Home Blog Page 318

Awali Kegiatan Pekan Perkenalan, Gontor Putri Kampus 1 Mengadakan PORSENI Sebagai Media Pendidikan Santri

0

Gontor Putri Kampus 1 – Jum2at (13/7) lapangan hijau telah dipadati seluruh santriwati Gontor Putri 1. Upacara pembukaan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) resmi dibuka langsung oleh wakil pengasuh Gontor Putri 1 Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I ditandai dengan penyulutan obor tanda resmi dibukanya acara ini. Berbagai atraksipun ditampilkan untuk memeriahkan pembukaan acara ini.

PORSENI adalah salah satu rentetan acara pekan perkenalan Khutbatul-‘Arsy yang diawali dengan perlombaan tarik tambang hingga ke cabang lomba olahraga dan seni lainnya seperti badminton, basket, kesenian dan cabang perlombaan lainnnya. Acara ini akan diadakan sepekan kedepan di mulai pada 13 Juli 2018 s/d 20 Juli 2018.

Acara ini bertujuan untuk mengamalkan nilai-nilai gontori yaitu ‘berbadan sehat’ sebagai media pendidikan dan tolak ukur untuk kelangsungan aktivitas santriwati dalam berkarya, berfikir dan bekerja keras dengan pribadi yang sehat al’aqlu salim fi jismi salim4

“Dengan olahraga dan seni mendidik santri agar mempunyai badan yang sehat, menanamkan akhlaq yang luhur. Olahraga itu penting tapi yang paling penting adalah bagaimana anak-anak sehat, mempunyai jiwa sportifitas. Menjadi juara dalam perlombaan juga penting. Tapi, yang lebih penting bukan juaranya, yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mempunyai mentalitas juara, kalau mentalitasmu juara dimanapun apapun kapanpun santri tetap juara itu yang di tanamkan dalam POD ini.” Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam pembukaan PORSENI selaku wakil pengasuh Gontor Putri kampus 1 dan inspektur upacara Pekan Olahraga dan Seni 1439H/2018M.Alya.

Pembukaan Porseni Awali Rentetan Kegiatan Pekan Perkenalan di Pondok Gontor

0

GONTOR – Pada hari Jum’at (6/7) pagi, telah dilaksanakan Pembukaan PORSENI di lapangan hijau Pondok Modern Gontor. Event tersebut bisa diartikan sebagai salah satu rutinitas tahunan dan kegiatan awal dari rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul-‘Arsy. Acara tersebut pun dikemas dengan diadakannya banyak kompetisi setiap cabang olahraga dan seni yang ada di Gontor.

Kali ini upacara pembukaan PORSENI dibuka secara langsung oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana, Lc. serta dihadiri oleh seluruh santri dan guru Pondok Modern Gontor. Ditampilkan juga setelahnya berbagai hiburan berupa atraksi–atraksi menarik, seperti Marching Band, Persada, Perbeda dan Tabloid Olahraga.

Kegiatan Porseni ini akan berlangsung selama 7 hari, bermula dari Jum’at (6/7) hingga Jum’at (13/7) depannya. Terdapat banyak cabang lomba pada porseni ini, semua disiapkan sebaik mungkin demi hasil yang terbaik dan memuaskan sesuai dengan usaha terbaik yang dimiliki masing-masing peserta kompetisi.

Kompetisi olahraga dan seni di Gontor diadakan bukan sekedar untuk meraih piala atau penghargaan, namun nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang perlu diambil.  Pada zaman ini terkadang olahraga sudah banyak disalahgunakan, sehingga tidak sesuai dengan makna dan tujuan dari olahraga yang sebenarnya, dan kurang bermanfaat pula.

Bertemakan “Gontor Mengawal Nilai dan Sistem Pesantren Untuk Kemajuan Umat dan Bangsa” PORSENI ditujukan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani para santri, memperkuat silaturrahim di antara mereka, membuka wawasan seluas-luasnya, sampai mendidik semua orang yang terlibat di dalamnya seperti pemain, wasit, bahkan penonton sekalipun. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan santri baru kegiatan-kegiatan yang ada di Gontor.biibmufassir

Pelajaran Sore Kembali Diaktifkan

0

Gontor-Demi menstabilkan kembali rutinitas harian, Gontor kembali aktifkan jam pelajaran sore. Seperti biasanya, pelajaran ini dilaksanakan pada siang hari, dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Pelajaran Sore di Gontor merupakan sarana penunjang akademis seluruh siswa KMI tanpa terkecuali. Siswa Kelas 1-5 mengikuti pelajaran ini, sedangkan kelas 6 sudah waktunya untuk mengajar materi-materi tertentu dan membantu segala persiapan.
Materi-materi yang diajarkan pada pelajaran sore bagi kelas 1-3 merupakan materi yang tidak berat, sebagian besar hanya penunjang akademis, berbentuk pengulangan materi dan tambahan maklumat.
Namun, berbeda dengan kelas 3 intensif, 4, dan 5, semua pelajaran pada kelas-kelas tersebut merupakan pelajaran yang statusnya sama dengan pelajaran pagi. Intinya, bagi kelas-kelas tersebut, pelajaran sore merupakan jam pelajaran tambahan.
Pada semester pertama tahun ajaran ini (1439-1440/2018-2019), pelajaran sore dimulai secara resmi oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal pada acara Pengarahan Pengajar Pelajaran Sore yang diadakan Kamis lalu (5/7) di BPPM. Seluruh guru dan siswa kelas 6 yang mendapatkan tugas tambahan mengajar pada sore hari diwajibkan untuk hadir pada acara tersebut.
Adapun jumlah pengajar dari kelas 6 adalah 203 orang. Sedangkan jumlah pengajar dari asatidz adalah 208 orang. Maka, total pengajar pelajaran sore pada semester ini adalah 411 orang. Sand88

Santri Pilih Ketua Konsulat Baru

0

GONTOR—Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Begitulah prinsip Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam mendidik para santrinya untuk belajar berorganisasi. Seluruhnya harus siap untuk menjadi pengurus menggantikan pendahulunya. Hal ini disebabkan Gontor ingin memberikan pengalaman kepada para santri dalam mengasah jiwa kepemimpinannya, sebagaimana visi PMDG adalah sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader-kader pemimpin umat.

Maka, pada hari Ahad (1/7) PMDG mengadakan pemilihan Ketua Konsulat periode 2018-2019. Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini, diselenggarakan oleh 37 konsulat yang ada di PMDG.. Acara pemilihan diadakan di beberapa ruang kelas. Seluruh santri terlibat dalam kegiatan ini.

Teknis pelaksanaan pemilihan ini dengan cara pemungutan suara seluruh aggota konsulat. Para kandidat ketua konsulat adalah mereka yang duduk di kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI). Kandidat yang memperoleh suara terbanyak akan diserahkan namanya kepada Pengasuhan Santri untuk selanjutnya disahkan oleh Bapak Pimpinan PMDG.

Sebagaimana yang telah berjalan selama bertahun-tahun, organisasi Konsulat merupakan tempat berkumpulnya para santri yang berasal dari satu kawasan. Melalui pengurus dan pembimbing Konsulat para anggota akan digerakkan dalam berbagai macam kegiatan. Lebih khusus lagi, Konsulat biasa mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perpulangan santri, baik ketika ke kampung halaman masing-masing, maupun saat kembali ke Pondok.brada

 

Pengarahan Pelajaran Jam Ke 7 ( Disiplin Dalam Membagi Waktu Belajar)

0

Mantingan, Rabu (11/7). Seluruh santriwati kelas enam dan ustadzah berkumpul di aula pertemuan untuk pengarahan pelajaran jam ke 7. Dengan diaktifkan kembali pelajaran sore oleh Bapak  Wakil Pengasuh Darussalam Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz KH. Umar Said Wijaya S.Ag, pertanda aktifitas dipondok sudah berjalan dengan stabil kembali. Kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc M.A beliau berkata “tidak ada kata lelah dalam belajar”

DSC_2862

Jam pelajaran sore dimulai dari jam 13.45 – 14.45 WIB. Kelas 3 Intensif dan kelas 4 diajar oleh ustadzah dan yang lainnya oleh santriwati kelas 6. Pelajaran dalam jam pelajaran ke 7 juga diujikan dalam pelajaran pagi, agar santriwati lebih bisa membagi waktu mereka dalam belajar. Di dalam pelajaran sore kelas 6 diajarkan untuk bagaimana cara mengajar yang benar dan berlatih mental untuk berbicara didepan orang banyak, agar  santriwati lebih banyak mendapatkan ilmu, pengalaman dan keikhlasan dalam belajar.fani

DSC_2906

 

Pernikahan Kader, “Istri Pertama Kader Adalah Pondok”

0

Jabung–“An-nikahu sunnati, faman roghiba ‘an sunnati falaisa minni” Rasulullah SAW bersabda: Menikah adalah sunnahku. Barang siapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan golonganku. Kali ini, salah seorang kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Al-Ustadz Moh. Alwi Yusron resmi menikah dengan salah seorang alumni PMDG Kampus Putri Al-Ustadzah Tistigar Sansayto, gadis desa Jabung, Ponorogo yang bertempat tinggal tidak jauh dari kediaman Al-Ustadz Moh. Alwi Yusron di desa Bajang. Keduanya adalah dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Universitas Darussalam Gontor.

Penyerahan Mahar saat Akad Nikah.
Mempelai Putra Al-Ustadz Moh. Alwi Yusron menyerahkan mahar nikah kepada sang istri saat Akad Nikah.

Pernikahan kader diawali dengan pelaksanakan akad nikah pada hari Kamis malam (5/7) di kediaman mempelai wanita, kemudian dilanjutkan dengan Walimatu-l-‘Ursy pada hari Sabtu pagi (7/7) dan Senin sore (9/7) di kediaman mempelai pria dan wanita secara bergantian. Dengan dihadiri oleh Bapak Pimpinan PMDG KH. Syamsul Hadi Abdan, beberapa bapak guru KMI, keluarga kedua mempelai, sanak saudara dan masyarakat sekitar acara ini berjalan dengan lancar hingga usainya rentetan acara pernikahan.

“Kader Pondok adalah kekuatan inti Pondok Modern Darussalam Gontor, maka jangan sampai setelah menikah ini kamu menduakan istrimu yang pertama dengan lebih mementingkan istrimu yang kedua. Siapakah istrimu yang pertama? Istrimu yang pertama adalah Pondok. Sebagai istri kader pondok, haruslah selalu mendukung dan ikut berjuang memajukan Pondok ini”. Tutur KH. Syamsul Hadi Abdan saat berpidato pada acara Walimatu-l-‘Ursy. rukh

Gontor Putri Kampus 2 Adakan Sterilisasi Pondok

0

Tepat pukul 14.00 WIB  10 Juli 2018, Gontor Putri Kampus  2 mengadakan gotong royong guna mensterilkan  pondok. Acara ini diadakan menimbang akan adanya cuaca yang kurang stabil, selain itu juga dalam rangka memperingati acara besar Gontor Putri Kampus 2 yang akan diadakan pada hari Jum’at, yaitu Pekan Olahraga dan Seni.

DSC_2321Seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 2 dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 terlihat sibuk dengan alat-alat kebersihannya. Dibawah bimbingan Pengurus kamar dari kelas 5, bahkan pembimbing kamarpun terjun langsung adalam acara bersih lingkungan ini, yang terdiri dari asaatidz dan Ustadzaat.

Terik matahari mereka hiraukan dengan wajah semangat tampak pada raut muka mereka.Tempat-tempat yang jarang terjamahpun dibersihkan bersama, diantaranya Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 2, taman depan kelas dan juga selokan disekitar tempat belajar di Jalan Nusantara. Sehingga Pondok seakan tersihir seketika menjadi bersih tanpa terlihat sampah sedikitpun.

Kegiatan gotong royong ini dengan harapan agar santriwati senantiasa hidup sehat dan terbiasa akan gotong royong serta mendapatkan pendidikan akan hal kebersihan. Erwin

Haflah Wuddiah

0

Mantingan- Pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang menekankan unsur-unsur utama masjid sebagai sentral miliu yang menjiwai dan pusat kegiatan, keteladanan figuritas, kyai dalam segala hal, pembinaaan hidup berasrama dengan mengandalkan penciptaan miliu yang edukatif serta kegiatan komprehensif baik akademis maupun non akademis. Dan salah satunya adalah kegiatan Haflah Wuddiah.

kegiatan kemasyarakatan
Suasana Haflah Wuddiah

Haflah Wuddiah adalah salah satu rentetan acara pondok yang dilaksanakan di Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1 di lingkungan rayon, sebagai langkah awal perjalanan para santriwati Gontor Putri untuk saling mengenal satu sama lain demi menciptakan suatu dinamika bermasyarakat antar sesama dan mengembangkan kreativitas dan potensi santriwati.

Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis 14 Syawwal 1439 H/28 Juni 2018 – Kamis, 21 Syawwal 1439 H/5 Juli 2018 M bagi santriwati lama. Sedangkan bagi santriwati baru haflah wuddiah dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Syawwal 1439 H/7 Juli 2018 M – Senin, 25 Syawwal 1439 H/9 Juli 2018.

Bagi santriwati lama haflah wuddiyyah diikuti oleh santriwati mulai dari kelas 2 sampai kelas 5 KMI sedangkan bagi santriwati baru diikuti oleh santriwati kelas 1, 1 Int dan kelas 5.

Acara ini berlangsung dengan meriah dan kebersamaan mengiringi setiap perlombaan yang diikuti oleh santriwati yang mana menciptakan adanya interaksi dan komunikasi satu sama lain. Berbagai perlombaan diadakan pada acara ini antara lain : Tebak kata dalam bahasa Inggris dan Arab, lomba pidato, puisi, cerdas cermat dan lain sebagainya, semua ini tidak terlepas dari unsur pendidikan karena apa yang dilihat santriwati, yang dirasakan dan yang didengar adalah pendidikan. Pendidikan di Pondok Modern Gontor Putri memberikan bekal untuk kehidupan yang aplikatif, keteladanan yang baik, miliu yang kondusif, pembiasaan disiplin dengan aktifitas yang padat akan menjadi sumber inspirasi ketika kita kembali ke masyarakat kelak.

Tanda hidup adalah bergerak, tumbuh dan berkembang, tak bergerak, tak tumbuh dan dinamakan mati. Santriwati di Gontor dikenal selalu dinamis mengembangkan modal dan bekal pendidikan yang didapatkan di Gontor untuk mengarungi perjuangan hidup salah satunya melalui acara Haflah Wuddiah ini . Fina K

2.705 Santriwati Baru, Siap Berkiprah di Ranah Gontor

0
Calon Pelajar
Yudisium Calon Pelajar Gontor Putri 1

Mantingan– Hari yang ditunggu calon pelajar pun tiba. Tepat pada tanggal 03 Juli 2018, di Gontor Putri Kampus 1, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur diadakan Yudisium Kelulusan Calon Pelajar. Acara yang dibuka oleh Bapak-Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor; KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan, beserta para guru-guru lainnya. Moment ini sangat menegangkan bagi para calon pelajar, karena ini adalah hari ditentukannya siapa yang berhak lulus menjadi santriwati Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiah.

Dari total keseluruhan calon pelajar putri sebanyak 3.149 anak, calon pelajar yang dinyatakan lulus sebanyak 2.705 anak yang ditempatkan ke empat kampus Gontor Putri, yaitu Gontor Putri Kampus 1 dan 2 di Mantingan, Gontor Putri Kampus 3 di Karangbanyu dan Gontor Putri Kampus 5 di Kandangan, Kediri dengan perincian sebagai berikut.

Gontor Putri Kampus 1 816 anak
Gontor Putri Kampus 2 566 anak
Gontor Putri Kampus 3 592 anak
Gontor Putri Kampus 5 431 anak
Tidak Lulus 740 anak
Mengundurkan Diri 4 anak
Yudisium Calon Pelajar
Pembacaan Hasil Pengumuman Ujian Masuk KMI

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, dalam pidatonya memperkenalkan Gontor kepada calon santriwati dan walinya, serta tentang pesantren putri agar tidak terjadi kesalahpahaman, “Mengerti tentang Pondok lebih penting dari pada pengumuman. Pengumuman bisa diundur atau tidak jadi kalau tidak mengerti apa itu Pondok Modern Darussalam Gontor. Yang penting bukan pengumuman, yang penting tahu dulu apa itu Gontor. Pondok Modern Darussalam Gontor itu apa, ke mana, dan bagaimana, maka jangan memikirkan pengumuman. Pengumuman bisa jadi bisa tidak kalau tidak dimengerti  apa itu pondok terlebih dahulu.”

Al-Ustadz Masyhudi Subari, M.A., selaku Direktur KMI Gontor, bersyukur atas lancarnya kegiatan pendaftaran calon pelajar, “Hari ini alhamdulillah rangkaian proses pendaftaran calon pelajar putri di kampus putri, semua rentetan acara proses itu bisa kita laksanakan dan tidak ada kejadian yang mengecewakan bagi kita seluruhnya.”. Nisa

Kandidat Ketua DEMA 2019 Ikuti Dialog 5 Besar

0

Patah Tumbuh Hilang Berganti , itulah falsafah Pondok Modern yang kita pegang teguh sampai saat ini, dengan berasaskan falsafah pondok siap memimpin dan siap dipimpin dan Dengan Berakhirnya masa jabatan Dewan Mahasiswi 2018, maka Dewan Mahasiswi Gontor Putri kampus 2 Mengadakan Dialog 5 Besar kandidat  Ketua DEMA, para kandidat berasal dari mahasiswi UNIDA Semester VII, yaitu Ustadzah Erva Dewi Arqomi Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadzah Mega Arina Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadzah Halimatul Munawwiroh Fakultas Syari’ah, Al-Ustadzah Mery Faisraharja, Al-Ustadzah Anik Agustin Fakultas Ushuluddin.

Para kandidat  berorasi dan mengemukakan visi dan misinya untuk menjadi ketua dema, dan menjawab beberapa pertanyan yang berkaitan dengan keorganisasian DEMA yang diberikan oleh panitia. Setelah selesai dialog dan tanya jawab maka acara ini dilanjutkan dengan pemilihan calon ketua dengan cara mencontreng foto salah satu calon ketua, seluruh asatidz dan ustadzaat ikut berpartisipasi dalam pemilihan ini. Acara ini diadakan pada Hari Kamis (9/8) di Halaman Gedung istambul Gontor Putri kampus 2, yang bertugas sebagai panitia dalam acara ini adalah mahasiswi UNIDA semester 5. Acara ini berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan berfoto bersama seluruh mahasiswi UNIDA.

DSC_5409
Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc memilih 2 diantara 5 kandidat

DEMA adalah organisasi yang mengurus semua kegiatan mahasiswa, baik yang akademis, maupun non akademis oleh karena itu diperlukan regenerasi dalam organisasi ini. Demikianlah sistem kaderisasi yang terus berjalan di Gontor dengan maksud supaya tongkat estafet kepemimpinan atau kepengurusan setiap organisasi tidak berhenti begitu saja setelah adanya pergantian kepengurusan.VIRNI