Home Blog Page 386

“At-Tarbiyah Al-Amaliyah”: Beginilah Rahasia Gontor Mencetak Guru yang Handal

0

DARUSSALAM–Seirama dengan kurikulumnya yakni Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu berupaya untuk mencetak guru-guru yang handal. Gagasan ini muncul atas dasar ketidakpuasan Trimurti Pendiri Pondok terhadap kurikulum yang berjalan di Indonesia. Di mana kurikulum akan berubah seiring bergantinya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk itulah Trimurti mencanangkan program KMI, yang berarti Persemaian Guru-guru Islam.

Salah satu penunjang untuk program ini adalah Kegiatan at-Tarbiyah al-Amaliyah. Kegiatan yang dikhususkan untuk siswa akhir KMI ini berupa praktek mengajar di dalam kelas, dengan beberapa teman lain yang mengoreksinya. Dilanjutkan dengan Darsu an-Naqd, atau yang biasa disebut dengan Pelajaran Mengkritisi. Di mana guru praktek dikritisi oleh teman-temannya dengan kritikan yang adil, ikhlas, manfaat, membangun, dan benar (sesuai fakta).

Dikelilingi ratusan orang. Inilah potret pelaksanaan at-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).
Dikelilingi ratusan orang. Inilah potret pelaksanaan at-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Periode ini, kegiatan rutin tahunan ini berlangsung selama 21 hari, Selasa (21/2) s.d. Senin (13/3). Dimulai dengan review pelajaran Tarbiyah, micro teaching, evaluasi, dan pengarahan oleh Bapak Pimpinan. Lalu pada Selasa (28/2), diadakan Prakter Mengajar Perdana yang dilaksanakan oleh delapan orang terpilih. Mereka dibagi ke dalam delapan kelompok besar, yang ditempatkan di delapan lokasi yang berbeda.

Kedelapan siswa tersebut adalah:

  1. Khalifaturrahman, 6-B di Balai Pertemuan Pondok Modern;
  2. Ahmad Zaki Alhafidz, 6-F di Aula Gedung Rabithah;
  3. Muhammad Ishlahul Anam, 6-B di Aula Gedung Saudi;
  4. Lalu Dhika Ido Sukmajati, 6-C di Aula Gedung Pakistan;
  5. Muhammad Zarkasyi Dzikrulloh, 6-D di Gedung Olahraga PMDG;
  6. Muhammad Fikri Mirfaqo, 6-D di Gedung Rabithah 114;
  7. Emir Abdul Aziz, 6-E di Gedung Rabithah 118;
  8. Yazid Zidan Prabowo, 6-F di Gedung Rabithah 318.

Hingga akhir pelaksanaan Praktek Perdana ini, segenap pembimbing utama masing-masing kelompok menyatakan apresiasi yang luar biasa. Pasalnya, tiap guru praktek dapat menjalankannya dengan baik dan patut untuk menjadi contoh bagi yang lainnya. Semoga seluruh siswa akhir 2017, Survival Generation senantiasa diberkahi kemudahan dan kelancaran dalam segala hal, terutama dalam Praktek Mengajar ini. Amin. b.Dasasta

Menyelami Dunia Kitab Kuning Melalui Fathul Kutub

0

GONTOR–Sudah menjadi tradisi di Pondok Modern Darussalam Gontor, bahwa seluruh santrinya harus mempelajari kitab-kitab ‘kuning’ yang biasanya dipelajari di pesantren pada umumnya. Hanya saja, di Gontor, pembelajaran kitab tersebut tidak dimasukkan dalam kurikulum, namun dalam program kegiatan bernama Fathul Kutub at-Turats al-Islamy. Acara yang diikuti seluruh Siswa Kelas KMI 5 ini dilaksanakan sejak Rabu hingga Senin (15-20/2/2017) di Balai Pertemuan Pondok Modern.

“Kegiatan ini memiliki banyak tujuan. Diantaranya adalah agar kalian dapat membaca kitab secara mandiri, tidak perlu diajarkan oleh guru, seperti halnya sorogan. Selain itu, juga agar wawasan keilmuan kalian semakin luas, khususnya wawasan Islami,” tutur K.H. Syamsul Hadi Abdan di sela-sela sambutan pada Pembukaan acara.

Usai pembukaan, seluruh Siswa Kelas 5 KMI terlebih dahulu diberi bekal dengan pengarahan dalam tiga materi, yaitu Hadits, Tauhid, dan Fiqh. Setelah pengarahan, acara dilanjutkan dengan pembahasan kitab yang kemudian didiskusikan hasilnya oleh para siswa. Pembahasan kitab dan diskusi dilaksanakan dalam 5 sesi.

Acara Fathul Kutub ini tak hanya berhenti di kelas 5 saja, namun nantinya juga akan dilanjutkan pada saat mereka menginjak kelas 6 KMI.binhadjid

Panitia Ulangan Umum: Nilai Santri Gontor Naik

0

DARUSSALAM- Nilai ulangan umum semester kedua santri Pondok Modern Darussalam Gontor mengalami kenaikan. Tahun lalu, kata panitia, nilai rata-rata santri secara keseluruhan menyentuh angka 5.03 dari kelas 1 sampai kelas 5 KMI. Tahun ini naik ke angka 5.34. Kenaikan ini menandakan santri Gontor tidak lelah dan lengah menghadapi ulangan umum setelah rentetan peringatan 90 tahun kemarin.

Dari 7 tingkatan hanya kelas 4 saja yang mengalami penurunan. Turun 1,8% dari nilai rata-rata 5,22 ke 5,13. Kelas 1 naik 10,7% dari 5,45 ke 6,0. Kelas 1 Intensif naik 8.3% dari 5,06 ke 5,49. Kelas 2 naik 6,6% dari 5,23 ke 5,57. Kelas 3 naik 6,5% dari 5,31 ke 5,66. Kelas 3 Intensif tetap di angka 4,81. Kelas 5 naik 11,6% dari 4,18 ke 4,67. Dengan demikian kenaikan nilai tertinggi dicapai oleh kelas 5.

“Kami bangga dengan prestasi santri tahun ini.” Ucap Ustadz Chairuddin. Ketua Panitia Ulangan Umum. Beliau mewakili segenap panitia memberikan apresiasi besar atas pencapaian ini. Harapan panitia, seluruh santri Gontor dapat menjaga hasil ulangan umum dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk menghadapi ujian kenaikan kelas.

IMG_7855
Penulisan nilai perkelas oleh asatidz

Dalam pelaksanaan ulangan umum tahun ini ada yang berbeda. Di tengah-tengah ulangan umum, demi mendidik santri-santrinya, Gontor memberikan izin kepada mereka yang memiliki KTP untuk pulang dan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak di daerahnya masing-masing. Santri yang pulang hanya mengikuti ulangan umum dua hari dan tidak ada ujian susulan. Mereka akan diuji oleh pengajar materinya masing-masing di kelas nanti. AaRum

Bermuhasabah Diri Melalui Ulangan Umum

0

santri belajar mempersiapkan Ulangan Umum
Kampus Putri 1-
Al Ma’hadu La Yanamu Abadan” begitulah semboyan para Kyai yang sering kita dengar di bumi Darussalam. Setelah disibukkan dengan kegiatan akhir
tahun yang tiada hentinya, santriwati Gontor Putri 1 dihadapkan dengan Ulangan Umum Akhir Tahun, kegiatan ini sudah menjadi kegiatan KMI tahunan sebagai program evaluasi pembelajaran selama setengah semester. Meskipun tidak semua mata pelajaran diujikan dalam Ulangan Umum, akan tetapi cukup sebagai acuan dan tolak ukur guna menghadapi Ujian Akhir Semester nanti.

Ulangan Umum ini berlangsung selama lima hari, yakni dimulai pada Sabtu (18/2) hingga Rabu (22/2) yang lalu. Setiap harinya santriwati dihadapkan pada tiga materi pelajaran yang diberi alokasi waktu 90 menit setiap mata pelajaran, juga diawasi oleh tiga hingga empat guru pengajar. Kesemangatan santriwati Gontor Putri 1 dalam belajar terbukti dengan naiknya presentase nilai rata-rata dari seluruh angkatan jika dibandingkan dengan nilai rata-rata untuk tahun kemarin.

ulangan Umum

Selain sebagai ladang untuk meningkatkan belajar santriwati, melalui kegiatan ini guru-guru pun dapat mengukur kemampuan setiap anak didiknya dalam memahami dan menguasai mata pelajaran selama tiga bulan ini.  Kegiatan ini juga dapat melatih sportifitas santriwati untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, sehingga tidak lepas dari nilai-nilai gontori yang selalu mengajarkan kejujuran dan juga sportifitas santrinya. Dari sinilah semoga akan melahirkan generasi islami yang jujur dan sportif dalam bersaing. Hazn

 

Kemah Guru 2017 Pupuk Kebersamaan

0

SARANGAN-Para mahasiswa guru Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat Ponorogo mengadakan perkemahan di Mojosemi Forest Park Magetan. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2017 ini diikuti oleh seluruh Guru Pondok Modern Darussalam Gontor, selain yang bertugas piket di bagian masing-masing. Selain untuk rehat dan refreshing dari kegiatan belajar-mengajar, perkemahan ini juga dilaksanakan dalam rangka mengisi kekosongan para guru pada hari-hari tersebut. Karena, hari itu bertepatan dengan diselenggarakannya pergantian pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka PMDG, dimana seluruh santri berkumpul di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sehingga tidak ada kegiatan belajar-mengajar.

Terlihat Para Peserta Asyik Mengikuti Permainan Outbound
Terlihat Para Peserta Asyik Mengikuti Permainan Outbound

Acara pelepasan peserta Kemah Keluarga Guru Gontor ini dihadiri langsung oleh KH. Syamsul Hadi Abdan, Selasa siang (31/1) di depan Gedung Asia. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan agar para guru dapat memanfaatkan waktu seperti ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Setelah dilepas oleh Pimpinan Pondok, para seserta langsung berangkat menuju lokasi perkemahan menggunakan 3 bus. Lokasi yang terletak di pegunungan Lawu ini memberikan suasana baru bagi para mahasiswa guru PMDG yang sehari-hari menghabiskan waktunya untuk mengajar, membantu pondok, dan kuliah. Udara yang sejuk disertai pemandangan hutan yang asri menjadikan para guru asyik dalam kegiatan-kegiatan yang dijadwalkan oleh panitia, mulai dari hiking, out-bound, dll. Tiga hari dua malam terasa sangat cepat, tetapi memberikan kesan yang luar biasa. Kebersamaan para mahasiswa yang mengabdikan dirinya dengan menjadi Guru PMDG terasa sangat hangat. Hari kamis siang (2/2) para peserta kembali ke Kampung Damai, dan bersiap melanjutkan pengabdiannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mendidik para santri yang akan menjadi para pemimpin di masa yang akan datang.Brada89

HTQ XV : Pupuk Ukhuwah Islamiyah Berlandaskan Al-Quran, Menuju Khoiru Ummah

0

GONTOR – Haflah Tilawatil Qur’an (HTQ) merupakan salah satu rentetan acara Gontor Olympiade yang diadakan rutin setiap tahunnya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan adanya banyak manfaat dan keuntungan untuk pribadi banyak santri akibat terselenggaranya acara ini, maka pada tahun ini acara tersebut sudah mencapai pada HTQ yang ke-15 tepatnya. Diadakannya acara ini bertujuan untuk mencetak generasi qur’ani yang berkualitas dalam hal bacaan maupun juga isi, sekaligus menanamkan semangat kepada para santri untuk selalu belajar membaca Al-Qu’ran dan mengamalkannya. Inilah salah satu contoh dari beragam dinamika aktifitas para santri di Pondok Modern Gontor, karena pada umumnya membaca Al-Qur’an merupakan hal wajib yang dilakukan para santri setelah mereka melakukan Sholat lima waktu di setiap harinya.

Peserta dalam acara HTQ merupakan utusan-utusan dari setiap rayon di Darussalam, yang kemudian mereka akan memasuki dan mengikuti beberapa tahap perlombaan. Dimulai dari adanya babak penyisihan yang diadakan mulai dari hari Rabu (28/12) s/d hari Kamis (9/1) bertempat di Masjid Jami’ lt. 1 dan 2 yang kemudian dilanjutkan dengan acara puncak pada hari Kamis (12/1) bertempat di Aula BPPM. Adapun beberapa cabang lomba yang dikompetisikan kali ini adalah sebagai berikut : murottalah, mujawwadah, hifdzil qur’an, adzan, syarhil qur’an, fahmil qur’an, dan kaligrafi.

Puncak Acara HTQ kali ini dibuka oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistiyo, Lc., wakil direktur KMI,  pada hari Kamis (12/1) malam di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Beliau sangat mengapresiasi atas dilangsungkannya acara ini. “Bahwasanya acara ini sangat penting dan bermanfaat sekali, terlebih untuk kalangan para santri PMDG Gontor yang notabene kesehariannya selalu bergantung pada Al-Qur’an, juga sekaligus menjadikan ajang untuk berlomba-lomba dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sehingga kita semua berharap semoga dengan adanya acara ini para santri lebih bersemangat lagi dalam meningkatkan dan memperbaiki bacaan Al-Qur’annya, agar menjadi lebih baik”, tutur beliau dalam sambutannya. Pada kesempatan kali ini pula, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga turut hadir guna meninjau jalannya acara sampai dengan selesai. biibmufassir

Daftar Juara HTQ XV 2017 :

  1. Cabang Mujawwadah :

Attabik Ridho                   3 int D                         Saudi 1/2

Muh. Nasrullah                 1 int E                         Syanggit

Muh. Dovan                      2-I                               Syiria 4

 

  1. Cabang Murottalah :

Muh. Zia Alfatoni             1 int C                         Syanggit

Farid Taufiq                      1 int D                         GBK

Hilmi Ahmad                    3-F                               INA 3

 

  1. Cabang Hifdzil Qur’an :

Muh. Fuad Syukri             1 int I                          Syanggit

Muh. Inzimam                   3 int C                         Saudi 1.3

Fariz Adha                          1 int J                          GBK

  1. Cabang Adzan :

Sholehuddin                      3 int G                         Saudi 3.3

Muh. Dzul Adli                 1-J                               GBS

Irnova Purwanto             3 int F                          Palestina

 

  1. Cabang Syarhil Qur’an :

Juara 1 : Saudi 1lt.3

Juara 2 : INA 2/2

Juara 3 : GBS

 

  1. Cabang Fahmil Qur’an :

Juara 1 : Syanggit

Juara 2 : Syiria 3

Juara 3 : Saudi 1/3

 

  1. Cabang Kaligrafi :

Hanif Rizqullah                 4-H                              Sholihin 2

Abd. Syujau Khoir            2-D                              Syiria 2

Faqih Al-Hakimi             3 int J                          Palestina

Seminar ITQAN Group, Tanamkan Minat Seminar Santri

0
Salah Satu buku karangan Kurniawan Gunadi, "Hujan Matahari"
Salah Satu buku karangan Kurniawan Gunadi, “Hujan Matahari”

DARUSSALAM–Ahad, (2/1) Seminar merupakan acara tahunan yang wajib dilaksanakan dalam kalender tahunan ITQAN (Ilmy, Tarbawy, Qurany) Group. Terlepas dari pembuatan majalah, kumpulan cerpen dan kegiatan tulis menulis dan yang lainnya. Mengadakan seminar bagi ITQAN Group lebih untuk memaknai arti penyampai informasi dalam mottonya, Wadah Pengembangan Kreativitas, Keilmuan Dan Informasi Santri.

Melihat sejarah seminar ITQAN Group dari masa ke masa, saat pertama kali menggelar seminar pada tahun 2012 ITQAN mengundang alumninya, Ahmad Fuadi untuk membedah bukunya sendiri, Ranah 3 Warna. Mengingat seminar masih terbilang langka ada zamannya, para santri memberikan animo yang cukup positif. Kali itu seminar menjadi awal langkah yang baik.

Tahun lalu, ITQAN Group berhasil mengundang tiga pembicara sekaligus, Adian Husaini yang membedah bukunya yang berjudul “Kemi 1, 2, dan 3”, Happy Chandrayana dengan seminarnya tentang Public Speaking dan Ma’mun Affany.

Tahun ini juga tak kalah sukses dibilang. pilihan ITQAN Group jatuh pada Kurniawan Gunadi (Penulis Hujan Matahari) dan Akbar Zainuddin (Motivator, dan penulis buku Sukses berawal dari pesantren) yang juga alumni ITQAN Group sendiri. Reyzin.

Fathul Kutub Perluas Wawasan Keislaman Siswi Kelas 5

0

KANDANGAN-Pembukaan fathul kutub kelas 5 berjalan dengan lancar. Dengan dihadiri oleh Bapak Pimpinan PMDG KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag, acara besar bagi siswi kelas 5 resmi dibuka. Kegiatan Fathul Kutub siswi kelas 5 diadakan pada tanggal 20 Jumadal Ula 1438 H yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2017. Adapun jumlah siswi kelas 5 yang mengikuti acara ini mencapai 203 orang dan terbagi dalam 13 kelompok. Pembagian ini mempermudah jalannya acara secara kondusif.

Tujuan dari diadakannya acara ini guna memperkenalkan dan memperluas wawasan siswi dalam pengenalan kutub turats, serta menguji kemampuan Bahasa Arab yang telah dikuasai oleh para siswi kelas 5.

Seluruh santriwati kelas 5 terlihat sangat antusias dalam acara ini. Karena ini merupakan Fathul Kutub pertama bagi mereka dan merupakan hal baru yang belum pernah mereka alami dalam dinamika mereka selama menjadi santriwati. Beberapa pembahasan kontemporer sudah disiapkan oleh panitia untuk dibagikan kepada masing-masing kelompok. Sistem yang berlaku dalam fathul kutub adalah sistem diskusi. Dengan sistem ini, seluruh siswi dituntut untuk mampu mencari buku yang dibutukan dan  memahami benar pembahasannya. Fokus pembahasan dalam fathul kutub terpusat pada empat kajian agama Islam yaitu: Fiqh, Tafsir, Hadist dan Aqidah.

Setelah dilakukannya diskusi dan pemecahan masalah dalam pembahasan mereka, maka ditariklah kesimpulan. Sehingga mereka dapat mengetahui dan memahami lebih jauh pembahasan yang mereka bahas. Dan tak lupa, semua itu juga karena peran pembimbing yang siap membantu dan mengajarkan mereka tentang hal baru yang berkaitan dengan pembahasan mereka.sekpongp5

Gontor Islamkan Musik Nusantara Lewat GMF

0

GONTOR-Graduated Music Festival (GMF) merupakan salah satu rutinitas tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Diadakannya kegiatan ini guna mengeksplorasi bakat Guru-guru KMI PMDG, serta mengislamkan Musik Nusantara yang selama ini jauh dari nilai nilai Islam. GMF ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari setiap angkatan Guru KMI Gontor yang mempunya skill  dan talenta dalam bidang musik. Nama-nama angkatan yang ikut dalam acara ini yaitu: Guru Angkatan Tahun Pertama (Identity Generation), Tahun Kedua (PrestigiousGeneration), Tahun Ketiga (Smart Generation), Tahun Keempat (Dynamic Generation), Tahun Kelima (Pioneer Generation), Tahun Keenam (Idealist Leader Generation). Serta turut memeriahkan acara ini yakni Mahadasa Band (Mahasiswa Darussalam Band).

Turut hadir dalam acara ini Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, beliau juga memberikan sambutan serta membuka resmi acara pada Hari, Jum’at (17/2) di depan lapangan Gedung al-Azhar. Panitia penyelenggara acara ini adalah  Guru Angkatan Tahun Pertama dengan jumlah 124 Orang. GMF tahun ini berbeda dengan sebelumnya, karena Backgroud Panggung dibuat dengan konsep natural dan asri menggunakan kayu, kain, dan Bunga. Meski demikian, background tersebut memiliki filosofi tersendiri, yaitu mempertahankan nilai tradisional dengan gaya klasik dan tidak keluar dari rel rel Islam.

Usai performa, acara ini dimenangkan oleh beberapa Guru Angkatan yaitu: Juara 1, Guru Tahun Keenam, Juara 2, Guru Tahun Keempat, dan Juara 3, Guru Tahun Kedua. Acara ini bukan hanya untuk mencari kemenangan bahkan mengumpulkan trofi, tetapi untuk mendidik dan meningkatkan kreatifitas Guru Gontor. Selalu kami ingat pesan K.H. Hasan Abdullah Sahal bahwa “al fannu li tahdzibin nufus, laa lijam’il ku‘us .fuadfahmi

Pemberangkatan Rombongan Penerima Beasiswa Mesir

0

JAKARTA–Menindaklanjuti pemberian 50 beasiswa dari Grand Syeikh Al-Azhar, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) segera menentukan utusannya. Tepat pada Rabu (29/12), sebanyak 28 orang ustadz dan 22 orang ustadzah diberangkatkan secara resmi oleh Bapak Pimpinan.

Pemberangkatan rombongan penerima beasiswa Mesir tahun ini dibagi dalam 3 kloter. Pertama, yaitu pada Selasa (3/1) sebanyak 22 orang putri. Kedua, pada Jum’at (6/1) sebanyak 4 orang putra, dan terakhr adalah pada Ahad (8/1).

Beasiswa Al-Azhar meliputi beasiswa sekolah dan asrama. Selain itu, khusus untuk tahun ini, biaya transportasi (tiket pesawat) juga ditanggung oleh pihak Al-Azhar melalui kedutaan besar Mesir di Indonesia.

Sekedar informasi, beasiswa ini diberikan Grand Syeikh Al-Azhar kepada Gontor secara tahunan. Maka, untuk tahun-tahun berikutnya, Gontor akan kembali memilih utusannya guna melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.Ahsy