Galeri wisata rombongan umrah keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Rombongan Jama’ah Umrah tiba di Makkah
Makkah – Sesampainya rombongan jama’ah melakukan check in di hotel, kemudian semua peserta umrah berkumpul di lobby untuk kemudian rombongan membuat shaf dan berjalan beriringan menuju hotel persiapan untuk terlebih dahulu melakukan shalat jama’ ta’khir maghrib dan isya’ di Masjidil Haram.
Selanjutnya jama’ah turun ke gerbang King Abdul Aziz untuk mengambil awal Thawaf. Setelah melakukan Thawaf 7 putaran, rombongan jama’ahpun segera mengambil start untuk Sa’i antara Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali.
Setelah prosesi ini selesai, tinggal 1 lagi langkah penyempurnaan umrah yaitu Tahallul, dengan memotong sebagian rambut sebagai tanda akhir prosesi umrah.
Miqad bir Ali dan perjalanan menuju Makkah
Madinah – Rangkaian perjalanan umrah keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor hari, Jum’at, 26 Mei 2017 ini adalah ke Makkah, perjalanan ini dijadwalkan setelah dzuhur jam 14.00 (Waktu Madinah).
Memulai start dari Hotel Royal Inn semua jama’ah telah berpakaian ihram dan akan mengambil milad di Bir Ali, sesampainya disana semua jama’ah melakukan shalat 2 rakaat lalu menuju bis kembali dan melanjutaan perjalanan kembali menuju Makkah.
Perjalanan dari Bir Ali – Makkah kurang lebih menempuh jarak 430 Km atau perkiraan membutuhkan waktu 4 – 5 jam, dengan kondisi cuaca mencapai 46 derajat celsius.
Jabal Uhud, bagian sejarah dakwah Rasulullah
Madinah – Tujuan berikutnya rombongan jama’ah umrah Pondok Modern Darussalam Gontor setelah mengunjungi Masjid Quba adalah Jabal Uhud. Lokasi ini merupakan tempat bersejarah dakwah Rasulullah SAW dalam syiar agama Islam.
Uhud adalah sebuah gunung di utara Madinah dengan ketinggian 350 meter, nama Jabal Uhud begitu populer di kalangan ummat Islam karena di lembah gunung inilah pernah terjadi perang besar antara umat Islam dan tentara Quraisy. Perang yang terjadi pada 15 Syawal 3 Hijrah atau Maret 625 Masehi itu terkenal dengan nama Perang Uhud.
Di sebelah jabal uhud ini terdapat bukit ramad, dimana pasukan pemanah yg di persiapkan Rasulullah SAW dalam peperangan Uhud. Dan dalam sejarahnya pasukan ini juga diperintahkan agar tidak turun dari jabal ramad sebelum ada perintah dari Rasul, akan tetapi mereka tidak mengindahkan perintah Rasul dan akhirnya pasukan rasulullah dapat di pukul mundur oleh pasukan musyrikin yg di pimpin oleh Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam).
Tempat wisata ini memang menjadi salah satu destinasi para muslimin saat umrah maupun haji mengingat sejarah panjang dakwah islamiyah yg dilakukan Rasulullah.
Masjid Tujuh di Lokasi Khandaq
Madinah- Setelah meninggalkan lokasi jabal Uhud, destinasi berikutnya adalah Khandaq (parit), dan dalam sejarah strategi peperangan Khandaq ini dibuat oleh Salman Al-faris, dimana strategi yg dimunculkan oleh salman ini tidak sama sekali difikirkan oleh orang Arab saat itu.
Dan di lokasi Khandaq ini terdapat Masjid tujuh merupakan masjid yang dibangun sebagai bentuk Penghormatan atas Perjuangan Rasulullah SAW.
Konon, tujuh tempat yang dijadikan Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh) ini merupakan pos-pos penjagaan ketika terjadi perang Khandaq pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriyah atau 5 tahun sejak Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Dahulu Rasulullah pernah singgah dan bermalam di pos-pos ini. Pos-pos ini kemudian berkembang menjadi masjid-masjid kecil yang berjumlah tujuh bangunan, Masjid-masjid inilah yang kemudian dikenal sebagai Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh).
Wisata Masjid Quba

Madinah – Rangkaian perjalanan umrah keluarga Pondok Modern Gontor Ponorogo adalah mengunjungi Masjid Quba. Dalam sejarah masjid quba ini adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW sebelum beliau hijrah ke Madinah. Masjid Quba ini terletak sekitar 5 Km sebelah Tenggara Madinah, masjid ini jgua terkenal dengan masjid yg dibangun atas dasar taqwa (ussisa ‘ala at-taqwa).
Perjalanan rombongan umrah Gontor menempuh waktu kurang lebih 15 menit, sesampainya di masjid Quba, semua jama’ah melakukan shalat 2 rakyat kemudian berkeliling di sekitar lokasi halaman masjid.
Kumandang Adzan Pertama di Masjid Nabawi Madinah
Madinah – Mungkin sudah menjadi kebiasaan warga tanah haram mendengar lantunan adzan yg diperdengarkan seorang muadzin masjid terbesar, berkharisma dan melegenda, Masjid Nabawi di Madinah. Kumandang suara merdu tersebut jg terasa asing di telinga para pemula yg pertama kalinya berkunjung tanah haram Madinah karena adzan tersebut di lantunan tepat jam 03.00 waktu Madinah.
Dalam sejarahnya memang adzan dipergunakan untuk memanggil orang-orang muslim di zaman rasul, dan Billalah orang yg di tunjuk Rasulullah untuk menunaikan tugas itu. Setiap muslim apabila mendengar suara adzan akan langsung bergerak mileninggalkan aktifitas keduniaannya dan berbondong-bondong untuk segera merapat ke masjid sebagaimana yg terlihat pada pagi ini di Masjid Nabawi Madinah.
Ini merupakan insting seorang muslim sejati, merapat ke tempat ibadah (Masjid atau Mushalla) untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sejenak melupakan urusan keduniaan.
Adzan dini hari (pukul 03.00) yg tiap hari terdengar itu merupakan adzan pertama sebelum masuk waktu subuh, ibarat sebuah panggilan yang dperuntukkan kepada semua orang muslim yg pada saat itu belum tertidur atau yg sudah terjaga dari tidurnya, dapat segera merapatkan diri ke masjid untuk shalat 2/3 malam dan membaca Al-Qur’an serta ibadah lainnya.
Pukul 03.00 memang tergolong waktu dini hari buat orang-orang Indonesia dan biasanya justru saat-saat yg sangat enak untuk terlelap tidur. Akan tetapi tidak untuk Masjid Nabawi, yg setiap saat selalu dipenuhi oleh ribuan jama’ah shalat 5 waktu, bahkan tidak pandang bulu soal waktu apabila seorang muslim ingin beribadah kepada Tuhannya di dalamnya.
Raudhah adalah destinasi seorang muslim apabila ingin shalat dalam masjid Nabawi. Raudhah ini adalah tempat antara mimbar Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah Muhammad SAW. Raudhah ini salah satu lokasi mustajab, sebagaimana tersebut dalam Hadits
Rasulullah saw bersabda, “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim).
Untuk mencapai Raudah memang tidaklah terlalu sulit, hanya terkadang banyak muslimun harus berebut sebelum masuk ke tempat itu untuk shalat, berzikir, berdoa dan membaca al Qur’an dan kadang tempat yg tersedia tidak cukup menampung animo semua muslimun untuk shalat di tempat tersebut, dan bahkan ada yg sampai tertidur di lokasi tersebut.
Pemandangan yg sulit dicari dibelahan bumi manapun melihat antusiasme muslimin di Masjid Nabawi dalam memakmurkan sebuah masjid. Wa idza arada syai’an an yaqula kun fayakun, bagi Allah tidak ada yg tidak mungkin apabila Allah telah menginginkan.
*Hari pertama di Masjid Nabawi Madinah
Perjalanan menuju Madinah
Jeddah – Setibanya di bandara King Abdul Aziz Jeddah, rombongan jama’ah umrah saat ini melanjutkan perjalanan ke Madinah dengan menggunakan jalur darat.
Rombongan jama’ah terdiri dari 3 bis besar dan masing-masing bis di guide oleh 3 oang alumni Gontor yg saat ini sedang melanjutkan jenjang studi di Madinah.
Seperti biasanya, dengan menggunakan jalur darat, perjalanan Jeddah Madinah diperkirakan memerlukan waktu 4-5 jam dengan jarak tempuh sekitar 450 km.
Rombongan Jama’ah umrah Gontor tiba di Jeddah
Jeddah – Perjalanan lanjutan dari Banda Aceh ke Jedah menempuh waktu yg lumayan lama, sekitar 8 jam 45 menit. Berangkat mulai jam 14.10 Wib dan diperkirakan sampai sampai di Jeddah pukul 21.45 WIB (waktu Indonesia) atau pukul 17.50 waktu Jeddah.
Pesawat Garuda rata-rata terbang dengan kecepatan 800-900 km/jam dengan ketinggian 11.200 meter dan kondisi udara -55 celsius. Tidak lupa pula para kru kabin melayani para peserta jama’ah umrah Gontor dengan sangat baik mulai dengan ketepatan waktu makan siang dan sore kemudian camilan ringan yang telah disediakan oleh maskapai.
Saat diturunkan berita ini, perjalanan menuju Jeddah kurang lebih akan menempuh waktu 2.15 jam lagi dan semua peserta umrah mendarat di bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Semua peserta saat ini masih antri di loket imigrasi bandara untuk pengecekan visa, sebagaimana instruksi ketua panitia H. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum semua peserta membuat antrian rapi dan menyiapkan pasport masing-masing.
Penerbangan Solo- Banda Aceh
Solo – Tepat jam 9.45 WIB, Perjalanan jama’ah umrah berikutnya dari bandara Adie Soemarmo Solo Menuju bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh dengan maskapai Garuda.
Jarak tempuh Solo – Aceh diperkirakan 2 jam, dan kemudian transit selama 1 jam di bandara guna pengisian bahan bakar pesawat.
Penerbangan akan kembali di lanjutkan mulai dari bandara Sultan Iskandar Muda menuju Jeddah diperkirakan membutuhkan waktu 9 jam untuk penerbangan.