Home Blog Page 515

Sekelumit Kisah Pra Tarbiyah Amaliyah Siswa Akhir KMI Gontor 2

0
Review buku tarbiyah amaliyah
Review buku tarbiyah amaliyah

Gontor 2– Kamis (27/3) merupakan hari terakhir bagi Siswa KMI kelas 6 untuk masuk kelas. Setelah itu para santri senior tersebut akan menghadapi Tarbiyah Amaliyah atau praktek mengajar.  Guna mensukseskan kegiatan tersebut, maka mereka harus mengikuti b erbagai kegiatan pra amaliyah yang telah dicanangkan oleh panitia.

Dimulai pada hari ahad (29/3) pagi, seluh siswa akhir KMI melaksanakan review buku Tarbiyah Amaliyah kelas 5 di kelasnya masing – masing. Dengan bimbingan dewan guru musyrif dan guru senior, mereka menelaah ulang isi dari buku yang diterbitkan oleh Ust. Imam Zarkasyi tersebut. Usai istirahat, para siswa dibagi menjadi 20 kelompok dan mengadakan pembelajaran terbimbing dengan para guru untuk mengulas lebih detail materi – materi yang terdapat dalam buku tersebut.

Dilanjutkan dengan review buku Ushulu At-tarbiyah Al-amaliyah kelas 6 pada hari sabtu (30/3) pada jam pertama dan kedua.  Dilanjutkan dengan praktek latihan micro teaching  untuk memperagakan kegiatan praktek mengajar sekaligus naqdu at-tadris atau evaluasi mengajar. Adapun siswa yang mendapatkan kesempatan menjadi guru ketika micro teaching  adalah Asep Sopian, 6B dan M. Abdul Aziz, 6C. Hasilnya langsung dibahas secara bersama – sama di Aula Gedung Riyadh Gontor 2 dipimpin oleh dewan guru senior Gontor 2.

Senin (31/3) dan Selasa (1/4) pagi harinya, seluruh siswa Akhir KMI mengikuti Ujian Tarbiyah Amaliyah. Ujian tersebut bertujuan guna mengetahui kadar pemahaman mereka terhadap apa yang telah dipelajari  sebelumnya. Dan dilanjutkan dengan pembahasan soal  – soal ujian tersebut secara bersama – sama. Usai mengetahui hasil ujian, para siswa yang belum mencapai nilai minimum melaksanakan remidi  pada hari rabu (2/4).

Seluruh dewan guru pembimbing mengikuti pengarahan tarbiyah amaliyah di Gontor Pusat oleh Pimpinan Gontor pada hari rabu (2/4). Acara tersebut juga dihadiri oleh para guru senior dari pondok – pondok cabang di Pulau Jawa. Dilanjutkan dengan pengarahan Tarbiyah Amaliyah di Gontor 2 oleh Ust. H. Masyhudi Subari, M.A pada malam harinya dan diikuti oleh seluruh siswa Akhir KMI dan dewan guru pembimbing Tarbiyah Amaliyah Gontor 2. Pengarahan tentang Tarbiyah Amaliyah dilanjutkan pada hari Kamis (3/4) pagi dengan materi Orientasi Praktek Mengajar oleh Ust. H. Zaini Hasan, Orientasi Naqd Tadris oleh Ust. H. Agus Budiman,M. Pd  dan Orientasi pembelajaran Al-Qur’an dan Tarjamah oleh Ust. Nurul Tsalist Alamin, M.Pd. di akhir kegiatan tersebut, Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag menunjuk satu orang siswa kelas 6 yang akan melaksanakan prakter mengajar perdana pada hari sabtu (5/4).

Pra-Ujian Praktik Mengajar, KMI Gelar “Micro Teaching”

0
KMI Lahirkan Sistematika Baru
Nampak sejumlah pengajar Micro Teaching Kelas 6 KMI tengah siap mengajar

DARUSSALAM–Sudah menjadi sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bagi siswa Kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) untuk mengikuti Ujian Praktik Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadrisi) sebagai bagian dari ujian akhir kelulusan mereka. Ada perbedaan yang menonjol dalam pelaksanaannya pada tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum tahun ini, Kelas 6 KMI dan para guru pembimbing menjalani pra-Ujian Praktik Mengajar dengan mengikuti pengarahan dari Direktur KMI dan Pimpinan PMDG, kurang lebih empat hari. Melihat program pengarahan tersebut belum berjalan efektif dan efisien, KMI mengambil inisiatif untuk mengadakan peningkatan program.

Yaitu, pada Sabtu (29/3), seluruh guru tahun ke-5 dikerahkan untuk memberikan orientasi ketat terkait buku “Tarbiyah ‘Amaliyah”. Orientasinya terbagi tiga. Pertama, penjelasan mendalam seputar “Ghardu al-‘Am, Ghardu al-Khas, dan Wasail al-Idhaah”. Kedua, “Khutwaatu Herbert”, dan ketiga, “Turuqu at-Tadris”. Berlangsung dari pukul 07.00–12.15 WIB.

Kemudian, pada Ahad (30/3) pagi diadakan Micro Teaching. Dari setiap kelompok Kelas 6 yang tahun ini berjumlah 18 kelas (6B–6S) ditentukan satu orang pengajar untuk Micro Teaching. Pelajaran yang diajarkan untuk pra-ujian ini adalah “Muthala’ah” dengan mengambil salah satu judulnya, yaitu “al-‘Ainu”. Masing-masing kelas dibimbing oleh guru-guru senior dan guru tahun ke-5 ke atas.

Selanjutnya, pada Senin–Selasa (31/3–1/4) digelar ulangan khusus materi Tarbiyah ‘Amaliyah, dibimbing langsung oleh Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. Ulangan tertulis ini diselenggarakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Dan, pada Rabu–Kamis (2–3/4), acara diisi dengan pengarahan serta pesan dan nasihat dari Pimpinan PMDG. Ketiga Pimpinan PMDG hadir memberikan pengarahan yang mendetail, tidak terkecuali Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. yang sedang sakit. Demikian juga, seluruh Wakil Pengasuh Pondok Cabang di dalam Jawa turut terlibat dalam acara tersebut. elfah

Islamic Study Dar al-Ni’amah Institute Bangkok Kunjungi PMDG

0

Islamic Study Dar al-Niamah Insitute Bangkok, Thailand Kunjungi PMDGDARUSSALAM–Sabtu (5/4) pagi, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali kedatangan tamu dari luar negeri. Kali ini, tamu yang berkunjung adalah rombongan dari Islamic Study Dar al-Ni’amah Institute Bangkok, Thailand. Kunjungan yang bertujuan untuk menyambung tali silaturahim antara umat Islam dan studi banding ini diikuti oleh 11 orang peserta, dan diketuai oleh Mr. Ekapob Sriruenrerng.

Sebelum tiba di PMDG, rombongan terlebih dahulu berkunjung ke Pondok Pesantren Wali Songo sekaligus bermalam di sana, Jum’at (4/5). Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan ke PMDG. Kunjungan yang disambut oleh Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A. dan Ustadz Ridwan Chesae ini berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Sebabnya, bahasa yang dipergunakan ketika acara berlangsung terdiri dari empat bahasa: Indonesia, Inggris, Melayu, dan Thailand.

“Kita harus siap berdakwah kepada siapapun, dan negara apapun dan dalam bahasa apapun. Karena siapa tahu, beberapa tahun yang akan datang, pondok ini akan menjadi pusat peradaban Islam di Indonesia,” ujar Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A. menanggapi kedatangan tamu dari Thailand tersebut. ikami86

 

“Usbuu’u ad-diroosah Fii Kutubi at-turost Al-Islaamiyyah” Perdana Gontor 2

0
Suasana "Bahsul masail" di aula Gedung Riyadh
Suasana “Bahsul masail” di aula Gedung Riyadh

Gontor 2-Usai melaksanakan ikhtibar atau ulangan umum akhir tahun selama satu pekan, para santri kelas 5 KMI Gontor 2 disibukkan dengan kegiatan “Usbuu’u ad-diroosah fii kutubi at-turost al-islaamiyyah”. Kegiatan yang sebelumnya bernama Fathul Kutub  tersebut merupakan salah satu kegiatan perdana yang dilaksanakan di Gontor 2. Di mana sebelumnya, para santri kelas 6 Gontor 2 juga telah melaksanakan kegiatan tersebut di Gontor pusat pada pertengahan tahun pertama.

Diawali dengan pembukaan dan orientasi beberapa materi pokok yang akan dibahas yang bertempat di Gontor pusat pada hari Jum’at (21/3) malam, yaitu Tauhid, Fiqh, dan Hadist. Seluruh santri kelas 5 yang berjumlah 77 orang tersebut kemudian dibagi menjadi 9 kelompok. Tiap – tiap kelompok dibagi lagi menjadi 3 sub kelompok. Tiap sub kelompok mendapatkan permasalah yang akan dibahas dengan mencari penjelasan dari buku – buku yang sudah tersedia. Usai membuat ringkasan dari pembahasan tersebut, para santri berkumpul bersama kelompoknya masing – masing. Dengan bimbingan para dewan guru, tiap sub kelompok menyampaikan hasil pembahasan mereka dan mendiskusikannya bersama – sama.

Di penghujung acara, diadakan diskusi umum dengan tema “Al-ihtijaj Bil Qodri”. Tampil sebagai kubu pro adalah Quraisy Shihab (5C), Bayu Segrahim (5C), dan M. Fachrul Rizal Shidiq (5B). Dan sebagai lawannya dari kuru kontra adalah Najmi Mukhtar (5B), A. Abdur Rahman (5B), dan Irfan Hanafi Salim (5B). Usai diskusi umum, seluruh santri kelas 5 menuliskan al-intiba’at atau kesan dari kegiatan ini. Beberapa santri mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kesan mereka di hadapan para guru senior dan seluruh santri kelas 5.

Tujuan diadakannya acara tersebut antara lain adalah mengetahui kadar kemampuan bahasa santri dalam memahami kutub at-turast atau yang lebih dikenal dengan kitab kuning. Dan agar mereka lebih mengenal para ulama – ulama Islam beserta karya – karya mereka. Sehingga kita sebagai generasi penerus dapat meneladani dan berusaha mengembalikan  mengembalikan masa kejayaan seperti dulu kala, terutama pada bidang keilmuan.

Seluruh Santri dan Guru Gontor 2 Peringati PERSEMAR

0
peringatan persemar
Seluruh guru dan santri Gontor 2 mengikuti peringatan PERSEMAR

MADUSARI-Di tengah masa ulangan umum (ikhtibar), tepatnya pada hari rabu pagi (19/3) pukul 09.00 WIB, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor 2 beserta seluruh dewan guru berkumpul di Masjid Jami’ Gontor 2 guna memperingati Peristiwa Sembilan Belas Maret (PERSEMAR) Tahun 1967.

Wakil pengasuh Gontor 2, Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc. M.A menyampaikan kronologi kejadian tersebut secara gamblang, kemudian beliau memberikan pengarahan tentang kepondokmodernan.

Peristiwa tersebut merupakan peristiwa terkutuk yang terjadi pada masa kepemimpinan trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi. Di mana para santri membuat kekacauan di pondok dan merasa tidak puas dengan berbagai kebijakan yang dibuat oleh pimpinan pondok. Mereka pun berusaha menyebarkan berbagai macam fitnah dan berusaha mengambil alih kepemimpinan trimurti. Hingga akhirnya seluruh santri yang saat itu mencapai 1500 orang dipulangkan. Setelah 3 bulan lamanya, akhirnya pihak pondok memanggil kembali sepertiga dari total santri yang dianggap tidak terlibat.

Peringatan tersebut diadakan guna mengingatkan para santri dan guru supaya  dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan selalu menghindari hal – hal yang mengarah pada terulangnya peristiwa tersebut. peringatan tersebut dilaksanakan serentak pada hari yang sama di Gontor pusat dan seluruh cabangnya.

LAC, “Golden Voice” Gontor 3

0

For Laguage Let’s Do – Kalimat yang selalu didengar oleh santri pondok modern gontor yang dapat menggerakkan lisan santri dalam berbicara bahasa inggris. Mengenai bahasa, Gontor mendidik santrinya dengan penuh kedisiplinan,- setiap dua minggu, berganti bahasa  Arab dan Inggris ).

Pada hari jumat pagi ( 04/04/2014 ) Staf LAC ( Language Activity Council ) Darul Ma’rifat Kediri selalu mempunyai progam-progam guna meningkatkan bahasa santri Gontor 3. Salah satu progamnya yaitu mengadakan perlombaan setiap hari jumat pagi. Lomba kali  ini yaitu “Golden Voice” Lomba bernyanyi dengan lagu yang berbahasa inggris, yang diadakan didepan gedung syiria yang ditonton oleh seluruh santri. Acara ini dibantu oleh bagian bahasa atau disebut dengan CLI ( Central Language Importement ) dan peserta lomba kali ini sangatlah berbeda, diambil dari konsulat-konsulat yang ada di Darul Ma’rifat.

Adapun juri dalam perlombaan ini dari Staf LAC itu sendiri, ini adalah salah satu cara mereka untuk mengetahui sejauh mana bahasa keseharian santri. Alhasil, acara ini berjalan dengan lancar dan santri-santri pun terkesan dengan nyanyian yang dibawakan oleh para pesera lomba. Sehingga mereka tahu bahwasanya belajar bahasa inggris bukan hanya di kelas saja .Days

“Kajian FOKUS” Tumbuhkan Semangat Berdikusi Mahasiswa Gontor 2

0

Gontor 2-“Taharroq fainna fil harokati barokatun” yang artinya bergeraklah, karena di dalam gerakan terdapat berkah. Merupakan salah satu syiar Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai upaya dalam membumikannya, Fakultas Ushuluddin mengadakan “Kajian FOKUS (Forum Komunikasi Ushuluddin)” di bawah naungan DEMA wilayah Gontor 2.

Acara tersebut motori oleh mahasiswa ushuluddin semester 6 sebagai salah satu bentuk improvisasi yang dicetuskan saat pelantikan pengurus kegiatan Ushuluddin di seluruh kampus di ISID Siman. Sehingga seluruh kampus yang memiliki Fakultas Ushuluddin juga melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dilaksanakan 2 kali dalam seminggu. Yaitu hari Ahad dan Selasa malam, tepatnya setelah para mahasiswa yang merangkap sebagai guru Gontor 2 tersebut membimbing belajar santri pada malam hari. Sedangkan pemateri dalam setiap kajian adalah para mahasiswa Ushuluddin yang dipilih secara bergilir dimulai dari mahasiswa yang paling senior. Usai penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan para audiance. Peserta dalam kajian tersebut bukan hanya mahasiswa Fakultas Ushuluddin saja, namun juga mahasiswa – mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin & Syariah.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah guna mengasah kemampuan para mahasiswa dalam berdakwah dan meningkatkan wawasan mahasiswa, terutama dalam masalah keagamaan. Sehingga kelak mampu menjawab permasalahan – permasalahan yang ada di masyarakat sekitar”, tutur Ust. Harun Basalamah selaku senat Ushuluddin di Gontor 2.

KMI Gelar Praktik Manasik Haji Bagi Siswa Baru

0
Khusyuknya para siswa saat melaksanakan praktik manasik haji.
Khusyuknya para siswa saat melaksanakan praktik manasik haji

DARUSSALAM–Guna meningkatkan interpretasi santri dalam materi Fiqh, khususnya mengenai ibadah haji, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan praktik manasik haji yang diprogramkan untuk siswa baru Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Kegiatan yang melibatkan sekitar 40 orang guru pengajar materi Fiqh dan 1.200 orang siswa baru ini berlangsung selama lima hari (22-27/3) di area sekitar pondok.

“Salah satu cara terbaik dalam belajar adalah praktik, sehingga pengetahuan dan wawasan siswa bukan sekadar tulisan teoritis di otak yang berasal dari buku saja, tetapi paham dan betul-betul mengerti cara melaksanakannya,” ucap K.H. Masyhudi Subari, M.A. selaku Direktur KMI, saat mengarahkan tata cara pelaksanaan program praktik manasik haji kepada guru-guru pengajar Fiqh.

Replika Ka’bah dan tempat jumrah, juga beberapa lokasi yang ditandai sebagai Padang Arafah, Mina, Shafa, dan Marwah, turut dipersiapkan untuk kegiatan ini, dengan maksud agar seluruh siswa mampu menjiwai dan menghayati materi ibadah haji ini, serta membangun harapan dan cita-cita dalam diri mereka untuk menunaikan ibadah haji yang sebenarnya kelak. sazza

 

Gontor Berangkatkan 5 Kader ke Universitas Islam Madinah

0
Tampak para kader tengah berpamitan kepada salah satu Pimpinan PMDG, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi.
Tampak para kader tengah berpamitan kepada salah satu Pimpinan PMDG, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.

DARUSSALAM-Pada Ahad (30/3), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, secara resmi memberangkatkan lima orang kader PMDG —Nazeeh Masyhudi, Adnan Asyahibi, Sugeng, Husni Dzahaby, dan M Fadlurrahman— untuk menimba ilmu di Kota Nabi, Madinah Al-Munawwarah. Dengan iringan doa Pimpinan Pondok dan seluruh ketua lembaga tinggi PMDG, para kader semakin yakin dan mantap untuk menapakkan kakinya melanjutkan cita-cita Trimurti dengan belajar di Universitas Islam Madinah.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Pimpinan Pondok untuk para kader, dilanjutkan dengan beberapa pesan nasihat terkait dengan status, posisi, dan orientasi hidup masing-masing dari mereka, dan diakhiri dengan pemberangkatan dengan rute perjalanan Solo-Jakarta-Madinah.

“Jangan sombong dan jangan terlena dengan prestasimu sekarang, karena itu akan melalaikanmu sebagai seorang muslim yang berkewajiban untuk menuntut ilmu,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal yang juga merupakan alumni Universitas Islam Madinah tahun 70-an itu. sazza

Pelajari Metode Bahasa Arab, Ma’had Lughotul Qur’an ke Gontor Putri

0
Pertemuan bersama Asatidz Gontor Putri 1 di gedung Aisyah
Pertemuan bersama guru-guru Gontor Putri 1 di Gedung Aisyah

DARUSSALAM–Setelah mengadakan kunjungan ke Gontor pada tanggal 25–30 R. Akhir 1435/25 Februari–2 April 2014 bersama Jabatan Guru Johor Malaysia, Kepala Sekolah Ma’had Lughotul Qur’an Malaysia, Al-Ustadz Hidir Bin Ismail, kembali mengadakan lawatan ke Gontor. Kali ini, beliau mengajak 16 orang guru dari sekolahnya untuk mempelajari metode pembelajaran bahasa Arab di Gontor. Lawatan tersebut berlangsung selama 4 hari, pada  tanggal 23–26 Jumadal Ula 1435/25–28 Maret 2014. Seluruh kegiatan dilaksanakan di kampus Gontor Putri 1, 2, dan 3.

Selasa sore (23/3), rombongan tiba di wisma Gontor Putri 1 untuk beristirahat. Selepas Isya’, rombongan mengadakan pertemuan bersama Wakil Pengasuh Gontor Putri 1 yang diwakili oleh Wakil Direktur KMI, K.H. Ahmad Suharto, M.A., di Gedung Aisyah. Pada pertemuan tersebut beliau menjelaskan secara singkat sejarah berdirinya Gontor Putri dan mengenalkan nilai-nilai yang ditanamkan Gontor terhadap segenap santri dan santriwati.

Keesokan harinya, Rabu (24/3) pagi, acara pun dilanjutkan dengan melihat-lihat kegiatan muhadatsah pagi para santriwati di asrama mereka, lalu diteruskan dengan pertemuan bersama beberapa guru senior Gontor Putri 1, untuk pengenalan sistem pembelajaran bahasa Arab di Gontor pada pukul 08.00–09.00 WIB. Setelah pertemuan dilaksanakan, para guru Ma’had Lughotul Qur’an pun melihat langsung praktik mengajar yang dilakukan oleh salah satu guru KMI Gontor Putri 1. Laboratorium bahasa pun mereka kunjungi, untuk melihat fasilitas yang ada di Gontor Putri 1 guna menunjang pembelajaran bahasa Arab. Pada malam hari, rombongan melakukan lawatan ke Gontor Putri 3 untuk bertemu Wakil Pengasuh Gontor Putri 3. Sebelum istirahat, beberapa guru tersebut melakukan persiapan untuk praktik mengajar di kelas yang ditentukan pada esok harinya.

Kamis (24/3) pagi, tiga orang guru Ma’had Lughotul Qur’an mempraktikkan metode pengajaran bahasa yang sudah mereka pelajari sehari sebelumnya di kelas-kelas yang sudah disiapkan. Setelah tiga hari lawatan, rombongan segera bertolak ke Malaysia pada hari Jum’at (25/3) dari Bandara Adi Sudjipto Yogyakarta. Selain lawatan di Gontor Putri 1 dan 3, rombongan juga menyempatkan diri melakukan lawatan di Gontor Putri 2 untuk melihat latihan pidato bahasa Arab. brahma84