Mantingan- Gontor Putri Kampus 1 adakan rihlah untuk santriwatinya yang memilih untuk menetap di pondok (mukim), kegiatan ini diadakan pada Ahad, 18 November 2018 diikuti oleh 80 santriwati yang menetap di Pondok selama liburan awal tahun ini. Kegiatan ini diadakan di Karanganyar, Argo Wisata Amanah. sebagai bentuk simpatik Pondok agar para santriwatinya dapat memulai niat dan semangat baru di tahun ajaran berikutnya.
Para santriwati sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain liburan tentu menjadi momentum baik setelah mereka melewati Ujian Tengah Semester selama satu bulan para santriwati mukimat tak merasa sedih karena tidak dapat pulang ke rumah mereka masing-masing, namun mereka begitu bersyukur karena diberikan waktu lebih untuk dapat menyelami kehidupan damai di Pondok tercinta.
Boleh saja santrinya diliburkan. Namun, Pondok tetap hidup dan menjaga stabilitasnya dengan mengadakan pembangunan dan perbaikan di beberapa sarana dan prasarana yang harus di perbaiki untuk menunjang kenyamanan. Alya.
Gontor Putri 1- Liburan Semester Pertama resmi diumumkan oleh Bapak Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz Dr. K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, Jumat 16 November 2018. Liburan Semester Pertama ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 17 November sampai dengan 26 November 2018 dengan liburan ini diharapkan dapat merefresh semangat baru para santriwati dengan pertemuannya dengan orangtua mereka, sekaligus refreshing setelah perjuangan melewati masaujian selama 1 bulan di Pondok.
Seluruh santriwati tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena telah melewati rentetan ujian yang lalu. Sebelum perpulangan, para santri dibekali dengan pesan dan nasihat dari para Asatidz. Dalam kesempatan ini, Para Asatidz menyampaikan banyak hal tentang etika-etika bermasyarakat kepada seluruh santriwati. Tidak hanya menyampaikan materi saja, para santriwatipun diperlihatkan contoh etika yang baik dan buruk agar seluruh santriwati mengetahui etika baik untuk diterapkan dikeseharian mereka dan untuk menghindari etika buruk.
Jum’at 16 November 2018 dini hari, Pondok sangat ramai dengan bus-bus konsulat yang akan berangkat menuju tujuan masing-masing, para santri terlihat sangat gembira melepas penat di masa ujian. Dalam liburan ini Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku pengasuh Gontor Putri Kampus 1 selalu berpesan untuk menjaga diri serta menjaga nama baik pondok. Liburan bukan berarti berhenti dari segala aktifitas, namun melalui liburan mereka diharapkan dapat melakukan kegiatan yang positif dan memperbaharui niatnya kembali. Alya.
Akhir klise dari usainya ujian awal tahun, yang sudah ditunggu-tunggu oleh para santriwati tentunya. Sebuah kesempatan yang berharga pun sekaligus bekal bagi santriwati ketika hari libur itu tiba. Yang sudah menjadi hal maklum adanya. Dimana ketika seluruh santriwati usai sudah dari berjibakunya dalam berkutat penuh dengan lembaran-lembaran sakral penghantar kesuksesan nan gemilang. Maka mereka akan dibekali pula dengan segelintir pelajaran tambahan yang tak kalah berharga. Berawal dengan nasehat baik penunjang kesemangatan mereka dalam berjihad di dalam, pun diakhiri pula dengan nasehat yang baik untuk melanjutkan jihad para santriwati ketika terjun langsung di masyarakat. Dalam hal ini, bapak pengasuh berharap penuh kepada santriwati pun kepada wali murid, mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan liburan.
Pada dasarnya, santriwati Gontor sudah diberikan kepercayaan, bahwasannya mereka adalah santriwati yang mahal harganya, susah dicari, pun tak akan pernah di dapati di manapun itu. Hakikat “berlibur” dalam artian Gontor ialah, istirahat dalam pergantian pekerjaan. Mereka haruslah paham, karena mereka hanyalah bagaikan sungai yang akan terus mendamba samudera, pun harus tahu kemana dan dimana tempat mereka harus bermuara.
Mereka harus, pun dapat membawa nama Gontor dengan baik. Dengan mengaplikasikan apa-apa yang telah di nasehatkan oleh bapak pengasuh. Bermula dengan berestetika dengan baik. Karena gontor telah mendidik kita dengan cara yang baik, maka yang harus dilakukan oleh santriwati adalah bersikap dengan cara yang baik pula. Dengan penuh harap, agar dapat menularkan hal-hal baik atas apa yang telah gontor ajarkan, kepada lingkungan sekitar. Dan hal terpenting adalah menjaga nama baik Gontor sekaligus mengharumkan nama baik sebagai santriwati Gontor di seluruh kalangan.NuriwandaAzizahNugraheni
GONTOR – Sebelum liburan semester pertama, para santri mengikuti acara senam bersama di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), acara yang diikuti sekitar 4000 santri ini berlangsung khidmat, karena K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan PMDG turut menghadiri acara senam tersebut. Acara ini mengajarkan kepada santri tentang pentingnya olahraga, yang salah satunya di bidang senam, selain itu, agar tubuh tidak terasa sakit, perlu ada terapi gerakan senam, dan otot-otot tubuh pun tidak terasa tegang.
Acara yang dilaksanakan Jum’at pagi (16/11) ini cukup unik, karena dilaksanakan H-2 menjelang liburan santri di semester pertama. Tampak dari wajah mereka yang riang gembira, karena besok lusa mereka sudah mulai pulang ke kampung halaman dan bersua kembali bersama keluarga tercinta.
Di Gontor, acara sekecil apapun ada nilai pendidikan yang berharga bagi para santri, semisal dengan diadakannya senam ini dapat menumbuhkan jiwa kebersamaan antara kiai dan santri, guru dan santri. Selain itu, ada jiwa keikhlasan yang selalu tertuang diantara mereka, karena antara kiai dan santri sama-sama ikhlas dan tulus mengikuti acara semacam ini sehingga muncul nilai pendekatan personal (personal approach). Memang, cukup jarang kita temukan kehidupan yang harmonis seperti ini di luar pondok, karena kehidupan semacam ini lebih mudah diterapkan di pesantren yang unggul dengan ruh kebersamaanya. Usai mengikuti senam bersama, para santri bergegas kembali ke asrama dan bersiap-siap untuk masuk kelas guna mengikuti acara pembekalan ‘etiket’ (etika dan sopan santun) bersama asatidz. *aff
Gontor Putri 1 kembali membuka kiprah acara kepramukaannya. Lomba Perkemahan Penggalang Penegak Putri atau dengan nama populer LPG/TPi kembali meramaikan rentetan acara tahunan Gontor Putri. Acara ini berlangsung pada tanggal 18-25 Juni 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Gontor Putri 1. Acara ini merupakan salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan, acara ini di bawahi oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian atau Mabikori. Anggota yang disiapkan-pun adalah andhika-andhika terpilih pada setiap Gugusdepan yang siap berjuang mengharumkan nama Gugusdepannya masing masing.
Acara ini adalah salah satu perantara dalam pendidikan Kepramukaan. Sebagaimana yang dituturkan oleh Bapak Pemimpin “Mati Urip Pramuka Wajib” Dimana kepanduan adalah sesuatu yang wajib di Gontor. Begitu pula acara LPG/TPi yang mengandung banyak sumber pendidikan didalamnya. Kekompakkan, jiwa Intelektual, ukhwah islamiyah, kecerdasan, kerja sama, kesabaran, keuletan, perjuangan dan sebagainya adalah buih-buih yang tertanam dalam diri anggota LPG/TPi. Sorakan semangatpun selalu berkumandang di setiap latihannya. Tidak kenal capek tidak pula letih. Pagi, sore bahkan malampun mereka rela meneteskan keringatnya demi harumnya Gugusdepan tercinta.
Acara pun dibuka dengan nasihat oleh Bapak Pengasuh, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. Dilanjutkan dengan seminar psikologi yang di sampaikan oleh Dr. Hj. Asriana Kibtiyah, M.Si dengan tema seminar “Be On You” Lalu perlombaan dibuka pada hari kedua sampai hari keenam. Dalam acara ini panitia menyediakan 25 perlombaan, ada penegak ada pula penggalang. Diantara perlombaannya adalah Miss Scouting, Chatt me, P3K, I’m just want attention, SMS, Listen me by well, Puzzle, Scout dance, Beautiful line, dan masih banyak lagi. Penutupan lomba adalah karnaval atau dengan nama khususnya “This is us”. Semua anggota diwajibkan ikut serta dan berpakaian kostum yang harus bernilai kreatif dan unik namun tetap syar’i. Dan dihadapan juri mereka harus bergaya selucu mungkin untuk menarik tawa dari masing-masing juri di setiap posnya.
Cross Country. Belom afdhol rasanya jika Pramuka tanpa penjelajahan. Acara ini pun dibuka dengan upacara di depan Auditorium lalu dilanjutkan dengan penjelajahan di sekitar pedesaan di Sambirejo yang masih asri dengan kehijauan alamnya. Tidak sembarang jelajah, namun diwajibkan atas anggota menemuka poin-poin yang tersebar rahasia di sepanjang jalannya dan juga menjawab pengetahuan-pengetahuan kepramukaan yang dibagikan oleh panitia.
Hari puncak, 27 Juli 2018. Adalah ajang mendebarkan para peserta LPG/TPi. Pada hari inilah penentuan akan perjuanagan mereka. Disampaikan langsung oleh Kak Mabikor Al-Ustadz Zainul Arifin, S.Ag dan juara umumpun diraih oleh Gugusdepan 17-70 dengan ketua Gugusdepan Kak Ashfia Husna dan Juara favorit diraih oleh Gugusdepan 17-16 dengan Ketua Gugusdepan Kak Cahaya Fitriana. ghariza
Ngawi – Gontor sebagai lembaga pendidikan memiliki orientasi dan tujuan jelas yang tergabung dalam fitur Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu fitur tersebut adalah khittoh, yaitu program-program besar yang disebut dengan panca jangka, salah satunya khizanatullah. Pondok memiliki sibghah atau jati diri berupa kemandirian disegala bidang, baik bidang kurikulum maupun bidang ekonomi, hal ini membuat Gontor tidak bergantung pada sumbangan ataupun satu pihak tertentu, namun tidak pula menolak sumbangan untuk menopang segala kebutuhan, sehingga Gontor menggunakan sistem ekonomi protektif.
Pondok Pesantren Internasional yang tidak pernah absen dari kehadiran para tamu. Di hari pertama ujian tulis (1/11/18), Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja dalam rangka penakaran lele bioflok yang dipimpin langsung oleh Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Bapak Vifa Yoga Mauladi, M.S.I. Rombongan Komisi IV DPR RI berserta seluruh mitra kerja bermaksud membahas perihal pertanian dan perikanan yang berlokasi di Bumi Perkemahan (Outbond) Gontor Putri Kampus 1.
Pada kunjungan kerja tahun ini beliau akan memberikan 2 paket bibit ikan lele dan mesin pembuat pakan pelet, serta 5 ton pakan untuk ikan. Untuk pertanian, beliau ingin mengusahakan sebuah program unit pengolahan pupuk organik (bio gas) dengan memberikan beberapa ekor sapi untuk menambah ilmu pengetahuan praktek bagi para santriwati. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan tanya jawab untuk mendengarkan beberapa keluhan, kritik, dan saran dari kelompok pembudidayaan ikan dan pihak Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.
Dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menunjang perkembangan sumber daya masyarakat khususnya dibidang perikanan dan pertanian, serta dapat mendorong terealisasinya program-program melalui APBN. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cendramata dari pihak Pondok Moden Darussalam Gontor dan juga pihak Komisi IV DPR RI.Salsabila
Mantingan –Al Ma’hadu Laa Yanaamu Abadan. Setelah melewati ujian lisan, kini santriwati Gontor Putri Kampus 1 tengah disibukkan dengan ujian tulis. Persiapan dimulai dengan pengarahan dan pembekalan yang disampaikan oleh Bapak Wakil Direktur dan Wakil Pengasuh, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal.
Tepat tanggal 1 November 2018 ujian tulis resmi dibuka. Ujian berlangsung selama 11 hari (1-15/11/18) yang melibatkan seluruh santriwati kelas 1-5. Kegiatan ini memang menjadi acara tahunan, namun bukan sesuatu yang dapat diremehkan, karena merupakan kegiatan pokok yang sangat menentukan kesuksesan proses belajar mengajar di Gontor. Selama berjalannya ujian tulis, beberapa kegiatan pondok dan ekstrakulikuler diberhentikan sementara agar santriwati lebih fokus dalam belajar.
“Seindah-indahnya masa adalah masa belajar. Seindah-indahnya tempat belajar adalah di Gontor. Seindah-indahnya masa belajar adalah masa ujian”. Santriwati terlihat sangat khusyu’ belajar. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu dengan banyak mengahafal dan membaca. Tak jarang mereka rela tidur malam untuk mempersiapkan hasil terbaik di hari esok.
Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan para asatidz, ustadzah, serta seluruh santriwati dapat mengambil pelajaran yang ada, mengetahui sejauh mana tingkat kesuksesan kegiatan akademis yang telah diusahakan dan direalisasikan setengah tahun, seberapa paham santriwati dalam menguasai materi dan seberapa besar persiapan mereka menghadapi ujian, serta mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang terjadi demi meningkatkan mutu dan kualitas pondok. Seusai jihad santriwati dalam ujian tulis, santriwati akan diliburkan selama sepuluh hari. Kemudian beralih ke kelas 6 yang akan menghadapi ujian gelombang pertama.Salsabila
Darul Qiyam – Melimpahnya air di bumi Darul Qiyam menjadi sebuah anugrah yang harus disyukuri. Kesyukuran tersebut salah satunya diwujudkan dengan bentuk pengadaan budi daya lele dan nila di PMDG kampus 6. Hingga saat ini, di PMDG kampus 6 terdapat 17 kolam yang terisi dengan ikan lele dan ikan nila .
Pekerja pondok sedang memanen lele di kolam depan Gedung Mesir
Pada hari sabtu, 10 November 2018, ratusan lele-lele yang ada di kolam dipanen oleh para pekerja pondok. Panen lele tersebut biasanya terjadi selama tiga bulan sekali. Tapi untuk lele yang dipanen pada saat ini bibitnya dari remaja, jadi tidak sampai tiga bulan untuk memanennya. Bibit-bibit lele tersebut dimasukan kolam pada tanggal 1 Oktober 2018, dan dipanen tanggal 10 November 2018. Lele – lele tersebut nantinya akan didistribusikan ke Bagian Dapur Umum untuk dikonsumsi oleh para santri.
Terdapat bagian OPPM, yaitu Bagian Perikanan yang bertanggung jawab dalam pengurusan budi daya lele dan nila yang ada di Gontor kampus 6 dengan bimbingan dari Bagian Pengasuhan Santri. Budidaya lele tersebut merupakan bekal pendidikan bagi santri agar mereka dapat mandiri dalam kehidupan kelak dan menjadi tuan di negeri sendiri.
Sebuah kesempatan berharga untuk dapat mendalami filosofi pondok secara langsung dari seorang tokoh yang sangat dirindukan nasehat dan petuahnya. Beliau adalah Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. Beliau hadir sebagai narasumber dalam acara bedah buku Nilai Pendidikan Sufistik ala K.H. Imam Zarkasyi yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa pada tanggal (14/10 ) di aula perkumpulan UNIDA Putri.
Acara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 berlangsung dengan sangat hangat. Kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh sang guru hebat membawa seluruh peserta kembali ke memorial mendalam tentang bagaimana K.H. Imam Zarkasyi mendirikan pondok kita tercinta ini. Sebenarnya, tidak pernah ada istilah sufistik tersebutkan dari lisan beliau. Namun istilah sufistik itu disimpulkan dari segala usaha yang dilakukan olehnya untuk selalu menjaga keberkahan. Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. menceritakan bagaimana pondok-pondok salafi terdahulu, dengan fasilitas yang sederhana, sistem yang seadanya, berguru pada seorang Kyai tanpa kurikulum tertentu, dapat mencetak alumni-alumni yang cemerlang dan berguna bagi bangsa karena faktor ‘X’. Itulah yang ditiru oleh pendiri pondok dan kerap disebut dengan menjaga keberkahan. Do’a yang selalu dipanjatkan untuk mengharap perlindungan Ilahi, dzikir yang dibacakan dalam setiap langkah, keikhlasan dan segenap totalitasnya untuk membina pondok, adalah faktor-faktor keberhasilan yang tidak mudah dilakukan oleh lembaga pendidikan lainnya.
Membumbui perbincangan sore itu, beliau juga menambahkan beberapa topik tentang pengalaman mengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri yang baru saja dirintis. Kesulitan demi kesulitan yang dihadapi, dari adaptasi kedisiplinan hingga keadaan emosional santriwati yang sangat berbeda. Begitulah kesempatan emas itu berlalu dengan pertemuan singkat nan sarat makna dengan beliau. nisahabiba
PONDOK AREN – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri Tasyakuran 26 Tahun Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory Pondok Aren, Tangerang Selatan. Acara yang bertajuk silaturahim Pimpinan PMDG bersama seluruh keluarga besar PP Al-Amanah Al-Gontory ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 3 November 2018 di Aula Pertemuan Pondok tersebut.
K.H. Hasan Abdullah Sahal tiba di lokasi pertemuan pada pukul 08.50 WIB. Sepuluh menit kemudian, acara dimulai. Diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, lalu menyanyikan lagu Himne Oh Pondokku, suasana menjadi begitu damai. Selanjutnya, Pimpinan PP. Al-Amanah Al-Gontory, K.H. Abdus Syakur menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa PP Al-Amanah Al-Gontory ini berdiri pada tahun 1992, dengan jumlah santri yang hanya 6, dan dewan guru berjumlah 9 orang. Menjadi kesyukuran yang luar biasa, bahwa pada usia 26 tahun ini, jumlah seluruh santri dan santriwati cukup banyak, yakni 1.950 orang, dengan 133 guru. Beliau sangat senang sekali, Kiai Hasan dapat hadir dalam peringatan milad tahun ini untuk memberikan wejangan dan motivasi kepada para santri dan guru, untuk lebih giat dan teguh dalam berjuang menegakkan kalimat Allah melalui pendidikan.
Kiai Hasan saat menyampaikan pesan dan nasihat
Selanjutnya, tiba waktu K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan pesan dan nasihat kepada seluruh hadirin. Beliau sangat bersyukur dapat hadir di tengah keluarga besar PP Al-Amanah Al-Gontory kali ini. Beliau berpesan kepada seluruh hadirin, agar dalam kondisi apapun, umat islam harus selalu teguh untuk menyatakan kebenaran.
“Kalau ada 99 kebathilan dan hanya 1 kebenaran, maka pastikan diri kita adalah yang 1 itu. Kebathilan akan menang, ketika orang-orang yang benar tidak berani/enggan menyatakan kebenaran. Nyatakanlah kebenaran, Bukan membenarkan kenyataan.” Tegas Kiai Hasan.
Semoga dengan diadakannya silaturahim ini, menambah semangat juang para santri dan guru, sehingga PP. Al-Amanah Al-Gontory dapat selalu eksis sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus maju dan berkembang ke arah yang lebih baik.brada