah suatu tempat kebahagiaan. Pada saat yang sama kepramukaan juga bersifat edukatif.

DSC_4843

Dengan tumpah ruahnya berbagai macam warna menemani teriknya cahaya matahari yang menyinari kampung nan damai di siang hari. Semangat para andika yang berapi-api pun mampu meluluhkan keringat mereka, demi menyambut aktivitas kepramukaan. Dan nasihat demi nasihat diberikan kepada para andika demi menemani penyematan gerakan pramuka ini. Berharap dapat lebih baik, bersemangat, dan berkembang dari sebelumnya.

 

NuriwandaAzizahNugraheni

 

Gontor Olympiad Tingkatkan Skill dan Kreativitas Santri

0

Gontor–Acara demi acara bergulir silih berganti, pada kali ini Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) disibukkan dengan acara Gontor Olympiad, acara ini adalah salah satu dari sekian acara yang menunjukan rasa integritas seluruh santri dalam kebersamaan, kesatuan, dan sportivitas.

Gontor Olypyiad (37)Kegiatan yang melombakan berbagai macam divisi ini dibuka pada hari Jum’at pagi (14/12) oleh Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd.I. di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Dihadiri oleh seluruh santri dan guru se-Darussalam, upacara pembukaan ini selain sebagai tanda dimulainya Gontor Olympiad, juga menjadi wadah untuk menampilkan kreasi dan kemampuan para santri dalam olahraga maupun seni.

Perhelatan yang digelar tahunan ini terdiri dari 5 divisi, yaitu: Bahasa, Keilmuan, Kepramukaan, Olahraga, dan Kesenian. Diharapkan seluruh santri dapat berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sesuai dengan bakat dan minatnya. Olimpiade ini diadakan selama satu minggu penuh dimulai hari Jum’at (14/12) hingga hari Kamis (21/12). Agenda ini diikuti oleh santri kelas satu hingga kelas lima, sementara kelas enam sebagai panitia yang mengatur jalannya acara agar berjalan dengan baik.

Tahun ini, Guardian Generation (nama angkatan siswa akhir 2019) sebagai panitia penyelenggara memilih Singa sebagai ikon Olimpiade Gontor. Mereka ingin menyampakain pesan bahwa Gontor, khususnya para santri harus memiliki keberanian, ketangkasan, dan kekuatan yang besar dan juga ketajaman dalam melakukan segala susuatu, khususnya dalam perlombaan yang digelar pada acara ini.

Dengan bermotokan “Rising Together” yang artinya bersinar bersama, Panitia ingin mewujudkan kebersamaan para santri dan guru  yang terpupuk dan tercermin dari seluruh perlombaan dan kegiatan yang ada.

Gontor Olympiad bertujuan untuk meningkatkan skil, dan kreatifitas santri Darussalam baik dalam bidang olahraga, keilmuan, bahasa, keterampilan, dan juga menguatkan rasa Ukhuwah Islamiyah, guna membentuk generasi yang mengawal umat Islam. Muis

Art and Handicraft Show Kembangkan Seni Santri

0

GONTOR—Art and Handicraft Show merupakan acara yang rutin diadakan oleh pondok pada awal dan akhir tahun. Acara yang digelar untuk seluruh santri ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menunjukkan berbagai skill dan seni yang dimiliki oleh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), khusunya untuk santri baru, yang belum mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Acara Art Show di akhir tahun ini diadakan pada hari Jum’at (07/12). Ada yang berbeda pada acara tersebut. Acara yang biasanya diadakan didepan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ini, kini digelar di Gedung Yaqdzoh karena bersamaan dengan final futsal IKPM yang dipertontonkan kepada santri didepan BPPM.

Seluruh santri terlihat antusias dalam acara tersebut. Para santri yang belum mengikuti kursus mencari seni yang mereka sukai dan mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus tersebut. Ada berbagai macam kursus yang bisa diikuti oleh para santri, seperti beladiri, kaligrafi, melukis, menggambar, pantomim, serta musik.

Sedangkan untuk nama-nama kursus yang mencakup seni tersebut: Perbeda (Persatuan Beladiri Darussalam), Aklam (Asosiasi Kaligrafer Darussalam), Limit (Lintasan Imajinasi dan Seni Santri), Armada, Dams Family (Darussalam Musician S tation Family), Senhada (Seni Hadroh Darussalam). Dari kursus inilah para santri diharapkan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan hobi mereka.Faruq

Kepramukaan di Gontor Sebagai Wadah Disiplin dan Kemandirian Santri

0

GONTOR­­-Kegiatan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor  (PMDG) merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri PMDG. kegiatan ini sebagai wadah untuk membina generasi muda juga berfungsi melatih para santri menjadi disiplin dan mandiri. Inilah yang menjadi motivasi bagi Gontor untuk selalu menanamkan jiwa kepramukaan kepada santrinya.

Kepramukaan di Gontor juga membentuk keterampilan santri sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. Selain itu, memberikan konstribusi nyata dan diakui oleh masyarakat dalam pengembangan generasi muda yang berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti yang luhur.

Dengan dinamika kepramukaan yang sudah bertahun-tahun, Gontor juga mengikuti ajang kepramukaan di Kancah Nasional maupun internasional. Seperti Jambore dan Raimuna di Cibubur, World Jamboree di Swedia, Australia, Thailand, dll.

Alhamdulillah Kepramukaan memberikan pengaruh positif dalam mengembangkan bakat dan kreatifitas santri. Semoga kedepannya Kegiatan ini selalu eksis di kampung damai ini.*Aff

Al-Ustadz H. Imam Shobari Hadiri Acara Pelantikan Forbis IKPM Cabang Malang

0

BATU-Al-Ustadz H. Imam Shobari selaku Ketua Yayasan Perluasan dan Pemeliharaan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) menghadiri acara Pelantikan Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Malang. Posisi beliau saat itu mewakili Bapak Pimpinan Gontor dalam menghadiri acara tersebut. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad (16/12) ini berlangsung khidmat. Karena para hadirin sangat antusias berpartisipasi dalam acara ini.

Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.
Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.

Dalam Forum bisnis ini Alumni dididik untuk mandiri”. Tutur Al-Ustadz Imam Shobari dalam sambutanya, selain itu, beliau juga menuturkan bahwa ide forum bisnis ini sudah dirintis sejak lama, contoh konkritnya, dulu di Gontor ada lembaga Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) yang bertujuan untuk mendidik para alumni berkecimpung dalam dunia bisnis dan usaha kreatif tetapi tidak keluar dari nilai-nilai Gontor.

Dalam Pelantikan Forbis, Al-Ustadz David Rusydianto terpilih sebagai ketua forbis IKPM Cabang Malang. Beliau sudah memulai bisnis di kota malang sudah bertahun-tahun, yang mana sudah menghasilkan profit miliyaran rupiah pertahun. Selain itu, Al-Ustadz Agus Maulana selaku Ketua Forbis Pusat juga ikut melantik Ketua Forbis baru, Khusunya di Kota Malang. Dalam sambutanya beliau menuturkan bahwa tujuan forum bisnis alumni Gontor adalah saling bersinergi, membangun jaringan dan silaturrahim.

Selain Pelantikan forbis, pihak panitia juga menyelenggarakan acara Silaturrahim dengan seluruh Alumni Gontor yang berasal dari Kota Malang dan penyerahan tanah wakaf kepada IKPM Malang. Yang mewakafkan tanah yaitu dari keluarga Alm. Prof. Dr. Masyfuk Zuhdi dengan luas tanah 166 M2. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun lembaga pendidikan di tempat tersebut. Dalam hal ini, IKPM Malang memiliki konstribusi besar dalam proyek pembangunan lembaga pendidikan di Malang.

Para alumni yang hadir di pertemuan ini sangat antusias, karena ini adalah acara pertama kali diselenggarakan di IKPM Cabang  Malang serta akan menjadi sejarah baru bagi mereka.*aff

Kiai Hasan Hadiri Pembekalan Peserta PKU UNIDA

0

SIMAN-K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembekalan peserta PKU UNIDA. Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad (9/12) di Hall UNIDA Gontor. Diadakannya acara ini guna memberikan bekal kepada peserta PKU UNIDA sebelum mengadakan workshop dan seminar di beberapa lembaga pendidikan yang ada di dalam Jawa, di mulai dari Workshop Internal diantaranya: Pondok Modern Darussalam Gontor, UNIDA, Gontor Putri Kampus 1 dan 2, dan Pascasarjana UNIDA. Kampus Luar diantaranya: Ponpes Walisongo, Politeknik Madiun, PGRI Madiun, dan UNMUH Ponorogo.

Workshop Eksternal (Keliling Jawa) di beberapa daerah yaitu; Gresik, Lamongan, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Purwokerto, Semarang, Jakarta, dan Banten.

Dihadapan 67 peserta PKU, Kiai Hasan menuturkan bahwa syarat untuk menjadi da’i salah satunya adalah memperbanyak membaca, menulis, dan berdiskusi agar tingkat keilmuwannya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Begitu banyak ilmuwan yang ada di negeri ini, akan tetapi yang bisa menebar kebaikan dan manfaat hanya segelintir orang saja. tutur beliau.

Dengan retorika bicara beliau, para peserta PKU sangat antusias, karena Kiai Hasan terkadang di sela-sela memberi wejangan juga membuat suatu anekdot humor guna menarik perhatian peserta.*Aff