Home Blog Page 296

Manasik Haji, Mendidik Santriwati Dalam Realisasi Rukun Islam Ke-5

0

Gontor tak pernah berhenti memberikan segala kunci yang dibutuhkan para santrinya dalam meraih pendidikan. Apalagi pada fase belajar di awal-awal permulaan kehidupan santriwati baru. Dalam masa-masa tersebut, mereka dibekali banyak pengetahuan dasar. Salah satunya adalah mengenai ibadah haji.

Sudah menjadi rutinitas bahwa kelas 1 dan 1 intensif diwajibkan mengikuti manasik haji. Simulasi dari perwujudan Rukun Islam ke-5 ini berlangsung dengan lancar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Pada awal tahun ajaran, manasik haji diperuntukkan untuk santriwati kelas 1 intensif. Sedangkan bagi kelas 1, akan dilaksanakan pada akhir tahun ajaran.

Kegiatan manasik haji diawali dengan presentasi video pengenalan tentang ibadah haji dilengkapi gambar-gambar asli objek tempat pelaksanaannya yakni Makkah dan Madinah. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan motivasi dan rasa keingintahuan santriwati terhadap ibadah haji. Praktek simulasi dimulai pada pagi hari, setiap kelas mendapatkan waktu masing-masing 2 jam pelajaran. Dalam kurun waktu tersebut, simulasi diawali dengan penjelasan perjalanan menuju ibadah haji, tempat-tempat yang harus disinggahi, ihram, serta rukun-rukun yang harus dilakukan jama’ah haji. Dengan replika Ka’bah dan Maqom Ibrahim, santriwati dapat mempraktekkan thawaf dan mengetahui gambaran tentang letak dan posisi yang harus ditempati. Begitu pula tempat-tempat simulasi haji lainnya. Para guru pembimbing menuntun para santriwati untuk benar-benar memahami langkah-langkah prosesi ibadah haji sebagaimana realisasinya. Santriwati pun tidak kalah antusias untuk mempelajarinya. NISAHABIBATaujihat Pembimbing Sebelum Manasik Haji

Drama Contest –Sebagai Wadah Dalam Meningkatkan Bahasa Arab dan Inggris

0

“Allughatu Taaju-l-Ma’had” motto itulah yang sering disampaikan Bapak Wakil Pengasuh Gontor, bahasa adalah kunci utama kesuksesan, dengan bahasa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan modern, bahkan teknologi. Drama Contest adalah salah satu wadah Gontor dalam meningkatkan bahasa Arab dan Inggris, dimana anggota Darussalam memerankan suatu drama menggunakan Bahasa sehari-hari.

Drama Contest di Gontor Putri 2 tahun ini berbeda dengan tahun lalu, Sabtu, 8 Agustus 2018 yang bertepatan dengan tanggal 26 Dzulhijjah 1440 CLI (Central Language Improvement) mengadakan babak penyisihan final di 3 tempat masing-masing zona, diantaranya Lapangan Basket zona Iskandaria dan Damaskus, Panggung Belakang zona Santiniketan dan Madinah, dan di zona oranye rayon zona Syanggit dan Alighart.Pembagian Hadiah Bagi Pemenang Naskah Drama

pada hari senin, 11 September 2018 CLI mengadakan final Drama Contest yang dilaksanakan di Pelataran Damaskus pukul 07.30 WIB. Yang dibuka oleh Bapak Wakil Direktur Gontor Putri Kampus 2. Al Astadz Muhammad Fathan Aziz, L.c. BApak wakil direktur memotivasi santriwati agar mencintai bahasa dan senantiasa menggunakan kosa-kata yang didapat setiap harinya, agar kosa=kata tersebut tidak hilang dengan sia-sia.

Pada final Drama Contest ini, dipentaskan oleh zona Alighart, Iskandaria, dan Madinah. Acara ini berlangsung meriah  Karena diseling acara terdapat pembagian hadiah oleh panitia Gebyar Muharrram. Dimana acara tersebut telah berlangsung seminggu sebelumnya. Diakhir acara ini dewan juri mengumumkan kujuaraan perlombaan dengan juara 3 diraih oleh zona Alighart, juara 2 rirebut oleh zona madinah dan juara 1 oleh zona Iskandaria dengan kejuaraan umum diraih oleh rayon Iskandaria. Erwin

UNIDA adakan Seminar Nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (Penulis Api Sejarah)

0

MantiIMG_9679ngan- Jum’at 5 Oktober 2018, Universitas Darussalam divisi Mantingan mengadakan seminar nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara bertemakan “Sejarah Islam di Nusantara, Fakta dan Distorsi”. Acara ini diselenggarakan di Aula Kuliyyatu-l-Banaat yang dibuka langsung oleh wakil pngasuh Gontor Putri Kampus 1 K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I

UNIDA menghadirkan langsung Pakar sejarah nusantara khususnya sejarah Islam, karena pakar sejarah Islam nusantara sangat langka adanya. Bukan hanya tentang pengetahuan, para mahasiswipun mendapatkan pengalaman sekaligus ilmu untuk menghadapi zaman yang kian lama kian dikuasai oleh para penguasa yang mengelabui sejarah. Pasalnya, sejarah sering ditulis oleh para penguasa sehingga mengalami distorsi dengan hanya menulis pesan-pesan dari penguasanya saja.

IMG_9481Sejarah sangatlah penting adanya, karena sejarah menjadi pelajaran dan cerminan bagi generasi setelahnya. “mengapa harus saya sampaikan semua ini? Karena saya akan pergi, orangtua-orangtua akan pergi. Maka milik siapa Indonesia? Milik kalian semua. Saat kalian melahirkan generasi-generasi berikutnya jangan mau dibohongi sejarah. Majapahit tidak sebesar yang kalian kira, Sriwijaya tidak sebesar yang kalian kira, semuanya sudah tidak ada sekarang. Tapi, siapakah yang masih ada dan mempersatukan Indonesia? Hanya Islamlah yang dapat mempersatukan Indonesia hingga saat ini” berikut adalah salah satu tutur kata Prof. Ahmad Mansur Suryanegara.

K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam sambutannya, “Buatlah sejarah diri menjadi pembicara yang baik dibicarakan dalam hal yang baik pula. Maka, untuk bisa membuat sejarah harus dapat memberi contoh dan bermanfaat bagi umat dan bangsa”

 Alya.

Tebuireng Angkatan IV 2018 adakan Kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3

0

Karangbanyu- Kader pesantren Tebuireng angkatan IV 2018 berjumlah empat orang yang merupakan mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari yang masih duduk di semester 5 dan 7 melakukan magang di Gontor Putri Kampus 1 berkesempatan melakukan kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3, Jumat, 19 Oktober 2018/10 Shafar 1440 H.

IMG_1897Dalam kunjungan ini, Mahasantri Ma’had Aly hasyim Asy’ari bertukar ide tentang kepembinaan, pendidikan dan pelayanan terhadap santri kepada staf bagian pengasuhan dan KMI Gontor Putri Kampus 3. “Banyak hal menarik dan baru yang ingin mereka terapkan di pesantren Aly hasyim Asy’ari, seperti klub minat bakat untuk pemanfaatan waktu sore agar tidak kosong.” Ujar mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari.

Setelah mendapatkan info yang dirasa cukup, mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari di ajak untuk melihat dan keliling sekitar pondok sebelum akhirnya kembali lagi ke Gontor Putri Kampus 1. Fikra17

Gontor Persiapkan Ujian dengan Pembagian Tugas

0

GONTOR—Setelah berakhirnya masa belajar mengajar untuk siswa kelas 1—6 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, kini para santri PMDG bersiap menghadapi Ujian Syafahi (Ujian Lisan) yang akan dimulai pada dari hari Kamis s.d. Senin, 9 – 20 Shafar 1440/18 – 29 Oktober 2018. Sebelum ujian dimulai, segenap dewan guru beserta seluruh siswa akhir KMI Kelas 6 mengikuti acara pengarahan dan pembagian tugas di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Selasa (15/10) kemarin.

Ujian Pertengahan Tahun yang diikuti 3.503 orang siswa dari kelas 1—5 KMI kali ini melibatkan 498 orang guru KMI. Dari jumlah tersebut, bertugas sebagai Panitia Ujian sebanyak 11 orang guru, 253 orang guru bertugas sebagai penguji ujian lisan, dan 245 orang bertugas sebagai piket di beberapa sektor dan unit usaha pondok. Di samping melibatkan dewan guru, ujian syafahi juga melibatkan siswa akhir KMI kelas 6 yang berjumlah 746 orang. Diantara mereka ada yang mendapatkan tugas untuk membantu guru-guru menjadi penguji, membantu panitia ujian, dan menjadi piket di beberapa sektor pondok.

Banyak pendidikan yang diperoleh segenap santri dan guru KMI dalam pelaksanaan ujian lisan ini, santri mendapat pendidikan mental dan karakter serta berjuang belajar demi menjawab soal-soal yang di tanyakan oleh para penguji; Guru dan Siswa Akhir yang menjadi penguji, terdidik dari peningkatan bahasa serta kesabaran; Siswa Kelas 6 yang piket di sektor-sektor tertentu mendapat pendidikan bertanggungjawab serta ilmu baru. reyzin

Ujian Adalah Penugasan Bukan Pilihan

0

KAMPUS 2- “Ujian di Gontor bukanlah sebuah pilihan melainkan sebuah penugasan” ujar Al Ustadz H. Muhammad Hudaya,Lc. M. Ag disela-sela pidatonya pada Pengarahan Penguji Ujian Lisan Gontor Kampus 2, Senin malam (15/10/2018). Acara yang dihelat di Masjid Jami’ Gontor 2 ini diikuti oleh seluruh Guru dan Siswa Akhir KMI.

Pengarahan Ujian Lisan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menjelang dimulainya Ujian Syafahi pada hari Kamis (18/10/2018) mendatang. Gontor 2 mengumpulkan seluruh Guru dan Siswa Akhir KMI guna mengarahkan mereka akan sistematika penilaian pada Ujian Syafahi kali ini, dan diarahkan langsung oleh Wakil Direktur KMI, Al Ustadz Nur Tsalits Al Amin,M. Pd. Serta dilanjutkan dengan pembagian tugas keesokan harinya.

Saat-saat Ujian di Gontor adalah saat-saat yang sangat krusial, bukan hanya bagi santri melainkan juga bagi seluruh Guru. Disaat inilah para Guru berperan penting dalam kesuksesan belajar santrinya pada Ujian. Selain itu, para Guru juga bertugas untuk menguji santri-santrinya pada Ujian Lisan. Ujian Lisan diikuti oleh  santri kelas 1–5 yang berjumlah total 1222 orang siswa.

Asah Bakat Seni Dengan Ikuti Seminar Desain Grafis

0

Mantingan, Gontor Putri Kampus 1 (12/10) Demi meningkatkan bakat seni yang dimiliki oleh para mahasiswi Universitas Darussalam Kampus Mantingan, diadakanlah Seminar Desain Grafis yang dihadiri oleh jajaran mahasiswi UNIDA mulai dari semester 1 hingga semester 7.  Acara yang diadakan oleh DEMA ini bertempat di Student Computer Center GP 1 tepat pada hari Jum’at, 12 Oktober 2018 selama satu hari.

Dengan menghadirkan pembicara dari Darussalam Press Gontor Kelas pembelajaran dalam seminar ini dibagi menjadi 2 kelas. Pertama adalah beginner atau pemula dan yang kedua adalah intermediate atau kelas lanjutan. Kelas pertama dibimbing langsung oleh Al-ustadz Annajib Abdurosyied Fahriza, S.Ag., sedangkan kelas kedua dibimbing oleh Al-ustadz Muhammad Fikri Abdullah, dan Al-ustadz Zuhrufan Failasufa.

Desain Grafis
Desain Grafis

Dalam pembelajaran program Photoshop, para peserta tidak hanya diajarkan secara materi tetapi juga diwajibkan untuk mempraktekkannya dan mengumpulkan kepada pihak Darussalam Press. Hal ini dimaksudkan agar apa  yang telah diajarkan oleh para Tutor tersalurkan dan dapat diterapkan dengan baik. Sehingga para peserta dapat mengembangkan ilmu mereka di kemudian hari kelak dengan dasar-dasar ilmu yang ditanamkan sejak di Gontor, Insya Allah.

“Gontor itu mengajarkan kita bagaimana menjadi sebuah alat, sebuah senjata yang multiguna tidak hanya three in one atau  four in one tetapi menjadi all in one. Dimana saat kita dibutuhkan mengajar kita mampu mengajar, ketika dibutuhkan untuk memimpin kita bisa memimpin, ketika dibutuhkan untuk mendesain kita bisa mendesain, ketika dibutuhkan untuk apapun kita tetap bisa.” Kata Al-Ustadz Achmad Fajaruddin, pad saat pembukaan seminar ini.

Betapa banyak kegiatan yang dijalani setiap harinya, tetapi tidak akan mengurangi semangat para mujahidah Gontor untuk selalu meningkatkan kreatifitas, inovasi dan intelektualitas juga spiritualitas kami. Karena motto kami “حركتنا عبادة وفنّ وذوق وأخلاق”.

Pelatihan Ilmu Mawarits Mudah Menyenangkan

0

1Gontor Putri“At-thoriiqoh ahammu min-al-maaddah, wa al-mudaaris ahammu min-at-thoriiqoh, wa ruuh-u-l-mudaaris ahammu min-al-mudaaris.” metode pembelajaran lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting dari pada metode pembelajaran, dan ruh mengajar seorang guru lebih penting dari pada gurunya sendiri.

Itulah selogan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada santriwatinya. Berkaitan dengan metode dan ruh mengajar Kulliyatul Mu’alimaat Al-Islamiyyah gelar pelatihan ilmu faroidh angkatan ke-2 untuk asatidzah Gontor Putri kampus 1,2 dan 3 yang berlangsung selama 2 hari (7-8/10) dan dilanjutkan untuk siswi akhir KMI selama 1 hari (9/10).

      Pelatihan ilmu faroidh yang dilaksanakan selama 3 hari bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A bertujuan untuk memperluas wawasan tentang hukum waris, menanamkan karakter kepada guru pengajar ilmu faroidh dan siswi KMI bahwa pelajaran ilmu faroidh sama dengan menjalankan perintah Allah SWT yang bermanfaat bagi kesejahteraan, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga, dan juga untuk meningkatkan derajat nilai kelulusan mata pelajaran ilmu faroidh untuk siswi kelas 6 KMI. “Alhamdulillah, nilai mata pelajaran ilmu faroidh kelas 6 tahun lalu meningkat setelah mengikuti pelatihan ini, semoga tahun ini nilainya bisa lebih baik lagi” Ujar beliau.

            Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi faroidh ini dikemas dengan sangat menarik, menyenangkan dan memudahkan. Salah satunya dalam menghafalkan 5 materi inti, beliau membuat strategi menghafal 5 materi tersebut dengan psikomotorik yaitu melalui gerakan tangan, sehingga siswi KMI kelas 6 lebih mudah dalam menghafal materi inti ilmu faroidh tersebut. Pelatihan untuk guru pengajar faroidh dinamakan “Sekolah Mahir Mawarits Level 5”  yang sengaja dipersiapkan untuk lebih mendalami materi tersebut, dan juga menguasai metode yang tepat dalam pengajaran faroidh, sehingga guru dapat lebih tenang dalam menghadapi persoalan dalam proses belajar mengajar.IMG_8959

            Beliau dan Anggota Center for Mawarits (Center for Mawarist yang bertempat di gedung Pusdiklat Mawarits Asean Kampus UNIDA, Siman) bukan hanya mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajaran ilmu faroidh, namun dilengkapi dengan kegiatan research dan penerbitan. Pada tahun ini buku pelajaran ilmu faroidh KMI telah direvisi, sehingga lebih menarik, dan lebih mudah dalam mempelajarinya. Seluruh kegiatan Center For Mawarits ini bukan hanya untuk guru dan siswi KMI melainkan untuk seluruh umat didunia, maka motto yang dicanangkan adalah “From Gontor to the World”, membantu segala permasalahan yang berhubungan dengan waris mewaris.

            Follow Up setelah diadakannya pelatihan bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A yaitu kelas 6 dibuatkan kelompok secara acak dan didampingi oleh ustadzah yang telah mengikuti pelatihan Mawarits lalu melakukan pertemuan minimum 6 kali dan maksimum 8 kali pertemuan untuk menyetorkan hafalan tentang 5 materi inti faroidh, seperti hafalan hifdzul Qur’an. “Kita buat materi ini bukan dengan menghafal saja, tapi dengan mengulang ngulang hingga hafal” ujar beliau.  _Audita90

 

Danrem Adakan Kunjungan Kerja ke Gontor

0

GONTOR–Komandan Resort Militer (Danrem) 081, Kol. Inf. Masduki sekalian istri, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Tujuannya untuk mempererat silaturrahim dengan segenap keluarga besar PMDG, mengingat kunjungan Danrem ke Gontor selalu diadakan setiap kali pergantian.

Kunjungan tersebut diadakan pada Selasa siang (9/10), selepas acara bersama para personil Distrik Militer (Kodim) di Trenggalek sejam sebelumnya. Kunjungan beliau disambut hangat oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG. Selain itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ponorogo, AKBP Radiant dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Ponorogo, Made Sandy Agusto juga ikut menyambut rombongan Danrem.

Kunjungan diawali dengan ramah tamah singkat, bertempat di Kantor Pimpinan PMDG. Di tengah perbincangan hangatnya, Kolonel Masduki menyampaikan bahwa beliau sangat senang sekali dengan diterimanya kunjungan ke Gontor. Selepas ramah tamah, Kol. Masduki berfoto dengan keluarga besar PMDG dan menunaikan Shalat Ashar. Sesaat sebelum bertolak kembali ke Makorem, Danrem turut ber-selfie dengan Dandim dan Kapolres Ponorogo. Sand88

Jiwa Nasionalisme Santri Harus Terus Meningkat

0

Gontor tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas santri-santriatnya. Berbagai sarana pendidikan dioptimalkan agar dapat mencetak santri yang berbakat dan mundzirul qoum.  Seperti halnya pada hari Selasa tanggal 02 Oktober 2018, Gontor Putri Kampus 1 mengadakan  nobar (nonton bareng)  dalam peringatan bersejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang biasa kita sebut G30S/PKI.

Acara ini dilaksanakan di malam hari, setelah sholat Isya’, bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Dihadiri oleh Bapak Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta para asatidz dan ustadzat.

Sebelumnya acara ini diwajibkan hanya untuk seluruh kelas 1 dan 1 INT (santriwati baru), walaupun demikian santriwati lama berbondong-bondong hadir dengan sangat antusias. Mereka begitu ingin menyaksikan bagaimana kaum komunis memberlakukan rakyat Indonesia dahulu.

Pemutaran film G30S/PKI diharap dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat dalam diri santriwati terhadap negara kita tercinta, Indonesia. Karena Indonesia butuh dibela dan diperjuangkan, layaknya nasehat yang selalu diucap oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, bahwa generasi muda adalah pejuang yang paling tepat untuk membela negara, maka harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak dini. Dan agar santri-santri paham betul apa yang telah terjadi di masa lalu, sehingga tidak JASMERAH (tidak tahu-menahu tentang sejarah) dan tidak salah arah mengambil jalan yang akan ditempuh nanti. Semoga anak-anak didik kita dapat menjadi mundzirul qoum yang selalu membawa pesan kebenaran dan tidak terjerumus oleh bisikan-bisikan yang menjatuhkan. Khairan