Home Blog Page 410

PORSENI Nasional Putri Resmi Ditutup

0

IMG_2324Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Nasional yang diadakan oleh Gontor Putri kampus 1 dalam rangka peringatan sembilan puluh tahun Gontor dan seperempat abad Gontor Putri resmi ditutup Jum’at (26/8) pagi di lapangan hijau Gontor Putri kampus 1. Acara yang dimulai pada pukul setengah delapan ini dihadiri pula oleh seluruh santriwati dan dewan guru kampus putri 1 dan 2 serta ketua panitia peringatan sembilan puluh tahun Gontor, ustadz Sutrisno.

Ketua panitia PORSENI, Ustadz Achmad Fajaruddin, dalam laporannya mengatakan bahwa terselenggaranya acara ini sebagai syiar yang baik demi pendidikan di Gonto beserta pondok alumni. Karena di umurnya yang kesembilan puluh tahun, Gontor telah mengestafetkan nilai-nilai perjuangan demi kemuliaan umat dan bangsa.

IMG_2052 (2)

Salah satu perwakilan kontingen PORSENI yang berasal dari Darussalam Garut, Hartaramdarisa, menyampaikan kesannya selama mengikuti acara sepekan ini. Empat belas jam jarak yang harus ditempuh oleh kontingen ini terbayar. “Kami datang untuk pengalaman demi perjuangan, bukan kejuaraan. Karena setiap diri manusia adalah juara bagi dirinya. Kehadiran kami di sini untuk menjadi contoh sebuah perjuangan bagi pondok kami.”

Wakil Pengasuh Gontor Putri kampus 1, Ustadz Suharto pun berkata bahwa acara ini diselimuti dengan nuansa ukhuwah. Terlebih dengan prinsip pendidikan Gontor yang komprehensif atau menyeluruh, yang mendidik kehidupan di samping akademik. Termasuk pendidikan jasmani. Karena Allah menyukai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Kuat dalam segi jasmani, keilmuwan dan rohani. Sesuai dengan motto pondok, berbudi tinggi dan berbadan sehat. Diharapkan sepuluh tahun mendatang pada satu abad Gontor peserta yang hadir dapat mencapai 300 pondok.IMG_1803

Juara umum pada perhelatan ini adalah Gontor Putri kampus 1 yang meraih 4 medali emas dan 4 medali perunggu. Sedangkan juara favorit adalah pondok alumni Darul Azhar yang mendapatkan 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Wirdia Asyahroh, wakil dari Gontor Putri kampus 7, menjadi atlet terbaik dengan perolehan nilai 811. Bukan hanya pengumuman kejuaraan saja, acara ini pun diselingi oleh penampilan-penampilan seluruh kontingen PORSENI, seperti marawis, taekwondo dance dan flag dance. (dee)

Dominasi Perolehan Emas dan Perak, Gontor Putri Kampus 1 Sabet Juara Umum Porseni

0

uplGONTOR PUTRI–Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Seperempat Abad Gontor Putri telah usai. Acara yang berlangsung selama seminggu ini ditutup pada Jum‘at (26/8) kemarin, disertai pengumuman para juara tiap-tiap cabang lomba. Acara ditutup oleh Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., Ketua Panitia Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, bertempat di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.

Dengan perolehan empat emas dan lima perak, kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 berhasil menyabet gelar Juara Umum Porseni 90 Tahun Gontor dan 25 Tahun Gontor Putri ini. Keempat emas tersebut mereka dapatkan dari dua cabang olahraga dan dua cabang seni, yaitu Badminton, Perbeda Tunggal (Beladiri), Kaligrafi Dekorasi, dan Kaligrafi Mushaf. Sedangkan lima perak didapat dari dua cabang olahraga, yaitu Memanah dan Perbeda Ganda, serta tiga cabang seni meliputi Kruistik, Melukis, dan Marawis.

Sejatinya, acara Porseni yang diikuti seluruh Kampus Gontor Putri dan Pondok Alumni se-Indonesia ini memperlombakan sembilan cabang olahraga dan tujuh cabang seni. Cabang olahraga mencakup Badminton, Voli, Basket, Memanah, Tenis Meja, Maraton, Estafet, Perbeda Tunggal, dan Perbeda Ganda. Sementara tujuh cabang seni yang diperlombakan terdiri dari Kaligrafi Naskah, Kaligrafi Dekorasi, Kaligrafi Mushaf, Melukis, Kruistik, Puisi, dan Marawis.

Pesaing terdekat Gontor Putri Kampus 1 dalam perebutan gelar Juara Umum adalah Pondok Pesantren Daar El Azhar, yang berhasil mengumpulkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.

Berikut ini daftar juara Porseni Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Seperempat Abad Gontor Putri:

Cabang Olahraga

No Lomba Juara 1 (Emas) Juara 2 (Perak) Juara 3 (Perunggu)
1 Badminton Gontor Putri Kampus 1 Gontor Putri Kampus 4 Darussalam Tasikmalaya
2 Voli Al-Fattah Kikil Arjosari Pacitan Darussalam Tasikmalaya Gontor Putri Kampus 5
3 Basket Al-Mizan Gontor Putri Kampus 5 Gontor Putri Kampus 3
4 Memanah Darul Ukhuwah Putri Malang Gontor Putri Kampus 1 Darussalam Tasikmalaya
5 Tenis Meja Daar El Azhar Gontor Putri Kampus 7 Gontor Putri Kampus 5
6 Maraton Gontor Putri Kampus 4 Gontor Putri Kampus 2 Daar El Azhar
7 Estafet Daar El Azhar Gontor Putri Kampus 5 Gontor Putri Kampus 6
8 Perbeda Tunggal Gontor Putri Kampus 1 Daar El Azhar Manbaul Ulum
9 Perbeda Ganda Daar El Azhar Gontor Putri Kampus 1 Aisyiah Islamic Boarding School

Cabang Seni

No Lomba Juara 1 (Emas) Juara 2 (Perak) Juara 3 (Perunggu)
1 Kaligrafi Naskah Gontor Putri Kampus 3 Gontor Putri Kampus 2 Al-Amien Prenduan Sumenep
2 Kaligrafi Dekorasi Gontor Putri Kampus 1 Al-Amien Prenduan Sumenep Gontor Putri Kampus 2
3 Kaligrafi Mushaf Gontor Putri Kampus 1 Al-Amien Prenduan Sumenep Gontor Putri Kampus 2
4 Melukis Gontor Putri Kampus 2 Gontor Putri Kampus 1 La-Tansa Banten
5 Kruistik Gontor Putri Kampus 2 Gontor Putri Kampus 1 Gontor Putri Kampus 3
6 Puisi Al-Fattah Kikil Arjosari Pacitan Gontor Putri Kampus 3 Gontor Putri Kampus 2
7 Marawis Darussalam Garut Gontor Putri Kampus 1 Gontor Putri Kampus 7

shah wa

Di Momen 90 Tahun Gontor, Temu Alumni PTD-IPD-ISID Terselenggara untuk Canangkan Realisasi Universitas Islam Kelas Dunia

0

14088500_1170498446354544_1254644143518015691_nGONTOR–Pada momentum Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor digelar pula acara reuni alumni Perguruan Tinggi Darussalam (PTD), Institut Pendidikan Darussalam (IPD), dan Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Ketiga lembaga tersebut merupakan cikal bakal Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang saat ini baru berusia sekitar dua tahun lebih, sejak diresmikan pada tahun 2014 lalu.

Acara Temu Alumni PTD, IPD, dan ISID ini diselenggarakan di Kampus Pusat UNIDA Gontor selama dua hari, Sabtu–Ahad, 20–21 Agustus 2016 lalu.

Reuni ini dilengkapi dengan seminar bertemakan “Toward World Class University” yang diisi para profesor dan doktor alumni Gontor sekaligus alumni PTD, IPD, atau ISID. Mereka adalah Prof. Dr. Amin Abdullah, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, Prof. Dr. Azhar Arsyad, dan Prof. Dr. Habib Chirzin.

Pertemuan alumni tiga bentuk perguruan tinggi yang dilahirkan Gontor sebelum menjadi universitas tersebut berlangsung begitu hangat. Masing-masing berbagi cerita dan pengalaman, baik selama menjadi mahasiswa maupun saat berkiprah di berbagai lini kehidupan masyarakat. Mereka pun merapatkan barisan untuk mendukung Gontor memajukan universitas yang saat ini telah berjalan, hingga UNIDA Gontor benar-benar menjadi universitas yang dicita-citakan Trimurti, yaitu universitas Islam kelas dunia yang bermutu dan berarti.

Adanya tiga bentuk perguruan tinggi yang dikelola Pondok Modern Darussalam Gontor, sebelum berubah menjadi universitas, memiliki ceritanya sendiri. Begini riwayatnya, sesuai dengan amanat dalam ikrar wakaf tahun 1958, para pendiri Pondok Modern Gontor (Trimurti) dengan dibantu Badan Wakaf pada tahun 1963 mulai merintis terwujudnya universitas Islam yang bermutu dan berarti, dengan mendirikan PTD.

Perguruan Tinggi Darussalam didirikan pada tanggal 17 November 1963, bertepatan dengan 1 Rajab 1383, yaitu lima tahun setelah disampaikannya amanat pemberi wakaf. Pembukaannya secara resmi dilaksanakan 10 hari kemudian, tanggal 27 November 1963/10 Rajab 1383.

Sebenarnya, pembicaraan untuk langkah persiapan ke arah pembukaan PTD telah dimulai empat setengah bulan sebelumnya. Adapun langkah konkretnya dimulai pada tanggal 1 Juli 1963 dengan dibentuknya Sekretariat Persiapan Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Darussalam. Anggota panitia itu terdiri dari dua guru senior Pondok Modern Gontor, yaitu Ustadz Shoiman dan Ustadz Abdullah Mahmud, Drs. Aly Saifullah (putra K.H. Ahmad Sahal, alumni Universitas Gajah Mada), Drs. M. Zainy (menantu K.H. Ahmad Sahal, alumni Universitas Airlangga), dan Chozin Siroj (alumni Universitas Al-Azhar Kairo).

Dari kerja panitia ini terselenggara musyawarah para sarjana alumni yang berlangsung pada tanggal 1–5 Agustus 1963. Musyawarah para sarjana ini berhasil menyusun pola PTD. Ikut hadir dalam penyusunan pola tersebut Dr. K.H. Idham Chalid dan Ustadz Aly Aly Cheider El-Khennany (Missi Al-Azhar di Pondok Modern Gontor) serta para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Sesuai dengan struktur yang ada di Pondok Modern Gontor, maka hasil musyawarah sarjana IKPM tersebut diserahkan kepada Badan Wakaf untuk dimintakan persetujuannya. Dalam sidangnya pada tanggal 24–25 Agustus 1963 yang dipimpin oleh Ustadz Aly Murtadho, Badan Wakaf menyetujui hasil Musyawarah Persiapan Pendirian Perguruan Tinggi Darussalam oleh sarjana alumni tersebut, sekaligus menyetujui rencana pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam (YPTD). Persetujuan Badan Wakaf itu adalah isyarat bagi panitia dan yayasan untuk melaksanakan langkah-langkah lebih lanjut.

Acara ikrar pembukaan Perguruan Tinggi Darussalam secara resmi dilaksanakan di aula pondok pada tanggal 27 November 1963 (10 Rajab 1383), dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah seperti Residen Madiun, Komandan Korem 81, dan Bupati Ponorogo (R. Dasoeki). Piagam Pembukaan Perguruan Tinggi Darussalam ditandatangani oleh K.H. Ahmad Sahal.

Pejabat Rektor dan Ketua Senat yang ditetapkan memimpin Perguruan Tinggi ini adalah K.H. Imam Zarkasyi, sedangkan Ketua Dewan Kuratornya adalah K.H. Zainuddin Fannani. Ketua Yayasan Perguruan Tinggi dalam kepengurusan pertama ini terpilih Drs. Aly Saifullah.

Perkuliahan di PTD berjalan lancar. Beberapa mata kuliahnya menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Di antaranya adalah Ilmu Tauhid dan Ilmu Tafsir yang diasuh oleh Ustadz Aly Aly Cheider Al-Khenany, dosen dari Mesir. Karena saat itu seluruh mahasiswanya berasal dari tamatan KMI, maka mahasiswa tidak mengalami kesulitan.

Setelah berjalan tiga tahun, pada tahun 1966, Pemerintah RI (Departemen Agama) dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 53.1966, tertanggal 24 Agustus 1966, telah memberikan penghargaan berupa Persamaan Ijazah Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Darussalam, disetarakan dengan keluaran Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Bersamaan dengan itu, nama PTD berubah menjadi IPD. Pada tahun 1966 itu pula IPD meluluskan Sarjana Muda (BA)-nya yang pertama dengan skripsi berbahasa Arab atau Inggris.

Dalam perkembangan selanjutnya, pengakuan terhadap IPD datang dari Darul Ulum Cairo tahun 1980, dari University of the Punjab Lahore, Pakistan, tahun 1984, dan dari International Islamic University Islamabad Pakistan tahun 1989. Di Al-Azhar Cairo Sarjana Muda IPD diterima pada tingkat III program Lisanciate.

Dengan input mahasiswa dari alumni KMI Pondok Modern Gontor, IPD terus berjalan menapakkan kakinya. Kuantitas mahasiswanya termasuk sangat kecil dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta lainnya, tetapi kualitasnya dapat dilihat dari peran para alumninya di masyarakat. Alumni-alumni IPD tersebar ke seluruh pelosok Tanah Air dan berjuang di masyarakat dalam berbagai profesi. Tidak sedikit dari mereka yang melanjutkan studi ke luar negeri atau ke IAIN, kemudian menjadi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bahkan, ada pula yang menjadi pimpinan pesantren atau pimpinan organisasi sosial.

Pada tahun 1990, IPD menambah satu fakultas lagi, yakni Fakultas Syariah, dengan jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum. Pada tahun yang sama, berdasarkan keputusan pemerintah, IPD menyelenggarakan jenjang pendidikan S1, dengan gelar akademik Sarjana Agama. Maka, mahasiswa yang belum sempat atau yang telah menempuh gelar Sarjana Muda mengikuti program ini. Pada tahun 1991, bersamaan dengan diadakannya Peringatan Delapan Windu, IPD menyelenggarakan Wisuda Perdana Sarjana S1, sebanyak 25 orang.

Nama IPD, kemudian berubah menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) pada tahun 1996, melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 174 Tahun 1996 tentang Perubahan Nama Institut Pendidikan Darussalam menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Gontor Ponorogo. Pada tahun itu juga mulai dibangun kampus baru di Siman yang memungkinkan ISID untuk mengembangkan lembaganya dengan lebih maksimal.

Kini, ISID sudah berubah menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sejak tahun 2014 silam. Perubahan ISID menjadi UNIDA Gontor berdasarkan Surat Keputusan tertanggal 17 Juli 2014 bernomor: 197/E/O/2014 tentang Izin Pendirian Universitas Darussalam Gontor dengan 10 Program Studi baru. Surat ini langsung diberikan secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI waktu itu, yaitu Prof. Dr. H. Mohammad Nuh, diserahkan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam di kantor beliau.

Acara Temu Alumni PTD, IPD, dan ISID ini diharapkan bisa memotivasi para mahasiswa UNIDA Gontor untuk berprestasi sebagaimana prestasi para pendahulu mereka, bahkan bisa lebih baik lagi. Sehingga, UNIDA Gontor benar-benar terbukti menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti sesuai cita-cita Trimurti. shah wa

Live Streaming Sebelum Sujud Syukur di Gontor Putri kampus 1

0

Seatelah hari sebelumnya diadakan pembukaan rentetan acara peringatan sembilan puluh tahun Gontor yang bersamaan dengan seperempat abad Gontor Putri (19/8) di lapangan hijau Gontor Putri kampus 1, pada Sabtu (20/8) diadakan sujud syukur sebagai peringatan sembilan puluh tahun Gontor serentak di tiap kampus. Acara yang dihadiri oleh seluruh elemen pondok, meliputi guru, santri dan pejuang pondok ini berlangsung khidmat sejak pukul sebelas pagi.

Acara dimulai dengan suguhan live streaming acara sujud syukur dan pembukaan rentetan acara peringatan sembilan puluh tahun Gontor beserta kunjungan wakil presiden, Jusuf Kalla, yang berlangsung di kampus pusat Gontor Ponorogo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Gubernur Jawa Timur dan Menteri Agama Republik Indonesia.

14086290_685638721593174_5928508824381266030_o

Usai menyaksikan live streaming, ketua peringatan 90 tahun Gontor dan Seperempat Abad Gontor Putri di kampus Putri 1, Ustadz Asif Trisnani mengatakan bahwa Gontor yang telah lama berdiri dan mengabdi untuk Islam dan Indonesia wajib kita syukuri adanya. Karena peran Gontor sangat besar dalam mencerdaskan umat dan bangsa, serta terus maju untuk berkontribusi dalam perkembangan pendidikan .

bAcara dilanjutkan dengan Shalat Dzuhur berjama’ah dan sujud syukur bersama untuk eksistensi Pondok Modern Darussalam Gontor yang terus bertahan dan berkembang selama 90 tahun sebagai lembaga pendidikan. pusdat

Panggung Gembira 691 : Hasil Maksimal, dengan Waktu yang Minimal

0

GONTOR–Panggung Gembira 691 yang berlangsung pada Sabtu malam, 13 Agustus 2016 tetap berjalan di tengah kucuran air hujan yang begitu deras, dan senantiasa menyuguhkan aneka penampilan yang spektakuler. Hingga akhirnya, PG yang dalam seluruh persiapan hanya diberi waktu selama tiga minggu ini, memperoleh nilai 10, bahkan lebih.

“Nilainya (Panggung Gembira), kalau ada sebelas saya kasih sebelas, tapi sepuluh sajalah”, ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal yang diikuti oleh riuh tepuk tangan dari semua orang yang ada.

Sebagai panitia, Siswa Akhir KMI 2017, Survival Generation, mengusung moto “Gontor Mewariskan Semangat Perjuangan, Membangkitkan Kejayaan Islam”, dengan tujuan agar Islam dapat terus berkembang dan bertahan. Dimulai dari penampilan PG yang bernuansa “Revival dan Survival of Islam” sekarang ini, hingga nanti, di masa yang akan datang.

Seperti PG sebelumnya, jenis penampilan dalam acara tahunan ini terdiri dari Tarian, Dance, Drama, Musik, Puisi, dll. Satu hal paling menarik yaitu, PG kali ini diawali dengan Panembromo (salam sambutan), yang sejak tahun 1990-an, penampilan ini telah hilang. Selain itu, eksplorasi potensi peserta (mulai dari siswa Kelas 1-4) dalam atraksipun juga turut memberikan nilai plus dari Bapak Pimpinan.

Adapun Drama, tema yang dipakai adalah tentang Presiden Erdogan (Bahasa Inggris) dan rusaknya keadaan Indonesia dengan judul “Kamilah Santri” (Bahasa Indonesia).

Sebagai acara penutup, Musikal Komedi yang diikuti oleh sekitar 40-an orang ini mampu membahagiakan hati para penonton. Pasalnya, acara berdurasi 11 menit itu sukses mengemas segala macam perasaan santri di pondok dari semua aspek. b.Dasasta

LKBB Tingkatkan Skill Dasar Kepramukaan

0

DARUSSALAM-Demi meningkatkan skill santri dalam baris-berbaris, Gontor mengadakan Lomba Kekompakan Baris-Berbaris (LKBB) Resmi antarrayon. Acara ini sengaja dikhususkan kepada segenap santri di asrama/rayon yang belum melibatkan dirinya dalam kegiatan kepramukaan secara mendalam, agar mereka juga mampu melakukan kegiatan baris-berbaris yang merupakan salah satu ilmu dasar kepramukaan.

Bertempat di depan Balai Pertemuan, diikuti oleh utusan dari tiap-tiap rayon yang jumlahnya sekitar 20 orang, lomba ini juga terbagi menjadi dua kategori, Kibar dan Shigor (Penggalang dan Penegak), kemampuan dasar yang diharapkan untuk dikuasai adalah,. Keluar sebagai juara untuk kategori Shigor (Penggalang) asrama Syria Lantai 2 dan Syiria Lantai 4, dan untuk kategori Kibar (Penegak) asrama Saudi 1 Lantai 2 dan Saudi 1 Lantai 3.

Seluruh peserta mengikuti perlombaan ini dengan sangat antusias. Cuaca yang lumayan hangat dan rasa lelah tak luput dari segenap peserta, namun hal tersebut terkalahkan oleh semangat yang timbul dari diri masing-masing untuk meraih kemenangan.sand88

Kwarnas Gerakan Pramuka Berikan Penghargaan ‘Lencana Melati’ Ke Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

0

CIBUBUR–Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016 menjadi momen yang spesial bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Berlokasi di lapangan bumi perkemahan Cibubur dan bertepatan dengan kegiatan Jambore Nasional 2016, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal sebagai Kak Mabigus PMDG, mendapatkan penghargaab berupa lencana melati dari kwartir nasional gerakan pramuka. Lencana ini diberikan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault kepada 35 orang tokoh dari seluruh Indonesia.

“Kak Hasan Abdullah Sahal, perlu mendapatkan lencana melati ini atas sumbangsihnya membina pramuka Gontor dan menjadi inspirasi bagi pramuka lainnya. Adanya kegiatan rutin Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak setiap tahun di PMDG menjadi bukti bahwa pramuka Gontor selalu berada di posisi depan dalam mengembangkan pramuka Indonesia.” Ujar Adhyaksa Dault dalam sambutannya.

Di akhir pembicaraan, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga menyampaikan bahwa “Berdirinya Gontor sejatinya bersamaan dengan berdirinya sejarah kepanduan di Indonesia, maka terdapat cinta segitiga antara Gontor, Pramuka dan Indonesia.” ikami86

Drama Arena 591 Berjalan Lancar dan Meriah

0
22
Salah satu penampilan tarian pada Pagelaran Seni Drama Arena Siswa Kelas 5 KMI

DARUSSALAM–Meski sempat dilanda gerimis sebelum penampilan, acara Pagelaran Seni Drama Arena yang diselenggarakan oleh siswa Kelas 5 Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada hari Kamis, 11 Agustus 2016 lalu, berlangsung dengan lancar dan meriah. Dengan bermotokan “Mewariskan Nilai-nilai Pendidikan dalam Ikatan Kebersamaan” dan mengangkat drama dengan tema “Pelita Madani” yang menceritakan tentang persahabatan antara Fajar dan Teguh serta dilema Fajar dalam menuntut ilmu di Pondok Madani sampai ia menemukan pelitanya, Drama Arena 591 berhasil mendapatkan nilai 9 dari K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Lain dari pada itu, Drama Arena tahun ini pun menyuguhkan beberapa macam seni dan atraksi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, diantaranya; Marawis, Arabic Musical, Mash Up, Tari Rejarongan,  La. De. Tron, Yoyo and Ball Attraction, dan Pantun Nusantara. Yang semuanya ini telah memukau perhatian ribuan penonton dari kalangan para guru, tamu undangan, dan seluruh santri PMDG.

“Drama Arena adalah salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l ‘Arsy bagi seluruh keluarga PMDG dan masih dalam acara internal pondok, dari anak-anak dan untuk anak-anak. Acara ini juga sebagai ajang pelatihan santri PMDG terutama siswa kelas 5 KMI dalam rangka menyelenggarakan acara yang baik dan juga menjadi penonton yang baik.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG saat membuka resmi acara tersebut. ikami86

Asrama Syiria Lantai 2 Raih Juara Pertama Vocal Group Antarrayon

0

DARUSSALAM–Kali ini, asrama Syiria Lantai 2 meraih juara pertama Lomba Vocal Group Antarrayon, asrama bertingkat empat ini mampu memberikan penampilan terbaik. Acara yang berlangsung dengan sangat meriah ini, disambut antusias oleh segenap guru dan santri PMDG.

Turut hadir pula Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Kehadiran beliau, suara merdu yang terlantun dari setiap peserta lomba, serta sorak-meriah pendukung setiap asrama menjadikan acara ini momentum spesial dan favorit setiap tahunnya.

Lomba yang diselenggarakan dua kali setahun ini, secara tidak langsung mendidik santri jiwa kekompakan dan kerjasama, selain itu, pengurus rayon juga terdidik dalam mengatur dan menyiapkan peforma bagi asramanya masing-masing.sand88

“Peringatan 90 Tahun, Hajatan Besar yang Sekian Lama Kami Tunggu”

0

Beberapa hari terakhir, ada pemandangan tak biasa di Pondok Modern Darussalam Gontor. Tiap pagi yang rutinnya para santri berangkat ke kelas untuk menuntut ilmu, kali ini, volumenya berkurang. Banyak diantara mereka sejak pagi mengenakan kaos, kemudian menuju tempat-tempat perlombaan. Hal ini tak lain adalah karena digelarnya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Olimpiade Sains, HTQ, dan Festival Musik antarpesantren se-Indonesia. Pelaksanaan lomba yang digelar sepekan ini agaknya mengurangi volume kegiatan akademis santri. Ratusan santri, setiap harinya diizinkan tidak memasuki kelas, sehingga banyak kelas-kelas yang selama perhelatan ini, diubah sistem pengajarannya. Sebagian mengalami penggabungan dua hingga tiga kelas, agar menghemat tenaga pengajar dari dewan guru yang jumlahnya juga menurun drastis akibat aktivitas yang sama.

Ini semua adalah bagian pendidikan. Gontor dalam sebulan ini sedang memiliki hajatan besar. Hajatan Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Hajatan yang telah kami tunggu-tunggu sejak dua tahun lalu. Sejak dua tahun lalu panitia dibentuk, para santri sudah dapat mencium aroma perhelatan dan kesibukan yang akan mereka rasakan satu dasawarsa sekali. Dan kini, perhelatan itu benar-benar telah dapat kami rasakan.

Khusus untuk santri, rentetan acara perlombaan ini memang cukup terasa melelahkan. Beragam acara digelar dengan waktu yang sangat berdekatan. Bahkan ada beberapa acara yang dilaksanakan bersamaan. Tentunya semua acara yang digelar membutuhkan logistik panggung, sound system, personil, perlengkapan, dan lain sebagainya. Otomatis, ini membuat panitia kembali memutar otak agar semua kebutuhan logistik acara terpenuhi sesuai rencana.

Grand Opening pada Pembukaan Porseni dan Olimpiade Sains.
Grand Opening pada Pembukaan Porseni dan Olimpiade Sains.

Namun, alhamdulillah, semua terasa lancar berkat persiapan matang dari panitia. Hingga semua acara terlaksana dengan baik, meski ada kekurangan di sana-sini. Bahkan, pada Kamis (25/8), sempat ada kunjungan mendadak dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Infomasi diterima oleh pihak Pondok baru datang pukul delapan pagi, dan rencana kedatangan Menpora H. Imam Nahrawi, S.Ag. adalah pukul sembilan pagi, meski akhirnya mundur empat jam. Namun sekali lagi, Gontor dengan manusia-manusia cekatan di dalamnya, mampu menyiapkan segala perangkat standar operasional penerimaan tamu dengan baik. Mulai dari konsumsi, persiapan bangku dan meja di aula, background, hingga konsumsi prasmanan, semua dapat dipersiapkan dalam durasi waktu kurang dari 2 jam.

Lain dari pada itu. Perhelatan Peringatan 90 tahun Divisi Kegiatan Santri memang sangat terasa pengaruhnya pada rutinitas santri. Namun hal ini tak menjadi masalah, namanya juga orang sedang hajatan, semuanya akan terasa ringan meski dengan serentetan program menumpuk. Santri-santri lama maupun baru, tampak berbahagia dengan adanya kesibukan ini. Ditambah dengan kehadiran kawan-kawan dari kampus-kampus Gontor lain dan pondok-pondok alumni Gontor, membuat semua terasa semakin semarak dan menyenangkan.

Rentetan kegiatan yang kemarin dibuka oleh Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, dan Porseni serta Olimpiade Sains yang dibuka oleh Mendikbud RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap., ini akan sedikit reda pada Ahad (28/7) mendatang dengan pagelaran Konser Wali Band. Konser ini sekaligus menutup Porseni, Olimpiade Sains, HTQ, dan Festival Musik. Namun masih ada kegiatan lainnya, yakni Perlombaan Marching Band dan Darussalam All Star Show. Pada awal September pun, gantian Pondok ini akan dipenuhi ribuan alumni Gontor. Hal ini dikarenakan akan digelarnya Reuni Akbar Alumni Gontor lintas zaman. Dan seluruh rentetan Peringatan, akan diakhiri dengan Resepsi Kesyukuran yang direncanakan akan dihadiri Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo pada 19 September mendatang. binhadjid