Gontor – Setelah melewati seleksi penerimaan calon pelajar di Pondok Modern Darussalam Gontor sejak bulan Ramadhan hingga 15 Syawwal 1438 H sampai pada akhir penghujung pengumuman hasil seleksi kelulusan pada Ahad (9/7). Pada tahun ini Gontor menerima Santri baru sebanyak 2236 orang dengan rincian kelulusan sebagai berikut:
Gontor Pusat : 976 Orang
Gontor Kampus 2 Ponorogo : 260 Orang
Gontor Kampus 3 Kediri : 290 Orang
Gontor Kampus 5 Banyuwangi : 350 Orang
Gontor Kampus 6 Magelang : 360 Orang
Sedangkan tahun ajaran 2017 sebanyak 439 orang dinyatakan belum lulus seleksi di Pondok Modern Darussalam Gontor. Adapun 2236 santri baru yang telah dinyatakan lulus atau diterima akan langsung di tempatkan ke kampus-kampus cabang Gontor secara serentak pada hari ini dan langsung di koordinasi dengan pengasuhan santri.
GONTOR-Pada Acara Pengumuman Kelulusan Calon Pelajar (Capel) Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PM> Gontor) Tahun Ajaran 1438-1439/2017-2018, hari ini, Ahad, (9/7), K.H. Masyhudi Subari, Direktur KMI mengingatkan kepada seluruh capel agar menjaga ketertiban yang telah ditetapkan.
Dan beliau menyampaikan pula, bahwa yang dibaca dalam pengumuman kelulusan ini adalah nomor ujian dan bagi yang sudah disebut nomor ujiannya agar tidak bereaksi untuk pergi dari tempat. Cukup mengucapkan hamdalah apabila seandainya dinyatakan lulus, dan apabila ingin melakukan sujud syukur dapat melakukannya di lokasi khusus yang telah disediakan oleh panitia setelah acara selesai.
Pada pengumuman hasil kelulusan ini, capel yang jumlahnya mencapai 2.675 orang akan langsung dibagi dan ditempatkan di kampus-kampus PM. Gontor, dari kampus pusat, 2, 3 , 5 dan 6. Dan tidak diperbolehkan bagi capel untuk mengajukan perubahan kampus dan lainnya karena sudah menjadi ijtihad terbaik Bapak Pimpinan PM. Gontor, Direktur KMI dan Panitia.
GONTOR-Pagi ini, Ahad (9/7) tahun ajaran 1438-1439/2017-2018 sebanyak 2675 calon pelajar (capel) berkumpul di depan Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor guna mengikuti prosesi pengumuman kelulusan.
Selain capel, bapak-bapak guru senior Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) juga mengikuti prosesi pengumuman tersebut. Para wali capel terlihat memadati tangga masjid di sebelah barat tempat acara dan di sekitar kantor Pimpinan (timur tempat acara). Sisi barat dan timur BPPM juga tidak luput dari keramaian wali capel yang menantikan acara ini dari lama.
Kyai Hasan membacakan rekapitulasi rinci latar belakang pendidikan calon pelajar dalam dan luar negeri. Sebagai berikut:
-SD/MI dan sederajat: 1643
-SMP/Mts dan sederajat : 1022
-SMA/MA dan sederajat : 9
-perguruan tinggi : 1
Jumlah. : 2675
Dari 2675 calon pelajar tersebut, 2614 orang datang dari dalam negeri dan 61 calon pelajar datang dari luar negeri.
Gontor – Banyak ditemukan di luar saat penerimaan calon pelajar menggunakan sogok menyogok ataupun cek kosong sehingga dapat meloloskan putra atau putrinya di sekolahan yang di inginkan akan tetapi hal ini sangat di tentang di Gontor karena menyalahi prinsip-prinsip kejujuran dan keikhlas di Gontor.
Di gontor tidak ada sogok suap, “ada anaknya jenderal, ada anaknya menteri, memasukkan anaknya ke Gontor tetap di perlakukan sebagaimana biasa, sama dengan yang lainnya” tidak ada sogok menyogok untuk menguntungkan seseorang terang KH. Hasan Abdullah Sahal.
Sogok dan suap adalah bukan tradisi Gontor dan tidak akan pernah di temukan di gontor sehingga Gontor tetap menjaga tradisi ini dengan baik.
Gontor – Ahad, 9 Juli 2017 merupakan saat yang monumental karena di hari tersebut diadakan pengumuman kelulusan Calon Pelajar (Capel) tahun ajaran 1438 H/ 2017. Pagi ini sebanyak 2675 capel berkumpul di depan balai pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor guna mengikuti prosesi tersebut.
Selain calon pelajar, bapak-bapak guru senior Pondok Modern Darussalam Gontor juga mengikuti prosesi pengumuman kelulusan capel. Para wali santri jg terlahir memadati tangga masjid di sebelah barat, sisi barat dan timur Balai Pendidikan Pondok Modern dan juga di sisi timur tepatnya dibawah pohon asam depan kantor pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor .
Pondok dan pimpinan pondok tidak bisa dibeli, karena pondok dan pimpinan pondok telah dibeli oleh Allah SWT. Banyak orang di luar menjual diri, jabatan dan jarang berharap “wa udkhuly fi ibadi wa udhuly jannaty” ridah Allah. Very God Very Fine, ndak mau ikut cari yang lain, begitu humor KH. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya.
Pengumuman kelulusan ini tidaklah penting tapi yang paling adalah bahwa anak-anak calon pelajar sudah merasakan bagaimana nikmatnya mondok di Gontor meskipun cuma 1 hari sampai 1 minggu.
Insya Allah pengorbanan bapak-bapak & ibu-ibu wali capel yang sudah menemani anak-anaknya di pondok selama pendaftaran sudah maksimal dan insya Allah akan mendapatkan hasil yang maksimal, ungkap KH. Hasan disambut dengan tepuk tangan capel dan para wali capel.
Gontor- Sabtu (8/7) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Big Match Gontor FC kontra Persepon All Star di Gontor Stadium. Laga ini diadakan setelah mendapatkan instruksi dari Bapak Pimpinan untuk memeriahkan awal tahun ajaran baru 1438-1439. Dibuka untuk umum, santri, dan calon santri, stadion Gontor terlihat ramai.
Pertandingan dimulai tepat pukul 16.00 WIB. Kedua kesebelasan bermain maksimal. Di 20 menit pertama Gontor FC tampil menekan, Arif membuka kesempatan dengan memberikan umpan silang. Namun tendangan Jibril masih bisa diantisipasi oleh bek Persepon. Terlalu fokus menyerang, Gontor FC lengah dan kecolongan. Pada menit ke-27 serangan balik dari Persepon menghasilkan goal dan membuat mereka unggul 1-0. Skor bertahan sampai peluit babak pertama habis.
Tidak mau kalah di depan pendukungnya Gontor FC memulai babak kedua dengan sangat apik. Pertandingan baru berjalan 1 menit Gontor FC langsung mencetak gol penyama. Umpan Anggo yang dimanfaatkan dengan baik oleh Jibril tidak mampu diantisipasi oleh kiper Persepon. 3 menit kemudian Gontor FC kembali memberikan tekanan kepada Persepon. Jibril menggetarkan gawang Persepon dengan memberikan sentuhan tepat menyambar umpan matang dari Hariyanto. Skor menjadi 2-1.
Persepon All Star membuat beberapa pergantian di lini depan membuat serangan Persepon semakin intens dan efektif. Menit ke-61 Persepon menyamakan kedudukan dengan tendangan jarak jauh ke pojok gawang kiper Wawan. Skor menjadi 2-2. Kedua tim bertukar serangan dan peluang di akhir-akhir babak kedua. Sayang tidak ada yang membuahkan gol sampai peluit akhir.
“Pertandingannya sudah bagus, menghibur.” Komentar Kyai Hasan usai pertandingan. Pertandingan ini memberikan kesan yang dalam kepada penonton, khususnya para calon pelajar. Terlihat dari sorak dukungan mereka terhadap Gontor FC. AaRum
DARUSSALAM–Setelah sekian lama santri Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) berlibur semester kedua di rumah masing-masing, hari ini, Sabtu, (8/7) KMI PM. Gontor mulai mengadakan stabilisasi Kegiatan Belajar Mengajar bagi seluruh santri PM. Gontor dari Kelas 1 dan 1 Intensif A sampai dengen Kelas 6 dengan dimulainya KBM di kelas masing-masing.
Sebelumnya, tepat pada acara Pembukaan Ujian Masuk Calon Pelajar dan Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1438-1439/2017-2018 K.H. Masyhudi Subari, M.A., Direktur KMI menyampaikan dan menegaskan kepada seluruh santri PM. Gontor bahwasanya tahun ajaran ini adalah tahun ajaran baru, maka semangat seluruh santri PM. Gontor juga harus baru, mentalnya harus baru sehingga semuanya kembali segar pada saat sampai di pondok ini dan kembali siap untuk mengikuti seluruh kegiatan yang ada di pondok ini. ikami86
GONTOR-Kamis, 12 Syawwal 1438/6 Juli 2017 dilaksanakan Pembagian Jadwal Mengajar Semester Pertama di Aula Gedung Rabithah. Acara tersebut memang telah menjadi rutinitas 6 bulanan Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) Ponorogo.
Peserta acara tersebut adalah seluruh guru-guru yang ada di PM. Gontor tidak terkecuali Pimpinan Pondok, Direktur KMI dan wakil-wakilnya beserta seluruh stafnya.
Pembagian jadwal juga merupakan kegiatan sosialisasi kepada guru-guru termasuk pesan dan nasihat dari Pimpinan Pondok sebagai bagian transformasi nilai-nilai kepesantrenan yang puluhan tahun telah ada. Dalam acara tersebut pula terdapat informasi-informasi pondok terkini, terkait perkembangan KMI, pembangunan pondok dan juga berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di PM. Gontor.
KAMPUS 2 “…Jangan hanya sekedar mengatakan optimis, tapi harus tahu bagaimana menjadi Optimis! Optimis itu caranya dengan menciptakan cita-cita dan harapan, tanpa itu kata Optimis hanya Omong Kosong!!…”, tegas H. Muhammad Hudaya, Lc. M. Ag disela pidatonya pada upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1438 H.
Usai melewati liburan panjang, Pondok Modern Darussalam Gontor kembali memulai langkah untuk menapaki Tahun Ajaran Baru untuk santri-santrinya pada Semester Pertama ini. Tak ketinggalan dengan Gontor Kampus 2 yang letaknya tidak jauh dari Kampus Pusat. Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1438H dilaksanakan pada hari Rabu (5/07) di tengah Lapangan Sintesa Gontor Kampus 2.
Acara dimulai pada pukul setengah tujuh pagi dan dihadiri oleh seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 serta para Asatidz. Begitu pentingnya acara ini hingga seluruh elemen santri dan Asatidz, Haram hukumnya melewatkan acara ini tanpa alasan yang jelas. Ini dimaksudkan agar semua warga Gontor Kampus 2 dapat mengetahui semua Program yang akan dicanangkan oleh Bapak Wakil Pengasuh untuk satu tahun kedepan.
Bapak Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI memukul “Jaros”, tanda dibukanya Tahun Ajaran Baru 1438 H
Sebagai tindak lanjut, diadakan pembacaan Absen Disiplin untuk para santri Darussalam. Tidak ada toleransi bagi para pelanggar disiplin atau yang dengan sengaja mangkir dari acara ini. Untuk itu, tiada tanda pada kertas absen selain tanda centang dan tanda silang. Dan bagi pelanggar akan dikenakan sanksi disiplin berupa pencerotan namanya dari daftar santri Gontor. Terkecuali yang memiliki alasan kuat dan syar’i .
Pada Tahun Ajaran 1438/1439, jumlah santri kelas satu hingga kelas enam mencapai 1044. Namun belum termasuk santri baru kelas satu dan satu intensive, karena kelulusan baru diumumkan pada 15 Syawwal nanti. Dengan rincian 132 santri kelas dua, 159 santri kelas tiga, 85 santri kelas tiga intensive, 149 kelas empat, 292 santri kelas lima dan 205 santri kelas enam, serta sisanya santri kelas satu yang belum berkesempatan naik kekelas dua.
Selain itu Gontor Kampus 2 juga mendapatkan tambahan guru pengajar baru yang berjumlah 63 orang. Jumlah itu melengkapi Guru pengajar lama menjadi 178 orang guru.
Gontor maju karena faktor disiplin tinggi yang diterapkannya. Seluruh santri dan Asatidz dididik untuk selalu on time dalam setiap acara. Selain itu mereka pun dididik untuk belajar mendidik. Asatidz mendidik santri-santrinya. Begitulah Gontor mendidik para santrinya.
“…tidak semua pemimpin bisa mendidik. Tapi seorang Pendidik, In syaa Allah bisa memimpin. Gontor menyiapkan kita menjadi pemimpin yang pendidik bukan hanya sekedar Pemimpin Pelaksana…” terang Bapak Wakil Pengasuh Pondok Gontor Kampus 2, H. M. Hudaya, Lc. M. Ag. EMHA DIT