Home Blog Page 298

Akhiri Kegiatan Ekstrakurikuler: Fokuskan Santri Dengan Ujian

0

GONTOR–Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan santri di luar kelas untuk meningkatkan skill mereka: olahraga, kesenian, dan kepramukaan yang umumnya dilaksanakan pada sore hari. Banyak santri yang mengikuti kegiatan olahraga, seperti sepak bola, basket, bulu tangkis, futsal, dan lain-lain, begitu pula dengan kesenian yang meliputi kaligrafi, menggambar, drama, musik, bela diri, dan lain sebagainya.

Menjelang datangnya Ujian Pertengahan Tahun (Semester Pertama), kegiatan ekstrakurikuler ini diberhentikan sementara, bermula dari Kamis lalu (11/10) hingga selesainya masa ujian, hal ini guna memfokuskan santri dalam menghadapi ujian. Para santri harus mempersiapkan diri mereka secara matang, baik dari materi pelajaran, mental, dan kesehatan.

Dalam masa ujian ini, tidak ada lagi santri yang berolahraga, pagi maupun sore hari. Semua kegiatan difokuskan untuk mendukung miliu belajar santri. Olahraga yang biasanya dilakukan di pagi hari, diganti menjadi kegiatan belajar pagi. Seluruh santri melaksanakan kegiatan ini, dibimbing oleh wali kelas masing-masing.

Sore hari, adalah waktu santri untuk mengerjakan pekerjaan yang ringan, seperti mencuci, melengkapi perlengkapan belajar, istirahat, dan pekerjaan lainnya yang menunjang maksimalnya belajar ketika malam hari. Faruq

Be A Perfect Muslimah

0

Jum’at (12/10) Dewan Mahas_MG_0094iswa (Dema) Universitas Darussalam (Unida) Wilayah Mantingan mengadakan seminar motivasi bersama Al Ustadz Ahmad Rifa’I Rif’an dengan tema “The Perfect Muslimah”. Acara ini dilaksanakan di Aula Kulliyatu-l- Al Banat Gontor Putri kampus 1 dan dibuka langsung oleh Al Ustadz Hifni Nasif, M.Ud.

Kegiatan ini berjalan dengan 2 sesi. Adapun perserta pada sesi pertama ini adalah Mahasiwi Unida Gontor wilayah Mantingan, sedangkan peserta pada sesi kedua adalah Departemen Publikasi, Staff Majalah Nukhbah , Tim Cakrawala dan Bagian Diskusi Ilmiah Organisani Pondok Modern Darussalam (OPPM) Gontor Putri Kampus 1.

Di Era seperti ini kita harus bisa berikhtar menjadi muslimah yang hebat, muslimah yang sempurna, sempurna agamanya, akhlaknya, dan bisa menjadi tauladan bagi sesamanya. Sebagai seorang muslimah harus mempunyai target hidup yang tinggi, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga konstribusi untuk umat. “Pelajari yang penting, update status yang penting, baca bacaan yang penting, ikuti komunitas yang penting, dan sibukkan dengan kegiatan yang penting”. Berikut beberapa motivasi yang disampaikan Al Ustadz Ahmad Rifa’I Rifa’an dalam seminarnya. Auziya

 

Manasik Haji Tingkatkan Ubudiyah Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 1 kembali melaksanakan kegiatan manasik haji dalam program pengajaran kurikulum KMI. Manasik haji ini sebagai miniatur kecil pembelajaran fiqh yang bersangkutan dengan kegiatan haji. Pada hari Senin (17/09) sampai dengan hari Rabu (19/09) anak kelas satu intensif  tidak belajar di kelas seperti biasanya, dengan pakaian serba putih, santriwati mempraktekan cara berihram, thowaf, sa’i dengan dibimbing oleh para ustadzah yang telah memiliki pengalaman langsung dalam haji dan umroh.

Walaupun demikian, sebelum dilaksanakannya manasik haji, banyak persiapan yang harus  di lakukan oleh para pembimbing, seperti para guru yang mendapat bimbingan dan arahan serta praktek langsung bersama Al Ustadz Dr. H. Wahyudi Bakri, LLM, MA, serta para santri yang wajib menghafalkan doa-doa manasik sebelum praktek manasik haji demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

Para peserta dengan penuh semangat dan kesungguhan dalam melaksanakan kegiatan manasik haji, anak-anak mengumandangkan kalimat Talbiyah, mengerjakan rukun haji satu demi satu dengan penuh hikmat dan antusias meskipun ditemani cuaca yang agak mendung.

Pendidikan di Gontor bukan hanya pembelajaran dalam kelas tetapi apa yang kau lihat apa yang kau dengar dan apa yang kau rasakan semua adalah pendidikan. Begitu pula dengan cara mendidik “A-thariqoh ahammu minal maddah” metode pembelajaran lebih penting dari pada materi itu sendiri.

Dengan diadakannya manasik haji, santri menjadi tahu, dapat melihat, mendengar, bahkan merasakan sendiri bagaiamana proses haji yang sesungguhnya walaupun dengan miniatur kecil. Beginilah Gontor mendidik para santrinya, dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan kreativitas agar pengetahuan dapat menjadi ilmu di dalam dada para santri dan untuk bekal para mujahidah di masa depan. Auziya

Ujian Praktek Nisaiyah-Mendidik Santriwati Menjadi Figur Sitti-l-Kull

0

Mantingan-Pelajaran Nisaiyah di Gontor Putri tidak kalah pentingnya dengan pelajaran-pelajaran lainnya, karena pengetahuan tentang keputrian adalah bagian dari kehidupan wanita. Gontor berorientasi untuk menjadikan santriwatinya figur sitti-l-kull melalui berbagai program keputrian. Salah satu ketrampilan wajib yang harus dimiliki adalah memasak.

Sabtu-Sabtu (6-13/10/18) Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan Ujian Praktek Nisaiyah, yaitu memasak. Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun terakhir. Meskipun belum mendapatkan legalitas dari KMI, nilai ujian praktek memasak akan masuk pada Raport Mental. Ujian Praktek Nisaiyah dinilai sangat penting & perlu, karena faktanya pelajaran Nisaiyah tersebut 20% adalah teori dan 80% adalah praktek.

Ujian berlangsung di jam pelajaran ke-6 & 7, kemudain berlanjut pada siang & sore hari. Setiap kelas terbagi menjadi 10 kelompok, dan setiap harinya bergilir untuk setiap angkatan. Materi yang diujikan untuk kelas 1 hanya pengenalan bumbu-bumbu masakan. Untuk kelas 2 dan 1 Intensive, dengan materi pengenalan kacang-kacangan dan manfaatnya. Sedangkan kelas 3 sampai kelas 6, materi ujian praktek memasak dengan kriteria penilaian: Meracik, Memasak, Menghidangkan. Dengan variasi menu yang berbeda-beda, sebagai berikut:

Kelas 3 : Nasi Liwet
Kelas 3 Intensive : Nasi Liwet
Kelas 4 : Sayur Sop
Kelas 5 : Sayur Rawon
Kelas 6 : Pengolahan Ayam

Santriwati Darussalam sangat antusias dengan dilaksanakannya Ujian Praktek Nisaiyah. Tujuan pelaksanaan ujian praktek ini tidak lain adalah untuk meningkatkan ketrampilan keputrian santriwati, dan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara Gontor mendidik santriwatinya menjadi figur wanita serba bisa atau sitti-l-kull.Salsabila

PSC Zone Kelas 5: Sarana Tingkatkan Leadership

0

DARUSSALAM-Santri Kelas 5 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memiliki sarana pendidikan kepemimpinan yang melimpah, berbeda dengan santri kelas 1-4 umumnya, mereka sudah diberi amanat untuk mengurus aneka ragam organisasi di Gontor. Demi mengoptimalkan sarana pendidikan tersebut, maka diselenggarakanlah acara Public Speaking Contest Among Zone (Lomba Pidato Antarzona) Kelas 5 dalam tiga bahasa yaitu Arab, Inggris dan Indonesia. Acara yang diadakan pada Ahad malam (23/9/18) ini menggunakan sistem seleksi yang dibagi dalam 5 zona.

Berbeda dengan PSC Zone untuk anggota, peserta PSC Zone Kelas 5 diseleksi dari setiap ruang latihan pidato, mereka yang dianggap berminat untuk mengikuti harus menyiapkan teks pidato sesuai dengan kreativitas masing-masing serta mengajukannya ke pembimbing mereka, barulah setelah itu mereka diperbolehkan untuk menunjukkan aksinya ketika hari lomba, kemudian hasil penilaian dari lomba tersebut diumumkan di akhir lomba oleh dewan juri, semua peserta terbaik yang terseleksi dari setiap zona akan maju ke babak final yang akan diselenggarakan pada pertengahan tahun kedua. Selain itu, seperti biasanya penonton yang hadir dari siswa kelas 5 KMI sendiri, namun kali ini, PSC Zone Kelas 5 turut menjadi tontonan siswa kelas 1-4 KMI yang dipilih, satu hal yang membakar semangat para orator.

Banyak sekali unsur pendidikan yang terkandung dalam acara ini, baik bagi panitia maupun peserta lomba. Diharapkan dari acara ini, semakin banyak santri yang berminat untuk meningkatkan skillnya dalam berpidato. Sand88

Kiai Hasan Hadiri Rapat Dewan Nadzir Darunnajah dan Peresmian Aula 1 Dasawarsa di PP. Annur Darunnajah 8 Cidokom

0

CIDOKOM, BOGOR – Pada hari Senin (1/10) pagi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal bertolak dari Rumah Gontor Jakarta menuju Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom guna menghadiri acara Rapat Dewan Nadzir Darunnajah dan Peresmian Aula 1 Dasawarsa milik pondok tersebut, setelah pada malam harinya beliau baru tiba dari Moskow, Rusia.

Berawal dari tanah kosong yang cuma-cuma di wakafkan oleh pemiliknya Bapak Ir. H..Yusuf Gayo (Alm) kepada Yayasan Darunnajah kala itu, yang awalnya adalah ilalang tinggi beralaskan tanah serta rumput dan rindangnya pepohonan di sekelilingnya, dibarengi dengan cangkulan pacul para pengurusnya yang menyadari bahwa sesuatu hal yang besar akan tercapai dengan diawali pada sesuatu hal yang kecil.

Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 kini telah genap umurnya 12 Tahun,,sebuah kesyukuran yang sangat luar biasa bagi pendiri, pimpinan, serta guru dan juga santri-santrinya. Kesyukuran akan hal itu mereka tumpahkan dalam acara khusus yang dibuat sebagai momentum yang pas dan dirancang langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8. Acara tasyakuran 12 Tahun Darunnajah 8 dan Peresmian Aula 1 Dasawarsa sekaligus rapat dewan nadzir pada hari itu adalah momentum terbaik sebagai kesyukuran akan hal itu.

Acara kesyukuran berlangsung pukul 08.00 WIB bertempat di Aula 1 Dasawarsa yang sekaligus akan diresmikan. Adapun tamu khusus yang hadir dalam acara ini adalah seluruh anggota Dewan Nadzir (Badan Wakaf) Pesantren Darunnajah diantaranya adalah K.H. Jamhari Abdul Djalal, Lc., H. Abdul Ghofur, Drs. K.H. Mahrus Amin, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Drs. H. Azhari Baedlowi, M.M., Drs. H. Mahfudz Makmun, K.H. Saefudin Arief, S.H, M.H, Drs. K.H. Mad Rodja Sukarta, Drs. H.M. Habib Chirzin,dan DR. K.H. Sofwan Manaf M.Si.

Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Hymne Oh-Pondokku dan Mars Darunnajah bersama-sama dengan seluruh dewan guru dan santri-santri pesantren Annur Darunnajah 8. Adapun sambutan-sambutan yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Djalal LC Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining juga Ketua Dewan Nadzir,dan DRS.H.M. Habib Chirzin anggota dewan nazir sembari menunggu kedatangan Kiai Hasan.

DN8.3Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 K.H. Hadiyanto Arief, S.H, Mbs memberikan sepatah dua patah kata sambutan dan dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal dilanjutkan dengan do’a sekaligus menandatangani untuk yang pertama kalinya batu prasasti aula 1 Dasawarsa dan batu prasasti pertama untuk Darunnajah 13 Robi’ul Qulub.

Seusai acara, batu prasati aula 1 dasawarsa pun juga di tandatangani oleh seluruh anggota Dewan Nadzir, sekaligus menutup acara dan dilanjutkan dengan agenda inti pada momen tersebut, yaitu rapat seluruh anggota Dewan Nazir yang bertempat di Mini Hall El-Hamra milik Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8. (habibur_hmz)

Kepramukaan: Gontor Adakan Gladian Pinsa Pinru

0

DARUSSALAM–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak henti-hentinya disibukkan dengan aktivitas dan kegiatan, Mabikori (Majelis Pembimbing Koordinator Harian) selaku pembimbing kepramukaan di PMDG mengadakan salah satu rutinitas yaitu Gladian Pinsa (Pimpinan Saga) dan Pinru (Pimpinan Regu) yang dilaksanakan pada Selasa (2/10) hingga Jum’at (5/10) dan dibuka oleh Al-Ustadz H. Taufiqurrahman, S.Ag., di Aula Rabithah. Dalam pelaksanaannya, staf Mabikori dibantu oleh staf Koordinator Gerakan Pramuka PMDG serta panitia yang terdiri dari siswa kelas 5 KMI.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gladian Pinsa dan Pinru adalah suatu kursus materi dasar kepramukaan, yang diperuntukkan bagi pemimpin setiap Gugus Depan (Gudep), dan materi yang disampaikan dalam kesempatan acara ini meliputi basic skill kepramukaan seperti: upacara, dinamika kelompok, baris-berbaris, morse, semaphore, perkemahan, dan P3K.

Acara tersebut diadakan guna meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para adika, serta memberi simulasi praktis kepada pengurus dalam usaha untuk memimpin serta membina kerjasama yang baik dalam satuannya.

Pada hari Kamis, tibalah saatnya mereka mengamalkan apa yang mereka dapat dari pelatihan ini. Sebagai contoh, setiap peserta menjadi pemimpin di gugus depannya masing-masing, mereka diamanati sebagai petugas upacara.

Acara yang ditutup dengan Out Bond dan Wisata Alam ini diikuti oleh seluruh adika yang menjabat sebagai Pimpinan Sangga (Pinsa) dan Pimpinan Regu (Pinru) dari setiap Gugus Depan. Pada tahun ini, panitia mengambil lokasi yang cukup berbeda, tepatnya di Sarangan, Magetan, di sanalah para Pinsa dan Pinru dikenalkan dengan berbagai macam Out Bond dan permainan yang dapat meningkatkan skill mereka, sekaligus bekal sebagai Pinsa dan Pinru. Muis

 

Menghidupkan Ilmu Mawarits Dengan PSP (Penentuan Sebelum Pembagian)

0

 

Mantingan- Penentuan sebelum pembagian atau yang biasa di singkat PSP sudah tidak asing di telinga kita. Bagaimana tidak, pembekalan tentang pembelajaran faroidh atau pembagian warisan yang dibawakan oleh pendiri dan pengasuh Majelis Al-Mawarits Mhd. Jabal Alamsyah selalu diadakan di Gontor setiap tahunnya. Khususnya untuk pembekalan terhadap santriwati kelas 6 KMI yang akan menghadapi ujian awal tahun. Maka pada hari Senin-Selasa (8-9/10) telah diadakan ta’hil untuk pelajaran faroidh oleh Ustadz Mhd. Jabal Alamsyah yang diikuti oleh perwakilan guru-guru pengajar pelajaran faroidh kelas 3 dan kelas 3 Intensif KMI dari Gontor Putri kampus 1, 2 dan 3. Acara ini berlangsung di Auditorium Aisyah Gontor Putri Kampus 1. Di mulai pukul 08:00 WIB, kemudian dilanjutkan setelah shalat Zuhur pukul 14:00 WIB.

Dalam acara ini Ustadz Jabal mengajarkan tentang lima kaidah ilmu mawarits yang harus dikuasai guru faroidh, yaitu Ashabul Irtsi, Ashabul Furudh, Ashabul Ashabah, Ashabul Hajbi dan terakhir Hisabul Mirats. Sangat penting untuk mengetahui dan mempelajari ilmu faroidh atau mawarits ini, apalagi bagi para santri dan guru KMI. “Ilmu mawarits itu sama dengan PSP. Dan itu penting karena mawarits atau PSP adalah perintah Allah dan Rasul-Nya, hukumnya fardhu kifayah, dapat mengharmoniskan dan memakmurkan keluarga,” Ujar ustadz Jabal. Selain itu beliau juga mengajarkan cara mudah menghafal ashabul irtsi dengan gerakan tangan ke atas, ke bawah, ke kanan dan ke kiri.

Harapan beliau setelah diadakannya acara ini adalah mengadakan program Mawarits Camp pada 2019 dengan mengundang perwakilan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan  Fakultas Syariah seluruh Indonesia dan menjadikan persatuan guru-guru KMI pengajar faroidh sebagai panitianya. Fikra91

Kiai Hasan Gelar Walimah Akikah Cucunya

0

GONTOR—Kamis siang (4/10) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta keluarga menggelar Walimah ‘Akikah untuk cucu putrinya, Razan Ahidah Fahda, di kediaman Kiai Hasan, selatan Masjid Jami’ PMDG. Razan merupakan putri pertama dari pasangan Al-Ustadz Faturachman dan Al-Ustadzah Alfi Radhia Lilla. Razan lahir dengan berat 3 kg, pada Ahad Legi, 13 Muharram 1440/23 September 2018, pukul 14.45 WIB, di Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) PMDG.

Keluarga Besar Kiai Hasan sangat berbahagia dengan lahirnya Razan, terlebih bagi pasangan Ustadz Fathur dan istri yang baru saja dikaruniai seorang putri di bulan ke-9 setelah pernikahannya (12/11/2017) lalu. Ustadz Fathur mengatakan, Ia sangat bersyukur kepada Allah SWT atas kelancaran dari kelahiran putrinya ini.

Razan Ahidah Fahda merupakan nama pilihan yang diberikan oleh Kiai Hasan kepada cucunya. Adapun “Razan” ini diambil dari nama  seorang perawat/paramedis Palestina yang dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel saat bertugas di perbatasan Gaza, Razan Ashraf Abdul Qadir al-Najjar. Begitupun “Ahidah” yang diambil dari seorang gadis—Ahed  Tamimi—yang  menjadi ikon perlawanan terhadap Israel dengan melakukan perlawanan keras kepada salah satu tentara Israel. Sedangkan “Fahda”  merupakan nama gabungan dari kedua orang tuanya, Faturachman dan Dilla.

Al-Ustadz Yusron, pembawa acara di walimah ini menjelaskan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, setiap anak tergadai dengan ‘akikahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya dan diberi nama. “Alhamdulillah dengan lahirnya Razan, kita mampu melangsungkan salah satu sunah Rasulullah SAW, yaitu Walimah Akikah ini.” Jelas menantu Kiai Hasan ini.

Acara berlangsung khidmat, setelah penjelasan dari Ayahnya, Ustadz Fathur, acara dilanjutkan dengan pemotongan rambut, serta pemberian madu dan air zam zam di bibir Razan. Semua keluarga dan para asatidz senior yang hadir turut berbahagia dengan kelahiran Razan, setiap dari mereka memanjatkan doa terbaik baginya, besar harapan agar Razan bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara, “semoga menjadi putri yang ‘aalimah, shaalihah, haafidzah, dzaakirah, naafi’ah, fiddin wa dunya wal aakhirah, Aamiin yaa Raab Al-‘Aalamiin” tambah Ustadz Fathur. Rakafadel

Exact Club Adakan LSE

0

Gontor–Exact, Salah satu club di Pondok Modern Darussalam Gontor, mengadakan acara LSE (Laboratory Science Expo) untuk pertama kalinya, acara ini dibuka oleh Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari M.A., di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada Juma’t pagi (5/10) Pukul 09.30 WIB.

Acara ini diadakan oleh staf Exact yang berjumlah 9 orang diketuai oleh Fadhlan (3-B) dan dibimbing oleh Ala’ Annajib dan Hardiyan Saputra (staf KMI), acara yang diadakan untuk pertama kalinya ini cukup meriah karena para santri dapat belajar dan menambah wawasan mereka tentang rangkaian organ tubuh manusia dan binatang, serta dapat melakukan penelitian dan percobaan kimia sederhana.

Harapan dari acara ini adalah santri dapat mengetahui Biologi, Fisika, Kimia, Elektro, dan sebagainya secara menyeluruh, serta menambah wawasan mereka tentang kebesaran Allah melalui penciptaan-Nya dan segala keindahan di dalamnya, AbuFariz.