
Pekan Keakraban Dan Keharmonisan Satukan Hati Guru Gontor 2

Gontor 2-“Al-Ma’hadu Laa Yanaamu Abadan” ( pondok tidak pernah tidur selamnya), begitulah ungkapan yang selalu dijunjung tinggi Pondok Pesantren Gontor. Begitu juga di Gontor 2. Seluruh santri dan guru tidak pernah lepas dari berbagai kegiatan yang mendidik, karena kegiatan merupakan salah satu kekuatan dari Gontor.
Selama 3 hari, terhitung dari hari jum’at (7/3) malam – Senin (9/3) Sore, dewan guru Gontor 2 mengadakan beragam perlombaan antar angkatan yang bertajuk “Pekan Keakraban dan Keharmonisan”. Adapun peserta perlombaan tersebut adalah seluruh guru Gontor 2 yang terbagi menjadi 4 kelompok berdasarkan angkatan masing – masing, yaitu Guru tahun pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Sedangkan guru tahun kelima keatas menjadi panitia dan juri dalam rangkaian perlombaan tersebut.
Kegiatan tersebut dibuka pada hari jum’at (7/3) malam, oleh Ust. Rizal Dinarga selaku ketua pelaksana, dilanjutkan dengan penampilan grup musik dari tiap – tiap angkatan. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Gorda Band. Selain itu juga diadakan pertandingan olahraga yang dibagi menjadi 3 cabang perlombaan. Yaitu futsal, Basket, dan Sepak Takraw yang diadakan setiap sore selama 3 hari.
Pada sabtu (8/3) malam, diadakan perlombaan Cerdas Cermat Tepat antar angkatan. Seluruh peserta perwakilan dari tiap angkatan menggunakan kostum yang menarik namun tetap sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Gontor. seluruh penonton nampak sangat antusias dan memberi semangat kepada perwakilan angkatan masing – masing.
Pada Ahad (9/3) pagi, seluruh dewan guru mengadakan senam bersama di Lapangan Sintesa Gontor 2 dilanjutkan perlombaan insidentil seperti tarik tambang, panca lomba, dan bakiak raksasa. Sementara acara yang paling ditunggu – tunggu adalah perlombaan LT antar angkatan yang meliputi LKBB resmi dan LKBB variasi dan juga perlombaan masak dengan menu utama adalah Ikan Gurami.
Sebagai penutup pekan keakraban dan keakraban tersebut, seluruh guru berkumpul pada hari selasa malam setelah Shalat Maghrib di teras Masjid Jami’ Gontor 2. Setelah menonton bersama cuplikan perlombaan yang telah dilaksanakan, panitia mengumumkan juara dalam perlombaan yang diadakan perdana ini.
“Tujuan kegiatan ini bukanlah meraih kemenangan semata, namun guna memupuk persaudaraan dan menyatukan hati seluruh dewan guru Gontor 2”, ujar Ust. Aziz Abdul Wahab selaku pembantu umum.
Urutan Juara “Pekan Keakraban dan Keharmonisan” adalah sebagai berikut:
Juara 1 : Guru tahun ke-4
Juara 2 : Guru tahun ke-2
Juara 3 : Guru tahun ke-3
Juara 4 : Guru tahun ke-1
Pesantren Nurussalam Kunjungi Gontor 2

Gontor 2-Pada hari Rabu (5/3) sore, Pondok Modern Darussalam Gontor 2 menerima tamu dari pesantren Nurussalam yang berasal dari Sumatra Selatan dan merupakan salah satu pesantren Alumni Gontor. Kunjungan tersebut merupakan salah satu bagian dari Studi Tour para santri kelas 5 Pesantren tersebut. Rombongan tersebut terdiri dari santri dan santriwati kelas 5 yang berjumlah 20 siswa dan 28 siswi, dan juga diikuti oleh beberapa dewan guru.
Bertempat di Aula Gedung Riyadh, para santri dan dewan guru Pesantren Nurussalam mengadakan silaturahmi bersama wakil pengasuh Gontor 2, Al- Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag. Beliau menyambut kunjungan yang diadakan oleh Pesantren Nurussalam tersebut dengan senang hati, beliau juga menyampaikan beberapa hal tentang Kepondokmodernan.
Dilanjutkan dengan sambutan dari salah satu dewan guru Pesantren Nurussalam, beliau menuturkan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melihat apakah yang diberlakukan di Pesantren Nurussalam sudah sesuai atau belum dengan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor, baik dari sistem ataupun ajarannya. Karena Pesantren Nurussalam merupakan salah satu pondok Alumni Gontor.
Pertemuan singkat tersebut ditutup dengan serahterima kenang – kenangan dan perfotoan bersama wakil pengasuh Gontor 2.
Wakil Pengasuh Gontor 2 Lantik Santri Kelas 3 Intensif Dan 4 Sebagai Pengurus Rayon

Madusari-“Siap dimimpin siap memimpin” merupakan salah satu motto Pondok Modern Darussalam Gontor. Para santri tidak hanya diajarkan untuk menjadi anggota yang baik, namun mereka juga dilatih dan dididik untuk menjadi pemimpin – pemimpin yang baik dan bijaksana. Salah satunya adalah menjadi pengurus rayon.
Bersamaan dengan rentetan acara pergantian pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka dari siswa kelas 6 kepada siswa kelas 5 KMI, santri – santri kelas 3 Intensif dan 4 dilantik menjadi pengurus rayon – rayon di Gontor 2 yang berjumlah 8 rayon.
Pada hari senin (3/3) malam, diadakan pemilihan ketua rayon di setiap rayon dan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus rayon baik dari bagian keamanan ataupun penggerak bahasa oleh wakil pengasuh Gontor 2, Al- Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag pada hari selasa (4/3) malam.
Hal ini dikarenakan seluruh santri kelas 5 yang sebelumnya menjadi pengurus rayon, kini telah menjadi pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka di Gontor 2. Sehingga yang menjadi pengurus rayon kini adalah santri senior setelah kelas 5, yaitu seluruh santri kelas 3 Intensif dan kelas 4 yang berjumlah 75 santri.
Siswa Kelas 5 Lanjutkan Estafet Kepengurusan OPPM Dan Koordinator Gerakan Pramuka

Gontor 2-Misi Pondok Modern Darussalam Gontor adalah mencetak kader – kader pemimpin umat yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan, dan berfikiran bebas. Salah satu upaya pelatihannya adalah dengan kepengurusan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) yang mana dipegang oleh siswa kelas 6 KMI sebagai siswa senior. Namun mendekati masa ujian praktek mengajar dan ujian akhir KMI, maka kepengurusan OPPM dialihkan kepada siswa kelas 5 KMI.
Diawali dengan pemilihan utusan tiap – tiap konsulat untuk menjadi kandidat ketua OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka pada hari sabtu (22/2). Para santri mengikuti pengarahan oleh wakil pengasuh Gontor 2, Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag di Masjid Jami’ Gontor 2. Kemudian para santri berkumpul dengan konsulatnya masing – masing di tempat yang telah ditentukan oleh staf pengasuhan santri. Setiap konsulat menentukan 2 orang dari kelas 5 sebagai kandidat ketua OPPM pada pagi hari. Dilanjutkan dengan pemilihan kandidat ketua Koordinator Gerakan Pramuka dari tiap – tiap gugus depan (gudep) pada siang harinya.
“Organisasi sangat dipentingkan oleh Gontor, karena di dalamnya terdapat berbagai macam pendidikan, baik pendidikan tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, dan keberanian” tutur Ust. H. Muhammad Hudaya dalam salah satu pengarahannya.
Utusan – utusan tiap konsulat tersebut kemudian berkumpul di Aula Gedung Riyadh pada rabu (26/2) malam, guna penentuan 10 besar kandidat ketua OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka di Gontor 2.
10 besar kandidat tersebut berkumpul di rumah wakil pengasuh pada pagi harinya untuk diuji tentang kepondokmodernan oleh Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag. tentunya dalam penentuan ketua dari dua organisasi besar tersebut juga berdasarkan pertimbangan dari pengasuhan santri dan wali kelas 5. Setelah terpilih, ketua dan wakil ketua tersebut dikarantina guna menyusun formatur kepengurusan OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka Gontor 2 dari kelas 5.
Dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban dari pengurus OPPM lama tiap – tiap bagian pada hari sabtu (8/3) pagi. Pada malam harinya ketua OPPM lama menyampaikan laporan umum kepengurusan OPPM perdana tersebut. Dilanjutkan serah terima amanat dari pengurus lama kepada pengurus baru. Pengurus baru OPPM dilantik dihadapan seluruh santri Gontor 2 oleh Ust. H. Agus Budiman,M.Pd. Adapun laporan pertanggungjawaban dari pengurus Gerakan Koordinator Pramuka lama dilaksanakan pada hari ahad (9/3) pagi. Dilanjutkan dengan serah terima amanta dari pengurus lama kepada pengurus baru yang telah dilantik dihadapan para santri.
Rentetan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari salah satu filsafat Gontor yang berbunyi “patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh, belum hilang sudah berganti”.






Gorda FC Lawan Jember Old Star Pada Pertandingan Persahabatan

Madusari– Jum’at (1/3) sore bertempat di lapangan hijau Gontor 2, club sepak bola Gontor 2 Gorda F.C menggelar pertandingan persahabatan melawan para pemain yang berasal dari Jember yang tergabung dalam club Jember Old Star.
Pada satu pekan sebelumnya, diadakan peremajaan lapangan dan pembersihan umum di sekitarnya guna menjamu tim yang berasal dari Jember tersebut. Terutama pemotongan rumput di lapangan.
Setelah Shalat Ashar, para pemain Gorda F.C dan Jember Old Star mulai memasuki lapangan hijau Gontor 2. Seluruh santri juga datang ke lapangan guna memberi semangat dan dukungan kepada club sepak bola Gontor 2 tersebut. Pertandingan tersebut juga dimeriahkan dengan adanya komentator berbahasa Arab dari siswa kelas 6.
Meskipun para pemain dari club Jember Old Star didominasi oleh para pemain yang telah berumur di atas 50 tahun, mereka tetap memberi perlawanan yang kuat saat melawan Gorda F.C. yang para pemainnya tidak lain adalah para santri dan dewan guru yang masih muda. Kedua tim saling menyerang mulai awal pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Pada akhir pertandingan, Jember Old Star mengalahkan tuan rumah Gorda F.C dengan hasil 4-3.
Tujuan utama dari pertandingan ini bukanlah kemengan. Namun lebih dari itu adalah pengalaman dalam bertanding. Usai pertandingan, seluruh pemain Gorda F.C berjabat tangan dengan para pemain Jember Old Star. Selain melawan Gorda F.C, club yang berasal dari Jember tersebut juga mengadakan pertandingan persahabatan melawan tim PORMADA di Gontor pusat.
Pekan Kreativitas Santri (PKS) Gontor 2 Berlangsung Meriah

Madusari-Menjelang akhir masa jabatan para siswa kelas 6 sebagai pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka di Gontor 2, diadakanlah kegiatan Pekan Kreativitas Santri (PKS). Konsep kegiatannya hampir sama dengan expo yang diselenggarakan pada peringatan 1 Muharrram, namun pada acara ini terdapat nilai lebih. Acara ini diadakan pada 3 hari, yaitu hari Jum’at – Ahad (28 R. Tsani – 1 J. Ula 1435/ 28 Februari – 2 Maret 2014).
Bertempat di Lapangan Sintesa Gontor 2, bagian – bagian OPPM seperti Bagian Keamanan pusat, Bagian Pengajaran, Bagian Penerimaan tamu, dan beberapa bagian lainnya mendirikan stand, begitu juga Persatuan Bela Diri Darussalam (PERBEDA), Persatuan Senam Darussalam (PERSADA), Darussalam Computer Center (DCC), dan Dewan Mahasiswa (DEMA) juga ikut andil dalam meramaikan acara yang digelar perdana tersebut.
Tiap – tiap bagian mendemokan hal – hal yang berkenaan dengan bagian – bagian masing – masing dan juga mengadakan perlombaan insidentil yang diikuti oleh perwakilan dari tiap – tiap rayon. Selain itu, kegiatan ini merupakan ajang pencarian bakat santri, terutama dalam seni tarik suara. Kegiatan yang diadakan selama 3 hari tersebut dimeriahkan oleh penampilan dari Gorda Band dan Nasyid Islam Darussalam (NIDA) pada malam harinya.
Pada akhir malam penutupan PKS, terdapat penampilan – penampilan yang dilombakan antar kelas, antar gugus depan, dan juga perwakilan dari tiap – tiap angkatan. Adapun juara perlombaan pada Pekan Kreativitas Santri yang diadakan perdana di Gontor 2 ini adalah sebagai berikut:
Juara 1 Gontor 2 in Action antar rayon : Rayon Palestina
Juara 2 Gontor 2 in Action antar rayon : Rayon Syiria
Juara 1 Gontor 2 in Action antar kelas : Kelas 2C
Juara 2 Gontor 2 in Action antar kelas : Kelas 3B
Juara 1 Gontor 2 in Action antar POT : POT 07
Juara 1 Gontor 2 mencari bakat antar kelas : Kelas 1
Juara Umum : Kelas 3
Juara Favorit : Kelas 2
Santri teladan PKS : Mumtaz Jinanul Janan, santri kelas 2C


PERKAJUM PERDANA GONTOR 2 SEBARKAN SYI’AR PONDOK

Gontor 2—Setelah rentetan acara yang berturut-turut dan diakhiri dengan English Drama Contest minggu lalu, maka pada akhir tahun ajaran ini Bagian Koordinator Pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor 2 (PMDG) kembali mengadakan acara kepramukaan yaitu Perkemahan Kamis Jum’at (Perkajum) yang diadakan pada hari Kamis (27/2) sampai dengan Jum’at (28/2).
Bertempat di Desa Bancar, kegiatan tersebut diawali dengan berbagai macam perlombaan insidentil untuk anak – anak sekitar dan dilanjutkan dengan menonton film bersama masyarakat, tepatnya pada hari selasa (25/2) dan rabu (26/2).
“Acara Perkajum ini bertujuan untuk menyi’arkan pondok kepada warga desa sekaligus untuk menambah pengetahuan para pengikutnya tentang cara berkemah, sedangkan untuk panitia sendiri, hal ini juga menambah pengalaman dan pengetahuan kami dalam menjalankan kepanitiaan.” Ungkap Ibnu Fadhli selaku ketua Perkajum tahun ini.

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum acaranya diantaranya adalah membuat garis territorial, back ground dan pintu gerbang untuk dipasang di depan lapangan nantinya. Panitia juga menjalankan beberapa perlombaan sebelum diadakannya Perkajum yang diikuti oleh tiap regu sesuai pembagian kak koordiantor. Seperti lomba-lomba insidentil dan kepramukaan yang akan menambah nilai bagi regu pemenang. Dikerenakan banyaknya santri di Gontor Dua maka untuk kali ini Perkajum hanya diikuti oleh setengah dari santri. Dan di bulan Maret mendatang akan diadakan Perkajum untuk gelombang kedua, sedangkan untuk pengikutnya adalah kebalikan dari Perkajum gelombang pertama.
Sesudah sampai di bumi perkemahan, mereka diperintahkan untuk mendirikan tenda masing-masing, kemudian akan diadakan acara api unggun di malamnya dan hiking bersama pada hari jum’at pagi, barulah setelahnya pembersihan umum untuk persiapan kembali ke pondok. Para santri tiba di kampung damai Gontor 2 pada sore hari.
KPD Didik Pelatih Pembina Pramuka yang Dinamis dan Ideal

DARUSSALAM–Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih pembina pramuka, Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Kursus Pelatih Tingkat Dasar (KPD). Acara yang mengusung motto “Dengan Semangat Jiwa Kepramukaan, Kita Bentuk Pelatih yang Dinamis dan Ideal” ini berlangsung selama tujuh hari, terhitung mulai Rabu (5/3) minggu lalu dan berakhir pada Rabu (12/5) ini.
Program pelatihan pembina pramuka ini bertempat di Wisma Darussalam, diikuti seluruh pembina pramuka Gugus Depan 15089 PMDG dan beberapa utusan dari Trenggalek, Blitar, Tulung Agung, dan Pondok Pesantren Darunnajah yang jumlahnya mencapai 53 orang. Para peserta ini telah memenuhi syarat-syarat keikutsertaan yang ditentukan panitia pelaksana. Selain diharuskan memenuhi administrasi, para peserta disyaratkan telah mengikuti Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) dan aktif membina kegiatan pramuka dalam jangka waktu minimal tiga bulan.
Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur (Jatim) ditunjuk sebagai penyelenggara yang berwenang dan bertanggung jawab atas kegiatan ini. Selanjutnya, tugas ini dilimpahkan kepada panitia pelaksana yang ditentukan oleh Mabikori PMDG.
Adapun para pelatih yang terlibat sebagai tutor pada KPD kali ini terdiri dari lulusan Kursus Pelatih Lanjutan (KPL) Kwarda Jatim dan lulusan KPD Kwarda Jatim, serta dibantu para asisten pelatih yang terdiri dari para pembina pramuka lulusan KPD Kwartir Cabang (Kwarcab) Ponorogo. Dalam penyampaian materi kurikulum pelatihan, para pelatih membaginya menjadi tiga babak, yaitu Babak Penghantar, Babak Inti, dan Babak Pelengkap.
Paket materi latihan disesuaikan dengan Lampiran Nomor II Keputusan Kwartir Gerakan Pramuka Nomor 058 Tahun 1980 tentang Progam Induk Pendidikan Kursus Pelatih Tingkat Dasar. Secara umum, materi-materi tersebut mencakup Materi Pokok, Metode Kepelatihan, Pengembangan Media dan Penyusunan Perencanaan Kepelatihan, Praktik Melatih (Ruangan), Dinamika Kelompok, Jiwa Pelatih, Peran dan Tugas Pelatih, Komunikasi dan Berbicara, Praktik Melatih (Lapangan), Manajemen Konflik dan Perencanaan Kegiatan Alam, Buka Sasaran Kursus, Lokakarya Kepelatihan, Organisasi dan Administrasi Kepelatihan, dan juga Praktik Melatih (Fasilitator Diskusi). ikami86
“Seminar dan Bedah Buku” Hadirkan Meyda Sefira dan Tsani Liziah

MANTINGAN–Dihadiri segenap siswi kelas 6 Kulliyatu-l-Mu‘allimat Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, Seminar dan Bedah Buku yang digelar di Aula Kulliyatul Banat Gontor Putri 1, Jum’at (7/3) malam, tampak ramai. Acara ini menghadirkan Meyda Sefira, penulis buku berjudul “Hujan Safir”, dan Tsani Liziah, penulis buku “Lentera Surga”.
Kedua pembicara tersebut tidaklah asing lagi bagi para peserta yang hadir. Meyda Sefira sendiri dikenal baik oleh masyarakat luas sebagai pemeran Ayatul Husna pada sebuah film terkenal yang diangkat dari novel best seller berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”. Sementara Tsani Liziah merupakan salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 angkatan tahun 2009, yang berhasil menjadi finalis pada sebuah program pencarian dai muda di salah satu stasiun televisi nasional.
Melalui “Hujan Safir”, Meyda menceritakan perjalanan kehidupannya yang penuh liku dan cobaan. “Hujan adalah perjuangan,” katanya di hadapan para peserta yang sangat antusias menyimak kisahnya. Menurutnya, ujian dan cobaan dalam hidup adalah hujan yang datang tiada henti.
Di dalam bukunya itu, Meyda juga mengisahkan proses yang dijalaninya hingga ia memutuskan untuk berjilbab. Tidak hanya itu, kisah kejaiban yang dialaminya sampai terpilih memerankan salah satu tokoh di film “Ketika Cinta Bertasbih” pun tertuang di buku autobiografinya tersebut. Meyda menyatakan bahwa hasil penjualan bukunya akan didonasikan untuk saudara-saudara muslim yang menderita kelaparan di Syiria, yaitu dalam bentuk pembuatan toko roti di negara yang beribu kota di Damaskus tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan Meyda Sefira, dai muda berbakat yang juga menekuni dunia tulis-menulis, Tsani Liziah, berusaha menginspirasi para pembaca melalui kisah-kisah kehidupan yang ia tuangkan di dalam bukunya, “Lentera Surga”. Sehinggga, generasi muda semakin bersemangat menatap masa depan untuk meraih cita-cita. data_gp1





