Home Blog Page 297

UNIDA adakan Seminar Nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (Penulis Api Sejarah)

0

MantiIMG_9679ngan- Jum’at 5 Oktober 2018, Universitas Darussalam divisi Mantingan mengadakan seminar nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara bertemakan “Sejarah Islam di Nusantara, Fakta dan Distorsi”. Acara ini diselenggarakan di Aula Kuliyyatu-l-Banaat yang dibuka langsung oleh wakil pngasuh Gontor Putri Kampus 1 K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I

UNIDA menghadirkan langsung Pakar sejarah nusantara khususnya sejarah Islam, karena pakar sejarah Islam nusantara sangat langka adanya. Bukan hanya tentang pengetahuan, para mahasiswipun mendapatkan pengalaman sekaligus ilmu untuk menghadapi zaman yang kian lama kian dikuasai oleh para penguasa yang mengelabui sejarah. Pasalnya, sejarah sering ditulis oleh para penguasa sehingga mengalami distorsi dengan hanya menulis pesan-pesan dari penguasanya saja.

IMG_9481Sejarah sangatlah penting adanya, karena sejarah menjadi pelajaran dan cerminan bagi generasi setelahnya. “mengapa harus saya sampaikan semua ini? Karena saya akan pergi, orangtua-orangtua akan pergi. Maka milik siapa Indonesia? Milik kalian semua. Saat kalian melahirkan generasi-generasi berikutnya jangan mau dibohongi sejarah. Majapahit tidak sebesar yang kalian kira, Sriwijaya tidak sebesar yang kalian kira, semuanya sudah tidak ada sekarang. Tapi, siapakah yang masih ada dan mempersatukan Indonesia? Hanya Islamlah yang dapat mempersatukan Indonesia hingga saat ini” berikut adalah salah satu tutur kata Prof. Ahmad Mansur Suryanegara.

K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam sambutannya, “Buatlah sejarah diri menjadi pembicara yang baik dibicarakan dalam hal yang baik pula. Maka, untuk bisa membuat sejarah harus dapat memberi contoh dan bermanfaat bagi umat dan bangsa”

 Alya.

Tebuireng Angkatan IV 2018 adakan Kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3

0

Karangbanyu- Kader pesantren Tebuireng angkatan IV 2018 berjumlah empat orang yang merupakan mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari yang masih duduk di semester 5 dan 7 melakukan magang di Gontor Putri Kampus 1 berkesempatan melakukan kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3, Jumat, 19 Oktober 2018/10 Shafar 1440 H.

IMG_1897Dalam kunjungan ini, Mahasantri Ma’had Aly hasyim Asy’ari bertukar ide tentang kepembinaan, pendidikan dan pelayanan terhadap santri kepada staf bagian pengasuhan dan KMI Gontor Putri Kampus 3. “Banyak hal menarik dan baru yang ingin mereka terapkan di pesantren Aly hasyim Asy’ari, seperti klub minat bakat untuk pemanfaatan waktu sore agar tidak kosong.” Ujar mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari.

Setelah mendapatkan info yang dirasa cukup, mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari di ajak untuk melihat dan keliling sekitar pondok sebelum akhirnya kembali lagi ke Gontor Putri Kampus 1. Fikra17

Gontor Persiapkan Ujian dengan Pembagian Tugas

0

GONTOR—Setelah berakhirnya masa belajar mengajar untuk siswa kelas 1—6 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, kini para santri PMDG bersiap menghadapi Ujian Syafahi (Ujian Lisan) yang akan dimulai pada dari hari Kamis s.d. Senin, 9 – 20 Shafar 1440/18 – 29 Oktober 2018. Sebelum ujian dimulai, segenap dewan guru beserta seluruh siswa akhir KMI Kelas 6 mengikuti acara pengarahan dan pembagian tugas di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Selasa (15/10) kemarin.

Ujian Pertengahan Tahun yang diikuti 3.503 orang siswa dari kelas 1—5 KMI kali ini melibatkan 498 orang guru KMI. Dari jumlah tersebut, bertugas sebagai Panitia Ujian sebanyak 11 orang guru, 253 orang guru bertugas sebagai penguji ujian lisan, dan 245 orang bertugas sebagai piket di beberapa sektor dan unit usaha pondok. Di samping melibatkan dewan guru, ujian syafahi juga melibatkan siswa akhir KMI kelas 6 yang berjumlah 746 orang. Diantara mereka ada yang mendapatkan tugas untuk membantu guru-guru menjadi penguji, membantu panitia ujian, dan menjadi piket di beberapa sektor pondok.

Banyak pendidikan yang diperoleh segenap santri dan guru KMI dalam pelaksanaan ujian lisan ini, santri mendapat pendidikan mental dan karakter serta berjuang belajar demi menjawab soal-soal yang di tanyakan oleh para penguji; Guru dan Siswa Akhir yang menjadi penguji, terdidik dari peningkatan bahasa serta kesabaran; Siswa Kelas 6 yang piket di sektor-sektor tertentu mendapat pendidikan bertanggungjawab serta ilmu baru. reyzin

Ujian Adalah Penugasan Bukan Pilihan

0

KAMPUS 2- “Ujian di Gontor bukanlah sebuah pilihan melainkan sebuah penugasan” ujar Al Ustadz H. Muhammad Hudaya,Lc. M. Ag disela-sela pidatonya pada Pengarahan Penguji Ujian Lisan Gontor Kampus 2, Senin malam (15/10/2018). Acara yang dihelat di Masjid Jami’ Gontor 2 ini diikuti oleh seluruh Guru dan Siswa Akhir KMI.

Pengarahan Ujian Lisan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menjelang dimulainya Ujian Syafahi pada hari Kamis (18/10/2018) mendatang. Gontor 2 mengumpulkan seluruh Guru dan Siswa Akhir KMI guna mengarahkan mereka akan sistematika penilaian pada Ujian Syafahi kali ini, dan diarahkan langsung oleh Wakil Direktur KMI, Al Ustadz Nur Tsalits Al Amin,M. Pd. Serta dilanjutkan dengan pembagian tugas keesokan harinya.

Saat-saat Ujian di Gontor adalah saat-saat yang sangat krusial, bukan hanya bagi santri melainkan juga bagi seluruh Guru. Disaat inilah para Guru berperan penting dalam kesuksesan belajar santrinya pada Ujian. Selain itu, para Guru juga bertugas untuk menguji santri-santrinya pada Ujian Lisan. Ujian Lisan diikuti oleh  santri kelas 1–5 yang berjumlah total 1222 orang siswa.

Asah Bakat Seni Dengan Ikuti Seminar Desain Grafis

0

Mantingan, Gontor Putri Kampus 1 (12/10) Demi meningkatkan bakat seni yang dimiliki oleh para mahasiswi Universitas Darussalam Kampus Mantingan, diadakanlah Seminar Desain Grafis yang dihadiri oleh jajaran mahasiswi UNIDA mulai dari semester 1 hingga semester 7.  Acara yang diadakan oleh DEMA ini bertempat di Student Computer Center GP 1 tepat pada hari Jum’at, 12 Oktober 2018 selama satu hari.

Dengan menghadirkan pembicara dari Darussalam Press Gontor Kelas pembelajaran dalam seminar ini dibagi menjadi 2 kelas. Pertama adalah beginner atau pemula dan yang kedua adalah intermediate atau kelas lanjutan. Kelas pertama dibimbing langsung oleh Al-ustadz Annajib Abdurosyied Fahriza, S.Ag., sedangkan kelas kedua dibimbing oleh Al-ustadz Muhammad Fikri Abdullah, dan Al-ustadz Zuhrufan Failasufa.

Desain Grafis
Desain Grafis

Dalam pembelajaran program Photoshop, para peserta tidak hanya diajarkan secara materi tetapi juga diwajibkan untuk mempraktekkannya dan mengumpulkan kepada pihak Darussalam Press. Hal ini dimaksudkan agar apa  yang telah diajarkan oleh para Tutor tersalurkan dan dapat diterapkan dengan baik. Sehingga para peserta dapat mengembangkan ilmu mereka di kemudian hari kelak dengan dasar-dasar ilmu yang ditanamkan sejak di Gontor, Insya Allah.

“Gontor itu mengajarkan kita bagaimana menjadi sebuah alat, sebuah senjata yang multiguna tidak hanya three in one atau  four in one tetapi menjadi all in one. Dimana saat kita dibutuhkan mengajar kita mampu mengajar, ketika dibutuhkan untuk memimpin kita bisa memimpin, ketika dibutuhkan untuk mendesain kita bisa mendesain, ketika dibutuhkan untuk apapun kita tetap bisa.” Kata Al-Ustadz Achmad Fajaruddin, pad saat pembukaan seminar ini.

Betapa banyak kegiatan yang dijalani setiap harinya, tetapi tidak akan mengurangi semangat para mujahidah Gontor untuk selalu meningkatkan kreatifitas, inovasi dan intelektualitas juga spiritualitas kami. Karena motto kami “حركتنا عبادة وفنّ وذوق وأخلاق”.

Pelatihan Ilmu Mawarits Mudah Menyenangkan

0

1Gontor Putri“At-thoriiqoh ahammu min-al-maaddah, wa al-mudaaris ahammu min-at-thoriiqoh, wa ruuh-u-l-mudaaris ahammu min-al-mudaaris.” metode pembelajaran lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting dari pada metode pembelajaran, dan ruh mengajar seorang guru lebih penting dari pada gurunya sendiri.

Itulah selogan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada santriwatinya. Berkaitan dengan metode dan ruh mengajar Kulliyatul Mu’alimaat Al-Islamiyyah gelar pelatihan ilmu faroidh angkatan ke-2 untuk asatidzah Gontor Putri kampus 1,2 dan 3 yang berlangsung selama 2 hari (7-8/10) dan dilanjutkan untuk siswi akhir KMI selama 1 hari (9/10).

      Pelatihan ilmu faroidh yang dilaksanakan selama 3 hari bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A bertujuan untuk memperluas wawasan tentang hukum waris, menanamkan karakter kepada guru pengajar ilmu faroidh dan siswi KMI bahwa pelajaran ilmu faroidh sama dengan menjalankan perintah Allah SWT yang bermanfaat bagi kesejahteraan, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga, dan juga untuk meningkatkan derajat nilai kelulusan mata pelajaran ilmu faroidh untuk siswi kelas 6 KMI. “Alhamdulillah, nilai mata pelajaran ilmu faroidh kelas 6 tahun lalu meningkat setelah mengikuti pelatihan ini, semoga tahun ini nilainya bisa lebih baik lagi” Ujar beliau.

            Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi faroidh ini dikemas dengan sangat menarik, menyenangkan dan memudahkan. Salah satunya dalam menghafalkan 5 materi inti, beliau membuat strategi menghafal 5 materi tersebut dengan psikomotorik yaitu melalui gerakan tangan, sehingga siswi KMI kelas 6 lebih mudah dalam menghafal materi inti ilmu faroidh tersebut. Pelatihan untuk guru pengajar faroidh dinamakan “Sekolah Mahir Mawarits Level 5”  yang sengaja dipersiapkan untuk lebih mendalami materi tersebut, dan juga menguasai metode yang tepat dalam pengajaran faroidh, sehingga guru dapat lebih tenang dalam menghadapi persoalan dalam proses belajar mengajar.IMG_8959

            Beliau dan Anggota Center for Mawarits (Center for Mawarist yang bertempat di gedung Pusdiklat Mawarits Asean Kampus UNIDA, Siman) bukan hanya mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajaran ilmu faroidh, namun dilengkapi dengan kegiatan research dan penerbitan. Pada tahun ini buku pelajaran ilmu faroidh KMI telah direvisi, sehingga lebih menarik, dan lebih mudah dalam mempelajarinya. Seluruh kegiatan Center For Mawarits ini bukan hanya untuk guru dan siswi KMI melainkan untuk seluruh umat didunia, maka motto yang dicanangkan adalah “From Gontor to the World”, membantu segala permasalahan yang berhubungan dengan waris mewaris.

            Follow Up setelah diadakannya pelatihan bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A yaitu kelas 6 dibuatkan kelompok secara acak dan didampingi oleh ustadzah yang telah mengikuti pelatihan Mawarits lalu melakukan pertemuan minimum 6 kali dan maksimum 8 kali pertemuan untuk menyetorkan hafalan tentang 5 materi inti faroidh, seperti hafalan hifdzul Qur’an. “Kita buat materi ini bukan dengan menghafal saja, tapi dengan mengulang ngulang hingga hafal” ujar beliau.  _Audita90

 

Danrem Adakan Kunjungan Kerja ke Gontor

0

GONTOR–Komandan Resort Militer (Danrem) 081, Kol. Inf. Masduki sekalian istri, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Tujuannya untuk mempererat silaturrahim dengan segenap keluarga besar PMDG, mengingat kunjungan Danrem ke Gontor selalu diadakan setiap kali pergantian.

Kunjungan tersebut diadakan pada Selasa siang (9/10), selepas acara bersama para personil Distrik Militer (Kodim) di Trenggalek sejam sebelumnya. Kunjungan beliau disambut hangat oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG. Selain itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ponorogo, AKBP Radiant dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Ponorogo, Made Sandy Agusto juga ikut menyambut rombongan Danrem.

Kunjungan diawali dengan ramah tamah singkat, bertempat di Kantor Pimpinan PMDG. Di tengah perbincangan hangatnya, Kolonel Masduki menyampaikan bahwa beliau sangat senang sekali dengan diterimanya kunjungan ke Gontor. Selepas ramah tamah, Kol. Masduki berfoto dengan keluarga besar PMDG dan menunaikan Shalat Ashar. Sesaat sebelum bertolak kembali ke Makorem, Danrem turut ber-selfie dengan Dandim dan Kapolres Ponorogo. Sand88

Jiwa Nasionalisme Santri Harus Terus Meningkat

0

Gontor tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas santri-santriatnya. Berbagai sarana pendidikan dioptimalkan agar dapat mencetak santri yang berbakat dan mundzirul qoum.  Seperti halnya pada hari Selasa tanggal 02 Oktober 2018, Gontor Putri Kampus 1 mengadakan  nobar (nonton bareng)  dalam peringatan bersejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang biasa kita sebut G30S/PKI.

Acara ini dilaksanakan di malam hari, setelah sholat Isya’, bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Dihadiri oleh Bapak Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta para asatidz dan ustadzat.

Sebelumnya acara ini diwajibkan hanya untuk seluruh kelas 1 dan 1 INT (santriwati baru), walaupun demikian santriwati lama berbondong-bondong hadir dengan sangat antusias. Mereka begitu ingin menyaksikan bagaimana kaum komunis memberlakukan rakyat Indonesia dahulu.

Pemutaran film G30S/PKI diharap dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat dalam diri santriwati terhadap negara kita tercinta, Indonesia. Karena Indonesia butuh dibela dan diperjuangkan, layaknya nasehat yang selalu diucap oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, bahwa generasi muda adalah pejuang yang paling tepat untuk membela negara, maka harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak dini. Dan agar santri-santri paham betul apa yang telah terjadi di masa lalu, sehingga tidak JASMERAH (tidak tahu-menahu tentang sejarah) dan tidak salah arah mengambil jalan yang akan ditempuh nanti. Semoga anak-anak didik kita dapat menjadi mundzirul qoum yang selalu membawa pesan kebenaran dan tidak terjerumus oleh bisikan-bisikan yang menjatuhkan. Khairan

963 Santri Ikuti Acara Fathul Kutub Turoots di Gontor Putri 1

0

Taujihat Fathul Kutub Mantingan, Gontor Putri Kampus 1 (19/09) Gontor dengan dinamika pendidikan dan ragam kegiatan yang menghiasi hari-hari santri selama di Pondok tercinta ini. Tidak akan pernah dibosankan dengan kosongnya kegiatan, kegiatan yang silih berganti menyapa para santriya untuk selalu terlibat dan ikut serta dalam segala macam kegiatan.

Salah satu dari kegiatan tersebut adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah yang ditujukan khusus untuk para santriwati kelas 6 KMI. Acara ini telah diperkenalkan kepada mereka sejak duduk di bangku kelas 5 KMI. Yang mengesankan adalah para santri diajarkan untuk menyelesaikan masalah yang ada dan penyelesaiannya terdapat pada buku klasik yang sangat tebal serta berjilid-jilid.

Santriwati kelas 6 KMI yang berjumlah 713 santri dari Gontor Putri 1, sedangkan 250 santri lainnya berasal dari Gontor Putri 2 dibagi menjadi beberapa kelompok, dibimbing oleh para Asatidz dan sebagian Ustadzah dari GP1 dan 2. Tema permasalahan yang diambil berasal dari beberapa ilmu yakni, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Aqidah, serta Ilmu Fiqh.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-ustadz KH. Syamsul Hadi Abdan karena “acara ini merupakan acara yang sangat penting sekali, dan harus memang selalu dipentingkan. Karena acara ini dimulai oleh Trimurti sejak awal berdirinya KMI (1936)” berikut kutipan dari Taujihat Al-Ustadz KH. Syamsul Hadi Abdan.

Taujihat Fathul Kutub 6Satu minggu acara ini dilaksanakan, diadakan di Aula Auditorium Gontor Putri 1. Diakhiri dengan pesan serta kesan dari para santri, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi satriwati kelas 6 KMI, karena dari kegiatan ini mereka memperoleh banyak ilmu yang mungkin selama ini masih menyimpan tanda tanya di benak mereka masing-masing. Dan semoga dengan segudang ilmu yang telah mereka dapatkan dapat menjadi bekal kiprah mereka sebagai mujahid Islam di masyarakat kelak. Aamiin.

Fokuskan Santri Untuk Ujian, Kegiatan Bahasa Ditutup Sementara

0

GONTOR–Mendekati masa ujian semester pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menonaktifkan beberapa kegiatan ekstrakulikuler seperti kepramukaan, latihan pidato, dan yang tak kalah penting adalah kegiatan bahasa. Dalam satu minggu ada beberapa kegiatan bahasa yang harus diikuti oleh semua santri di antaranya: pemberian kosakata setiap pagi, mahkamah bahasa pada malam hari, Language Encouragement setiap Jum‘at pagi, dan pembuatan majalah bahasa rutin setiap minggu.

 

Fix 2Acara Penutupan Kegiatan Bahasa dilaksanakan pada Jum‘at Pagi (12/10) di depan BPPM. Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 1-6, bahkan pembimbing bahasa senior pun turut hadir seperti Al-Ustadz M. Nur, Lc., M.A., dan Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.A. Bertindak sebagai panitia acara tersebut staf Centre Language Improvement (CLI) dari santri kelas 6, dibimbing oleh Language Advisory Council (LAC) dari guru KMI, acara ini pun berjalan dengan khidmat.

Al-lughatu Taaju-l- Ma’had (bahasa adalah mahkota pondok). Bukan berarti dengan ditutupnya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut santri dapat bebas berbahasa Indonesia bahkan daerah, disiplin berbahasa tetap ada, seluruh santri tetap harus berbahasa resmi (Arab dan Inggris) dan apabila ditemukan seorang santri berbahasa Indonesia, maka tetap dikenakan sanksi. AbuFariz