Home Blog Page 340

K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri Acara Sidang Pleno ke-23 Wantim MUI

0

Jakarta–Menyikapi isu politik dunia yang terjadi saat ini, Rabu (27/12), Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) kembali mengadakan Sidang Pleno ke-23 dengan bertemakan “Diplomasi untuk Palestina”. Acara ini dihadiri oleh hampir seluruh Dewan Pertimbangan MUI yang beranggotakan Ketua-ketua Ormas Islam dan tokoh-tokoh Ulama Besar Islam, K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) juga anggota Wantim MUI berkesempatan hadir pada sidang tersebut.

Pada sidang kali ini, MUI mengundang langsung Duta Besar (Dubes) Palestina Zuhair S.M. Al Sihun untuk menyampaikan info tentang negara Palestina kepada seluruh anggota MUI yang hadir, juga menjelaskan sikap Palestina terhadap ucapan Donald Trump yang telah menyebabkan panasnya atmosfir Islam bahkan dunia.

Jam menunjukan pukul 13.30, sidang MUI dimulai, Prof. Dr. Din Syamsuddin selaku Ketua Sidang mempersilahkan Dubes Palestina untuk memulai pembicaraan. “Asal kalian ketahui, langkah yang diambil oleh Presiden Donald Trump dengan keputusannya itu, sangat melanggar ketentuan-ketentuan Internasional dari resolusi-resolusi PBB, tidak hanya berhubungan dengan Palestina dan rakyat Palestina, tapi juga dengan dunia pada umumnya. Dan ingin saya tegaskan, bahwa kota Yerussalem adalah kota suci yang islami dan akan tetap seperti itu menjadi kota suci islami”, tutur beliau saat sidang.

Dubes Palestina juga melaporkan situasi kota Yerussalem saat ini, “Sebenarnya keadaan di lapangan masih tenang, meskipun rakyat Palestina terus-menerus berdemonstrasi membela bahwa Yesrussalem adalah ibukota Palestina. Dari aksi terakhir, ada sekitar 15 mati syahid, ratusan terluka-luka dan ratusan lagi yang harus dievakuasi.”

“Sesungguhnya ini adalah masalah agama, tidak bisa tidak dikatakan masalah agama, karena semua ini kembali kepada masalah sejak zaman nabi Musa, Isa sampai Muhammad SAW. “Innamal mu’minuna ikhwatun”, kita para mujahid siap membantu Palestina dengan harta, lisan dan bahkan perbuatan sekalipun” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Acara selesai pukul 15.30, para anggota sidang mulai beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan ruang pertemuan. Kemudian Kiai Hasan kembali menuju Rumah Gontor di Tebet dan bersiap berangkat menuju bandara untuk kembali pulang ke Pondok. rukh

 

HTQ XVI Ditutup, Rayon Wisma Hadi Raih Banyak Piala di Berbagai Perlombaan

0

GONTOR – Rayon Wisma Hadi bisa dikatakan menjadi juara umum dalam Haflah Tilawatil Quran (HTQ) ke-16 tahun ini. Sementara itu rayon-rayon yang lainnya hanya dapat menyusul di belakang nya dalam peraihan piala pada setiap perlombaan.

Perlu dicermati secara seksama bahwa Haflah Tilawatil Qur’an (HTQ) merupakan salah satu rentetan acara Gontor Olympiade yang diadakan rutin setiap tahunnya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Diadakannya acara ini bertujuan untuk mencetak generasi qur’ani yang berkualitas dalam hal bacaan maupun juga isi, sekaligus menanamkan semangat kepada para santri untuk selalu belajar membaca Al-Qu’ran dan mengamalkannya. Inilah salah satu contoh dari beragam dinamika aktifitas para santri di Pondok Modern Gontor, karena pada umumnya membaca Al-Qur’an merupakan hal wajib yang dilakukan para santri setelah mereka melakukan Sholat lima waktu di setiap harinya.

Peserta dalam acara HTQ merupakan utusan-utusan dari setiap rayon di Darussalam, yang kemudian mereka akan memasuki dan mengikuti beberapa tahap perlombaan. Dimulai dari adanya babak penyisihan bertempat di Masjid Jami’ lt. 1 dan 2, yang kemudian dilanjutkan dengan acara puncak pada hari Kamis (28/12) bertempat di Aula BPPM. Adapun beberapa cabang lomba yang dikompetisikan kali ini adalah sebagai berikut : murottalah, mujawwadah, hifdzil qur’an, adzan, syarhil qur’an, fahmil qur’an, dan kaligrafi.

HTQ ke-16 1Puncak Acara HTQ kali ini dibuka oleh Al-Ustadz Nurul Salis Alamin, M.Pd.I,  pada hari Kamis (28/12) malam di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Beliau sangat mengapresiasi atas dilangsungkannya acara ini. “Bahwasanya acara ini sangat penting dan bermanfaat sekali, terlebih untuk kalangan para santri PMDG Gontor yang notabene kesehariannya selalu bergantung pada Al-Qur’an, sehingga kita semua berharap semoga dengan adanya acara ini para santri lebih bersemangat lagi dalam meningkatkan dan memperbaiki bacaan Al-Qur’annya, agar menjadi lebih baik lagi”, tutur beliau dalam sambutannya. Pada kesempatan kali ini pula, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga turut hadir guna meninjau jalannya acara sejak awal sampai dengan selesai. (biibmufassir)

 

Berikut daftar pemenang dalam acara Haflah Tilawatil Quran (HTQ) ke-16:

  • Cabang Mujawwadah;
  1. Juara I : Ahmad Al-Qodril    1 int. J             Wisma Hadi
  2. Juara II : Aji Hidayatullah    3 int. E            Yaman
  3. Juara III : Fawwaz                  1 P                    Darul Hijrah
  • Cabang Murattalah;
  1. Juara I : Abdussalam                     4 I                    Saudi 1 lt. 3
  2. Juara II : Muh. Wildan                  3 E                   Syiria lt. 3
  3. Juara III : Ahmad Maulidin Zia   3 int. H           Saudi 3 lt. 3
  • Cabang Hifzhul Quran;
  1. Juara I : Muh. Nabil Khatami        1 int. B            Wisma Hadi
  2. Juara II : Huzaif Al-Hammami     3 int. C            Yaman
  3. Juara III : Annas Al-Fida’               1 int. K            GBK
  • Cabang Fahmil Quran;
  1. Juara I : Rayon Sholihin 2
  2. Juara II : Rayon Wisma Hadi
  3. Juara III : Rayon Sholihin 1
  • Cabang Syarhil Quran;
  1. Juara I : Rayon Darul Hijrah
  2. Juara II : Rayon Wisma Hadi
  3. Juara III : Rayon Palestina
  • Cabang Adzan;
  1. Juara I : Yadhatama              1 int. C            Wisma Hadi
  2. Juara II : Kholid                     3 H                  Syiria lt. 3
  3. Juara III : Rizki Anggara      1 E                   Darul Hijrah

Gontor Olympiad Eratkan Tali Persaudaraan

0

GONTOR–Setelah satu pekan berlangsung, Olimpiade Gontor (Gontor Oympiad) yang melibatkan seluruh instansi, klub-klub olahraga dan Satuan Gugus Depan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) resmi ditutup. Acara penutupan berlangsung pada hari Jum‘at (29/12) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dihadiri oleh Pimpinan PM. Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, serta segenap Asatid Senior maupun Junior.

K.H. Hasan Abdullah Sahal
K.H. Hasan Abdullah Sahal

 “Tidak ada satu santripun yang tidak mempunyai kesibukan pada masa-masa Gontor Olympiad ini, semua sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat, dan Gontor Olympiad ini bukan masalah menang atau kalah, melainkan adalah mempererat ukhuwah Islamiyyah.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pidato penutupan acara ini.

Para pemenang dari setiap instansi, rayon-rayon, klub-klub olahraga dan Satuan Gugus Depan, langsung diumumkan oleh panitia untuk mendapatkan penghargaan. Adapun yang mendapat penghargaan sebagai berikut:

Data Pemenang Olimpiade Gontor

Divisi Subdivisi Kategori Rayon/Klub
Bahasa The Best CLM Akmal/5B/WH
The Best Hostel Rayon Sighar Gedung Baru Sighar
Rayon Kibar Saudi 1 lt. 2
Juara Umum Rayon Saudi 1 lt. 2
Kepramukan Penegak Juara 1 15089-11
Juara 2 15089-7
Juara 3 15089-1
Penggalang Juara 1 15089-1
Juara 2 15089-7
Juara 3 15089-13
Juara Umum   15089-1
Juara Favorit   15089-7
Keilmuan Juara Umum Rayon Wisma Hadi
Juara Umum Instansi FP2WS
Olahraga Futsal Club Varius FC
Basket Club Hartop BBC
Badminton Club Young Star
Sepak Bola Club Nepura FC
Volly Ball Club Safari A
Juara Umum Bahasa   Rayon Saudi 1 lt. 2
Keilmuan   Rayon Wisma Hadi
Kepramukaan   Rayon Palestina
Olahraga   Rayon Solihin 2
Juara Umum Gontor Olympiad Rayon   Wisma Hadi

 

Dari kegiatan ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa seluruh dinamika kegiatan dan perlombaan yang dilaksanakan di PM. Gontor bukan hanya sekadar mencari kemengan atau piala penghargaan, tapi yang terpenting dalam suatu kegiatan dan perlombaan adalah ketekunan, kejujuran dan persaudaraan. Muis

Divisi Olahraga Ikut Marakkan Gontor Olympiad 2017

0

Gontor-Demi menyiapkan kader-kader pemimpin umat yang memiliki segudang kemampuan dalam berbagai bidang, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Olimpiade antarsantri. Kegiatan yang memperlombakan berbagai macam divisi ini dibuka pada hari Jum’at pagi (22/12) oleh Al Ustadz Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum. di lapangan hijau PMDG. Upacara pembukaan ini, selain sebagai tanda dimulainya Olimpiade Gontor, juga menjadi wadah untuk menampilkan kreasi dan kemampuan para santri dalam berolahraga maupun berseni.

Dalam amanatnya, Al Ustadz Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum., menyampaikan bahwa diadakannya Olimpiade ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Gontor. Beliau menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini terdidik. Para wasit terdidik untuk belajar menjadi wasit yang baik dan adil, begitu pula para pemain, harus mampu bermain fairplay dan menerima segala keputusan wasit tanpa melakukan sesuatu yang tidak terpuji, bahkan para penonton atau pendukung terdidik untuk menjadi penonton yang baik.

Perhelatan yang digelar tahunan ini terdiri dari 5 divisi, yaitu: Olahraga, Kesenian, Sains, Bahasa, dan Pramuka. Pada divisi olahraga, para santri dibagi menjadi dua kategori perlombaan, antara klub olahraga dan asrama. Dan asrama pun, dibagi menjadi dua kategori lagi: Shigor dan Kibar. Cabang-Cabang olahraga yang dilombakan pada Olimpiade kali ini adalah: Sepak bola, futsal, basket, badminton, tenis meja, bola voli, dan takraw. Olimpiade ini diadakan selama satu minggu penuh dimulai hari Jum’at–Kamis (22–29/12). Perlombaan ini diselenggarakan di dalam kampus PMDG, sehingga membuat suasana pondok sangat ramai dan meriah pagi dan sore. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan seperti hari-hari biasa. Peserta Olimpiade ini adalah para santri yang duduk di kelas 1–5 KMI, sedangkan santri kelas 6 bertindak sebagai panitia penyelenggara kegiatan ini.

Berikut daftar penerima penghargaan pada divisi olahraga Gontor Olympiad 2017 :

No Subdivisi Juara Kategori Rayon/Klub
1

 

Sepak Bola Juara 1 A Klub Nepura A
Juara 2 A Klub Meteor Kilat A
Juara 1 B Klub Nepura B
Juara 2 B Klub Meteor Kilat B
Top Skor Saifurrahim / Meteor Kilat
Pemain terbaik Muhammad Rafly / 3C / Nepura
Pelatih terbaik A Nur Wildan Syauqi Ghifara / Darma Jaya
Pelatih terbaik B Rofiul Syamshidiq / Darussalam
2 Futsal Juara 1 A Klub Varius A
Juara 2 A Klub Futsal Fans Club A
Juara 1 B Klub Varius B
Juara 2 B Klub Atomic B
Top Skor Mukhlis / Atomic
Pemain terbaik Ghoisan / 4F / FFC
3 Basket Juara 1 A Klub Hartop BBC
Juara 2 A Klub Lakers BBC
Juara 1 B Klub Exotic BBC
Juara 2 B Klub Golden Step
Top Skor Farros / Hartop BBC
3 Point Contest Afif / Lakers BBC
4 Badminton Juara 1 A Klub Young Star
Juara 2 A Klub D’ King
Juara 1 B Klub D’ King
Juara 2 B Klub Young Star
5 Tenis Meja Single Juara 1 Shigor Indonesia 2 lt. 2
Juara 2 Shigor Syiria lt. 2
Juara 1 Kibar Sholihin 2
Juara 2 Kibar GBK
Juara 1 Klub Aria / 3 Int D
Juara 2 Klub Taufiq / 3 Int
Pemain terbaik Ammar / 1 Int F
6 Tenis Meja Double Juara 1 Shigor Indonesia 2 lt. 2
Juara 2 Shigor Syiria lt. 2
Juara 1 Kibar Sholihin 2
Juara 2 Kibar Yaman
Juara 1 Klub Aria & Baso
Juara 2 Klub Taufiq & Rizky
9 Bola Voli Juara 1 Shigor Wisma Hadi
Juara 2 Shigor Syiria lt. 4
Juara 1 Kibar GBK
Juara 2 Kibar Sholihin 2
Juara 1 Klub Safari A
Juara 2 Klub Passer B
Pemain Terbaik Daffar Tiara / 2J
10 Sepak Takraw Juara 1 Shigor Indonesia 3
Juara 2 Shigor Indonesia 4
Juara 1 Kibar Wisma Hadi
Juara 2 Kibar GBK
Juara 1 Klub Stada G
Juara 2 Klub Stada A
Pemain Terbaik Rendy / 2B (Shigor)
Pemain Terbaik Farhan / 1 Int H (Kibar)
Pemain Terbaik Fuad / 3 Int F (Klub)

 

Adapun juara umum per subdivisi sebagi berikut; sepak bola: Nepura FC, Basket: Hartop BBC, Futsal: Varius FC, Badminton: Young Star, Bola Voli: Safari A, dan olahraga rayon diraih rayon Sholihin 2.

Pada intinya, Gontor ingin membentuk mental-mental juara dalam diri para santrinya. Dari situlah akan muncul para pemimpin yang mempunyai idealisme dan cita-cita yang tinggi, juga memiliki daya saing yang kuat, sehingga dapat berkompetisi dalam kancah nasional maupun internasional. Tak kalah penting, Gontor ingin membentuk para juara yang tidak hanya berorientasi terhadap hasil saja, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Tetapi Gontor ingin mencetak para kompetitor yang berusaha meraih hasil terbaik dengan jalan yang baik dan terhormat. Pastinya tak lepas dari nilai-nilai keislaman, dimana ridho Allah merupakan tujuan utama. Reyzin

Gontor Ajarkan Santri Mengenal Buku Klasik Islam

0

KEDIRI-Sebagai suatu lembaga pendidikan, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) senantiasa berupaya meningkatkan intelektualitas para santri dengan kegiatan positif, salah satunya dengan diadakannya Fathu-l-Kutub. Kegiatan ini serentak diadakan untuk Siswa/i Kelas 5 Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) di seluruh kampus PMDG baik putra maupun putri dimulai hari Sabtu (30/12) hingga hari Rabu (3/1) mendatang.

K.H. Syamsul Hadi Abdan selaku Pimpinan Pondok berkesempatan untuk menghadiri 2 acara pembukaan sekaligus, pertama di PMDG Putri Kampus 1, Mantingan pada hari Sabtu (30/12) serta PMDG Kampus 3, Kediri hari Ahad (31/12) lalu.

“Perlu diketahui bahwasanya Fathu-l-kutub itu sekarang menjadi kurikulum di kelas 5,  tapi Fathu-l-Kutub di kelas 5 ini belum Fathu-l-Kutub yang sebenarnya, tapi sebagai muqoddimah, sebagai pendahuluan, yang nanti akan disempurnakan di kelas 6” tutur Kiai Syamsul, di Aula Pertemuan PMDG Kampus 3 Kediri.

Di sela-sela pidato yang disampaikan oleh Kiai Syamsul, beliau mengajak para santri untuk berdialog tentang beberapa materi Fathul Kutub, dimulai dari fiqh ibadah, tokoh ulama fiqh yang terkenal, perbedaan makna “membaca” bagi pondok salaf dan PMDG, tujuan diadakannya Fathul Kutub, dsb. Setelah acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok, diadakan juga pengarahan tiap-tiap materi, seperti Tafsir, Hadist, Tauhid dan Fiqh.

Fathul Kutub merupakan cara Gontor mengajarkan para santri dalam mempelajari sendiri buku-buku klasik Islam. Mereka mencari masalah yang diberikan panitia dari buku-buku yang sudah disediakan, lalu mengadakan diskusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan kegiatan yang diselenggarakan ini, seluruh siswa/i kelas 5 KMI mampu mengenal buku-buku klasik Islam, serta menguji kemampuan bahasa arab yang telah mereka kuasai sejak kelas 1 KMI. Rakafadel

Skill Delegation “Nisaiyah adalah Akhlak dalam Keseharian Santriwati”

0

Mantingan-Jum’at, 29 Desember 2017 Gontor Putri Kampus 1 dimeriahkan oleh acara “Skill Delegation”, perlombaan yang dimaksudkan untuk meningkatkan bakat santriwati dari segala bidang khususnya bidang keputrian, serta dapat melahirkan generasi-generasi yang berkarakter muslimah, memiliki bakat yang sittilkul dan memilki budi pekerti yang luhur. Finalis Duta Keputrian berjumlah 20 orang, terdiri dari 2 kategori yaitu shigor dan kibar. Finalis junior berjumlah 10 orang dari kelas 1, 2 dan 3. Finalis senior berjumlah 10 orang terdiri dari kelas 4, 1 intensive dan 3 intensive. Selain lomba antar individu, juga diadakan lomba antar rayon dalam merancang gaun bertemakan “wedding”. Santriwati terlihat anggun dan cantik mengenakan gaun tersebut. Acara benar-benar dipersiapkan jauh-jauh hari. Para panitia dari Ustadzah maupun dari kelas 6 mengkonsep acara dengan indah dan meriah.

hasil karya santriwati dalam lomba merancang gaun antar rayon
hasil karya santriwati dalam lomba merancang gaun antar rayon

Meskipun begitu banyak acara atau kegiatan di pondok, santriwati Darussalam tetap antusias dalam mengikutinya. Seperti yang dijelaskan oleh Ustadz Suharto dalam sambutannya,”Acara di pondok banyak, padat, dan semuanya menarik, semuanya bermanfaat, acara-acaranya variatif. Pelaksananya dan panitianya dari kita semuanya. Pondok kita mendidik dengan banyak kegiatan-kegiatan yang terpilih, yang terseleksi. Semua acara atau kegiatan di pondok dari kita dan untuk kita, untuk mendidik kita semuanya”. Itulah salah satu kekuatan dan rahasia  pendidikan di Gontor. Dengan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan, menjadikan santriwati kreatif dan dinamis. “Anak-anak Gontor itu dinamis, penggerak dan bergerak. Disiapkan untuk menjadi Muta’alimah, kemuadian menjadi Mu’alimah, kemuadian menjadi Mufakkiroh, kemuadian menjadi Mukharrikah dan Mujahidah”, tegas Ustadz Suharto. Nisaiyah bukan hanya sekedar ketrampilan, akan tetapi seluruh aktifitas harus disertai dan dijiwai dengan Nisaiyah, “النسائية أخلقنا اليومية“.

Finalis Duta Nisaiyah 2018
Finalis Duta Nisaiyah 2018

Pemenag Lomba Duta Nisaiyah 2018:

Kibar/Senior:   :

Juara 1 Rania Rusda/3 Intensive B
Juara 2 Kholidyah Salam/4 B
Juara 3 Sekar Asti Andini/1 Intensive B

Shigor/Junior:

Juara 1 Keshia Larasati/3 B
Juara 2 Fadhillatuz Zahro’ Putri Saifudin/3 E
Juara 3 Argenta Balqis Zahera Moertasim/3 B

 

Salsabila

CHORAL SPEAKING “ MEMACU KREATIVITAS DAN KEKOMPAKAN ANTAR ANGKATAN “

0

Aula pertemuan Gontor Putri Kampus 2, kamis malam (28-12-17).” CHORAL SPEAKING”,  acara ini adalah salah satu perlombaan Gontor Olimpiade. Pada akhir 2017 adalah tahun  istimewa yang terpilih menjadi awal diadakannya lomba tersebut, dan juga awal dimulainya acara Gontor Olimpiade. Meskipun acara ini  hanya dihadiri oleh sebagian santriwati Gontor Putri Kampus 2, dimana sebagian lainnya mengikuti perkajum gelombang pertama. Alhamdulillah, acara ini tetap berjalan lancar dan penuh semangat.

peserta
kelas 3 intensif dalam pertunjukan choral speaking

Definisi dari choral speaking ini merupakan perlombaan per tim, dimana satu tim terdiri dari beberapa kelompok orang , yang membawakan serangkaian cerita seperti aubade, dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, disertai dengan mimik, ekspresi, gerakan tubuh, dan improvisasi yang meningkatkan kreatifitas masing-masing tim.

apresiasi santriwati pada acara choral speaking
apresiasi santriwati pada acara choral speaking

Dibuka dengan angkatan kelas 3, dimana warna hitam putih mengkolaborasilan warna panggung.  Seluruh angkatan menunjukkan kekompakannya  dari segi gerakan, ucapan, dan nada dengan satu irama, bercakap dengan penuh aksi  Serentak dan Segaya. Ribuan tepuk  taganpun menjadi hadiah tersendiri bagi peserta lomba choral speaking.

Tak terasa acara ini telah berlangsung selama satu setengah jam, dan  diakhiri dengan penampilan angkatan  kelas 4. Koreografik persembahan ini memiliki kesan tersendiri bagi anggota Darussalam karena dalam acara ini  sangat memerlukan disiplin, pengetahuan tentang antonasi, hitungan rentak dan berbagai lagi kaedah yang diadun bagi menghasilkan suatu persembahan yang unik. Acara ditutup dengan perfotan antar angkatan.fani

.

DUTA NISAIYYAH “ MENGGALI POTENSI SANTRIWATI TENTANG KEPUTRIAN “

0

Aula pertemuan PMDG Kampus 2, Jum’at(15-12-17)  Untuk meningkatkan potensi santriwati, baik dari aspek akademik maupun non-akademik. Seluruh kegiatan santriwati terus dipacu dan ditingkatkan. Salah satu nya dengan acara DN ( DUTA NISAIYYAH ) yang diadakan oleh Organisasi Pelajar Pondok Modern Bagian Keputrian .

babak praktek acara duta nisaiyyah
peserta duta nisaiyyah dalam babak praktek

Delegasi Duta Nisaiyah bukan hanya berbakat dalam bidang keputrian, melainkan yang memiliki pengetahuan umum dan wawasan yang luas , termasuk dalam hal kepondokmodernan. Pelajaran Nahwu, Shorof dan khususnya pelajaran nisaiyyah dari kelas satu hingga kelas enam mereka lahap bulat-bulat guna “at- tasabuq fil khoiroot

Acara diadakan dalam empat babak : babak pertama individu,babak kedua rebutan ,babak ketiga pratek dan babak terakhir bakat dari masing-masing peserta . Duta Nisaiyyah kibar ditempatkan di aula pertemuan Gontor Putri Kampus 2 dan shighor ditempatkan disamping gedung Damaskus dengan penadah hujan yang telah disediakan oleh panitia.

pembagian amplop soal kepada peserta duta nisaiyyah
pembagian amplop soal kepada peserta duta nisaiyyah

Adapun rekapitulasi perlombaan Duta Nisaiyyah, juara I shighor diraih oleh Rizqi Nur Amalina, dilanjutkan oleh Fathul Nur Rosyidah sebagai pemenang kedua, dan yang ketiga Jazil Aulia. Adapun Kibar Juara I diraih oleh Azizah Qurrota, disusul oleh Khoirunnida Salsabila dan yang terakhir adalah Izzatul Fatimah sebagai Juara III.

Diharapkan setelah acara ini , santriwati lebih memumbuhkan jiwa tasabuq serta dapat meningkatkan wawasan santri khususnya di bidang keputrian karena kita adalah ibu masa depan yang sangat diharapakan Bangsa dan Negara guna mencetak generasi-generasi yang Tangguh. fani

Mahasiswa PKU UNIDA Gontor Gelar Workshop Tantangan Pemikiran

0

GONTOR-Pada hari Kamis (28/12) Mahasiswa Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor menggelar Workshop terkait tantangan pemikiran. Workshop ini diisi oleh pemateri dari mahasiswa PKU UNIDA Angkatan ke-IX.

Berikut nama-nama pemateri Workshop; Pertama, Dedy Irawan: Worldview Islam dan Barat, Kedua, Muhammad Rais: Kritik Pandangan Tokoh Feminis Tentang Talaq, dan Ketiga, Abdul M. Amin: Konsep Ahlu Kitab dalam Perspektif Muhammad Rasyid Ridho. Acara yang dilaksanakan di Aula Rabithah ini diikuti oleh 104 Mahasiswa aktif, dari semester 2 s.d. semester 8.

Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor, pada mulanya dicanangkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam rangka memperkuat dan mendukung Fatwa Majelis Ulama Nomor: 7/Munas VII/MUI/II/2005 Tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak menemukan lembaga yang siap menjadi penyelenggara program ini. Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) yang menjabat sebagai Ketua MUI Pusat bidang pendidikan, menyatakan siap menjadi penyelenggara. MUI akhirnya menyetujui dan sepakat agar Program Kaderisasi Ulama tersebut diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor kemudian menunjuk Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS), salah satu lembaga riset di Universitas Darussalam, sebagai pelaksana.

Akhirnya, dengan rahmat dan karunia Allah, pada tanggal 4 April 2008 Program Kaderisasi ulama resmi dibuka. Program ini dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Dr. K.H. Maftuh Basyuni, S.H. dan disaksikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Khalil Ridwan, Ketua MPR Dr. Hidayat Nurwahid dan para ulama. Adapun peresmian gedung Program Kaderisasi Ulama dilakukan oleh Syeikh al-Azhar (1996-2010) Dr. Muhammad Sayyid Tantawi, dan Ketua Rabitat al-Jamiat al-Islamiyah Prof. Dr. Ja’far Abdussalam.

Sejak dibuka tahun 2008 hingga tahun 2017 Program Kaderisasi Ulama (PKU) di Universitas Darussalam Gontor telah menamatkan 10 angkatan. Masing-masing angkatan diikuti oleh kurang lebih 30 orang peserta, kecuali angkatan ke 10 yang diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari 30 peserta reguler dan 40 orang peserta utusan pemerintah daerah.

Semoga Program ini terus berkembang dan menjadi teras peradaban Islam bagi Gontor dalam menghadapi tantangan zaman, serta alumninya dapat menjadi mundzirul qaum bagi umat.*Aff

Seminar Khot Dalam Pengembangan Bakat Al-Faniyyah

0

NGAWI- Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, mengadakan seminar khoot bersama Al-ustadz  Muhammad Nur, LC, MH. Acara yang diadakan pada tanggal (26/12) dibuka oleh Al-Ustadz Muhammad Zainul Arifin, S.Ag. “المعهد لا ينام أبدا،  pondok terus bergerak, dinamis, dan tidak pernah berhentIMG_0020i untuk beraktifitas, kalau aktifitasnya berhenti berarti pondoknya juga mati..” berikut kutipan pidato beliau dalam acara pembukaan ini,

Seminar ini di ikuti 140 santriwati terpilih yang memilki bakat dalam khot, dan juga para guru-guru(ustadzah) yang memiliki kemampuan di bidang ini. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara ini, dan mendengarkan dengan baik bagaimana tutor (Al-ustadz Muhammad Nur, LC, M.H) memberi pengarahan kepada mereka tentang beberapa qoidah penulisan khoot yang benar serta alat-alat yang harus digunakan.

Para peserta tidak hanya melihat tapi berkesempatan untuk mempraktekan langsung di bawah bimbingan tutor, tidak hanya menerangkan cara penulisan khot, peserta mempelajari juga tentang cara-cara menjiplak dan membuat ornamen hiasan pada khoot ini, para peserta di bagi menjadi beberapa tim, dan bekerja sama dalam menggambar ornament tersebut, sisi sulit dari bagian ini adalah agar kertas jiplakan tidak bergerak agar tidak merubah posisi ornamen yang lain, kesabaran, ketelitian dan dan keuletan dan kerja sama di uji dalam diri peserta sebagai individu atau kelompok agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Para pesera sangat bersungguh-sungguh dan antusias dalam mengerjakan tugasnya dengan baik.

Beginilah Gontor mendidik santrinya untuk dapat terus bergerak, maju, dinamis, dan berkarakter. sugria