SIAK – Suasana di pedalaman perkebunan kelapa sawit tiba-tiba ramai. Penduduk sekitar nampak berkerumun. Terlihat beberapa alat berat tengah beroprasi. Kawasan yang dahulunya sulit dilalui, kini telah terhubungkan oleh jalan-jalan yang mampu dilintasi oleh bis sekalipun. Beberapa polisi dan mobil patwalnya bertugas mengamankan dan mengkondisikan keadaan. Ahad (24/8) merupakan hari bersejarah bagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan rakyat Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Siak. Pada hari itu, Pondok Modern Darussalam Gontor 14 yang berlokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sei Mandau, Kabupaten Siak, diresmikan.
Peresmian Pondok Modern Darussalam Gontor 14 tersebut ditandai dengan acara Peletakan Batu Pertama yang dilakukan oleh Pimpinan PMDG, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., dan K.H. Hasan Abdullah Sahal, sejumlah anggota Badan Wakaf, K.H. Kafrawi Ridwan, M.A., K.H. Ahmad Masruh, M.BA, dan K.H. Abdul Aziz Ashuri, Bupati dan Wakil Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si., dan Drs.H. Alfedri, M.Si., dan segenap jajaran pemerintahan Kabupaten Siak.
Pondok Modern Darussalam Gontor 14 ini berdiri di atas tanah seluas 75 hektar, yang merupakan wakaf dari 4 orang dermawan, yaitu: Ibu Jeha, Bpk. H. Umar Alisan, Bpk. M. Yasni, dan Ibu H. Hasiah Basir. Adapun tanah yang digunakan untuk pembangunan lokal-lokal gedung hanya 10 hektar. irba
GONTOR – Rabu, (27/8/2014) Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., imami shalat maghrib di Masjid Pusaka. Dengan didampingi oleh Ustadz Pamuji, beliau memimpin shalat menggunakan kursi roda. Shalat maghrib diikuti oleh sejumlah asatidz. Tepat pada Selasa (26/8/2014), beliau dan rombongan tiba di Solo, setelah menghadiri acara Peletakan Batu Pertama, cikal bakal Pondok Gontor Cabang ke-14 di Siak, Riau. Perjalanan panjang hampir satu pekan tidak menghalangi beliau untuk bisa hadir bersama para asatidz, dan mengimami shalat di Masjid Pusaka.
Selain itu, selepas dzikir, beliau menyempatkan untuk memberi tausyiyah kepada para asatidz: “Kepercayaan masyarakat Riau kepada Gontor amat besar. Terbukti ketika acara kemarin, mereka amat antusias dan yakin. Gontor tidak meminta untuk disumbang, tapi Gontor memberi kesempatan bagi mereka yang mau mewakafkan hartanya di Jalan Allah melalui Gontor”. tegas beliau, walau dengan nada datar.
Akhir-akhir ini kesehatan beliau semakin membaik. Banyak kegiatan rutin pondok yang sering beliau hadiri. Upaya ini, tidak lain adalah, untuk memberikan dorongan dan motivasi kesembuhan kepada ayahanda tercinta kita, Kyai Syukri. elfah
“Al-Lughotu bawabatul mustaqbal”, ungkapan ini ternyata tidaklah salah. Pembelajaran Bahasa Arab di Gontor ternyata terbukti membuahkan hasil yang nyata. Direct method atau Tariqah Mubasyirah yang ditanamkan oleh K.H. Imam Zarkasyi semenjak awal Gontor berdiri terbukti manjur dan diikuti oleh banyak kalangan. Baik sekolah menengah, perguruan tinggi, serta pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.
Para peserta Debat Bahasa Arab berpose bersama usai perlombaan.
Belum lama ini tim debat perwakilan dari Gontor Putri berhasil menyabet juara 1 dalam Lomba Debat Bahasa Arab antar sekolah Menengah Jemputan Nusantara 2014 yang diadakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Perlombaan yang diselenggarakan atas kerjasama antara pihak USIM dengan Menteri Kependidikan Malaysia ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori kebangsaan atau yang kita kenal dengan kategori nasional yang mana diikuti oleh 40 Sekolah Menengah dari segala penjuru Malaysia. Kategori kedua adalah kategori jemputan Nusantara atau tingkat ASEAN yang diikuti oleh 14 sekolah dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Indonesia. Dan salah satu perwakilan dari Indonesia adalah tim debat Bahasa Arab dari Gontor Putri.
Acara yang diselenggarakan dari tanggal 17–22 Agustus 2014 diikuti oleh 4 orang perwakilan dari Santriwati kelas 6 Gontor Putri, mereka adalah Septy Nurullaily dan Nur Lailatulzuhro dari Gontor Putri 1, Maulida Izzatul Amin dari Gontor Putri 2, dan Luthfiah Muflihah dari Gontor Putri 3. Tim debat ini dilatih dan didampingi oleh 3 orang guru pembimbing yaitu Al-Ustadz Dr. Wahyudi Bakri, LLM. MA, Ustadzah Masyithoh Annisa dan Ustadzah Himmatul Mahmudah.
Persiapan mereka yang hanya tiga minggu ini tergolong sangat singkat jika dibandingkan dengan tim-tim lainnya yang memang sudah berlatih berbulan-bulan sebelum perlombaan. Namun, berbekal man jadda wajada, gelar “Johan” yang dalam bahasa Melayu artinya Juara, akhirnya bisa disabet oleh perwakilan dari pondok kita tercinta ini, setelah sebelumnya mengikuti tidak kurang dari 7 kali babak pertandingan.
Dalam 7 kali babak pertandingan ini, tim kita mendebat berbagai macam sekolah dari berbagai negara di ASEAN, seperti Sekolah Agama Menengah Tinggi Ampuan Jemaah (SAMTAJ) Malaysia, SAMT Sultan Hisammuddin Malaysia, Kollej Islam Sultan Alam Shah (KISAS) Malaysia, Madrasah Dinniyah Putri Padang Panjang Indonesia, Madrasah Al-Junied Al-Islamiyah Singapura dan Madrasah Al-Saghof Al-‘Arabiyah Singapura.
Suasa perlombaan Debat Bahasa Arab.
Menang atau kalah bukanlah tujuan dalam pertandingan ini. Yang terpenting adalah proses bukan hasil. Sejak awal, tim kita ini sudah diwanti-wanti untuk tidak berambisi menjadi pemenang, tapi untuk berjuang sebaik mungkin, apapun hasilnya nanti. Alhamdulillah, namun Allahu yuwafiquna, selain menjadi juara 1 dan mendapatkan piala dari Menteri Kependidikan Malaysia, kita juga dinobatkan menjadi sekolah/regu terbaik. Selain itu 2 santriwati perwakilan pondok kita, Maulida Izzatul Amin dan Luthfiah Muflihah berhasil menjadi pendebat terbaik.
Pada kesempatan kali ini pula, para mahasiswa lulusan Gontor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Malaysia turut ambil andil dalam menyukseskan pertandingan ini. Mereka sengaja datang dari berbagai penjuru daerah di Malaysia tak lain dan tak bukan hanya demi mendukung almamater mereka, Gontor.
Pengalaman ini merupakan hal yang sangat berharga yang tidak bisa dibeli dengan harta. Sebuah batu loncatan, yang mana dari perlombaan ini kita bisa mengetahui bahwa kemampuan berbahasa Arab santriwati Gontor layak diperhitungkan di kaliber internasional. Kita layak berbangga bahwasanya lembaga pendidikan indigenous Indonesia yang berbentuk pondok pesantren ini bisa merintis tunas-tunas muda harapan bangsa yang akan memajukan negara dari berbagai aspek. Salah satu aspek pentingnya adalah bahasa. Karena bahasa adalah alat komunikasi yang menghubungkan satu peradaban dengan peradaban lainnya. Dan ini semua tak lepas dari pembiasaan penggunaan bahasa dari bangun tidur sampai tidur lagi di Gontor. Karena Semua yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan di Gontor adalah pendidikan.masyithohannisa
KARANGBANYU – Sabtu, 27 Syawwal 1435/23 Agustus 2014, Gontor Putri 3 menggelar acara Seni Budaya yang ditampilkan dari berbagai macam daerah di Indonesia. Acara ini dibuka oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri 3 yang diwakilkan oleh Al-Ustadzah Ilmi Nur Laily S.Pd.I di Auditorium Gontor Putri 3. Penampilan seni budaya merupakan salah satu rentetan acara dalam rangka Pekan Perkenalan Khutbatul-‘Arsy, dan acara ini merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan pondok.
Dalam kegiatan ini setiap konsulat besar menampilkan seni budaya masing-masing. Adapun konsulat-konsulat yang tampil, diantaranya; Konsulat Sumatra dengan Tari Melayu, Jawa Barat dengan nyanyian lagu Sunda, Jawa Tengah menampilkan Wayang Orang, Jawa Timur menampilkan Sinden, Sumalia dengan Tari Bali, dan konsulat Luar Negeri (Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand) menyanyikan Lagu Kebangsaan Negaranya. Dan tampil sebagai pemenang pada kesempatan kali ini diraih oleh Konsulat Jawa Barat dan Konsulat Kalimantan.sekpengGp3
KARANGBANYU – Senin, 29 Syawal 1435/ 25 Agustus 2014, Gontor Putri 3 menggelar Demonstrasi Bahasa dari berbagai macam bahasa di Nusantara dan mancanegara. Demonstrasi Bahasa ini merupakan rentetan acara Pekan perkenalan Khutbatul-‘Arsy sebagai salah satu sarana untuk mengenalkan pondok. Acara ini dibuka oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri 3 yang diwakilkan oleh Al-Ustadzah Putri Indrayani, S.Pd.I.
Setiap perwakilan konsulat berpidato dengan tema “Menuntut Ilmu”. Pidato menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing. Konsulat Jawa Barat berpidato dengan bahasa Sunda, Jawa Tengah menampilkan pidato berbahasa Jawa Krama Inggil, Jawa Timur dengan bahasa Jawa, Kalimantan bahasa Kalimantan, Sumatra bahasa Batak, Sumalia bahasa Makassar, perwakilan dari Thailand berbahasa Thailand, Malaysia dengan bahasa Malaysia dan Brunei Darussalam dengan bahasa Brunei. Dengan adanya kegiatan ini, setiap santriwati mampu berwawasan luas tidak hanya mengetahui bahasa daerahnya sendiri tapi juga berbagai macam bahasa daerah di Indonesia bahkan dunia. sekpengGp3
KAMPUNG DAMAI–Menindaklanjuti kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Gontor dan kementrian ESDM, Gontor resmi mendelegasikan sejumlah alumni untuk berpartisipasi dalam Pelatihan Operator Bor Migas di PUSDIKLAT ESDM, Cepu, Jawa Tengah. Tepat pada hari Ahad, (24/8/2014), Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dan K.H. Masyhudi Subari, M.A., Direktur KMI resmi melepas rombongan delegasi Gontor di Kantor Pimpinan PMDG. Setelah penyeleksian ketat, IKPM sebagai lembaga tinggi pondok yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, mengumumkan 25 orang alumni lulus seleksi dari 52 orang peserta pendaftar.
Suasana pelepasan peserta Pelatihan Migas ESDM ke Cepu, Jawa Tengah.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 6 bulan. 3 bulan pertama diprogramkan untuk penyampaian materi dan pendalamannya. Kemudian, 3 bulan terakhir, dikhususkan untuk praktek lapangan. Ir. Susilo Siswoutomo, Wamen ESDM, menegaskan saat kunjungannya ke PMDG pada Sabtu (14/6/2014) lalu, “harapan besar dengan diadakannya pelatihan ini, Indonesia bisa terhenti dari krisis bahan bakar dan menjadi negara mandiri bahan bakar. Selain itu, Indonesia diharapkan bisa mengirimkan tenaga kerja yang handal dan kompeten di bidang ini”. Selama ini, tenaga kerja Indonesia lebih banyak menjadi pembantu rumah tangga, bukan teknisi. Hal inilah yang patut menjadi perhatian halayak banyak.AaRum
GONTOR – “Ar Riyadhatu Minal Mahdi, Ilal Lahdi (Olahraga dari buaian hingga liang lahat-red),” tegas K.H. Hasan Abdullah Sahal di depan ribuan santri dan guru-guru KMI pada Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Jumat (22/8/2014) pagi di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan nada sedikit bergurau, beliau menekankan pentingnya olahraga dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas jasmani, agar dapat menyangga keseimbangan rohani dalam kehidupan ini.
Penampilan Siswa KMI pada Pembukaan Porseni, Jumat (22/8/2014).
Selain itu, untuk kesekian kalinya, beliau kembali mengingatkan status, posisi dan orientasi, terutama dalam olahraga. “Jangan lupa, kita ingat kembali status, posisi dan orientasi dari olahraga ini,” ujar beliau.
Adapun Porseni yang dihelat selama sepekan ini melibatkan beberapa cabang olahraga dan cabang kesenian. Diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 4 KMI yang mewakili rayonnya masing-masing. Kini, jumlah rayon di PMDG, adalah sejumlah 21 rayon. Silakan menyaksikan cuplikan videonya di sini. binhadjid
DARUSSALAM–Tepat pada hari Kamis (14/8), yudisium calon pelajar putri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berlangsung dengan khidmat. Di bawah sinar matahari yang sejuk nan menyehatkan, acara yang dibuka secara resmi oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dihadiri oleh + 9.000 orang, yang terdiri dari wali calon pelajar, calon pelajar, dan beberapa tamu undangan.
“Aktivitas menjajah dan dijajah akan selalu melanda bangsa ini, entah dalam bentuk apa penjajahan itu. Namun, PMDG selaku pesantren yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, bersikap anti terhadap itu semua. Maka beruntunglah kalian yang masuk pesantren”, ucap Bapak Pimpinan PMDG yang sekaligus menjabat sebagai pengasuh PP. Al-Muqoddasah di sela-sela pidatonya.
Selain itu, beliau menekankan, bahwa hal terpenting dalam kegiatan saat itu bukanlah lulus atau tidaknya calon pelajar saat ujian penerimaan, namun mengerti dan paham tentang visi dan misi PMDG, sehingga mampu memperjuangkan Agama Islam kapanpun dan dimanapun dia berada.
Pada tahun ini, calon pelajar putri yang telah mendaftar sebanyak 2.085, yang terdiri dari 1.130 pelajar lulusan SD/MI dan 673 pelajar lulusan SMP/MTs, dengan 1.803 pelajar yang lulus, dan 282 pelajar yang belum lulus.
Adapun pembagian lokasi untuk pelajar yang lulus, PMDG memiliki 4 area yang terletak di Pulau Jawa; PM Darussalam Gontor Putri 1 Mantingan: 600 pelajar, PM Darussalam Gontor Putri 2 Mantingan: 280 pelajar, PM Darussalam Gontor Putri 3 Mantingan: 623 pelajar, dan PM Darussalam Gontor Putri 5 Kandangan: 300 pelajar. sazza
KEDIRI – Rayon Mesir keluar sebagai juara satu lomba cerdas cermat antar rayon se Darul Ma’rifat 2014. Sementara juara II dan juara III dalam lomba yang di selenggarakan hari Senin (25/8) malam, di depan gedung syiria, diraih rayon Sudan I dan Syanggit.
Cerdas cermat yang dibuka Direktur KMI Gontor 3 H.Abdurrohim Sholeh itu diikuti 33 siswa dari 11 rayon. Lomba terdiri dari dua tahap, tahap pertama masing-masing rayon diberi kesempatan untuk menjawab soal yang diberikan juri dan tahap yang kedua adalah tahap rebutan. Dalam acara ini rayon mesir meraih nilai 400 mengalahkan Sudan 1 yang meraih nilai 350 dan rayon syanggit dengan nilai 330.
Adapun tujuan dilaksanakannya lomba cerdas cermat ini adalah untuk melaksanakan rentetan acara khutbatul arsy dalam segi keilmuan. Dan materi yang diuji berkaitan dengan pelajaran agama dan pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Inggris dll.MR21