Sebuah kesempatan berharga untuk dapat mendalami filosofi pondok secara langsung dari seorang tokoh yang sangat dirindukan nasehat dan petuahnya. Beliau adalah Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. Beliau hadir sebagai narasumber dalam acara bedah buku Nilai Pendidikan Sufistik ala K.H. Imam Zarkasyi yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa pada tanggal (14/10 ) di aula perkumpulan UNIDA Putri.
Acara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 berlangsung dengan sangat hangat. Kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh sang guru hebat membawa seluruh peserta kembali ke memorial mendalam tentang bagaimana K.H. Imam Zarkasyi mendirikan pondok kita tercinta ini. Sebenarnya, tidak pernah ada istilah sufistik tersebutkan dari lisan beliau. Namun istilah sufistik itu disimpulkan dari segala usaha yang dilakukan olehnya untuk selalu menjaga keberkahan. Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. menceritakan bagaimana pondok-pondok salafi terdahulu, dengan fasilitas yang sederhana, sistem yang seadanya, berguru pada seorang Kyai tanpa kurikulum tertentu, dapat mencetak alumni-alumni yang cemerlang dan berguna bagi bangsa karena faktor ‘X’. Itulah yang ditiru oleh pendiri pondok dan kerap disebut dengan menjaga keberkahan. Do’a yang selalu dipanjatkan untuk mengharap perlindungan Ilahi, dzikir yang dibacakan dalam setiap langkah, keikhlasan dan segenap totalitasnya untuk membina pondok, adalah faktor-faktor keberhasilan yang tidak mudah dilakukan oleh lembaga pendidikan lainnya.
Membumbui perbincangan sore itu, beliau juga menambahkan beberapa topik tentang pengalaman mengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri yang baru saja dirintis. Kesulitan demi kesulitan yang dihadapi, dari adaptasi kedisiplinan hingga keadaan emosional santriwati yang sangat berbeda. Begitulah kesempatan emas itu berlalu dengan pertemuan singkat nan sarat makna dengan beliau. nisahabiba



Bak hati, bagian yang terpisah pasti kan merindu. Begitu pula yang dirasakan Guardian Generation Jum’at (5/10) lalu. Terlahir dari tanah yang sama, maka Jum’at tersebut adalah hari bersejarah yang mempertemukan kembali angkatan pengawal ini. Maka demi mengobati kerinduan, Panitia Siswi Akhir KMI Gontor Putri Kampus 1 mengadakan ajang persahabatan yang dihelat untuk seluruh Guardian Generation di pondok putri.
Gontor Putri Kampus 2- “Al-Ma’hadu laa yanaamu abadan” setelah berakhirnya ujian lisan (28/10) untuk santriwati kelas 1-5 Kulliyatu-l-Mu’allimat al-Islamiyyah (KMI), kini Gontor Putri Kampus 2 memasuki fase kedua ujian yaitu ujian tulis. Yang akan di laksanakan pada Kamis, 1 November 2018 sampai dengan 15 November 2018.
Jum’at (28/9)-Bagian Keputrian Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor Putri Kampus 2 selenggarakan Seminar Tata Rias di Aula Pertemuan Beirut. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kreativitas santriwati dalam hal keputrian ini di ikuti oleh anggota klub tata rias Bagian Keputrian Organaisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan penanggungjawab make up Gebyar Seni Darussalam, Drama Arena dan Panggung Gembira.

Karangbanyu, Bertepatan pada hari Selasa, 30 Oktober 2018, Gontor Putri Kampus 3 melaksankan perkumpulan dengan seluruh dewan guru dan siswi akhir kelas 6 yang bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 3, perkumpulan ini diadakan guna melaksanakan taujihat dan irsyadat dalam pembagian tugas ujian tulis awal tahun, dengan tujuan untuk memberi pengarahan dan nasehat dalam pelalaksanaan ujian awal tahun agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan berdasarkan standar operasional pelaksana, serta tidak ada kesalapahaman dalam pelaksanaanya.
Jangan sampai menyontek. Karena menyontek itu tidak bermanfaat bahkan dosa yang akan kita dapat. Hatimu sucikan, jiwamu sucikan, fikiranmu sucikan, jangan sampai terdetik dihatimu untuk menyontek. Bil imtihan yukromul mar’u au yuhaanu”, itulah serpihan nasehat – nasehat yang di sampiakan Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz Suwarno,T.M, S.Ag yang kemudian di lanjutkan dengan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Drs. H. Muhamad Fauzi, M.Ud. untuk membuka Ujian Awal Tahun ini dan diiringi dengan untaian-untaian do`a .