Home Blog Page 499

Latih Kekompakan Para Santri dengan LKBB

0
Penampilan LKBB Rayon Al-Azhar Bawah
Penampilan LKBB Rayon Al-Azhar Bawah

Peace Country – Kutbatul-Arsy atau pekan perkenalan adalah pekan dimana raja atau pemimpin di suatu Negara berpidato di depan masyarakat-masyarakatnya tentang bagaimana Negara itu terbentuk, sejarah tentang Negara itu, dan lain sebagainya. Tetapi, di Pondok Modern Darussalam Gontor ini pimpinan sendiri yang akan berpidato di depan para santrinya tentang bagaimana Gonor ini, sejarah Gontor, dan kenapa di Gontor terdapat disiplin.

Dalam Pekan Perkenalan Kutbatul-Arsy terdapat berbagai macam acara dan berbagai macam perlombaan. Salah satunya adalah lomba LKBB ( Latihan Kerapian Baris-Berbaris ) antar rayon se-Darussalam Gontor 2.Lomba ini adalah ajang untuk santri melatih kekompakannya, kerapiannya, dan lain sebagainya.

Lomba LKBB ini melibatkan seluruh rayon di Darussalam Gontor 2 ini.  Yaitu rayon Al-Azhar Atas, Al-Azhar Bawah, Aligharh, Syanggit Atas, Syanggit Bawah, Santiniketan, Palestina, Mekah, Syiria, dan Sudan. Masing-masing dari rayon tersebut akan memilih 10 utusan untuk mengikuti lomba LKBB antar rayon ini. Tujuan lomba LKBB ini adalah untuk menghidupkan pekan perkenalan, menjalin ukhuwah diantara santri, menumbuhkan rasa kepemilikan, melatih disiplin, dan panca indra. Yang dimaksud dengan rasa kepemilikan adalah rasa karena kita mempunyai rayon sendiri, walaupun rayon kita tidak menjadi juara tapi kita bangga karena kita memiliki rayon sendiri.Selain itu setiap anggota yang mengikuti perlombaan ini wajib mengunakan kaos rayonnya sendiri supaya terlihat sama dalam sisi kerapian dan agar juri tidak kesulitan dalam membedakan antara rayon satu dengan yang lainnya.

Perlombaan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (28/8 ) yang bertempat di depan Gedung Andalusia. Adapun juga juri dari perlombaan ini adalah para asatidz mabikori  dengan dibantu oleh guru-guru lain yang pernah berkecimpung di dunia kepramukaan. Penilaian dalam perlombaan ini  mencangkup kekompakan, kerapian, kaidah, ketegasan, dan kebersihan.

Jelang pemilihan ketua baru, DEMA adakan Dialog Interaktif

0

Gontor 2-Patah tumbuh hilang berganti; belum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Filosofi keorganisasian khas pondok inilah yangmenjadi pegangan di setiap organisasi dan kepanitiaan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Tidak memandang seberapa bagus kepenguru

Penampilan Gorda Band Ramaikan Suasana Diskusi
Penampilan Gorda Band Ramaikan Suasana Diskusi

san sebelum atau sesudahnya, jika masa jabatan sudah uzur maka lazimnya sebagai seorang senior harus memberikan kesempatan kepada generasi penerus guna melanjutkan tongkat estafet.

Pergantian inilah yang memberikan kesempatan generasi penerus untuk belajar dan berkarya sebagai langkah besar dalam proses kaderisasi pemimpin umat. Sehingga dapat menciptakan generasi-generasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Berdasarkan hal itu, Dewan Mahasiswa (DEMA) Gontor 2 sebagai salah satu core organization penggerak kegiatan mahasiswa pun berbenah diri dengan ditetapkannya kandidat calon ketua DEMA periode 1435-1436/2014-2015 pada acara kumpul mingguan guru Gontor 2 oleh Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag. mereka adalah:

  1. Al-ustadz Muhammad Ibnu Darissalam (Yogykarta)
  2. Al-ustadz Ahmad Hariad Abdillah (Tuban)
  3. Al-ustadz Arif Ahmad Subekti (Bengkulu)
  4. Al-ustadz Ahmad Sa’id Arwany (Gresik)
  5. Al-ustadz Ashraf (Jambi)
  6. Al-ustadz Zainal Muttaqien (Sidoarjo)

 

Guna mengenal lebih dekat dengan para kandidat calon ketua DEMA tersebut, diadakanlah dialog interaktif antar kandidat pada hari Senin (24/8) malam di Aula Riyadh Gontor 2. Sebelumnya, DEMA juga telah memilih beberapa mahasiswa untuk menjadi tim sukses tiap kandidat. Tampil sebagai pembawa acara, Ust. Farisma Jiatrahman, S.H.I. Kegiatan tersebut diawali dengan senandung shalawat yang dibawakan oleh Ust. Abdurrahman dan kawan-kawan. Penampilan dari Gorda Band juga ikut meramaikan acara yang dilaksanakan perdana tersebut.

Ust. Ainul Haq, S.Pd.I selaku ketua DEMA lalu menaruh harapan besar kepada ketua DEMA terpilih nanti supaya lebih baik dari generasi pendahulunya dan mampu mengajak mahasiswa Gontor 2 agar semangat dalam perkuliahan dan dapat mengecap toga wisuda tepat waktu.

Tumbuhkan Jiwa Berdiskusi, Staf An-Nahdhah dan PUSDAC Gelar Diskusi Umum

0
Siswa Kelas 5 dan 6 Antusias Mengikuti Diskusi
Siswa Kelas 5 dan 6 Antusias Mengikuti Diskusi

Peace Country – Tahun ini adalah tahun kesungguh-sungguhan ungkap Ust. M. Hudaya Lc. M.ag. Dimana setiap dari kita harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan segala aktifitas yang kita kerjakan mulai dari ibadah, mengaji, bekerja, sampai mengajar pun kita harus bersungguh-sungguh. Salah satu program yang dicanangkan pondok agar dapat meningkatkan kualitas santri dalam berbicara yakni diskusi umum kelas 5 dan kelas 6 pada hari Selasa (26/8). Tujuannya adalah supaya seluruh siswa kelas 5 dan 6 dapat mengetahui tentang bagaimana cara berdikusi yang baik dan benar, karena setelah acara diskusi umum ini akan diadakan diskusi per-kelas. Sehingga hal ini dimaksudkan agar mereka tidak bingung dan vakum ketika melaksanakan diskusi. Diskusi sendiri diisi oleh satu orang pemakalah yang benar-benar menguasai permasalahan, satu orang pembanding, dan beberapa pengawas, serta peserta yang melebihi vorum diskusi.

Sesi Pernyataan Dari Peserta Diskusi Kepada Pemakalah
Sesi Pernyataan Dari Peserta Diskusi Kepada Pemakalah

Alasan diskusi umum hanya untuk kelas 5 dan 6 KMI ( Kulliyatu-l Mu`alliminal Islamiyyah ) saja yaitu karena mereka merupakan senior dari santri atau siswa akhir KMI, dan sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan, yang mana di perkuliahan itu 75% pembelajaran didapatkan dari diskusi dan membaca buku sehingga jika tidak diajarkan cara berdiskusi yang baik dan benar maka para alumni nanti akan bingung bagaimana cara berdiskusi yang benar. Materi yang disajikan oleh pemakalah harus valid, dan dapat diperdebatkan atau materi kontenporer ( modern ). Sehinggapara peserta dapat mengambil hikmah dari permasalahan tersebut.

Adapun juga pembimbing dari acara diskusi umum kali ini yakni dari staff An-Nahdhoh group, PUSDAC, dan beberapa Asatidz yang pernah berkecimpung dalam FP2WS. Panitia dari acara ini untuk sementara waktu di handle oleh ustad terlebih dahulu, dikarenakan belum terbentuknya panitia darikelas 6. Jumlah keseluruhan dari pengikut acara ini mencapai kurang lebih 200 orang yang terdiri dari santri kelas 5 dan 6, wali kelas, ustad pemakalah, dan guru seniorbertempat dibalai pertemuan Gontor 2 tepatnya pada gedung Riyadh lantai 2.

RAGAM NUSANTARA

0
Penampilan Wilayah Indonesia Timur
Penampilan Wilayah Indonesia Timur
Penampilan Tarian Jawa Tengah
Penampilan Tarian Jawa Tengah
Panggung Pelangi Antar Nusa
Panggung Pelangi Antar Nusa
Drama berbahasa dari Jawa Tengah
Drama berbahasa dari Jawa Tengah

Santri Pondok Modern Darussalam Gontor datang dari berbagai pulau di Indonesia, bahkan luar negeri. Indonesia yang kaya akan seni dan budaya sangat disayangkan jika tidak dilestarikan oleh anak bangsa. Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan wadah untuk saling mengenal seni budaya antar daerah di Indonesia melalui penampilan hasil karya santri yang dinamakan Pelangi Antar Nusa (PAN) pada Senin (1/9) di lapangan hijau Gontor Putri 2.

Selain sebagai pengenalan seni budaya bagi santri, PAN juga menjadi ajang adu kreativitas antar provinsi. Dibuka dengan penampilan dari Jabar, dilanjutkan secara berurutan oleh Jateng, Indonesia Timur, Sumatra, dan Jatim. Selain tarian daerah masing-masing kubu juga menyuguhkan drama berbahasa daerah, makanan daerah, permainan tradisional dan lainnya.

Acara ditutup dengan pengumuman kejuaraan yang diraih oleh Indonesia Timur (harapan II), Jabar (harapan I), Sumatra (juara 3), Jatim (juara 2), dan pemenang PAN 2014 diraih oleh Jateng.Msey

Demonstrasi Bahasa dan Rebana

0

Gontor 3, dalam rangka Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy, para santri disibukkan dengan berbagai acara, salah satunya adalah Demonstrasi Bahasa dan Rebana. Acara berlangsung pada Rabu malam 3 September 2014 di depan gedung Saudi dan dibuka oleh Al-Ustadz H. Abu Darda’ M.Ag. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan santri akan keragaman budaya dan bahasa dunia. Sebanyak 12 oang peserta berasal dari seluruh seantaro nusantara bahkan dunia. Perwakilan dari Thailand adalah Rusdhi kelas 1-F, bahasa Bima oleh Ahmad Syauqi kelas 3 Int. D, Jawa oleh Furqan kelas 1-G, Padang oleh Raihan Adha kelas 3-G, Sunda oleh Fitraman kelas 3-D, Lampung oleh Yuriko kelas 2-F, Kalimantan oleh Fikri Wilman kelas 3-B, Medan oleh Agung Taufik W, Inggris oleh Fayyadh El Ahnof, Arab oleh Iqbal Yudhistira, Fak-fak oleh Alfian Sulaiman dan Makassar oleh Andri Yusuf. Acara berlangsung meriah dan penonton terlihat sangat antusias melihat para orator berpidato dengan bahasa mereka masing-masing. Acara dihadiri pula oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor 3 Al-Ustadz Drs. H. Hariyanto Abdul Jalal.[image lightbox=”yes” align=”left”]

Pimpinan PMDG Hadiri Apel Tahunan di PMD Gontor Putri 4

0

KENDARI-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bukanlah lembaga sosial yang dibentuk untuk melayani kebutuhan masyarakat, namun PMDG mendidik santri-santrinya supaya selalu bergerak dan menggerakkan, hidup dan menghidupi, serta bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Inilah ilmu kehidupan, yang tidak semua lembaga pendidikan menanamkannya.
PMD Gontor Putri 4 yang terletak di Lamomea Konda Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, di bawah komando Al-Ustadz Nur Wahyuddin, S.Pd.I., selalu berupaya untuk mengasah potensi hingga mencapai prestasi maksimal sebagai bekal tatkala terjun di masyarakat kelak.
Begitu juga acara Khutbatu-l-‘Arsy yang menjadi salah satu media penggalian potensi individu maupun kelompok dari tiap-tiap sektor. Tahun ini, acara yang membawakan tema “Dengan Jihad Gontori Kita Ciptakan Muslimah yang Berkualitas Menuju Peradaban Islam yang Gemilang” itu diadakan pada hari Kamis (28/8) di lapangan kampus PMD Gontor Putri 4 dan dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan.
“Jadilah orang yang bermanfaat, pelajarilah segala sesuatu yang ada di Pondok ini, karena kau akan membutuhkannya dalam kehidupanmu di masyarakat” ucap pak Kyai saat menyampaikan Kuliah Umum di hadapan seluruh guru dan santriwati yang hingga kini berjumlah 54 guru dan 282 santriwati.sazza

 

Khutbatu-l-‘Arsy Gontor 7: Kemandirian Gontor Ciptakan Generasi yang Dinamis

0

RIYADHATU-L-MUJAHIDIN-Sudah menjadi sunah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) beserta seluruh Cabangnya untuk mengadakan Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy, atau yang biasa disebut dengan khutbah perkenalan pada setiap awal tahun ajarannya, agar kelak tidak seorangpun salah pengertian mengenai PMDG sebelum berkecimpung di dalamnya.
Memasuki usianya yang ke-12, Pondok Modern Gontor 7 Riyadhatu-l-Mujahidin telah melangsungkan acara tersebut pada hari Rabu (27/8) dengan melibatkan seluruh elemennya. Upacara yang diinspekturi langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan ini menunjukkan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang dan professional.
Berbagai penampilan juga dihidangkan secara apik dan atraktif, termasuk tarian reog dan ondel-ondel meski penarinya bukan berasal dari Kota Ponorogo dan Jakarta. Selain itu, kemandirian guru-guru dalam melatih dan mengatur para santri menjadi nilai plus dalam pendidikan, karena sebaik-baik belajar adalah mengajar.
Dengan jumlah penghuni sebanyak 326 orang siswa dan 60 orang guru, Pondok Cabang yang diresmikan pada tahun 2002 oleh Wakil Presiden, Bapak Hamzah Haz itu mengusung tema “Dari Gontor Kita Kokohkan Semangat Kebersamaan, Tingkatkan Integritas, Ciptakan Pemimpin Islami Menuju Khoirul Ummah Lillah”.sazza

WADAH KOMPETISI BIDANG OLAHRAGA DAN SENI

0

Jum’at (29/8) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 kembali menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang merupakan salah satu dari kegiatan tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Diawali dengan persiapan barisan oleh 6 komandan pleton, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Porseni, kemudian pembakaran obor dan pemukulan gong oleh al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag. dan al-Ustadz H. M. Fauzi, M.Pd.I. yang disaksikan seluruh santriwati, asatidz, dan ustadzat sebagai tanda pembukaan Pekan Olahraga dan Seni 2014.

Pengibaran Bendera Porseni
Pengibaran Bendera Porseni
Lomba Tarik Tambang Antar Asatidz
Lomba Tarik Tambang Antar Asatidz

 

 

Acara dimeriahkan oleh atraksi-atraksi seperti: grand opening, pencak silat, dan senam kreasi yang masing-masing beranggotakan 53, 58, dan 96 orang. Kesemangatan yang terpancar dari astidz, asatidzah, kelas 5 dan 6 pada perlombaan tarik tambang, sepeda lambat, balap karung dan yang lainnya mengawali berbagai perlombaan yang akan di selenggarakan dalam sepekan kedepan.

 

 

Pembukaan PORSENI ditandai dengan Pemukulan  Gong
Pembukaan PORSENI ditandai dengan Pemukulan Gong

“sangat senang sekali saya diberikan kesempatan untuk menghadiri acara Porseni tahun ini. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan semoga Porseni tahun depan akan lebih baik lagi dari tahun ini” ungkap al-Ustadz Andy Triawan, M.A. yang menghadiri Porseni di Gontor Putri untuk pertama kali.Msey

Pembukaan POD ditandai dengan Penyalaan Obor
Pembukaan POD ditandai dengan Penyalaan Obor
Lomba Balap Karung Antar Kelas 5 dan 6
Lomba Balap Karung Antar Kelas 5 dan 6
Laporan Komandan Pleton Kepada Pemimpin Upacara
Laporan Komandan Pleton Kepada Pemimpin Upacara

Pimpinan PMDG Hadiri Apel Tahunan di PMD Gontor Putri 4

0
Barisan Pasukan Pengibar Bendera saat berparade usai pelaksanaan upacara Apel Tahunan Khutbatu-l-'Arsy di Gontor Putri 4
Barisan Pasukan Pengibar Bendera saat berparade usai pelaksanaan upacara Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy di Gontor Putri 4

KENDARI-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bukanlah lembaga sosial yang dibentuk untuk melayani kebutuhan masyarakat, namun PMDG mendidik santri-santrinya supaya selalu bergerak dan menggerakkan, hidup dan menghidupi, serta bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Inilah ilmu kehidupan, yang tidak semua lembaga pendidikan menanamkannya.
PMD Gontor Putri 4 yang terletak di Lamomea Konda Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, di bawah komando Al-Ustadz Nur Wahyuddin, S.Pd.I., selalu berupaya untuk mengasah potensi hingga mencapai prestasi maksimal sebagai bekal tatkala terjun di masyarakat kelak.
Begitu juga acara Khutbatu-l-‘Arsy yang menjadi salah satu media penggalian potensi individu maupun kelompok dari tiap-tiap sektor. Tahun ini, acara yang membawakan tema “Dengan Jihad Gontori Kita Ciptakan Muslimah yang Berkualitas Menuju Peradaban Islam yang Gemilang” itu diadakan pada hari Kamis (28/8) di lapangan kampus PMD Gontor Putri 4 dan dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan.
“Jadilah orang yang bermanfaat, pelajarilah segala sesuatu yang ada di Pondok ini, karena kau akan membutuhkannya dalam kehidupanmu di masyarakat” ucap pak Kyai saat menyampaikan Kuliah Umum di hadapan seluruh guru dan santriwati yang hingga kini berjumlah 54 guru dan 282 santriwati.sazza

 

K.H. Syamsul Hadi Abdan: Gontor Didik Santri Cekatan nan Berkualitas

0
K.H. Syamsul Hadi Abdan
Inpeksi Barisan Oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

ITTIHADU-L-UMMAH–Di tengah-tengah kesibukannya, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Syamsul Hadi Abdan menyempatkan diri untuk berkunjung ke PMDG Cabang di Poso guna menghadiri Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy setelah kunjungan terakhir pada dua tahun silam. Usai menempuh perjalanan yang melelahkan, beliau disambut hangat oleh Wakil Pengasuh PM Gontor 13 Ittihadu-l-Ummah, H. Cecep Sobar Rochmat, M.Pd.I., dan Wakil Pengasuh PM Darussalam Gontor Putri 6, H. Abdul Fattah, S.Th.I.

Tak ingin rugi dan mumpung ada kesempatan, para Wakil Pengasuh berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh guru-guru putra maupun putri guna menyimak dan mendengarkan nasihat dari Pimpinan PMDG, karena memang tidak tentu kelak beliau akan datang lagi secara rutin.

Tahun ini, acara Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy di PM Gontor Ittihadu-l-Ummah (Gontor 13 dan Gontor Putri 6) adalah apel perdana yang mendahului PMDG Cabang lainnya. Meski waktu persiapan acara terhitung hanya 5 hari, namun hasilnya tidak kalah dengan yang persiapannya 1 bulan. Mulai dari susunan acara, panggung, background, pertamanan, tata letak peserta, hingga berbagai penampilan atraktif  ̶ Marching Band, Reog Ponorogo, Ondel-ondel, Tari Malulo ̶  mampu berjalan dengan lancar, tertib, dan rapi. Acara yang diikuti oleh 132 santri dan 111 santriwati itu, berlangsung pada Senin (25/8) di lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 6, Tokorondo Poso Pesisir Sulawesi Tenggara.

Dilanjutkan dengan kuliah umum babak I oleh Bapak Pimpinan di aula kampus, yang dihadiri oleh seluruh santri, santriwati, dan dewan guru. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi yang sangat besar atas kesuksesan acara itu, walau singkatnya waktu menjadi kendala, namun kualitas tetap diutamakan. sazza