Home Blog Page 516

Sekelumit Kisah Perjuangan Anak-Anak Teater Gontor

0
Penampilan teaterikal puisi dari anak-anak Armada.
Penampilan teatrikal puisi dari anak-anak Armada

Sepuluh tahun yang lalu, sekumpulan anak-anak teater itu bangkit dari tidur panjang mereka. Usai kejadian memilukan itu, mereka kembali berbenah, memperbaiki diri dan bangkit. Mereka menata hati, menyigapkan raga serta menatap masa depan, guna mengembalikan eksistensi dunia teater di Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada 10 tahun yang lalu teater ini lahir. Dalam jangka 10 tahun pula ia berkembang. Dari tahun ke tahun ia semakin besar, mapan, dan dewasa, semakin kuat menerpa ombak besar, karena mereka memang menasbihkan diri sebagai kumpulan awak kapal.

Kiranya itulah semangat anak-anak Association of Reanimation Moslem Artist Darussalam (Armada) saat usianya genap 10 tahun. Pada Jumat (28/3/2014) lalu, mereka menggelar acara “0,1 Abad Armada”, acara yang digelar guna memperingati hari lahir mereka dari tahun ke tahun. Namun pada tahun ke-10 ini, penampilan mereka nampak lain dari biasanya. Penampilan mereka lebih dewasa, tertata, dan terlatih. Tampak kematangan dalam pengorganisasian acara ini, terlihat semangat yang berbeda dalam penampilan mereka, dan tergambar jelas profesionalisme dalam penyajiannya.

Meski digelar di samping Gedung 17 Agustus, sehingga nampak sederhana, namun memiliki makna mendalam. Acara ini menjadi batu loncatan bagi mereka menyongsong masa depan yang lebih cerah. Acara ini digelar dalam rangka mempererat kebersamaan dan mempersolid barisan mereka menghadapi tantangan yang akan datang.

Berbagai seni pertunjukkan, semacam puisi, drama, pantomim dan tarian, serta melukis, kaligrafi, dan perspektif, yang merupakan bagian dari seni rupa, sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Aneka ragam skill ini tidak hanya dikuasai untuk ditampilkan di hadapan para penikmat pertunjukan, namun ini adalah bagian dari dakwah, bagian dari syiar Islam, bagian dari i’lai kalimatillah. Inilah salah satu cara bagaimana Gontor menanamkan semangat dakwah dan syiar Islam dalam diri para santri. Tak hanya dengan berbicara di atas mimbar ataupun berjuang di medan perang. Namun, melalui dunia seni, santri Gontor dapat berdakwah, berjuang, dan menegakkan agama Allah. binhadjid

 

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri “Muslim Summit 2014”

0
K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Muslim Summit
K.H. Hasan Abdullah Sahal bersama Prof. Dr. K.H. Dien Syamsuddin sebagai pembicara di “Muslim Summit 2014”

YOGYAKARTA – Pada Sabtu (29/3) pagi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, berkesempatan mengisi seminar bertemakan “Kepemimpinan di Indonesia dalam Sudut Pandang Islam”. Seminar tersebut merupakan salah satu rentetan acara “Muslim Summit 2014″ yang diselenggarakan oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) pada tanggal 28–30 Maret 2014 di Kampus Terpadu UII.

“Andaikata, jika presiden-presiden Republik Indonesia dihadirkan dalam satu pertemuan, lalu mereka masing-masing ditempatkan di dalam sebuah ruangan khusus, kemudian mereka diuji secara lisan dan tulisan tentang definisi dari kemerdekaan, maka, kira-kira jawaban mereka itu sama atau berbeda?” ucap beliau melemparkan pertanyaan kepada segenap mahasiswa yang memadati Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) UII. Para mahasiswa yang hadir serempak menjawab “tidak”.

“Untuk mencari tipe pemimpin, kita harus tahu terlebih dahulu siapa yang dipimpin. Apakah Republik ini atau umat ini perlu pemimpin ataukah perawat? Apakah umat ini waras ataukah sakit?” terang beliau.

“Menjadi rakyat, menjadi wakil rakyat, atau menjadi presiden, dan lain sebagainya, apa yang kau cari? Berkacalah, wahai mahasiswa! Berkacalah, wahai mahasiswi! Ini teka-teki, apakah kita ini merdeka atau dijajah?” tandas beliau di akhir penjelasannya.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula sebagai pembicara, Prof. Dr. K.H. Dien Syamsuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Muslim Summit adalah forum silaturahim lembaga-lembaga mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta se-Indonesia. Kegiatan ini mengundang 361 Perguruan Tinggi sebagai peserta yang masing-masing mendelegasikan tiga orang utusan. Dengan melibatkan berbagai unsur pemuda Islam di seluruh Indonesia, acara ini bertujuan untuk menemukan solusi dari permasalahan bangsa, sehingga dapat menjadi jalan keluar yang baik dan bermanfaat. irba

Pupuk Kebersamaan Guru, Dema Gelar Pertandingan Sepak Bola

0
Suasana sebelum partai final di lapangan hijau PMDG antara guru tahun kedua dan ketiga
Suasana sebelum partai final di Lapangan Hijau PMDG antara guru tahun kedua dan ketiga

DARUSSALAMInna asy-syababa wa al-faragha mafsadatun li-l-mar’i ayya mafsadatin. Semboyan tersebut sering terdengar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kekosongan (waktu kosong) yang tidak digunakan dengan baik, maka akan menjadi ‘benalu’ dan perusak bagi seluruh individu. Untuk mengantisipasi hal ini, PMDG selalu mengadakan berbagai macam aktivitas untuk mengisi kekosongan para penghuni Darussalam.

Tepat setelah selesainya Ujian Tengah Semester (UTS) bagi para mahasiswa Institut Studi Darussalam (ISID) Kampus Rabithah yang juga berstatus guru Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Dewan Mahasiswa (Dema) Wilayah Rabithah berinisiatif menggunakan momen tersebut dengan mengadakan pertandingan sepak bola antarguru per angkatan. Selain menanamkan jiwa sportivitas antarguru, acara ini diharapkan mampu menumbuhkan dan mempererat kebersamaan guru-guru KMI. Sehingga, terjalinlah silaturahim yang kuat di antara mereka hingga di manapun berada.

Kegiatan yang diikuti enam tim sepak bola dari setiap angkatan guru KMI ini dilaksanakan pada hari Jum’at (28/3) hingga Sabtu (29/3) sore. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur dengan agregat gol terbanyak untuk setiap pertandingan. Pada babak penyisihan, guru tahun keenam yang dipertemukan dengan guru tahun kelima bermain imbang dengan skor 1-1. Sehingga, pemenangnya harus ditentukan melewati adu penalti dengan skor 4-5 untuk kemenangan guru tahun kelima. Sementara guru tahun kedua juga bermain imbang dengan guru tahun keempat dengan skor 1-1. Melalui babak penalti, guru tahun kedua berhasil menang dengan skor 6-5. Sedangkan guru tahun ketiga mengalahkan guru tahun pertama di waktu normal dengan skor tipis 2-1.

Dengan hasil pertandingan di babak penyisihan yang diselenggarakan pada Jum’at pagi hingga sore tersebut, maka tim yang berhak melaju ke babak final adalah guru tahun kedua dan guru tahun ketiga. Pertandingan final antara guru tahun kedua dan guru tahun ketiga diselenggarakan pada Sabtu sore. Guru tahun ketiga berhasil memenangkan pertandingan tanpa perlawanan yang berarti dari guru tahun kedua. Skor telak 4-0 untuk kemenangan tim sepak bola dari guru tahun ketiga tersebut menunjukkan dominasi sang juara terhadap lawan mereka dari guru tahun kedua. fei

Pengurus Baru KGP Gelar Perkajum Gelombang Keempat

0
KGP Kelas 5 Adakan Perkajum Gelombang Keempat 1
Pemberangkatan peserta Perkajum gelombang ke-4

GONTOR–Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengadakan Perkemahan Kamis-Jum‘at (Perkajum) pada Kamis (27/3) dan Jum’at (28/3) lalu. Perkajum kali ini merupakan perkemahan perdana di bawah koordinasi pengurus baru KGP periode 1435-1436 setelah menerima amanat dari pengurus lama dan dilantik Pimpinan PMDG pada pertengahan Maret lalu, Senin (10/3).

Perkajum gelombang keempat ini diadakan di Desa Maguwan, Sambit, Ponorogo. Para peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih 440 orang, terdiri dari 40 orang siswa Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan 400 orang peserta dari siswa Kelas 1–3 KMI.

Kali ini, panitia ditunjuk dari Kelas 3 Intensif dan Kelas 4 KMI yang berjumlah sekitar 50 orang, dan dibimbing langsung oleh para pengurus KGP. Berbagai perlombaan dan penampilan diadakan diadakan panaitia untuk memeriahkan Perkajum gelombang keempat ini, di antaranya adalah tarik tambang, makan kerupuk, pukul air, dan penampilan dari Persatuan Beladiri Darussalam (Perbeda), atraksi dari Persatuan Senam Darussalam (Persada), serta pertunjukan akapela dari peserta Kelas 3 KMI.

“Saya sangat senang sekali, karena Pondok Gontor mau mengadakan acara ini di desa kami, semoga hal ini bermanfaat bagi kami dan bagi Gontor,” ujar Kepala Desa Maguwan pada malam unggun gembira, Kamis (27/3). ikami86

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DAN SERAH TERIMA AMANAT OPPM DAN KOORDINATOR GERAKAN PRAMUKA

0

Rentetan acara pergantian pengurus OPPM dan Koorninator Gerakan Pramuka belum berakhir hanya sampai dialog 5 besar, namun dilanjutkan dengan pembentukan formatur OPPM (25/2) dan Koordinator (27/2) kemudian pengukuhan calon pengurus OPPM (28/2) dan calon pengurus Koordinator (1/3).

Setelah terbentuknya calon pengurus baru, maka saatnya pengurus lama untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban atas program-program yang telah mereka susun dan laporan hasil kerja yang telah dilaksanakan selama periode kepengurusan mereka. Di depan bapak wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Al-Ustazd H. Suwarno TM, S.Ag., Asatidz dan Ustadzat serta seluruh santriwati, satu persatu dari 7 bagian Koordinator menyampaikan laporannya (3/3) dibawah terop putih sebelah selatan jalan Nusantara dan diakhiri dengan serah terima amanat Koordinator Gerakan Pramuka pada Selasa (4/3) kepada Arina Hasbana selaku ketua Koordinator masa bakti 1435-1436 H.

Rabu (5/3) giliran pengurus OPPM menyampaikan Laporan Pertanggungjawabannya. Di tempat yang sama 21 bagian OPPM menyampaikan satu persatu hasil kerja selama kepengurusannya. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima amanat kepada Arina Nihayati pada Kamis (6/3) untuk melanjutkan estafet perjuangan Organisasi Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 (OPPM) dengan harapan pengurus baru dapat menjadi yang lebih baik dan belajar dari kekurangan pada kepengurusan sebelumnya.

Hadapi Tarbiyah ‘Amaliyah, Panitia Berkoordinasi dengan Pondok Cabang

0
Rapat koordinasi pelaksanaan Tarbiyah 'Amaliyah dengan Pondok Cabang
Rapat koordinasi pelaksanaan Tarbiyah ‘Amaliyah dengan Pondok Cabang

DARUSSALAM – Dalam rangka menyukseskan jalannya Ujian Praktik Mengajar bagi siswa Kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) atau Tarbiyah Amaliyah, yang akan diselenggarakan mulai Sabtu (5/4) mendatang, panitia mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh Wakil Pengasuh dan penanggung jawab Tarbiyah Amaliyah tiap-tiap Pondok Cabang.

Rapat tersebut diselenggarakan pada Kamis (20/3) malam, bertempat di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Pusat, dengan dihadiri oleh 62 orang peserta. Pertemuan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan mengetahui kesiapan tiap-tiap Pondok Cabang dalam menghadapi bagian dari ujian akhir siswa Kelas 6 ini.

Jalannya rapat ini dipimpin oleh Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. beserta kedua Wakil Direktur, H. Farid Sulistyo, Lc. dan Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A. Dalam rapat koordinasi ini disampaikan hal-hal penting berupa pengarahan umum tentang persiapan program Tarbiyah Amaliyah, penjelasan mengenai revisi yang terdapat pada buku Tarbiyah Amaliyah, pemerataan guru-guru pembimbing Tarbiyah Amaliyah di setiap pondok, dan penjelasan tentang tata cara naqdu-t-tadris yang benar.

Seluruh peserta mengikuti jalannya rapat dengan penuh antusias. Banyak pertanyaan, usulan, dan gagasan dipaparkan di setiap kesempatan yang diberikan. Acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dan selesai pada 22.30 WIB. irba

Guru-Guru SMK Sungai Besar Selangor Berkunjung ke PMDG

0
Guru-guru dari SMK Sungai Besar Selangor Malaysia
Guru-guru dari SMK Sungai Besar Selangor Malaysia

GONTOR – Guna mempelajari dan mendalami metode pembelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), 35 orang guru dari Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Sungai Besar Selangor, Malaysia, berkunjung ke PMDG. Selain pembelajaran metode, kunjungan yang dilaksanakan dalam dua hari, Ahad-Senin (23-24/3/2014), ini juga ditujukan untuk pengadaan perjanjian kerjasama antara pihak SMK Sungai Besar Selangor dan PMDG dalam beberapa hal yang berkenaan dengan pendidikan dan dakwah.

Selain silaturahim dengan Pimpinan PMDG yang diwakili oleh Ustadz H. Imam Bahroni, M.A., M.L.S., para guru tersebut juga menyempatkan diri bertemu dengan para siswa PMDG yang berasal dari Malaysia. Mereka juga sempat melihat kegiatan muhadlarah, serta berkunjung ke Kampus ISID, Gontor 2 dan Toko Buku La Tansa. binhadjid

Hasil “Ikhtibar” Dibagi, Santri Mulai Evaluasi Diri

0
Para siswa setelah mendapatkan hasil ikhtibar akhir tahun
Pembagian rapor hasil Ikhtibar Akhir Tahun

DARUSSALAM–Hari Kamis (20/3) menjadi hari terakhir pelaksanaan ikhtibar (‘ulangan umum’) akhir tahun setelah berjalan selama enam hari, terhitung sejak hari Sabtu (15/3) seminggu yang lalu. Setelah selesainya pelaksanaan ikhtibar ini, seluruh santri yang  dari Kelas 1 sampai Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) mendapatkan rapor hasil ikhtibar.

Maka, pada hari Jum’at (21/3) malam, para wali kelas langsung membagikan rapor hasil ikhtibar kepada para anggota kelas mereka masing-masing. Diharapkan, dengan adanya pembagian hasil ikhtibar ini, para siswa dapat terus meningkatkan prestasi mereka khususnya dalam bidang akademik.

Hasil ikhtibar ini juga menjadi media bagi para santri untuk merenung dan introspeksi diri, sejauh mana persiapan dan keseriusan mereka dalam menghadapi ikhtibar sekaligus sebagai tolak ukur kesiapan mereka dalam menghadapi ujian akhir tahun yang semakin dekat.

“Dengan diadakannya ikhtibar, para siswa dapat lebih merasakan suasana belajar dengan baik, karena mereka dituntut untuk dapat menjawab pertanyaan keesokan harinya. Dengan adanya pembagian hasil ikhtibar, para siswa dapat lebih meningkatkan kualitas belajarnya sehingga persiapan menjelang ujian pun semakin matang,” tutur Muhammad Adhimastya, salah satu siswa Kelas 3 KMI.

Hasil ikhtibar pada tahun ini, secara keseluruhan, mengalami penurunan. Pada tahun sebelumnya, rata-rata seluruh siswa Kelas 1 hingga Kelas 5 adalah sebesar 5,53, namun tahun ini turun menjadi 5,47 atau sebesar 1,17% dengan selisih 0,06. Dengan selesainya rentetan acara ikhtibar ini, diharapkan para siswa menjadi lebih semangat dan serius dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. fei

Fathu al-Kutub Kembangkan Intelektualitas Santri

0
Fathu al-Kutub, Lestarikan Intelektualitas
Suasana siswa Kelas 5 KMI yang berkonsentrasi membahas topik-topik permasalahan di BPPM

DARUSSALAM – Pada semester kedua ini, Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) kembali dibanjiri lautan buku-buku Islam klasik. Sebabnya tidak lain adalah karena di tempat inilah acara Fathu al-Kutub (kegiatan menelaah buku-buku Islam klasik) diadakan secara khusus untuk siswa Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Sedangkan Fathu al-Kutub untuk siswa Kelas 6 telah digelar pada pertengahan tahun lalu atau di semester pertama.

Fathu al-Kutub untuk Kelas 5 KMI ini berlangsung selama enam hari, Jum‘at–Rabu, 21–26 Maret 2014, dengan diawali orientasi sejumlah materi pokok Fathu al-Kutub pada hari pertama dan kedua, Jum’at (21/3) malam. Materi-materi tersebut disampaikan oleh guru-guru KMI yang ahli di bidangnya masing-masing. Materi Ilmu Tauhid/Aqidah-Akhlak disampaikan oleh Dr. H. Kholid Muslih, M.A. Sedangkan materi Ilmu Fiqh disampaikan oleh H. Arif Irfanuddin, Lc. Terakhir, materi Ilmu Hadits disampaikan oleh Aris Hilmi Hulaimi, S.Th.I. Selanjutnya, pada empat hari selanjutnya, acara ini diisi dengan kegiatan-kegiatan diskusi dan pembahasan topik-topik permasalahan terkait ketiga materi tersebut.

Fathu al-Kutub sendiri merupakan kegiatan ilmiah yang termasuk di dalam kurikulum pembelajaran di KMI. Dalam acara ini, para siswa dibimbing oleh segenap wali kelas dan guru-guru pembimbing untuk membaca, menelaah, dan membahas buku-buku Islam klasik yang sering dikenal dengan istilah “kitab kuning” (kutub at-turats). Buku-buku yang disediakan mencakup ketiga bidang materi tersebut di atas. Dengan rutinitas ini, Gontor berusaha melestarikan intelektualitas santri dengan menumbuhkan minat baca santri terhadap buku-buku klasik peninggalan ulama terdahulu. Ini menandakan, walau dikenal modern, Gontor tetap tidak menafikan betapa berharganya buku-buku Islam klasik yang kaya akan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Secara teknis, kegiatan ini dilaksanakan berkelompok. Peserta Fathu al-Kutub dari seluruh siswa Kelas 5 KMI yang berjumlah 563 orang dibagi ke dalam 36 kelompok. Kelompok-kelompok ini dibagi lagi menjadi 3 sub kelompok. Rata-rata, tiap-tiap kelompok beranggotakan antara 14–16 orang siswa. Mereka dibimbing oleh wali kelas dan guru pembimbing untuk menemukan jawaban dari topik permasalahan yang mereka terima melalui buku-buku yang tersedia, kemudian didiskusikan bersama hingga menyimpulkannya dengan sejelas-jelasnya. Dengan demikian, wawasan mereka pun akan bertambah luas dan kemampuan bahasa Arab mereka juga makin terasah. elfah

 

 

Olimpiade Matematika Tingkatkan Minat Santri.

0
Math Olumpiad 2014
Mathematic Olympiad 2014 Gontor 3

Gontor 3 – Untuk meningkatkan minat para santri kmi, bagian kmi gontor tiga beserta para asatidz yang mebantunya mengadakan kegiatan menarik yaitu olimpiade matematika, sebenarnya acara ini sudah lama di gagas namun baru bisa dijalankan pada tahun ini, untuk metoda pelaksanaan ini adalah sama seperti olimpiade lainnya yaitu para siswa yang berhasil menjuaarai olimpiade ini akan mendapatkan hadiah menarik, ” ini sebenarnya adalah trik, agar para siswa tertarik untuk pelajaran yang berupa matematika, karena matematika telah lama menjadi momok bagi santri, makanya ini mungkin akan menjadi trik yang jitu untuk meningkatkan minat anak anak kepada pelajaran ini” ujar ustadz Sulthan Assyam Karimov salah satu asatidz yang di percayai membimbing laboraturium mafikib. Bagi para siswa olimpiade ini sungguh menarik karena mereka tertantang dan merasa memiliki jiwa persaingan yang tinggi.” wah sebenarnya ini juga perlu pengawasan ketat juga karena para siswa sangat antusias memenangkan olimpiade”.