Home Blog Page 36

Jelang Hari Pelaksanaan, PMDG Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Perdamaian Internasional dengan WMSJ

0

JAKARTA – Menjelang diselenggarakannya World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 pada Selasa (9/9) mendatang, panitia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat ukhuwwah islamiyyah serta membangun perdamaian dunia. Event yang akan diikuti oleh lebih dari 15.000 orang Pramuka muslim dari berbagai negara ini akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Ketua panita WMSJ 2025, Dr. Riza Azhari, M.Pd.I., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang damai, bersatu, dan berperadaban. “Kami siap menyambut peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara dengan sepenuh tenaga, pikiran, dan semangat,” ujar beliau dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Rabu (13/8). Tujuan ini selaras dengan prinsip universal dan semangat Asta Cita yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ustadz Riza menuturkan, jambore ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sebagai tonggak nyata pendidikan karakter Gontori yang telah melahirkan ribuan alumni dengan kiprah di berbagai bidang di penjuru dunia. “Setiap kegiatan WMSJ memuat niali-nilai Islam, perjuangan, persatuan, dan Asta Cita,” jelas beliau.

Menteri Agama RI periode 2014-2019, Al-Ustadz H. Lukman Hakim Saifuddin, yang turut hadir, menilai WMSJ sebagai momentum persatuan pemuda muslim dunia. Menurut beliau, ajang tersebut bukan sekadar pertemuan atau festival semata, tetapi juga sarana membangun narasi Islam yang damai dan toleran.

“WMSJ menjadi medium baru bagi anak muda muslim untuk menangkal narasi negative atau hoaks tentang Islam yang sering beredar di media,” ujar beliau.

Ustadz Lukman menekankan bahwa WMSJ mengusung tiga nilai universal sesuai ajaran Islam; civilized (berperadaban), united (bersatu), dan peaceful (damai). “Dengan tiga nilai ini, diharapkan para pemuda mampu membangun peradaban dengan ilmu dan adab, serta mempererat persatuan lintas negara,” imbuh beliau.

Sebagai alumnus PMDG 1983, Ustadz Lukman mengaku memiliki pengalaman aktif di pramuka baik semasa di pondok maupun setelah lulus. Ia menilai kegiatan seperti WMSJ berperan penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.

“Saya berharap para peserta WMSJ menjadi teladan di lingkungan masing-masing, menyebarkan nilai toleransi, disiplin, dan kebaikan yang diperoleh selama kegiatan,” pungkas beliau.

(Berita : Ghazi, Winka, Foto : Tim Publikasi WMSJ 2025, Reviewer : Riza, Alif)

Panitia WMSJ Matangkan Persiapan di Buperta Cibubur

0

JAKARTA — Setiap pekerjaan membutuhkan persiapan yang matang di setiap tahapnya. Salah satu kunci keberhasilan terletak pada koordinasi yang erat antar panitia. Dengan komunikasi yang lancar, pembagian tugas yang jelas, dan saling mendukung, potensi hambatan di lapangan dapat diminimalisasi, sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan sesuai rencana.

Jumat, 8 Agustus 2025, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur menjadi saksi rangkaian rapat koordinasi persiapan World Muslim Scouts Jamboree (WMSJ). Acara ini dibungkus dalam agenda resmi berupa koordinasi persiapan WMSJ bersama Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M. Phil.

“Dalam jambore ini, kita harus memberikan kesan positif tentang Indonesia dan pesantren kepada seluruh peserta, khususnya yang dari luar negeri.” Kata Prof. Hamid.

Rapat dimulai dengan paparan teknis oleh Kak Akbar Riyadi. Beliau menjelaskan mekanisme kedatangan peserta, pembagian area perkemahan, susunan kegiatan, hingga protokol keamanan. “Insya Allah seluruh panitia sudah mempersiapkan segalanya dengan baik dan matang. Sehingga, diharapkan adanya sinergi antar panitia ini dapat mensukseskan acara kita bersama.” Kata Kak Akbar.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Kak Ermadi, Kepala Unit Usaha Buperta Cibubur. “Kita di Buperta akan selalu memberikan dukungan langsung terhadap pelaksanaan acara ini. Kita juga akan mengadakan sinergi dengan panitia peringatan 100 tahun Gontor,” ujar Kak Ermadi.

Tak hanya membicarakan konsep di ruang rapat, Prof. Hamid turut meninjau langsung lapangan. Beliau memeriksa jalur logistik, titik kumpul, dan lokasi kegiatan utama.

Hadir pula seluruh ketua, panitia WMSJ, dan perwakilan Buperta. Pertemuan ini berjalan lancar dan kondusif, menjadi bagian dari deretan persiapan menuju pra-Jambore yang akan digelar Sabtu–Ahad, 9–10 Agustus 2025.

WMSJ sendiri akan dijadwalkan berlangsung pada 9–14 September 2025. Lebih dari sekadar ajang perkemahan, kegiatan ini bertujuan mengasah potensi fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual para pemuda Muslim. Mereka diharapkan pulang sebagai individu yang lebih matang, warga negara yang bertanggung jawab, dan anggota komunitas global yang peduli.

(Berita : Winka, Foto : Tim Dokumentasi WSMJ 2025, Reviewer : Riza)

Related Articles :

Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Temui Menteri Pertanian, Bahas Dukungan untuk WMSJ 2025

Kunjungan Sekjen WIUSY, Pantau Persiapan Jambore Muslim Dunia 2025

Sidang Istimewa Badan Wakaf Gontor Bahas Optimalisasi Peringatan 100 Tahun dan Program Abad Kedua

Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Temui Menteri Pertanian, Bahas Dukungan untuk WMSJ 2025

0

JAKARTA – Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar silaturahmi dan audiensi dengan Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., di Gedung A Kementerian Pertanian RI, Senin siang, 4 Agustus 2025. Pertemuan yang dimulai pukul 11.00 WIB itu membahas peluang dukungan dan kerja sama strategis antara Kementerian Pertanian dan Gontor.

Hadir dalam acara tersebut Pimpinan PMDG, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., didampingi oleh panitia Peringatan 100 Tahun PMDG: Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M. Phil., H. Muchlis Patahna, S.H., M.Kn., Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., Dr. Riza Ashari, M.Pd.I., dan Zakariyanto Arief, M.M. Sementara Kementerian Pertanian diwakili Menteri Andi Amran Sulaiman sendiri dan Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, M.S.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua pihak menjajaki bentuk kolaborasi, termasuk dukungan terhadap penyelenggaraan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ), salah satu agenda besar peringatan seabad Gontor.

(Berita : Winka, Foto : Tim Publikasi WMSJ, Reviewer : Riza, Alif)

Related Articles :

Kunjungan Sekjen WIUSY, Pantau Persiapan Jambore Muslim Dunia 2025

PMDG Utus Kontingen Jambore Nasional di Jakarta

Santri Gontor Ikuti Jambore Internasional di Singapura

Informasi Pendaftaran Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri Se-Indonesia

A. PENDAHULUAN

Sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Panitia 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Divisi Gontor Putri menyelenggarakan sebuah acara nasional yang bertujuan untuk mengembangkan potensi linguistik dan ekspresi kreatif santriyah, yaitu Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri Se-Indonesia. Festival ini merupakan ajang kompetisi bagi para santriyah dari berbagai pesantren putri di Indonesia dalam bidang Bahasa Arab dan Inggris. Melalui berbagai cabang perlombaan, acara ini dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa, meningkatkan kepercayaan diri dalam komunikasi, serta memperkuat penguasaan bahasa sebagai sarana dakwah dan kontribusi intelektual di era global.

Selaras dengan nilai-nilai pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor yang menekankan integrasi antara ilmu dan akhlak, festival ini bertujuan mendorong para santriyah agar mampu mengembangkan keterampilan berbahasa secara kreatif dan bertanggung jawab, serta membentuk karakter muslimah yang komunikatif, kompeten, dan berwawasan luas. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif untuk kolaborasi antarpesantren, peningkatan kualitas pembelajaran bahasa, serta terbentuknya generasi santriyah yang unggul dalam bahasa dan berperan aktif dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan.Top of FormBottom of Form

B. SASARAN

Sasaran kegiatan Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri Se-Indonesia santriyah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri, dan santriyah dari seluruh pesantren se-Indonesia.

C. TEMA KEGIATAN

“Membentuk Muslimah Intelek dengan Bahasa, Membangun Peradaban Umat”

D. WAKTU PELAKSANAAN

KEGIATANHARI/TANGGAL
PendaftaranSelasa, 5 Agustus 2025 – Ahad, 31 Agustus 2025
Masa Pengumpulan Karya (Online)Kamis, 21 Agustus 2025 – Ahad, 7 September 2025
Akhir Pengumpulan Short MovieSenin, 22 September 2025
Pengumuman Lolos FinalSenin, 22 September 2025
Pengumuman Pemenang lomba Short Movie dan EssayAhad, 28 September 2025
Pengumpulan berkas daftar ulang finalis (online)Sabtu, 27 September 2025 – Selasa, 30 September 2025
Technical Meeting Online (seluruh finalis)Kamis, 2 Oktober 2025
Akhir Kedatangan Seluruh PesertaSenin, 6 Oktober 2025
Pembukaan KegiatanSelasa, 7 Oktober 2025
Masa Perlombaan (Semifinal-Final)Selasa, 7 Oktober 2025-Rabu, 8 Oktober 2025
Seminar Intelektual MuslimahKamis, 9 Oktober 2025
Penutupan KegiatanJum’at, 10 Oktober 2025

E. BENTUK KEGIATAN

Adapun kegiatan yang akan diadakan pada acara ini berupa perlombaan dengan perincian berikut:

NOJENIS PERLOMBAANJUMLAH PESERTA
1Arabic Debate3 Orang
English Debate3 Orang
2Arabic Listening1 Orang
English Listening1 Orang
3Arabic Song Translation1-2 Orang
English Song Translation1-2 Orang
4Arabic Newscaster1 Orang
English Newscaster1 Orang
5Arabic Essay1 Orang
English Essay1 Orang
7Arabic Story Telling1 Orang
English Story Telling1 Orang
8Khitobah ‘Arabiyah1 Orang
English Public Speaking1 Orang
9Arabic and English Short Movie
TOTAL20 Orang

Adapun syarat dan ketentuan umum peserta pada perlombaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Peserta merupakan santriyah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri dan Pesantren Putri di Indonesia.
  2. Peserta merupakan santriyah yang berusia 15-18 tahun dan belum dinyatakan lulus dari pondok pesantren.
  3. Peserta boleh mengikuti 2 cabang lomba yang jadwal finalnya tidak bersamaan.
  4. Peserta wajib mendaftar secara online melalui link pendaftaran yang telah disediakan.
  5. Peserta menyiapkan fotocopy akta kelahiran dan foto resmi 3×4 dengan background biru untuk dilampirkan di laman pendaftaran.
  6. Peserta yang telah terdaftar tidak boleh digantikan oleh peserta lain.
  7. Peserta wajib mengenakan seragam putih biru (santriyah PMDG)/ seragam sekolah (jika ada), bersikap disiplin dan sopan selama perlombaan berlangsung.
  8. Peserta wajib hadir di lokasi perlombaan 30 menit sebelum perlombaan dimulai.
  9. Apabila peserta melakukan pelanggaran atau kecurangan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
  10. Keputusan dewan juri dan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Informasi selanjutnya dapat dibaca pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pada link berikut: https://bit.ly/44ZXtOa

F. ALUR PENDAFTARAN

Adapun alur pendaftaran Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri Se-Indonesia 2025 adalah sebagai berikut:

  1. Peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran melalui google form yang telah disediakan dengan batas akhir Ahad, 31 Agustus 2025.
  2. Pendaftaran tidak dikenakan biaya registrasi.
  3. Peserta menyiapkan pas foto 3×4 dengan background biru, dan fotocopy akta kelahiran untuk dilampirkan dalam formulir pendaftaran.
  4. Peserta tidak dapat mengunggah dokumen lebih dari satu kali, pastikan file yang didaftarkan sudah benar. Apabila terjadi kesalahan, dapat menghubungi panitia dalam jangka waktu 1×24 jam setelah pendaftaran.
  5. Adapun awal pengumpulan karya untuk lomba song translation, newscaster dan public speaking di mulai pada Kamis, 21 Agustus 2025 – Ahad, 7 September 2025. Sedangkan akhir untuk pengumpulan karya perlombaan short movie dan essay pada Senin, 22 September 2025.
  6. Adapun babak penyisihan lomba debat dan listening secara online di mulai dari Senin, 1 September 2025 – Jum’at, 5 September 2025.
  7. Peserta yang lolos ke babak final akan diundang ke Gontor Putri Kampus 1, dan diwajibkan melakukan pendaftaran ulang online serta offline dengan melampirkan bukti pembayaran. Adapun pengumuman finalis akan diumumkan pada tanggal Senin, 22 September 2025 dan akhir konfirmasi kedatangan bagi para finalis yaitu Rabu, 24 September 2025, sedangkan batas akhir kedatangan peserta babak final di Gontor Putri Kampus 1 yaitu Senin, 6 Oktober 2025.
  8. Adapun pengumuman pemenang lomba short movie dan essay akan diumumkan pada Ahad, 28 September 2025, dan akhir konfirmasi kedatangan bagi perwakilan pemenang lomba yaitu Jum’at 3 Oktober 2025.
  9. Peserta diwajibkan datang tepat waktu. Bagi peserta yang terlambat akan dikenakan sanksi sesuai ketetapan yang berlaku.

Link pendaftaran Perlombaan Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri Se-Indonesia adalah sebagai berikut:

G. NARAHUBUNG PANITIA

Gmail: [email protected]

No Kontak:

Panitia 100 Tahun Divisi Gontor Putri Kampus 1: +62 812-2738-6742

Sekwapeng Gontor Putri Kampus 1: +62 821-3946-3304

Pengasuhan Gontor Putri Kampus 1: +62 821-4077-7038

Napak Tilas Jejak Sejarah Gontor di Cirebon: Ungkapan Syukur 100 Tahun PMDG

0

CIREBON — Memasuki usia ke-100 tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar berbagai acara sebagai bentuk refleksi dan syukur atas perjalanan panjang perjuangan pendidikan islam. Kota Cirebon menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian peringatan ini karena memiliki ikatan sejarah yang erat dengan Gontor. Kiai Sulaiman Jamaluddin, pendiri Gontor Lama, diketahui merupakan keturunan Keraton Kasepuhan Cirebon—jejak sejarah yang tak ternilai dan layak untuk dikenang bersama.

Napak tilas ini berlangsung di Istana Keraton Kasepuhan Cirebon pada Ahad (3/8), diawali dengan penampilan Tari Topeng khas Cirebon yang menghibur sekaligus mengingatkan pentingnya pelestarian budaya lokal. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejarah dan nilai-nilai perjuangan Gontor oleh Al-Ustadz Khoirul Fata, Lc., M.A., dan Al-Ustadz Farihin Niskala. Keduanya menekankan kesinambungan spiritual dan intelektual antara Gontor dan tanah Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan, “Sejarah Cirebon adalah sejarah Indonesia. Acara ini bukan untuk takabbur dan istikbar, tapi untuk tadzakkur dan tasyakkur. Ini adalah sejarah.”

Seluruh Pimpinan dan Ketua Lembaga di PMDG turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran dan apresiasi dari berbagai pihak menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan, keikhlasan, dan pendidikan yang telah diwariskan oleh para pendiri.

Malam harinya, acara berlanjut di Pendopo Bupati Cirebon. Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh-tokoh nasional seperti K.H. Lukman Hakim, M.A., M.M. dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., yang memberikan pandangan dan apresiasi terhadap kontribusi Gontor dalam pembangunan karakter dan peradaban bangsa.

Melalui napak tilas ini, Gontor tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan kembali arah perjuangan: membangun peradaban melalui pendidikan, dengan semangat keikhlasan dan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

(Berita : Staf Sekretaris Pimpinan, Foto : Staf Sekretaris Pimpinan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Pimpinan PMDG Hadiri Pembukaan Harlah Setengah Abad Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin Gresik

“Semua Adalah Mujahid”: Amanat Pimpinan PMDG dalam Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy

PMDG Adakan Pengarahan Ujian Lisan, Bentuk Totalitas Pengawalan dan Pendidikan

0

GONTOR – Bagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), ujian bukan sekadar sarana penilaian akademik. Lebih dari itu, ujian menjadi momentum penting untuk mengevaluasi proses pembelajaran sekaligus membentuk karakter santri. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur keluarga besar PMDG, mulai dari Pimpinan Pondok, Direktur KMI, para guru, hingga Siswa Akhir KMI 2026.

Menjelang pelaksanaan ujian lisan semester pertama, PMDG menyelenggarakan pengarahan dan pembagian tugas bagi seluruh guru dan Siswa Akhir. Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu filosofi pendidikan Gontor: setiap pendelegasian tugas harus disertai pengarahan, pengawalan, serta penanaman nilai moral. Tidak hanya berisi pengarahan teknis, pertemuan tersebut juga menjadi ajang penyampaian pesan-pesan motivasi dan nasihat keikhlasan dalam menjalankan amanah pendidikan.

Tahun ini, pengarahan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada Ahad malam (27/7) dalam dua sesi terpisah: guru bertempat di Aula Gedung Robitoh, sementara Siswa Akhir di Gedung Olahraga (GOR) PMDG. Tahap kedua dilaksanakan secara terpadu pada Senin pagi (28/7) di GOR PMDG, dengan melibatkan seluruh peserta secara bersamaan.

Pembagian tugas dilakukan secara sistematis. Para guru ditugaskan menjadi penguji ujian lisan dan personel piket bagian. Sementara itu, Siswa Akhir KMI 2026 selain berperan sebagai penguji, juga ditugaskan membantu unit-unit usaha pondok serta menjalankan piket di bawah koordinasi OPPM maupun non-OPPM.

Melalui pengarahan ini, diharapkan seluruh elemen pelaksana ujian mampu menjalankan perannya secara utuh—bukan sekadar sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai pendidik yang turut bertanggung jawab dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.

(Berita : Ghazi, Foto : Fatih, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Jaga Stabilitas Kegiatan, Santri Fokus Persiapkan Ujian

Hasil Yudisium Ujian Akselerasi Tahap Pertama Diumumkan, Ratusan Santri Lulus ke Tingkatan Selanjutnya

Ujian Selesai, Siswa Akhir Gelar Sujud Syukur Berjamaah

Kunjungan Dr. Kyoichiro Sugimoto dan Harapan Islam di Jepang

0

GONTOR – Di tengah masa jadwal ujian semester pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menerima tamu istimewa dari Negeri Matahari Terbit. Kunjungan Dr. Kyoichiro Sugimoto, seorang da’i dan Direktur Chiba Islamic Cultural Centre (CICC) menjadi momentum berharga untuk meneguhkan visi internasional Gontor, yaitu mencetak pemimpin lintas bangsa dan generasi.

Pondok Modern Darussalam Gontor bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang teladan, berdisiplin, dan berwawasan global. Silaturrahim Dr. Kyoichiro merupakan bentuk dakwah lintas budaya yang sejalan dengan misi PMDG merangkul dunia Islam internasional.

Dalam sambutan beliau di Masjid Jami’, Dr. Kyoichiro mendoakan para santri yang akan menghadapi ujian, sembari menjelaskan bahwa Islam adalah sumber kekuatan spiritual dan moral. “Karena saya mendengar kalian memiliki ujian besok hari, saya berdoa agar Allah membantu kalian semua,” ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kyoichiro mengisahkan perjalanannya menjadi seorang muslim. Semua itu dimulai ketika beliau bertemu dengan seorang mahasiswa muslim asal Bangladesh ketika berusia 19 tahun. Pertemuan tersebut membuka pandangannya tentang keluarga, kasih sayang, dan arti kehidupan, terlebih setelah mahasiswa tersebut mengundang beliau berkunjung ke negara asalnya. “Saya merasa dihargai, padahal saya orang asing,” ungkap beliau.

Dr. Kyoichiro pun mulai mencari tahu lebih dalam tentang Islam, meski saat itu akses informasi belum semudah hari ini. “Saya menemukan dua konsep menarik, (yaitu) konsep akhirat dan konsep tauhid,” jelas beliau. Pada usianya yang ke-20 tahun, Dr. Kyoichiro memutuskan untuk bersyahadat.

Meski menghadapi banyak tantangan, mulai dari kesendirian, minimnya masjid dan makanan halal, tidak adanya ustadz, semangat beliau tak pernah padam. Beliau menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktoral di International Islamic University of Malaysia. Kini, beliau aktif berdakwah dan bersama Yayasan Cinta Qur’an Indonesia berusaha untuk membangun banyak masjid di Jepang. Beliau juga berhasil menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jepang dan menyebarkannya kepada umat muslim di sana.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

PMDG Terima Kunjungan Atase Agama Kedubes Saudi

Kunjungan Sekjen WIUSY, Pantau Persiapan Jambore Muslim Dunia 2025

Lanjutan Program Penulisan Mushaf Gontor, LPMQ Adakan Kunjungan ke PMDG

Jaga Stabilitas Kegiatan, Santri Fokus Persiapkan Ujian

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi kedisiplinan, ketertiban, dan keseimbangan antara kegiatan akademik dengan non-akademik. Sebagai institusi yang mendidik santri dari segala aspek intelektual, mental, dan spiritual, PMDG menekankan pentingnya persiapan intensif menjelang Ujian Semester Pertama sebagai bagian dari pembentukan karakter santri.

Dalam rangka menjaga stabilitas sistem pendidikan dan pengajaran, PMDG resmi menghentikan sementara beberapa aktivitas non-akademik. Keputusan ini tidak menjadikan kegiatan pondok lebih vakum, tetapi merupakan upaya untuk memastikan dan menjaga kualitas  hasil belajar para santri, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung.

Mendekati masa Ujian Semester Pertama, kegiatan kepramukaan, latihan pidato, pelajaran sore, aktivitas klub olahraga, instansi keilmuan, dan seluruh pasukan khusus Gugus Depan 15.089 di-non aktifkan sementara waktu. Kebijakan ini diambil sebelum rangkaian ujian dimulai pada Rabu (30/7). Seluruh santri difokuskan untuk belajar secara mandiri maupun berkelompok di waktu-waktu yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Ujian Semester Pertama sendiri terbagi dalam dua tahap; ujian lisan dan materi. Dengan suasana yang lebih tenang dan terarah, PMDG berharap setiap santri mampu memanfaatkan waktu yang tersedia secara maksimal, menata ritme belajar, dan menanamkan semangat juang yang telah menjadi ciri khas pendidikan Gontor sejak awal berdirinya.

Manuver pendidikan menunjukkan bahwa PMDG tidak hanya menjaga disiplin akademik, tetapi juga melatih kemandirian santri dalam belajar dengan suasana yang penuh nilai tanggung jawab.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Pentingnya Literasi dalam Bingkai Pendidikan PMDG

Masa PKA, KMI Adakan Ujian Akselerasi Akademik

Direktur KMI Adakan Inspeksi Ujian Tulis Siswi Akhir Gontor Putri Kampus 4

Pentingnya Literasi dalam Bingkai Pendidikan PMDG

0

GONTOR – Literasi bukan sekadar kemampuan dan kegiatan baca-tulis, ia adalah wujud daya hidup intelektual dan jiwa peradaban. Filosofi inilah yang dihidupkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) melalui Pekan Literasi Santri (Pelita) 2025. Agenda tersebut merupakan bentuk usaha PMDG dalam membentuk santri yang intelek, cendekia, komunikatif, dan kritis.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang fokus pada pembentukan akhlak, pengembangan akademik, dan pelatihan kepemimpinan, PMDG melihat literasi sebagai salah satu fasilitator yang tepat untuk hal tersebut. Para santri diajarkan untuk membaca dengan hati, menulis dengan nurani, dan menyuarakan kebenaran dengan berani. Pelita menjadi ruang pengembangan diri, eksplorasi bakat, dan aktualisasi gagasan.

Digelar sejak selama sepekan, Pelita 2025 dipenuhi berbagai kegiatan edukatif seperti workshop jurnalistik, debat, dan broadcasting yang diikuti lebih dari 300 santri kelas 1-6 KMI. Masing-masing workshop dibawakan oleh para guru yang merupakan ahli di bidangnya, disertai dengan praktik dan post test untuk mengukur capaian pemahaman peserta.

Kompetisi seperti cipta puisi, cerita pendek, dan debat turut meramaikan kegiatan. Salah satu peserta lomba puisi, Arqoenda, seorang siswa KMI menggambarkan Gontor sebagai tempat bagi seseorang menemukan makna kebahagiaan. “Dengan adanya Pelita ini, harapannya seluruh santri dapat menambah wawasan dan juga minatnya dalam literasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, panitia pelaksana sukses mengundang Ahmad Fuadi, penulis trilogi Negeri 5 Menara untuk mengisi seminar bedah buku karya beliau, sebuah novel fiksi-sejarah berjudul Buya Hamka. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ulama dengan nama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah tersebut merupakan pujangga, penulis, bahkan pelopor adanya profesi content creator di Indonesia.

“Beliau merekam ceramahnya lalu dijadikan kaset. Semua media yang kita kenal sekarang pernah digunakan Buya Hamka pada zamannya,” jelas Ustadz Fuadi.

Beliau mengungkapkan bahwa dirinya  telah melakukan riset mendalam sebelum menulis novel tersebut, salah satunya dengan mewawancarai Afif Hamka, salah satu putra Buya Hamka yang juga seorang alumnus PMDG. Ahmad Fuadi menggambarkan jika sosok Buya Hamka adalah taman bunga yang luas, maka tugasnya sebagai penulis adalah menyusun buket dengan bunga-bunga terbaik dari taman itu.

Pelita 2025 resmi ditutup bertepatan dengan peresmian Perpustakaan Santri PMDG yang baru di Gedung Darul Hijroh. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur KMI, serta para guru. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. menyampaikan dukungan penuh PMDG atas diresmikannya perpustakan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas literasi para santri.

“Minat baca itu harus dilatih. Karena nantinya (para santri) akan dituntut untuk menulis. Harus banyak membaca sehingga wawasannya meluas. Karena orang Indonesia itu minat bacanya sangat rendah,” jelas beliau.

Perpustakaan Santri PMDG ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari koleksi buku yang beragam, computer untuk akses digital, ruang diskusi, hingga perpustakaan khusus kitab turats. Kehadiran perpustakaan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk santri yang gemar membaca dan kritis.

Pelita 2025 dan peresmian perpustakaan baru menjadi bukti bahwa pondok pesantren bukan hanya pusat pembelajaran agama, tetapi juga rumah besar bagia pendidikan, ilmu pengetahuan, sastra, dan kreativitas. Dari sinilah akan lahir para pemimpin umat yang berakhlak, tangguh, dan berpikiran tajam. 

(Berita : Mahendri, Abie, Majid, Haqi, Hilmi, Foto : Dejuan, Abhiraj, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Tingkatkan Literasi Santri, PMDG Adakan Kegiatan PELITA

Pejuang Literasi dalam Membangun Generasi

Update Informasi Pendaftaran Gontor Language Championship Peringatan 100 Tahun Gontor

0

A. PENDAHULUAN

Gontor Language Championship 100 Tahun Gontor merupakan salah satu event lomba dalam rangkaian acara Peringatan 100 Tahun Gontor yang diselenggarakan oleh Panitia 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Gontor Language Championship 100 Tahun Gontor adalah rangkaian kompetisi bahasa yang diadakan untuk merayakan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan ini melibatkan para santri dari berbagai pondok pesantren, yang berkompetisi dalam berbagai perlombaan baik perlombaan dengan Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Berkontribusi dalam pengembangan bahasa, soft skills, serta ajang bagi setiap santri yang memiliki bakat dalam dunia public speaking dan literasi.

Selain menjadi ajang kompetisi, berpartisipasi dalam Gontor Language Championship merupakan pengalaman yang sangat berharga. Peserta menjadi pelopor dalam membangun kesadaran para santri akan pengembangan soft skills. Gontor Language Championship juga menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan dan mengasah bakat dan minat peserta dalam bidang bahasa, public speaking, serta literasi. Selain itu, peserta Gontor Language Championship berkesempatan memperluas relasi dengan berbagai pihak mulai dari panitia, dewan juri maupun peserta lainnya. Prestasi yang diraih kemudian dapat meningkatkan portofolio peserta sehingga mempermudah dalam meraih cita-cita. Diharapkan juga kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kemampuan bahasa serta menjaga mahkota bahasa santri dari seluruh pesantren di Indonesia dengan dasar “Language is Our Crown”

B. SASARAN

Sasaran kegiatan Gontor Language Championship 100 Tahun Gontor adalah santri Pondok Modern Darussalam Gontor yang tersebar di 12 kampus putra, pondok pesantren alumni se-Indonesia baik yang terdaftar ataupun tidak terdaftar dalam Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) dan Mu’adalah Muallimin.

C. TEMA KEGIATAN

Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama“.

D. WAKTU PELAKSANAAN

KegiatanHari/Tanggal
Pendaftaran28 Mei 2025 – 15 Agustus 2025
Pemberkasan23 Agustus 2025 – 1 September 2025
Technical Meeting Online2 September 2025
Check In Kontingen28 September – 1 Oktober 2025
Pembukaan Kegiatan2 Oktober 2025
Penutupan Kegiatan5 Oktober 2025

E. BENTUK KEGIATAN

Adapun kegiatan yang akan diadakan pada acara ini berupa perlombaan dengan perincian sebagai berikut:

No.Nama KegiatanJumlah PesertaKelas yang Diizinkan
1Master of Ceremony1 OrangKelas 4 – 6 KMI
2Munadzhimu-l-Barnaamaj1 OrangKelas 4 – 6 KMI
3Speech Competition1 OrangKelas 3 – 6 KMI
4Musaabaqatu-l-Khithaabah1 OrangKelas 3 – 6 KMI
5Debate Competition3 OrangKelas 3 Int – 6 KMI
6Munaadzharah ‘Arabiyyah3 OrangKelas 3 Int – 6 KMI
7Commentator1 OrangKelas 4 – 6 KMI
8Mu’alliq1 OrangKelas 4 – 6 KMI
9Language Quiz3 OrangKelas 4 – 6 KMI
10Insyaadu-s-Syi’ri3 OrangKelas 1 – 6 KMI
11English and Arabic Singing1 OrangKelas 1 – 6 KMI
12Composition1 OrangKelas 3 – 6 KMI
13Insya’1 OrangKelas 3 – 6 KMI
14Spelling Bee1 OrangKelas 1 – 6 KMI

            Total keseluruhan peserta di setiap kontingen berjumlah 15 peserta dan 3 pembimbing

informasi selengkapnya dapat dibaca pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pada link berikut :

https://s.gontor.ac.id/guidebook-glc

ALUR PENDAFTARAN

Link Pendaftaran Perlombaan Gontor Language Championship Adalah Sebagai Berikut  :

https://s.gontor.ac.id/pendaftaran-glc

            Catatan Penting:

  • Pastikan semua data yang diunggah adalah benar dan valid.

NARAHUBUNG PANITIA

Gmail              : [email protected]

No Kontak      :

Penanggung Jawab Umum                 : Muhammad Emerald Atthala (082132089238)

Penanggung Jawab Perlombaan          : Muhammad Fahmi Manshuri (085763212597)

Bendahara Panitia                               : Dzikril Hakim                     (085694589799)