Home Blog Page 288

Perkemahan Kamis-Jum’at Sarana Pembinaan Mental dan Kepribadian Santri

0

7MANTINGAN–Kamis Siang, 4 Desember 2018. Kegiatan kepramukaan di Gontor Putri 1 kembali diaktifkan, dengan diadakannya upacara pembukaan minggu lalu, dan dilanjutkan dengan pelepasan peserta Perkemaham Kamis-Jum’at (PERKAJUM) Gelombang pertama. Dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta jajaran Mabikori, Mabisek, dan Mabigus beserta seluruh santriwati.

Dalam pidatonya, Ustadz Suharto menyampaikan bahwa yang menentukan seseorang berhasil di masyarakat bukan hanya intelektualitas kecerdasan tetapi yang lebih besar adalah mentalitas dan kepribadian, maka dari kepramukaan digembleng  untuk bisa memiliki mental yang tangguh mental yang militan punya karakter punya shibgah gontoriyah. Semua pendidikan baik pendidikan heart (pendidikan dan pembentukan hati), head (otak dan pengetahuan), hand (keterampilan dan kreatifitas) semua terdapat dalam pramuka.

“Gontor sejak berdiri sudah menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulumnya, kurikulum di Gontor tidak hanya berupa pelajaran dikelas, tetapi kurikulum menurut Gontor adalah seluruh kegiatan selama 24 jam. Alasan mengapa Gontor sudah memperhatikan pramuka sejak awal berdirinya pondok bahkan menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulum utamanya adalah karena didalam kepramukaan terdapat pendidikan karakter, pembentukan kepribadian. Sebagaimana telah tercantum dalam motto pondok yang pertama adalah “Noble Character” berbudi tinggi yang diantaranya lewat kepramukaan” jelas Ustadz Suharto.

Lewat pramuka mental dan kepribadian santri dapat terbentuk dengan baik, sebagai sarana meningkatkan kualitas kepribadian dan karakter ber-shibgah gontori. Sehingga dimasa mendatang dapat tercipta generasi muda yang intelektual spiritual dan memiliki mentalitas kepribadian yang tangguh dan militan. Aamiin

Gontor Olympiad, Rising Together!

0

Darussalam – Gontor Olympiad (GO) telah dimulai. Acara bergengsi tahunan ini selalu menjadi acara yang dinanti para santri. Pasalnya banyak klub, rayon, dan instansi yang telah lama mempersiapkan diri dalam perlombaan ini.

Untuk tahun ini kepanitiaan GO di ketuai oleh Al-Akh Adi Cahyono Putra, Al-Akh Ahsani Taqwim, dan Al-Akh Jefri Ardiansyah. Acara tersebut bertujuan untuk mengisi kegiatan santri, setelah liburan 10 hari kemarin dan sebagai suatu pendidikan dalam bentuk olahraga maupun dalam bentuk lainnya. Serta melatih santri dalam berorganisasi yang baik.

Terdapat 77 perlombaan yang akan diperlombakan, yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu antar rayon, klub, dan instansi. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kreatifitas dan pengembangan diri dari setiap kelompok secara merata.

Selain itu terdapat beberapa perlombaan baru, yaitu memanah, lari, lompat jauh, dan tolak peluru, yang mana lomba-lomba tersebut diadakan di samping lapangan perbeda (Persatuan Bela Diri Darussalam). Adapula cabang olahraga panjat tebing yang dilaksaakan di depan laboraturium.

Untuk maskot sendiri, tahun ini adalah singa yang bermaknakan raja hutan yang pemberani, dan mampu mengawal kesuksesan acara dari awal hingga akhir. GO tahun ini mempunyai tag line yaitu “Rising Together” yang artinya bangkit bersama. Ini merupakan sebuah rujukan dari Asian Games yang diadakan di Indonesia, dengan maksud agar para santri bisa memeriahkan acara Gontor Olympiad layaknya Asian Games.ahsy

Inovasi Peningkatan Bahasa ala CLI

0

Gontor – Bagian Penggerak Bahasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Central Language Improvement (CLI) siap membuat inovasi bahasa pada tahun ini. Pernyataan ini langsung diungkapkan oleh Ahmad Prasetyo salah satu staf CLI pada wawancara hari Selasa (11/12).

“Yang saya pribadi rasakan ketika mendapat amanat ini adalah berat, pusing, dan harus bagaimana. Saya merasa berat karena bahasa saya masih belum terlalu bagus untuk menjalani amanah yang terlalu besar bagi saya yang hanya seorang santri”. Ungkapnya dalam wawancara itu. Ia pun menambahkan, CLI pada tahun ini memiliki target untuk menanamkan kecintaan santri terhadap bahasa dengan merubah mindset mereka dalam berpikir bahwasanya bahasa merupakan fun bukan paksaan. Usaha yang mereka lakukan dalam mensukseskan target tersebut adalah dengan mengadakan aktifitas-aktifitas yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah dengan mengadakan perlombaan pada setiap hari Selasa dengan nama “Language League” nama tersebut merujuk pada premier league atau liga inggris yang merupakan liga terpopuler di dunia. Language League ini pun memakai sistem poin sama seperti liga-liga sepakbola yang melibatkan anggota dan pengurus rayon. Untuk perlombaan-perlombaannya adalah public speaking, broadcasting, fathul munjid dan oxford, dan spelling. “Saya miris melihat bahasa santri sekarang karena menganggap berbicara menggunakan bahasa resmi hanya pelarian dari jasus dan hukuman CLI, hal inilah yang harus kita perbaiki”, ujar santri yang berasal dari Depok itu.

Pada tahun ini bagian bahasa juga melakukan perubahan bagi para asisten-asisten bahasa seperti istirqo’ “kami pun melakukan perubahan pada asisten ini, yaitu dengan menambahkan supervisor yang bukan dari alumni istirqo’, karena pada tahun-tahun sebelumnya yang menjadi pembimbing hanyalah mereka yang dahulunya juga anggota istirqo’. Ini kami lakukan untuk menjadi tajididun niah dan menjadi inovasi-inovasi lain” tambahnya.

Bukan hanya dari sisi asisten, bagian bahasa pun melakukan inovasi-inovasi lain yang ditunjukan untuk para santri, yaitu dengan membuat banner-banner kosakata yang diletakkan di seluruh sudut pondok, banner-banner ini berjumlah 50 buah diletakkan di 50 tempat dan menghabiskan biaya sebesar 3 Jt, yang diambil dari anggaran OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern)

Dari sisi hukuman, hal yang dilakukan adalah dengan memberi hukuman yang bermanfaat kepada para santri yang melanggar, hukuman itu dapat berupa : menulis kosakata, idioms, dan memberi motivasi guna mendorong mereka untuk meningkatkan bahasa Arab dan Inggris.

“Guys! It not bet you so smart, it just bet you stay with your problem longger.” Tutupnya pada wawancara itu dengan memberi motivasi.ahsy

Double Background Meriahkan PSC Tahun Ini

0

GONTOR—Untuk menggali minat dan bakat para santri dalam bidang pidato, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan lomba pidato (Public Speaking Contest). Lomba yang diperuntukkan untuk siswa kelas 1-4 itu dilaksanakan selama 2 hari, yakni hari Kamis malam (13/12) untuk pidato Bahasa Indonesia, dan hari Ahad malam (16/12) untuk pidato Bahasa Arab dan Inggris.

Acara diselenggarakan di Balai Perteman Pondok Modern Darussalam Gontor. Para siswa kelas 1 dan 1 Intensif yang notabene merupakan santri baru, diwajibkan untuk menyaksikan acara ini. Hal ini karena Pondok ingin memperkenalkan/menunjukkan kepada santri baru bagaimana cara pidato yang baik.

Dipanitiai oleh siswa kelas 3 Intensif dan 4, ada yang berbeda pada acara kali ini. Salah satu yang paling menarik adalah dibuatnya double background pada saat PSC Bahasa Arab dan Inggris, sehingga background dapat dirubah/diganti sesuai bahasa pembicara. Background bertema gurun dan patung spinx untuk Bahasa Arab, dan jembatan khas Eropa untuk Bahasa Inggris.

 

Semoga dengan diselenggarakannya acara ini, para santri dapat termotivasi untuk senantiasa meningkatkan dirinya dalam berpidato melalui latihan di kelas-kelas, sehingga kelak akan muncul singa-singa podium di kancah nasional bahkan internasional dari Gontor.brada

Usai Liburan, Kegiatan Bahasa di Gontor Kembali diaktifkan

0

GONTOR—Bahasa merupakan jati diri bagi santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sejak berdirinya, Gontor selalu menggembleng para santrinya agar berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari, hal ini ditunjang dengan pelaksanaan berbagai kegiatan bahasa. Biasanya, kegiatan Bahasa diaktifkan kembali setelah liburan dan diakhiri sebelum ujian.

Pembukaan Kegiatan Bahasa ini dilaksanakan pada Jum’at pagi (30/11) tepat setelah Shalat Subuh. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur KMI, serta dua guru senior (Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., dan Al-Ustadz H. Khoirul Umam, M.Ec.) yang ditugasi Pimpinan untuk menyampaikan pidato berbahasa Arab dan Inggris.

Dalam pidatonya, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan: “Ihyaau lughoti-l-‘Arabiyyati Jihaadun, menghidupkan bahasa Arab adalah jihad.”

Biasanya acara ini dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), namun pada kali ini di Masjid Jami’ lantai satu karena turunnya hujan pada malam hari, walaupun demikian, acara berlangsung dengan lancar dan berjalan dengan semestinya.

Dengan dibukanya kegiatan bahasa ini, seluruh acara bahasa akan kembali aktif, seperti penyampaian mufradat, uslub, dan lain-lain, dengan harapan para santri dapat lebih meningkatkan bahasa mereka pada semester kedua ini.(Faruq)

Pelantikan Pengurus IKPM Cabang Malaysia Periode 2018-2019

0

Kuala Lumpur — Pada hari Ahad (9/12) siang, salah satu guru senior, Al-Ustadz Sabar mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor  berkesempatan menghadiri acara pelantikan pengurus IKPM Cabang Malaysia Periode 2018-2019. Dalam acara tersebut telah dilantik sebanyak 47 pengurus IKPM Cabang Malaysia, yang diketuai oleh Al-Ustadz Muadz Bin Jamsari.

Bertempat di Kampus IIUM (International Islamic University Malaysia), Gombak, Malaysia. Acara yang dimulai pukul 15.30 (waktu setempat) ini dihadiri oleh kurang lebih 100 orang dari Anggota IKPM Cabang Malaysia. Pada kesempatan tersebut, Al-Ustadz Sabar menuturkan bahwa “IKPM Cabang merupakan ujung tombak Gontor di masyarakat”. Beliau juga berpesan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan penting karena berisi kepondokmodernan yang sejatinya tidak hanya saja disampaikan kepada santri namun juga alumni.

Usai Pelantikan, rombongan sempat berfoto dengan Ikhwan dan Akhwat Anggota IKPM Cabang Malaysia. Selepas itu, beliau kembali ke Crown Hotel di Kepong untuk istirahat, guna melanjutkan agenda di esok hari.

Selain menghadiri pelantikan Pengurus IKPM Cabang Malaysia, rombongan dari Gontor juga bersilaturahim ke Pondok Tahfidz Al-Gontory, Selangor dan melakukan kunjungan ke salah satu usaha yang dikelola oleh alumni Gontor. Ahsy

Pimpinan PMDG Hadiri Pernikahan Kader Pondok, Al-Ustadz Farouq Muhammad Syarif dan Al-Ustadzah Rina Nurmalasari di Palembang

0

PALEMBANG – Pada hari Senin (3/12) lalu, di sela-sela padatnya rutinitas pondok, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyempatkan hadir dalam acara akad nikah dan resepsi pernikahan kader pondok, Al-Ustadz Farouq Muhammad Syarif dan Al-Ustadzah Rina Nurmalasari yang bertempat di daerah Belitang, Oku Timur, Palembang, yang merupakan kediaman mempelai putri. Turut hadir pula pada acara tersebut, beberapa guru senior dari Pondok Gontor, antara lain Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd., Al-Ustadz H. Suroso Hadi, Al-Ustadz H. M. Taufiqurrahman, S.Ag., dan Al-Ustadz Abdul Munif, S.Ag., seluruhnya hadir sekalian istri.

Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, beserta seluruh rombongan sampai di Palembang pada hari sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan bermalam di salah satu Pondok Alumni disana yang bernama Pondok Pesantren Modern Nurussalam, Sidogede, sampai keesokan paginya sebelum berangkat menuju lokasi acara pernikahan.

Farouq4Akad nikah dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan khutbah pernikahan yang langsung disampaikan oleh Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd.,  diteruskan dengan beberapa sambutan dari masing-masing pihak yang mewakili keluarga kedua mempelai. Kiai Hasan pun ikut memberikan pesan dan nasehat pernikahan teruntuk kedua mempelai, yang kemudian disambung dengan pembacaan do’a secara umum oleh Kiai Syamsul sebagai tanda penutup rangkaian acara akad nikah. Adapun secara keseluruhan acara tersebut dapat berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar.

Seusai akad nikah, kedua mempelai melakukan sesi perfotoan bersama Pimpinan Pondok dan guru-guru senior sekalian istri yang hadir saat itu. Kemudian rombongan dengan segera menuju hotel untuk beristirahat sejenak, karena pada malam harinya akan diadakan acara pertemuan silaturrahim Keluarga Besar IKPM cabang Palembang bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Beginilah cara Pondok Gontor membentuk kader dan generasi penerusnya, bahkan sampai urusan prosesi pernikahan pun juga sangat diperhatikan serta dibina agar kelak menjadi generasi yang selalu senantiasa memperjuangkan nilai dan sistem Gontor. Kita berdoa semoga kedua mempelai menjadi pasangan yang selalu diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT, dan dijadikan pasangan yang sakinah mawaddah wa rahmah. habibur_HMZ

Kiai Hasan Hadiri Tasyakuran 4 Windu PP. Darussalam Garut

0

GARUT–Pondok Pesantren (PP) Darussalam mengadakan Tasyakuran Milad Pondok ke 4 windu di Aula Pertemuan PP Darussalam, Sindanglaya, Kersamanah, Garut. Hari Ahad (16/12) lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tamu istimewa dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), diantaranya; Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Ketua Badan Wakaf PMDG K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, dan Direktur Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) K.H. Masyhudi Subari, M.A.

Setibanya di Pondok, rombongan Kiai Hasan disambut dengan barisan para santri di kiri dan kanan jalan, Kiai Asep dan jajaran guru lainnya memberikan pelukan hangat bagi seluruh rombongan. Tak hanya itu, Kiai Hasan, Kiai Akrim, dan Kiai Masyhudi mendapat kalung terbuat dari bunga melati dari beberapa santri PP Darussalam.

K.H. Asep Sholahuddin Mu’thi, Pimpinan Pondok Darussalam mengatakan, ia amat sangat bersyukur dengan berkembangnya pondok hingga sekarang sudah berusia 4 windu, telah banyak perubahan yang signifikan dengan adanya bantuan dari semua pihak baik dari dalam ataupun luar. Kesyukuran pondok ini pun bertambah dengan hadirnya Kiai Hasan dalam acara milad 4 windu ini. “kami bahagia dengan hadirnya guru kita, pimpinan kita di pondok darussalam ini” jelas Kiai Asep.

Dalam sambutannya, Kiai Hasan menjelaskan tentang urgensi kehadiran pesantren sebagai lembaga pendidikan terbaik di Indonesia, pesantren merupakan wadah untuk mencetak individu yang berakhlak dan berpendidikan, dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Pondok pesantren mampu menjadi penyokong utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Acara yang bertemakan “Darussalam bergerak mencetak generasi penerus untuk kejayaan umat dan bangsa” ini, mampu membuat kesan baik bagi seluruh santri dan para Alumni yang hadir, mereka bangga dengan kemajuan pondok yang selalu berkembang hingga di umur 4 windu ini. ”Semoga Darussalam mampu mewujudkan cita-cita Trimurti, menciptakan 1000 Gontor di Indonesia” tambah Kiai Asep dalam sambutannya.

Seusai acara, K.H. Abdullah Said Baharmus, Lc. Ketua Badan Wakaf PP Darussalam Garut mengajak para rombongan untuk melakukan inspeksi bangunan, serta beberapa kegiatan penunjang akademis santri, diantaranya: Kegiatan belajar mengajar, kegiatan tahfidz Al-Qur’an dengan bimbingan para masyayikh, kegiatan ekstrakurikuler santri dan santriwati, serta kunjungan ke Klinik Ar-Rahmah Darussalam yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan para santri Darussalam. Rakafadel

Gontor Raih Penghargaan Dari World Syahadah Council (WSC)

0

BATAMWorld Syahadah Council (WSC) sukses menggelar konferensi Internasional 2018 di Batam. Acara ini dihadiri oleh para Ulama, Cendikiawan, Akademisi, tokoh ilmuan , dan pakar motivasi dari berbagai negara Asean dan Internasional. kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara pihak Global Syahadah Mission (GSM), Forum Komunikasi Pondok Pesantren Batam (FKPP), dan Ikatan Keluarga Pondok Modern Cab. Batam (IKPM Batam).

Founder World Syahadah Council, Syekh Ismail Kasim mengatakan kegiatan konferensi internasional ini pertama kali diadakan di Malaysia. Indonesia dalam hal ini Batam dan Tanjungpinang menjadi tuan rumah untuk konferensi kedua. Batam dipilih karena lokasinya yang strategis. Dan mudah dijangkau dari negara-negara tetangga Indonesia.

Taten Rustandi, Ketua Panitia ISC Batam mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, dengan acara inti yaitu International Syahadah Conference 2018 yang digelar di Planet Holiday Hotel, Jum’at siang (14/12).  Konferensi ini dihadiri 1.000 peserta yang terdiri dari kaum muslimin masyarakat sekitar Batam bahkan luar negeri, termasuk di dalamnya para ulama, cendekiawan, guru. Ulama-ulama yang hadir di acara ini berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, India, Libanon, Palestina, China, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja.

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang menciptakan generasi syahadah, serta selalu konsisten menanamkan nilai-nilai ketauhidan kepada para santri. Tidak hanya itu, K.H. Hasan Abdullah Sahal dinobatkan sebagai Ulama muslim promotor perdamaian dunia. Inilah yang membuat PMDG mendapatkan penghargaan dari WSC Award 2018. Rakafadel

 

Fakultas Ushuluddin adakan SPL di Ibukota

0

JAKARTA–Studi  Pengayaan Lapangan (SPL) merupakan salah satu syarat untuk memenuhi program akademik yang mendukung proses belajar mahasiswa di Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor.  Pada tahun ini, mahasiswa semester 6 Fakultas Ushuluddin Kampus Rabithah mengadakan kegiatan SPL di DKI Jakarta selama 1 minggu, dimulai hari Senin (3/12) hingga Ahad (9/12). Acara ini diikuti oleh 18 mahasiswa dan 2 orang pembimbing, yaitu Al-Ustadz M. Faqih Nidzom, M.Ag. dan Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A.

Rentetan acara Studi Pengayaan Lapangan (SPL) dimulai dari acara pembekalan yang diisi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin H. Syamsul Hadi Untung, M.A, M.LS dilanjutkan dengan Wakil Dekan Ushuluddin, Al-Ustadz Dr. Jarman Arroisi, M.A. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh peserta SPL, setelah pengarahan, acara dilanjutkan dengan pelepasan dan doa oleh Ustadz Syamsul.

Dalam pengarahannya, Ustadz Syamsul menyampaikan pengarahan tentang pelaksanaan SPL dari penentuan objek, pendalaman materi kajian, persiapan soal pertanyaan, hingga penulisan laporan yang baik dan benar. “Ini adalah kegiatan wajib bagi mahasiswa, acara ini penting, karena termasuk dalam SKS perkuliahan” tambah Ustadz Syamsul.

Adapun kegiatan dalam SPL adalah melakukan kunjungan ke objek-objek keagamaan atau instansi terkait seperti pondok pesantren, Majlisu-l-‘ulama, dan Universitas, hingga tempat-tempat peribadatan, yang mana kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengafirmasi pelajaran-pelajaran yang sudah dipelajari di bangku perkuliahan. Sedikitnya ada 9 objek studi yang mereka kunjungi di Jakarta, yaitu;

  1. Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ)
  2. Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra
  3. Muallaf Center Indonesia (MCI)
  4. Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.
  5. Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)
  6. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
  7. Ar Rahman Qur’an Learning (AQL) Islamic Center
  8. Gereja Katedral Jakarta
  9. Pondok Pesantren At-Taqwa, Depok

 

Dalam SPL Ushuluddin kali ini, terdapat perbedaan pada bentuk laporan yang harus dikerjakan oleh mahasiswa pasca kegiatan ini selesai, mereka diwajibkan untuk membuat laporan dalam bentuk penelitian. Penelitian ini diambil dari permasalahan yang mereka temukan di beberapa destinasi yang telah mereka kunjungi selama di Jakarta.
Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan baik dan lancar dengan memberikan pengalaman bagi mahasiswa, diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan semangat para mahasiswa dan mahasiswi UNIDA dalam menggali keilmuan, memperbanyak pengalaman, melatih kemandirian ilmiah serta membangun intelektual etik dalam diri seluruh mahasiswa dan mahasiswi UNIDA diluar bangku perkuliahan. Rakafadel