GONTOR–“Gontor belum bisa menerima calon pelajar yang sama sekali belum bisa menulis Arab dan belum bisa membaca Al Qur’an, kenapa? Seperti anak bayi yang diberi kacang oleh orangtuanya”, ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya ketika pengumuman kelulusan calon pelajar.
Kurikulum Gontor yang hampir semua mata pelajarannya berbahasa Arab, belum sepenuhnya bisa menerima santri yang belum tahu sama sekali tulisan Arab dan belum bisa membaca Al-Qur’an. Bukan berarti Gontor tidak mau mendidik dan mengajari anak tersebut, tetapi anak tersebut yang nantinya belum tentu bisa mengikuti pelajaran yang ada di Gontor dan akhirnya melanjutkan sekolahnya di lembaga lain.
Sistem di Gontor berbeda dengan sistem di lembaga pendidikan lain, di mana tidak ada sogok-menyogok, tidak ada ujian susulan dan lain sebagainya, semua berjalan melalui proses dan disiplin yang telah ditentukan. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Satu langkah pertama menentukan seribu langah selanjutnya.
Maka diharuskan bagi kerabat, anak, cucu, dan teman anda yang ingin menimba ilmu di Gontor untuk berbekal dengan beberapa pengetahuan dasar sebelum mendaftarkan diri ke pondok, yaitu menulis Arab dan membaca Al-Qur’an. muis
Kiai Hasan: Bekal Masuk Gontor Adalah Menulis Arab dan Baca Al-Qur’an
Pembagian kelas santri baru dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern
Darussalam-Usai pengumuman kelulusan, Ahad (09/7/2017) pagi, seluruh siswa kelas 1 dan 1 Intensif Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) mengikuti acara pembagian kelas di Balai Pertemuan Pondok Modern. Acara tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama bagi siswa kelas 1 KMI dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB, gelombang kedua diperuntukkan siswa kelas 1 Intensif yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB. Kelas 1 tahun ini berjumlah 16 kelas, mulai dari 1B hingga 1Q. Sedangkan kelas 1 Intensive berjumlah 10 kelas, mulai dari 1 Int B sampai 1 Int K
Pembagian kelas santri baru dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dengan dihadiri Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Direktur KMI beserta para dewan guru. “Kalian semua adalah kelas 1, mulai dari kelas 1B sampai kelas 1Q, yang membedakan kalian adalah kesungguhan kalian dalam belajar,” tutur K.H. Masyhudi Subari, M.A., Direktur KMI.
Usai pemanggilan, para siswa mendengarkan nasehat dari Pimpinan PMDG dan Direktur KMI yang dilanjutkan dengan pembagian jadwal pelajaran di Masjid Jami’.Ahs

Kunjungan Prof. Barbara Michalak-Pikulska ke Pondok Modern Darussalam Gontor
GONTOR–Senin (10/7), Untuk kesekian kalinya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kedatangan tamu dari luar negeri, kali ini Prof. Barbara Michalak-Pikulska yang berasal dari Negara Polandia juga seorang Ahli Sastra Bahasa Arab dari Universitas Jagiellonian menyempatkan dirinya untuk mengunjungi PMDG setelah lawatannya ke Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Setibanya di PMDG, sang profesor langsung disambut oleh Bapak Pimpinan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. beserta Ketua-ketua Lembaga Pondok, lalu kemudian mengadakan pertemuan di kantor Pimpinan.

Kunjungan Prof. Barbara Michalak-Pikulska ke PMDG ini adalah yang pertama baginya selama ia berada di Indonesia. Setelah lama berbincang-bincang bersama Bapak Pimpinan beserta Ketua Lembaga seputar pola kehidupan di pondok, ia mulai tertarik dan sangat mengapresiasi pola dan sistem yang ada. “Saya sangat kagum dengan sistem pembelajaran bahasa Arab dan Inggris yang diterapkan pondok kepada santri-santrinya, saya berharap suatu saat pelajar-pelajar dari Negara Polandia dapat merasakan nikmatnya belajar di PMDG dengan kurikulum 24 jam yang diterapkannya.” Ujar sang profesor. Meski hanya beberapa saat berada di gontor, ia sangat bahagia melihat indahnya dinamika kehidupan santri yang begitu harmonis dan tentunya belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dan jika mendapat kesempatan untuk bisa kembali berkunjung ke PMDG, maka ia akan berada di pondok untuk waktu yang lebih lama.
Setelah usai pertemuan, diadakan sesi perfotoan bersama di depan Kantor Pimpinan dengan background Masjid Jami, lalu kemudian sang profesor memohon pamit untuk melanjutkan kunjungannya ke beberapa tempat Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan yang ia tuju. rukh
Pangdam V Brawijaya Adakan Kunjungan ke Gontor
Gontor – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Mayor Jendral TNI Kustanto Widiyatmoko mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Selasa (11/7), rombongan pangdam tiba di kampus Gontor pukul 11.00 WIB. Disambut langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan. Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari dan ketua-ketua lembaga pondok.
Pria yang menamatkan studinya di Akademi Militer pada 1987 ini menjelaskan bahwa kunjungannya beserta rombongan bertujuan untuk menjalin silaturahim dengan PMDG. Beliau, pak Jendral, berbincang-bincang tentang program TNI di daerah sekitar Ponorogo. Juga membahas tentang kesamaan kehidupan santri dan tentara.
Dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah pukul 12.45 di masjid Jami’ dan di sela-sela waktu yang ada, pria kelahiran Banyumas, 16 Maret 1965 ini menyempatkan diri untuk menyampaikan pidato singkat di depan ratusan santri di masjid jami’ Gontor.
“Ini merupakan kunjungan saya yang kedua, sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi Gontor beberapa waktu lalu, yaitu di acara buka puasa bersama pada bulan Ramadhan.” Tutur Mayor Jendral Kustanto.
Sebagaimana diketahui, bahwasanya PMDG benar-benar mengedepankan unsur disiplin dalam dinamika pondok yang ada. Dan dengan disiplin ini para santri akan menjadi pibadi yang mandiri dan militan.
Menurutnya, disiplin yang diterapkan di pesantren sangat baik sekali, karena tidak hanya para santri yang berdisiplin, namun seluruh elemen pondok dimulai dari pimpinan, guru-guru, pengurus asrama, hingga para santri, semua hidup teratur dengan disiplin. Hal ini sama dengan apa yang dirasakan olehnya selama menjalani hidup di militer. Beliau pun menekankan pentingnya disiplin dalam hidup, minimal kita mampu berdisiplin atas diri pribadi, itu sudah lebih dari cukup. Hingga saat ini Mayor Jendral Kustanto sudah 30 tahun di militer.
Kunjungan Mayor Jendral TNI Kustanto Widiyatmoko yang sekarang menjabat sebagai Panglima V/Brawijaya didampingi oleh Danrem Madiun lama Kolonel Inf Piek Budyakto, Danrem baru Madiun Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, S.E dan Komandan Kodim Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, SE. bebe26
GONTOR MULAI KEGIATAN BAHASA

GONTOR—3 hari setelah pengumuman kelulusan calon pelajar, Rabu (12/7) pagi, Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) memulai kegiatan bahasa. Diawali dengan Upacara Pembukaan Kegiatan Bahasa, dibuka oleh Pimpinan PM. Gontor, K.H. Syamsul Hadi Abdan dilanjutkan dengan motivasi dan nasihat dengan bahasa Arab dan Inggris lalu ditutup dengan pembacaan surat keputusan pembukaan kegiatan bahasa. Upacara ini diikuti selurh santri PM. Gontro dan dihadiri oleh Direktur KMI dan guru-guru senior pembimbing bahasa.
Dalam nasihatnya, K.H. Syamsul Hadi Abdan mengarahkan kepada seluruh santri untuk meninggalkan bahasa daerah sama sekali. “Berbicara dengan bahasa daerah di pondok ini merupakan pelanggaran disiplin.” ujar beliau dalam sambutannya.
Selain arahan dari pimpinan, Al Ustadz H. Muhammad Nur, Lc, juga memahamkan kepada santri bahwa bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. “Selain itu, bahasa Arab juga merupakan kunci ilmu. Pelajaran-pelajaran di KMI sebagian besar memakai bahasa Arab,” ujar ustadz lulusan Mesir tersebut dalam sambutannya.
Bahasa Inggris pun juga ditekankan pemakaiannya dalam percakapan sehari-hari di PM. Gontor. Dalam hal ini, Al Ustadz Eko Nur Cahyo menyampaikan kepada santri bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. “Semakin kalian bisa bahasa Inggris, semakin kalian bisa menjelajahi dunia,” tambah ustadz Eko. Setelah upacara pembukaan bahasa, kegiatan bahasa akan dilanjutkan dengan Pembacaan Disiplin Bahasa untuk seluruh santri pada hari Jum’at yang akan datang (14/7). ikami86
Dibalik Kesuksesan Panitia Ujian Masuk Calon Pelajar Tahun 2017
Gontor – Penerimaan Calon Pelajar (Capel) Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo merupakan agenda tahunan yang selalu diadakan setiap tahunnya. Dan panitia Ujian Masuk (Panjimas) Gontor ditunjuk langsung oleh bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor langsung yang kemudian bertanggungjawab kepada Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).
Tahun 2017, ditetapkanlah 11 orang formasi inti dalam kepanitiaan tersebut, diantaranya Al-Ustadz Prayitno Ketua, Al-ustadz Zakky Mubarak, S.Pd.I, Hamdan Syauqi Wakil Ketua, Arrizqiya Bendahara, Maghza Rizaka, S.Pd.I, Annajib Andri Farriza Sekretaris, Alfis Mamduh, S.Pd.I, ujian lisan, Wahyu Septrianto, S.Fil.I, Agung Subarkah, Lc, Subarkah Yudi Waskito, S.Th.I ujian tulis, Adib Budi Kusuma, S.Th.I, Hendri Setiyono, S.Th.I Humas, Fathul Alif Abrori, S.Th.I, Akhlis Azamuddin, S.Th.I, Rendi Yudha Baskara Konsumtor dan Hilmy Qudratullah Furqan, S.Th.I Perlengkapan.
Panitia inti ini bekerja mulai sebelum ramadhan mulai dari mempersiapkan kantor pusat Panjimas, serta menyiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan dan di gunakan pada saat ujian lisan/ psiko test, ujian tulis hingga pembagian kelas santri baru yang diterima pada Ahad (10/7).
Dan alhamdulillah kepanitiaan panjimas berjalan lancar sejak di mulai pendaftaran pada tanggal 23-28 Ramadhan 1438 H dan kemudian dilanjutkan lagi gelombang kedua pada tanggal 4-10 Syawwal 1438H ungkap Ustadz Zakky Mubarak, S.Pd.I.
Disela-sela Padatnya Kegiatan Pondok, Kiai Hasan Sempatkan Hadir di Upacara HUT Bhayangkara
PONOROGO-Pada Hari Senin (10/7) ada beberapa kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu: Pembagian Kelas untuk siswa baru di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Kunjungan Tamu dari Polandia, Prof. Barbara michalak yang bertempat di Kantor Pimpinan PMDG. Di sela-sela kegiatan tersebut, Kiai Hasan Abdullah Sahal menyempatkan hadir pada acara Upacara HUT Bhayangkara Ke-71 di Alun-Alun Ponorogo.

Upacara HUT Bhayangkara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan dihadiri oleh utusan-utusan dari beberapa kecamatan di Ponorogo, Ketua Ormas, dan Pimpinan Pondok Pesantren. Saat acara, Kiai Hasan dan seluruh Pimpinan Pesantren tampak antusias melihat barisan Polisi di depan panggung kehormatan. “Alhamdulillah laqad addaina al wadzifah”, tutur beliau sepulangnya dari acara tersebut. Beliau juga menuturkan bahwa “kita harus pandai-pandai membagi tugas pondok, sehingga kita tidak dikuasi oleh miliu”.
Saat perjalanan pulang, beliau juga sempat singgah di Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) guna meninjau proyek pembangunan Stadion UNIDA. “Kita harus mengutamakan fisilitas untuk santri” ucap beliau saat peninjauan Proyek Stadion.fuadfahmi
Pembagian Kelas Santri Baru 2017
Gontor – Senin (10/7) pukul 07.00 Wib kegiatan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor [PMDG] adalah pembagian kelas untuk santri baru 2017 yang sehari yang lalu telah dinyatakan diterima di Gontor. Sebanyak 976 santri baru mengikuti kegiatan ini baik mereka yg tamatan SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat hingga sederajat Perguruan Tinggi.
Turut hadir dalam acara Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Syamsul Hadi Abdan, Anggota badan wakaf KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.ED, Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) KH. Masyhudi Subari, M.A., beserta wakil direktur KMI H. Farid Sulistyo, Lc & Drs. Sutrisno Ahmad, Ketua Yayasan Drs. Imam Shobari, Ketua PP-IKPM H. Ismail Budi Prasetiyo, S.Ag dan guru-guru senior lainnya.
Adapun tempat pembagian kelas santri baru ini berlokasi di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor, para santri duduk di sisi timur BPPM yang selanjutnya di panggil satu persatu dan masuk ke dalam BPPM sembari bersalaman dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern dan guru-guru senior lainnya lalu menempati meja-meja yang telah di sediakan.
Prosesi berikutnya adalah pesan dan nasihat yang secara langsung di sampaikan oleh KH. Syamsul Hadi Abdan dan juga Direktur KMI kepada para santri baru sebagai ucapan selamat datang dan juga nasihat perdana kepada semua santri baru yang telah di terima di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pameran Multi Usaha: Kiprah Awal Forum Bisnis IKPM Gontor
Gontor–Forum Bisnis IKPM Gontor mengawali kiprahnya dengan Pameran/Expo Multi Usaha Alumni Gontor. Pameran yang dibuka oleh Pimpinan Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal ini, berlangsung selama 9 hari tepatnya 1-9 Juli 2017. Pameran tersebut diketuai oleh Al-Ustadz H. Sefi Khirijil Yaman, salah satu pengusaha sukses alumni Gontor dan merupakan CEO dari PT. Surabraja Distrindo Utama. Selain itu, Pameran ini juga berlokasi di pelataran Gedung Al-Azhar yang strategis dan ramai dengan pengunjung.
Adapun peserta pameran tersebut, tidak lain adalah pengusaha-pengusaha dari alumni Gontor yang datang dari berbagai macam daerah, beserta aneka ragam produk yang mereka show-kan, seperti kuliner, aksesoris, perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya, semuanya terwadahkan dalam 38 stan yang tersusun rapi.
Kegiatan ini juga mengundang banyak antusias pengunjung, seperti santri, wali santri, calon pelajar, wali calon pelajar, dan masyarakat sekitar. Bukan hanya sekedar membeli atau melihat produk, namun setiap pengunjung juga bisa belajar untuk berbisnis aneka produk dengan cara yang halal. Peserta pameran juga dapat membuat jaringan kuat dengan stan-stan yang lain yang tentunya akan memperkuat silaturrahim dan ukhuwwah islamiyyah. sand88
Pondok Tidak Akan Pernah Tidur Selamanya
Gontor – Usai sudah rangkaian pendaftaran calon pelajar, ujian lisan, ujian tulis hingga pengumuman kelulusan yang di selenggarakan Ahad (9/7) mulai pukul 07.00 Wib – 11.00 Wib bertempat di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Sebanyak 2236 calon pelajar yang di terima di pondok Modern Darussaslam Gontor beserta cabang-cabangnya yang berlokasi di Ponorogo, Kediri, Banyuwani dan Magelan dengan rincian kelulusan tiap kampus sebagai berikut:
- Gontor Pusat : 976 Orang
- Gontor Kampus 2 Ponorogo : 260 Orang
- Gontor Kampus 3 Kediri : 290 Orang
- Gontor Kampus 5 Banyuwangi : 350 Orang
- Gontor Kampus 6 Magelang : 360 Orang

Semua itu merupakan awal langkah kegiatan untuk kelanjutan kegiatan-kegiatan lainya setelah prosesi diatas karena Gontor Tidak Akan Pernah Tidur Selamanya [Al-Ma’hadu La Yanamu Abadan] begitulah ungkapan yang biasanya di sampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan sangat mengakar di hati para guru dan santri-santrinya.
Sejatinya, istrirahatnya seseorang yang ada di Gontor terdapat pada bergantinya aktifitas berikutnya, selesai kepanitiaan saat ini, maka beristirahat pada kegiatan berikutnya dan begitu pula seterusnya roda kehidupan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Setiap pergerakan yang ada di Gontor terdapat nilai Barakah, dan sebuah keberkahan itu terdapat saat seseorang bergerak.
Semoga nilai-nilai mulia yang selalu di tanamkan pada santri-santri Pondok Modern Darussalam Gontor tidak luntur, dan akan terus di estafetkan kepada generasi berikutnya.