Home Blog Page 34

Hari Pertama GMBC, Peserta Tampil Apik dan Bersemangat

0

GONTOR-Para santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berdatangan di depan Masjid Atiq pada hari pertama Gontor Marching Band Competition (GMBC) untuk menyaksikan secara langsung penampilan individual percussion dan individual brass yang ditampilkan oleh para peserta dari seluruh pesantren di Indonesia dalam kompetisi penuh semangat dan kreativitas.  

Kompetisi ketat dengan juri yang berkompeten membuat seluruh peserta GMBC 2025 berlatih keras untuk bisa bersaing dengan kontingen lain.

“Berbagai latihan yang kita lakukan mulai pagi, siang, hingga malam, akan tetapi, di samping latihan yang begitu menguras tenaga, kita juga selalu memperhatikan kesehatan para anggota dengan menjadwal latihan agar istirahat dapat teratur dengan baik,” ujar salah satu pelatih kontingen PMDG Kampus 7 Kalianda, Lampung, Al-Ustadz Nursyahid.

Sehabis shalat Dzuhur, suasana di depan Masjid Atiq dipenuhi semangat dan antusiasme. Sorakan penonton menggema saat penampilan ketujuh dari PMDG kampus 5 Darul Qiyam yang membuka sesi dengan pertunjukan bertema “Sholawat Nabi Muhammad”. Mereka sukses menampilkan musik elegan beralunan indah, serta permainan perkusi dan juga brass yang tak kalah mencuri perhatian.

Selain perlombaan individual brass yang digelar di depan Masjid Atiq, perlombaan juga digelar di Lapangan Hijau PMDG. Individual percussion merupakan perlombaan yang dimainkan satu orang dari setiap kontingen dengan salah satu alat perkusi seperti senar, tenor, bass, dan qwintom.

Kontingen Pondok Pesantren As-Salam tampil solid dengan alat qwintom yang dipukul oleh salah satu peserta dengan memadukan antara kecepatan dan ketepatan pukulan. Aksi tersebut membuat para penonton di sekitar lokasi terpukau.

“Bagus banget, excited untuk acara GMBC pada Peringatan 100 Tahun PMDG ini, (acara ini) dikemas dengan apik dan suasananya berbeda dengan yang lain” ujar salah satu pelatih kontingen Pondok Pesantern As-Salam, Al-Ustadz Allegra.

“Mungkin setiap kontingen ingin menjadi juara, yang penting dalam perlombaan ini adalah teman yang baru dan pengalaman yang baru,” ujar salah satu juri, menjelaskan tujuan utama dari perlombaan yang diselenggarakan pada siang hari ini, Selasa (16/09).

Di bawah naungan tenda yang teduh, atsmosfer keseruan perlombaan tak kurang sedikitpun. Para santri duduk di kursi yang telah disediakan sambil menikmati aneka jajanan yang tersedia di stan-stan terdekat.

Sementara di belakang penonton, para peserta kontingen berlatih bersama pendampingnya, mempersiapkan penampilan solo yang akan segera mereka tampilkan. Mereka semua bersemangat, tidak sabar memukau para penonton dengan ketukan irama drum yang memanjakan telinga. Beberapa membawa qwintom, sebagian membawa senar dan tenor, sehingga suasana siang hari itu semakin berwarna.

(Berita : Faza, Keano, Foto : Wisnu, Fathur, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Nada Santri Berpadu, GMBC 2025 Resmi Dibuka di Gontor

Nyanyikan Lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, Menteri Pendidikan Ajak Pramuka WMSJ Menjadi Generasi Agile

Menteri Agama: WMSJ 2025 Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Bangsa

Nada Santri Berpadu, GMBC 2025 Resmi Dibuka di Gontor

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar seremoni pembukaan Gontor Marching Band Competition (GMBC) 2025 di Lapangan Hijau PMDG pada Selasa (16/9). Ajang ini menjadi salah satu rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor, sekaligus momentum untuk menegaskan peran seni sebagai bagian dari pendidikan pesantren.

Dengan mengusung moto “Nada Santri Berpadu dalam Harmoni, Menguatkan Ukhuwwah Islami”, GMBC menampilkan kreativitas, disiplin, dan kekuatan kebersamaan santri melalui marching band. Kompetisi ini juga dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas usia seabad Gontor serta sarana memperlihatkan eksistensi unit marching band di pesantren kepada masyarakat luas.

Ketua Panita Peringatan 100 Tahun Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, dalam sambutannya menegaskan bahwa GMBC adalah kompetisi marching band antar pesantren nasional pertama di Indonesia. “Di dalam marching band terkandung pendidikan disiplin, ketekunan, dan kebersamaan. Inilah bekal santri menghadapi tantangan nyata di masa depan,” ujarnya.

Sehat Kurniawan Saiman, presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC), menyebut GMBC telah memenuhi standar Asia bahkan dunia. “GMBC bisa menjadi pintu gerbang bagi marching band pesantren untuk mendunia,” katanya, seraya menekankan pentingnya wadah internasional bagi pengembangan marching band.

Pimpinan PMDG, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., menambahkan bahwa kehadiran Presiden AMBC dalam acara ini menjadi momen bersejarah. “Marching band bukan sekadar seni musik, tetapi juga sarana pendidikan yang menumbuhkan kebersamaan,” tuturnya.

Untuk menjaga kredibilitas, GMBC 2025 menjalin kerja sama strategis dengan World Marching Band Organization (WMBO), AMBC, dan Himpunan Orkes Barisan Indonesia (HOBI). Dengan standar internasional ini, Gontor berharap marching band pesantren dapat meraih pengakuan dunia.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Menteri Agama: WMSJ 2025 Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Bangsa

Buka WMSJ 2025, Ketua MPR RI: 15.333 Peserta Harus Jadi Penggerak Perdamaian Dunia

Opening WMSJ 2025 Malam Ini : 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

Gontor Gelar Pembukaan Semester Kedua, Tekankan Disiplin dan Pembaruan Niat

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali memulai aktivitas pendidikan dengan digelarnya pembukaan semester kedua tahun ajaran 1446-1447/2025-2026 pada Selasa (16/9). Acara tersebut dihadiri para Pimpinan PMDG, guru, dan seluruh santri. Dalam momen itu, para kiai menekankan pentingnya nilai-nilai dasar pendidikan PMDG, yakni disiplin, keikhlasan, serta pembaruan niat dalam menuntut ilmu.

Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh pengalaman liburan, baik kesan baik maupun buruk, hendaknya ditinggalkan. “Yang lalu biarlah berlalu. Kenangan-kenangan buruk jangan diingat, yang diingat sekarang adalah apa yang kamu hadapi saat ini,” ujar beliau. Menurutnya, masa lalu hanya menjadi pembanding dan penyemangat untuk melangkah lebih baik ke depan.

Beliau juga menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci sukses dalam pendidikan dan kehidupan. “Sunnatullah berdisiplin. Suksesnya segala usaha harus disiplin, waktunya, jalannya, caranya, alatnya,” kata Kiai Akrim. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kurikulum PMDG tidak terbatas pada pelajaran di kelas, melainkan mencakup seluruh aktivitas kehidupan pondok. “Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu,” tambah beliau.

Pimpinan PMDG, Kiai Akrim, berpidato di hadapan para santri. Beliau menekankan pentingnya disiplin dan pembaruan niat untuk menjalani pendidikan di pondok.

Kiai Akrim mengingatkan bahwa pondok hanyalah sarana, bukan penentu keberhasilan. Ia menegaskan bahwa pendidikan di PMDG mencakup tiga unsur utama; kepala (pengetahuan), tangan (keterampilan), dan hati (keikhlasan). “Pondok ini tidak menjamin kamu menjadi pandai, tetapi menyediakan sarana untuk menjadi pandai,” kata beliau.

Sementara itu, KH. Masyhudi Subari, M.A., berpesan agar para santri memperbarui niat mereka. “Perbarui niat kalian agar tetap semangat menuntut ilmu di pondok,” ucap beliau.

Dengan pesan-pesan tersebut, semester baru di PMDG diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk belajar lebih giat, hidup lebih disiplin, dan memaknai seluruh aktivitas pondok sebagai bagian dari proses pendidikan.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

PMDG Adakan Pembukaan Tahun Ajaran Baru

Pembukaan Semester Kedua, Lembaran Baru Dengan Niat yang Baru

Apel Pembukaan Tahun Ajaran Semester Kedua Awali Kegiatan Pendidikan

Nyanyikan Lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, Menteri Pendidikan Ajak Pramuka WMSJ Menjadi Generasi Agile

0

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed, dalam sambutannya pada Scout Wisdom Forum di ajang World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur (11/9), mengajak generasi muda Muslim untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat, tangguh, berkarakter, dan siap memimpin.

Dalam suasana penuh keakraban, Prof. Abdul Mu’ti bahkan mengajak peserta menyanyikan lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang” sebagai simbol kebersamaan. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pondok Modern Gontor yang dinilainya berperan penting dalam meletakkan dasar pendidikan pesantren modern di Indonesia.

“Saya bukan alumni Gontor, tetapi sebagai pendidik, praktisi, dan menteri, saya berterima kasih kepada Gontor yang telah melahirkan generasi dengan kepemimpinan kuat, akhlak mulia, ketakwaan, serta cinta tanah air, cinta damai, dan cinta sesama umat manusia,” ujarnya.

WMSJ adalah Jambore Pramuka Muslim Pertama di Dunia yang diselenggarkan pertama kali di Indonesia, dan diinisasi oleh Pondok Modern Gontor dalam momentum 100 tahun usianya. Diselenggarakan dari tanggal 9-14 September ini, WMSJ ini diikuti oleh 15.333 peserta. Tema kegiatan ini adalah: “We are Muslim—Civilized, United and Peaceful.”

Prof. Abdul Mu’ti menekankan bahwa kegiatan seperti WMSJ sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencetak generasi yang kuat, terutama di tengah fenomena yang ia sebut sebagai “generasi strawberry” — generasi yang kreatif dan menarik, tetapi mudah menyerah serta rapuh menghadapi tantangan.

“Strawberry memang indah dipandang, tetapi ketika terkena terik matahari, ia mudah layu. Begitu pula dengan anak muda yang rapuh, mudah sakit hati, dan gampang putus asa. Inilah yang disebut fragile generation,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan seperti WMSJ dapat menjadi jawaban untuk mengubah fragile generation (generasi yang rapuh) menjadi agile generation — generasi yang adaptif, tahan banting, dan mampu menghadapi perubahan zaman dengan percaya diri.

Dengan penuh harap, ia menegaskan bahwa WMSJ bukan hanya sekadar ajang perkemahan internasional, melainkan momentum kebangkitan pemuda Muslim dunia untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai perdamaian, toleransi, serta kepemimpinan berkarakter.

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Dokumentasi WMSJ 2025
Reviewer : Divisi Media WMSJ 2025

Related Articles :

Menteri Agama: WMSJ 2025 Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Bangsa

Buka WMSJ 2025, Ketua MPR RI: 15.333 Peserta Harus Jadi Penggerak Perdamaian Dunia

Opening WMSJ 2025 Malam Ini : 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

Menteri Agama: WMSJ 2025 Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Bangsa

0

JAKARTA– Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 yang berlangsung pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Menurutnya, WMSJ sebagai jambore pramuka Muslim pertama di dunia ini merupakan wadah penting untuk kaderisasi generasi penerus bangsa.

“Agenda ini pantas menjadi episentrum pengembangan generasi mendatang yang lebih baik. Selama lima hari, 15.333 peserta dari berbagai negara akan ditempa dalam kepemimpinan, kemandirian, dan kecakapan hidup di alam,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Cibubur (9/9).

Nasaruddin menegaskan, kegiatan seperti WMSJ dapat menjadi pengingat bahwa setiap peserta harus tumbuh sebagai Muslim yang kuat sekaligus amanah.

“Ini pengaderan umat yang luar biasa. Pemimpin masa depan harus al-qowiy (kuat) sekaligus al-amin (terpercaya). Keduanya harus berjalan beriringan,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Agama juga memberikan penghargaan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor yang berani berinovasi menggelar jambore internasional bertepatan dengan usia satu abad pesantren tersebut.

“Saya mengapresiasi Gontor yang dalam usianya ke-100 menghadirkan agenda internasional dengan melibatkan banyak negara. Ini sesuatu yang belum banyak dilakukan pihak lain,” tambahnya.

Senada dengan Menteri Agama, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyebut keberhasilan WMSJ 2025 sebagai kebanggaan sekaligus teladan. Ia menilai pelaksanaan WMSJ dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan pramuka lainnya, termasuk Jambore Nasional tahun depan.

“WMSJ adalah modal penting bagi kami di Kwarnas. Banyak hal baik yang bisa dipelajari untuk kepentingan bangsa dan generasi muda Indonesia,” ujar Budi Waseso.

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia, diikuti 15.333 peserta dari 16 negara. Diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Gontor, dengan tema: “We are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Media WMSJ 2025

Related Articles :

Buka WMSJ 2025, Ketua MPR RI: 15.333 Peserta Harus Jadi Penggerak Perdamaian Dunia

Opening WMSJ 2025 Malam Ini : 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

WMSJ 2025 Expo Resmi Dibuka, Hadirkan UMKM Lokal dan Internasional

Buka WMSJ 2025, Ketua MPR RI: 15.333 Peserta Harus Jadi Penggerak Perdamaian Dunia

0

JAKARTA– Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, resmi membuka World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (9/9/2025). Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan harapan besar kepada 15.333 peserta jambore dari 16 negara agar menjadi pionir dan penggerak perdamaian dunia.

“Jambore pramuka adalah wadah yang menumbuhkan sikap saling menolong, peduli kemanusiaan, dan membawa kedamaian. Dari jambore ini, kita berharap lahir generasi yang terbiasa menebar kebaikan dan persaudaraan,” ujar Muzani di hadapan ribuan peserta.

Muzani berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Menurutnya, pengalaman lima hari di perkemahan akan menjadi bekal berharga untuk membentuk karakter kepemimpinan generasi muda Muslim dunia.

“Ikutilah seluruh kegiatan dengan keseriusan, keceriaan, dan kesahajaan. Inilah media pelatihan yang luar biasa untuk membentuk generasi emas masa depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga mengapresiasi Pondok Modern Gontor yang telah menginiasi terwujudnya event bertaraf internasional dan terselenggara dengan baik. Dengan total lebih dari 18 ribu peserta, pembina, panitia, dan relawan, WMSJ 2025 disebutnya sebagai bukti kemampuan Indonesia menggelar pertemuan internasional berskala besar.

“Ini menjadi pelajaran penting dan simbol kondusifitas Indonesia di mata dunia. Acara ini membuktikan bahwa kita bangsa yang mampu, bersungguh-sungguh, dan siap menyelenggarakan event sebesar ini,” katanya.

Muzani menambahkan, WMSJ 2025 layak disebut berstandar internasional, baik dari sisi persiapan maupun pelayanan.

“Ini event luar biasa yang menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah bagi acara-acara dunia,” ujarnya.

Sementara itu Pembukaan WMSJ 2025 juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, antara lain Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta jajaran Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariyat, dan KH Hamid Fahmi Zarkasyi.

Kehadiran para tokoh bangsa dan ulama ini memperkuat makna WMSJ 2025 sebagai momentum persaudaraan, persatuan dan perdamaian yang lahir dari Kampung Damai Darussalam Gontor untuk dunia.

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia, diikuti 15.333 peserta dari 16 negara. Acara ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, dengan tema: “We are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Dokumentasi WMSJ 2025

Related Articles :

Opening WMSJ 2025 Malam Ini : 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

WMSJ 2025 Expo Resmi Dibuka, Hadirkan UMKM Lokal dan Internasional

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

Opening of World Muslim Scout Jamboree 2025: 15,000 Scouts Unite in Global Peace Declaration

0

JAKARTA — Education is more than classrooms and textbooks; it is about shaping character, instilling values, and guiding young people to become leaders who serve humanity. In that spirit, the World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 opens tonight with a historic declaration of global peace, reminding the world that Muslim youth are called not only to learn, but to lead, unite, and safeguard harmony.

Held as part of the centennial celebration of Pondok Modern Darussalam Gontor, the jamboree reflects the pesantren’s philosophy that true education integrates faith, discipline, and responsibility. The gathering of thousands of scouts underscores how scouting serves as a bridge between knowledge and action, preparing young Muslims to be ambassadors of peace in a troubled world.

Tonight’s ceremony will see 15,000 Muslim scouts and leaders from Indonesia and 16 other countries join in prayer and sign a global peace petition at Cibubur Scout Camp in East Jakarta.

WMSJ Chairman Aditya Warman said the opening will symbolize unity between religious and community leaders at a time when the world is plagued by conflict and uncertainty. “This joint prayer is a reminder that the Muslim Scout Jamboree carries a mission of global peace. We want to show the world that Indonesia and the Muslim youth community are committed to being peacemakers,” Aditya explained in a press statement on Tuesday (Sept. 9).

The opening will be attended by national leaders and scholars, including People’s Consultative Assembly (MPR) Chairman Ahmad Muzani, Deputy Speaker Hidayat Nur Wahid, Jakarta Governor Pramono Anung, as well as the leaders of Pondok Modern Darussalam Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariyat, and KH Hamid Fahmi Zarkasyi.

Their presence underscores that tonight’s message of peace from Cibubur is not only the voice of scouts, but also the collective voice of the Indonesian nation, born from the spirit of Darussalam Gontor.

The ceremony will include prayers across leaders, the signing of a peace petition, and a pledge to make Muslim scouts initiators of global reconciliation.

Aditya added that this initiative aligns with President Prabowo Subianto’s Asta Cita vision, which places Indonesia at the forefront of international peace efforts. “In a world marked by conflict, economic uncertainty, and political tension, we want to send a message of hope from Cibubur,” he said.

According to him, the strength of WMSJ’s peace declaration lies in its diversity. Scouts representing different countries and backgrounds will carry these values back to their communities. “Every individual has a responsibility to spread goodness in their environment. Through this experience, we hope participants become agents of change and messengers of peace,” Aditya emphasized.


The World Muslim Scout Jamboree 2025 is the first international gathering of Muslim scouts, with 15,333 participants from 16 countries. Held on September 9–14, 2025 at the Cibubur Scout Camp in East Jakarta, the event is part of the centennial celebration of Pondok Modern Darussalam Gontor. This year’s theme is: “We Are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”

News : WMSJ’s Division of Media
Images : WMSJ’s Division of Documentation
Reviewer : WMSJ’s Division of Media

Related Articles :

World Muslim Scout Jamboree 2025 Launches Expo Showcasing SMEs and Global Brands

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

Belasan Ribu Peserta WMSJ 2025 Siap Deklarasikan Pesan Damai untuk Indonesia dan Dunia

Opening WMSJ 2025 Malam Ini : 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

0

JAKARTA– Akhirnya tiba juga. Malam ini, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 akan resmi dibuka dengan sebuah prosesi bersejarah: deklarasi perdamaian dunia melalui doa bersama dan penandatanganan petisi perdamaian.

Ketua Panitia WMSJ, Aditya Warman, menyebut lebih dari 15 ribu pramuka dan pembina dari seluruh Indonesia dan 16 negara akan terlibat dalam momentum bersejarah tersebut.

“Dunia dan Indonesia tidak sedang baik-baik saka. Doa bersama ini akan menjadi simbol persatuan antara ulama dan umara. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa jambore pramuka Muslim ini membawa misi perdamaian global,” ujar Aditya dalam keterangan pers, Selasa (9/9).

Selain peserta pramuka dan pimpinan pondok pesantren, sejumlah tokoh nasional juga akan menghadiri pembukaan, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta para Pimpinan Pondok Modern Gontor juga lengkap hadir, seperti KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariya, KH Hamid Fahmi Zarkasyi, dll.

Kehadiran mereka menjadi penegas bahwa pesan damai dari Cibubur malam ini bukan hanya suara pramuka, tetapi juga suara bangsa yang lahir dari Bumi Darussalam Gontor.

Seremoni akan diisi dengan doa lintas tokoh, penandatanganan petisi damai, serta ikrar bersama untuk menjadikan pramuka Muslim sebagai inisiator perdamaian dunia.

Aditya menjelaskan, pesan damai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Indonesia sebagai pionir perdamaian global.

“Kami ingin menginisiasi pesan damai di tengah dunia yang diliputi konflik, ketidakpastian ekonomi, dan eskalasi politik. Dari Cibubur, kami kirimkan harapan akan perdamaian,” jelasnya.

Menurut Aditya, kekuatan pesan damai WMSJ terletak pada keragaman pesertanya. Perwakilan dari berbagai latar belakang dan negara akan membawa pulang nilai-nilai perdamaian ke lingkungan masing-masing.

“Setiap individu memiliki kewajiban untuk berdakwah di lingkungannya. Dengan pengalaman ini, kami berharap peserta menjadi agen perubahan dan pembawa kedamaian di komunitasnya,” tegasnya.

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia, diikuti 15.333 peserta dari 16 negara. Diselenggarakan pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, acara ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan tema: “We are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Dokumentasi WMSJ 2025
Reviewer : Divisi Media WMSJ 2025

Related Articles :

WMSJ 2025 Expo Resmi Dibuka, Hadirkan UMKM Lokal dan Internasional

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

PMDG Lepas Kontingen “Eagle” ke WMSJ 2025, Siap Meriahkan Buperta Cibubur

World Muslim Scout Jamboree 2025 Launches Expo Showcasing SMEs and Global Brands

0

JAKARTA — Celebrating the spirit of unity, education, and Islamic brotherhood, the World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 opened with a strong message: scouting is not only about building character, but also about nurturing economic creativity and cultural exchange.

As part of Gontor’s 100th anniversary, the jamboree brings together thousands of Muslim youths from 16 countries, underscoring the role of scouting in shaping future leaders who are faithful, disciplined, and socially responsible. Alongside the camp, the WMSJ Expo was officially launched at the Cibubur Scout Camp in East Jakarta, offering a marketplace for small businesses and consumer goods.

The expo, which opened on Sunday (September 7), features a wide variety of food, clothing, and daily necessities. Exhibitors include local small and medium enterprises (SMEs) as well as well-known national and international brands.

Zuhair Hussein Ghunaim, Secretary General of the World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY), praised the initiative during the opening ceremony. “This jamboree is the best I have ever seen. I am deeply proud of Gontor and Indonesia,” he said, highlighting that the event benefits not only the scouting community but also global SME development.

Expo chairman Yuga Simatupang explained that hundreds of booths have been set up through partnerships with businesses of all sizes. “We want this to be a meaningful experience — both for jamboree participants and the wider public. The tenants here meet daily needs while also giving entrepreneurs a stage to promote their products,” Yuga said.

He emphasized that the expo carries special significance as part of the centennial celebration of Pondok Modern Darussalam Gontor, which coincides with this year’s jamboree. “With more than 15,000 scouts and leaders in attendance, plus thousands of volunteers, the expo offers a huge opportunity to introduce products to both national and international audiences,” he added.

Major names have already signed on, from Periplus Bookstore, Alfamart, and Almaz to publishers like Renebook, as well as local food businesses such as Binafsihi Maṭ‘am.

The expo is open not only to jamboree participants but also to the surrounding community. Organizers hope it will serve as a hub for shopping, interaction, and recreation throughout the event.

“With visitors coming from 16 countries, this expo is more than just a marketplace. It is a showcase of Indonesian SME potential and a platform for cultural exchange, reinforcing the jamboree’s theme: ‘We Are Muslim, Civilized, United, and Peaceful,’” Yuga said.

News : WMSJ’s Division of Media
Images : WMSJ’s Division of Documentation
Reviewer : WMSJ’s Division of Media

Related Articles :

WMSJ 2025 Expo Resmi Dibuka, Hadirkan UMKM Lokal dan Internasional

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

PMDG Lepas Kontingen “Eagle” ke WMSJ 2025, Siap Meriahkan Buperta Cibubur

WMSJ 2025 Expo Resmi Dibuka, Hadirkan UMKM Lokal dan Internasional

0

JAKARTA– Gelaran World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 tidak hanya menghadirkan kemah pramuka terbesar di dunia, tetapi juga membuka WMSJ Expo, sebuah pameran produk unggulan UMKM dan kebutuhan sehari-hari yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Expo yang resmi dibuka Minggu (7/9/2025) ini menghadirkan beragam produk sandang, pangan, dan kebutuhan lainnya, baik dari pelaku UMKM lokal maupun brand nasional dan internasional.

Acara WMSJ 2025 Expo ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY) Zuhair Hussein Ghunaim mengatakan bahwa WMSJ ini sangat baik untuk perekonomian di Indonesia dan ini bukan hanya pramuka saja tapi buat mengembangkan UMKM diseluruh dunia.

“Saya lihat ini pertama Acara Jambore paling terbaik di dunia. Saya sangat bangga dengan Gontor dan Indonesia,” ungkap Zuhair Hussein Ghunaim.

Suasana pembukaan Expo World Moslem Scout Jamboree 2025

Ketua WMSJ Expo, Yuga Simatupang, menuturkan bahwa pihaknya telah menggandeng berbagai perusahaan dan UMKM untuk mengisi ratusan tenant yang disediakan panitia.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman berharga bagi peserta jambore sekaligus masyarakat umum dalam berbelanja. Tenant yang tersedia sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha,” ujar Yuga.

Yuga menekankan, expo ini menjadi salah satu rangkaian penting WMSJ 2025 karena bertepatan dengan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

“Ada lebih dari 15 ribu peserta dan pembina yang hadir, belum termasuk panitia serta 2.400 relawan. Ini pasar yang besar, momentum tepat untuk memperkenalkan produk kepada publik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sejumlah brand sudah dipastikan bergabung, mulai dari toko buku Periplus, Alfamart, Almaz, Amidas penerbit Renebook, hingga UMKM kuliner lokal seperti Binafsihi Maṭ‘am.

Expo ini tidak hanya ditujukan untuk peserta jambore, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Panitia menargetkan expo akan menjadi pusat interaksi, belanja, sekaligus rekreasi selama perhelatan WMSJ 2025.

“Kami menghadirkan kebutuhan peserta dan masyarakat secara maksimal. Situasi expo kami jamin ramai, kondusif, dan penuh manfaat,” tambah Yuga.

Dengan ribuan pengunjung dari 16 negara, WMSJ Expo diharapkan menjadi etalase potensi UMKM Indonesia sekaligus wadah pertukaran budaya yang memperkuat pesan perdamaian sesuai tema WMSJ: “We Are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Dokumentasi WMSJ 2025
Reviewer : Divisi Media WMSJ 2025

Related Articles :

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

PMDG Lepas Kontingen “Eagle” ke WMSJ 2025, Siap Meriahkan Buperta Cibubur

Belasan Ribu Peserta WMSJ 2025 Siap Deklarasikan Pesan Damai untuk Indonesia dan Dunia