Home Blog Page 286

Rapat Pleno Wantim MUI ke-33 : Indonesia Harus Tetap Tenang dan Berhati-hati Dalam Menanggapi Isu Adanya Penindasan terhadap Etnis Muslim Uighur di Xinjiang, China

0

Jakarta–Rabu siang (26/12), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal kembali hadiri pertemuan Rapat Pleno Wantim MUI yang bertempat di Kantor MUI, Jakarta Pusat. Rapat kali ini adalah Rapat Pleno yang ke-33. Membahas tentang Muhasabah Kehidupan Umat pada Akhir Tahun Miladiyah.

Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A. yang berkesempatan hadir pada rapat ini menghadirkan Abdurrahman Muhammad Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia dan Direktur Jendral Menteri Luar Negeri (Dirjen Menlu) untuk memberikan keterangan serta informasi terkait konflik yang terjadi di Negara China, yang mengakibatkan penindasan terhadap etnis muslim Uighur.

“Dalam setiap menanggapi isu-isu yang terjadi, kami selalu berhati-hati dan memperhatikannya dari semua aspek. Dalam hal ini kami sudah memanggil langsung Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok) untuk memberikan keterangan atas apa yang terjadi di Xinjiang dengan etnik Uighur. Sesuai dengan amanah konsistusi, ketika amanah konsistusi mengatakan ikut menciptakan ketertiban dunia, kita selalu memposisikan diri sebagai solusi, bukan problem. Lalu bagaimana sikap kita? Tentu kita mesti tidak gegabah, hati-hati dalam menyikapinya, pendekatan di belakang layar justru lebih efektif daripada dengan hubungan diplomasi.” Ujar Abdurrahman Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia saat rapat.

Sampai saat ini, Menlu sudah memanggil Dubes RRT, dan akan dilanjutkan dengan mengadakan dialog bersama pemerintahan RRT untuk menyampaikan pemahaman tentang hubungan harmonis umat beragama. Yang dalam hal ini mereka masih kesulitan untuk menerapkannya.

Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.
Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.

“Dewan Pertimbangan MUI memperihatinkan perkembangan yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok yang didiami oleh entik Uighur dan mayoritas muslim disana. Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dari berbagai kalangan termasuk lembaga-lembaga internasional memang terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang berat disana. Memang masalah ini menurut saya complex complicated harus disikapi secara pas, tentu mengkombinasikan antara keyakinan kita tentang kebenaran dan aspek yang bersifat tactis strategis. Ujar Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A.

K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam rapat juga menyampaikan pendapatnya tentang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Dimana berita-berita yang dikabarkan oleh media sulit dipercaya, karena yang disampaikan adalah berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Di akhir beliau berpesan agar berita-berita yang beredar di media masa ini dipublikasikan dengan jelas dan benar. Kemudian rapat ditutup dan diakhiri dengan jumpa pers. rukh

Gontor Kirim Kontingen Ikuti Raimuna Asean Di Brunei

0

BRUNEI–Tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirim kontingennya mengikuti Raimuna ASEAN di Brunei Darussalam.

Penetapan calon Peserta Raimuna ASEAN dengan mengunakan test yang diadakan oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori), dengan musyawarah dan pertimbangan matang, dari sekian banyak pendaftaran hanya 30 orang dari mereka yang diterima sebagai calon peserta Raimuna.

Peserta dibagi menjadi 4 Grup yaitu: grup Muara, grup Belait, grup Tutong, dan grup Temburong, kemudian kegiatan dilanjutkan bersama grup masing-masing.

Adapun kegiatan mereka disana antara lain:

  • Grup Muara: Berkayuh, mengunjungi Pusat Penangkaran Penyu, Climbing, Jungle Track.
  • Grup Belait: Kegiatan Sosial di Panti Asuhan, Game Action, Demo Survival, Kunjungan ke Rumah Panjang, Pengenalan Budaya Brunei
  • Grup Tutong: Kunjungan ke Taman Warisan Tasek Merimbun, Tutong Town Ningt Sightseeing.
  • Grup Temburong: Flying Fox, Climbing, Berkunjung ke Kampung Puni, Kampung Batu Apoi, Kampung Senukoh, Kampung Sibut.

Sebelum berangkat ke Brunei, paara peserta dibekali latihan, di antara pembekalan yang mereka dapatkan berupa latihan dalam skill kepramukaan, seperti cara pemakaian kompas, membuat peta pita, dan lain sebagainya. Untuk pembekalan ini Mabikori bekerja sama dengan Koramil Mlarak, agar lebih intensif dan tepat sasaran. Selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan seni budaya, karena setiap negara yang ikut dalam acara ini harus menampilkan kebudayaan dari negaranya masing-masing.

Raimuna ASEAN merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan wawasan kepramukaan santri dalam kancah dunia. Selain dari pada itu, Raimuna ASEAN merupakan sarana membuka pikiran santri terhadap kehidupan luar, terutama tata cara hidup dari berbagai macam Negara peserta. Dan juga belajar berbagai macam budaya dari seluruh peserta Raimuna dan menunjukkan kebudayaan Indonesia kepada mereka.

Peserta Raimuna ASEAN seluruhnya berjumlah 386 yang berasal dari beberapa negara ASEAN, di antaranya: Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Philiphina, Myanmar, Laos. Acara dilaksanakan di Berakas Games Village yang terletak di Bandar Seri Begawan.

Acara Raimuna ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Pengakap yang ke-85 dan kegiatan difokuskan pada khidmat bakti masyarakat dan pengenalan budaya Brunei Darussalam. Acara ini dibuka oleh Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, dan ditutup oleh sang pangeran muda.

Penutupan Raimuna ASEAN diadakan pada hari Senin, 17 Desember 2018, dan juga ditutup dengan pertemuan bersama IKPM Brunei. Sebelum Rombongan Raimuna Gontor kembali ke Indonesia, rombongan mengunjungi negara Malaysia dan Singapura guna mengadakan silaturrahim bersama IKPM, dan juga mengunjungi berbagai tempat, seperti kampus IIUM.

Rombongan Raimuna Gontor terbang kembali ke Indonesia pada hari Jum’at, (21/12) dari bandara KLIA 2, dan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan tiba di PMDG sore hari dengan selamat. Muis

 

Lapangan Hijau ‘Ganti Wajah’

0

GONTOR – Pondok mdoern Darussalam Gontor (PMDG) senantiasa berkembang setiap tahunnya, hal ini tercermin pada inovasi yang dilakukan di berbagai ranah yang ada di pondok salah satu ranah yang menonjol dalam perkembangannya adalah ranah pembangunan pondok yang dimotori oleh bagian pembangunan. Baru saja rampung pembangunan menara masjid jami’, gedung new satelit, dan juga ada rumah sakit yang sedang dalam tahap pembangunan. Bagian pembangunan Gontor kembali dengan proyek terbarunya yaitu ‘ganti wajah’ lapangan hijau yang terletak dibelakang gedung Indonesia.

Tujuan renovasi lapangan hijau adalah untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk santri dalam berolahraga, hal ini sebenarnya sangat memudahkan kegiatan santri nantinya,  mengingat lapangan sebelumnya memang terbilang tidak memenuhi standar kelayakan lapangan. Menurut Al-Ustadz Qoyyum, sebagai penanggungjawab proyek. Lapangan baru pasca renovasi nantinya mempunyai beberapa terobosan seperti sistem drainase yang baik, berfungsi untuk menyerap air dari permukaan rumput serta penggunaan rumput jenis lamuran untuk permukaan lapangan.

Renovasi lapangan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, setelah beberapa kali diskusi antara staf Darussalam Gontor Stadium (DGS) dan juga staf pembangunan, kemudian barulah setelah itu disepakati dan diinstruksikan pembangunannya oleh pimpinan pondok. Adapun pelaksanaan renovasi dimulai setelah penutupan kegiatan olahraga menjelang ujian awal tahun di bulan Oktober yang lalu. Ditanya mengenai target selesai renovasi, Al-Ustadz Qoyyum (Staf Pembangunan) menjelaskan bahwasanya lapangan baru ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember sampai pertengahan Januari tahun depan.

Alasan lain yang menjadi dasar renovasi lapangan adalah, seperti yang telah disebutkan bahwasanya lapangan lama tidak memenuhi standar kelayakan lapangan hal ini dapat dibuktikan dengan besarnya debit air yang tergenang dikala musim hujan tiba, keadaan tanah yang keras sehingga riskan mencederai santri yang bermain bola.

Proyek ini dikerjakan oleh 35 pekerja yang bertugas dalam merombak lapangan dan dibantu oleh 10 orang pekerja lainnya yang bertugas memasang rumput. Luas lapangan baru ini adalah 50×112 meter dengan total anggaran + 2 Milyar Rupiah.

Nantinya setelah rampung lapangan dipastikan tidak lagi berfungsi menjadi tempat parkir seperti yang biasa terlihat dilapangan sebelumnya. Hal ini dikarenakan fasilitas lapangan yang memerlukan pemeliharaan seperti halnya rumput, sistem drainase, dan lain-lain. Diharapkan dengan begini, lapangan baru terjaga dengan baik.

Al-Ustadz Qoyyum menjelaskan bahwa sebelum ditanami rumput, lapangan terlebih dahulu ditimbun dengan dua lapisan sampai setinggi 50 cm dengan pasir dan batu dilapisan pertama dan tanah wedak yang menjadi lapisan kedua atau permukaan sebelum ditanami rumput. Selain itu menurut beliau, menimbun tanah adalah satu keharusan “penimbunan lapangan kami lakukan mengingat keadaan permukaan lapangan yang lebih rendah daripada permukaan jalan sehingga mengakibatkan mengalirnya air ke lapangan dan menyebabkan tergenangnya lapangan” papar ustadz yang berasal dari Jakarta ini.

Untuk sistem drainase sendiri, proyek ini menggunakan 294 buah pipa bertipe 4 yang ditanam di dalam lapangan dengan jarak tertentu antara satu pipa ke pipa lainnya. Proses pembuatan drainase dilakukan dengan memasukan pipa-pia yang sudah dilubangi terlebih dahulu sebagai jalan masuknya air, kemudian setelah itu baru dilapisi dengan ijuk dan batu koral, yang berfungsi sebagai penghalang masuknya tanah kedalam pipa “apabila tanah masuk kedalam saluran air di pipa maka akan terjadi sumbatan sehingga mengakibatkan proses penyerapan air tidak efektif” terang beliau.

Dengan rampungnya lapangan ini, nantinya, para santri akan mendapatkan beberapa fasilitas penunjang dalam berolahraga. Antara lain, pagar keliling dari material pipa besiyang kuat untuk menahan laju bola keluar, sleanjutnya lapangan baru ini akan dilengkapi dengan penerangan memadai dengan lampu led 150 watt yang akan ditempatkan di 6 titik disekitar lapangan. Tiga titik dibagian timur dan tiga titik dibagian barat lapangan.

Fasilitas lainnya adalah tempat pemain cadangan dan juga official yang baru dipinggir lapangan, serta speaker corong yang akan terpasang disetiap tiang lampu. Dengan banyaknya fasilitas tersebut, maka penjagaan lapangan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu staf DGS (Darussalam Gontor Stadium), staf Pengasuhan Santri yang dibantu oleh bagian olahraga dan anggota porpig ditunjuk sebagai penanggungjawab pemeliharaan lapangan baru ini.

Dengan adanya lapangan baru ini banyak harapan dan juga pesan yang disampaikan oleh staf pembangunan. “Semoga dengan adanya lapangan baru ini, santri nantinya dapat lebih tenang dan leluasa dalam berolahraga. Dengan begitu santri juga harus bersama-sama menjaga dan merawat lapangan baru ini. Karena ini adalah amanah dari pondok untuk kita semuanya” tutur Ustadz Qoyyum menutup wawancara. Ahsy

 

 

 

 

Seminar Literatur (HOW TO BE A GOOD WRITER)

0

Mantingan (senin,17/12/18)  kata pepatah “jika ingin mengenal dunia membacalah dan jika ingin dikenal dunia menulislah” dengan itu diadakan seminar literatur oleh bagian diskusi ilmiah dan penerbitan OPPM bersama Al-Ustadz Iskandar Zulkarnaen salah satu alumni gontor yang berkecimpung dalam bidang tulis menulis,dengan bertemakan “HOW TO BE A GOOD WRITER” untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi santriwati dalam menulis.

Seminar diadakan dibalai pertemuan gontor putri kampus 2, siang hari pukul 14.00-17.00, acara berjalan dengan lancar, santriwati menyimak dengan tenang dan baik bagaimana menjadi penulis yang baik dan benar. Kata pembicara Al-Ustadz Iskandar “walaupun kalian santriwati tidak mematahkan semangat dalam tulis menulis dan menjadi penulis yang baik,ketika ingin menulis temukan passion kalian terlebih dahulu dengan itu kalian bisa memulainya, belajar juga menulis dalam bahasa inggris”

20 menit sebelum acara usai, Antusias mereka untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin jelas terlihat ketika banyaknya santriwati yang ingin bertanya dalam sesi tanya jawab dengan pembicara. Dengan adanya seminar literatur diharapkan dapat mencerahkan para peserta yang telah memiliki bakat dan dapat menggali bakat-bakat terpendam para peserta yang belum terlihat serta menumbuhkan penulis
-penulis muda islami handal yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik dengan goresan penanya.Fani

KMI Tingkatkan Bahasa Santriwati Baru dengan Tasyji’ul Lughoh

0

Language is our crown istilah ini tidak asing lagi di telinga para santriwati. Karena, hampir semua kegiatan tidak lepas dari unsur pendidikan linguistik (bahasa) mulai dari lingkup yang sempit seperti kamar hingga tempat-tempat umum. Demi meningkatkan kualitas bahasa santriwati khususnya santriwati baru kelas 1 dan 1 Intensif, Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri Kampus 2 mengadakan kegiatan Tasyji’ul Lughoh.

Kegiatan ini diisi langsung oleh asatidz dan para guru senior pilihan. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini di laksanakan di dalam maupun di luar kelas dengan pemberian berbagai macam kosakata benda yang ada di sekeliling kita.

Dengan Tasyji’ul Lughoh ini di harapkan para santriwati kelas 1 dan 1 Intensif dapat berdisiplin bahasa dengan meningkatkan bahasa Arab maupun Inggrisnya. Sebagaimana yang kita ketahui Pondok Modern Darussalam Gontor maju dan berkembang karena eksistensinya dalam meningkatkan dan mengembangkan bahasa, terutama bahasa Arab dan Inggris.hasnab

Tasyji’ul Lughoh di luar kelas

HTQ, Menumbuhkan Kecintaan Santri pada Al-Qur’an

0

GONTOR – Ketika Pondok Modern Darussalam Gontor sedang disibukan dengan acara Gontor Olimpiad, JMQ (Jam’iyyatul Qurro) turut meramaikan dengan mengadakan HTQ (Haflah Tilawatil Qur’an). Setiap Rayon Se-Darussalam  mengutus perwakilan setiap lomba, perlombaan ini dibagi menjadi 6 kategori; MurottalahMujawwadahHifdzul Qur’anFahmul Qur’anAdzan, dan Syarhul Qur’an.

Usai babak penyisihan, masing-masing kategori akhirnya menyisakan 3 peserta dari setiap rayon. Dan final tiap-tiap lomba dibagi menjadi 2 waktu. Yaitu hari Ahad (16/12) malam di Aula Rabithah, dengan lomba Fahmul Qur’an (cerdas cermat tentang Al-Qur’an), Adzan, dan Syarhul Qur’an (berpidato dengan menerangkan dan membahas 1 ayat Qur’an).

Final kategori lainnya, yaitu MujawwadahMurattalah, dan Hifdzul Qur’an diadakan hari Kamis (20/12) malam yang bertempat di BPPM sekaligus acara penutupan lomba HTQ ini. Acara malam itu dibuka oleh Al-Ustadz Nur Tsalis. Dengan diadakannya acara HTQ ini, diharapkan dapat menambah pemahaman serta menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an.AbuFariz

Data juara HTQ 2018:

Adzan                       Miftahul Amri                   4 – B `                      Yaman

Mujawwadah            Nahidul Barkah                3 – G                        Rayon Indonesia 2/2

Murattalah               M. Naufal Bukhari             2-L                         Rayon Indonesia 4

Hifdzul Qur’an         Aras Alfida                      3 Int B                       Saudi 1/3

 

 

Perluas Wawasan dengan Seminar Fotografi

0

Senin(24/12)- Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor Putri Kampus 2 selenggarakan Seminar Fotografi  di depan pelataran Rayon Damaskus. Seminar yang melibatkan 300 orang ini bertemakan Woman Generation Revival in The Art of Photography. Al-Ustadz M. Abdul Aziz Fajrul Duha, S.Kom sebagai Pembukaan Seminar oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pdpembicara menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini benar-benar di butuhkan oleh santriwati, karena dengan seminar ini minimal santriwati dapat mengetahui anatomi kamera dan cara pengambilan gambar yang baik.

Acara yang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 ini di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pemberian materi oleh Al-Ustadz M. Abdul Aziz Fajrul Duha, S.Kom yang memaparkan berbagai teknik dasar dalam fotografi dimulai dari sejarah awal fotografi, pengenalan jenis-jenis kamera yang di gunakan dalam dunia fotografi, macam-macam lensa, teknik triangle, hingga cara pengambilan gambar yang baik dan di tutup dengan contoh kreasi foto. Adapun sesi kedua merupakan praktek pengambilan gambar dengan perwakilan dua orang tiap angkatan dan dilanjutkan dengan evaluasi hasil gambar tersebut.

Acara ini ditutup dengan forum tanya jawab. Santriwati terlihat antusias untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia fotografi. Tujuan Seminar Fotografi ini bukan hanya untuk menyalurkan hobi dan bakat tetapi juga untuk memperdalam potensi santriwati dalam dunia fotografi.hasnab

Kunjungan Peserta Bimbel Masuk Gontor IKPM Depok

0

Darul Qiyam, Sabtu, 22 Desember 2018 PMDG Kampus 6 kedatangan rombongan tamu yang berasal dari Depok. Rombongan tamu tersebut merupakan peserta bimbingan belajar masuk Gontor bernama Ar-Razin yang dikelola oleh IKPM Depok.

Kedatangan tamu yang berjumlah 30 orang ini bertujuan untuk mengadakan tinjauan secara langsung mengenai rutinitas pendidikan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Penjelasan mengenai kepondokmoderenan langsung disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh Ust. Sunanto WR, M.A, beliau  memberikan sambutan dan penjelasan secara mendetail mengenai pola pendidikan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor dari bangun tidur hingga tidur kembali. Selain penjelasan secara lisan para rombongan tersebut diberikan kesempatan untuk berkeliling di dalam pondok agar dapat melihat secara langsung proses pendidikan yang ada di dalam pondok.

Sebelum kedatangannya ke PMDG Kampus 6, rombongan tersebut terlebih dahulu melakukan kunjungan ke PMDG Kampus pusat di Ponorogo dan Kampus putri 1 yang berada di ngawi.

 

Arahan Peserta Kunjungan Oleh Bapak Wakil Pengasuh
Penjelasan singkat prihal pendidikan di Gontor  Oleh Bapak Wakil Pengasuh

The Language We Use Influences The Way We Think

0

“Language is our crown” itulah kutipan yang selalu tersematkan pada diri santriwati. Jum’at, 21/12/18 – tepat pada hari ini santriwati berlomba-lomba menjadi yang terbaik dari yang terbaik lainnya, dalam meraih kejuaraan pada acara “Princess and Queen Of Language”. Satu sama lain saling menyalurkan aspirasi dan menjiwai kompetisi ini. Bersaing dalam kejuaraan berpendidikan, demi meningkatkan kualitas jiwa saing serta pengembangan bakat berbahasa.DSC_4434

Walau terik matahari pagi menghangatkan tubuh, namun itu bukanlah menjadi suatu alasan  pasang surut antusiasme mereka untuk absen dalam acara nan berharga ini. Pembelajaran tak harus di tempat yang formal, dikelas. Dari acara ini pun mereka mempunyai bekal, mampu mempelajari banyak hal.

“Princess and Queen Of Language” adalah ajang yang selalu dinanti – nantikan oleh warga Darussalam. Dengan harapan, agar dapat memotivasi penggunaan bahasa secara baik dan benar. Dan bagi para finalis, agar dapat menjadi contoh yang patut diteladani, oleh orang-orang disekitar. Karena melalui bahasa terdapat sebuah visi yang berbeda dalam kehidupan, pun dengan bahasa yang kita gunakan dapat mempengaruhi pola pikir seseorang. Mampu dan ingin berbahasa dengan baik tumbuh dari kesadaran diri sendiri. Dari pengalaman berbahasa dapat menjawab semua mengapa dan bagaimana untuk memulai.DSC_0009

Usai acara, hirup pikuk kehidupan ditemani dengan haru bahagia atas kemenangan telak yang sebelumnya adalah sebuah pertanyaan terbesar, namun akhir dari sebuah pertanyaan itu dapat diakhiri dengan sebuah pernyataan permanen yang mana“Princess and Queen Of Language”  tahun ini dimenangkan oleh Fathia Zulfa – 4B as The Queen Of Language dan Windhi Ratih – 2B as The Princess Of Language. Sebuah kesyukuran tiada henti menemani langkah mereka, langkah jihad sebagai teladan “staff of language improvement”.

one_dha

 

Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Festival Dunia Arab UNIDA

0

Mantingan-Sebagai perguruan tinggi pesantren di bawah naungan Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) adalah universitas yang bersistem asrama layaknya pondok pesantren, para mahasiswa dan mahasiswinya menggunakan Bahasa Arab dan Inggris (khususnya Bahasa Arab) sebagai media dalam proses belajar mengajar dan komunikasi. Bahasa Arab mempunyai peranan yang sangat besar dalam kehidupan muslim di berbagai belahan dunia,  begitupun di Pondok Modern Gontor. Guna meningkatkan kualitas Bahasa Arab, maka UNIDA mengadakan Festival Dunia Arab (FDA).

Seminar Sebagai Penutup Acara
Seminar Sebagai Penutup Acara

FDA merupakan ajang perlombaan antar santri dan mahasiswa se-Indonesia, demi menciptakan ruang gerak pemikiran dalam dinamika keilmuan santri dan mahasiswa se-Indonesia pada umumnya, juga merupakan konsekuensi kesadaran keilmuan dalam membentuk sebuah komunitas ilmiah bagi santri dan mahasiswa, khususnya UNIDA Gontor.

Acara ini bertemakan “Dengan Bahasa Arab, kita eratkan tali Ukhuwah Islamiyah dan kita tingkatkan kualitas diri untuk menghadapi tantangan masa depan”. Dengan harapan agar para santri dan mahasiswa khususnya UNIDA Gontor, dapat meningkatkan kualitas diri di masa depan dengan berbahasa Arab.

Debat Salah Satu Perlombaan FDA
Debat Salah Satu Perlombaan FDA

FDA ini diadakan oleh mahasiswa dan mahasiswi UNIDA fakultas Tarbiyah, yang bertempat di Universitas Darussalam Gontor kampus putra dan putri (11-15/12). Kegiatan FDA  ini diikuti oleh berbagai pondok pesantren dan universitas yang tersebar di penjuru Indonesia. Dan di dalamnya terdapat 11 macam perlombaan diantaranya debat, tarjamatul maqolah, estafet essay, dll.

Acara ini bertujuan agar para santri dan mahasiswa dapat mengukur tingkat pemahaman dalam berbahasa Arab, dapat menjadi motor penyemangat dalam mengasah kemampuan, juga dapat mempresentasikan ide di bidang pendidikan. Dan juga mempererat ukhuwah Islamiyyah. Dengan maksud sebagai tolak ukur pemahaman seputar ruang lingkup dunia pendidikan dan Bahasa Arab. Ghariza