Home Blog Page 324

Klub Sepakbola Darma Jaya FC Adakan Reuni Akbar di Aula Wisma Darussalam Gontor

0

GONTOR – Pada hari Jum’at (30/3) siang, klub sepakbola Darma Jaya FC mengadakan reuni akbar lintas marhalah seluruh anggota klub tersebut. Acara reuni yang turut mengundang kehadiran Bapak Pimpinan itu dilaksanakan di Aula Wisma Darussalam, Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.

Perlu diketahui bahwa Darma Jaya FC merupakan salah satu dari 4 klub besar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), lainnya ada Darussalam FC, New Putra Remaja FC, dan Meteor Kilat FC. Akan tetapi jika dibandingkan dengan yang lainnya, klub inilah yang terbilang paling muda berdiri pada tahun 1973, yang didirikan oleh putra terbaik PMDG juga yaitu Al-Ustadz Ahmad Bisyri pada waktu itu.

DSC_0622Berkesempatan hadir pada reuni kali ini adalah Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, yang selanjutnya menyampaikan beberapa pesan dan nasehat untuk para peserta reuni yang hadir siang hari itu. “Bahwa yang terselenggarakan pada saat ini merupakan kesempatan bersilaturahim antara saya dan kamu, guru dengan murid, Kiai dengan santri nya. Maka ini baik, jangan sampai tidak diambil hikmahnya.” Pesan beliau dalam tausyiahnya.

Selepas menghadiri acara tersebut, Kiai Hasan sekalian langsung berangkat menuju Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Mantingan, Ngawi guna menghadiri sekaligus mengisi acara peringatan Persemar pada malam harinya.biibmufassir

Kiai Hasan Hadiri Acara Reuni Akbar Alumni PP. Al-Mawaddah di TMII, Jakarta

0

JAKARTA – Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal bersama Ibu berkesempatan menghadiri acara Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Anjungan Provinsi Lampung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada hari Ahad (25/3) pagi.

Acara tersebut merupakan reuni atau perkumpulan seluruh alumni PP. Al-Mawaddah dari seluruh angkatan yang sudah lulus setiap tahunnya, dari mulai angkatan pertama sampai dengan yang baru lulus tahun kemarin dari Pondok tersebut.

Sama seperti tahun kemarin, Kiai Hasan menyempatkan diri untuk menyampaikan tausyiah berisi pesan dan nasehat kepada seluruh peserta reuni tersebut dalam menyikapi banyak nya tantangan dan perkembangan yang terjadi dewasa ini. “Saat ini, sekarang ini, yang harus ditanamkan pada diri kita masing-masing adalah bagaimana kita hidup itu untuk menyatakan kebenaran, bukan untuk hanya membenarkan kenyataan.” Ujar beliau dalam pesannya.

Dalam kesempatan itupun beliau menyatakan kepada khalayak alumni yang hadir agar ketika saat ini sudah menjadi alumni untuk tidak sama sekali melupakan Pondok-mu, jika sempat atau ada waktu luang maka kunjungilah Pondok-mu, lihat dan cermatilah segala apa yang baru berkembang dan do’akanlah.

Usai menghadiri acara reuni tersebut, beliau dan rombongan dengan segera bertolak dari Jakarta menuju Jambi untuk menghadiri acara peringatan Persemar di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 12, Tanjungjabung Timur, Jambi keesokan harinya. biibmufassir

Pimpinan PMDG Tugaskan Al-Ustadz H. Syarif Abadi Mengisi Acara Persemar di PMDG Kampus 10 dan 9

0

ACEH BESAR, KALIANDA – Ahad (25/3) Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menugaskan Al-Ustadz H. Syarif Abadi untuk mengisi acara Peringatan Sembilan Belas Maret (Persemar) di PMDG Kampus 10 Aceh Besar dan PMDG Kampus 9 Kalianda, Lampung Selatan. Beliau adalah salah satu saksi Peristiwa Sembilan Belas Maret di Gontor yang terjadi pada tahun 1967. Saat itu, Ustadz Syarif duduk di bangku kelas 2 KMI dan beliau tahu persis terkait beberapa kejadian yang menimpa Pondok Modern Gontor kala itu.  Dalam keberangkatan ke Kampus kampus tersebut, beliau juga didampingi oleh Al-Ustadz H. Sutrisno Ahmad, selaku wakil Direktur KMI.

Al-Ustadz H. Syarif Abadi sangat antusias menceritakan Peristiwa Sembilan Belas Maret di depan seluruh santri dan guru PMDG Kampus 10, Aceh.
Al-Ustadz H. Syarif Abadi sangat antusias menceritakan Peristiwa Sembilan Belas Maret di depan seluruh santri dan guru PMDG Kampus 10, Aceh.

Pada hari Selasa (27/3) dimulainya acara Persemar di PMDG Kampus 10, Aceh Besar. Pada saat itu, Ustadz Syarif mengisi acara di depan 103 santri dan 14 guru. Di dalam momen tersebut, beliau menyampaikan beberapa kisah dan kejadian persemar di Gontor kala itu, lain dari pada itu, Al-Ustadz Sutrisno Ahmad juga membacakan buku diktat Persemar yang menjadi bahan pokok dalam persistiwa itu. Usai beberapa bab yang sudah dibaca oleh beliau, kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadz Husni Kamil Jaelani, selaku wakil Pengasuh PMDG Kampus 10, Aceh. Sesusai itu, acara berlangsung khidmat dan santripun sangat antusias telah mengikuti acara yang amat sangat penting ini.

Usai dari PMDG Kampus 10, Aceh. Al-Ustadz H. Syarif Abadi beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke PMDG Kampus 9 Kalianda, Lampung Selatan. Saat itu, rombongan disambut hangat oleh Al-Ustadz Hariyanto Abdul Jalal, beliau adalah wakil pengasuh PMDG Kampus 9 dan sebelumnya beliau diamanatkan untuk menjadi wakil pengasuh di PMDG Kampus 3, Kediri. Tepat pada hari Sabtu (31/3) acara Persemar di PMDG Kampus 9 dilaksanakan di Gedung Pertemuan. Diikuti oleh 559 santri dan 79 guru. Saat acara, Ustadz Syarif juga menyampaikan tentang apa yang sudah beliau alami ketika tahun 67 silam.

Selain itu, rombongan juga menyempatkan untuk berkunjung ke PMDG Kampus 8, Labuhan Ratu, Lampung Timur. Al-Ustadz Abdullah Syukron selaku Wakil Pengasuh juga mendampingi rombongan untuk keliling kampus dan meninjau keadaan di pondok tersebut.*Akhifuad

Kiai Masykur Isi Peringantan Persemar Di PMDG Kampus 5

0

BANYUWANGI–Peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar) 1967 wajib diadakan di seluruh kampus Gontor, baik di dalam Jawa maupun luar Jawa. Menanggapi instruksi ini, PMDG Kampus 5 Darul Muttaqin, Banyuwangi mengadakan peringatan Persemar pada Sabtu (31/3). Peringatan ini dihadiri oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. dan Wakil Pengasuh PMDG Kampus 5, H. Syuja’i, M.A., serta seluruh santri dan asatidz Kampus 5. Selain asatidz senior Gontor, pada peringatan kali ini hadir Pimpinan PP. Baitul Arqom, Jember, K.H. Masykur Abdul Mu’id. Beliau adalah salah satu saksi hidup kejadian keji itu, saat itu beliau duduk di Kelas 6 (bersama Kiai Akrim Mariyat).

Acara dimulai pukul 07.00 WIB, diawali dengan sambutan hangat Al-Ustadz Syuja’i selaku wakil pengasuh dan dilanjutkan dengan acara inti yang disampaikan oleh Kiai Masykur. Lalu berlanjut ke pembacaan naskah kisah Persemar yang dibawakan oleh Al-Ustadz Hidayatullah dan beberapa guru-guru senior lainnya secara bergantian. Acara Peringatan ini selesai pukul 12.00 WIB, dan dilanjutkan dengan sesi perfotoan bersama seluruh guru-guru PMDG Kampus 5 di depan Masjid.

Seusai acara rombongan Al-Ustadz Hidayatullah langsung melanjutkan perjalanan ke Malang dan menyempatkan bersilaturahim ke PP Baitul Arqom Jember, berkeliling melihat suasana gedung dan santri-santri di sana. Muis

Ciptakan Suasana Belajar Yang Kondusif, Gontor Nonaktifkan Kegiatan Ektrakulikuler

0

DARUSSALAM–Al Ma’hadu laa yanaamu abadan. Seiring dengan semakin dekatnya ujian semester kedua di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), dan demi menciptakan suasana belajar yang kondusif, dinonaktifkanlah kegiatan-kegiatan yang bersifat ektrakulikuler, seperti latihan pidato, pelajaran sore, dan kegiatan kepramukaan.

Tepat pada Kamis (29/3) siang di depan BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern), para adika pramuka mengikuti ujian tulis yang diadakan oleh para pengurus Koordinator Gerakan Pramuka. Ujian tersebut diadakan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan dan keseriusan para santri dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

Setelah selesainya ujian tersebut, para adika dan pembina pramuka mengikuti upacara penutupan yang diadakan di depan BPPM, sekaligus pengumuman hasil kegiatan kepramukaan selama setengah tahun ini.

Selain kepramukaan, kegiatan ektrakulikuler lainnya juga dinonaktifkan, seperti latihan pidato yang ditutup pada kamis malamnya, dengan ujian praktek berpidato di setiap ruangan latihan pidato yang telah ditentukan oleh Bagian Pengajaran.

K.H. Hasan Abdullah Sahal
K.H. Hasan Abdullah Sahal

Dan juga kegiatan bahasa yang ditutup pada hari Jum’at pagi, (30/3) yang ditutup langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal.

“اللغة تاج المعهد, ولاتخف لنطق العربية لان اللغة العربية لغة مهمة”

“Bahasa adalah mahkota pondok ini, dan Jangan takut menggunakan Bahasa arab, karena Bahasa Arab adalah Bahasa yang penting”. Ujar beliau dalam sambutannya.

Dengan telah dinonaktifkannya seluruh kegiatan ekstrakurikuler ini, diharapkan para santri lebih fokus dalam menyiapkan diri untuk menghadapi ujian semester kedua. Muis

Kiai Hasan dan 2 Kata Tanya

0
Mantingan-K.H. Hasan Abdullah Sahal kembali hadir di PMDG Putri Kampus 1, Mantingan. Kehadiran beliau kali ini (Jum’at malam, 30/3) untuk menyampaikan kuliah singkat mengenai pentingnya Peristiwa 19 Maret 1967, sejarah kelam bagi Gontor.
Dalam kuliah singkat tersebut, Kiai Hasan sangat menegaskan pentingnya pengetahuan mengenai kejadian tersebut bagi para santriwati, agar selanjutnya tidak akan terjadi kembali peristiwa serupa. “Mengapa dan untuk apa?” Beliau mengawali kuliah dengan 2 kata tanya. Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah banyaknya orang yang salah dalam menjawab pertanyaan yang diawali kata tanya tersebut, ketika mereka ditanya “mengapa?” jawabannya “untuk…” (seharusnya “karena…”) atau ketika ditanya “untuk apa?” Jawabannya “karena…” (seharusnya “untuk…”) dsb.
Agenda tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar PMDG Putri Kampus 1, mulai dari Wakil Pengasuh, seluruh guru dan santriwati, hingga para istri guru senior, bertempat di Aula Pertemuan PMDG Putri Kampus 1.
Mengapa kejadian harus diperingati? Untuk apa? Karena ditakutkan peristiwa tersebut terlupakan dsb, untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali. Adapun salah satu sebab utama terjadinya Persemar, karena pada saat itu, santri, guru, pembantu tidak tahu posisinya, merasa berjasa, kuat, lupa bahwasanya semua amanat hanyalah pinjaman, dsb.
“…cerdaskanlah dirimu, pandai-pandaikanlah dirimu, perkuatlah pendiriannya, jati dirimu, siap-siaplah kamu menghadapi kekecewaan, siap-siaplah kamu untuk tidak berhasil dalam berusaha, siaplah kamu untuk mendapatkan apa yang tidak kau sukai…” ujar Kiai Hasan.
Dalam hidup ini, kita harus selalu membekali diri dengan sebaik-baiknya, karena akan ada banya tantangan dan cobaan, kadang pula kenyataan yang tidak diinginkan, namun kita semua harus siap menghadapi semua itu. sand88

Penutupan Kegiatan Bahasa: Fokuskan Santri Hadapi Ujian

0
Gontor-“al-lughatu tajul ma’had”, terdengar tidak asing bagi segenap santri Gontor. Semboyan tersebut menjiwai santri untuk selalu berbahasa resmi, yaitu Arab dan Inggris. Kegiatan bahasa di Gontor pada tahun ini berjalan dengan lancar, kelancaran tersebut ditandai dengan adanya berbagai peningkatan: disiplin, metode, maupun sarana.
Menjelang datangnya Ujian Semester Kedua Tahun Ajaran 1438-1439/2017-2018, semua rentetan kegiatan kebahasaan dinonaktifkan untuk sementara waktu, dengan demikian bukan berarti disiplin berbahasa akan dinonaktifkan pula, disiplin berbahasa akan terus dijalankan selamanya.
Kegiatan bahasa pada semester kedua resmi ditutup sementara pada Jum’at pagi (30/3) oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal. Penutupan kegiatan bahasa ini dihadiri oleh seluruh santri PMDG dan beberapa guru senior pembimbing bahasa, bertempat di depan BPPM.
Sebelum menutup, Kiai Hasan memberikan kuliah singkat mengenai pentingnya menguasai bahasa Arab dan Inggris. Salah satu poin penting dalam kuliah singkat tersebut beliau mengatakan bahwa tidak bisa seseorang dikatakan ulama apabila belum menguasai bahasa Arab, dan begitu pula sebaliknya. Apabila ada seseorang yang mengaku dirinya sebagai ulama namun ternyata tidak mampu atau menguasai bahasa Arab, maka dia termasuk ulama palsu.
Penutupan kegiatan bahasa bukan berarti memberi kekosongan bagi segenap santri, namun itu merupakan sarana atau strategi pondok untuk memfokuskan para santrinya mempersiapkan diri menghadapi ujian semester kedua. sand88

Kiai Amal: Terimakasih Darul Qiyam

0

MAGELANG—Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., mengisi pidato Peringatan Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 6, Darul Qiyam, Magelang. Kunjungan ini merupakan kali yang kedua bagi beliau pada tahun ini. Pertama, Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy’ (KA) dan kedua Persemar, Sabtu (31/3).

Persemar di PMDG Kampus 6 ini berlangsung selama 4 jam, pada waktu istirahat, Kiai Amal meminta untuk diputarkan musik, lalu ditayangkan beberapa video klip yang memukau para santri, diantaranya: Mars of Darul Qiyam, Persahabatan Ilahi, Kampung Damai, dan Perjalanan Abadi. Seluruh santri dan asatidz terlihat menikmati lagu-lagu yang diputar, Kiai Amal pun merasakan senang dan bangga dengan penampilan yang disajikan “Saya berterimakasih kepada Darul Qiyam, kemarin KA luar biasa, video klip juga tidak kalah dengan Gontor Pusat, yang seperti inilah yang harus ditingkatkan” tutur Kiai Amal.

Rasa bangga Kiai Amal terhadap Pondok Darul Qiyam ini menghadirkan suatu dorongan motivasi bagi seluruh santri yang hadir. “Kita meniru Magelang, karena memang patut ditiru, ketika KA main musiknya di lapangan, ditampilkan lah di Unida, itu diawali dengan ziarah kita ke Magelang, Inspirasinya datang dari Darul Qiyam” ujar Kiai Amal.

Sebelum menutup acara, Kiai Amal berdoa, semoga dengan acara ini, kita mampu mengambil i’tibar dan pelajaran, semoga tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini “Seluruh permasalahan harus ada musyawarah dan penyelesaian yang baik” tegas Kiai Amal. Rakafadel

K.H. Akrim Mariyat: “Musuh Yang Paling Berbahaya ialah Orang Yang Kau Percaya.”

0

RIAU—Hari-hari ini, keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sedang memperingati sebuah momentum penting dalam perjalanan sejarah PMDG. Peristiwa 19 Maret 1967 yang dikenal dengan istilah PERSEMAR menjadi sebuah pengalaman pahit bagi pihak internal PMDG. Setelah diperingati di PMDG Kampus Pusat di Ponorogo pada hari Senin (19/3), peristiwa itu juga diperingati di kampus-kampus yang lain baik di dalam maupun di luar Jawa.

Pada hari Senin (26/3), PMDG Putri Kampus 7 menyelenggarakan peringatan peristiwa kelam itu. Acara diselenggarakan pada pukul 08.00 WIB di lapangan Basket PMDG Putri Kampus 7. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Ketua 1 Badan Wakaf, diutus oleh Pimpinan PMDG untuk menjadi pemateri dalam peringatan tersebut. Beliau adalah salah satu saksi hidup Persemar, dimana pada tahun itu beliau duduk di kelas 6 KMI.

K.H. Akrim Mariyat sedang menjelaskan tentang isi Persemar kepada para santriwati
K.H. Akrim Mariyat sedang menjelaskan tentang isi Persemar kepada para santriwati

Dalam pidatonya, beliau banyak menceritakan tentang mencekamnya suasana pondok pada masa-masa itu, dimana banyak santri yang melakukan demonstrasi dengan kata-kata kotor dan fitnah terhadap Pengasuh Pondok Modern. Peristiwa yang sangat memalukan bagi Pondok Modern khususnya, dan bagi seluruh umat Islam pada umumnya. Yang paling menyedihkan, justru yang menjadi penggerak peristiwa itu merupakan orang yang diberikan kepercayaan oleh Pengasuh Pondok Modern. Maka, K.H. Akrim Mariyat mengingatkan kepada para hadirin dengan potongan bait,

“أعدى عدوك أدنى من وثقت به”

Artinya, “Musuh yang paling berbahaya adalah orang yang paling kamu percaya.”

Setelah dari PMDG Putri Kampus 7, rombongan menuju ke PMDG Kampus 14 di Siak, Riau. Pada hari berikutnya, Selasa (24/3) K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. kembali menjadi pemateri dalam acara yang sama. Setelah menghadiri rentetan acara di Riau, rombongan langsung menuju ke PMDG Kampus 7 Konawe Selatan. K.H. Akrim Mariyat kembali menjadi pemateri dalam peringatan PERSEMAR pada hari Sabtu (31/3). Beginilah salah satu cara PMDG untuk mempertahankan nilai-nilai yang ada, agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kembali. Semoga Gontor terus berdiri tegak dengan nilai-nilai luhurnya, untuk mencetak kader-kader pemimpin umat di masa yang akan dating.brada

 

Peringatan Persemar di PMDG Kampus 6 Berjalan Lancar

0

MAGELANG–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar Peringatan Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar) di PMDG Kampus 6 Magelang, Sabtu (31/3). Acara berlangsung dari pukul 07.00–10.30; dihadiri langsung oleh salah satu saksi hidup Persemar, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan didampingi oleh Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.LS  .

Di awal acara, Al-Ustadz Sunanto WR, M.A. Wakil Pengasuh PMDG Kampus 6 menyampaikan rasa syukur yang sangat dengan kehadiran Rektor Universitas Darussalam, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.  serta Ketua Dekan Ushuluddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.Ls. di PMDG Kampus 6 Darul Qiyam ini. “Alhamdulillah, bersyukur pondok kita dihadiri oleh Kiai kita, guru kita, ayah kita, keluarga kita” tutur Al-Ustadz Sunanto.

Al-Ustadz Syamsul menyampaikan Bab I dan Bab II mengenai “Usaha mengambil alih Pimpinan atau menghancurkan Pondok Modern Gontor” dan “Maklumat Pimpinan” serta Pokok-Pokok Pidato K.H. Imam Zarkasyi di akhir acara, lalu Al-Ustadz Sunanto membaca Bab III tentang “Keputusan Mukernas dan Upgrading Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM)” dan Al-Ustadz Nur Hasyim, Lc. Tentang pernyataan para tokoh Nasional mengenai Persemar 1967.

Persemar kali ini diikuti oleh 1204 santri dan 140 guru, mereka tampak khidmat dalam menyimak seluruh penjelasan tentang persemar dari salah satu putra Trimurti, K.H. Imam Zarkasyi, yaitu Kiai Amal. Ia menjelaskan seluruh peristiwa dengan jelas. Seusai acara, rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Rakafadel