DARUSSALAM – Khoirukum man ta’allamal Qur’an wa’allamahu, sebaik-baik insan di muka bumi ini adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya. PMDG selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang Islami, sehingga pada hari Jum’at (13/2) lalu, diselenggarakan kegiatan Tahsin Qira’ah, guna meningkatkan kualitas bacaan Qur’an santri. Kegiatan ini diadakan oleh PMDG dua kali dalam satu tahun.
Kegiatan ini dibuka oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal di Aula Rabithah. Di sela-sela pembicaraan, beliau menuturkan bahwa belajar al-Qur’an itu penting. Karena, itu akan menjadi bekal saat sudah menjadi alumni kelak. Adapun jumlah peserta sebanyak 270 orang santri dibagi menjadi 10 kelompok, setiap kelompok ada 10 sampai 20 santri. Jumlah tutor atau pengajar 10 orang. Acara ini dilaksanakan selama 5 hari.
Usai kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengambil banyak pelajaran terutama dalam membaca al-Qur’an, dan meraka dapat berdakwah di masyarakat kelak.fuadfahmi
Peace country- “Inna-s-syabaaba wa-l-faraagha wa-l-jidata mafsadatun lil mar’i ayya mafsadatin”, yang artinya sesungguhnya masa muda dan masa kosong, serta harta adalah perusak bagi seorang pemuda. Guna mengisi kekosongan kegiatan para guru dimasa pergantian pengurus OPPM dan Koordinator, bagian Dewan Mahasiswa Gontor 2 mengadakan seminar mengenai ilmu falak yang bertajuk menentukan arah kiblat yang diadakan di aula gedung Riyadh.
praktek penentuan arah kiblat
Acara ini mendatangkan pembicara seorang ahli Isbat Kediri, Mukhammad Saroji, S.Pd, yang mana merupakan alumni Gontor tahun 1994. Dalam acara ini materi dibagi menjadi 2 sesi yaitu mengenai cara menentukan arah kiblat dengan rumus dan penghitungannya lewat kalkulator dan yang kedua adalah penentuan arah kiblat dengan bayangan cahaya matahari. Acara dimulai yang dimulai pukul 08.30 hingga adzan dzuhur berkumandang tersebut sangat antusias diikuti oleh para mahsiswa karena merupakan acara yang menarik dan jarang ditemukan diluar. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya para mahasiswa yang bertanya saat termin pertanyaan dibuka. Beberapa utusan dari UNIDA kampus Siman juga turut hadir dalam acara tersebut. Pada kesempatan tersebut beliau juga memberikan tips-tips cara sukses mempelajari ilmu falak sehingga dapat menjadi bekal dikemudian hari.
Pada hari sebelumya para mahasiswa guru juga mengadakan perlombaan antar angkatan seperti Cerdas Cermat, Lomba Tingkat (LT) Dewan Guru, dan juga lomba memasak yang ditutup dengan acara Malam Kebersamaan dan Keharmonisan Tanpa Perselisihan, yang berisi penampilan dari setiap angkatan. Adapun juri dalam kegiatan tersebut adalah para guru tahun ke-5 hingga ke-7. Keluar sebagai juara pertama adalah guru tahun ke-4, juara ke-2 adalah guru tahun ke-2, disusul oleh guru tahun ke-1 sebagai juara ke-3, dan diposisi terakhir guru tahun ke-3.
Kunci berhasil tidaknya suatu pekerjaan, banyak sedikitnya manfaat yang diberikan, atau kuat lemahnya pengaruh yang dihasilkan oleh suatu kepengurusan adalah sejauh mana pengurus memahami perannya. Jika seorang pengurus memahami perannya dengan baik, ia akan paham bagaimana harus bersikap. Maka pemberian pengertian tentang peran pengurus dan kaitannya terhadap alam pendidikan Gontor, didahulukan daripada penjelasan tentang detail pekerjaan.
Pengurus Koordinator dibimbing langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh
Demi mewujudkan sasaran tersebut, selama 4 hari pengurus baru OPPM yang berjumlah 80 siswi dan 23 siswi pengurus Koordinator mengikuti pembekalan keorganisasian. Ahad (1/3), orientasi ini resmi dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh, Ustadz Suwarno TM, S.Ag di aula Beirut dan dilanjutkan oleh Pembimbing Bagian masing-masing secara intensif dengan dibekali tentang administrasi, management dan leadership.
Pembekalan oleh Pembimbing Bagian Masing-Masing
Acara ditutup pada Rabu (4/3), dan keluar sebagai peserta teraktif selama kegiatan ini berlangsung adalah Fadilah Ayu (5C/Lampung), Ria Ayu (5B/Magelang) dan Dyna Hilyati (5E/Lamongan).Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, mutu dan kekhusyu’an pengurus baru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga tugas yang dilaksanakan bukan saja karena ada ‘kewajiban’, namun dilakukan dengan penuh kesadaran. carienz
Gontor 2- Usai dilantiknya siswa kelas 5 KMI sebagai pengurus OPPM dan Gerakan Koordinator Pramuka, kini giliran para santri kelas 3 Intensif dan 4 untuk dilantik menjadi pengurus rayon menggantikan kelas 5. Hal tersebut berguna untuk menjaga stabilitas kegiatan rayon.
Tepat pada hari Senin (02/03/2015), usai pelantikan pengurus OPPM baru, seluruh rayon di Gontor 2 mengadakan acara pemilihan ketua rayon dari kelas 3 Intensif kelas 4 dan dilanjutkan dengan pengukuhan para pengurus pada malam harinya oleh bapak wakil pengasuh Gontor 2, Al- Ustadz H. Muhammad hudaya , Lc. M.Ag. keesokan harinya, mereka mengadakan perkenalan dengan para anggota mereka dan kemudian langsung bertugas mengawal para anggota untuk lari pagi. Namun tidak semua kelas 3 intensif kelas 4 diangkat pada kesempatan kali ini, para santri dengan nilai dibawah rata-rata belum diperkenankan menjadi pengurus dan lebih difokuskan untuk meningkatkan nilai mereka terlebih dahulu.
Serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru
Gontor 2-“Patah Tumbuh Hilang Berganti, Belum Patah Sudah Tumbuh, Belum Hilang Sudah Berganti”, begitulah bunyi motto Pondok Modern Darussalam Gontor dalam menjalankan segala keorganisasian di dalamnya. Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Gerakan Koordinator Pramuka (GKP) sebagai dua organisasi akbar di Gontor 2, menjadi wadah pelatihan bagi para siswa akhir dalam berorganisasi, belajar untuk “Siap Memimpin dan Mau Dipimpin”.
Jika sebelumnya para siswa akhir KMI menjadi motor penggerak 2 organisasi tersebut, kini tibalah waktunya untuk menyerahkan tongkat estafet keorganisasian kepada para siswa kelas 5. Rentetan acara pergantian pengurus tersebut diawali dengan pengukuhan formatur OPPM dan GKP baru pada hari Kamis (26/02/2015) malam dan bertempat di Aula Riyadh. “Organisasi di Gontor merupakan wadah pelatihan kepemimpinan”, tutur Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag dalam sambutannya.
Penyerahan LPJ kepada wakil pengasuh Gontor 2
Selanjutnya pada hari Sabtu (28/02) malam hingga Ahad (01/03/2015) pagi, para santri berkumpul di depan masjid Jami’ guna mengikuti pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) bagian-bagian Koordinator pramuka sekaligur serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru. Untuk bagian OPPM, pembacaan LPJ dan dimulai pada Ahad (01/03/2015) malam dan dilanjutkan pada hari Senin (02/03/2015) pagi sekaligus serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru.
Para pengurus baru OPPM dan Gerakan Koordinator Pramuka merupakan pengurus generasi ke-3 di Gontor 2 selama menjadi KMI reguler. Sebagai bentuk pengawalan dini bagi para pengurus baru, pada Senin (02/03/2015) malam, para pengurus lama dan baru akan mengadakan perkumpulan antar bagian di masjid Jami’ dengan dikawal oleh staf pengasuhan santri. Sehingga para pengurus lama dapat mentransformasikan tugas-tugas di bagian mereka dan dapat menyampaikan evaluasi kegiatan selama kepengurusan sebelumnya. Bagus Ardiyanto (Sukoharjo) dan Ikhlasul Amal (Riau) merupakan ketua OPPM baru, adapun Yumna Ilahy (Ciamis) dan Muhamad Zaki (Jak-Sel) adalah ketua Gerakan Koordinator Pramuka periode 1435-1436.
Ketua OPPM baru menyampaikan sambutan di hadapan para santri
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Semester VI UNIDA berpose bersama Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masduqiyyah
PROBOLINGGO–Tepat pada hari Sabtu (21/2) lalu, rombongan Praktik Pengayaan lapangan (PPL) Fakultas Tarbiyah semester VI Universitas Darussalam (UNIDA) diberangkatkan dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menuju Pondok Pesantren Al-Masdhuqiyyah, Probolinggo. Kegiatan kemahasiswaan ini diikuti 26 orang mahasiswa dan dibimbing oleh Nurul Tsalis Alamin, M.Pd. dan Hanif Fathoni, S.Pd.I, selaku dosen Universitas Darussalam (UNIDA).
Kedatangan para mahasiswa dari Gontor ke pondok Al-Masdhuqiyyah disambut dengan baik oleh Pimpinan, guru sebior, dan santriwan-santriwati. Dalam sambutannya K.H. Mukhlisin Saad berkata “Pondok harus dibela dan diperjuangkan, dan cita-cita Trimurti Pendiri PMDG adalah 1000 Gontor di dunia, semoga pondok kami ini termasuk di dalamnya. Dan kegiatan mahasiswa kali ini adalah merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi kepada masyarakat, maka barangsiapa yang tidak dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dia termasuk orang yang merugi.
Selain itu, Hanif Fathoni salah seorang dosen pembimbing juga berpesan kepada para mahasiswa “Pada dasarnya, penyelenggaraan PPL ini sebagai wujud aplikasi secara praktis akan seluruh teori yang diterima oleh mahasiswa saat menimba ilmu di Perguruan Tinggi. Maka dengan kegiatan ini, kami mengharapkan para mahasiswa dapat mengambil pelajaran yang banyak, sehingga ketika mereka hidup di luar lingkungan pondok nanti, mereka dapat mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan dari bangku kuliah maupun dari kegiatan ini. Jangan sampai seperti katak dalam tempurung.”
PPL ini berlangsung selama enam hari, terhitung dari tanggal 21-27 Februari 2015, dan diisi dengan berbagai macam kegiatan, seperti latihan pentas seni, belajar di kelas, latihan kegiatan ekstrakulikuler, yang meliputi; Kaligrafi, kalikatur, Kursus bahasa Arab dan Inggris, membaca Al-Qur’an bersama, dan lain sebagainya. ikami86
GONTOR–Laboratory Science Expo (LSE) merupakan kegiatan tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Acara ini diadakan oleh staf Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), dengan dibantu staf Laboratorium yang jumlahnya mencapai 8 orang, serta panitia dari kelas 3 KMI sebanyak 15 orang.
“Tujuan acara ini adalah untuk menunjukkan alat-alat Laboratorium beserta praktik dan percobaan hasil dari pembelajaran anggota Excat Club selama se-tahun terakhir.” ujar Abdul Muiz, seorang staf Laboratorium.
Acara yang digelar pada hari Jum’at (27/20 ini bertempat di depan gedung Aligarh. Beberapa stand dibuka dalam kesempatan ini. Diantara stand-stand itu adalah Stand Fisika, Biologi, Kimia, Komputer, Kerajinan, Perpustakaan Science. Dalam setiap stand terdapat beberapa anggota Exact club yang bertangungjawab menjaga seluruh alat-alat dan menunjukkan percobaan-percobaan yang terdapat dalam stand tersebut. Dari ke-enam stand tersebut stand kimia adalah stand yang paling ramai dikunjungi para santri, hal ini dikarenakan terdapat banyak percobaan yang dipertunjukkan dalam stand tersebut.
“Agar acara ini bisa sukses, kami dari staf laboratorium telah mempersiapkannya sejak 2–3 minggu yang lalu, sebelum acara di mulai. Mulai dari percobaan-percobaan dan eksperimen yang akan di tampilkan, sampai background dan juga denah tempat sekalipun.” ujar Nurkholis, selaku penanggungjawab acara ini.
Berbagaimacam percobaan dan peraktik diperlihatkan pada kesempatan ini. Percobaan itu antaralain; di stand Fisika terdapat robot sederhana, baterai kentang, dan aliran elektrolit. Di stand Biologi terdapat bedah ketak, tes darah, tes Zat keasaman air. Di stand Kimia terdapat percobaan membuktikan zat pewarna pada makanan, Mariam kimia, serta mengelupas cangkang telur dengan mengginakan cuka.
“Acara ini adalah bukti bahwasanya PMDG dapat memanfaatkan laboratorium yang ada dengan baik, dengan adanya acara ini diharapkan rasa minat santri terhadap pelajaran eksakta meningkat.” ujar Masyhudi Subari, Bapak Direktur KMI saat membuka acara ini secara resmi. ikami86
GONTOR – Implementasi dari Panca Jangka kedua Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yaitu Kaderisasi, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan dan Pengasuh PMDG, Ahad (2/3) malam, melantik 190 orang Siswa Kelas 5 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi Pengurus Baru Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Pelantikan Pengurus OPPM baru yang diadakan di Balai Pertemuan Pondok tersebut, dilaksanakan di hadapan seluruh santri PMDG dan Guru KMI.
K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan nasehat terkait pergantian pengurus OPPM.
“Keorganisasian adalah fenomena kemodernan. Masyarakat yang berorganisasi adalah masyarakat modern,” tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal di sela-sela nasehat kepada seluruh santri PMDG.
Selain itu, beliau juga mengingatkan kepada seluruh pengurus baru OPPM, agar berfikir dan bertindak secara sistematis dan tidak asal-asalan. Karena bergerak secara dinamis dan sistematis, adalah ciri-ciri orang modern. Menurut Kiai Hasan, yang terpenting adalah orang yang modern, bukan sistem atau disiplin yang modern. Karena sistem modern, terlahir dari orang-orang yang berjiwa modern.
Pelantikan tersebut dilaksanakan usai Laporan Pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian OPPM yang dibagi dalam 3 babak. Laporan Pertanggungjawaban Babak I, dilaksanakan pada Sabtu (28/2) malam. Adapun Laporan Babak II dan III, dilaksanakan pada Ahad (1/3) pagi dan malam.
Setelah Pergantian Pengurus OPPM, pada Senin (2/3) pagi, dilaksanakan Laporan Pertanggungjawaban dari tiap-tiap Andalan Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 yang dilanjutkan dengan Serah Terima Amanat pada malam harinya.binhadjid
Salah satu penampilan rayon di Drama Bahasa Inggris
DARUSSALAM–Tingkatkan kemampuan bahasa santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Language Advisory Council (LAC) adakan lomba Drama Bahasa Inggris. Acara kali ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumya. Hal ini terlihat dari bentuk background yang dikonsep buka tutup dan menutupi kanan-kiri panggung, serta semangat setiap rayon dalam menampilkan dramanya masing-masing.
Acara yang diselenggarakan pada Jum’at (6/2) lalu ini, dipanitia oleh siswa kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) dengan dibantu dan dibimbing staf pengasuhan santri dan LAC.
Keluar sebagai juara katagori sighar; Rayon Indonesia 2/2, Gedung Baru Sighar (GBS), dan Darul Hijrah. Juara katagori kibar; Saudi 1/2, Palestina, dan Gedung Baru Kibar (GBK). Sebagai juara Bahasa terbaik, Rayon Palestina, Narator terbaik Rayon Saudi 3/2, dan Aktor terbaik Imam Fauzi, kelas 3C dari Rayon Syiria Lantai 2, dan Rayon Palestina sebagai juara umum dalam perlombaan kali ini. ikami86
Peserta SPL di Rumah Zakat, Malang.Peserta SPL di Pengolahan Limbah Kaleng, Malang.
MALANG – Dalam rangka mengenali lapangan dan memetakan permasalahan ekonomi yang ada dalam prakteknya, Mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Program Studi Ekonomi Islam melaksanakan kegiatan Studi Praktek Lapangan (SPL) di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang mahasiswa semester enam UNIDA Kampus Gontor. Tempat pelaksanaan SPL ini terbagi menjadi 5 lokasi, diantaranya: Duta Catering, Pengolahan Limbah Kaleng, Kerajinan Keramik, LAZIS Sabilillah, dan Rumah Zakat. Pelaksanaannya dilangsungkan selama 6 hari, Senin-Sabtu, 23-28 Februari 2015.
Peserta SPL di Kerajinan Keramik, Malang.
Duta Catering merupakan usaha pelayanan jasa penyedia santapan hajatan yang terbesar di Malang. Usaha ini didirikan oleh Bapak Suhardjito beserta istri beliau pada tahun 1991. Berawal daripada tugas yang diberikan oleh atasan beliau di sebuah BPR di Malang pada waktu itu, untuk menyediakan makanan pada sebuah pertemuan dengan para nasabah. Karena adanya keterbatasan anggaran pada waktu itu, akhirnya beliau meminta izin kepada atasan untuk mengolah anggaran itu sendiri. Ketika acara saat itu dinilai sukses, dan ternyata anggaran yang terpakai masih tersisa, akhirnya beliau dan istri memberanikan diri untuk membuka usaha catering. Sampai saat ini, omset usaha catering beliau di akhir tahun 2014 tercatat sebesar 30 Miliar. Beliau berpesan bahwa kunci kesuksesan usahanya tersebut adalah niat yang baik, dengan tidak merugikan orang lain dan amanah terhadap kepercayaan pelanggan.
Peserta SPL di BMT LAZIS Sabilillah, Malang.
Di usaha pengolahan limbah kaleng, limbah yang berasal dari kaleng mesiu dimanfaatkan oleh Bapak Udin menjadi tong sampah. Saat ini tong sampah buatannya telah tersebar di sepanjang trotoar-trotoar dan sekolah-sekolah di Kota Malang. Beliau berpesan bahwa dalam memanfaatkan peluang dibutuhkan kejujuran dan keikhlasan, sehingga segala yang diusahakan dapat mendatangkan berkah. irba