Home Blog Page 352

Friendship Competition : Lahirkan Wanita Serba Bisa

0

Al aqlu-s-salim fii jismi-s-salim fii jismi-s-salim

Tim Basket Sparkle Gontor Putri Kampus 2 berdoa sebelum memulai pertandingan
Tim Basket Sparkle Gontor Putri Kampus 2 berdoa sebelum memulai pertandingan

Badan yang sehat terdapat pada jiwa yang sehat. Begitu syair arab yang menjadi salah satu slogan Pondok Modern Darussalam Gontor. Olahraga adalah salah satu sunnah Pondok Modern yang banyak digemari oleh santriwati Gontor Putri.

Jum’at (20/10) Lapangan Basket Gontor Putri Kampus 1 menjadi saksi bisu atas pertandingan persahabatan oleh Gontor Putri Kampus 1, 2 dan 3. Lomba yang terdiri dari berbagai kategori olahraga itu dimulai pukul 7 pagi dan berlangsung hingga sore hari.

Lomba yang terdiri dari basket, badminton, voli, hingga pencak silat ini diadakan di seluruh wilayah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Bersama master of ceremony oleh Inayah Salsabil dan Sallia Qolbi dari siswi akhir KMI yang membawa suasana bak stadion olahraga ini membuat Jumat hari itu terasa lebih berwarna.

Tim Cheerleader Gontor Putri Kampus 3 menjadi tamu
Tim Cheerleader Gontor Putri Kampus 3 menjadi tamu

Lomba basket berjalan sengit, dengan poin yang naik turun dengan cepat. Putaran pertama memberi kesempatan bagi Tim Basket Sparkle Gontor Putri Kampus 2 untuk beradu kemampuan dengan Tim Basket Gontor Putri Kampus 1. Poin yang beradu naik turun pun dapat dilihat di lomba-lomba lain seperti Pertandingan Badminton, Panahan, Pencak Silat, dan Voli.

Pertandingan persahabatan berakhir pukul 6 sore. Menelurkan Juara Umum oleh Gontor Putri Kampus 1. Setelahnya diikuti Gontor Putri Kampus 2 yang meraih juara 1 dalam lomba badminton.

Mengutip dari apa yang pernah diucapkan oleh KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, bahwa pertandingan persahabatan sangatlah baik adanya demi menelurkan kader-kader pemain olahraga Gontor di masa yang akan datang. Apa yang dilihat anak di pertandingan persahabatan akan menciptakan motivasi dalam dirinya untuk meningkat, lebih dari dirinya sekarang. Karena figur yang baik akan melahirkan insan yang baik pula.

Kehadiran Al-Ustadz KH. Fairuz Subakir Ahmad di pertandingan basket pun membuat acara semakin meriah. Dalam kesempatannya, Direktur KMI ini berkali-kali mencetak poin. Bahkan dalam 2 atau 3 kali shoot, beliau dapat mencetak three-point sekaligus.

Olahraga memanglah salah satu yang menjadi faktor terpenting bagi santri dan santriwati Gontor. Karena satu hal itulah yang mendukung kesehatan santriwati. Bila sudah dianggap mampu maka harus memampuni, bila sudah cantik maka harus bersolek, sama halnya bila sudah dianggap bisa maka harus menjaga. Dengan motto pondok ‘Berbadan Sehat’ tak ayal bila santriwati Gontor Putri harus menjaga stamina dan kesehatannya. Salah satunya lewat olahraga. Karena lewat olahraga, Gontor melahirkan wanita yang serba bisa.

 

NOORAJAVI

K.H. Syamsul Hadi Abdan: Disiplin dan Istiqomah, Kunci Majunya Pondok

0

Mengapa Pondok ini mampu untuk berdiri sampai saat ini? Karena Pondok ini Istiqomah. Artinya selalu berusaha untuk tegak dan berdiri.

Sejak saya berumur 7 tahun, saya tahu apa yang terjadi dan dilaksanakan oleh pondok ini. Dan sejak itu juga saya banyak memperhatikan bagaimana para pendiri mendidik para santrinya.

Istiqomah artinya ingin selalu mengerjakan apa yang diyakininya, artinya dimana ada yang kurang tegak atau dirasa kurang lurus, maka diusahakan untuk tegak dan lurus kembali.

Contohnya adalah kegiatan rutin mingguan, yaitu Kemisan, ini adalah tempat untuk mengevaluasi kegiatan yang berlangsung selama satu minggu dan juga memberitahukan tentang program-program yang akan dilaksanakan pada minggu yang akan datang. Dari segi apa yang sekiranya dianggap kurang tegak, maka disana akan ditegakkan , dari kedisiplinankah? Adabkah atau yang lainnya?, Jadi selalu berharap dan berusaha untuk tegak dan lurus.

Di Pondok ini tidak ada yang namanya sebuah acara gagal. Meskipun orang yang diberi tanggung jawab atau wewenang untuk melaksanakan kegiatan tersebut berhalangan, secepatnya ia akan melimpahkan kepada orang lain sehingga semua bisa berjalan dengan lancar dan baik. Tetap memang terkadang ada acara yang kurang begitu sukses, namun kalau sampai gagal tidak ada.

Disiplin adalah kunci apa saja. Maka apabila Pondok ini berbelok, secepatnya dikembalikan.

Siapakah yang memikirkan dan mengusahakan untuk selalu tegak? Yang berusaha demikian adalah kita dan itu merupakan tanggung jawab semua yang ada di Pondok ini selaku keluaraga dan pembantu pondok secara langsung.

Para Pimpinan Pondok selalu memantau jalannnya semua kegiatan dan lembaga yang ada disini. Beliau berwenang untuk memanggil dan mengingatkan semua yang dikira itu tidak lurus dan mulai melenceng.

Pada tahun 1948 KMI pernah macet karena adanya kemelut, yaitu Pemberontakan PKI. Disamping itu juga, ada kemelut yang terjadi dari dalam Pondok sendiri, yaitu Peristiwa 1967. Memang kita menyadari bahwa godaan itu datang bukan hanya dari dalam saja tetapi kadang dari luar. Namun seperti biasanya, bahwa sesuatu yang telah diuji dan berhasil akan mendapatkan suatu kenaikan derajat, begitu hal yang dialami Pondok setelah kemelut itu berkembang dengan dahsyat. Setelah kejadian itu, maka Pondok ini secepatnya mengembalikan keadaan yang tidak tentu itu kepada keadaan yang seperti semula.

Banyak sekali pengaruh dari Istiqomah itu, banyak orang yang mengatakan bahwa istiqomah itu seperti gunung yang tahan hujan, tahan badai, tahan panas, dan sebagainya. Maka orang yang istiqomah adalah orang kuat dengan keyakinannya tanpa mengenal suatu godaan dan hambatan.

Inilah yang menjadi faktor eksistensi Pondok ini yang mana apabila kita semua menjalankan hal ini, juga akan membuat kita berhasil dan selalu berhasil. rukh

Pemimpin Selalu Mengambil Inisiatif

0

Sebagai lembaga kaderisasi, Gontor menjadikan seluruh totalitas kehidupan menjadi sarana untuk mengkader. Dan totalitas kehidupan ini dijalankan dengan dinamika yang cepat dengan jaringan dan jangkauan kerja yang sangat luas. Maka kecepatan ini diperlukan pola pikir, sikap, dan perilaku yang cepat pula, sehingga dinamika tersebut bisa dikendalikan dan diarahkan dengan cepat menuju cita-cita yang diharapkan.

Itulah maka, pemimpin hendaknya selalu mengambil inisiatif. Yang dimaksud dengan inisiatif adalah upaya berfikir cepat dan keras untuk mencari sekian banyak alternatif dalam menata dan menjalankan program-program pendidikan dengan tetap berpegang teguh pada nilai dan system serta disiplin, sehingga pondok selalu dinamis dan berkembang. Bahkan dalam kaitan ini, banyak kebijakan yang harus segera diputuskan, bukan saja kebijakan rutinitas, tetapi kebijakan yang bersifat futuristic, yaitu selalu mengadakan perbaikan dan pengembangan ke depan.

Maka di dalam pondok ini, dibutuhkan orang-orang yang selalu mengambil inisiatif dan memiliki keberanian untuk berinisiatif, untuk itu diperlukan kesiapan diri untuk jun langsung melihat, medengar, mengarahkan, membina, dan mendidik santri, sehingga kita bisa menguasai berbagai masalah dan dapat menyelesaikannya.

Di Gontor selalu diajarkan untuk bisa melihat, membaca, mendengar, mengerjakan, menganalisa, memutuskan, dan menyelesaikannya. Model pembelajaran ini sangatlah efektif untuk menajamkan fikiran dan keberanian dalam berinisiatif dan bertindak.

Sebagai contoh sederhana, dalam permainan sepak bola, siapa yang banyak mengambil inisiatif untuk mengejar dan menangkap bola, dialah yang akan menguasai permainan. Begitu juga dalam berorganisasi atau kehidupan bermasyarakat, orang yang banyak mengambil inisiatif, dia tidak saja akan menguasai segala permasalahan dan dapat menyelesaikan, tetapi dia juga akan mendapatkan peran dan fungsi yang lebih di lingkungannya. Itulah maka bergerak sebenarnya akan mendatangkan kekuatan dan keberkahan.

تحرك فإن في الحركة بركة

“Bergeraklah, maka sesungguhnya dalam pergerakan itu ada keberkahan.”

Dari berbagai gerakan, maka akan memunculkan dinamika yang tinggi, dari dinamika tersebut akan menumbuhkan militansi dan etos kerja yang tinggi pula. Maka memang pantaslah bila seorang kader akan selalu terus bergerak dan bergerak dalam hidupnya sampai akhir hayatnya.

لن يشبع المؤمن من خير حتى منتهاه الجنة

“Tidaklah seorang mukmin akan pernah puas (kenyang) dalam melakukan kebaikan, sampai dia berjumpa Allah di surga.”

(Buku Bekal Untuk Pemimpin Hal. 54-56)

K.H. Hasan Abdullah Sahal : Baca, Bacalah Semua Buku !

0

Sadarilah bahwa sekarang ini kita dan umat kita benar-benar merasa kekurangan ilmu-ilmu yang seharusnya lebih dipentingkan dari ilmu-ilmu yang lain.

Banyak orang berpandangan dan mengatakan bahwa ilmu fiqh itu tidak bikin kenyang, tidak bisa untuk kerja, cari kerja, yang lain mengatakan ilmu agama itu bukan bekal hidup didunia ini, sampai ada yang berfikiran mendingan ilmu-ilmu praktis yang lain.

Demikian dan seterusnya, padahal tidak ada pembagian ilmu dunia dan ilmu akhirat, bagi yang memandang hidup ini sakral, maka setiap perbuatan pun tidak terlepas dari amanat pahala dan dosa, halal dan haram. Semua ada ilmu pembelajarannya.

Dengan modal bahasa Arab yang sekecil atau seminim apapun perlu mulai melatih diri berani dan insyaAllah bisa membaca kitab-kitab islami klasik atau modern dari pada literatur anti islam yang meracuni dan diracuni oleh pihak kaum “lamtardloo” dengan Talmud nya.

Dengan jiwa mandiri, insyaAllah bisa otodidak karena yang ada di kitab-kitab klasikatau disebut kitab kuning itu inti-inti isinya bisa dimengerti asal ada kemauan yang bersungguh-sungguh.

“Membaca dengan benar, mengerti isinya, pembahasannya, dan bisa menyimpulkannya. Kemudian syukur-syukur bisa menerangkannya kepada orang lain. Alhamdulillah, pada akirnya menjadi bermanfaat.”

Kehausan akan tuntunan Islam sudah merata di seluruh benua, di bumi Allah ini. Ini bukan info kosong tetapi kenyatan yang diupayakan kemudian disembunyikan, ditutup-tutupi oleh media, karena takut tersisih pengaruhnya, kalah berlomba, kalah bersaing.

Setiap waktu harus dimanfaatkan untuk yang berguna, diisi dengan membaca, mengarungi kitab-kitab di perpustakaan, mumpung masih banyak waktu dan kesempatan. Jangan ada gambaran bahwa kelak nanti setelah tua banyak waktu dan kesempatan. Tidak! Saya yakin.

Apa yang di sekitar kita ini kitab yang mudah dibaca, mendidik kita untuk aktif produktif mengisi umur ini untuk kehidupan umat. Mereka yang bermental dinamis dan militan mendapat tempat di hati umat dan dengannya bisa membina mereka ke arah yang diharapkan, tidak dibina oleh kaum tanpa moral, tanpa agama, tanpa aturan.

Membaca kitab dan suasana miliu alam sekitar dengan daya analisa yang cerdas, luas, tuntas,  serta sanggup menyampaikannya dengan pembahasan yang tepat atau mengadakan forum tanya jawab atau diskusi untuk pemantapan pemahaman hasil bacaannya.

Jangan “melek walang” atau “meguru anyar”. Mata belalang terbuka tapi tidak pasti melihat, itulah perumpamaan orang yang melihat tanpa perhatian atau hanya membuka mata tapi tidak melihat apa yang ada didepannya. Meguru anyar itu berguru baru, masuk keperguruan baru setelah keluar dari perguruan lama mendapat tambahan ilmu dari guru dan perguruan yang baru, lalu buru-buru merendahkan guru dan perguruan yang lama.

Sekarang banyak orang bertitel tak berkualitas, berkualitas tidak bertitel karena kurang aktif, kurang produktif pada keilmuannya. Mandeg, tidak menyentuh kitab lagi, alih profesi atau lain sebab. Ini merugikan dan disayangkan sebab umat sedang dan selalu membutuhkan orang-orang berkualitas dan aktif produktif.biibmufassir

TUMBUHKAN KEBERSAMAAN, RAYON AL AZHAR ADAKAN ” Ifthor Jami’i “

0
Sambutan Guru Senior didepan santri Rayon Al Azhar
Sambutan Guru Senior didepan santri Rayon Al Azhar

               Darul Ma’rifatTepat pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 Rayon Al Azhar mengadakan “ Ifthor Jami’i “ didepan Gedung Syiria di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat Sumbercangkring Gurah Kediri. Hadir dalam acara ini dari Guru Senior Al Ustadz Hamim Fathoni, S.Th.I, Pembimbing dari staf Pengasuhan Santri Al Ustadz Furqon Syafrizal, S.Th.I, Syekh Rayon dan seluruh santri yang tinggal di asrama Al Azhar.

 

 

Tampak santri Al Azhar mendengarkan dan menyimak arahan dari Guru Senior
Tampak santri Al Azhar mendengarkan dan menyimak arahan dari Guru Senior

Tujuan diadakannya acara tersebut guna menumbuhkan hubbul ‘ibadah as sunnah, memperkuat tali persaudaraan antara santri, mudabbir dan guru. Dan rentetan acara tersebut diawali dengan sambutan dari guru senior lalu setelah itu do’a bersama. Kemudian perfotan bersama didepan gedung syiria seluruh Rayon Al Azhar bersama para pembimbing yang hadir dalam acara tersebut. Day

 

WONDERFUL 592, mengadakan buka puasa bersama

0

KELAS LIMA KMI GONTOR 3, ADAKAN BUKA PUASA BERSAMA DENGAN GURU SENIOR


Gontor 3- Untuk menghadapi ujian syafahi dan tahriri, tepat pada tanggal 26 Oktober 2017 siswa kelas lima mengadakan buka puasa bersama di masjid jami’ lantai 2 bersama seluruh wali kelas, asisten wali kelas dan Guru senior Al Ustad Imam Kalimi, S.Ag.

Sambutan dari pembimbing Guru senior menyampaikan bahwa kelas lima harus bisa menjadi uswatul hasanah bagi anggota rayonnya. Bukan hanya bisa menyuruh seperti bos tapi juga ikut serta melaksakannya juga khususnya dalam belajar. Beliau memberikan salah satu metode atau trik belajar yang insya allah rapi dan bermanfaat.

Adapun rentetan acara ini adalah Tahujud, sahur, ta’jil dan buka puasa bersama dengan guru senior. Rinciannya, pada hari rabu malam santri-santri kelas lima tidur jam 23.00 lalu dibangunkan pada hari kami pagi jam 02.00,tepat pada saat ini tahajud sendiri dan beribadah sesuai dengan keinganannya. Setelah seleseinya shalat tahajud seluruh santri pergi kedapur guna sahur. Adapun makanan ini disiapkan oleh kelas lima itu sendiri bersama wali kelasnya. Pada sore hari beberapa sebagian dari kelas lima menyiapkan ta’jil yang bertempat di depan masjid jami’ gontor tiga. Lalu ketika di kumandangkan adzan seluruh santri kelas lima bergegas mengambil ta’jil. Setelah shalat magrib berjama’ah seluruh kelas lima berkumpul dimasjid lantai dua guna  mendengarkan taujihad atau arahan dari wali kelas dan pembimbing kelas lima dari Guru Senior.

Al hamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan seluruh santri kelas lima menjalankannya dengan ikhlas. Harapan diadakannya acara ini adalah untuk menumbuhkan semangat ‘ubudiyah sunnah dan menumbuhkan kesungguhan belajar dalam menghadapi ujian nantinya.Day

REFORMASI KOORDINATOR “ Untuk Pramuka Yang Lebih Memampuni”

0

Kamis,19/10, Tepat Pukul 14.00 Wib Seluruh santriwati berkumpul dibalai pertemuan , tak luput para asatidz dan ustadzah ikut berkumpul untuk menjadi saksi dalam peristiwa bersejarah ini “Reformasi Koordiantor “

Bendera simbolis Gudep baru yang diberikan oleh andalan lama
Bendera simbolis Gudep baru yang diberikan oleh andalan lama

Gontor dengan mottonya “ Gontor mengestafetkan nilai-nilai perjuangan untuk kemuliaan umat dan bangsa”. Pondok Darussalam gontor Berusaha dan berjuang mencetak kader-kader umat islam yang siap untuk mendobrak dunia, tentu hal ini patut disyukuri.

Penyerahan simbolis kepada Pembina Gugusdepan baru
Penyerahan simbolis kepada Pembina Gugusdepan baru

Ada empat gudep yang mengkoordinasi gerakan pramuka di gp 2yaitu 09-196 , 09-198, 09-200,09-202, untuk meluaskan lingkup latihan pramuka dalam pondok pada reformasi ini bertambah dua gudep yaitu, 09-204 dan 09-206

“ Karena anak-anak kita sudah amat banyak agar pengalaman anak-anak lebih berkembang dan mumpuni”tutur Al-Ustad K.H Umar Said Wijaya, S. Ag.

Pembina gugus depan terpilih untuk memimpin gugus depan baru 09-2014 Nila Insani 6d yang sebelumnya  Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka dan Pembina gudep 09-206 Shofiana Wardani 6f yang sebelumnya Andalan Koordinator Urusan Perlengkapan. Dan untuk menggantikan posisi dikoordinator mabikori melantik dari kelas 6 lainnya yaitu Noor Cahya Ningrum Andalan Koordinator Urusan Perlengkapan dan Muthia Fadilla Mirza 6E Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka.

Bendera simbolis Gudep baru yang diberikan oleh andalan lama
Bendera simbolis Gudep baru yang diberikan oleh andalan lama

Untuk mengontrol jalannya koordinasi pramuka antar gugus depan Dilantik pula Majelis Pembimbing Gugus Depan(MABIGUS) yaitu Gugus Depan 09-204 Al-Ustadzah Novita Sari,Al-Ustadzah Lutfia Firdaus, Al-Ustadzah Anik Agustin, Al-Ustadzah Nihlah Afifah, Al-Ustadzah Titia Ulfa, Dan Gugus Depan 09-206 Al-Ustadzah Tria Visa , Al Ustadzah Nur Rachmi, Al-Ustadzah Dina Hilyati, Al-Ustadzah Maya Firdayanti, Al-Ustadzah Siti Nur Aini.

Diakhiri dengan Pemberian Slempang dan bendera sebagai symbol dalam penyerahan amanat ke Pembina Gugus Depan terpilih, tangis haru mewarnai acara siang hari itu.

FANI

Konferensi dan Klasifikasi Khutbatul Arsy

0

      Setiap manusia tidak akan pernah terlepas dari tanggung jawab, entah tanggung jawab untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain.Kamis,(06/07)– Demi kesuksesan acara Khutbatul Arsy, maka telah diadakan rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan acara khutbatul A’rsy  yang akan dilaksanakan pada 2017-08-14. Rapat ini diikuti oleh segenap guru dan siswi akhir kmi Gontor Putri Kampus 3 yang bertempat di masjid Khodijah, guna membahas dan merancang progam kerja acara yang akan mendatang.

      Sebelum dimulainnya rapat, bapak wakil pengasuh gontor putri 3 menyampaikan pengarahan kepada seluruh guru dan siswi akhir kmi, agar rapat ini dapat berjalan dengan lancar. Kemudian diteruskan dengan pembagian tugas setiap acara.Maka setiap guru dan siswi akhir kmi memiliki tanggung jawab pada bagian yang telah ditentukan, karena dengan pembagian tugas dapat memepermudah  kelancaran acara sesuai yang dinginkan.

       Usai pembagian tugas, seluruh penanggung jawab  saling berunding dan bediskusi tentang perencanaan program kerja dan pengajuan anggaran yang dibutuhkan.Dengan  adanya penugasan maka akan tercipta rasa tanggung jawab yang tinggi, mengembangkan kemampuan diri serta menjadikan pribadi yang kreatif dan inovatif.

          Rapat ini berjalan dengan sangat tertib dan lancar, Karena antusias dari masing-masing  bagian mempunyai semangat yang membara, kemudian acara ini ditutup dengan do’a bersama. Gryselda Sheryl91

Berjiwa muda dan Berkarya dengan Pramuka

0

       Karangbanyu– Usai sudah liburan akhir tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Maka seluruh penghuni kampung nan damai berusaha mengaktifkan kembali seluruh kegiatan yang merupakan sunnah pondok Modern Darussalam Gontor, Salah satunya adalah kegiatan kepramukaan. Kamis , (13/7) bertepatan dengan 19 Syawwal 1438 H diadakan upacara pembukaan pramuka di lapangan  hijau Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri 3 dan diikuti oleh seluruh santriwati dan guru Gontor Kampus Putri 3. Al-Ustadz H. Suwarno, T.M,S.A.g Selaku Inspektur upacara yang turut memberi motivasi dan Al-Ustadz H.Muhammad Abdullah Bajuri,L.c menghantar pembukaaan kepramukaan dengan pemanahan bola ke arah lilin .

     Dengan Kepramukaaan, Gontor mendidik santriwatinya untuk tetap berjiwa muda, berjiwa besar dan suka berkarya. Selain itu Kepramukaan merupakan proses pendidikan diluar kelas untuk meraih mental keberanian dan mental kepemimpinan santriwati. Demi meraih Kesuksesan, Tidak lain dan tidak bukan kepramukaan  merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri 3.

     Acara ini berlangsung secara khidmat, dengan diikuti ketertiban seluruh santriwati, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan kenaikan pangkat, dan dimeriahkan  dengan penampilan scout dance, kemudian diakhiri dengan perkumpulan bersama pembimbing setiap gudep guna untuk membaca pengabsenan demi kelancaran dan kesuksesan sunnah PMDG Putri Kampus 3. Hamida90

Kegiatan Ekstrakulikuler, Resmi Dinonaktifkan

0

DARUSSALAM–Al Ma’hadu laa yanaamu abadan. Seiring dengan semakin dekatnya ujian pertengahan tahun di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor, maka untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, dinonaktifkanlah kegiatan-kegiatan yang bersifat ektrakulikuler seperti latihan pidato, pelajaran sore, dan juga termasuk kegiatan kepramukaan..

Tepat pada Kamis (19/10) siang di depan BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern), para adika pramuka mengikuti ujian tulis yang diadakan oleh para pengurus Koordinator Gerakan Pramuka. Ujian tersebut diadakan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan dan keseriusan para santri dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

Setelah selesainya ujian tersebut, para adika dan pembina pramuka mengikuti upacara penutupan yang diadakan di depan BPPM sekaligus pengumuman hasil kegiatan kepramukaan selama setengah tahun ini. Pada kesempatan ini pula Mabikori (Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Harian) mengumumkan hasil kegiatan kepramukan selama pertengahan tahun ini. Keluar sebagai juara umum Gugus Depan 15089-01, yang pada periode ini, mereka telah berhasil meraih poin sebesar 884 poin, terbanyak di antara Gudep lainnya.

Dengan telah dinonaktifkannya seluruh kegiatan ekstra kurikuler ini, diharapkan para santri lebih fokus dalam menyiapkan diri untuk menghadapi ujian pertengahan tahun.AhsyIMG_4262