Gontor Putri Kampus 1– Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Itulah salah satu filsafat pondok yang telah lama ditanamkan oleh para Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Nilai-niali pondok tersebut selalu diestafetkan dari generasi ke generasi, agar pondok senantiasa hidup meskipun telah ditinggal oleh para pendirinya. Nilai inilah salah satu diantara semua nilai yang masih dipegang
teguh oleh pondok. Termasuk dalam keorganisasian, seperti Organisasi Dewan Mahasiswa (DEMA). DEMA Wilayah Mantingan adalah organisasi yang mengurus dan membina semua kegiatan mahasiswi UNIDA Wilayah Mantingan Gontor Putri 1.
Masa kepengurusan DEMA UNIDA Gontor periode 1438-1439 H telah berganti tepat pada hari Ahad 19 Agustus 2018. Acara ini diadakan di Aula Kulliyatul Banaat Gontor Putri Kampus 1, dihadiri oleh seluruh mahasiswi Universitas Darussalam Gontor kampus Mantingan. Dalam acara ini diharapkan agar pengurus pada periode selanjutnya dapat membina, mengurus dan memfasilitasi kegiatan mahasiswi dengan baik khususnya dalam bidang non akademis.
“Agar seluruh mahasiswi guru merasakan di Gontor ternyata surga, di Gontor kita bisa mengabdi, di Gontor kita punya banyak pengalaman, di Gontor banyak kegiatan yang menunjang seperti kegiatan keilmuwan, kegiatan yang berkaitan dengan spiritual, kegiatan kesenian, dan kegiatan apa saja ada. Ini diantara tugas- tugas dari Dewan Mahasiswi (DEMA).” ujar Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pdi dalam sambutannya pada acara pelantikan anggota baru DEMA.
Adapun Dewan Mahasiswi baru ini berjumlah 83 orang dengan 15 bagian kepengurusan, yang diketuai oleh Elis Nurhasanah (SAA/7), dan Rizki Nadia (PAI/7). Selain itu, yang bertugas sebagai panitia pelantikan Dewan Mahasiswi baru (DEMA) ialahmahasiswi semester 5 yang berjumlah 63 orang.
Begitulah organisasi di Pondok Modern Darussalam Gontor, selalu mengestafetkan nilai ke generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar.Andighariza







GONTOR- Pekan perkenalan Khutbatul Arsy kali ini berjalan lancar dan meriah karna dikemas dengan penampilan “Bhineka Tunggal Ika” meliputi; Reog Ponorogo, Singa Deprok, Ondel- ondel dan Tarian Nusantara. Tarian Nusantara ini berasal dari berbagai macam daerah diantaranya, Tari Dayak, Tari malulo, Tari Campursari, Tari Kecak, Tari Sajojo, dan Tari Kuda Lumping.
Acara Tahunan ini diikuti seluruh santri Gontor 5 serta beberapa perwakilan dari Gontor Pusat, Gontor cabang putra dan putri serta guru- guru senior diantaranya Al-Ustadz H. Taufiqurrahman, S.Ag., Al-Ustadz Dr. H. Kholid Muslih, M.A., Al-Ustadz Hakam Ar-Rosyada, M.Pd., Al-Ustadz Firdaus Ilham Satria, S.Th.I., M.A, Dan dihadiri pula oleh anggota Badan Wakaf, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. yang mewakili pimpinan sebagai inspektur upacara.
