Home Blog Page 409

Meriahkan Peringatan 90 Tahun Gontor, IKPM Gelar Konser

0

DARUSSALAM–(27/8) Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor menggelar IKPM Live in Concert khusus tahun ini, wujud keikutsertaan dalam meramaikan rentetan Peringatan 90 Tahun Gontor. Acara yang dibuka oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan tersebut bertempat di Lapangan Hijau, diikuti segenap guru-guru KMI muda maupun senior (terkhusus pengurus pusat IKPM). Acara ini dihadiri sebagian besar santri dan guru KMI. Selain itu, tidak sedikit penduduk sekitar yang hadir untuk mendengar dendangan dan alunan musik dari panggung yang bergetar.

Tampil dalam konser tersebut utusan dari IKPM cabang Jakarta, Kendari, Ponorogo, dan Jawa Barat. Selain itu, Mahadasa Band turut tampil pada malam itu. Kehadiran dari masing-masing utusan memberikan suasana yang beda dalam penampilan.

Tujuan dari konser ini, tidak lain untuk memberikan hiburan bagi warga pondok dan sekitarnya. Disamping itu, acara tersebut juga merupakan ajang bagi segenap guru KMI untuk menunjukkan performa masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya mampu untuk mengajar di kelas saja, namun perannya sebagai alumni di luar kegiatan pembelajaran juga sangatlah baik.

Selain IKPM Live in Concert, akan diadakan pula kegiatan Pameran buku dan Produk Alumni, Silaturrahim Kyai Pesantren beserta kegiatan-kegiatan lainnya, dan salah satunya yang besar yaitu Reuni Akbar Alumni PMDG  pada Sabtu (3/9) mendatang. Diharapkan dari acara-acara tersebut penjalinan ikatan antar alumni PMDG bisa lebih baik. sand88

Cak Nun dan Kiai Kanjeng Siap Ber-“ta’dib” Bersama di Gontor

0

GONTOR – Usai sukses menggelar konser band “Wali”, sebagai bagian dari Peringatan 90 tahun Gontor, pada Rabu (31/8) mendatang, Panitia akan menggelar Pentas Musikalisasi Puisi dan Festival Musik Islami bersama Kiai Kanjeng. Kiai Kanjeng merupakan sebuah grup yang memainkan konsep nada pada alat musik tradisional gamelan. Grup ini nantinya akan hadir di Gontor bersama Emha Ainun Najib (Cak Nun), Budayawan kelahiran Jombang yang tak asing lagi di telinga kita.

Cak Nun, yang juga merupakan alumni Gontor, pada Rabu (31/8) mendatang, akan hadir di Gontor untuk menggelar ta’dib atau muhasabah bersama dan menikmati alunan nada musik etnik khas Kiai Kanjeng sekaligus mendengar nasihat dari Cak Nun. Untuk nasihat Cak Nun, tentunya kita tahu semua kapasitas beliau sebagai seorang budayawan, sastrawan, musisi, dan seniman.

Acara yang akan digelar di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, ini dibuka untuk masyarakat umum. Jadi masyarakat sekitar, alumni Gontor, hingga para wali santri pun, dapat turut menyemarakkan acara yang tentunya tidak dipungut biaya sedikit pun.

Sebelum pentas, menurut rencana, tim Kiai Kanjeng akan menggelar pelatihan dan work shop kepada para santri pada Selasa (30/8) esok. Work shop yang terbatas hanya untuk kalangan santri tersebut berisikan pelatihan pementasan musikalisasi puisi dan penyajian musik tradisional yang Islami.

Untuk itu, Panitia mengajak kepada masyarakat luas untuk hadir pada acara Pentas Musikalisasi Puisi dan Festival Musik Islami Kiai Kanjeng yang akan digelar Rabu (31/8) mendatang. Semoga dengan acara tersebut, mendatangkan keberkahan bagi Pondok di usianya yang ke-90.binhadjid

Rayon Syiria lt. 2 Raih Juara Pada Final Cerdas Cermat Antarrayon

0

DARUSSALAM- Berkat usaha dan do’a yang maksimal, rayon Syiria lt. 2 dinobatkan sebagai juara pada final Lomba Cerdas Cermat (LCC) antarrayon se-Darussalam, setelah berhasil menumbangkan lawan-lawan mereka ketika bertemu pada babak penyisihan juga termasuk pada babak final.

Pada pekan ke-2 rentetan acara Khutbatul ‘Arsy, Lomba Cerdas Cermat (LCC) antarrayon memasuki acara puncak, yaitu merupakan babak final yang diadakan pada hari Sabtu (6/8) malam, dengan dihadiri oleh para peserta yang berhasil lolos pada babak penyisihan yang digelar dua hari sebelumnya.

Sudah sepatutnya khalayak ketahui, bahwa mereka adalah utusan-utusan terbaik dari rayon shigar dan kibar yang masing-masing berjumlah 3 orang pada setiap kelompoknya. Dengan melewati proses persaingan yang sangat ketat, maka mereka semua berhak berada pada puncak acara tersebut.

Perlu diperhatikan, bahwa materi yang dilombakan sangatlah bervariasi, dimulai dari materi-materi yang biasa diajarkan di kelas maupun pengetahuan umum. Semua materi ini telah disesuaikan dengan tingkatan para peserta. Semisal untuk tingkatan shigar, materi diambil dari mata pelajaran kelas 1–3, begitupun untuk rayon kibar.

Dalam lomba kali ini, panitia sudah sangat mempersiapkan segalanya bertujuan agar acara berjalan lancar seperti yang diharapkan. Satu contoh, dengan disediakannya bel untuk memudahkan juri dalam memimpin lomba, juga mempermudah para peserta dalam hal menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh para juri.

Sebelumnya, salah satu juri mela­porkan tujuan dilaksana­kannya Lomba Cerdas Cermat ini untuk me­ngembangkan bakat dan minat pada ilmu pengetahuan sekaligus menum­buh­kembangkan semangat berkompe­tisi bagi santri.

Pada akhirnya, rayon Syiria Lt. 2 berhasil keluar sebagai finalis pertama pada lomba tersebut, diikuti rayon Indonesia 2/2 di tempat kedua, serta rayon Saudi 3/2 di tempat ketiga. biibmufassir

Seminar Nasional Kampus Putri 1(Bagian 2): Hj. Irena Handono dan Pembentengan Akidah

0

Hj. Irena Handono, kristolog yang sudah mengislamkan lebih dari 200 orang, kini berkesempatan hadiri mengisi seminar nasioanal di Gontor Putri kampus 1 dengan tema Membentengi Akidah Anak dari Ancaman Kristenisasi Sejak Dini. Perempuan berumur 62 tahun ini datang bersama dua kru-nya dan memulai seminar pada pukul setengah sepuluh pagi Ahad (28/8). Ini adalah sesi kedua seminar setelah sebelumnya diisi oleh Ustadz Suharto yang membedah tiga buku.

IMG_0039Ummi Irena, begitu beliau akrab dipanggil, menjelaskan bahwasanya ada dua golongan yang selalu mempengaruhi umat Islam dan tidak akan pernah rela sebelum mengikuti millah mereka, yaitu Yahudi dan Nasrani. Arti dari kata millah sendiri mencakup agama, budaya dan pola pikir.

“Mereka mempengaruhi umat Islam selangkah demi selangkah, hasta demi hasta, hingga terperosok seperti yang disebutkan dalam hadits lubang biawak,” paparnya.

Beliau pun memperlihatkan sensus bahwasanya 2 juta Muslim Indonesia murtad per tahun. Padahal Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia. Terlebih pembangunan masjid yang hanya meningkat 63 persen. Jumlah ini adalah terkecil dibandingkan pembangunan rumah peribadatan agama lain yang mencapai 100 hingga 400 persen. Hal ini yang ditekankan oleh Ummi Irene agar Muslim dapat merapatkan barisannya untuk membentengi akidah.

“Jatuh atau bangkitnya umat Islam suatu negara berhubungan langsung dengan kesejahteraan umat manusia. Contohnya saja kemerdekaan Indonesia yang diraih melalui tangan Muslim.”IMG_0012

Pendiri pondok pesantren Muallafah yang berada di daerah Sentul ini pun menjelaskan bahwasanya hal paling parah adalah pluralisme atau doktrin bahwasanya semua agama adalah sama. Kemudian ia memberikan perbandingan konsep Tuhan antara agama Katolik dan Islam yang sudah jelas berbeda. Bila Islam memiliki konsep tauhid, maka lain halnya dengan Katolik yang memiliki kepercayaan trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan roh kudus).

Penjelasan penulis buku Bibel Bukan Injil ini pun merambah pada contoh-contoh pemurtadan terselubung dalam bungkus kegiatan sosial, penistaan agama melalui game, serta bahaya manga Jepang bagi akidah anak-anak.

IMG_0063Tidak berlebihan apa yang dikatakan oleh Halimah As-Sa’diyyah, moderator pada seminar ini. “Bila India memiliki Dr. Zakir Naik, maka Indonesia memiliki Ummi Irena.” (dee)

Seminar Nasional Kampus Putri 1: Ustadz Suharto Bedah Buku Baru (Bagian 1)

0

Al-ma’hadu laa yanamu abadan. Masih dalam masa pembukaan jambore dan raimuna nasional, Gontor Putri kampus 1 mengadakan seminar nasional pada pagi Ahad (28/8) di auditorium kampus 1. Seminar yang seharusnya diisi oleh Tri Risma dan Marwah Daud ini digantikan oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri kampus 1, Ustadz Ahmad Suharto yang membedah tiga bukunya, yaitu Menggali Mutiara Perjuangan Gontor (MMPG), Ayat-Ayat Perjuangan (AAP) dan Senarai Kearifan Gontory (SKG). Ketiga buku kompilasi kepondokmodernan ini dihimpun dalam satu kemasan menjadi Trilogi Ensiklopedi Mini Nilai-Nilai Perjuangan Gontor (Sebuah Pengantar). Keduanya membatalkan kedatangan dikarenakan tugas negara dan faktor kesehatan.

IMG_9753Dalam sambutannya, Wakil Direktur KMI Putri, Ustadz Fairuz Subakir Ahmad, menerangkan bahwa Gontor yang memiliki hidden education ini rupanya mampu merealisasikan cita-cita Trimurti untuk mendirikan seribu Gontor di usianya yang kesembilan puluh melalui kampus-kampus pondok Gontor, pondok alumni dan cabang dari pondok tersebut. Sepuluh tahu ke depan pada satu abad Gontor, pondok ini tentu dapat tersebar lebih luas lagi dan dapat menunjukkan budayanya pada dunia melalui mental serta karakter.

Ustadz Suharto menyatakan bahwa buku-buku yang beliau tulis, yang hingga sampai saat ini sudah mencapai tujuh judul buku, merupakan tulisan kompilasi dengan satu tema. Buku pertama, yaitu MMPG, merupakan kumpulan artikel Majalah Gontor yang beliau tulis untuk rubrik value selama empat tahun. Salah satu pembahasannya adalah mengenai idealisme nama Darussalam yang berarti negeri kedamaian. Ini merupakan cita-cita, harapan dan doa agar orang-orang yang berada di dalamnya memiliki akhlak surgawi. Itulah mengapa di Gontor tidak diperbolehkan untuk bertengkar dan saling menghina. Darussalam juga sebagai amanah bagi para alumninya untuk merealisasikan negeri yang damai di Indonesia.IMG_9861

Berlanjut pada buku kedua yang berisikan kumpulan ayat-ayat al-Qur’an dan merupakan inspirasi serta fondasi dalam jihad tarbawy di pesantren beserta tafsir dan renungannya. Seperti wasathiyah Gontor pada surat al-Baqarah ayat 143 dan Ali Imran ayat 110. Wasathiyah disini adalah kerangka berpikir, bersikap dan bertingkah laku yang ideal, penuh keseimbangan serta proposional dalam bingkai syariah. Bukan hanya moderat dan berada di tengah-tengah, namun yang memiliki jati diri, tidak fanatik terhadap satu madzhab tertentu serta berdiri di atas dan untuk semua golongan.

IMG_9916Ustadz Suharto tidak membahas banyak buku ketiga, Senarai Kearifan Gontory. Buku ini berisikan kata-kata mutiara yang berasal dari Trimurti, pimpinan pondok serta masyayikh Gontor. Beliau pun menjelaskan bahwa semakin seseorang memiliki rasa ikhlas dan berjuang dengan totalitas, maka kata-kata yang dimilikinya tentu akan sarat makna dan indah. Seperti salah satu perkataan Trimurti bahwa modal kyai hanyalah mujahadah dan doa. Sehingga tawakkal akan menjadi kunci yang dapat membuka semua pintu bila digunakan dengan benar. Kerja keras, tapi hati tetap bersandar pada Allah. (dee)

Reuni Akbar Segera Tiba, Gontor Bersiap Menyambut Ribuan Alumninya

0

masjid jami'GONTOR–Pada tanggal 3 September 2016 mendatang, ribuan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dari berbagai tempat akan berdatangan ke almamater tercinta mereka di Desa Gontor, Mlarak, Ponorogo. Pada hari itulah acara reuni akbar seluruh alumni Gontor diadakan dalam rangka memperingati 90 tahun usia pondok yang senantiasa mereka rindukan. Mereka akan datang untuk mengingat dan mengenang kembali masa-masa indah penuh kesan saat belajar di “Kampung Damai” nan permai, bertemu dengan sekian banyak teman dan sahabat yang mungkin sudah terpisah lama oleh jarak dan waktu.

Acara reuni secara resmi akan diadakan di tempat paling bersejarah, yaitu Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), tempat abadi yang tak mengalami banyak perubahan, masih terjaga keaslian bangunannya. Iya, BPPM menyimpan banyak kenangan, tempat nilai-nilai pondok ditanamkan kepada santri-santri sejak era Trimurti hingga saat ini. Di tempat inilah seluruh acara penting pondok dilangsungkan. Di BPPM pula para tamu penting disambut sukacita.

Pada hari Sabtu (3/9) nanti, BPPM pula yang akan menjadi saksi sejarah berkumpulnya para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dari berbagai generasi. Acara dijadwalkan berlangsung mulai jam sembilan pagi dengan serangkaian acara berupa sambutan dari Ketua Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP-IKPM), pesan-pesan dan nasihat dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, serta penyampaian kesan-kesan dan harapan dari para alumni, diwakili Dr. K.H. Hasyim Muzadi, Prof. Dr. K.H. Dien Syamsuddin, M.A., Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A., Dr. H. Abdurrahman Muhammad Fachir, dan Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin.

Selanjutnya, akan diadakan pemberian penghargaan kepada seorang alumnus Gontor angkatan 2010, Ardhian Ainul Yaqin, pemenang lomba logo Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Kemudian acara ditutup dengan ramah tamah dan makan siang di tempat-tempat yang telah disediakan. Setelah itu, para alumni bisa bereuni secara bebas, namun tertib dan teratur, dengan angkatannya masing-masing di tempat-tempat yang mereka sepakati bersama. shah wa

Keluarga PMDG Adakan Napak Tilas Ke Cirebon dan Tegalsari

0

Peringatan 90 Tahun Gontor menjadi momen yang tepat bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) untuk mengetahui silsilah pendiri PMDG, Raden Muhammad Hadikusumo Sulaiman Jamaluddin yang merupakan keturunan dari Sunan Gunungjati. Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abudullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Anggota Badan Wakaf, K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed dan K.H. Masyhudi Subari, M.A., K.H. Hidayat Nur Wahid,  Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM), H. Imam Shobari, S.Ag. serta beberapa orang guru senior PMDG, H. Muhammad Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil., dan Firdaus Ilham Satria, S.Th.I. mengadakan Napak Tilas ke Cirebon dan Tegalsari.

Kegiatan napak tilas ini diawali dengan silaturrahim bersama Sultan Kasapuhan Cirebon, P.R.A. Arief Natadiningrat pada hari Senin (22/8) malam. Silaturrahim ini bertujuan untuk meminta izin kepada Sultan agar para rombongan dapat masuk ke dalam area pemakaman Sunan Gunungjati pada esok harinya. Setelah rentetan acara di Cirebon selesai, kegiatan dilanjutkan dengan silaturrahim bersama keluarga Tegalsari, dan ziarah ke makam Kyai Ageng Muhammad Besari yang merupakan pendiri Gontor lama.

“Kegiatan seperti ini, harus kita lakukan, agar generasi setelah ini tahu akan silsilah pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Dan harapakan kami Pimpinan Pondok setelah kegiatan ini dilakukakan, nantinya akan dibuatkan buku silsilah keturunan yang sudah disepakati dan dibagikan ke keluarga Cirebon dan Tegalsari.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, saat memberikan sambutan pada silaturrahim di masjid Tegalsari. ikami86

Sembari Membuka Acara Liga Santri Nusantara (LSN) di Ponorogo, Menpora RI Menyempatkan Berkunjung Ke Gontor

0

GONTOR – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi mendapat undangan untuk membuka acara Liga Santri Nusantara (LSN) di Ponorogo, Kamis (26/8). Sebelum itu, beliau menyempatkan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Tepat pada pukul 12.50 WIB Menpora RI dan Rombongan tiba di  PMDG dan disambut oleh Pasukan Paskibraka dan Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND),  selanjutnya menuju Kantor Pimpinan PMDG untuk melaksanakan Silaturahmi. Sepuluh menit kemudian Menpora RI dan Rombongan di dampingi Pimpinan PMDG  menuju Balai Pertemuan PMDG untuk memberikan ceramah kepada para Santri.

Acara di mulai dengan diawali Pembacaan Ayat Ayat Suci Al Qur’an selanjutnya Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan Lagu Hymne PMDG.  Pimpinan PMDG  KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan ucapan selamat  dan menuturkan bahwa “ Tepat sekali Menpora RI datang ke PMDG karena PMDG lahir dari para pemuda dan dengan semangat Olahraga para santrinya. Selamat kepada Menpora karena lewat Bulu Tangkis Indonesia mampu menyabet Emas pada Olimpade Rio de Janeiro di Brasil lewat Tantowi Ahmad dan Liliana Natsir dan ternyata Tantowi merupakan anak dari salah satu alumni PMDG. Pemuda dan olah raga tidak bisa dipisahkan itu terbukti kepada para santri tentang pelaksanaan olah raga di pondok dan di Negara lain pun juga sama juga ada menteri pemuda juga menteri Olah Raga. Mohon maaf kepada bapak Menteri bila nanti dalam penyambutan ada yang kurang berkenan, karena mulai penyambutan masuk dari yang memukul Musik, Paskibraka, Sound sistem sampai dengan Catering seluruhnya dari para santri yang melaksanakan. Tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Menpora RI saat memberikan sambutan di depan para guru dan santri PMDG di Balai Pertemuan.
Menpora RI Imam Nahrowi saat memberikan sambutan di depan para guru dan santri PMDG di Balai Pertemuan.

Pada kesempatan tersebut Menpora RI H. Imam Nahrawi, S.Ag  menyampaikan dengan mengucap syukur alhamdulillah karena saya bisa hadir disini setelah sekian lama ingin sekali ke sini sejak saya dilantik menjadi Menpora dan saya sangat bangga sekali karena bisa berdiri didepan calon para ustadz dan Kyai masa depan. Selamat saat ini PMDG sedang melaksanakan ultah dan seharusnya saya yang membuka Kompetisi sepak bola pada Turnamen 90 tahun PMDG yang akhirnya dibuka oleh Bupati Ponorogo. Alhamdulillah juga keponakan saya juga mondok di Mantingan Ngawi, jadi tiap Minggu kami sempatkan untuk menjenguknya karena saya sangat yakin bahwa Santri itu bisa apa saja, ingat bisa apa saja kusus yang baik baik.  Silahkan bagi para santri yang memiliki bakat olah raga supaya di tingkatkan dan saya siap mengantar dan memfasilitasi kalian menjadi atlit yang berprestasi, dan alhamdulillah kemarin HUT RI Ke 71 Kita diberi kado istimewa dari Uwi Butet lewat Bulu Tangkis di Olimpiade Brasil. Ujar H. Imam Nahrawi, S.Ag .

Tampak Hadir saat kunjungan Menteri Pemuda Dan Olah Raga RI Imam Nahrowi di Pondok Modern Darussalam Gontor  antara lain Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni, Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, SE., Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin. SH.,S.IK.,M.Hum,  Asisten II Kab Madiun Bpk Agrin dan  Seluruh anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PKB.

Pada pukul 14.00 WIB Pengarahan di Balai Pertemuan PMDG selesai, Menteri Pemuda dan Olah Raga beserta rombongan selanjutnya meninggalkan PMDG menuju Stadion Batoro Katong Ponorogo. fahmi

 

KMD 2016, Bukan Sekedar KMD

0

MADUSARI–Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa kelas 5 Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) yang jumlahnya pada tahun ini mencapai 838 orang, yang terdiri dari 696 orang dari PMDG Kampus Pusat dan 142 orang dari PMDG Kampus 2. KMD tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, pasalnya KMD tahun ini dilaksanakan kurang lebih satu bulan lebih awal. KMD tahun ini mengusung tema “membentuk karakter pejuang pemimpin Islam masa depan” dan bermotokan “bukan sekedar KMD”. Adapun pemateri pada KMD tahun ini adalah kakak-kakak pelatih dari guru senior dan Kwarcab Ponorogo.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh kak Kwarcab Ponorogo dan Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 di PMDG Kampus 2. Dalam sambutannya, ustadz Hudaya mengatakan bahwa “pramuka adalah kegiatan yang penuh dengan nilai-nilai pendidikan, utamanya pendidikan kepemimpinan sehingga menciptakan pemimpin yang berkarakter, unggul dan berkualitas. Dalam pramuka diajarkan totalitas perjuangan dan pengorbanan untuk ummat, bangsa, dan agama demi terwujudnya negara Indonesia sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. Dan dengan pramuka, santri gontor diharapkan dapat menjadi pemimpin ummat di masa depan yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.”

Pembukaan KMD tahun ini terasa lebih istimewa, sebab bertepatan dengan hari pramuka Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Indonesia yang ke 71. Momen istimewa ini membuat suasana kepramukaan dan semangat bela negara semakin terasa di kalangan para peserta.

Dalam kesibukan pondok menyiapkan rentetan kegiatan peringatan 90 tahun gontor, KMD tetap dilaksanakan tanpa mengurangi unsur-unsur penting kegiatan ini. KMD tahun ini dilaksanakan selama lima hari sejak Ahad hingga Kamis (14 hingga 18 Agustus 2016). Karena singkatnya waktu, maka panitia menyikapinya dengan cara menambah waktu penyampaian materi yaitu setelah shalat ashar.

Kegiatan ini ditutup secara resmi dengan pembacaan laporan oleh panitia dan pelepasan tanda peserta oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2. Di akhir acara, beliau berpesan agar para peserta dapat menjadi pembina-pembina yang dapat menciptakan berbagai macam kegiatan yang baik di gugus depannya masing-masing. ikami86

Kyai Hasan: FMS adalah Satu-Satunya Acara yang ada di Dunia

0

IMG_2966Setelah menutup PORSENI nasional pada pagi harinya, kini giliran Festival Multitalenta Santriwati Sittil Kull (FMS) yang mengakhiri perhelatannya. Baru saja para peserta tiba dari wisata ke Yogyakarta pada Kamis (25/8) malam lalu, keesokan paginya ditentukanlah sepuluh orang finalis dari 42 peserta dari 16 pondok untuk siap di panggung pada malam Jum’at (26/8) ini. Kesepuluh finalis itu adalah Indana Raihatul Jannah, Amanda Najla dan Faustina Eileen (Gontor Putri kampus 1), Atika Fitri dan Nisrina Shafi (Gontor Putri kampus 2), Rahmatina Misyka (Gontor Putri kamups 3), Zahra Salsabila (Walisongo), serta Amilah Hasna dan Siti Rochmah (Darussalam Garut).

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Gontor, Ustadz Hasan Abdulah Sahal, beserta ibu-ibu pimpinan pondok lainnya, wakil pengasuh setiap kampus putri, seluruh santriwati dan dewan guru kampus putri 1. Beberapa kontingen Jambore dan Raimuna yang akan diadakan Senin (29/8) yang sudah datang serta kontingen PORSENI yang belum pulang pun turut hadir untuk menghadiri acara ini.

Astuti Syifa, ketua panitia FMS, mengatakan bahwa kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta FMS meliputi bidang bahasa, pramuka, baca al-Qur’an, keputrian, intelektual, pengetahuan agama, kesenian dan olah raga. Panitia yang dikerahkan dalam FMS sebanyak 265 orang, meliputi dewan guru dan santri kelas enam.IMG_3326

Ustadz Hasan menyampaikan dalam sambutannya bahwa acara FMS di Gontor Putri ini adalah satu-satunya acara di Indonesia, bahkan dunia. Sittil kull adalah istilah dari Mesir yang dibawa oleh Ustadz Sutadji Tadjuddin untuk menyatakan perempuan yang memiliki semua bakat (dzu jami’i mawahib katsirah). Beliau pun mencontohkan Ustadz KH. Abdullah Syukri yang selalu menjadi bintang dalam kesenian, olah raga dan pramuka. Beliau pun berpesan bahwa adanya acara ini bukan untuk takabbur, hidup yang penting adalah manfaatnya.

Acara dibuka dengan persembahan marawis, koor lagu ciptaan kelas dua dan tiga intensif, serta semaphore dance. Para finalis pun menampilkan bakat yang mereka miliki dalam sesi show your talent seperti bermain musik, menyanyi, deklamasi puisi, pidato bahasa Arab dan Inggris, juga tilawah Al-Qur’an.

Penganugerahan FMS award dipimpin oleh ibu-ibu pimpinan pondok. Pemenang dalam festival ini adalah Faustina Eileen (Gontor Putri kampus 1), Nisrina Shafi (Gontor Putri kampus 2) dan Indana Raihatul Jannah (Gontor Putri kampus 1). Terdapat juga kategori juara lain, seperti juara umum yang diraih oleh Gontor Putri kampus 1, juara favorit diraih oleh Darussalam Garut, dan bindamping terbaik adalah Ustadzah Lathifatul Khoiriyah dari pondok Walisongo Ponorogo. (dee)