Home Blog Page 35

Peserta WMSJ 2025 Padati Buperta Cibubur : Kami Siap Mengikuti dan Meramaikan Acara!

0

JAKARTA – Pada Minggu (7/9), kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur mulai dipadati ribuan pramuka dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Sebanyak 4.065 peserta hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025, ajang jambore pramuka muslim internasional pertama yang digelar di Indonesia.

Para peserta datang dengan persiapan matang. Salah satunya, kontingen Pondok Pesantren Hidayatullah, Temanggung, yang sejak jauh hari melatih fisik lewat long march sejauh 10 kilometer. 

Antusiasme juga dirasakan peserta dari luar Pulau Jawa. Bagas Hanif, pramuka asal MTsN 2 Maluku Tengah yang baru saja tiba di pagi hari, menjelaskan alasannya mengikuti WMSJ, “Dalam kegiatan ini, kami akan diasah jiwa kepemimpinan kami, dan di sini kami bertemu dengan berbagai peserta dari luar negeri juga.”

Senada dengan itu, Diaz Ginanjar dari Pondok Pesantren As-Sakienah, Indramayu, menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar untuk berkemah, melainkan misi membawa nama baik daerah. “Kami ingin membawa nama sekolah kami ke jenjang internasional,” ujarnya.

Selain menjadi pesta pramuka, WMSJ 2025 mengusung pesan penting tentang persatuan dan perdamaian. Ribuan peserta dari latar belakang berbeda dipertemukan untuk belajar saling memahami serta menghargai kekayaan budaya masing-masing. 

Muhammad Asyrof, santri Pondok Modern Kurir Langit, Sulawesi Selatan, menyampaikan pesannya kepada para peserta WMSJ 2025. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!”.

Masih ada 11.000 peserta yang akan turut hadir di area Bumi Perkemahan Cibubur. Seluruh panitia dan relawan WMSJ 2025 siap menyambut para peserta dengan penuh keramahan dan antusias yang luar biasa. 

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembentukan generasi muda muslim yang berjiwa pemimpin, cinta damai, dan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Berita : Divisi Media WMSJ 2025
Foto : Divisi Dokumentasi WMSJ 2025
Reviewer : Divisi Media WMSJ 2025

Related Articles :

PMDG Lepas Kontingen “Eagle” ke WMSJ 2025, Siap Meriahkan Buperta Cibubur

Belasan Ribu Peserta WMSJ 2025 Siap Deklarasikan Pesan Damai untuk Indonesia dan Dunia

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

PMDG Lepas Kontingen “Eagle” ke WMSJ 2025, Siap Meriahkan Buperta Cibubur

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirim kontingen untuk ikut serta dalam World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025. Kontingen pramuka Gontor bernama “Eagle Contingent” yang berjumlah 510 orang, terdiri atas 459 pramuka penggalang dan 51 pendamping. Seluruhnya dibagi menjadi 51 regu.

Sebelum diberangkatkan ke Buperta Cibubur, diadakan upacara pelepasan pada Ahad, 7 September 2025 pukul 07.00 WIB bertempat di Lapangan Aligarh. Pelepasan kontingen dipimpin oleh Al-Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A. sebagai perwakilan dari Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa WMSJ adalah sebuah kesempatan berharga yang belum tentu bisa dirasakan oleh semua orang. “Bersyukur bisa ikut kegiatan Pramuka (WMSJ) ini, tidak semua Pramuka Gontor bisa mengikuti kegiatan ini,” jelas beliau.

Setelah pelepasan, kontingen Gontor langsung diberangkatkan menggunakan 16 unit bis langsung menuju Buperta Cibubur.

Kegiatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) ini diadakan dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan acara ini, diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyyah umat muslim seluruh dunia.

Upacara ditutup dengan doa oleh Al Ustadz Muhammad Syuja’i, S.Ag. dan perfotoan bersama di tangga masjid

(Berita : Alif, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka)

Related Articles :

Belasan Ribu Peserta WMSJ 2025 Siap Deklarasikan Pesan Damai untuk Indonesia dan Dunia

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Optimis WMSJ 2025 Aman dan Siap Diselenggarakan

Belasan Ribu Peserta WMSJ 2025 Siap Deklarasikan Pesan Damai untuk Indonesia dan Dunia

0

JAKARTA – Jambore Pramuka Muslim Dunia atau World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 diharapkan menjadi ajang deklarasi perdamaian bagi Indonesia dan dunia melalui jalur pendidikan dan kepramukaan.

Ketua Panitia WMSJ 2025, Dr. Riza Azhari, menjelaskan bahwa pesan perdamaian akan terwujud melalui serangkaian agenda jambore yang berlangsung pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

“Pesan damai kami akan dibingkai dalam berbagai kegiatan dengan motto ‘We are Muslim, Civilized, United and Peaceful’. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendorong perdamaian Indonesia dan dunia, apa pun kondisi dan situasinya,” ujar Riza dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/9/2025).

Menurut Riza, salah satu materi penting dalam WMSJ adalah penguatan nilai-nilai Asta Cita yang selaras dengan visi perdamaian global.

“Ini adalah gerakan internasional yang menunjukkan persatuan dan persaudaraan umat Islam melalui pendidikan karakter kepramukaan,” tambahnya.

Selain mengedepankan pesan perdamaian, panitia juga memastikan aspek keamanan bagi seluruh peserta. Riza menegaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, TNI, dan Polri untuk menjamin jalannya acara dengan aman dan kondusif.

“Kami telah menyiapkan acara ini selama lebih dari 24 bulan secara intensif. Dengan persiapan matang, kami siap menyambut peserta dari berbagai belahan dunia untuk belajar, berbagi, dan mendapatkan pengalaman baru di bidang kepramukaan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, turut memberikan jaminan bahwa WMSJ 2025 akan berlangsung aman, meski sebelumnya sempat muncul isu kerusuhan di ibu kota. Menurutnya, kondisi nasional sudah kembali normal, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Insya Allah WMSJ dapat berjalan sesuai rencana. Acara ini menjadi simbol bahwa Indonesia aman dan siap menunjukkan wajah terbaiknya di mata dunia,” tegasnya.

Pagelaran WMSJ 2025 akan diikuti oleh 15.333 peserta yang terdiri dari 7.149 putra, 6.349 putri, dan 1.718 pembina. Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, sekaligus momentum lahirnya generasi muda Muslim yang siap menjadi agen perdamaian global.

(Berita : Bag. Humas dan Publikasi WMSJ 2025, Foto : Bag. Dokumentasi WMSJ, Reviewer : Bag. Humas dan Publikasi WMSJ)

Related Articles :

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Optimis WMSJ 2025 Aman dan Siap Diselenggarakan

Kwarnas dan Panitia WMSJ Mantapkan Koordinasi, Sambut Kedatangan Peserta

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

0

JAKARTA-Hanya empat hari menjelang pembukaan, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 siap menyambut 15.333 peserta dari 16 negara di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Acara yang dianggap sebagai jambore pramuka muslim pertama di dunia ini bertujuan menanamkan nilai perdamaian dan persaudaraan global melalui pendidikan kepramukaan.

Di tengah kesibukan persiapan akhir, Ketua Panitia WMSJ 2025, Dr. Riza Ashari, menegaskan kesiapan total penyelenggaraan. “Setelah 24 bulan persiapan intensif, kami siap 100 100 persen menyambut saudara-saudara kami dari seluruh dunia dengan semangat ‘We are Muslim, Civilized, United and Peaceful”,” ujar Dr. Riza dalam konferensi pers di Media Center Bumi Perkemahan Cibubur.

Riza menambahkan bahwa partisipasi 15.333 peserta, yang terdiri dari 7.149 peserta putra, 6.349 peserta putri, dan 1.718 pembina, membuktikan besarnya harapan dunia terhadap acara ini. “Ini gerakan global yang menunjukkan persatuan dan persaudaraan umat Islam melalui pendidikan karakter kepramukaan,” jelasnya.

Jaminan keamanan pun datang langsung dari pemerintah. Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. H. Hidayat Nur Wahid, M.A., menjamin bahwa Jakarta berada dalam kondisi aman dan kondusif.

“Pemerintah menjamin keamanan penuh untuk semua peserta internasional. Kami telah menyiapkan sistem keamanan berlapis, berkoordinasi erat dengan aparat keamanan untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib,” tegasnya.

Lebih dari sekadar perkemahan, WMSJ 2025 juga dipandang sebagai momentum transformasional. Novelis dan Alumni Gontor, Ahmad Fuadi, menyebut acara ini sebagai “laboratorium raksasa untuk menciptakan agen-agen perdamaian.”

Pandangan serupa datang dari Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Soleh, yang melihat WMSJ sebagai kontribusi nyata bagi gerakan pramuka dunia.

Sementara itu, Dr. Sigit Muryono menegaskan bahwa kurikulum kegiatan dirancang untuk membentuk pemimpin muda berkarakter. Bahkan menurut tokoh masyarakat sekaligus Ketua IKPM Jakarta, KH. Masrur Syamhari menyebut WMSJ sebagai manifestasi Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Acara ini membuktikan Islam sejati adalah Islam yang membawa kedamaian,” katanya. Dengan dukungan pemerintah, aparat keamanan, dan panitia, WMSJ 2025 diyakini berjalan aman, lancar, dan menjadi contoh nyata kontribusi Indonesia dalam melahirkan generasi muda Muslim sebagai agen perdamaian dunia sekaligs perdamaian di Indonesia.


Dengan kesiapan panitia yang matang, dukungan pemerintah yang kuat, dan visi besar untuk menyatukan generasi muda Islam, World Muslim Scout Jamboree 2025 siap menjadi tonggak sejarah baru. Dari Bumi Perkemahan Cibubur, ribuan suara muda akan menyuarakan pesan perdamaian yang diharapkan akan bergema di seluruh dunia.

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia yang diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Gontor. Acara berlangsung 9-14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta dengan tema “We are Muslim, Civilized, United and Peaceful”.

(Berita : Bag. Humas dan Publikasi WMSJ, Foto : Bag. Dokumentasi WMSJ, Reviewer : Bag. Humas dan Publikasi MWSJ)

Related Articles :

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Optimis WMSJ 2025 Aman dan Siap Diselenggarakan

Kwarnas dan Panitia WMSJ Mantapkan Koordinasi, Sambut Kedatangan Peserta

Pimpinan PMDG Ajak Alumni dan Pramuka Muslim Ramaikan WMSJ 2025

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Optimis WMSJ 2025 Aman dan Siap Diselenggarakan

0

JAKARTA—Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), optimis bahwa Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Moslem Scout Jamboree/WMSJ) 2025 yang akan digelar pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur akan berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai rencana.

Keterangan ini disampaikan HNW sebagai bentuk komitmen memberikan rasa tenang kepada seluruh peserta, orang tua, pembimbing, serta masyarakat luas, di tengah dinamika sosial dan politik yang belakangan mewarnai sejumlah wilayah Indonesia.

“Tanggal 9 September acara akan dimulai, dan 14 September in syaa Allah selesai dengan baik. Semuanya akan berjalan aman, damai, terkendali dan selamat. Kami percaya, dengan izin Allah, setiap tantangan yang ada akan menemukan solusinya,” ujar HNW dalam pertemuan bersama kiai Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (31/8).

HNW menegaskan bahwa lokasi kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur dalam kondisi kondusif dan jauh dari titik-titik kerusuhan. Karena itu, seluruh peserta dari dalam maupun luar negeri diimbau untuk hadir tanpa rasa ragu.

“Jangan bimbang, jangan khawatir. Mari kita tetap hadir dan sukseskan acara bersejarah ini. WMSJ adalah kebanggaan, bukan hanya bagi panitia dan Pondok Gontor, tetapi juga bagi Indonesia di mata dunia,” jelasnya.

Selain sebagai Wakil Ketua MPR, HNW juga menjabat Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menegaskan bahwa Gontor memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional maupun internasional, sehingga masyarakat tidak perlu meragukan kapasitas panitia dalam mengelola acara akbar ini.

“Gontor sudah terbukti berpengalaman dalam event serupa. Kami yakin, dengan ridho Allah SWT dan dukungan semua pihak, WMSJ akan berlangsung sukses, aman, dan membawa nama baik Indonesia di mata internasional,” tambahnya.

Dengan semangat ukhuwah dan kepanduan, WMSJ 2025 siap menjadi ruang pertemuan inspiratif bagi lebih dari 18 ribu peserta dari Indonesia dan 23 negara sahabat untuk memperkuat persaudaraan global dan menebarkan pesan perdamaian dari Indonesia untuk dunia.

(Berita : Bag. Humas dan Publikasi WMSJ 2025, Foto : Bag. Dokumentasi WMSJ 2025, Reviewer : Bag. Humas dan Publikasi WMSJ 2025)

Related Articles :

Kwarnas dan Panitia WMSJ Mantapkan Koordinasi, Sambut Kedatangan Peserta

Pimpinan PMDG Ajak Alumni dan Pramuka Muslim Ramaikan WMSJ 2025

15 Ribu Pramuka Muslim Dunia Satukan Diri di Jakarta

Kwarnas dan Panitia WMSJ Mantapkan Koordinasi, Sambut Kedatangan Peserta

0

JAKARTA—Ketua Panitia Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Moslem Scout Jamboree/WMSJ), Aditya Warman, bersama Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri, Asrorun Ni’am, menggelar rapat koordinasi persiapan WMSJ yang akan berlangsung pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Rapat yang digelar secara luring dan daring di Aula Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika (TRW) Cibubur, Rabu (27/8), membahas kesiapan menyambut lebih dari 18 ribu peserta dan pembina dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara.

Aditya menegaskan bahwa WMSJ 2025 merupakan momentum bersejarah sebagai jambore pramuka muslim pertama di dunia, yang lahir dari kolaborasi antara panitia WMSJ dan Kwarnas.

“Kami telah berkoordinasi dan berupaya sebaik mungkin untuk menyambut talenta terbaik yang akan hadir di WMSJ mendatang. Acara ini bukan hanya milik santri atau pondok pesantren, tetapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia di hadapan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Asrorun Ni’am menyampaikan optimismenya bahwa WMSJ 2025 akan menjadi teladan baru bagi kegiatan kepramukaan di Indonesia maupun internasional.

“Dengan persiapan yang matang, saya yakin WMSJ dapat menjadi contoh bagi seluruh organisasi kepramukaan. Lebih dari itu, jambore ini diharapkan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah global,” tegasnya.

Ni’am menambahkan, WMSJ mengusung nilai-nilai Asta Cita yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“WMSJ tidak sekadar acara pramuka, melainkan juga arena pembelajaran yang membentuk generasi masa depan dengan semangat persaudaraan, kreativitas, dan kepemimpinan,” jelasnya.

Dengan sinergi panitia WMSJ dan Kwarnas, Indonesia siap menyambut ribuan pramuka muslim dunia untuk bersama-sama menebarkan pesan persaudaraan, kedamaian, dan kemajuan peradaban.

Narahubung Media :
• Marshal – Ketua Divisi Media: 0811-9559-555
• Irfan – Wakil Ketua Divisi Media: 0875-0832-1285

(Berita : Marshal, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Pimpinan PMDG Ajak Alumni dan Pramuka Muslim Ramaikan WMSJ 2025

15 Ribu Pramuka Muslim Dunia Satukan Diri di Jakarta

Jelang Hari Pelaksanaan, PMDG Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Perdamaian Internasional dengan WMSJ

Pimpinan PMDG Ajak Alumni dan Pramuka Muslim Ramaikan WMSJ 2025

0

JAKARTA—Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyerukan kepada seluruh alumni, keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), serta pramuka muslim di seluruh Indonesia untuk ikut serta meramaikan Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Moslem Scout Jamboree/WMSJ) yang akan digelar pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Ajakan tersebut disampaikan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @wmsjamboree2025 pada Selasa (26/8/2025).

“Dalam rangka mengharumkan nama Islam dan Indonesia di mata dunia, serta membangun ukhuwah Islamiah, mari kita bersama-sama ikut meramaikan WMSJ,” tegas Kiai Hasan. Beliau menambahkan, tradisi kepanduan memiliki akar kuat dalam ajaran Islam yang diwariskan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Karena itu, seluruh keluarga besar Gontor didorong untuk hadir dan berperan aktif dalam perhelatan akbar ini.

“Kepanduan atau kepramukaan bersumber dari ajaran-ajaran Islam sejak Nabi Muhammad SAW. Maka, mari semuanya bersama-sama meramaikan acara ini,” jelas beliau.

15 Ribu Peserta dari 23 Negara

WMSJ 2025 akan diikuti lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan 23 negara dunia. Ketua Panitia WMSJ, Dr. Riza Azhari, M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kepramukaan, melainkan wadah untuk melahirkan generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus agen perdamaian (agent of peace).

“Kami berharap setiap peserta, baik dari Nusantara maupun mancanegara, pulang dengan mental pemimpin yang berani, bertanggung jawab, dan bijak,” ujar Ustadz Riza. Menurut beliau, para peserta diharapkan dapat menjadi teladan di komunitas masing-masing, menginisiasi gerakan positif, serta menyebarkan semangat perdamaian dan dialog lintas kelompok.

“Di tengah meningkatnya ancaman konflik global, pemuda harus hadir sebagai jembatan persaudaraan dunia. Pertemuan lintas budaya dan bangsa di WMSJ adalah modal utama untuk melahirkan aksi nyata bagi perdamaian,” tambah beliau.

Dengan mengusung semangat “We Are Moslem: Civilized, United, and Peaceful”, WMSJ 2025 hadir untuk memperkuat persaudaraan global, membangun peradaban, dan menyuarakan perdamaian dari Indonesia untuk dunia.

Narahubung :
Marshal : 0811-9559-555
Irfan : 0875-0832-1285

(Berita : Marshal, Reviewer : Riza, Winka)

Related Articles :

Jelang Hari Pelaksanaan, PMDG Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Perdamaian Internasional dengan WMSJ

Panitia WMSJ Matangkan Persiapan di Buperta Cibubur

Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Temui Menteri Pertanian, Bahas Dukungan untuk WMSJ 2025

Ujian Semester Pertama PMDG : Tingkatkan Pengalaman dan Ilmu

0

GONTOR – Ujian Semester Pertama Tahun Ajaran 1446-1447/2025-2026 menjadi bukti konsistensi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam menegakkan filosofi pendidikannya. “Bukan belajar untuk ujian, tapi ujian untuk belajar,” kata Direktur Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), KH. Masyhudi Subari, M.A., dalam sambutannya saat tasyakuran pasca ujian. Menurut beliau, ujian bukan sekadar ajang penilaian akademik, tetapi juga sarana untuk meningkatkan ilmu, pengalaman, keterampilan, sekaligus pembentukan karakter.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menambahkan bahwa esensi sebuah pendidikan tidak hanya dilihat dari hasil ujian, melainkan juga dari daya, dana, dan doa yang menyertainya. Beliau menekankan pentingnya tadabbur dan tasyakkur dalam setiap proses belajar-mengajar agar para santri mampu bermuhasabah diri. “Jarang didapat, sukar dicari, mahal harganya,” kata Kiai Hasan menegaskan betapa bernilainya kesempatan menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Ujian semester pertama kali ini diikuti oleh santri dari kelas 1 hingga 5 KMI, sedangkan para siswa kelas 6 diamanahi tugas membantu mensukseskan jalannya ujian adik-adik kelas mereka sebelum menghadapi ujian akhir gelombang pertama yang akan diselenggarakan pada September mendatang. Sebanyak 690 orang guru terlibat dalam kegiatan ini sebagai penguji ujian lisan, pengawas ujian tulis, ataupun piket kamar dan unit usaha pondok dengan dibantu oleh para siswa akhir.

Sejalan dengan filosofi pondok, ujian bukan hanya untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi turut membina jiwa kejujuran, kedisiplinan, dan kesungguhan para santri. “Kejujuran adalah jiwa dari pendidikan, kesungguhan adalah jalan menuju kesuksesan, dan kedisiplinan adalah kunci dari kesuksesan,” pesan Al-Ustadz Masyhudi. Dengan semangat itu, PMDG berharap santri mampu mengintegrasikan ilmu dengan adab, membangun kecerdasan intelektual sekaligus keluhuran buda, serta menjadi ulama intelek yang membawa manfaat bagi umat.

(Berita : Ghazi, Foto : Staf Hubungan Masyarakat PMDG, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

PMDG Adakan Pengarahan Ujian Lisan, Bentuk Totalitas Pengawalan dan Pendidikan

Jaga Stabilitas Kegiatan, Santri Fokus Persiapkan Ujian

15 Ribu Pramuka Muslim Dunia Satukan Diri di Jakarta

0

JAKARTA — Lebih dari 15 ribu peserta dari Indonesia dan 23 negara akan hadir dalam World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025, jambore pramuka muslim pertama di dunia yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 9–14 September 2025.

Ketua Panitia WMSJ, Dr. Riza Azhari, M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kepramukaan, tetapi juga wadah mencetak generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen perdamaian (agent of peace).

“Kami berharap setiap peserta, baik dari nusantara maupun mancanegara, pulang dengan mental pemimpin yang berani, bertanggung jawab, dan bijak,” jelas beliau dalam konferensi pers di Studio TVRI, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

Menurut Ustadz Riza, para peserta diharapkan dapat menjadi teladan di komunitasnya, menginisiasi gerakan positif, serta menebarkan semangat perdamaian dan dialog lintas kelompok.

Di tengah meningkatnya ancaman konflik global, beliau menilai peran pemuda sangat penting sebagai jembatan persaudaraan dunia. “Pertemuan lintas budaya dan bangsa di WMSJ menjadi modal utama bagi generasi muda untuk melahirkan aksi nyata bagi perdamaian,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Bagian Penyelenggaraan Acara, Bangun Luhur, menjelaskan bahwa ribuan peserta akan mengikuti berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kolaboratif yang mendorong kreativitas, inovasi, serta kepedulian pada lingkungan sekitar.

“Kami ingin melatih peserta berpikir kreatif, berani mengambil inisiatif, dan menghadirkan solusi bagi tantangan sosial. Prinsipnya: think global, act local,” ungkap Bangun.

Dengan semangat We Are Moslem: Civilized, United, and Peaceful, WMSJ 2025 hadir untuk membangun peradaban, memperkuat persaudaraan global, dan menyuarakan perdamaian dari Indonesia untuk dunia.

(Berita : Hafidz, Foto : Tim Dokumentasi WMSJ, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Jelang Hari Pelaksanaan, PMDG Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Perdamaian Internasional dengan WMSJ

Panitia WMSJ Matangkan Persiapan di Buperta Cibubur

Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Temui Menteri Pertanian, Bahas Dukungan untuk WMSJ 2025

Peringati Kemerdekaan RI, PMDG Tegaskan Komitmen Nasionalisme Santri

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan nasionalisme lewat upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Ahad (17/8) di Lapangan Hijau PMDG. Sejak berdirinya sebelum kemerdekaan, pondok ini telah menanamkan cinta tanah air dan kebangsaan kepada para santrinya.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz H. Suraji Badi, S.Ag., M.H., selaku pembina upacara, menyampaikan bahwa kemerdekaan lahir dari pengorbanan para pahlawan, dan kita sebagai warga negara yang kini merasakan hasil perjuangan mereka harus menghargai dan menghormati jasa tersebut. 


“Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, tapi awal perjuangan yang lebih besar,” jelas beliau. Ustadz Suraji juga mengajak para hadirin untuk mengisi momen kemerdekaan ini dengan pendidikan. Beliau menegaskan pendidikan yang baik menjadi pondasi penting untuk masa depan.

“Kemerdekaan Indonesia itu ada dua, kemerdekaan fisik dan kemerdekaan mental,” ujar Pimpinan PMDG, drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., yang turut memberikan pesan dan nasehat di hadapan seluruh santri dan guru. Menurutnya, upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan ini adalah ajang memperingati kemerdekaan fisik. Sehingga, dibutuhkan kesadaran untuk memaknai hakikat kemerdekaan, tak hanya fisik, tapi juga mental dan ideologi.

Dalam momentum ini, Kyai Akrim mengimbau agar kita mawas diri untuk terbebas dari segala bentuk penjajahan. “Kita akan menjadi bebas, kalau kita mau memikirkan diri kita,” ucap beliau.

Dalam sejarahnya, seluruh Presiden Republik Indonesia, mulai dari Ir. Soekarno hingga Ir. Joko Widodo, pernah berkunjung ke PMDG dan mengakui pesantren tersebut sebagai aset negara. Hal ini menjadi bukti bahwa PMDG senantiasa mengiringi perjalanan bangsa dan memberi kontribusi nyata dalam mencetak kader bangsa yang berakhlak sekaligus berjiwa nasionalis.


Upacara peringatan kemerdekaan RI di PMDG tidak hanya bersifat seremonial. Lebih dari itu, prosesi tersebut menjadi salah satu bukti kesetiaan pondok terhadap negara. Para santri dan guru khidmat mengikuti upacara, menjadikan momentum ini sebagai sarana pembelajaran nilai patriotisme yang hidup di tengah-tengah kehidupan pesantren.

Dengan pelaksanaan upacara ini, PMDG menunjukkan bahwa nasionalisme bukan sekadar slogan, melainkan napas pendidikan yang diwariskan kepada ribuan santri dari seluruh Indonesia.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

PMDG Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77

Mengingat Perjuangan Leluhur Bangsa Indonesia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Upacara Kemerdekaan Indonesia ke-75, Mengingatkan Akan Besarnya Perjuangan