MANTINGAN – “Bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan mahkota kita. Maka kita harus menjaga mahkota kita ini. Bagaimana caranya menjaga mahkota kita? Yaitu dengan cara menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam percakapan kita sehari-hari.” Demikian penuturan Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd. pada acara pembukaan Final Queen and Princess of Language yang diadakan di Auditorium pada hari Jum’at tanggal 23 Januari 2015.
Acara ini merupakan fasilitas dan pengantar yang dijadikan ajang pendidikan dalam hal pengembangan jiwa saing, bakat yang terkhususkan dalam hal keterampilan berbahasa.
Peserta lomba dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan Princess of Language yang termasuk di dalamnya santriwati dari kelas 1, 2 dan 1 intensif. Sedangkan golongan lainnya dengan sebutan Queen of Language meliputi santriwati kelas 3, 4 dan 3 intensif. Untuk menuju babak final, peserta harus melewati penyeleksian 5 putaran, yang akhirnya akan lolos dalam babak penyisihan dan maju ke babak final 10 orang terpilih untuk tiap golongan.
Dengan judul acara Queen and princess of language, maka di penghujung acara, tibalah penentuan sang putri dan ratu bahasa, yaitu dengan peserta yang mendapatkan nilai tertinggi dan mempunyai keterampilan berbahasa yang baik. Yaitu Fatira Al Affaf, kelas 1 Int B sebagai Princess of Language dan Ihda Riezma, kelas 4B sebagai Queen of Language.datagp1
KARANGBANYU – Jum’at, 23 Januari 2015 Gontor Putri 3 mengadakan kegiatan Miss Language yang bertempat di Auditorium Gontor Putri 3 dan dibuka langsung oleh Wakil Direktur KMI Gontor Putri 3, Ustadz Muhammad Abdullah Bajuri, Lc. secara simbolis dengan memukul bedug.
Acara ini diadakan guna meningkatkan kegiatan non akademis santriwati khususnya dalam bidang bahasa. Selain itu, melatih santriwati untuk berbicara dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kegiatan ini dimulai dengan babak penyelisihan yang diikuti oleh seluruh tiap angkatan kelas 1int, 2, 3, 3 int dan kelas 4, yang selanjutnya dipilih satu orang mewakili tiap angkatan. Keluar sebagai Miss Language 2015 tahun ini adalah Nur Malikha Ulfa kelas 4 dan Juara Favorit tahun ini diraih oleh Fathimah Djasmine Kinanti kelas 3 yang juga meraih sebagai juara runner up tahun ini.sekpenggp3
KARANGBANYU – Guna menambah kesemangatan dalam kegiatan pramuka serta melatih mental santriwati, Gontor Putri 3 mengadakan kegiatan Perkemahan Kamis-Jum’at tiap tahunnya.
Tahun ini, Perkajum diadakan hari Kamis-Jum’at, 22-23 Januari 2015 untuk gelombang pertama dan 29-30 Januari 2015 untuk gelombang kedua. Kegiatan ini diadakan tepat di belakang Auditorium Gontor Putri 3. Untuk gelombang pertama diikuti oleh peserta dari gudep 17-90, 17-98, dan dibuka langsung oleh Ustadz Jarman Ar-Roisi, M.A.sekpenggp3
K.H. Hasan Abdullah Sahal berfoto bersama Anggota Dewan Nazir PP. Darunnajah Jakarta
JAKARTA– Ahad, (18/1) K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hadiri sidang tertinggi pembina di Yayasan PP. Darunnajah, Sidang Dewan Nadzir yang bertempat di Baitul Wakif. Sejak dibentuknya badan ini 7 Oktober 1994, badan ini telah mengadakan rapat sebanyak 40 kali setiap 6 bulan sekali. Pada Sabtunya, (17/1), beliau memberikan orasi ilmiah di hadapan 1850 orang wisudawan/i Universitas Indraprasta (UNINDRA).
Selain beliau, Rapat ini dihadiri oleh anggota lainnya, K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc., Drs. K.H. Mahrus Amin., H. Saifuddin Arief, S.H., M.H., Drs. H. Mahfudz Makmun yang bertugas sebagai ketua Yayasan Al-Azhar Jakarta. Dr. Muhammad Habib Chirzin, President of the Islamic Forum for Peace and Development. Selain itu hadir pula Drs. K.H. Mad Rodja Sukarta, Dr. H. Sofwan Manaf MSi., dan Drs. H. Ahmad Sholeh, guru senior PP. Darunnajah.
Dalam rapat dibahas laporan Ketua Umum yayasan Darunnajah yang melaporkan kegiatan selama enam bulan, dan program-program yang akan dilaksanakan. Dalam sidang, K.H. Hasan Abdullah Sahal, sedikit banyak menerangkan tentang pelaksanaan pendidikan, pengasuhan, penerapan jangka panjang di lingkungan pesantren meliputi Peningkatan mutu pendidikan, kaderisasi, khizanatullah/pengembangan dana dan hubungan kemasyaraktan. Serta penanaman nilai-nilai kepondokmodernan dan sakralisasi dunia pesantren. elfah
Mantingan-Ahad (25/01) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 menyelenggarakan kompetisi antar santriwati dalam berpidato dan tilawatil Qur’an yang dikemas dalam “lomba Pidato Akbar Shigor dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an”. Ditandai bunyi gong yang ditabuh oleh Al-Ustadz H. Suwrno TM, S.Ag acara yang diadakan didepan gedung Damaskus resmi dibuka.
Sembilan peserta pidato akbar shigor yang terbagi menjadi tiga kelompok, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia merupakan utusan terpilih dari kelas 1, I int, dan 2 serta enam peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an memasuki panggung untuk memperkenalkan diri. Dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib perlombaan oleh Al-Ustadzah Huwaina Mahmudati, S.H.I selaku dewan juri yang bijaksana. Disusul dengan penampilan nasyid, sebagai pengisi cara.
Pidato Akbar Shighor
Ada beberapa peraturan perlombaan bagi peserta, yaitu: setiap peserta diberi waktu selama 7 menit, sedangkan yang menjadi pertimbangan dalam penilaian ialah keberanian, isi pembicaraan, bahasa, penyampaian, dan kedisiplinan.
Sebagai dewan juri pada perlombaan pidato akbar kali ini adalah Usth. Huwaina Mahmudati, S.H.I dan Usth. Atiyah Syahni (Bahasa Inggris), Usth. Ayu Triani, S.Th.I dan Usth. Mastura (Bahasa Indonesia), sedangkan Usth. Nurus Sholihati, S.Pd.I dan Usth. Dyh Kusuma selaku juri untuk pidato bahasa Arab.
Jumlah pendaftar lomba pidato akbar junior sebanyak 133 santriwati, adapun yang masuk pada gelombang pertama berjumlah 58 santriwati, sedangkan pada gelombang ke dua hanya 28 santriwati, dan 17 santriwati yang berhasil masuk gelombang ke tiga, terakhir 9 santriwati dinyatakan masuk ke babak final.
Tasya Putri Nurhayat
Kelas 1 Intensif B
Asal Tasikmalaya
Afiyatun Muyasaroh
Kelas 2B
Asal Purwokerto
Isamtul Maula
Kelas 1 Intensif D
Asal Pekalongan
Nida Fuadatul Mukaromah
Kelas 1 Intensif C
Asal Sukabumi
Membawakan pidato yang berjudul “Syarat-syarat wanita masuk surga”
Bellafya Afisya
Kelas 1 Intensif D
Asal Riau
Membawakan pidato yang berjudul “Konsep kepemimpinan dalam Islam”
Taqiyya Alka Haqiqy
Kelas 2C
Asal Yogyakarta
Membawakan pidato yang berjudul “Generasi bangsa”
Nur Julia Karlina
Kelas 2C
Asal Batam
Karimah Uswatun Hasanah
Kelas 2B
Asal Surabaya
Noorhana Isnaini Sjahid
Kelas 1B
Asal Yogyakarta
Melalui pertimbangan dan musyawarah dewan juri, diputuskan Ismatul Maula (1 Int B), Karimah Uswatun Hasanah (2B), dan Nida Fuadatul Mukarimah (1 IntC) masing-masing meraih juara pertama pidato bahasa Arab, Inggris dan Indonesia.
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)
Peserta MTQ Berpose dengan Asatidz
Sama halnya dengan lomba pidato, Musabaqoh Tilawatil Qur’an juga mengadakan penyaringan sebanyak tiga gelombang dan babak final. Enam dari lima puluh lima pendaftar berhasil masuk ke babak final.
Fadilah Ayu Amalia
Kelas 5D
Asal Lampung
Membacakan surah “Ali Imron 26-29”
Wakhidatul Wafda Nailul Muna
Kelas 3 Intensif B
Asal Semarang
Membacakan surah “Ar-rahman 1-3”
Fatihatul Faizah
Kelas 4C
Asal Surakarta
Membacakan surah “Az-Zumar 65-70”
Iffatunnisail Badriya
Kelas 3B
Asal Banustra
Membacakan surah “Ali-Imron 130-136”
Nurul Aida Awlaiyah
Kelas 2D
Asal Tangerang
Membacakan surah “Al-Hijr 1-8”
Salwa Hiliza Ashshiddiqii
Kelas 2D
Asal Tasikmalaya
Membacakan surah “Al-Baqarah 153-156”
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek penilaian seperti irama, kefashihan, tajwid, dll, Usth. Amirah Dzatul Himmah, S.Pd.I dan Usth. Fatinah Nazaria selaku dewan juri memutuskan Fadilah Ayu Amalia (juara 3), Iffatunnisail Badriya (juara 2), dan juara pertama diraih oleh Wakhidatul Wafda Nailul Muna.
Suasana Perlombaan Pidato Akbar dan MTQ
Acara dimulai dari pukul 20.00-23.00 bertujuan untuk membentuk daiyah-daiyah muslimah pembuka gerbang peradaban islam dimasa mendatang,dengan menggoreskan tinta emas dalam sejarah dunia islam.MSey & LA
Darussalam – Jelang acara Gontor Olympiad, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di bawah pengawasan Pengasuhan Santri menggelar Pelatihan Wasit. Berlangsung sekitar 3 hari, dimulai pada Jum’at–Ahad (23-25/1). Tujuannya agar para para santri tidak bermain buta, atau hanya bermain tanpa tahu aturan yang semestinya. Dengan pelatihan ini para santri diharapkan memahami seluk beluk olahraga yang digelutinya, bahkan bisa menjadi wasit, agar lebih sportif dan memahami aturan main lebih matang.
Bermain sportif dan bermain sesuai aturan adalah hal mutlak yang harus ada pada diri seorang atlet. selain untuk kesehatan, olahraga juga harus didasari pemahaman itu, agar tidak terjadi pertikaian atau melenceng dari tujuan yang diharapkan. Seperti motto yang dianut oleh PMDG “mens sana in corpore sano” (jiwa yang sehat berada pada badan yang sehat). Dari sana para santri terdidik oleh olahraga.
Gontor Olympiad membutuhkan banyak persiapan, karena melibatkan semua cabang olahraga. Walaupun ada beberapa cabang olahraga yang hanya memiliki satu klub, tetap berpartisipasi, dengan cara mereka membagi anggotanya menjadi beberapa kelompok untuk dikompetisikan. Setiap cabang olahraga mengadakan kompetisi-kompetisi sendiri. Mereka akan berlomba-lomba untuk menjadi juara di bidangnya. Dengan jumlah pengikut yang begitu banyaknya maka dibutuhkan wasit yang banyak pula. AbaRum
Para mahasiswa berpose bersama setelah kunjungan ke salah satu obyek yang dituju.
SURABAYA–Sebagai agen perubahan, seorang mahasiswa harus menggali potensinya untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus Siman dan Rabithah mengadakan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) ke beberapa tempat di Malang dan Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Ahad (18/1) hingga Rabu (21/1). Program ini juga berkaitan dengan pelaksanaan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat.
Secara khusus, pesertanya terdiri dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Studi Ilmu Aqidah, Program Studi Ilmu Perbandingan Agama, serta Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Jumlahnya sebanyak 44 mahasiswa yang didampingi dua orang dosen pembimbing, Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.A. dan Harda Armayanto, M.A. Mereka membawa tema “Membuka Cakrawala Fenomena Keagamaan dan Tantangan Pemikiran serta Studi Tafsir Indonesia.”
Sesuai temanya, kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan meneliti fenomena agama-agama yang ada di Indonesia, melakukan dialog dengan praktisi agama lain, memahami ritual-ritual ibadah agama lain, membaca fenomena pemikiran Islam di Indonesia, dan sebagai bagian dari aktivitas akademik institusi. Program tahunan ini diawali dengan pembekalan intensif bagi seluruh peserta pada hari Jum’at (16/1), sebagai gambaran tentang tujuan diadakannya acara ini.
Beberapa objek utama kegiatan ini tidak terlepas dari tujuan yang tergambar pada tema kegiatan. Objek-objek tersebut antara lain Masjid Laksamana Cheng Ho di Surabaya, Vihara Dhammadipa Arama, Forum Arimatea (Advokasi, Rehabilitasi, Imunisasi Aqidah yang Terpadu, Efektif dan Aktual), dan Forum Indonesia Tanpa JIL Chapter di Malang. ikami86
Sebagai follow up seminar kepenulisan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Bagian Perpustakan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) pun mengadakan kembali pelatihan pembuatan karya tulis pada Ahad 18/1 dengan menghadirkan pembicara yang merupakan salah satu dewan guru di Gontor Putri 2 yang memiliki segudang pengalaman akan tulis menulis yaitu Al-Ustadzah Sinta Rohmani, S. H. I.
Acara dilaksanakan selama kurang lebih 1 jam 30 menit yang bertempat di Beirut mini hall. Dihadiri kurang lebih 200 peserta yang berasal dari santriwati kelas 1 hingga kelas 4. Acara dibawakan secara lugas dan menarik, disertai contoh-contoh langsung oleh pembicara. Para peserta pun diajak untuk berkhayal membayangkan tokoh utama miliknya dalam suatu cerita, bagaimana lika-liku perjalanan dan akhir ceritanya. Pembicara menegaskan “Mulailah menulis dari hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita sehari-hari, setiap kita temukan ide cerita kumpulkanlah dan buka kembali di suatu waktu, lalu buatlah jadi satu kesatuan cerita yang utuh dan menarik”.
Di akhir acara, setiap peserta diberikan tugas untuk membuat suatu cerita dengan ide murni dari masing-masing peserta yang ditulis dalam notebook yang dibagikan oleh panitia guna mengimplementasikan ilmu yang telah diserap selama seminar berlangsung. Pembicara berharap dengan adanya seminar singkat ini dapat mencerahkan para peserta yang telah memiliki bakat dan dapat menggali bakat-bakat terpendam para peserta yang belum terlihat serta menumbuhkan penulis-penulis muda islami handal yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik dengan goresan penanya.amee
Para peserta serius mendengarkan penjelasan pembicaranPara peserta berdoa dengan khusyu’ dipimpin oleh pembicara di akhir seminar
siswa kelas 1BSiswa kelas 1CSiswa kelas 1DSiswa kelas 1ESiswa kelas 1FSiswa kelas 1GSiswa kelas 1 HSiswa kelas 1 ISiswa kelas 1 JSiswa kelas 1 KSiswa kelas 1 LSiswa kelas 1 MSiswa kelas 1 NSiswa kelas 2 BSiswa kelas 2 CSiswa kelas 1 intensif BSiswa kelas 1 intensif CSiswa kelas 1 intensif DSiswa kelas 1 intensif ESiswa kelas 1 intensif FSiswa kelas 1 intensif GSiswa kelas 1 intensif HSiswa kelas 3 BSiswa kelas 3 intensif BSiswa kelas 4 BSiswa kelas 5 B dan C
Mantingan-Selasa (20/01) Kesyukuran atas kembalinya santriwati ke Kampung nan damai Gontor Putri 2 setelah perpulangan awal tahun, usai ujian semester pertama. Ujian dapat terlaksana dengan lancar, meskipun hawa dingin yang menusuk tulang dan cuaca buruk mengiringi, namun semangat para santriwati tak juga luntur. Setelah usaha dan kerja keras santriwati mengerjakan soal ujian, dilanjutkan dengan pengoreksian lembar jawaban oleh asatidz dan ustadzat,kemudian terciptalah sebuah raport yang berisi nilai hasil ujian santriwati.
Nilai raport di Gontor merupakan nilai murni usaha dari santriwati, tanpa adanya rekayasa asatidz, ustadzat maupun panitia ujian. Raport asli akan dibagiakan oleh wali kelas masing-masing kepada santriwati, dan untuk wali santriwati, panitia ujian mengirimkan salinan raport kerumah santriwati, agar wali santriwati mengetahui perkembangan putri mereka. Diharapkan dengan pembagian raport, santriwati mengetahui kemampuan mereka, sehingga terpacu dalam diri mereka semangat mempertahankan nilai baik dan meningkatkan nilai-nilai yang masih kurang.
Taujihat Pembagian RaportTaujihat Pembagian RaportPembagian Raport di dalam kelas