Home Blog Page 351

Inspiring Fathul Kutub Gontor Putri Kampus 3

0

      Tepat pada hari rabu (4/10) Gontor Putri Kampus 3 membuka program tahunan Kulliyatul Mu’allimat Al- Islamiyah yaitu Usbu’ –L-Iftitah Fi Kutubi-T-Turos Al-Islamiyah. Al- Ustadz Syambul Hadi Abdan berdiri sebagai pemberi pengarahan dalam pembukaan acara tersebut. Beliau menyampaikan “bahwa dari fathul kutub ini santriwati Gontor untuk bisa membaca, memahami, dan mengerti apa yang termaktub didalam buku turost, dan inilah ajang untuk meningkatkan bahasa santriwati”.

diskusi fathul kutub perkelompok
diskusi fathul kutub perkelompok

           Siswi akhir KMI Inspiring Generation ini berjumlah 431 siswi yang dibagi menjadi 36 kelompok, yang menyatu di Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Dari setiap kelompoknya di bombing oleh dua orang guru sebagai musyrif/ musyrifah selama acara ini berlangsung. Selama satu minggunya program ini di isi dengan enam kali bahstu Mas’alah dan Munaqasyah, dan diakhiri dengan munaqasyah kubra pada hari rabu (11/10).

        Alhamdulillah program KMI untuk siswi akhir Inspiring Generation ini sangatlah menginspirasi. Karena, begitu banyaknya respond dan gemuruh sorakan mereka dalam memperhatikan Munaqasyah Kubro yang disertakan dengan kubu “Pro” dan  “Kontra” dengan tema “ At- tazayyun Li-l- Mar’ah”. Lalu, beberapa nyanyian, tawa dan sorakan indah juga mengiri suasana ketika dibacakannya pesan dan kesan disetiap kelompok. TadzkiratulAulia14

The Amazing Islamic Revival

0

Karangbanyu- The Amazing Islamic Revivalsebagai tema yang mendasari terselenggarakannya Pentas Seni UNIDA Gontor devisi Karangbanyu, acara –acara yang dirangkai apik agar tetap berpedomankan akan keislamisasian dan memabangun peradaban Gontori. Warna-warni bunga dan kemerlap lampu-lampu kecil bagai bintang yang jatuh memenuhi jalan menuju Audiotirum Gontor Putri Kampus 3, sebagai tempat berlangsungnya acara. Tepat pada hari Kamis (9/27) dihadiri oleh seluruh Asatidz, wisudawati, dan Santriwati Darussalam Gontor Putri Kampus 3. Para peserta acara PENSI ini meliputi seluruh Mahasiwi Aktif semester 1-7.

Inilah tantangan terbesar Mahasiswi UNIDA Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 untuk meningkatkan peran dan fungsi tersebut dengan mewujudkan acara Pentas Seni Mahasiswi UNIDA. Pentas Seni Mahasiswi UNIDA ini merupakan wadah penyalur aspirasi serta kreatifitas yang mana untuk mengoptimalkan potensi moral dan spiritual yang dimiliki mahasiswi sebagai realisasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Yang bermottokan “Membangun Peradaban Gontori, Ciptakan Jati diri Surgawi dan Jayakan Pemudi Islami”.

Syukur terdalam Mahasiswi haturkan kepada Sang Raja Alam, acara yang dimulai dengan Shalawat merdu mengiringi kedatangan para penonton juga para malaikat hingga sampai penutup PENSI 2017 ini berjalan dengan harapan. Dan Evaluasi acara disampaikan langsung oleh Al-Ustadz Suwarno TM, S. Ag dan Al-Ustadz. Muhammad Abdullah Bajuri Lc. TadzkiratulAulia14

Pengarahan Ujian Lisan Sebagai Salah Satu Sarana Pendidikan

0

DSC_0139

Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor diberikan kepada santri-santrinya melalui berbagai macam sarana. Tidak berhenti hanya pada kegiatan belajar-mengajar di ruang-ruang kelas, pendidikan di pondok ini juga melalui seluruh kegiatan-kegiatan yang ada mulai dari olahraga, kepramukaan, kehidupan di asrama, dan bahkan mengantri di dapur umum juga merupakan suatu sara pendidikan. Apa yang dirasakan oleh anak, apa yang dilihat, dan apa yang didengar, semuanya adalah pendidikan.

Ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu bentuk pendidikan. Dalam ujian semuanya dididik, mulai dari santri kelas 1 sampai kelas 6, para guru, dan bahkan wakil pengasuh juga dididik dalam ujian ini. Tidak hanya dididik untuk mengikuti ujian, akan tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung adanya ujian.

Untuk kelancaran ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor, maka diadakan pengarahan untuk menghadapi ujian tersebut. Seperti yang kita ketahui tadi bahwa yang terdidik melalui ujian bukan hanya santri yang akan diuji, tetapi seluruh elemen-elemen yang ada dalam pondok juga diuji. Maka, semuanya perlu diarahkan dan dikawal dengan baik, mulai dari penguji sampai guru-guru dan kelas 6 yang bertugas di bagian-bagian pondok. Pengarahan sangatlah penting meskipun isinya setiap tahun sama saja, itu berarti menandakan bahwa apa yang dicita-citakan oleh pondok benar-benar harus tercapai, maka dari itu setiap acara meskipun tiap tahun diadakan masih tetap harus diarahkan.

Tidak hanya berhenti pada pengarahan, setelah diarahkan semuanya masih terus dikawal agar tidak keluar dari jalur-jalur yang sudah ada. Apalah guna dari suatu pengarahan tanpa ada pengawalan dalam pelaksanaan.

Setelah semua dilakukan, maka ada evaluasi. Pondok ini selalu berkembang dengan adanya evaluasi yang kemudian menjadi sebuah pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan selanjutnya.Resha

 

 

 

KH. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Milad 10 Tahun PP Darussalam Tasikmalaya

0

TASIKMALAYA – Ahad pagi (29/10) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara Tasyakuran Peringatan Satu Dasawarsa Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah, Tasikmalaya. Acara yang dilaksanakan di lapangan PP Darussalam ini, dihadiri oleh banyak kalangan, dari santri, wali santri, masyarakat sekitar, para pimpinan pondok, bahkan aparat pemerintah juga turut serta dalam memeriahkan acara tersebut. Tasyakuran ini merupakan puncak acara dari rentetan acara peringatan 10 tahun PP Darussalam Tasikmalaya.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan shalawat Nabi, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Oh Pondokku. Setelah itu sambutan disampaikan oleh beberapa wakil dari mulai Pimpinan PP Darussalam Tasikmalaya, KH. Deni  Rustandi, dan dilanjutkan oleh perwakilan dari tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah sekitar. Dalam sambutannya KH. Deni Rustandi menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kepada Bapak Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal yang telah membimbing sekaligus memberikan arahan dalam mengasuh dan memajukan PP Darussalam Tasikmalaya. Beliau sangat terharu sekali melihat perkembangan Pondoknya hingga saat ini, berkat bantuan dan doa dari segala pihak.

Di akhir acara, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan tausiyah kepada para hadirin. Beliau bercerita awal mula didirikannya PP Darussalam Tasikmalaya. “Saya tau benar pendirian Darussalam Tasik ini. Deni (Pendiri sekaligus pimpinan Pondok) itu miskin, gak punya apa-apa, hehe.. tapi lihat sekarang, Pondok sudah semakin terlihat besar dan mengalami kemajuan-kemajuan, alhamdulillah, inilah berkah pesantren.” Kata Kiai Hasan disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin. Beliau mengingatkan kepada seluruh keluarga besar PP Darussalam Tasikmalaya agar selalu bersungguh-sungguh dan istiqomah dalam mengembangkan dan memperjuangkan Pondok. Semoga seluruh pondok pesantren di Indonesia semakin berkembang, sehingga mampu mencetak kader-kader pemimpin umat yang berakhlak mulia dan dapat mengemban amanat dengan baik, demi kemajuan agama, nusa, dan bangsa.brada

Ujian Lisan: Satu Bentuk Evaluasi Pembelajaran Selama Satu Semester

0

GONTOR-Dalam rangka menyempurnakan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran selama satu semester, Gontor mengadakan ujian. Sebagai salah satu bentuk evaluasi, ujian ini diadakan dalam 2 bentuk, ujian lisan dan ujian tulis. Adapun ujian lisan, pelaksanaannya sudah dimulai sejak Senin lalu (30/10), sedangkan ujian tulis akan dilaksanakan 12 hari mendatang. Ujian lisan pada tahap ini hanya diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga 5 KMI, terdaftar 3352 santri yang akan mengikuti ujian, terkecuali 762 siswa akhir yang akan bertugas selaku pembantu panitia dan menguji.

Sebanyak 247 guru ditugaskan sebagai penguji, dibantu oleh beberapa siswa akhir. Adapun ruangan kelas yang dipakai untuk ujian lisan sebanyak 103 buah, seluruhnya tersebar di gedung Satelit, Yaqdzoh, Saudi 6, Sudan 1, Sudan 2, dan Rabithah, pembagian ruanganpun disesuaikan dengan materi yang diujikan.

Ujian lisan ini akan berlangsung selama 10 hari, setiap satu semester seorang santri akan dihadapkan ujian lisan dalam 3 materi dalam, adapun materi-materi tersebut adalah:

  1. Bahasa Arab
  • Al-Muhadatsah
  • Durusullughah Al-Arabiyyah
  • Al-Muthala’ah
  • An-Nahwu
  • Ash-Sharf
  • Al-Balaghah
  • At-Tarjamah

 

  1. Bahasa Inggris
  • Conversation
  • Reading
  • Grammar
  • Translation

 

  1. Al-Qur’an
  • Tilawah
  • At-Tajwid
  • Praktek Ibadah
  • Do’a Sehari-hari
  • Al-Fiqh
  • Juz ‘Amma

Setiap dari materi tersebut memiliki nilai tersendiri yang akan dimasukkan ke dalam rapor santri. Ujian lisan ini melatih santri untuk menghafal, berani menjawab, dan mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian tulis yang akan datang. sand88

Pondok Modern Gontor Masuki Fase Pertama Ujian Pertengahan Tahun

0

GONTOR – Tepat pada hari Sabtu (28/10) pagi, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) telah memasuki fase pertama ujian pertengahan tahun, yaitu masa ujian lisan. Ditandai dengan diadakannya kumpul untuk seluruh dewan guru dan para siswa kelas 6 di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) bersama Bapak Pimpinan PMDG. Tujuan diadakannya acara tersebut guna mendengarkan pesan dan nasehat dari Bapak Pimpinan, dan untuk mengetahui pembagian tugas yang telah ditetapkan oleh panitia ujian pada ujian lisan kali ini.

Seluruh dewan guru senior maupun junior beserta segenap siswa kelas 6 diwajibkan untuk mengikuti acara tersebut, dikarenakan dengan adanya perkumpulan ini diharapkan agar seluruh warga PMDG memiliki persepsi yang sama tentang tugas-tugas yang dibebani kepada mereka pada masa ujian lisan kali ini. Inilah salah satu potret kesibukan yang tengah terjadi di Pondok Modern Gontor akhir-akhir ini, juga menjadi pertanda bahwa semester pertama tahun ajaran 1438-1439/2017-2018 akan segera berakhir.

Hadir dalam acara ini Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan. Pada isi pesan yang disampaikan Bapak Pimpinan, dalam hal ini Kiai Hasan memaparkan bahwa pada setiap pelaksanaan ujian di Gontor, semua bagian yang ada di pondok tersebut diuji, tidak ada pengecualian terhadap seorang pun. Seluruhnya memiliki tanggungjawab masing-masing, mempunyai program, dan lain sebagainya, yang tidak mungkin untuk ditinggalkan ataupun sampai dilupakan.

Pelaksanaan ujian lisan di PMDG mengikutsertakan seluruh guru dan santri. Kali ini, ujian lisan diikuti oleh 3352 peserta ujian siswa kelas 1–5 KMI, 762 siswa akhir kelas 6 selaku pembantu panitia ujian dan 247 penguji dari guru-guru KMI. Adapun ruangan kelas yang dipakai untuk tepat menguji ujian lisan sebanyak 103 ruangan kelas yang seluruhnya tersebar di gedung Satelit, Yaqdzoh, Saudi 6, Sudan 1, Sudan 2, dan Rabithah.biibmufassir

Alumnus Gontor Raih Predikat Cumlaude di STIKOM Surabaya

0

Surabaya-Alumnus Gontor tahun 2012, Muhammad Nasrullah, raih predikat cumlaude di Stikom Surabaya jurusan Sistem Informasi. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tempat sekolahnya dulu, diundang dalam wisuda Stikom ke-40 ini sebagai tamu spesial, karena prestasinya ini. Pimpinan Pondok memberikan apresiasi terhadap salah satu alumninya dengan mengutus Al-Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag., guru senior di bagian KBM, untuk menghadiri wisuda tersebut.

Acara ini bertempat di Arena Prestasi lantai 9, Jl. Raya Kedung Baruk No. 98 Surabaya. Dimulai pukul 08.15–11.00 WIB. Kali ini Stikom menelurkan 172 wisudawan/i dengan rimcian: 138 untuk strata 1 (S-1), 10 orang untuk D4, dan 24 Orang untuk D3. Acara ini terasa lebih menarik, karena dimeriahkan dengan paduan suara Stikom yang merdu dan beberapa persembahan dari fakultas. Rektor Stikom Surabaya, Prof. Dr. Budi Jatmiko, M.Pd. pun ikut serta dalam persembahan ini, menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dengan beberapa dosen lainnya.

Setelah acara resepsi wisuda selesai, utusan Gontor dan tamu undangan dari sekolah lainnya dipersilahkan untuk berfoto dengan anak didiknya bersama rektor. Dilanjutkan dengan ramah tamah bersama jajaran senat. Lalu pak Rektor memberikan ucapan terima kasih terhadap tamu undangan dan memberikan sertifikat penghargaan kepada Gontor atas prestasi wisudawan alumnus Gontor tadi. AaRum

Foto Bersama Rektor Stikom Surabaya
Foto Bersama Rektor Stikom Surabaya

Seminar Fotografi : Sejarah yang Perlu Diabadikan

0

Tepat pada pukul 05.00 pagi, Aula Beirut Gontor Putri Kampus 2 mulai dipenuhi oleh mahasiswi guru.  Seminar Fotografi bersama pria kelahiran Lamongan, 3 Oktober 1967 menjadi salah satu ladang baru untuk menimba ilmu. Pria yang tak asing lagi bagi warga negara Indonesia, pun asaatidz dan ustadzat Gontor Putri Kampus 2. Beliau adalah Al-Ustadz Achmad Nuril Mahyuddin, peraih Love & Care Award  2014, seorang motivator nasional, serta aktivis masyarakat.

Al-Ustadz Achmad Nuril dalam penyampaian teori fotografi
Al-Ustadz Achmad Nuril dalam penyampaian teori fotografi

Seminar yang diadakan pada 20 Oktober 2017 ini bertemakan “Documentary Photography Choaching and Clinic“. Diadakan guna menambah wawasan para mahasiswi guru dalam bidang kesenian khususnya dalam ranah fotografi. Dimana di dalamnya, memberikan bekal kemampuan teknik dan artistik yang cukup bagi peserta supaya siap dalam memotret berbagai kondisi dengan baik dan dapat mendokumentasikannya dalam sejarah  hidup.

Sesi pertama, Al-Ustadz Nuril menyampaikan teori memotret, baik dalam segi background, teknik memegang  kamera, dan langkah  pengambilannya. Berbagai hasil dokumentasi beliau perlihatkan kepada para peserta, diantaranya foto hasil karyanya yang mendapatkan penghargaan. Beliau pun menunjukkan fotografi dokumenter yang darinya membuahkan harga yang tak terhingga.

Percobaan lapangan dalam salah satu sesi di Seminar Fotografi
Percobaan lapangan dalam salah satu sesi di Seminar Fotografi

Seminar kali ini terasa sangat berbeda dengan seminar-seminar sebelumnya, karena pada seminar kali ini panitia memberi kesempatan pada peserta lewat percobaan lapangan dengan berkeliling sekitar pondok guna mencari objek foto yang manis dan layak untuk dijadikan background dalam percobaan  para mahasiswi. Adapun objek pertama yang terpilih adalah gerbang Gontor Putri Kampus 2 dan disusul dengan objek selanjutnya yaitu  bangunan Kairo.

Pada sesi terakhir, Al Ustadz Nuril menyampaikan evaluasi dari hasil karya para peserta sehingga para peserta dapat membenahi apa apa yang kurang dari potret yang ia ambil. Seminar ini menyampaikan pesan pada peserta untuk tidak menjadi hamba kufur dan mendorong mahasiswi guru untuk selalu bersyukur pada Sang Maha Kuasa dengan berbagai keindahan alam yang tiada tara. Karena segala hal perlu dijaga. Karena segala hal adalah sejarah yang perlu diabadikan.

 

ERWIN

Catatan Almarhum K.H. Imam Badri: Peningkatan Kualitas Muslim

0

Setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini adalah sama. Semuanya satu derajat, tidak  ada yang tinggi dari yang lainnya, yang membedakan manusia dengan yang lainnya adalah taqwannya kepada Allah Swt, sesuai dengan firman Allah Swt: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu bagi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Setiap manusia wajib memperbaiki dan meningkatkan dirinya sendiri minimal untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Islam melarang umatnya untuk  berpangku tangan dan menanti nasib yang akan datang kepadanya. Allah Swt tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Karena itu, manusia harus berusaha dan berdoa agar dapat mengubah takdir buruknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga merubah keadaan yang ada pada mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)

Dalam meningkatkan kualitas muslim diperlukan tiga hal pokok, yaitu ilmu, kesungguhan, dan keikhlasan. Ilmu adalah pelita dan cahaya bagi kehidupan manusia, penerang hati, dan jalan hidup manusia. Orang yang berilmu telah dijanjikan Allah akan mendapat derajat yang tinggi di sisi-Nya. Ilmu pulalah yang  membedakan manusia  dengan hewan. Tetapi  perlu diingat, ilmu tidak dapat menembus hati ahli maksiat, karena ilmu adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah tirai yang menghalangi cahaya masuk ke dalam hati seseorang. Maka kepada Allah lah kita memohon petunjuk dan hidayah agar ilmu yang kita dapatkan ini bermanfaat di dunia dan akhirat.

Prinsip  kedua adalah kesungguhan. Mencari ilmu, mengadakan perubahan dan sebagainya harus dibarengi dengan kesungguhan. Tidak ada suatu hal pun yang dapat diperoleh tanpa usaha. Dengan kesungguhan itu manusia akan lebih merasakan kesuksesan yang telah dicapainya. Allah telah menjanjikan bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh atau  berjihad di jalanNya maka akan dibukakkan pintu kemudahan baginnya.

Allah Swt berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh akan Kami bukakan jalan-jalan Kami bagi mereka.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Prinsip ketiga adalah keikhlasan. Seorang muslim harus ikhlas dalam berbuat apapun, semua dilakukan karena Allah Swt. Karena segala amal perbuatan yang hanya didasari keikhlasanlah yang akan diterima oleh Allah Swt. Bila suatu perbuatan itu dilakukan secara tidak ikhlas, maka ia akan sia-sia, bahkan berdosa. Pada hakikatnya Allah tidak memerlukan keikhlasan itu, Allah maha Kaya. Tetapi keikhlasan itu merupakan salah satu cara manusia muslim bersyukur atas segala kebaikan, dan dengan kesyukuran itu kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Ilmu, kesungguhan, dan keikhlasan harus selalu beriringan, bila tidak ada salah satu dari ketigannya, akan merusak keseimbangan, bahkan dapat menggiring menuju kehancuran, seperti ungkapan Ali bin Abi Thalib: “Seluruh manusia akan binasa kecuali orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berilmu seluruhnya akan binasa kecuali orang-orang yang  beramal, orang-orang yang beramal  akan binasa kecuali orang-orang yang ikhlas.”

Penerapan tiga hal di atas pada diri seorang muslim diharapkan mampu meningkatkan sumber daya muslim demi penyebaran syari’at Islam dan berjihad li I’ilai kalimatillah.*Aff

 

Buku Bekal Hidup di Dunia dan Akhirat, hal. 35-39

 

TAUJIHAD WAKIL DI REKTUR KMI DI MASJID JAMI’ GONTOR 3

0

Gontor 3 – Matahari mulai terbenam, langit berwarna orange. Terlihat mulai datangnya malam di tandai dengan berkumandangnya azan magrib. Seluruh santri berbondong-bondong pergi ke masjid jami’ membawa sajadah di tangan kiri dan kanannya. Bagian keamanan berdiri di depan masjid dan bagian Ta’mir masjid merapikan shaf dan berisan shalat  santri.  Kemudian  seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 3 Kediri menunaikan ibadah shalat magrib berjama’ah.

Setelah seleseinya shalat magrib berjamaah, Direktur KMI Gontor 3 Al Ustadz H. Aris Hilmi Hulaimi, M.Ud hari Senin, 30 Oktober 2017/11 Safar 1439 menyampaikan taujihat atau arahan mengenai ujian lisan pada esok hari di Masjid Jami’ Gontor 3. Dan beberapa point dari penyampaian beliau adalah seluruh santri harus pandai-pandai dalam membagi waktu di masa-masa ujian lisan karena setelah ujian tersebut akan menghadapi ujian tahriri atau tulis yang ini semua menjadi penentu harga diri masing-masing bil-imtihaani yukrohul mar’u au yuhaanu.

Antusias seluruh santri yang berada dimasjid mendengarkan dengan seksama. Dan menyadari bahwa ujian ini sangatlah penting dalam kehidupan karena didalam ujian tersebut akan terlihat kadar belajar selama setengah tahun. Maka dengan man jadda waja mereka yakin bisa melaluinya.

Dalam hal ujian lisan ini, mungkin bagi anak-anak baru kelas satu ujian lisan ini baru mengenalnya dan  untuk anak-anak lama kelas dua sampai kelas lima mereka sudah mengetahui ujian ini. Dalam ujian lisan dibagi menjadi 3 ; Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Al Qur’an. Adapun gedung yang digunakan; Gedung Saudi, Syiria dan Madinah. Setiap santri tiga kali akan di uji sesuai jadwal yang disediakan oleh pantia ujian awal tahun. Dan para pengujinya ada dari Guru KMI Gontor 3 itu sendiri atau Guru pengajar mereka di waktu pagi hari.Alang86